Anda di halaman 1dari 15

Rangkuman Materi

SELEKSI NASIONAL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI Disertai Teori Ringkas dan Pembahasan Soal

Tes Potensi Akademik

Disusun Oleh :

Pak Anang

Kumpulan SMART SOLUTION dan TRIK SUPERKILAT Ringkasan Materi SNMPTN Tes Potensi Akademik (TPA) Kesimpulan) Penalaran Deduktif (Penarikan Kesimpulan)
http://pak-anang.blogspot.com) By Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com) B. PENALARAN DEDUKTIF Pada penalaran deduktif adik-adik dituntut kemampuan untuk menarik sebuah kesimpulan (konklusi) dari fakta-fakta yang telah disediakan pada soal. Fakta-fakta tersebut berupa premis, pernyataan atau proposisi. 1. (Penarikan Kesimpulan) KONKLUSI (Penarikan Kesimpulan) Pada tes konklusi atau penarikan kesimpulan yang perlu ditekankan adalah tes ini bukan menguji kemampuan berbahasa Indonesia. Akan tetapi lebih dari itu, tes konklusi atau penarikan kesimpulan ini menguji kemampuan anda dalam mengolah fakta yang tersedia pada soal untuk kemudian menarik kesimpulan yang tepat. Disini, kemampuan adik-adik dalam memahami premis dan menarik kesimpulan sangat diutamakan. Silahkan diingat kembali pada pelajaran Matematika SMA kelas X tentang Logika Matematika pada subbab penarikan kesimpulan. Bagaimana cara menarik kesimpulan yang benar. Itu adalah dasar yang diperlukan dalam menarik kesimpulan pada tipe soal SNMPTN. Ups, tapi tidak cukup itu saja yang diperlukan. Kemampuan adik-adik dalam memanipulasi informasi tanpa merubah maknanya dan mengambil kesimpulan secara logis (bukan secara perasaan) juga merupakan salah satu hal penting yang perlu dipelajari lagi. Di kelas X SMA tentunya adik-adik masih ingat tentang penarikan kesimpulan berikut: 1. Modus Ponens 57 5 7 Jika hujan turun maka Sinta memakai payung. Sinta memakai payung. Maka kesimpulannya adalah hujan turun. 2. Modus Tollens 57 7 5 Jika saya lulus tes SNMPTN maka saya akan dibelikan sepeda motor. Saya tidak dibelikan sepeda motor. Maka kesimpulannya adalah saya tidak lulus tes SNMPTN. 3. Silogisme (Silogisme Hipotesis) 57 7< 5< Jika saya belajar giat maka saya akan wisuda tepat waktu. Jika saya wisuda tepat waktu maka saya akan cepat menikah. Maka kesimpulannya adalah jika saya belajar giat maka saya akan cepat menikah.

Bimbel Tes Potensi Akademik (TPA) SNMPTN 2012 by Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com)

Halaman 1

Nah selain ketiga jenis penarikan kesimpulan tersebut masih ada lagi bagaimana cara penarikan kesimpulan yang lain, yaitu: 4. Silogisme Kategorial Akan di bahas lebih lanjut di halaman berikutnya. ? = AB<C CBDBDEF H = AB<C IJKLBM N = AB<C 5<BOPMFA ?N H? HN N? H? HN ?N ?H HN N? ?H HN

Semua tumbuhan memerlukan air. Akasia adalah tumbuhan Maka kesimpulannya adalah akasia memerlukan air. Tidak ada pemain AC Milan yang berasal dari Indonesia. Semua pemaian Timnas berasal dari Indonesia. Maka kesimpulannya adalah tidak ada permain Timnas yang bermain di AC Milan. Semua koruptor adalah penjahat. Semua koruptor harus ditangkap oleh KPK. Maka kesimpulannya adalah beberapa yang ditangkap KPK adalah penjahat. (KJMFD IBCJF LFDE OPAFDEMF5 SNS FOFTF 5BDUFFA!) Tidak ada koruptor yang mau ditangkap KPK. Semua yang ditangkap KPK harus diperiksa di pengadilan. Maka kesimpulannya beberapa yang diperiksa di pengadilan adalah bukan koruptor. 5. Silogisme Disjungtif 57 5 7

