Anda di halaman 1dari 94

NIHONGO BUNPOU/ (GRAMMAR BAHASA JEPANG)

bentuk ~hodo~nai by Bang Sapri ~hodo~n Berarti tidak se... Sebelum hodo adalah kata benda dan setelah hodo adalah kata sifat bentuk nai, bisa juga bentuk lampau nakatta. Contoh: * watashi no konpyuta wa ari san no konpyuta hodo takakunai desu= komputer saya tidak semahal komputer ari. * kono heya wa tonari no heya hodo hirokunai desu= ruangan ini tidak seluas ruangan sebelah. * kotoshi no natsu wa kyonen no natsu hodo atsukunakatta= musim panas tahun ini tidak sepanas musim panas tahun lalu. * suugaku no shiken wa rekishi no shiken hodo muzukashikunai desu= ujian matematika tidak sesulit ujian sejarah.

* oosaka wa toukyou hodo ookikunai desu=oosaka tidak sebesar tokyo. * ikuta san wa akanishi san hodo hansamu janai desu=ikuta tidak setampan akanishi jikka wa machi hodo nigiyaka janai desu=desa tidak seramai kota. * kawa wa umi hodo fukakunai desu=sungai tidak sedalam laut * supotsu no naka de, Kanata san wa Kobayashi san hodo jouzu janai desu=dalam olahraga, Kanata tidak sepandai Kobayashi

KB + ~NI KAWATTE/~NI KAWARI = PENGGANTI/MENGGANTIKAN, by Bang Sapri KB + ~NI KAWATTE/~NI KAWARI = PENGGANTI/MENGGANTIKAN

A. KOKO DE WA NINGEN NI KAWATTE ROBOTTO GA SAGYOU (BEROPERASI, BEKERJA) O SHITE IRU. B. IMA WA TAIPU RAITA- NI KAWARI, RI-PURO GA TSUKAWARETE IRU. B. CHICHI NI KAWATTE, WATASHI GA KEKKON SHIKI NI SHUSSEKI (MENGHADIRI) SHIMASHITA. C. SHUSHOU (PERDANA MENTRI) NI KAWARI, GAISHOU (MENTRI LUAR NEGRI) GA AMERIKA O HOUMON (BERKUNJUNG) SHITA. D. ASHITA, YOUJI (KEPERLUAN) GA ATTE ARUBAITO PARTTIME) WO TOMODACHI NI KAWATTE MORAU. E. NYUU-IN (MASUK RS) SHITA HISHO (SEKRETARIS) NI KAWATTE, ARUBAITO WO YATOTTA (MEMPEKERJAKAN, MENYEWA). K.K, K.S1, K.S2 + NA, K.B +NO + ~KAWARI NI = SEBAGAI PENGGANTI, JIKA TIDAK. MAKA (SEBAGAI PENGGANTI), DAMPAK (KARENA) (PEKERJAAN

A. HAHA WA RYOKOU SURU KAWARI NI ATARASHII TEREBI WO KATTA.

B. HANA YA PUREZENTO NO KAWARI NI GENKIN (UANG TUNAI) WO CHOUDAI ITASHIMASU. C.SAIJITSU (HARI LIBUR) SHUKKIN SURU (PERGI KERJA) KAWARI NI, DOYOUBI , YASUMASETEKUDASAI. D. BYOUKI NO HAHA NO KAWARI NI, WATASHI GA MAIRIMASHITA (PERGI, MENGHADIRI). F. HOUTAI (PERBAN) NO KAWARI NI, HANKACHI (SAPUTANGAN) DE KIZUGUCHI (LUKA) WO SHIBOTTA (MELILIT, MENGIKAT). G. SHIRITSU DAIGAKU (UNIVERSITAS SWASTA) WO HITOTSU UKERU KAWARI NI, KOKURITSU DAIGAKU (UNIVERSITAS NEGRI) WO MITTSU UKETAI. 1 3 H. ONGAKUKAI (PERTUNJUKAN MUSIK/KONSER)NI IKU KAWARI NI, CD WO MAI KAU HOU GA II TO OMOU. CD 3 I. WATASHI GA RYOURI SURU KAWARI NI, ANATA WA SOUJI SHITE KUDASAI. J. WATASHI NO MANSHYONWA SHIZUKA NA KAWARI NI, EKI KARA TOOKUTE FUBEN DA. K. KONO HEYA WA SEMAI (SEMPIT) KAWARI NI, YACHIN HARGA SEWA) GA YASUI.

KB + ~TOSHITE (WA)/ ~TOSHITE MO/~TOSHITE NO = SEBAGAI, by Bang Sapri By Uty Hana Syafitrii in BAHASA GAUL JEPANG,(yang pinter atawa yang belajar bisa gabung) (Files) Edit Doc KB + ~TOSHITE (WA)/ ~TOSHITE MO/~TOSHITE NO = SEBAGAI

A. KARE WA KOKUHI (BEASISWA, BIAYA PEMERINTAH) RYUUGAKUSEI (MAHASISWA ASING) TOSHITE NIHON E KITA.

B. KONO BYOUKI WA NANBYOU(PENYAKIT YANG TIDAK BISA DISEMBUHKAN) TOSHITE NINTEI SARETA (DIKENAL).

C. ANO HITO WA GAKUSHA (SARJANA, PELAJAR) TOSHITE WA RIPPA (HEBAT, MEWAH) DA GA, NINGEN TOSHITE WA SONKEI (TERHORMAT)DEKINAI.

D. KARE WA ISHA (DOKTER) DE ARU GA, SHOUSETSUKA (NOVELIS) TOSHITE MO YUMEI (TERKENAL) DE ARU.

E. NIHON WA AJIA (ASIA) NO ICHIIN (ANGGOTA, BAGIAN) TOSHITE NO YAKUWARI (PERAN, TANGGUNG JAWAB, TUGAS) O HATASANAKEREBA NARANAI (MELAKSANAKAN, MENYELESAIKAN).

F. KARE WA OTONA (ORANG DEWASA) TOSHITE KODOMOPPOI (KEKANAKKANAKAN) HANASHIKATA (CARA BICARA) O SURU.

G. OYA (ORTU) TOSHITE KODOMO NO KYOUIKU (PENDIDIKAN) SEKININ (TANGGUNG JAWAB) GA ARU.

H. KARE WA UNTENSHU (SUPIR) TOSHITE MICHI O SHIRANASA (BERSIFAT TIDAK TAHU) SUGIRU (TERLALU)

I. CHIKYUU (BUMI) NO KANKYOU (LINGKUNGAN) O MAMORU (MENJAGA) KOTO WA WATASHI TACHI TO KANKEI (BERKAITAN, HUBUNGAN) GA NAI TO KANGAE ZU NI (TANPA BERFIKIR) JIBUN (SENDIRI) NO MONDAI (MASALAH) TOSHITE KANGAETE HOSHII.

. KB + ~TO TOMO NI = BERSAMA : ~

A. O-SHOUGATSU (pesta tahun baru) WA KAZOKU TO TOMO NI SUGOSHITAI (ingin melewati waktu). B. OOSAKA WA TOUKYOU TO TOMO NI NIHON KEIZAI (ekonomi) NO CHUUSHINCHI (daerah pusat) DE ARU.

C. KOTOSHI NO NENMATSU (akhir tahun) NI KOIBITO TO TOMO NI RYOKOU SURU YOTEI (rencana) DA.

D. KONBAN, TOMODACHI TO TOMO NI EIGAKAN (bioskop) NI IKITAI.

2. KB + DE ARU, KK, KS I, KS NA + ~TO TOMO NI = SELAIN~ JUGA : Dua hal yg dilakukan bersamaan

A. KOBAYASHI SAN WA, GAKUSEI O SHIDOU SURU (melatih) TO TOMO NI, KENKYUU (penelitian) NI MO CHIKARA O IRETE IRU.

B. DAIHYOU (wakil, duta) NI ERABARENAKUTE KUYASHII TO TOMO NI, HATTO SURU (merasa lega, aman) KIMOCHI MO ATTA.

C. KONO SEIHIN (barang jadi) NO KAIHATSU (pembuatan) WA, KONNAN (sukar) DE ARU TO TOMO NI, HIYOU (biaya) GA KAKARU.

D. GIMU (tugas, tanggung jawab) KYOUIKU (pendidikan) WA, KOKUMIN (rakyat, warga) NO GIMU DE ARU TO TOMO NI, KENRI (hak) DE MO ARU.

3. KB, KK + ~TO TOMO NI = SEIRING, BERSAMAAN DENGAN

: Terjadi perubahan di satu sisi bersamaan dg perubahan di sisi lainnya.

A. TOSHI O TORU TO TOMO NI, TAIRYOKU (daya tahan tubuh) GA OTOROERU ( menjadi lemah).

B. JIDOUSHA GA FUKYUU (penyebaran) SURU TO TOMO NI, KOUTSU JIKO (kecelakaan lalu lintas) MO FUETE KITA (meningkat).

C. KEIZAI SEICHOU (pertumbuhan ekonomi) TOTOMONI, KOKUMIN NO SEIKATSU MO YUTAKA (makmur) NI NATTA.

D. NIN.GEN WA KUROU (kesengsaraan, masalah) TO TOMO NI JINSEI (kehidupan) O AYUNDEIKU (seiring berjalannya)

contoh soal jlpt n 5 by mr sapri n nugroho w By Roeckiesh van JouckErz in BAHASA GAUL JEPANG,(yang pinter atawa yang belajar bisa gabung) (Files) Edit Doc 2001 4 (N5

..........

1234

(1)

..........

(2)

..........

(3)

..........

(4)

..........

(5)

..........

(6)

..........

(7)

(8)

..........

30

(9)

1 ..........

(10)

..........

(11)

..........

(12)

6 ..........300

(13)

(14)

..........

(15)

..........

..........

1234

(1)

..........

(2)

..........

(3)

..........

(4)

..........

(5)

..........

(6)

..........

(7)

..........

(8)

..........

(9)

..........

(10)

..........

..........

(11)

..........

(12)

..........

(13)

..........

(14)

..........

(15)

..........

..........

1234

(1)

..........

(2)

..........

(3)

..........

(4)

1 ..........

(5)

..........

1234

(1) A

..........

(2) A

..........

(3) A

..........

(4) A

..........

123 4

(1)

(2)

(3)

34

12

(1)

9 5

10

11

(2)

?5

(3)

Grammar Level JLPT 1

ini Grammar N1..,sama gak sama Grammar N3 & N4..?;^^

Penggunaan Partikel K kerja + K benda + K sifat ( NA ) + K sifat ( I ) + atau MESKIPUN / WALAUPUN / PADAHAL

Mengambarkan sesuatu yang berbeda dengan apa yang diperkirakan atau bertentangan dengan yang seharusnya.

(1) 10 Dingin seperti musim dingin padahal baru bulan Oktober.

(2) Dia sering terlambat meskipun rumahnya dekat dari sekolah.

(3) Dia keluar rumah meskipun sedang turun salju.

(4) (Saya) belum menerima gaji walaupun sudah akhir bulan.

(5) Ujiannya sulit padahal saya pikir gampang.

(6) Kenapa (kamu) tidak bisa menjawabnya padahal siswa SMP pun bisa menjawab teka-teki gampang seperti itu.

(7) Akhirnya masalah itu tidak bisa diselesaikan, padahal saya sudah katakan pikirkan dengan tenang.

: tidak digunakan untuk perintah,menasehati,harapan dan permintaan

* (X) Belilah sepatu walaupun harganya mahal. Kalimat diatas salah Karena tidak digunakan untuk menyatakan perintah.

* (X) (Saya) ingin membeli sepatu walaupun mahal. Kalimat diatas salah karena tidak digunakan untuk menyatakan keinginan.

