Anda di halaman 1dari 11

HALAMAN PENGESAHAN

Laporan lengkap Praktikum Fisiologi Tumbuhan dengan judul Kurva Sigmoid Pertumbuhan yang disusun oleh : Nama NIM Kelas Kelompok : Muhammad Taufiq Ramli : 101404027 :A :I

telah diperiksa dan dikoreksi oleh Asisten atau Koordinator Asisten maka dinyatakan diterima.

Makassar, Koordinator Asisten

Mei 2012 Asisten

Risna Irawati, S.Pd

Muh. Radhi Ansar NIM. 091404009

Mengetahui Dosen penanggung jawab

Drs. Ismail, M.S. NIP. 131625063

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Pertumbuhan didefinisikan sebagai pertambahan yang tidak dapat dibalikkan dalam ukuran pada sistem biologi. Secara umum pertumbuhan berarti pertambahan ukuran karena organisme multisel tumbuh dari zigot, pertumbuhan itu bukan hanya dalam volume, tapi juga dalam bobot, jumlah sel, banyaknya protoplasma, dan tingkat kerumitan. Pertumbuhan biologis terjadi dengan dua fenomena yang berbeda antara satu sama lain. Pertambahan volume sel dan pertambahan jumlah sel. Pertambahan volume sel merupakan hasil sintesa dan akumulasi protein, sedangkan pertambahan jumlah sel terjadi dengan pembelahan sel. Banyak faktor yang mepengaruhi pertumbuhan di antaranya adalah faktor genetik untuk internal dan faktor eksternal terdiri dari cahaya, kelembapan, suhu, air, dan hormon. Untuk proses perkecambahan banyak di pengaruhi oleh faktor cahaya dan hormon, walaupun faktor yang lain ikut mempengaruhi. Menurut leteratur perkecambahan di pengaruhi oleh hormon auxin, jika melakukan perkecambahan di tempat yang gelap maka akan tumbuh lebih cepat namun bengkok, hal itu disebabkan karena hormon auxin sangat peka terhadap cahaya, jika pertumbuhannya kurang merata. Sedangkan di tempat yang perkecambahan akan terjadi relatif lebih lama, hal itu juga di sebabkan pengaruh hormon auxin yang aktif secara merata ketika terkena cahaya. Sehingga di hasilkan tumbuhan yang normal atau lurus menjulur ke atas. Pertumbuhan merupakan salah satu ciri dari kehidupan tumbuhan. Pertumbuhan pada tanaman dimulai dari biji, kecambah, tanaman muda sampai tanaman dewasa. Pertambahan ukuran pada tanaman dapat diukur dengan satuan hitung. Adapun besarnya pertumbuhan persatuan waktu disebut sebagai laju tumbuh. Laju pertumbuhan ini dapat berubah menurut waktu. Jika kita gambarkan

laju pertumbuhan ini dengan grafik, dengan laju tumbuh pada ordinat dan waktu pada absisa, maka dapat kita peroleh suatu kurva berbentuk S atau biasa kita kenal sebagai kurva sigmoid. Melalui beberapa masalah yang telah dipaparkan dalam latar belakang diatas maka dilakukan praktikum fisiologi tumbuhan dengan judul Kurva sigmoid Pertumbuhan. B. Tujuan Percobaan Praktikum ini bertujuan untuk meneliti laju tumbuh daun sejak dari embrio dalam biji sampai daun mencapai ukuran tetap. C. Manfaat Percobaan Agar Mahasiswa dapat meneliti laju tumbuh daun sejak dari embrio dalam biji sampai daun mencapai ukuran tetap.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


Kurva pertumbuhan berbentuk S (sigmoid) yang ideal yang dihasilkan oleh banyak tumbuhan setahun dan beberapa bagian tertentu dari tumbuhan setahun maupun bertahunan, Pada fase logaritmik ukuran (V) bertambah secara eksponensial sejalan dengan waktu (t). Ini berarti laju kurva pertumbuhan (dV/dt) lambat pada awalnya. Tetapi kemudian meningkat terus. Laju berbanding lurus dengan organisme, semakin besar organisme semakin cepat ia tumbuh. Fase pertumbuhan logaritmik juga menunjukkan sel tunggal. Fase ini adalah fase dimana tumbuhan tumbuh secara lambat dan cenderung singkat. Pada fase linier, pertambahan ukuran berlangsung secara konstan, biasanya pada waktu maksimum selama beberapa waktu lamanya. Laju pertumbuhan ditunjukkan oleh kemiringan yang konstan pada bagian atas kurva tinggi tanaman oleh bagian mendatar kurva laju tumbuh dibagian bawah. Fase senescence ditunjukkan oleh laju pertumbuhan yang menurun saat tumbuhan sudah mencapai kematangan dan mulai menua (Anonim a, 2012). Proses pertumbuhan merupakan hal yang mencirikan suatu perkembangan bagi makhluk hidup; baik manusia, hewan, maupun tumbuhan. Dalam proses pertumbuhan terjadi penambahan dan perubahan volume sel secara signifikan seiring dengan berjalannya waktu dan bertambahnya umur tanaman. Proses pertumbuhan menunjukkan suatu perubahan dan dapat dinyatakan dalam bentuk kurva/diagram pertumbuhan. Laju pertumbuhan suatu tumbuhan atau bagiannya berubah menurut waktu. Oleh karena itu, bila laju tumbuh digambarkan dengan suatu grafik, dengan laju tumbuh ordinat dan waktu pada absisi, maka grafik itu merupakan suatu kurva berbentuk huruf S atau kurva sigmoid. Kurva sigmoid ini berlaku bagi tumbuhan lengkap, bagian-bagiannya ataupun sel-selnya (Anonim b, 2012). Pola pertumbuhan tegakan antara lain dapat dinyatakan dalam bentuk kurva pertumbuhan yang merupakan hubungan fungsional antara sifat tertentu tegakan ,

