Anda di halaman 1dari 5

Penyelesaian Audit / Tanggung Jawab Sesudah Audit Banyak aspek-aspek pengujian audit intern dari materi-materi sebelumnya dijelaskan

oleh kelompok lain,dan kelompok kami (kelompok 10) akan membahas mengenai dua bagian tambahan penting yang berkaitan dengan audit laporan keuangan. Pertama ditujukan pada penyelesaian audit. Prosedur yang dilaksanakan dalam aktivitas ini mempunyai beberapa karateristik yang berbeda yaitu : (1) prosedur itu tidak bersangkutan dengan siklus transaksi atau akun-akun spesifik, (2) prosedur itu dilaksanakan sesudah tanggal neraca, (3) prosedur itu melibatkan banyak pertimbangan subyektif mempunyai pengalaman yang luas dengan klien. Dalam menyelesaikan audit, auditor seringkali menghadapi kendala waktu yang ketat,terutama ketika klien berusahamendapatkan tanggal yang paling cepat untuk penerbitan laporan audit. Meskipun waktu bukan merupakan mitra bagi auditor, namun auditor harus memanfaatkan waktu tersebut untuk membuat pertimbangan professional yang baik dan menyatakan pendapat yang tepat dalam situasi bersangkutan. Dalam makalah kami ini akan dibahas tiga kategori dalam menyeleesaikan auditnya yaitu: (1) menyelesaikan pekerjaan lapangan (2) mengevaluasi temuan (3) berkomunikasi dengan klien. Setelah auditor menjelaskan aktivitas-aktivitas yang terlibat dalam penyelesaian audit, kemudian harus diberikan pertimbangan pada tanggung jawab auditor setelah audit. Tanggung jawab ini bersangkutan dengan peristiwa yang terjadi sesudah tanggal laporan auditor. 1. MENYELESAIKAN PEKERJAAN LAPANGAN Prosedur-prosedur yang harus dilakukan : Melakukan review atas peristiwa kemudian Membaca notulen rapat Mendapatkan bukti mengenai litigasi, klaim,dan penilaian Mendapatkan surat representasi klien oleh auditor, dan (4) prosedur itu biasana\ya dilaksanakan oleh manajer audit atau anggota senior lainnya dari tim audit yang

Melaksanakan prosedur analitis

Melakukan Review Atas Peristiwa Kemudian Tanggung jawab auditor untuk menilai kewajaran laporan keuangan klien tidak

terbatas pada pemeriksaan atas peristiwa dan transaksi yang terjadi hingga tanggal neraca. SAS 1, codification of statement on auditing standars (AU 560, Susequent Events), menyatakan bahwa auditor juga mempunyai tanggung jawab spesifik atas peristiwa dan transaksi yang (1) mempunyai pengaruh material terhadap laporan keuangan, dan (2) terjadi sesudah tanggal neraca tetapi sebelum penerbitan laporan keuangan serta laporan auditor, dan perisitiwa-peristiwa ini dikenal sebagai peristiwa kemudian.

Jenis peristiwa AU 560.03 dan .05 menunjukkakn bahwa ada dua jenis peristiwa kemudian : Peristiwa kemudian jenis 1 memberikan bukti tambahan berkenaan dengan

kondisi yang ada pada tanggal neraca dan mempengaruhi estimasi yang inheren dalam proses penyusunan laporan keuangan. Peristiwa kemudian jenis 2 memberikan bukti tambahan berkenaan dengan kondisi yang ada pada tanggal neraca tetapi muncul setelah tanggal itu.

Prosedur Audit dalam Periode Setelah tanggal Neraca

Auditor harus mengindentifikasi dan mengevaluasi peristiwa kemudian sampai tanggal laporan auditor, yang biasanya merupakan akhir dari pekerjaan lapangan,

tanggung jawab ini dapat dilaksanakan dalam dua cara berikut : (1) dengan mewaspadai peristiwa kemudian dalam melaksanakan pengujian substantive akhir tahun seperti pengujian pisah-batas dan mencari kewajiban yang belum tercatat serta (2) dengan melaksanakan prosedur audit yang telah ditetapkan dalam AU 560.12 atau mendekati akhir pekerjaan lapangan.

Pengaruh Terhadap Laporan Auditor

Kelalaian untuk mencatat atau mengungkapkan secara tepat peristiwa kemudian dalam laporan keuangan akan meniumbulkan penyimpangan dari laporan standar auditor. Tergantung pada materialitas, auditor harus menyatakan baik pendapat wajar dengan pengecualian ataupun pendapat tidak wajar karwna laporan keuangan tidak disajikan secara wajar sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum.

2.

MEMBACA NOTULEN RAPAT

Notulen rapat pemegang saham, dewan direksi, dewan komisaris, dan subkomitenya, seperti komite keuangan dan komite audit, dapat memuat hal-hal yang mempunyai signifikansi audit. Pembacaan notulen rapat biasanya dilakukan segera setelah hal itu tersedia, guna memberikan auditor kesempatan maksimum untuk signifikansi auditnya. Pembacaan notulen rapat oleh auditor harus didokumentasikan dalam kertas kerja.

Mendapatkan Bukti Mengenai Litigasi, Klaim, dan Penilaian

FASB dalam SFAS 5, Accounting for Contigencies, mendefinisikan kontinjensi sebagai kondisi, situasi, atau serangkaian situasi yang ada yang melibatkan ketidakpastian mengenai kemungkinan keuntungan (kontijensi keutungan ) atau kerugian (kontijensi kerugian ) yang akan diperoleh apabila satu atau lebih peristiwaq mqsa depan terjadi atau tidak terjadi.

Kepentingan auditor terhadap kewajiban kontinjen tidak terbatas pada penyelesaian audit. Selama pengujian audit dan terutama dalam pencarian kewajiaban yang tidak tercatat, auditor harus waspada terhadap kemungkinan adanya kewajiban kontinjen. Selanjutnya ketika membaca notulen rapat dewan komisaris dan mereview kontrak, auditor harus melihatr situasi yang dapat menunjukkan kontinjensi yang harus diselidiki.

Pertimbangan Audit

SAS 12 Inquiry of a Clients Lawyer Concerning Litigation, Claims, and Assessments (AU 337.04), menyatakan bahwa auditor harus mendapatkan buktibukti tentang:

Eksistensi kondisi, situasi, atau serangkaian situasi yang m,enunjukkan ketidakpastian mengenaikemungkinan terjadinya kerugian pada suatu entitas dari liti]gasi, klaim, dan penilaian ( litigation, claims, and assessments-LCA ).

Periode dimana penyebab yang mendasari tindakan hukum terjadi. Tingkat probabilitas hasil yang tidak menguntungkan. Jumlah atau rentang kerugioan yang potensial.

Karena biasanya LCA berada dalam pengetahuan langsung manajemen, maka auditor harus : (1) melakukan tanya-jawab dan diskusi dengan manajemen tentang arti dari identifikasi atas LCA, (2) mendapatkan dari manajemen suatu uraian dan evaluasi atas LCA yang terjadi pada tanggal neraca, (3) mendapatkan kepastian dari manajemen, lebih baik dalam bentuk tertulis, tentang eksistensi setiap klaim yang belum ditugaskan. Disamping itu auditor harus memeriksa dokumen yang dimiliki klien mengenai LCA, dan informasi mengenai LCA dapat pula diperoleh

dengan membaca notulen rapat dewan komisaris, kontrak, dan perjanjian pinjaman, serta jawaban konfirmasi bank mengenai jaminan pinjaman.