V Kamus + UNTUK

Digunakan secara terbatas hanya untuk alat atau suatu tujuan, bukan menunjukan suatu alasan.

(1) Gunting ini digunakan untuk memotong benang.

(2) Menggunakan bensin untuk menjalankan mobil.

(3) Untuk memasak diperlukan air.

(4) Air mutlak diperlukan untuk kehidupan.

: biasanya kata-kata yang sering digunakan sebagai pasangannya:

*, () Menyimpan uang untuk membeli rumah. Kalimat diatas benar karena digunakan untuk menunjukkan alasan.

*,(X) Menyimpan uang untuk membeli rumah. Kalimat diatas salah karena tidak digunakan untuk menunjukan alasan

partikel shika ( - ) By Roeckiesh van JouckErz in BAHASA GAUL JEPANG,(yang pinter atawa yang belajar bisa gabung) (Files) Edit Doc mempunyai arti : Hanya

Menunjukkan jumlah yang sedikit atau hanya terbatas pada hal itu saja, dan diikuti oleh bentuk negatip

(1) Tiap hari (saya) belajar hanya 1 jam.

(2) Saya hanya bisa bahasa Inggris.

(3) Tadi pagi (saya) hanya minum susu.

(4) Masalah ini hanya bisa saya bicarakan dengan kedua orang tua.

(5) Perpustakaan ini buka hanya sampai jam 4.

(6) Mengisap rokok hanya sebatang sehari.

(7) Pembeli : apakah ada ukuran yang lebih kecil? Pegawai toko : Maaf, ukurannya hanya ini saja.

partikel ni wa By Roeckiesh van JouckErz in BAHASA GAUL JEPANG,(yang pinter atawa yang belajar bisa gabung) (Files) Edit Doc Penggunaan Partikel Partikel I. K benda + A. DI, PADA

Untuk menjadikan kalimat didepan menjadi topik utama (1) Salju turun pada musim dingin.

(2) Di kota ini ada taman yang terkenal.

(3) Di pusat kebudayaan jepang ada peserta training dari berbagai negara.

(4) Di kelas tidak ada siapapun.

B. BAGI

Yang bersangkutan tapi belum tentu bagi yang lain. (1) Baju ini bagi saya terlalu kecil.

(2) Soal ini bagi saya mudah.

(3) (Saya) pikir pekerjaan ini mustahil bisa bagi orang yang tidak mempunyai pengalaman.

II. K kerja kamus + UNTUK

Menyatakan cara atau metode untuk mencapai suatu tujuan yang diinginkan. (1) Untuk pergi kesana harus melewati gunung yang tinggi.

(2) Untuk membeli mobil itu perlu memesan.

(3) Untuk bisa bahasa Jepang diperlukan latihan yang serius.

(4) Untuk menjaga lingkungan hidup diperlukan kerja sama masyarakat.

(5) Untuk memecahkan masalah itu perlu waktu.

(6) Untuk mengembangkan produk baru perlu penelitian pasar.

(7) Untuk merubah rencana produksi perlu izin presiden direktur.

(8) Cara yang terbaik untuk mengetahui Indonesia adalah belajar bahasa Indonesia.

(9) Cara terbaik untuk mengembangkan kemampuan bahasa Jepang adalah pergi ke Jepang.

Penggunaan Partikel (de) Partikel dalam bahasa Jepang mempunyai beberapa arti yakni 1. DI

Menyatakan tempat dilakukannya aktivitas atau kegiatan biasa diikuti kata kerja aktif . >>suupaa de katta gyuniku Daging yang di beli di supermarket >>tokyo eki de kare ni atta Saya bertemu dengan dia di stasiun kereta >.shuuri kojou de hatarakimashita Bekerja di bengkel 2. DENGAN Menyatakan alat yang digunakan dalam suatu aktivitas atau kegiatan >>pen de kaku Menulis dengan pena >>nihon jin wa hashi de tebeteimasu Orang Jepang makan dengan (menggunakan) sumpit 3. DALAM Menyatakan sarana yang digunakan >>nihon go de hanasu Bebicara dalam bahasa Jepang Penggunaan Partikel (de) Partikel dalam bahasa Jepang mempunyai beberapa arti yakni 1. DI Menyatakan tempat dilakukannya aktivitas atau kegiatan biasa diikuti kata kerja aktif . Daging yang di beli di supermarket

Saya bertemu dengan dia di stasiun kereta Bekerja di bengkel 2. DENGAN Menyatakan alat yang digunakan dalam suatu aktivitas atau kegiatan Menulis dengan pena Orang Jepang makan dengan (menggunakan) sumpit 3. DALAM Menyatakan sarana yang digunakan Bebicara dalam bahasa Jepang >>Eigo de hon'yaku suru. Menterjemahkan dalam bahasa Inggris

4. DARI / DENGAN Yang bahan utamanya masih kelihatan atau masih bisa di bedakan >>ki de tsukutta hako Kotak yang terbuat dari kayu >>Purasuchi kku de iroiro no yki o tsukuru.

Membuat berbagai macam wadah dengan (bahan) plastik

5. OLEH / KARENA Umumnya untuk penyebab yang meninbulkan efek negative >>Nebusoku de nemuke ga suru. Terasa ngantuk karena kurang tidur >>byouki de kaisha wo yasunda Libur kerja karena Sakit >>Fuchui de jiko o okoshita. Terjadi kecelakaan karena kurang hati-hati (kelalaian)

6. DENGAN Menyatakan suatu kondisi, situasi atau keadaan Dia (perempuan) pergi kepesta dengan pakaian kimono Dia (laki-laki) menyanyi dengan suara merdu Dia berbicara dengan wajah berseri-seri 7. DENGAN Menyatakan harga atau nilai sesuatu 3 Membeli kamera ini dengan harga 30 ribu yen

5 Menjual buku dengan harga 5 ribu yen 8. JADI / LALU Merupakan singkatan dari Karena besok ada ujian jadi 3 hari hampir tidak tidur Kimura : Saya berpikir untuk berhenti kerja hari ini Yamada : oh begitu. Lalu setelah berhenti apa yang akan kamu lakukan

4. DARI / DENGAN Yang bahan utamanya masih kelihatan atau masih bisa di bedakan Kotak yang terbuat dari kayu Membuat berbagai macam wadah dengan (bahan) plastik

5. OLEH / KARENA Umumnya untuk penyebab yang meninbulkan efek negative Terasa ngantuk karena kurang tidur

Libur kerja karena Sakit Terjadi kecelakaan karena kurang hati-hati (kelalaian)

6. DENGAN Menyatakan suatu kondisi, situasi atau keadaan Dia (perempuan) pergi kepesta dengan pakaian kimono Dia (laki-laki) menyanyi dengan suara merdu Dia berbicara dengan wajah berseri-seri 7. DENGAN Menyatakan harga atau nilai sesuatu 3 Membeli kamera ini dengan harga 30 ribu yen 5 Menjual buku dengan harga 5 ribu yen 8. JADI / LALU Merupakan singkatan dari Karena besok ada ujian jadi 3 hari hampir tidak tidur

Kimura : Saya berpikir untuk berhenti kerja hari ini Yamada : oh begitu. Lalu setelah berhenti apa yang akan kamu lakukan

Intransitif &Transitif By Muhammad Elyandas and Kimie Chan in BAHASA GAUL JEPANG,(yang pinter atawa yang belajar bisa gabung) (Files) Edit Doc Di bahasa Jepang banyak terdapat pasangan verba intransitif dan transitif, seperti ochiru (jatuh) dan otosu(menjatuhkan):

hon wa ochiru Buku jatuh (ochiru bersifat intransitif) ......

watashi wa hon o otosu Saya menjatuhkan buku (otosu bersifat transitif) ...... Pembahasan mengenai dasar-dasar hal tersebut bisa ditemukan di halaman lain. Yang akan kita bahas di sini adalah cara membedakan antara pasangan yang ada. Sebagai contoh, mungkin kamu mengingat ada verba kakureru dan kakusu yang sama-sama berhubungan dengan sembunyi. Mana yang artinya sembunyi (intransitif), dan mana yang artinya menyembunyikan (transitif)? Saat awal belajar bahasa Jepang, saya sering bingung dengan hal ini. Sebetulnya kalau sering menggunakan, nanti lama-lama akan hafal sendiri. Tapi karena sebetulnya ada pola yang bisa

membantu, kalau kamu ingat polanya pasti akan lebih mempermudah studi bahasa Jepang kamu. Jadi untuk membedakannya dengan mudah ikuti 3 panduan berikut.

1) Kalau salah satunya diakhiri -su, maka pasti verba yang diakhiri -su tersebut transitif Perhatikan pasangan-pasangan berikut:

ochiru (jatuh) otosu (menjatuhkan) naoru (sembuh) naosu (menyembuhkan) kowareru (rusak) kowasu (merusak)

Semuanya memiliki kesamaan di awalnya, hanya saja salah satunya diakhiri dengan -su. Dalam kasus ini, yang diakhiri -su tersebut pasti transitif (beraksi pada objek tertentu).

watashi wa ki no ushiro ni kakureru Saya sembunyi di balik pohon ......

watashi wa hon o danbooru no naka ni kakusu Saya menyembunyikan buku di dalam kardus ......

terebi wa kowareru TV rusak ......

inu wa rajio o kowasu Anjing merusak radio ...... Perhatikan bahwa kieru (hilang) dan kesu (menghapus) laluderu (keluar) dan dasu (mengeluarkan) adalah pasangan, walaupun suara awalnya agak beda. Tapi tetap saja aturannya berlaku, yang diakhiri -su adalah transitif.

watashi wa ie o deru Saya keluar rumah ...... Di sini o bisa dipakai karena di bahasa Jepang partikel o bisa menunjukkan tempat yang dilalui verba gerakan. Tapi ini tidak berarti bahwa deru adalah verba transitif, ini hanya berarti bahwa deru adalah verba gerakan. Walaupun ada o, kita tidak melakukan aksi mengeluarkan, tapi tetap keluar (intransitif). Sampingan: Mengenai partikel o ()

oneesan wa okane o saifu kara dasu Kakak mengeluarkan uang dari dompet ......

2) Kalau salah satunya diakhiri -eru, maka pada umumnya verba yang diakhiri -eru tersebut transitif Aturan nomor 2 ini memiliki beberapa perkecualian yang akan dibahas di bagian berikutnya. Tapi untuk sebagian besar pasangan verba (jumlahnya sangat banyak!), aturan ini berlaku. Perhatikan beberapa pasangan berikut:

kawaru (berubah) kaeru (merubah) aku (menjadi terbuka) akeru (membuka) tatsu (berdiri) tateru (mendirikan)

Pada semua contoh di atas, yang diakhiri -eru adalah yang transitif.

kisetsu wa kawaru Musim berganti ......

mama wa yotei o kaeru Mama mengganti jadwal ...... Perhatikan bahwa hairu (masuk) dan ireru (memasukkan) adalah pasangan, walaupun awalnya beda.

3) Beberapa verba bertentangan dengan aturan no. 2, jadi hafalkan Untuk verba-verba di kategori terakhir ini, bentuk intransitifnya malah diakhiri -eru. Karena jumlahnya sangat sedikit, jadi bisa dianggap verba-verba di sini adalah perkecualian dari aturan nomor 2. Inilah daftarnya (mungkin belum lengkap, tapi ini yang bisa saya temukan, jadi silahkan tambahkan kalau ada yang lain):

(mieru) terlihat (miru) melihat (yakeru) terbakar, dimasak (yaku) membakar, memasak (wareru) terbelah (waru) membelah (nukeru) copot (nuku) mencopot, mencabut (kudakeru) hancur (kudaku)

menghancurkan (tokeru) terselesaikan (masalah dsb.), larut (toku) menyelesaikan (masalah dsb.), melarutkan (hodokeru) lepas (ikatan dsb.) (hodoku) melepas (ikatan dsb.)

ha wa nukeru Gigi copot ......

o-isha-san wa ha o nuku Dokter mencabut gigi ...... -te kuru/-te iku By Wiwit Lestari in BAHASA GAUL JEPANG,(yang pinter atawa yang belajar bisa gabung) (Files) Edit Doc The meaning of -te form of a verb + "kuru come/iku go" changes according to whether the verbs "kuru" and "iku" function independently of the other verb or not. "-Te kuru" and "-te iku" are divided into four stages according to the degree to which they function independently.