57 7 5

Penjahat itu lari ke Solo atau Yogyakarta. Penjahat itu tidak lari ke Solo Maka kesimpulannya adalah penjahat itu lari ke Yogyakarta Penjahat itu lari ke Solo atau Yogyakarta. Penjahat itu lari ke Yogyakarta Maka kesimpulannya adalah penjahat itu tidak lari ke Solo. 6. Silogisme Alternatif 57 5 7

57 7 5

Heru berbaju putih atau tidak putih Heru berbaju putih Maka kesimpulannya adalah Heri bukan tidak berbaju putih. Heru berbaju putih atau tidak putih Heru bukan tidak berbaju putih Maka kesimpulannya adalah Heri berbaju putih.

Bimbel Tes Potensi Akademik (TPA) SNMPTN 2012 by Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com)

Halaman 2

7. Dilema Konstruktif 57 <I 5< 7I Jika hari minggu maka saya jogging. Jika lulus ujian maka saya senang. Hari minggu atau lulus ujian. Maka kesimpulannya adalah saya joging atau saya senang. 8. Dilema Destruktif 57 <I 7I 5< Jika hari minggu maka saya jogging. Jika lulus ujian maka saya senang. Saya tidak joging atau saya tidak senang. Maka kesimpulannya adalah bukan hari minggu atau saya tidak lulus ujian. 9. Dilema Dua Arah 57 <I 5I 7< Jika hari minggu maka saya jogging. Jika lulus ujian maka saya senang. Hari minggu atau saya tidak senang. Maka kesimpulannya adalah saya joging atau saya tidak lulus ujian. 10. Simplifikasi Konjungtif 57 5

57 7

Sinta anak pandai dan kreatif. Maka kesimpulannya adalah Sinta anak pandai. Sinta anak pandai dan kreatif. Maka kesimpulannya adalah Sinta anak kreatif. 11. Penjumlahan Disjungtif 5 57 Cynthia adalah gadis yang cantik. Maka kesimpulannya adalah Cynthia adalah gadis yang cantik atau memiliki tubuh seksi. 12. Konjungsi 5 7 57 Yusuf mengambil kuliah jurusan Matematika. Yusuf mengulang mata kuliah Kalkulus Peubah Banyak. Maka kesimpulannya adalah Yusuf mengambil kuliah jurusan Matematika dan mengulang mata kuliah Kalkulus Peubah Banyak.

Bimbel Tes Potensi Akademik (TPA) SNMPTN 2012 by Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com)

Halaman 3

13. Komposisi 57 5< 5 (7 <) Jika saya lulus ujian maka saya akan dibelikan sepeda motor baru. Jika saya lulus ujian maka saya akan senang. Maka kesimpulannya adalah jika saya lulus ujian maka saya akan senang dan dibelikan sepeda motor baru. 14. Teorema De Morgan (5 7) 57 Tidak benar bahwa saya malas dan saya nakal. Maka kesimpulannya adalah saya tidak malas atau saya tidak nakal.

Nah, jadi sekarang adik-adik sudah memiliki dasar logika untuk mengerjakan soal-soal SNMPTN pada bagian Tes Potensi Akademik.

Bimbel Tes Potensi Akademik (TPA) SNMPTN 2012 by Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com)

Halaman 4

SILOGISME KATEGORIAL Silogisme kategorial adalah silogisme yang semua proposisinya berbentuk kategorial. Contohnya: Bila S adalah himpunan subyek, dan P adalah himpunan predikat maka ada empat bentuk kombinasi dari term proposisi: Semua S adalah P. Tidak ada S adalah P. Sebagian S adalah P. Sebagian S bukan P. Proposisi yang mendukung silogisme disebut dengan premis yang kemudian dapat dibedakan menjadi premis mayor (premis yang termnya menjadi predikat), dan premis minor ( premis yang termnya menjadi subjek). Yang menghubungkan diantara kedua premis tersebut adalah term penengah (middle term), dan middle term ini tidak pernah ditulis pada kesimpulan. Contoh: Premis Mayor Premis Minor Kesimpulan : HBCJF AJCKJFD CBCB<TJMFD FP<. : _MFIPF FOFTF AJCKJFD. : _MFIPF CBCB<TJMFD FP<.