antara lain volume , tinggi, bidang dasar, biomassa dan diameter dengan umur tegakan . Bentuk kurva pertumbuhan tegaan yang ideal akan mengikuti bentuk ideal bagi pertumbuhan organisme ( termasuk tumbuh tumbuhan ) , yaitu berbentuk kurva sigmoid . Bidwel (1979 ) menyatakan bahwa bentuk umum kurva pertumbuhan umum kumulatif tumbuh tumbuhan akan memiliki tiga tahap yaitu tahap pertumbuhan eksponensial , tahap pertumbuhan mendekati linear dan pertumbuhan yang asimptotis. Bentuk kurva pertumbuhan menurut Bidwell (1979 )ini sebenernya merupakan suatu rincian dari bentuk kurva sigmoid yang dicirikan oleh adanya titik belok dan garis asimtot dari kurva (Latifah, 2009). Kecepatan pertumbuhan secara perlahan akan mengalami penurunan dan perlambatan. dijelaskan bahwa setelah fase perlambatan atau penurunan kecepatan pertumbuhan, kenaikan berat tubuh akan didominasi oleh peningkatan deposisi lemak yang terjadi pada kira-kira sepertiga dari berat akhir. Bentuk sigmoid memberikan penjelasan bahwa umur tidak menyebabkan peningkatan berat tubuh, tetapi memberi kesempatan kepada ternak untuk tumbuh, mencapai dewasa dan berinteraksi dengan lingkungan (Kurniawan, 2008). Salah satu ciri kehidupan tumbuhan adalah bahwa tumbuhan itu mengalami proses tumbuh. Tumbuh adalah pertambahan volume yang tidak dapat balik. Besarnya pertumbuhan persatuan waktu disebut laju tumbuh. Laju tumbuh suatu tumbuhan atau bagiannya berubah menurut waktu, oleh karena itu bila laju tumbuh digambarkan dengan satuan grafit, dengan laju tumbuh pada ordinat dan waktu pada absisa, maka grafik itu merupakan suatu kurva berbentuk S atau kurva sigmoid. Kurva sigmoid berguna bagi para ahli dalam melakukan penelitian lebih lanjut tentang tumbuh dan perkembangan tumbuhan, karen itu menunjukkan tahapan perkembangan (Ismail, 2012).

BAB III METODE PRAKTIKUM

A. Waktu dan Tempat Hari/Tanggal Waktu Tempat B. Alat dan Bahan 1. Alat: a. Pot tanam b. Mistar c. Gelas plastik 2. Bahan: a. Biji kacang tanah (Arachis hypogea) b. Tanah subur c. Air kran C. Prosedur Kerja 1. Menyiapkan semua alat dan bahan yang dibutuhkan. 2. Merendam 50 biji kacang merah selama 2-3 jam dalam gelas plastik. 3. Memilih 30 biji kacang merah yang baik untuk percobaan ini. 4. Mengupas 3 biji dan membuka kotiledonnya, mengukur panjang daun pada embrionya dengan mistar, menghitung nilai rata-ratanya. 5. Menanam 27 biji lainnya dalam pot, menyiram 2 kali sehari secara teratur dan merawatnya dengan baik selama 2 minggu. 6. Mengadakan pengamatan berupa: a. Mengukur panjang daun dan petiolnya (daun pertama yang merupakan sepasang daun tunggal) pada umur 3, 5, 7, 10, dan 14 hari. : Kamis, 10 Mei 2012 Kamis, 24 Mei 2012 : Pukul 11.40 s.d. 14.00 WITA : Rumah Praktikan

b. Pengukuran daun pada 3 dan 5 hari, dilakukan dengan menggali tanah. Setiap pengukuran dilakukan terhadap 3 tanaman. Jangan menggunakan biji-biji yang tidak berkecambah. c. Pengukuran selabjutnya dilakukan tanpa memotong kecambah tanaman. Menggunakan selalu 3 tanaman yang sama untuk pengukuran lanjutan ini. 7. Membuat grafik dengan panjang rata-rata daun (termasuk petiolnya) sebagai ordinat dan waktu pengukuran (umur tanaman).