1) Stage 1 ("-te kuru" and "-te iku"; kuru and iku have the meaning of the original verbs)

(1) Kusuri o katte, (mata) kimasu. He will buy medicine and (then) come (again). (2) Obentoo o tsukutte, (sorekara) ikimasu.

I will make my lunch and (then) go.

2) Stage 2 ("-Te kuru" and "-te iku"; kuru and iku are not independent verbs, but they still retain the character of the original verb.)

(3) Kamera o motte kimashita. I brought a camera. (4) Bentoo o motte ikimashita. I went with my lunch.

3) Stage 3 ("-Te kuru" and "-te iku"; kuru and iku have the character of "come" and "go", but at the same time indicate direction. (5) Tanaka-san o yonde kimasu. I will call Mr.Tanaka to come here. (6) Doozo ban-gohan o tabete itte kudasai. Please have supper (and go). (7) Shitai ga ukiagatte kita. The dead body has floated up. (8) Shitai ga shizunde itta. The dead body has sunk down.

4) Stage 4 ("-Te kuru" and "-te iku"; kuru and iku do not express come and go. (9) Kanojo wa (ima made) onnade hitotsu de kodomo o sodatete kita. She has brought up her child by herself (until now).

(10) Kanojo wa (korekara mo) onnade hitotsu de kodomo o sodatete iku. She will (continue to) bring up her child by herself (from now on). (11) Atsuku natte kita. It is getting hot. (12) Samuku natte iku. It will get cold.

In stages 1 and 2, "kuru" and "iku" are written in Chinese characters, and in 3 and 4, in hiragana. Here, we will focus on the stages 3 and 4, where "kuru" and "iku" lose their verbal independency and are used as auxiliary verbs.

"-te kuru"

"-e kuru" imples that a thing, a situation, etc. is approaching a central point (often the speaker or the listener), either literally or figuratively. When "kuru" is attached to an intentional verb (taberu eat, miru see, suru do etc.), it expresses actions which occur in sequence, like "doing a certain thing and returning to the speaker/listener again." In addition, it expresses continuous actions, such as in sentence (9) and "koremade zutto gaman shitekita. I have endured until now." On the other hand, when "kuru" is attached to an unintentional verb (ochiru fall, naru become etc.) it expresses "a change of state " (example: Samuku natte kuru, It gets cold. Sukoshi futotte kita, I am putting on weight. Yononaka ga kawatte kita, The world has changed.)

"-te iku"

"-e iku" implies that a thing, a situation, etc. moves away from the central point (often the speaker or the listener), either literally or figuratively. Although the functions of "-te iku", resemble "-te kuru", it is different in this respect.

When "-te iku" is attached to an intentional verb as shown in sentence (6), it expresses the meaning of orderly actions like "doing a certain thing and the going away from a speaker/hearer" (example: tabete iku, mite iku) .

At the same time it expresses continuous actions like sentence (10), as well as sentences like "Korekara mo hitoride yatteiku. I (have been and )will continue to do it by myself ", and "Korekara mo shizen o taisetsu ni shite ikitai.I (have been and) will continue to protect nature.

On the other hand, If "-te iku is attached to a unintentional verb, as shown in sentence (12), it expresses "the progress of a state change", (examples: Samuku natte iku, It will get cold. Korekara mo shizen o taisetsu ni shite ikitai, We want to preserve nature from now on, too. Yo no naka ga kawatte itta, The world has changed).

kegunaan te By Roeckiesh van JouckErz in BAHASA GAUL JEPANG,(yang pinter atawa yang belajar bisa gabung) (Files) Edit Doc Kegunaan lain bentuk-te Bentuk-te sangatlah berguna karena dia digunakan di berbagai macam tata bahasa untuk menyatakan beragam ekspresi. Kita akan mempelajari keadaan berlanjut dengan bentuk dan . Walaupun kita telah belajar berbagai konjugasi verba, semuanya menyatakan aksi sesaat (sekali tembak). Sekarang kita akan belajar cara mengatakan misalnya "Saya sedang berlari." Kita juga akan belajar cara melakukan aksi demi masa depan dengan menggunakan dan memberi nuansa gerakan pada aksi dengan dan . Menggunakan untuk keadaan berlanjut Kita telah belajar cara menyatakan keadaan benda dengan , , dsb. Tapi tidak ada dimensi keberlanjutan pada tata bahasa tersebut; yang ada hanyalah mengungkapkan: kamu adalah sesuatu atau bukan. Tata bahasa kali ini menyatakan keadaan berlanjut suatu verba. Ini biasanya berarti "sedang melakukan" di bahasa Indonesia kecuali beberapa perkecualian yang akan kita pelajari nanti. Kita bisa memanfaatkan bentuk-te yang dipelajari di bab sebelumnya karena yang perlu dilakukan hanyalah menambahkan ! Hasil gabungannya adalah verba-ru biasa. yang dipakai di sini adalah verba-ru yang menyatakan adanya sesuatu, pertama kali kita pelajari di bab verba negatif. Tapi dalam penggunaan kali ini, kamu tidak perlu memusingkan apakah subjeknya benda hidup atau bukan. Menggunakan untuk keadaan berlanjut

Untuk menyatakan aksi berlanjut, pertama konjugasikan verbanya ke bentuk-te lalu tempelkan verba . Hasilnya berkonjugasi sebagai verba-ru. Hasilnya adalah verba-ru, tanpa peduli apa verba aslinya PositifNegatif Taklampau sedang membaca tidak sedang membaca Lampau sedang membaca (lampau) tidak sedang membaca (lampau) Contoh

- Teman(mu) sedang melakukan apa? - (temanku) sedang makan siang. Tentu saja setelah kamu mengubahnya menjadi verba-ru biasa dengan cara seperti ini, semua konjugasinya berlaku. Contoh berikut menunjukkan konjugasi bentuk-masu dan negatif:

- (Kamu) sedang membaca apa? - (Saya) sedang membaca buku pelajaran.

- Apakah kamu sedang mendengarkan? (lit: Apakah kamu sedang mendengarkan pembicaraanku?) - Tidak, tidak sedang mendengarkan. Perhatikan bahwa pada kasus terakhir, bahasa Indonesia yang lebih alami adalah tanpa menggunakan "sedang", misalnya "Kamu ndengerin nggak sih?!?" Walaupun begitu, cara berpikir bahasa Jepangnya yang menggunakan pun seharusnya bisa dengan mudah dimengerti karena pada waktu tersebut memang orangnya "sedang" mendengarkan (atau tidak).

Karena orang biasanya terlalu malas menggerakkan lidahnya untuk membunyikan dengan benar, di situasi yang santai -nya bisa dibuang begitu saja. Ini adalah kepraktisan untuk berbicara. Kalau kamu sedang menulis esai atau karya tulis, kamu harus selalu menggunakan . Inilah versi yang disingkat dari contoh-contoh sebelumnya:

- Teman(mu) sedang melakukan apa? - (temanku) sedang makan siang.

- (Kamu) sedang membaca apa? - (Saya) sedang membaca buku pelajaran.

- Apakah kamu sedang mendengarkan? (lit: Apakah kamu sedang mendengarkan pembicaraanku?) - Tidak, tidak sedang mendengarkan. Perhatikan bahwa saya tetap menggunakan untuk bentuk sopan. Walaupun tentunya orang juga membuang -nya pada bentuk sopan, mungkin sebaiknya kamu membiasakan diri berbicara dengan bentuk standardnya sebelum asyik terbawa penyingkatan-penyingkatan santai. Kamu benar-benar akan terkejut mengetahui banyaknya penyingkatan yang mungkin di pembicaraan santai. (Kamu juga akan kagum bahwa semua hal menjadi sangat panjang di gaya bicara super sopan) Pada intinya, penyingkatan-penyingkatan itu terjadi kalau kamu mengucapkan segala sesuatunya dengan malas-malasan dan menyambung semuanya menjadi satu. Partikel-partikel di sana-sini juga akan dibuang.

Contohnya: (Repot banget sih ada partikel segala...) (Uh, males rasanya ngebunyiin semua vokalnya.) (Ah, sempurna.) Hasil berlanjut dan bukan aksi berlanjut

Ada beberapa kasus di mana keadaan berlanjut tidak bisa diterjemahkan sebagai "sedang" pada kerangka berpikir bahasa Indonesia. Ini karena sebetulnya ada ambigu mengenai "apa" yang sedang berlanjut pada bentuk : aksinya ataukah hasil aksinya. Maksud sebenarnya bisa diketahui dari konteks dan penggunaan umumnya. Sebagai contoh, walaupun secara teknis bisa berarti bahwa suatu pasangan "sedang" melakukan akad nikah (aksi), biasanya ungkapan tersebut digunakan untuk mengacu pada orang yang "telah" melakukan akad nikah dan saat ini sedang berada pada "status" menikah yang terlahir dari aksi akad nikah tersebut (hasil). - Dia sudah menikah/Dia berkeluarga. (kalau dijabarkan: Dia "telah" melakukan aksi akad nikah, sehingga "hasilnya" statusnya berubah dari single menjadi menikah, dan status tersebut "berlanjut" sampai sekarang. Jadi di sini menyatakan aspek keberlanjutan hasilnya.) Kita akan membahas beberapa verba umum yang sering membuat pelajar bahasa Jepang bingung dalam aspek ini.

artinya "tahu". Bahasa Indonesia sebetulnya aneh karena "tahu" adalah suatu verba, padahal fungsinya lebih pada menyatakan keadaan punya pengetahuan. Bahasa Jepang lebih konsisten dan hanyalah verba aksi biasa. Dengan kata lain, aku "tahu" (aksi, misal mendengar berita) sesuatu sehingga sekarang aku tahu hal tersebut (keadaan). Inilah alasannya kenapa kata "tahu" bahasa Indonesia berpadanan dengan keadaan berlanjut di bahasa Jepang, yaitu: .

vs yang berarti "paham/mengerti" mungkin kedengarannya mirip dengan di kasus-kasus tertentu. Namun ada perbedaan nyata antara "tahu" dan "paham". Jangan sampai menukar-balikkan dengan . artinya kamu sudah berada di keadaan paham. Dengan kata lain, kamu sudah "ngeh". Kalau kamu salah menggunakan kata ini, kamu akan terdengar sok. ("Iya, iya, aku dah ngerti kok. Jadi plis deh jangan ngomong lagi.") Tapi di lain sisi, hanya berarti bahwa kamu tahu sesuatu. Contoh

- Saya mengetahuinya hari ini. (Saya melakukan aksi "tahu" hari ini.) - Apakah (kamu) tahu lagu ini? Apakah (kamu) tahu jalannya? (lit: Apakah (kamu) paham jalannya?) - Iya, iya, ngerti, ngerti.