Pada contoh diatas bisa term subyeknya adalah FMFIPF, term predikatnya adalah CBCB<TJMFD FP< dan term menengahnya adalah AJCKJFD. PROPOSISI Proposisi adalah pernyataan yang terdiri dari dua term yaitu subyek dan predikat dan dapat dinilai benar atau salahnya. Dalam logika, proposisi hanya bisa benar atau salah, tetapi tidak kedua-duanya. Artinya tidak mungkin setengah benar atau setengah salah. Benar salahnya proposisi tergantung pada hal yang dibicarakan. Jika membicarakan tentang benda alamiah, maka kebenarannya adalah harus sesuai dengan kenyataannya (teori korespondensi), dan jika yang dibicarakan adalah tentang kesepakatan atau persetujuan bersama, maka kebenarannya adalah harus sesuai dengan hasil kesepakatan atau persetujuan tersebut (teori koherensi). Proposisi tersusun dari empat bagian penting, yaitu: Kuantor + Subyek + Kopula + Predikat HBCJF + FLF + FOFTF + TFMP-TFMP HBKFEPFD + IF<UFDF + KJMFD + EJ<J

Dua bagian utama dari proposisi adalah: 1. Term sebagai Subyek : hal yang diterangkan dalam proposisi, berhubungan dengan kuantitas proposisi. Ada dua jenis subjek: a. Subyek universal : mencakup semua yang dimaksud oleh subyek. Subyek universal ini disertai dengan kuantor universal. b. Subyek partikular : mencakup hanya sebagian dari keseluruhan yang disebutkan oleh subyek. Subyek partikular ini disertai dengan kuantor eksistensial. 2. Term sebagai Predikat : hal yang menerangkan dalam proposisi, berhubungan dengan kualitas proposisi. Ada dua jenis predikat: a. Predikat afirmatif : sifat mengiyakan hubungan antara predikat dengan subyek. negatif, b. Predikat negatif mengingkari adanya hubungan antara predikat dengan subyek atau meniadakan hubungan subyek dengan predikat.
Bimbel Tes Potensi Akademik (TPA) SNMPTN 2012 by Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com) Halaman 5

Dua bagian lain yang menyertai proposisi: 3. Kopula : hal yang mengungkapkan hubungan antara subyek dan predikat. Kata yang biasa digunakan sebagai kopula adalah, ialah, bukan, tidak. Kopula kadang dituliskan dalam kalimat, kadang tersembunyi, tetapi harus selalu ditulis bila mengingkarkan. 4. Kuantor : pembilang yang menunjukkan lingkungan yang dimaksud oleh subjek. Ada dua jenis kuantor: a. Kuantor Universal : berlaku untuk semua anggota himpunan. Kata yang sering digunakan adalah semua atau setiap. b. Kuantor Eksistensial : berlaku untuk setidaknya ada satu anggota himpunan. Kata yang sering digunakan adalah ada, sebagian, beberapa, atau sementara. JENIS PROPOSISI Apabila proposisi dilihat berdasarkan hubungan antara kuantitas pada term subyek dan kualitas pada term predikat, maka proposisi dapat dibedakan menjadi tujuh buah proposisi seperti yang terlihat pada diagram di bawah ini: Ekuivalen Afirmatif Implikasi Universal Negatif Proposisi Inklusif Afirmatif Implikasi Partikular Inklusif Negatif Implikasi Eksklusif

Bimbel Tes Potensi Akademik (TPA) SNMPTN 2012 by Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com)

Halaman 6

1. Proposisi Universal Afirmatif Semua S adalah P a. Proposisi Universal Afirmatif Ekuivalen Semua S adalah P Semua P adalah S Contoh: HBCJF CFDJIPF FOFTF KB<KJOFLF. Diagram Venn:
Subyek : Manusia

