Anda di halaman 1dari 19

MAKALAH

OP-AMP

Disusun oleh: SYUKRON MAMUN HARIS (11.04.062)

PROGRAM STUDI D-III TEKNIK ELEKTROMEDIK SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN WIDYA HUSADA SEMARANG 2012

OP-AMP
1. Pendahuluan Sebagian besar sinyal bioelectric memiliki besaran sangat kecil (milivolt bahkan dalam mikrovolt) karena itu membutuhkan tambahan sehingga pengguna dapat melakukan proses. Penambahan itu berupa penguatan atau sering disebut op amp. Op-amp adalah sebuah penguat differensial (suatu penguat yang bekerja dengan memperkuat sinyal selisih dari kedua masukannya). Memiliki 2 masukan (inverting & non inverting) Penguat diferensial menggunakan komponen BJT (Bipolar Junction Transistor) yang identik / sama persis sebagai penguat. Rangkaian penguat differensial

Pada rangkaian diatas, dapat diketahui tegangan output (Vout) adalah Vout = A(v1-v2) dengan A adalah penguatan dari penguat diferensial ini. Titik input v1 dikatakan sebagai input non-iverting, sebab tegangan Vout satu phase dengan v1. Sedangkan sebaliknya titik v2 dikatakan input inverting sebab berlawanan phasa dengan tengangan Vout.

Dasar Op Amp

Simbol

Terdiri dari: - Penguat differensial - Penguatan (gain) - Penggeser level - Penguat akhir (push Pull klas B) Op Amp Ideal Memiliki 2 catu simetris (biasanya 5V hingga 15V). Karakteristik Op-amp ideal : a. Open loop gain sangat besar/tak hingga b. Vout = 0, jika V1 =V2 , tidak ada offset voltage. c. Impedansi input sangat besar/tak hingga.

d. Impedansi output sangat kecil (0). e. Bandwidth tak hingga. Ada dua aturan penting dalam melakukan analisa rangkaian op-amp berdasarkan karakteristik op-amp ideal (golden rule), yaitu : Aturan 1 Perbedaan tegangan antara input v+ dan v- adalah nol (v+ - v- = 0 atau v+ = v- ) Aturan 2 Arus input Op-amp adalah nol (i+ = i- = 0) 2. Inverting Inverting amplifier ini, input dengan outputnya berlawanan polaritas. Jadi ada tanda minus pada rumus penguatannya. Penguatan inverting amplifier adalah bisa lebih kecil nilai besaran dari 1, misalnya -0.2 , -0.5 , -0.7 , dst dan selalu negatif. Rumus nya :

3. Non Inverting

Rangkaian non inverting ini hampir sama dengan rangkaian inverting hanya perbedaannya adalah terletak pada tegangan inputnya dari masukan noninverting.

Rumusnuya sebagai berikut:

Hasil tegangan output noninverting ini akan lebih dari satu dan selalu positif. Rangkaian nya adalah seperti pada gambar berikut ini :

4. Buffer Rangkaian bufffer adalah rangkaian yang inputanya sama dengan hasil outputnya. Dalam hal ini seperti rangkain cammon yaitu berpenguatan= 1. Rangkaiannya seperti pada gambar berikut ini

Nilai R yang terpasang gunanya untuk membatasi arus yang di keluarkan. Besar nilainya tergantung dari indikasi dari komponennya, biasanya tidak dipasang alias arus dimaksimalkan sesuai dengan kemampuan op-ampnya.

5. Adder/ Penjumlah Rangkaian penjumlah atau rangkaian adder adalah rangkaian penjumlah yang dasar rangkaiannya adalah rangkaian inverting amplifier dan hasil outputnya adalah dikalikan dengan penguatan seperti pada rangkaian inverting. Pada dasarnya nilai outputnya adalah jumlah dari penguatan masing masing dari inverting, seperti:

Tahanan rom gunanya adalah untuk meletak titik nol supaya tepat, terkadang tanpa Rom sudah cukup stabil. Maka rangkainya ada yang tanpa rom jga baik hasilnya. Rangkaian penjumlahan dengan menggunakan noninverting sangat susah dilakukan dikarenakan tegangan yang di paralel akan menjadi tegangan kecil yang ada, sehingga susah terjadi proses penjumlahan.

Gambar2.9 Rangkaian penjumlah dengan hasil negatif

6. Subtractor/ Pengurang

Rangkaian pengurang ini berasal dari rangkaian inverting dengan memanfaatkan masukan non-inverting, sehingga persamaannya menjadi sedikit ada perubahan. Rangkaian ini bisa terdiri 2 macam yaitu : a. Rangkaian dengan 1 op-amp b. Rangkaian dengan 2 op-amp c. Rangkaian dengan 3 op-amp Rangkaian pengurang dengan 1 op-amp ini memanfaatkan kaki inverting dan kaki noninverting. Supaya benar benar terjadi pengurangan maka nilai dibuat seragam seperti gambar. Rumusnya adalah:

Gambar 2.12 Rangkaian pengurang dengan 1 op-amp

Rangkaian pengurang dengan 2 op-amp tidak jauh berbeda dengan satu opamp, yaitu salah satu input dikuatkan dulu kemudian dimasukkan ke rangkaian pengurang, seperti gambar dibawah ini. Perhitungan rumus yang terjadi pada titik Vz adalah :

Gambar 2.13 Rangkaian pengurang dengan 2 op-amp.

Gambar 2.14 Proses mencari persamaan dari rangkaian pengurang 3 op-amp

10

Rangkaian penguat dengan 3 op-amp seperti pada gambar dibawah ini sangat persis seperti rangkaian penguat dengan 1 op-amp. Hal ini karena sebelum masuk dilewatkan buffer saja. Perhitungannya pun sama dengan rangkaian pengurang 1 op-amp.

Gambar 2.15

Rangkaian pengurang 3 op-amp dengan buffer

7. Comparator/ Pembanding

Rangkaian pembanding ini ada 3 macam yaitu :

a. Rangkaian pembanding 1 op-amp tanpa jendela input b. Rangkaian pembanding 1 op-amp dengan jendela input c. Rangkaian pembanding 2 op-amp dengan jendela input proses output luar

11

d. Rangkaian pembanding 2 op-amp dengan jendela input proses output dalam rangkaian Pembanding dengan 1 op-amp tanpa jenjela input, artinya rangkaian komparator/pembanding yang langsung dibandingkan. Seperti pada gambar berikut ini adalah komparator biasa dan hasilnya langsung dibandingkan dengan referensinya.

Rangkaian komparator dengan jendela input rangkaiannya hampir sama dengan rangkaian noninverting hanya saja parameternya terbalik. Seperti pada gambar berikut ini dan contoh hasil dari input dan outputnya dan perhitungannya.

Gambar 2.20 Rangkaian komparator /pembanding dengan referensi o volt

12

Gambar 2.22 Rangkaian komparator dengan jendela

13

Gambar 2.24 Rangkaian komparator 2 opamp dengan output negatif

14

Aplikasi untuk komparator semacam ini bisa dilihat dari hasil outputnya. Misal menginginkan hanya didalam window saja yang di proses atau hanya diluar window saja yang diproses dan sebagainya. 8. Differensiator. Rangkaian differensiator adalah rangkaian aplikasi dari rumusan matematika yang dapat dimainkan (dipengaruhi) dari kerja kapasitor.

15

16

17

18

19