Verba Gerakan (etc.) Sangatlah masuk akal kalau kamu menebak bahwa aksi dan berarti masing-masing "sedang pergi" dan "sedang datang". Tapi sayangnya tidak begitu. Bentuk dari verba gerakan lebih menunjuk pada urutan aksi seperti yang kita pelajari di bab sebelumnya. Kamu menyelesaikan gerakannya, lalu sekarang kamu berada di kondisi tersebut. (Ingat, adalah verba yang menyatakan adanya benda.) Mungkin akan memudahkan kalau kamu memikirkannya sebagai dua aksi bertahap dan terpisah: lalu . Ini tentunya sama seperti kasus yang telah kita pelajari sebelumnya. Yang berlanjut adalah hasilnya, bukan aksinya. Dengan kata lain, penjabaran adalah: Kamu "telah" melakukan aksi pergi, sehingga "hasilnya" kamu sekarang berada di tempat tujuan, dan keadaan "sampai tujuan" tersebut berlanjut sampai sekarang. Contoh

Di mana Suzuki-san? - Dia sudah di rumah. (telah pulang dan sampai sekarang ada di sana)

- Saya pergi duluan. (Saya akan pergi dan berada di sana sebelum kamu.) - Mie-chan sudah di sini loh. (telah datang dan sampai sekarang ada di sini.)

Menggunakan untuk keadaan hasil Sebagaimana ada sebagai pasangan , ada juga bentuk yang memiliki arti khusus. Dengan mengganti dengan , maksudnya bukanlah keadaan berlanjut tetapi menyatakan hasil dari suatu aksi yang telah dikerjakan. Biasanya, ungkapan ini digunakan untuk menjelaskan bahwa sesuatu telah selesai dilakukan. Aksi yang diselesaikan juga membawa nuansa dilakukan sebagai persiapan untuk hal lainnya. Contoh Karena tata bahasa ini menyatakan keadaan dari aksi yang telah diselesaikan, umumnya kita akan menemui partikel , , dan , bukannya . - Huruf kanji tertulis di papan tulis. (Seseorang selesai menulisnya, dan hasilnya bisa kamu lihat) Perhatikan bahwa pola dasarnya yaitu (menulis kanji) berubah menjadi (kanji telah selesai ditulis dan hasilnya bisa dilihat).

- Bagaimana persiapannya? - Persiapannya sudah selesai. (sudah dilakukan, dan sebagai hasilnya kita bisa ke tahap selanjutnya)

- Apakah rencana perjalanannya sudah selesai? - Iya, saya tidak hanya membeli tiketnya, tapi juga sudah membooking hotelnya. (dan sebagai hasilnya, kita bisa menginap di hotel itu) Menggunakan sebagai persiapan untuk waktu mendatang memang mengandung nuansa bahwa suatu aksi selesai dilakukan sebagai persiapan hal lainnya. Namun secara eksplisit menyatakan bahwa suatu aksi dikerjakan (atau akan dikerjakan) demi masa depan (sebagai suatu persiapan). Bayangkan ini: Kamu telah membuat kue pai lezat dan kamu akan meletakkannya di dekat jendela agar menjadi dingin sehingga bisa kamu makan setelahnya. Ini menjelaskan kenapa verba , yang berarti "meletakkan", bisa dipakai untuk menyatakan persiapan demi masa depan. Walaupun yang berdiri sendiri ditulis dengan kanji, kalau ditempelkan ke bentuk-te biasanya digunakan hiragana.

Contoh

- Saya akan membuat makan malam (sebagai persiapan, untuk dimakan nanti malam tentunya). - Saya akan membeli baterai (sebagai persiapan, untuk dibawa kemah misalnya).

juga kadang disingkat demi kemudahan. - Saya akan membuat makan malam (sebagai persiapan, untuk dimakan nanti malam tentunya). - Saya akan membeli baterai (sebagai persiapan, untuk dibawa kemah misalnya). Menggunakan verba gerakan dengan bentuk-te Kamu juga bisa menggunakan verba gerakan "pergi" dan "datang" dengan bentuk-te, untuk menunjukkan bahwa aksi dasarnya dilakukan dengan unsur gerakan. Contoh yang paling umum dan berguna dari hal ini adalah verba (memegang). berarti kamu sedang dalam keadaan memegang sesuatu (atau memiliki), sedangkan jika diganti menjadi atau maka artinya menjadi kamu pergi atau datang membawa sesuatu. Tentu saja, konjugasinya sama dengan dan biasa. Contoh

- Apakah (kamu) punya pensil? - Apakah (kamu) akan pergi membawa pensil ke sekolah? - Apakah (kamu) akan datang membawa pensil ke rumah? Untuk contoh-contoh tersebut, mungkin akan lebih mudah kalau kamu memikirkannya sebagai rentetan aksi: pegang lalu pergi, atau pegang lalu datang. Inilah beberapa contoh lain:

- Ayah pulang cepat. - Berlari menuju arah stasiun. Pada contoh di atas, sebetulnya verba seperti dan secara implisit sudah mengandung makna perpindahan tempat. Namun tanpa verba gerakan, kesannya hanyalah satu titik waktu di mana aksi tersebut berlangsung (bayangkan melihat foto orang berlari). Penambahan maupun di sini membuat kesan "bergerak" tersebut lebih kentara dan hidup. Verba gerakan juga bisa digunakan di ekspresi waktu untuk memberikan gambaran waktu yang maju atau bergerak.

- Memasuki musim dingin, orang yang menggunakan mantel akan bertambah (seiring jalannya waktu). Pada contoh di atas, kita bisa membayangkan bahwa seiring dengan pergerakan waktu ke masa depan, jumlahnya secara bertahap bertambah.

- Saya akan berusaha (menuju masa depan) dengan seluruh kemampuan yang ada!

- Saya telah bergaul (dari dulu sampai saat ini) dengan bermacam-macam orang, tapi belum menemukan orang yang baik. Di contoh atas juga terbayang, seiring majunya waktu, penulisnya bertemu dengan orang-orang baru yang akan menjadi teman bergaulnya.

- Belajar bahasa Jepang sejak sangat lama dan pada akhirnya berhenti.

Sebagai penutup, perlu diketahui bahwa sebagaimana bisa disingkat menjadi , pada pembicaraan santai bentuk juga bisa menjadi . Lalu, karena kanji juga memiliki bacaan alternatif , kamu juga akan menjumpai yang artinya tentu saja sama dengan . kalimat gabungan By Roeckiesh van JouckErz in BAHASA GAUL JEPANG,(yang pinter atawa yang belajar bisa gabung) (Files) Edit Doc Kalimat gabungan Di bagian ini, kita akan belajar banyak cara untuk menggabungkan banyak kalimat sederhana menjadi satu kalimat kompleks. Sebagai contoh, kita akan mempelajari cara merantai kalimat-kalimat yang terpisah menjadi satu untuk menyatakan banyak aksi atau keadaan. Dengan kata lain, misalnya kita punya dua kalimat sederhana dengan subjek yang sama "Saya makan" dan "Saya berlari", maka ki...ta akan belajar cara menyatukannya menjadi "Saya makan dan berlari." Kita juga akan mempelajari cara melakukan hal yang sama untuk adjektiva dan nomina. (Misalnya: Dia kaya, tampan, dan menarik.) Menyatakan serangkaian keadaan Merantai nomina dan adjektiva untuk menggambarkan orang atau benda sangatlah mudah. Sebagai contoh, di bahasa Indonesia kita bisa menggabungkan "Dia X. Dia Y. Dia Z." menjadi satu kalimat "Dia X, Y, dan Z." karena subjeknya sama. Di bahasa Jepang, kita bisa melakukan hal yang sama dengan mengkonjugasikan nomina atau adjektivanya. Nomina atau adjektiva yang muncul terakhir akan tetap sama. Cara merantai nomina dan adjektiva menjadi satu

* Nomina dan adjektiva-na: Tempelkan ke akhir nomina atau adjektiva. * * *

Adjektiva-i dan nomina/adjektiva negatif: Ganti dengan .

Untuk dan , perkecualian juga berlaku di sini. * * *

Contoh

- Kamar saya bersih, hening, dan saya sangat suka.

- Dia bukan murid, dia guru.

- Tanaka-san kaya, keren, dan mempesona ya?

Kamu bisa lihat bahwa yang ditempelkan ke di sini tidak mungkin partikel konteks karena tidak ada verba yang terlibat. Mungkin akan memudahkan jika kamu menganggap hanyalah suatu bentuk dari yang digunakan untuk membentuk rantai. Menyatakan serangkaian verba menggunakan bentuk-te Dengan cara yang mirip, kamu bisa menyatakan serangkaian aksi. Biasanya hal tersebut berarti runtutan kejadian. (Saya melakukan X, lalu saya melakukan Y, lalu terakhir melakukan Z) Ada dua bentuk: positif dan negatif. Aspek waktu (misal bentuk lampau) dari seluruh aksinya ditentukan melalui verba yang terakhir. Cara merantai verba menjadi satu

1. Positif: Konjugasikan verba ke bentuk lampaunya lalu ganti dengan atau dengan . Ini akan kita sebut bentuk-te walaupun bisa juga berakhiran 'de'. 2. Negatif: Sama seperti adjektiva-i, ganti dengan .

* Aturan ini juga bisa digunakan untuk akhiran sopan dan . * *

Contoh konjugasi Bentuk lampau Bentuk-te

Negatif Bentuk-te

Examples

- Saya akan pergi ke kafetaria, makan siang, lalu tidur siang.

- Saya pergi ke kafetaria, makan siang, lalu tidur siang. (lampau)

- Ada waktu dan saya menonton film. (lampau) Menyatakan alasan atau sebab-akibat menggunakan Kamu bisa menyambung dua kalimat lengkap menggunakan untuk menyatakan alasan terjadinya sesuatu. Urutannya selalu [sebab] [akibat]. Kalau alasannya adalah nomina atau adjektiva-na yang tidak terkonjugasi, kamu harus menyatakan alasan tersebut secara eksplisit dengan menambahkan sehingga bentuknya menjadi (nomina/adjektiva-na). Kalau kamu lupa menambahkan ke , maka hasilnya akan terdengar seperti yang berarti "dari" yang sudah dibahas di Partikel 2. Contoh

- Karena tidak ada waktu, maka tidak pergi ke pesta.

- Hadiah datang dari teman.

- Karena (orang itu) teman, maka hadiah datang. (Kalimat ini artinya agak aneh)

Alasan atau akibatnya bisa dihilangkan jika sudah diketahui dari konteks sebelumnya. Jika bagian akibat dihilangkan pada bahasa sopan, di akhir kalimat dianggap sebagai nomina biasa dan ditambahkan. Kalau bagian sebab dihilangkan, kamu harus mendahuluinya dengan atau .

pesta?

- Kenapa kamu tidak pergi ke

- Karena saya tidak ada waktu.

- Kamu nggak pergi ke pesta? - Iya. Soalnya nggak ada waktu.

ya?

- Aku nggak ada waktu. - Makannya kamu nggak pergi ke pesta

Perhatikan bahwa dan bisa saja menggunakan partikel pemberi penjelasan untuk menyatakan hal yang sama. Dengan kata lain, juga bisa mengatakan, atau sementara bisa saja mengatakan (kita asumsikan dia ingin memakai bentuk yang lebih feminim). Justru dari sinilah kemungkinan asal mula bentuk . Katakan saja kita ingin menggabungkan dua kalimat berikut: dan . Ingat bahwa kita menganggap persis seperti nomina jadi kita bisa gunakan apa yang baru saja dipelajari di bab ini.

menjadi:

Bahkan, dan sebetulnya hampir selalu bisa saling ditukar, dengan sedikit perbedaan nuansa. secara tegas menyatakan bahwa kalimat sebelumnya adalah sebab terjadinya sesuatu. Di lain pihak hanyalah menggabungkan dua kalimat, dengan kalimat pertama memiliki nada penjelasan. Perbedaan ini menyebabkan terdengar lebih halus dan sedikit lebih sopan, sehingga lebih digunakan untuk kasus-kasus di mana kita melakukan sesuatu yang mungkin kurang sopan.