Predikat : Berbudaya

Sehingga interpretasi contoh kalimat tersebut bisa diperluas menjadi: 1. HBCJF CFDJIPF FOFTF KB<KJOFLF 2. HBCJF LFDE KB<KJOFLF FOFTF CFDJIPF

b. Proposisi Universal Afirmatif Implikasi Semua S adalah P Sebagian P bukan S Contoh: HBCJF CFDJIPF FOFTF cP5AFFD dJFD. Diagram Venn:
Subyek : Manusia

Predikat : Ciptaan Tuhan

TIPS: Diagram Venn di atas memiliki tiga daerah yaitu: 1. Semua warna merah ada di dalam warna biru. 2. Sebagian warna biru terletak di daerah bukan merah. 3. Warna biru ternyata tidak hanya terletak di daerah berwarna merah.

Sehingga interpretasi kalimat contoh tersebut bisa diperluas menjadi: 1. HBCJF CFDJIPF FOFTF cP5AFFD dJFD. 2. HBKFEPFD cP5AFFD dJFD KJMFD CFDJIPF. 3. fP5AFFD CFDJIPF KJMFD FDLF CFDJIPF

Bimbel Tes Potensi Akademik (TPA) SNMPTN 2012 by Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com)

Halaman 7

2. Proposisi Universal Negatif Tidak seperti proporsi yang lain, proposisi Universal Negatif hanya memiliki satu bentuk eksklusif yaitu Proposisi Universal Negatif Eksklusif. a. Proposisi Universal Negatif Eksklusif Semua S bukan P Contoh: HBCJF CFDJIPF FOFTF KJMFD MFCKPDE. Diagram Venn:
Subyek : Manusia

Predikat : Kambing

TIPS: TIPS Diagram Venn di atas memiliki dua daerah: 1. Semua warna merah tidak terletak di warna biru. 2. Semua warna biru tidak terletak di warna merah.

Sehingga interpretasi kalimat contoh tersebut bisa diperluas menjadi: 1. HBCJF CFDJIPF KJMFD MFCKPDE. 2. HBCJF MFCKPDE KJMFD CFDJIPF.

3. Proposisi Partikular Afirmatif Sebagian S adalah P a. Proposisi Partikular Afirmatif Inklusif Sebagian S adalah P Sebagian P adalah S Contoh: HBKFEPFD g<FDE hDOgDBIPF FOFTF MBAJ<JDFD FIPDE. Diagram Venn:
Subyek : Orang Indonesia

Predikat : Keturunan Asing

TIPS: Diagram Venn di atas memiliki empat daerah:

1. 2. 3. 4.

Sebagian merah berada di biru. Sebagian biru berada di merah. Sebagian merah tidak berada di daerah biru. Sebagian biru tidak berada di daerah merah.

Sehingga interpretasi kalimat contoh tersebut bisa diperluas menjadi: 1. HBKFEPFD g<FDE hDOgDBIPF FOFTF MBAJ<JDFD FIPDE. 2. HBKFEPFD MBAJ<JDFD FIPDE FOFTF g<FDE hDOgDBIPF. 3. HBKFEPFD g<FDE hDOgDBIPF KJMFD MBAJ<JDFD FIPDE. 4. HBKFEPFD MBAJ<JDFD FIPDE KJMFD g<FDE hDOgDBIPF.

Bimbel Tes Potensi Akademik (TPA) SNMPTN 2012 by Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com)

Halaman 8

b. Proposisi Partikular Afirmatif Implikasi Sebagian P adalah S Sebagian P bukan S Contoh: HBKFEPFD FDEEgAF iNj FOFTF FDEEgAF ?Nj. Diagram Venn:
Subyek : Anggota MPR

Predikat : Anggota DPR

TIPS: Diagram Venn di atas memiliki tiga daerah yaitu: 1. Sebagian warna biru terletak di daerah merah. 2. Sebagian warna biru terletak di daerah bukan merah. 3. Semua warna merah terletak di daerah biru.