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Pengamatan Tabel Hasil Pengukuran Panjang Tanaman (Arachis hypogea) Hari keDaun 0 3 5
7 10

Panjang Tanaman (Arachis hypogea) dalam cm 1


petiol 0,2 0,3 0,4 0,4 0,6

2 Daun 0,3 0,9 2,7


4,8 5,9 Petiol 0,2 0,4 0,4 0,5 0,7

3 Daun 0,4 1,4 2,6


3,9 4,8 Petiol 0,2 0,3 0,5 0,7 0,7

Rata-rata Daun 0,09 1,1 2,5


4,3 5,3 Petiol 0 0,2 0,3 0,4 0,5 0,6

0,4 1,1 2,2


4,2 5,3

14

5,7

6,8

6,3

6,2

B. Grafik Pertumbuhan
8 7 Panjang Tanaman (cm) 6 5 4 3 2 1 0 0.09 0 0 1.1 0.2 3 0.3 5 0.4 7 0.5 10 0.6 14 2.5 4.3 Panjang daun Panjang Petolus 5.3

Kurva Sigmoid Pertumbuhan


6.2

Hari Pertumbuhan

C. Pembahasan Pada percobaan ini menggunakan kacang tanah (Arachis hypogea) yang bertujuan untuk mengamati daun dari embrio dalam biji sampai mencapai ukuran tetap pada tanaman tersebut. Biji yang digunakan adalah sebanyak 30 biji di mana 3 biji dikupas kulitnya dan dibuka kotiledonnya, kemudian diukur panjang embrionya. Lalu dihitung panjang rata-ratanya. Hal ini dilakukan sesuai dengan tujuan yaitu untuk mengamati daun dari embrio. Dari hasil pengukuran diperoleh panjang rata-rata embrio bakal daun yaitu 0.09 cm Dan akan semakin meningkat pada panjang daun pada hari ke 14 yaitu sampai 6,2 cm, sedangkan unutk petiolus nya juga mengalami peningkatan daari 0,2 cm hingga 0,6 cm. Berdasarkan hasil percobaan yang telah dilakukan maka dapat diperoleh hasil pengamatan pada kurva yang dibentuk dari rata-rata panjang daun dan petiolusnya Setelah melakukan pengamatan tersebut didapatkan kurva yang berbentuk huruf S yang berarti bahwa pengamatan sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa pertumbuhan tanaman jika dibuatkan kurva akan berbentuk huruf S. Hal ini disebabkan karena pada pengamatan terakhir daunnya mencapai ukuran tetap (belum mengalami fase penuaan) walaupun laju pertumbuhan tanaman meningkat sehingga kurvanya menunjukkan kurva berbentuk S. Tumbuhan dalam pertumbuhannya mengalami tiga fase pertumbuhan yaitu fase logaritmik, fase linier, dan fase penuaan. Proses pertumbuhan ini dipengaruhi bebrapa faktor internal seperti gen dan hormon pertumbuhan dan faktor eksternal seperti cahaya, nutrisi, air, kelembaban, dan sebagainya. Menurut Anonim b, 2012. Adanya perbedaan panjang daun dari masingmasing tanaman ini disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu: 1. Kualitas biji Kacang merah Phaseolus vulgaris 2. Sulitnya pematahan dormansi 3. Kurangnya unsur hara dalam tanah 4. Kurangnya penyiraman atau pemberian air terhadap tanaman

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan Dari hasil pengamatan yang diperoleh pada percobaan ini dapat disimpulkan bahwa laju tumbuh daun sejak embrio dalam biji kacang tanah Arachis hypogea, samapai mencapai mencapai ukuran tetap didapatkan kurva yang berbentuk S yang menunjukkan kesesuaian dengan teori yang menyatakan bahwa pertumbuhan tanaman jika dibuatkan kurva akan berbentuk huruf S. B. Saran 1. Kepada Laboran diharapkan agar ketersediaan bahan praktikum diperhatikan dengan baik 2. Kepada Asisten agar sekiranya dapat mengatur praktikum sedemikian mungkin agar tidak ada praktikum di luar lingkungan kampus ataupun laboratorium 3. Kepada Praktikan diharapkan agar dapat berperan aktif dalam praktikum

DAFTAR PUSTAKA
Anonim a, 2012. Kurva sigmoid.http://.wordpress.com/2009/12/08/kurva-sigmoid/. Diakses pada tanggal 25 Mei 2012. Anonim b, 2012. Laporan praktikum Kurva Sigmoid. http://scribd.com. Diakses pada tanggal 25 Mei 2012. Ismail, 2012. Penuntun Praktikum Fisiologi Tumbuhan. UNM : Makassar Kurniawan, 2008. Kurva Sigmoid. IPB : Bogor. Latifah, siti. 2009. Tinjauan Konseptual Model pertumbuhan. USU : Medan.

Anda mungkin juga menyukai