- Saya agak sibuk, jadi sebentar lagi akan pamit. , yang arti literalnya "Saya melakukan hal sembrono", adalah ungkapan yang umum digunakan saat akan pulang duluan atau saat mengganggu waktu orang lain.

Catatan: Jangan lupa bahwa pemberi penjelasan memerlukan untuk nomina dan adjektiva-na yang tidak terkonjugasi. Baca lagi Partikel 3 untuk penjelasan lengkapnya.

- Saya murid, jadi tidak punya uang (lit: uang tidak ada).

- Di sini hening, jadi sangat tenang.

- Karena itu maka tidak ada waktu untuk bertemu teman.

Sebagaimana partikel pemberi penjelasan bisa disingkat menjadi , di pembicaraan bisa juga berubah jadi karena memang lebih praktis untuk diucapkan daripada harus menyuarakan / o /-nya.

- Tidak ada waktu, jadi tidak pergi ke pesta.

- Di sini hening, jadi sangat tenang.

- Karena itu maka tidak ada waktu untuk bertemu teman. Mengggunakan yang berarti "walaupun" Secara tata bahasa, digunakan dengan cara yang sama seperti . Jika digunakan untuk menggabungkan dua kalimat sederhana, artinya menjadi "Walaupun [Kalimat 1], namun [Kalimat 2]." Cara menyusunnya di bahasa Jepang adalah: [Kalimat 1][Kalimat 2]. Contoh

- Walaupun berolahraga tiap hari, tapi tidak tambah kurus sedikitpun.

- Walaupun murid, tapi dia tidak belajar. Menyatakan kontradiksi menggunakan dan Digunakan dengan cara yang sama seperti dan , dan juga digunakan untuk untuk menggabungkan dua kalimat. Keduanya digunakan untuk menyatakan kontradiksi. Sama seperti , deklaratif diperlukan untuk nomina dan adjektiva-na. Lalu sama seperti dan , salah satu sisi kalimat bisa dihilangkan. Contoh

- Saya pergi ke department store tapi tidak ada apapun yang saya inginkan.

- Saya bertanya ke teman, tapi dia tidak tahu.

- Saya kosong hari ini tapi besok sibuk.

- Mungkin begitu, tapi saya tetap suka dia. (nuansa menjelaskan, feminim)

Mungkin aneh, tapi bisa berarti "mendengar" maupun "bertanya". Kamu mungkin merasa ini akan sangat membuat pusing, tapi biasanya arti yang diinginkan bisa diketahui dari konteks. Di , kita asumsikan temannya yang tidak tahu, jadi di kalimat tersebut ceritanya pembicaranya yang bertanya ke temannya. Namun konteks sangatlah penting karena kalimat ini juga bisa saja berarti, "Saya mendengar dari teman, tapi saya tidak tahu" karena subjek maupun topiknya tidak disebutkan.

Mirip seperti beda dengan , terdengar lebih halus dan sedikit lebih sopan dari . Walaupun bukan aturan saklek, tapi secara umum kita akan sering melihat ditempelkan ke akhiran atau dan ditempelkan ke akhiran biasa. Versi yang lebih formal dari adalah dan bahkan ada yang lebih formal lagi yaitu yang akan kita pelajari saat membahas ekspresi formal.

Tidak seperti kata "tapi" di bahasa Indonesia yang hanya terbatas pada kontradiksi, dan tidak selalu menyatakan kontradiksi kuat. Sering kali, terutama saat membawa topik baru, dan digunakan hanya sebagai penghubung dua kalimat saja. Sebagai contoh, pada kedua kalimat di bawah tidak ada kontradiksi apapun dan maupun hanya digunakan untuk menghubungkan kalimatnya saja. Pada kasus-kasus tersebut, seringkali artinya lebih mirip "dan" pada bahasa Indonesia.

- Saya pergi ke department store dan banyak barang bagus.

- Saya menonton "The Matrix" dan film itu menarik. Menyatakan banyak alasan menggunakan Saat kamu ingin mendaftar banyak alasan, kamu bisa melakukannya dengan menambahkan ke akhir masing-masing klausa subordinatnya. Alasan tersebut bisa berupa keadaan maupun aksi. Ini sangat mirip dengan partikel , tetapi menyatakan alasan untuk verba dan keadaan benda. Sekali lagi, untuk keadaan benda harus digunakan pada nomina dan adjektiva-na yang tidak terkonjugasi untuk menyatakan alasannya secara tegas. Mari kita lihat beberapa contoh.

- Kenapa dia bukan teman? (meminta penjelasan)

- Soalnya dia guru, terus lebih tua...

- Kenapa (kamu) suka dia?

- Karena dia baik, keren, dan menarik (dan mungkin masih ada alasan yang lain juga).

Perhatikan bahwa juga bisa saja digunakan. Tapi seperti beda antara partikel dengan , penggunaan mengandung makna bahwa mungkin masih ada alasan lain. Menyatakan banyak aksi atau keadaan menggunakan Ini adalah versi yang digunakan untuk verba. Kamu bisa membuat daftar contoh verba yang mungkin hanya sebagian dari serangkaian aksi lengkapnya dengan cara mengkonjugasikan verbanya ke bentuk lampau lalu menambahkan . Di akhir, kamu perlu menambahkan verba . Seperti partikel , aspek waktunya ditentukan oleh verba di akhir yang dalam kasus ini selalu (karena memang aturannya adalah menempelkan verba ini di akhir).

Kamu juga bisa menggunakan ini dengan keadaan benda untuk menyatakan bahwa sesuatu bisa berupa satu hal di satu waktu dan bisa juga menjadi hal lain di waktu lainnya (dan mungkin hal-hal lain lagi yang tidak disebutkan). Sama seperti verba, kamu hanya perlu mengubah tiap nomina atau adjektivanya ke bentuk lampau lalu menempelkan . Terakhir tambahkan di akhir. Aturan untuk membuat daftar verba dari suatu daftar yang lebih besar

* Verba - Konjugasikan tiap verba ke bentuk lampau lalu tambahkan . Terakhir, tambahkan di paling belakang. ) * Keadaan benda - Konjugasikan masing-masing nomina atau adjektivanya ke bentuk lampau lalu tambahkan . Terakhir, tambahkan di paling belakang.

- Saya menonton film, membaca buku, tidur siang, dan yang lainnya.

- Kelas-kelas di universitas ini kadang mudah, kadang susah (dan mungkin terkadang yang lainnya, lucu misalnya).

Aspek waktu maupun bentuk positif/negatifnya ditentukan oleh di paling akhir.

- Saya melakukan hal-hal semacam menonton film dan membaca buku.

- Saya tidak melakukan hal-hal semacam menonton film dan membaca buku.

- Saya tidak melakukan hal-hal semacam menonton film dan membaca buku. (lampau)

arangan da keharusan

By Roeckiesh van JouckErz in BAHASA GAUL JEPANG,(yang pinter atawa yang belajar bisa gabung) (Files) Edit Doc Saat ada sesuatu yang harus atau tidak boleh dilakukan Dalam hidup, ada hal-hal yang harus maupun tidak boleh dilakukan. Contohnya adalah mengerjakan PR (harus) dan mencuri (tidak boleh). Kita sekarang akan membahas cara mengungkapkan hal-hal tersebut di bahasa Jepang karena mereka adalah ungkapan yang vital dan kebetulan sangat berhubungan dengan tata bahasa di bab sebelumnya. Kita juga akan belajar cara mengungkapkan "Kamu tidak harus..." untuk mengakhiri bab ini. Menggunakan , , dan untuk hal-hal yang tidak boleh dilakukan Kalau kamu tidak tahu arti dari , saya sarankan agar mencarinya di WWWJDIC dan mengklik pranala [Ex] untuk melihat-lihat contoh kalimatnya. Pada dasarnya dia berarti "tidak baik", tapi perhatikan contoh-contoh kalimatnya karena kata tersebut bisa digunakan untuk berbagai macam keadaan. Dua kata kunci lain di bagian ini adalah dan yang pada dasarnya memiliki arti sama dengan . Namun, walaupun bisa digunakan sendirian, gunakan hanya pada tata bahasa yang akan dijelaskan di sini. Dan walaupun maupun memiliki konjugasi seperti adjektiva-i, mereka sebetulnya bukan adjektiva nyata. Mari belajar cara menggunakan kata-kata tersebut untuk menyatakan hal-hal yang tidak boleh dilakukan. Cara mengatakan: Tidak boleh [verba]

Ubah verba ke bentuk-te, tambahkan partikel (wa) dan akhiri dengan atau . + + =

- Kamu tidak boleh masuk ke sini.

- Jangan makan itu!

- Kamu tidak boleh menggunakan telepon sampai larut malam.

- Tidak diperbolehkan tidur cepat. Beda yang pertama antara dan adalah bahwa terdengar santai. dan pada dasarnya sama, tapi lebih untuk hal-hal yang berlaku untuk banyak pihak seperti aturan dan kebijakan. Menyatakan hal-hal yang harus dilakukan Kamu mungkin menebak bahwa kebalikan dari "tidak boleh" akan menggunakan atau karena mereka terlihat seperti bentuk positif dari dan . Tapi saya telah mengatakan bahwa dan harus selalu berada pada bentuk negatif untuk menyatakan keharusan, jadi kalau kamu tadi menebak maka tebakanmu salah. Kita akan tetap menggunakan , hanya saja verba yang muncul sebelumnya yang akan kita buat negatif. Negatif ganda ini kelihatannya akan membingungkan pada awalanya, tapi lama-lama nanti kamu juga akan terbiasa. Ada tiga cara untuk mengkonjugasi verbanya sebelum menambahkan dan dua di antaranya melibatkan pengandaian. Bersyukurlah karena kamu baru saja belajar pengandaian di bab sebelumnya. Cara mengatakan: Harus [verba] 1. Bentuk-te negatif + (partikel wa) + 2. Verba negatif + pengandaian + 3. Verba negatif + pengandaian + Metode pertama tata bahasanya sama seperti pada kasus "tidak boleh", hanya saja verbanya kita buat negatif. - Harus pergi ke sekolah setiap hari. - Harus mengerjakan PR. Cara kedua menggunakan pengandaian alami yang kita pelajari di bab sebelumnya. Secara literal, ini berarti bahwa jika kamu tidak melakukan sesuatu, maka bisa dipastikan bahwa akibatnya tidak baik. Dengan kata lain, kamu harus melakukannya. Namun tata bahasa ini sering

dipakai bahkan untuk hal-hal yang bukan sebab akibat alami karena polanya lebih singkat dan mudah dibandingkan dua tata bahasa lainnya. - Harus pergi ke sekolah setiap hari. - Harus mengerjakan PR. Cara ketiga mirip dengan cara kedua, hanya saja kita menggunakan jenis pengandaian yang lain. Dengan pengandaian , tata bahasa ini bisa digunakan di lebih banyak situasi. Perhatikan bahwa karena verbanya selalu negatif, untuk pengandaian kita akan selalu membuang di akhir dan menambahkan . - Harus pergi ke sekolah setiap hari. - Harus mengerjakan PR. Mungkin sepertinya saya mencekoki terlalu banyak materi karena ada tiga tata bahasa dan sehingga kombinasinya ada sembilan (3x3). Tapi sebetulnya beberapa kombinasi lebih umum dibanding lainnya walaupun hal tersebut tidak saya bahas secara eksplisit. Ini karena semua kombinasi tersebut secara teknis benar, dan pada tahap ini menganalisis perbedaan halusnya atau gaya bahasa yang paling umum hanya akan menambah beban. Lalu terakhir perhatikan bahwa sebetulnya tidak ada konjugasi baru di sini. Kita telah mempelajari pengandaian di bab sebelumnya dan juga bentuk-te yang ditambah partikel wa di awal bab ini. Cek Realita Walaupun kita telah membahas dan , pada kenyataannya mereka hampir tidak pernah dipakai di pembicaraan nyata karena terlalu panjang. Walaupun mereka sering muncul di bahasa tertulis, pada percakapan orang umumnya menggunakan pengandaian saja atau berbagai penyingkatan yang akan dibahas di bawah. Di pembicaraan santai, pengandaian adalah yang paling sering muncul. Jadi walaupun saya telah menjelaskan panjang lebar mengenai makna yang ada di balik pengandaian , jangan saklek dijadikan pegangan karena orang pada dasarnya pemalas sehingga memilih yang paling praktis. Singkatan-singkatan bagi para pemalas Mungkin di sini kamu semakin merasakan bahwa bahasa Jepang sangat merepotkan karena kita perlu mengatakan hal yang sangat panjang untuk ungkapan-ungkapan umum. Kamu bisa memerlukan sampai delapan suku kata tambahan hanya untuk mengatakan "harus ..."! Orang-orang Jepang juga tentunya berpikir sama, sehingga mereka biasanya menggunakan versi pendek dari dan di pembicaraan santai. Guru-guru biasanya ragu