Sehingga interpretasi kalimat contoh tersebut bisa diperluas menjadi: 1. HBKFEPFD FDEEgAF iNj FOFTF FDEEgAF ?Nj. 2. HBKFEPFD FDEEgAF iNj FOFTF KJMFD FDEEgAF ?Nj. 3. HBCJF FDEEgAF ?Nj FOFTF FDEEgAF iNj.

4. Proposisi Partikular Negatif Sebagian S bukan P Proposisi a. Proposisi Partikular Negatif Inklusif Contoh: HBKFEPFD IF<UFDF JMJC KJMFD FTP 5gTPAPM. Sebagian S bukan P Sebagian P bukan S Diagram Venn:
Subyek : Sarjana hukum

Predikat : Ahli politik

TIPS: Diagram Venn di atas memiliki empat daerah:

1. 2. 3. 4.

Sebagian merah tidak berada di daerah biru. Sebagian biru tidak berada di daerah merah. Sebagian merah berada di daerah biru. Sebagian biru berada di daerah merah.

Sehingga interpretasi kalimat contoh tersebut bisa diperluas menjadi: 1. HBKFEPFD IF<UFDF JMJC KJMFD FTP 5gTPAPM. 2. HBKFEPFD FTP 5gTPAPM KJMFD IF<UFDF JMJC. 3. HBKFEPFD IF<UFDF JMJC FOFTF FTP 5gTPAPM. 4. HBKFEPFD FTP 5gTPAPM FOFTF IF<UFDF JMJC.

Bimbel Tes Potensi Akademik (TPA) SNMPTN 2012 by Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com)

Halaman 9

b. Proposisi Partikular Negatif Implikasi Contoh: HBKFEPFD CFDJIPF KJMFD g<FDE hDOgDBIPF. Sebagian P bukan S Semua S adalah P Diagram Venn:
Subyek : Orang Indonesia

Predikat : Manusia

TIPS: Diagram Venn di atas memiliki dua daerah yaitu: 1. Sebagian warna biru terletak di daerah bukan merah. 2. Semua warna merah terletak di daerah biru.

Sehingga interpretasi kalimat contoh tersebut bisa diperluas menjadi: 1. HBKFEPFD CFDJIPF KJMFD g<FDE hDOgDBIPF. 2. HBCJF g<FDE hDOgDBIPF FOFTF CFDJIPF.

Bimbel Tes Potensi Akademik (TPA) SNMPTN 2012 by Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com)

Halaman 10

TIPS SUPERKILAT Cara mudah untuk memahami bentuk silogisme kategorial ini adalah dijelaskan pada langkahlangkah di bawah: 1. Kenali bentuk dasar dari silogisme kategorial. Silogisme kategorial terdiri dari 3 bagian yaitu premis mayor (premis yang termnya menjadi predikat dari kesimpulan), dan premis minor ( premis yang termnya menjadi subjek kesimpulan). Yang menghubungkan diantara kedua premis tersebut adalah term penengah (middle term), dan middle term ini tidak pernah ditulis pada kesimpulan. Contoh: Premis Mayor Premis Minor Kesimpulan : HBCJF AJCKJFD CBCB<TJMFD FP<. : _MFIPF FOFTF AJCKJFD. : _MFIPF CBCB<TJMFD FP<.

Pada contoh di atas bisa dilihat bahwa term mayor dan predikat dari kesimpulan adalah CBCB<TJMFD FP<, term minor dan subyek dari kesimpulan adalah FMFIPF dan term menengahnya adalah AJCKJFD yang menghubungkan antara premis mayor dan premis minor. masing2. Bayangkan masing-masing term sebagai sebuah kategori. Misalkan term AJCKJFD, adalah kategori yang menyusun semua yang bisa didefinisikan sebagai tumbuhan. masing3. Pahami masing-masing premis sebagai kombinasi dari empat bentuk berikut: B. Semua/Sebagian/Tidak ada + A + adalah/bukan + B. Ada empat bentuk kombinasi dari term proposisi: a. b. c. d. Universal afirmatif (dilambangkan A): Semua S adalah P. Universal negatif (dilambangkan E): Tidak ada S adalah P. Partikular afirmatif (dilambangkan I): Sebagian S adalah P. Partikular negatif (dilambangkan O): Sebagian S bukan P.