untuk mengajarkannya karena mereka terlalu mudah dipakai sehingga ditakutkan akan dipakai pada situasi yang tidak tepat. Tapi di lain sisi, kalau kamu tidak belajar gaya bahasa santai ini maka kamu akan kesulitan memahami teman-teman Jepangmu (atau orang-orang yang seharusnya bisa jadi temanmu, kalau saja bahasamu tidak terlalu kaku!). Jadi inilah mereka, namun ingat bahwa kamu juga harus mahir dengar versi panjangnya sehingga bisa menggunakannya di situasi-situasi yang memerlukannya. Penyingkatan santai untuk hal-hal yang harus dilakukan 1. Ganti dengan 2. Ganti dengan Mungkin kamu barusan berpikir "Apa???" karena "singkatannya" tidak jauh beda dengan yang diganti. Hanya saja, rahasinya adalah bahwa setelah menggunakan singkatan ini kamu tidak perlu menambahkan di akhir! Akhiran tersebut otomatis akan dimengerti oleh lawan bicara walaupun tidak disebutkan.

- Harus belajar. - Harus makan.

Pengandaian juga bisa digunakan sendirian, dengan otomatis dimengerti. - Harus pergi ke sekolah. Ada penyingkatan lain untuk hal-hal yang tidak boleh dilakukan. Namun dalam kasus ini kamu tidak bisa membuang . Karena ini adalah penyingkatan santai, yang umum dipakai adalah . Satu perbedaan penting di bentuk santai ini adalah bahwa verba yang diakhiri dan menggunakan , bukan . Dengan kata lain, ini berlaku untuk verba yang diakhiri pada bentuk lampaunya sebagaimana dijelaskan pada tabel berikut. Penyingkatan santai untuk hal-hal yang tidak boleh dilakukan 1. Ganti dengan 2. Ganti dengan

- Kamu nggak boleh masuk ke sini. - Jangan mati! Sebagai catatan terakhir, terdengar agak imut atau kecewek-cewekan. Ini mirip seperti suara pada akhiran kan? juga terdengar agak imut atau kekanakkanakan. Menyatakan bahwa sesuatu boleh saja dilakukan Sekarang mari kita belajar cara mengatakan bahwa boleh saja melakukan atau tidak melakukan sesuatu. Saya memutuskan untuk menyelipkannya di bab ini karena di bahasa Jepang itulah caranya mengatakan bahwa kamu tidak harus melakukan sesuatu (yaitu mengatakan bahwa sesuatu boleh tidak dilakukan). Tata bahasanya sendiri mudah sehingga bagian ini cukup pendek. Dengan menggunakan bentuk-te dan partikel , kamu pada intinya mengatakan "Kalaupun kamu melakukan X..." Kata yang umum mengikutinya misalnya , , atau . Beberapa contoh akan mengilustrasikan hal tersebut.

- Silahkan makan semuanya. (lit: Kalapun kamu makan semuanya, keadaan akan baik-baik saja kok.) - Kamu tidak harus makan semuanya. (lit: Kalaupun kamu tidak makan semuanya, keadaan akan baik-baik saja kok.) - Kamu boleh minum semuanya. (lit: Kalaupun kamu minum semuanya, keadaan akan OK-OK saja kok.) - Silahkan minum semuanya. (lit: Kalaupun kamu minum semuanya, buat saya tidak masalah kok.)

Di percakapan santai, kadang disingkat menjadi saja. - Aku udah boleh pulang belum sekarang? - Boleh liat ini bentar nggak?

larangan da keharusan

By Roeckiesh van JouckErz in BAHASA GAUL JEPANG,(yang pinter atawa yang belajar bisa gabung) (Files) Edit Doc Saat ada sesuatu yang harus atau tidak boleh dilakukan Dalam hidup, ada hal-hal yang harus maupun tidak boleh dilakukan. Contohnya adalah mengerjakan PR (harus) dan mencuri (tidak boleh). Kita sekarang akan membahas cara mengungkapkan hal-hal tersebut di bahasa Jepang karena mereka adalah ungkapan yang vital dan kebetulan sangat berhubungan dengan tata bahasa di bab sebelumnya. Kita juga akan belajar cara mengungkapkan "Kamu tidak harus..." untuk mengakhiri bab ini. Menggunakan , , dan untuk hal-hal yang tidak boleh dilakukan Kalau kamu tidak tahu arti dari , saya sarankan agar mencarinya di WWWJDIC dan mengklik pranala [Ex] untuk melihat-lihat contoh kalimatnya. Pada dasarnya dia berarti "tidak baik", tapi perhatikan contoh-contoh kalimatnya karena kata tersebut bisa digunakan untuk berbagai macam keadaan. Dua kata kunci lain di bagian ini adalah dan yang pada dasarnya memiliki arti sama dengan . Namun, walaupun bisa digunakan sendirian, gunakan hanya pada tata bahasa yang akan dijelaskan di sini. Dan walaupun maupun memiliki konjugasi seperti adjektiva-i, mereka sebetulnya bukan adjektiva nyata. Mari belajar cara menggunakan kata-kata tersebut untuk menyatakan hal-hal yang tidak boleh dilakukan. Cara mengatakan: Tidak boleh [verba]

Ubah verba ke bentuk-te, tambahkan partikel (wa) dan akhiri dengan atau . + + =

- Kamu tidak boleh masuk ke sini.

- Jangan makan itu!

- Kamu tidak boleh menggunakan telepon sampai larut malam.

- Tidak diperbolehkan tidur cepat. Beda yang pertama antara dan adalah bahwa terdengar santai. dan pada dasarnya sama, tapi lebih untuk hal-hal yang berlaku untuk banyak pihak seperti aturan dan kebijakan. Menyatakan hal-hal yang harus dilakukan Kamu mungkin menebak bahwa kebalikan dari "tidak boleh" akan menggunakan atau karena mereka terlihat seperti bentuk positif dari dan . Tapi saya telah mengatakan bahwa dan harus selalu berada pada bentuk negatif untuk menyatakan keharusan, jadi kalau kamu tadi menebak maka tebakanmu salah. Kita akan tetap menggunakan , hanya saja verba yang muncul sebelumnya yang akan kita buat negatif. Negatif ganda ini kelihatannya akan membingungkan pada awalanya, tapi lama-lama nanti kamu juga akan terbiasa. Ada tiga cara untuk mengkonjugasi verbanya sebelum menambahkan dan dua di antaranya melibatkan pengandaian. Bersyukurlah karena kamu baru saja belajar pengandaian di bab sebelumnya. Cara mengatakan: Harus [verba] 1. Bentuk-te negatif + (partikel wa) + 2. Verba negatif + pengandaian + 3. Verba negatif + pengandaian + Metode pertama tata bahasanya sama seperti pada kasus "tidak boleh", hanya saja verbanya kita buat negatif. - Harus pergi ke sekolah setiap hari. - Harus mengerjakan PR. Cara kedua menggunakan pengandaian alami yang kita pelajari di bab sebelumnya. Secara literal, ini berarti bahwa jika kamu tidak melakukan sesuatu, maka bisa dipastikan bahwa akibatnya tidak baik. Dengan kata lain, kamu harus melakukannya. Namun tata bahasa ini sering

dipakai bahkan untuk hal-hal yang bukan sebab akibat alami karena polanya lebih singkat dan mudah dibandingkan dua tata bahasa lainnya. - Harus pergi ke sekolah setiap hari. - Harus mengerjakan PR. Cara ketiga mirip dengan cara kedua, hanya saja kita menggunakan jenis pengandaian yang lain. Dengan pengandaian , tata bahasa ini bisa digunakan di lebih banyak situasi. Perhatikan bahwa karena verbanya selalu negatif, untuk pengandaian kita akan selalu membuang di akhir dan menambahkan . - Harus pergi ke sekolah setiap hari. - Harus mengerjakan PR. Mungkin sepertinya saya mencekoki terlalu banyak materi karena ada tiga tata bahasa dan sehingga kombinasinya ada sembilan (3x3). Tapi sebetulnya beberapa kombinasi lebih umum dibanding lainnya walaupun hal tersebut tidak saya bahas secara eksplisit. Ini karena semua kombinasi tersebut secara teknis benar, dan pada tahap ini menganalisis perbedaan halusnya atau gaya bahasa yang paling umum hanya akan menambah beban. Lalu terakhir perhatikan bahwa sebetulnya tidak ada konjugasi baru di sini. Kita telah mempelajari pengandaian di bab sebelumnya dan juga bentuk-te yang ditambah partikel wa di awal bab ini. Cek Realita Walaupun kita telah membahas dan , pada kenyataannya mereka hampir tidak pernah dipakai di pembicaraan nyata karena terlalu panjang. Walaupun mereka sering muncul di bahasa tertulis, pada percakapan orang umumnya menggunakan pengandaian saja atau berbagai penyingkatan yang akan dibahas di bawah. Di pembicaraan santai, pengandaian adalah yang paling sering muncul. Jadi walaupun saya telah menjelaskan panjang lebar mengenai makna yang ada di balik pengandaian , jangan saklek dijadikan pegangan karena orang pada dasarnya pemalas sehingga memilih yang paling praktis. Singkatan-singkatan bagi para pemalas Mungkin di sini kamu semakin merasakan bahwa bahasa Jepang sangat merepotkan karena kita perlu mengatakan hal yang sangat panjang untuk ungkapan-ungkapan umum. Kamu bisa memerlukan sampai delapan suku kata tambahan hanya untuk mengatakan "harus ..."! Orang-orang Jepang juga tentunya berpikir sama, sehingga mereka biasanya menggunakan versi pendek dari dan di pembicaraan santai. Guru-guru biasanya ragu

untuk mengajarkannya karena mereka terlalu mudah dipakai sehingga ditakutkan akan dipakai pada situasi yang tidak tepat. Tapi di lain sisi, kalau kamu tidak belajar gaya bahasa santai ini maka kamu akan kesulitan memahami teman-teman Jepangmu (atau orang-orang yang seharusnya bisa jadi temanmu, kalau saja bahasamu tidak terlalu kaku!). Jadi inilah mereka, namun ingat bahwa kamu juga harus mahir dengar versi panjangnya sehingga bisa menggunakannya di situasi-situasi yang memerlukannya. Penyingkatan santai untuk hal-hal yang harus dilakukan 1. Ganti dengan 2. Ganti dengan Mungkin kamu barusan berpikir "Apa???" karena "singkatannya" tidak jauh beda dengan yang diganti. Hanya saja, rahasinya adalah bahwa setelah menggunakan singkatan ini kamu tidak perlu menambahkan di akhir! Akhiran tersebut otomatis akan dimengerti oleh lawan bicara walaupun tidak disebutkan.