4. Tentukan bentuk silogisme yang muncul. Jika dilihat dari letak term menengah, apakah menjadi subyek atau predikat pada premis, maka silogisme dikelompokkan menjadi 4: a. Premis Mayor Premis Minor Kesimpulan b. Premis Mayor Premis Minor Kesimpulan c. Premis Mayor Premis Minor Kesimpulan d. Premis Mayor Premis Minor Kesimpulan : ?N : H? : HN : N? : H? : HN : ?N : ?H : HN : N? : ?H : HN

Bimbel Tes Potensi Akademik (TPA) SNMPTN 2012 by Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com)

Halaman 11

5. Tentukan apakah silogisme tersebut valid atau tidak. Dengan mengkombinasikan 4 kemungkinan variasi (A, E, I, O) untuk masing-masing bagian, 3 bagian (premis mayor, premis minor, kesimpulan), dan empat variasi posisi. Secara keseluruhan terdapat 256 bentuk kemungkinan dari silogisme. Namun dari kombinasi 256 bentuk tersebut hanya 19 bentuk saja yang valid. Bentuk silogisme yang valid tersebut ditulis dalam jembatan kata-kata seperti berikut ini: a. Bentuk pertama, hanya memiliki 4 bentuk yang valid: Barbara, Celarent, Darii Ferio a a a ea e ii, io. a ii e io 1. Barbara: AAA-1
HBCJF KJ<JDE FOFTF BkFD. HBCJF CB<5FAP FOFTF KJ<JDE. lFOP, IBCJF CB<5FAP FOFTF BkFD.

2. Celarent: EAE-1
dPOFM FOF IPIkF H?_ NB<UJFDEFD LFDE CBDcJ<P. HBCJF LFDE OPAFDEMF5 5gTPIP FOFTF IPIkF H?_ NB<UJFDEFD. lFOP, APOFM FOF LFDE OPAFDEMF5 5gTPIP FOFTF 5BDcJ<P.

3. Darii: AII-1
HBCJF IPIkF H?_ _DAF<PMIF ABTF TJTJI JUPFD DFIPgDFT. HBKFEPFD LFDE CBDcg<FA-cg<BA IB<FEFC FOFTF IPIkF H?_ _DAF<PMIF. lFOP, IBKFEPFD LFDE CBDcg<BA-cg<BA IB<FEFC ABTF TJTJI JUPFD.

4. Ferio: EIO-1
dPOFM FOF Mg<J5Ag< LFDE PDEPD CFIJM 5BDUF<F. mBKB<F5F FDEEgAF iNj FOFTF Mg<J5Ag<. lFOP, KBKB<F5F FDEEgAF iNj APOFM PDEPD CFIJM 5BDUF<F.

b. Bentuk kedua, hanya memiliki 4 bentuk yang valid: Cesare, Camestres, Festino, Baroco. e a e a e e e i o a o o 1. Cesare: EAE-2
dPOFM FOF LFDE ABTF OPngDPI IBKBTJC OP IPOFDE OP 5BDEFOPTFD. HBCJF AB<g<PI KgC mFTP KBTJC OPIPOFDE OP 5BDEFOPTFD. lFOP, APOFM FOF AB<g<PI mgC mFTP LFDE ABTF OPngDPI.

2. Camestres: AEE-2
HBCJF AB<g<PI KgC mFTP ABTF OPIPOFDE OP 5BDEFOPTFD. dPOFM FOF Mg<J5Ag< LFDE ABTF OPIPOFDE OP 5BDEFOPTFD. lFOP, APOFM FOF Mg<J5Ag< CB<J5FMFD AB<g<PI KgC mFTP.