- Harus belajar. - Harus makan.

Pengandaian juga bisa digunakan sendirian, dengan otomatis dimengerti. - Harus pergi ke sekolah. Ada penyingkatan lain untuk hal-hal yang tidak boleh dilakukan. Namun dalam kasus ini kamu tidak bisa membuang . Karena ini adalah penyingkatan santai, yang umum dipakai adalah . Satu perbedaan penting di bentuk santai ini adalah bahwa verba yang diakhiri dan menggunakan , bukan . Dengan kata lain, ini berlaku untuk verba yang diakhiri pada bentuk lampaunya sebagaimana dijelaskan pada tabel berikut. Penyingkatan santai untuk hal-hal yang tidak boleh dilakukan 1. Ganti dengan 2. Ganti dengan

- Kamu nggak boleh masuk ke sini. - Jangan mati! Sebagai catatan terakhir, terdengar agak imut atau kecewek-cewekan. Ini mirip seperti suara pada akhiran kan? juga terdengar agak imut atau kekanakkanakan. Menyatakan bahwa sesuatu boleh saja dilakukan Sekarang mari kita belajar cara mengatakan bahwa boleh saja melakukan atau tidak melakukan sesuatu. Saya memutuskan untuk menyelipkannya di bab ini karena di bahasa Jepang itulah caranya mengatakan bahwa kamu tidak harus melakukan sesuatu (yaitu mengatakan bahwa sesuatu boleh tidak dilakukan). Tata bahasanya sendiri mudah sehingga bagian ini cukup pendek. Dengan menggunakan bentuk-te dan partikel , kamu pada intinya mengatakan "Kalaupun kamu melakukan X..." Kata yang umum mengikutinya misalnya , , atau . Beberapa contoh akan mengilustrasikan hal tersebut.

- Silahkan makan semuanya. (lit: Kalapun kamu makan semuanya, keadaan akan baik-baik saja kok.) - Kamu tidak harus makan semuanya. (lit: Kalaupun kamu tidak makan semuanya, keadaan akan baik-baik saja kok.) - Kamu boleh minum semuanya. (lit: Kalaupun kamu minum semuanya, keadaan akan OK-OK saja kok.) - Silahkan minum semuanya. (lit: Kalaupun kamu minum semuanya, buat saya tidak masalah kok.)

Di percakapan santai, kadang disingkat menjadi saja. - Aku udah boleh pulang belum sekarang? - Boleh liat ini bentar nggak?

kenginan dan saran By Roeckiesh van JouckErz in BAHASA GAUL JEPANG,(yang pinter atawa yang belajar bisa gabung) (Files) Edit Doc 1. Memberi saran dengan pengandaian atau Cara agar keinginanmu terwujud di Jepang Kita sekarang akan belajar cara menyatakan keinginanmu, baik dengan cara menyampaikannya terang-terangan maupun dengan memberi saran. Topik utama yang akan dibahas di sini adalah konjugasi dan bentuk volisional. Kita juga akan mempelajari penggunaan khusus pengandaian dan untuk menawarkan saran. untuk verba yang ingin kamu lakukan Kamu bisa menyatakan verba yang ingin kamu lakukan dengan bentuk . Yang perlu kamu lakukan hanyalah menambahkan ke akar verbanya. Tapi, beda dengan kebanyakan konjugasi yang telah kita pelajari di mana verbanya berubah menjadi verba-ru, bentuk ini malah mengubah verbanya menjadi adjektiva-i (perhatikan bahwa berarkhir dengan ). Setelah mendapatkan bentuk -nya, kamu bisa mengkonjugasikannya sebagaimana adjektiva-i lain. Hanya saja, bentuk berbeda dengan adjektiva-i biasa karena dia berasal dari verba. Ini berarti bahwa partikel yang biasa kita gunakan dengan verba seperti atau bisa digunakan dengan bentuk (hal tersebut tidak berlaku untuk adjektiva-i biasa). Inilah diagramnya untuk mempermudah kamu.

konjugasi PositifNegatif Taklampau Lampau Contoh

- Apa yang ingin kamu lakukan?

- Aku ingin pergi ke pemandian air panas.

- Kamu tidak ingin makan kue?

- Aku sebelumnya tidak ingin makan, tetapi jadi ingin makan. Contoh mungkin terdengar agak aneh, tapi sebenarnya cukup sederhana kalau kamu mengulas lagi bab "Menggunakan dengan adjektiva-i". Bentuk lampau digunakan untuk menyatakan "menjadi ingin makan". Ini ada permainan lidah menggunakan bentuk negatif dan bentuk lampau yang artinya "menjadi tidak ingin makan". Mungkin sudah bisa kamu tebak, tapi tidak bisa menjadi bentuk karena benda mati tidak bisa punya keinginan. Tetapi bisa diubah menjadi bentuk yang penggunaannya seperti berikut.

- Aku ingin terus bersamamu. (lit: Ingin ada bersama untuk waktu yang panjang.) Lalu, kamu juga hanya bisa menggunakan bentuk untuk orang pertama (pembicara) karena kamu tidak bisa membaca pikiran orang lain untuk mengetahui apa yang mereka inginkan. Untuk mengacu pada orang selain diri sendiri, biasanya digunakan ungkapan seperti "Saya rasa dia ingin..." atau "Dia mengatakan bahwa dia ingin...". Kita akan belajar cara mengungkapkan hal-hal tersebut di bab lain. Tentu saja, saat bertanya kamu bisa menggunakan karena pada kasus tersebut kamu tidak mengasumsikan apapun.

- Apakah kamu ingin bermain dengan anjing? untuk hal yang kamu inginkan atau ingin orang lain melakukan

Di bahasa Indonesia, kita menggunakan verba untuk menyatakan bahwa kita ingin sesuatu. Di bahasa Jepang, "ingin" sebetulnya adalah adjektiva-i dan bukan verba. Kita melihat yang yang sama dengan yang merupakan adjektiva padahal "suka" di bahasa Indonesia adalah verba. Walaupun saya tidak membahas cara kerja terlalu panjang lebar, saya mendedikasikan satu subbab penuh untuk karena dia bisa digabungkan dengan bentuk-te verba dengan arti "ingin sesuatu dikerjakan oleh orang lain". Kita akan belajar cara yang lebih sopan dan baik untuk membuat permintaan di bab "Permintaan" sebagai alternatif dari "Saya ingin ini dikerjakan." Walaupun bukan aturan saklek, tapi kalau suatu kata menempel pada bentuk-te kata lain guna memenuhi suatu fungsi tata bahasa, biasanya katanya ditulis dengan hiragana. Ini karena kanji sudah digunakan untuk verba utamanya dan kata tambahannya hanya menjadi bagian dari verba tersebut. Contoh

- Aku mau boneka besar!

- Saya ingin semuanya dimakan (oleh kamu/dia/mereka) tapi... (saya ingin orang lain makan)

- Saya ingin kamarnya dibersihkan, tahu tidak. (saya ingin orang lain membersihkan kamar) Perhatikan bahwa bentuk menyatakan bahwa kita ingin melakukan sesuatu, sedangkan bentuk menyatakan bahwa kita ingin orang lain melakukan sesuatu.

- Saya ingin pergi.

- Saya ingin kamu pergi. Seperti telah disebutkan sebelumnya, ada banyak cara yang lebih baik untuk membuat permintaan tetapi kita baru akan membahasnya di bab lain. Tata bahasa ini tidak terlalu sering digunakan tetapi kita bahas demi kelengkapan. Membuat ajakan dengan bentuk volisional (santai) Istilah volisional di sini berarti keinginan atau ajakan untuk melakukan sesuatu. Dengan kata lain, bentuk volisional menyatakan bahwa seseorang sedang akan melakukan sesuatu. Pada umumnya, terjemahan bahasa Indonesianya akan menjadi "Mari" atau "Ayo" tetapi kita juga akan melihat bahwa bentuk ini bisa digunakan untuk menyatakan usaha melakukan sesuatu pada bab lain. Untuk mengkonjugasikan verba ke bentuk volisional pada percakapan santai, ada aturan yang berbeda untuk verba-ru dan verba-u. Untuk verba-ru, kamu tinggal membuang dan menambahkan . Untuk verba-u, kamu mengubah suara vokal / u / menjadi suara / o / dan menambahkan (hasilnya adalah suara / o / panjang). Aturan konjugasi untuk bentuk volisional santai

Untuk verba-ru: Buang dan tambah +

Untuk verba-u: Ganti suara vokal / u / dengan suara vokal / o / lalu tambahkan +

Inilah daftar verba yang mestinya sudah sangat kamu kenal saat ini. Contoh verba-ru DasarPerkecualian Contoh verba-u DasarVolisional (Vol.) hanasu hanasou kiku kikou oyogu oyogou asobu asobou matu matou nomu nomou naoru naorou shinu shinou kau kaou Verba perkecualian DasarPerkecualian Contoh Sepertinya kamu tidak akan pernah menggunakan (ayo mati) tapi saya tetap mencantumkannya agar lengkap. Inilah beberapa contoh lain yang lebih realistis.

- Apa yang sebaiknya (kita) lakukan hari ini?

- Ayo pergi ke taman hiburan!

- Apa yang sebaiknya (kita) makan besok?

- Mari makan kare! Ingat bahwa karena kamu akan melakukan sesuatu, maka tidak mungkin untuk meletakkannya pada bentuk lampau. Jadi kalau misalnya kamu mengganti pada dengan maka kalimatnya menjadi tidak masuk akal. Membuat ajakan dengan bentuk volisional (sopan) Konjugasi untuk bentuk sopannya lebih mudah lagi. Yang perlu kamu lakukan hanyalah menambahkan ke akar verbanya. Seperti bentuk-masu, verba dalam bentuk ini harus selalu berada di akhir kalimat. Bahkan, semua akhiran yang bersifat sopan memang harus selalu berada di akhir dan tidak di tempat lain seperti yang telah kita lihat. Aturan konjugasi untuk bentuk volisional sopan

Untuk semua verba: Tambahkan ke akar verba + +

Contoh verba DasarVolisional Contoh Tidak ada yang baru di sini, hanya saja verbanya berada di bentuk volisional sopan.

- Apa yang sebaiknya (kita) lakukan hari ini?

- Ayo pergi ke taman hiburan!

- Apa yang sebaiknya (kita) makan besok?

- Mari makan kare! Memberi saran dengan pengandaian atau Kamu bisa membuat saran dengan menggunakan pengandaian atau dan menambahkan . Secara literal ini berarti, "Kalau kamu melakukan [X], bagaimana?" Di bahasa Indonesia normal, ini maksudnya "Bagaimana kalau melakukan [X]?" Secara tata bahasa, tidak ada yang baru di sini. Hanya saja, ini salah satu pola yang umum digunakan. Contoh

- Bagaimana kalau pergi ke bank?

- Bagaimana kalau sesekali berbicara dengan kedua orang tuamu?

menytakan sesuatu By Roeckiesh van JouckErz in BAHASA GAUL JEPANG,(yang pinter atawa yang belajar bisa gabung) (Files) Edit Doc Menyatakan sesuatu memang sesuatu menggunakan

Di bahasa Jepang, kita bisa menyatakan bahwa sesuatu memang seperti itu dengan menempelkan hiragana hanya ke nomina (kata benda) atau adjektiva-na (kata sifat na). Kamu akan mengerti maksud dari batasan tersebut saat nanti kita belajar berbagai macam adjektiva.