3. Festino: EIO-2
dPOFM FOF CFMFDFD cB5FA IFUP LFDE CBDLBFAMFD. mBKB<F5F CFIFMFD gABT CBDLBFAMFD. lFOP, KBKB<F5F CFIFMFD gABT FOFTF KJMFD CFMFDFD cB5FA IFUP.

4. Baroco: AOO-2
HBCJF CFILF<FMFA CBCJIJP OBDEFD APDOFMFD Mg<J5IP. mBKB<F5F FDEEgAF iNj CBTFMJMFD APDOFMFD Mg<J5IP. lFOP, KBKB<F5F FDEEgAF iNj APOFM OPCJIJP CFILF<FMFA.

Bimbel Tes Potensi Akademik (TPA) SNMPTN 2012 by Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com)

Halaman 12

c. Bentuk ketiga, hanya memiliki 6 bentuk yang valid: Darapti, Disamis, Datisi, Felapton, Bocardo, Ferison. a a i i a i ai i ea o o a o e i o 1. Darapti: AAI-3
HBCJF 5BCFPD ?FDcBIAB< fPAL KB<UFKFA AFDEFD OBDEFD kFIPA. HBCJF 5BCFPD ?FDcBIAB< fPAL CBCFMFP IB5FAJ KP<J. lFOP, IBKFEPFD LFDE CBCFMFP IB5FAJ KP<J KB<UFKFA AFDEFD OBDEFD kFIPA

2. Disamis: IAI-3
HBKFEPFD KJMJ OP o<FCBOPF PDpg<CFAPp. HBCJF KJMJ OP o<FCBOPF AB<AFAF <F5P. lFOP, IBKFEPFD KJMJ LFDE AB<AFAF <F5P FOFTF PDpg<CFAPp.

3. Datisi: AII-3
HBCJF 5BTFJA FOFTF 5B<BDFDE. HBKFEPFD 5BTFJA FOFTF 5BDLBTFC. lFOP, IBKFEPFD 5BDLBTFC FOFTF 5B<BDFDE.

4. Felapton: EAO-3
dPOFM FOF JTF< LFDE BDFM JDAJM OPCFMFD. HBCJF JTF< FOFTF BkFD. lFOP, KBKB<F5F BkFD APOFM BDFM JDAJM OPCFMFD.

5. Bocardo: OAO-3
mBKB<F5F KJMJ APOFM KB<CFDpFFA. HBCJF KJMJ FOFTF IJCKB< PTCJ. lFOP, KBKB<F5F IJCKB< PTCJ APOFM KB<CFDpFFA.

6. Ferison: EIO-3
dFM IFAJ5JD IPIkF LFDE KgTB CBCFIJMP EJOFDE. HBCJF IPIkF FOFTF kF<EF IBMgTF. lFOP, KBKB<F5F kF<EF IBMgTF APOFM KgTB CBCFIJMP EJOFDE.

d. Bentuk keempat, hanya mimiliki 5 bentuk yang valid: Bramantip, Camenes, Dimaris, Fesapo, Fresison. a a i a e e i a i e a o e i o 1. Bramantip: AAI-4
HBCJF OFEPDE KFKP F<FC OPCFMFD. HBCJF LFDE F<FC OPCFMFD F<JI OPPDOF<P. lFOP, KBKB<F5F LFDE F<JI OPPDOF<P FOFTF OFEPDE KFKP.

2. Camenes: AEE-4
HBCJF LFDE FOP< FOFTF kPIFAFkFD _JIA<FTPF. dPOFM FOF kPIFAFkFD _JIA<FTPF LFDE 5BDLFDLP. lFOP, APOFM FOF 5BDLFDLP LFDE FOP<.

3. Dimaris: IAI-4
mBKB<F5F IF<UFDF JMJC FOFTF 5BDEFcF<F. HBCJF 5BDEFcF<F FOFTF CFP< KB<KPcF<F, lFOP, KBKB<F5F LFDE CFP< KB<KPcF<F FOFTF IF<UFDF JMJC.