Kalau ingin sedikit analogi, bayangkan fungsi sebagaimana kata "adalah" pada k...alimat "ini adalah ikan". Kata "adalah" menegaskan bahwa benda yang kita tunjuk itu memang merupakan ikan. Untuk adjektiva, kata yang lebih cocok adalah "bersifat", contohnya pada kalimat "dia bersifat cantik". Menyatakan bahwa sesuatu memang begitu menggunakan

* Tempelkan ke nomina atau adjektiva-na * * * * - Ikan. - Adalah ikan. - Cantik. - Bersifat cantik.

Gampang. Bisa dilihat bahwa fungsi adalah menyatakan keadaan benda positif. Namun ingatlah hal berikut: Keadaan benda bisa dinyatakan tanpa menggunakan !

Ini bukanlah hal yang asing juga di bahasa Indonesia. Di bahasa kita sendiri, kalimat "ini ikan" sudah bisa dimengerti tanpa perlu kata "adalah". Pada bahasa Indonesia, kata "adalah" membuat kalimatnya terdengar lebih formal sehingga penggunaannya lebih untuk bahasa tertulis maupun pidato. Tidak ada aspek jenis kelamin maupun kesopanan. Namun di bahasa Jepang nuansa yang diberikan jauh berbeda. Keberadaan membuat kalimatnya terdengar lebih tegas, memaksa, dan dengan kata lain deklaratif. Oleh karenanya, yang lebih sering menggunakan di akhir kalimat adalah laki-laki. Di bahasa Jepang, gaya bahasa tegas juga berarti tidak sopan. Oleh karenanya, saat nanti belajar gaya bahasa sopan kita akan melihat bahwa tidak digunakan sebagai akhiran kalimat. Terakhir, karena hanya digunakan untuk membuat pernyataan, kamu tidak bisa menggunakannya saat bertanya.

Deklaratif juga diperlukan di berbagai konstruksi yang mengharuskan keadaan benda dinyatakan dengan jelas. Ada juga kasus-kasus di mana kamu tidak boleh menempelkannya. Semuanya cukup merepotkan tapi untuk saat ini kamu belum perlu memikirkannya. Konjugasi bentuk negatif

Di bahasa Jepang, bentuk negatif dan lampau dinyatakan melalui perubahan bentuk atau konjugasi. Nomina dan adjektiva bisa dikonjugasi ke bentuk negatif untuk menyatakan bahwa sesuatu bukan X dan ke bentuk lampau untuk menyatakan bahwa sesuatu dulunya X. Mungkin kedengarannya aneh, tapi konjugasi-konjugasi tersebut tidak memiliki konotasi deklaratif sebagaimana . Di bab lain kita akan belajar bagaimana menggabungkan konjugasi tersebut dengan untuk membuatnya deklaratif.

Pertama, untuk bentuk negatif, kamu hanya perlu menempelkan ke nomina atau adjektiva-na. Pada bahasa Indonesia, ini akan menjadi "bukan" seperti pada "ini bukan ikan" atau "tidak" seperti pada "dia tidak cantik". Aturan konjugasi untuk bentuk negatif

* Tempelkan ke nomina atau adjektiva-na (bukan teman) (tidak cantik)

Contoh - Bukan ikan. - Bukan murid. - Tidak hening.

Konjugasi bentuk lampau

Di bahasa Indonesia, untuk menyatakan keadaan di masa lalu digunakan keterangan waktu seperti "tadi", "tahun lalu", "dulu", dan "waktu itu". Contohnya adalah "ujiannya kemarin mudah". Di bahasa Jepang, yang diperlukan adalah merubah katanya ke bentuk lampau. Pada contoh sebelumnya, "mudah" harus dikonjugasi ke bentuk lampau. Jadi walaupun kamu sudah menggunakan keterangan waktu, kamu tetap harus merubah katanya ke bentuk lampau.

Untuk mengatakan bahwa sesuatu dulunya sesuatu, >datta ditempelkan ke nomina atau adjektiva-na. Kita akan secara bebas menggunakan penanda waktu "dulu" maupun "waktu itu" sebagai terjemahannya.

Untuk mengatakan bentuk negatif lampau (dulunya bukan), bentuk negatifnya dikonjugasi menjadi bentuk negatif lampau dengan membuang >i dari >jhanai dan menambahkan >katta. Aturan konjugasi untuk bentuk lampau

1. Bentuk lampau: Tempelkan >datta ke nomina atau adjektiva-na >tomodachi >kirei >tomodachi datta (dulu teman)

>kireidatta (dulu cantik)

2. Bentuk lampau negatif: Konjugasikan nomina atau adjektiva-na ke bentuk negatif lalu ganti pada dengan

tomodachi jhanai jhanakatta(dulu bukan teman)

tomodachi

(dulu tidak cantik)

sakana datta- Dulunya ikan. gakusei jhanakatta- Dulu bukan murid. shizuka jhanakatta- Waktu itu tidak hening.

Ringkasan

Kita telah belajar mengkonjugasikan keadaan benda ke empat bentuk yang mungkin. Berikutnya kita akan belajar beberapa partikel, yang memungkinkan kita memberikan peran pada kata. Inilah tabel ringkasan konjugasi yang dipelajari di bab ini.

Ringkasan konjugasi keadaan benda Positif dan Negatif positif Taklampau Adalah ikan negarif > Bukan ikan positif Lampau Dulu ikan negatif > Dulu bukan ikan

cara gunakan ni suru dan ni naru By Roeckiesh van JouckErz in BAHASA GAUL JEPANG,(yang pinter atawa yang belajar bisa gabung) (Files) Edit Doc Menggunakan dan dengan partikel Kita bisa menggunakan verba dan bersamaan dengan partikel untuk menyatakan berbagai hal yang berguna. Kita sudah sering menggunakan partikel objek untuk karena sesuatu biasanya dilakukan pada sesuatu yang lain. Kita akan melihat bagaimana artinya berubah jika partikelnya diganti menjadi . Kalau menggunakan , kita selalu menggunakan partikel karena "menjadi" bukanlah aksi yang dikenakan pada sesuatu yang lain, tetapi perubahan

menuju target tertentu. Poin tata bahasa yang menarik di sini hanyalah penggunaan dengan adjektiva-i dan verba. Menggunakan dan untuk nomina dan adjektiva-na Seperti telah dijelaskan sebelumnya, tidak ada hal baru yang perlu diangkat mengenai penggunaan dengan nomina dan adjektiva-na. Semuanya berlaku seperti yang kamu harapkan.

>kare no nihon ga jouzu ni natta

- Bahasa Jepangnya menjadi mahir.

>watashi wa isha ni natta

- Saya menjadi dokter.

>watashi wa yumei na hito ni naru

- Saya akan menjadi orang terkenal.

Untuk adjektiva, penggunaan verba (suru). dengan partikel (ni) sudah dibahas sebelumnya di bagian adverbia. Tapi untuk nomina, kalau kamu menggunakan verba dengan partikel , itu berarti kamu akan melakukan sesuatu menuju sesuatu. Di bahasa Jepang penggunaan seperti ini bisa berarti "memutuskan untuk memilih [X]". Ini adalah ungkapan yang biasa dipakai misalnya saat memesan sesuatu di menu.

>watashi wa,hanbaagaa to sarada ni shimasu - Saya memilih (memesan) hamburger dan salad. (lit: Saya akan melakukan menuju hamburger dan salad)

>hoka ni iimono ga takusan aru kedo,yappari kore ni suru - Banyak benda bagus lainnya, tapi seperti yang sudah kuduga, aku akan memilih yang ini.

Kalau kamu merasa penggunaan di contoh (1) tersebut agak aneh, mungkin karena di bahasa Indonesia kita biasanya tidak menggunakan verba apapun saat memilih benda. Contohnya, kalau ditanya "Mau pesan apa?", biasanya kita menjawab misalnya hanya "Saya nasi goreng saja." Menggunakan dengan adjektiva-i Karena partikel adalah partikel target yang digunakan untuk nomina dan juga adjektiva-na, kita harus menggunakan cara lain untuk menyatakan bahwa sesuatu menjadi adjektiva-i. Karena "menjadi" menyatakan perubahan keadaan, sepertinya masuk akal untuk mengungkapkan hal tersebut menggunakan adverbia. Nyatanya, kalau dipikir-pikir kita sebetulnya sudah menggunakan (semacam) adverbia di bagian lalu saat kita menggunakan dengan adjektiva-na. Ingat, untuk mengubah adjektiva-na menjadi adverbia kita menggunakan , namun dengan adjektiva-i kita mengubah di akhir menjadi .

>kyonen kara se ga takakunattane

- Sejak (dibanding) tahun lalu kamu sudah menjadi tinggi, ya? (lit: tinggi badan menjadi tinggi)

undou shiterukara tsuyoku naru

- Karena aku berolahraga, aku akan menjadi kuat.

benkyou takusanshitakara.atama ga yokunatta - Karena aku banyak belajar, aku menjadi pandai. (lit: kepala menjadi baik) Menggunakan dan dengan verba

Kamu mungkin bertanya-tanya bagaimana cara menggunakan dan dengan verba, karena tidak ada cara untuk memodifikasi langsung suatu verba dengan verba lain. Solusi sederhananya adalah dengan menambahkan nomina umum agar menjadi kejadian umum: atau rupa/penampakan: . "penampakan" di sini maksudnya bukan kemunculan hantu atau yang semacamnya, tetapi mengacu pada bagaimana suatu benda atau keadaan tampak di mata kita. Idenya sama seperti pada kalimat "tampaknya situasinya sedang tegang" atau "Dia tampaknya rajin belajar."

Nomina-nomina tersebut tidak mengacu pada suatu hal tertentu secara intrinsik, tetapi digunakan untuk menyatakan hal lain. Dalam kasus ini, mereka memungkinkan kita untuk menyatakan verba sebagai nomina. Inilah beberapa contoh cara menggunakan nomina umum tersebut dengan dan .

gaikai ni iku koto ni natta

- Telah diputuskan bahwa aku akan pergi ke luar negeri. (lit: Telah menjadi kejadian pergi ke luar negeri)

>mainichi niku wo taberu youni natta

- Aku jadi makan daging setiap hari.(lit: Aku jadi tampak makan daging tiap hari)

- Aku memutuskan akan pergi ke luar negeri. (lit: Aku melakukan menuju kejadian pergi ke luar negeri)

>mainichi niku wo taberu youni suru

- Aku akan mencoba makan daging tiap hari. (lit: Aku akan melakukan menuju penampakan makan daging tiap hari)

Kamu bisa memodifikasi verba dengan atau dengan cara mengubahnya menjadi klausa nomina lebih dulu lalu berikutnya memperlakukannya bagai nomina biasa. Cukup cerdik kan? Semoga terjemahan literalnya memberimu gambaran asal mula arti kalimat-kalimat tersebut. Sebagai contoh, di memiliki terjemahan bahasa Indonesian "berusaha untuk...". Namun di bahasa Jepang, sebetulnya itu hanyalah target suatu aksi agar tampak menjadi sesuatu hal (dalam contoh di atas, agar "tampak makan daging tiap hari").

Karena verba potensial menyatakan kemungkinan dan bukan aksi (ingat, ini alasannya partikel tidak bisa digunakan), verba potensial sering muncul bersama untuk menyatakan perubahan kemampuan/keadaan. Mari gunakan kesempatan ini untuk berlatih beberapa konjugasi verba potensial.

nihon ni kite.sushi ga taberu youni natta - Setelah datang ke Jepang, aku jadi bisa makan sushi.

>ichinenkan renshuu shitakara,piano ga hikeru youni natta - Karena aku latihan selama 1 tahun, aku jadi bisa main piano.

>chika ni haitte fujisan ga mienakunatta - Setelah masuk ke bawah tanah, Gunung Fuji menjadi tidak kelihatan.

Anda mungkin juga menyukai