4. Fesapo: EAO-4
dPOFM FOF CFMFDFD BDFM LFDE E<FAPI. HBCJF FT LFDE E<FAPI KFDLFM OPIJMFP g<FDE. lFOP, KBKB<F5F FT LFDE KFDLFM OPIJMFP g<FDE FOFTF KJMFD CFMFDFD BDFM.

5. Fresison: EIO-4
dPOFM FOF FDUPDE CB<J5FMFD KJ<JDE. HBCJF KJ<JDE FOFTF BkFD 5BTPF<FFD. lFOP, IBKFEPFD BkFD 5BTPF<FFD FOFTF KJMFD FDUPDE.

Bimbel Tes Potensi Akademik (TPA) SNMPTN 2012 by Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com)

Halaman 13

HUKUM PENARIKAN KESIMPULAN SILOGISME KATEGORIK 1. Silogisme harus terdiri dari 3 term, yaitu Subyek, Predikat dan Term Menengah. 2. Term penengah (M) tidak terdapat pada kesimpulan. 3. Jika dalam salah satu premis terdapat proposisi partikular, maka kesimpulannya juga merupakan proposisi partikular. Contoh:
HBCJF LFDE FTFT OPCFMFD CBDLBFAMFD. HBKFEPFD CFMFDFD APOFM CBDLBFAMFD. ?FMF, IBKFEPFD CFMFDFD APOFM FTFT.

4. Jika salah satu premis merupakan proposisi negatif, maka kesimpulannya juga harus merupakan proposisi negatif. Contoh:
HBCJF APDOFM Mg<J5IP APOFM OPIJMFP g<FDE. HBKFEPFD 5BUFKFA CBTFMJMFD APDOFMFD Mg<J5IP. ?FMF, IBKFEPFD 5BUFKFA APOFM OPIBDFDEP.

5. Jika kedua premis merupakan proposisi partikular, maka kesimpulan yang diambil adalah tidak sah karena kebenarannya tidak pasti. Contoh:
HBKFEPFD g<FDE MFLF FOFTF 5BTPA. HBKFEPFD 5BOFEFDE FOFTF g<FDE MFLF. ?FMF, IBKFEPFD 5BOFEFDE FOFTF 5BTPA????? (Belum tentu benar)

6. Jika kedua premis merupakan proposisi negatif, maka tidak dapat diambil kesimpulannya. Contoh:
dPOFM FOF CFTPDE LFDE CFJ OPAFDEMF5. _DOP KJMFD CFTPDE. (Tidak bisa ditarik kesimpulan)

7. Jika salah satu premis adalah proposisi partikular dan premis lain adalah proposisi negatif, maka tidak dapat ditarik kesimpulan. Contoh:
HBKFEPFD CJ<PO CBDEB<UFMFD Nj. ?J<PO MBTFI r APOFM CBDEB<UFMFD Nj. (Tidak bisa ditarik kesimpulan)

8. Term predikat pada kesimpulan harus konsisten dengan term predikat yang ada pada premis. Jika tidak, kesimpulannya menjadi salah. Contoh:
SFCKgUF FOFTF KJDEF. ?FkF< KJMFDTF SFCKgUF. ?FkF< KJMFDTF KJDEF. (Term predikat pada kesimpulan merupakan proposisi negatif, sedangkan pada premismerupakan proposisi positif)

9. Term penengah harus bermakna sala, baik di dalam premis mayor ataupun minor. Jika term menengah bermakna ganda, maka kesimpulannya salah. Contoh:
mJTFD CB<J5FMFD KBDOF TFDEPA. _5<PT FOFTF KJTFD. _5<PT FOFTF KBDOF TFDEPA????? (Bulan pada premis mayor adalah nama salah satu benda langit, sedangkan bulan pada premis minor adalah salah satu nama bulan dalam satu tahun)

Untuk download TRIK dan TIPS SUPERKILAT SNMPTN 2012 yang lain jangan lupa untuk mengunjungi http://pak-anang.blogspot.com/?spref=tpasnmptn2012. Terimakasih, Pak Anang.
Bimbel Tes Potensi Akademik (TPA) SNMPTN 2012 by Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com) Halaman 14

Anda mungkin juga menyukai