Anda di halaman 1dari 7

TUGAS MAKALAH MANAJEMEN KUALITAS PERANGKAT LUNAK

Nama NIM Jurusan Mata Kuliah Pengampu

: Muhammad Khoerul Huda : 26 208 0208 : Teknik Informatika : Manajemen Kualitas Perangkat Lunak : Moch. Taufiq ST, MIT.

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG 2011

DAFTAR ISI COVER ............................................................................................................ 1 DAFTAR ISI.....................................................................................................2 MANAJEMEN KUALITAS PERANGKAT LUNAK ....................................3 1. 2. 3. 4. 5. Perangkat Lunak yang Berkualitas.......................................................3 Mencapai Software yang Berkualitas...................................................3 Melibatkan Software Testing................................................................4 Security Testing....................................................................................5 Dokumentasi Perangkat Lunak.............................................................6

MANAJEMEN KUALITAS PERANGKAT LUNAK 1. Perangkat Lunak yang Berkualitas Kualitas suatu perangkat lunak sangatlah penting dimengerti oleh para developer software karena inilah kunci untuk menarik perhatian end user atau pengguna agar mereka menjadi mengetahui bagaimana seluk beluk atau apa saja manfaat atau kemudahan yang ada di dalam perangkat lunak yang dibuat oleh seorang developer. Sebuah perangkat lunak dikatakan mempunyai kualitas yang baik dan mumpuni untuk digunakan oleh user apabila memenuhi beberapa kriteria di bawah ini : Software tersebut mudah penggunaan, artinya user atau si pengguna tidak akan mempunyai kesulitan yang berarti saat ia memakai software, sehingga kesalahan fatal yang tidak diinginkan dapat dihindari. GUI, Graphical User Interface, suatu software dikatakan mempunyai kualitas yang bagus adalah jika tampilannya cukup interaktif, ergonomis, maupun dinamis sehingga memudahkan para pengguna dan tidak membingungkan untuk dipakai. Software harus layak pakai, artinya perangkat lunak tersebut memang layak untuk digunakan dalam komputasi sehari-hari dan tidak kadaluarsa atau ketinggalan zaman. Intinya sebuah software harus selalu up to date agar nantinya bug (kesalahan) program dapat diminimalisir dengan perbaikan tersebut. Dalam hal ini peran developer atau pembuat software sangat berpengaruh. 2. Mencapai Software yang Berkualitas Di sini ada beberapa tips dan trik yang dapat kita gunakan untuk membangun atau membuat software yang mempunyai kehandalan dan berkualitas.

Seorang developer atau software engineer juga harus paham dan mengerti faktorfaktor yang diperlukan untuk membangun suatu software yang baik. Cohesion (Kohesi) Yang dimaksud dengan kohesi dalam pembuatan suatu software adalah saat dimana seorang diveloper untuk fokus dalam proyek pengerjaannya, agar tidak terjadi kesalahan data yang tidak relevan saat melakukan listing program. Complexity Kompleksitas kode, sebagaimana seorang software engineer harus memahami kekomplekan aplikasi yang ia buat, dengan kompleks-nya listing tersebut dapat pula dipecahkan menjadi beberapa fungsi atau modul-modul yang mudah dimengerti. Extensibility ekstensibilitas atau dalam bahasa Indonesia dapat pula diartikan sebagai suatu kemungkinan software agar nantinya dapat dilanjutkan pengerjaannya walaupun sebenarnya project software tersebut telah berakhir. Extensibility inilah yang dimaksud dengan maintainability perangkat lunak untuk dikembangkan agar lebih baik. Scalability Kemungkinan berapa lama kah perangkat lunak yang dibuat nanti dapat digunakan oleh end user atau instansi yang memerlukan, seiring dengan perkembangan zaman dan juga bertambahnya kebutuhan fasilitas perangkat lunak agar dapat menunjang suatu instansi terkait, Reliability Meminimalisir terjadinya bug atau error program. Pada intinya, realibility adalah bagaimana perangkat tersebut dapat berjalan secara ideal walaupun dalam situasi komputer sedang terserang masalah atau virus. Security Jelas sekali maksudnya bahwa perangkat lunak harus dibangun dengan mengedepankan keamanan data atau proteksi dari hal-hal yang tidak diinginkan oleh end-user.

Understandibility Perangkat lunak yang baik adalah kode atau listing program mudah dimengerti dan tidak carut marut. Oleh karena itu, developer harus memahami setiap langkah saat ia mengetik programnya Usability Yang terakhir ini merupakan faktor penting, artinya seberapa mudah perangkat lunak yang developer buat itu digunakan untuk keperluan end user? Mungkin dengan mengedepankan GUI yang bagus, ditambahkan help (bantuan) penggunaan software yang akan membantu kualitas sebuah software.

3. Melibatkan Software Testing Software testing adalah kegiatan mutlak yang harus dilakukan oleh seorang developer guna memperoleh sebuah perangkat lunak yang handal dan dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya. Tanpa software testing ini, akan menjadi tidak mungkin software tersebut bisa dikatakan layak guna, karena pengetesan inilah yang membantu developer mengetahui kesalahan program yang terselip. Menurut wikipedia (2011), software testing atau pengujian perangkat lunak merupakan suatu investigasi yang dilakukan untuk mendapat informasi mengenai produk (perangkat lunak) atau layanan yang sedang diuji (under test). Pengujian seperti ini juga memberikan pandangan mengenai perangkat lunak secara obyektif dan independen, yang bermanfaat untuk operasional bisnis untuk memahami tingkat resiko pada implementasinya. Teknik-teknik pengujian mencakup, namun tidak terbatas pada, proses mengeksekusi suatu bagian program atau keseluruhan aplikasi dengan tujuan untuk menemukan bug perangkat lunak. Pengujian perangkat lunak juga merupakan proses untuk memvalidasi dan memverifikasi bahwa suatu produk telah memenuhi beberapa syarat seperti: memenuhi kebutuhan bisnis dan teknis yang dipadu dengan desain dan pengembangannya,

berjalan sesuai harapan, dan dapat diimplementasikan (dikembangkan) dengan karakteristik atau ciri yang sama. Pengetesan suatu perangkat lunak biasanya diberlakukan seusai

pengkodean program tersebut, dengan demikian metodologinya dapat diatur dengan bentuk yang diadopsi. Berikut adalah beberapa metode yang biasa dilakukan untuk melakukan software testing, White Box Testing, dilakukan dengan cara mengetes atau mengecek seluruh struktur data internal maupun algoritma pemrograman yang telah diterapkan. Black Box Testing, dilakukan dengan memperlakukan atau mengetes jalannya perangkat lunak tanpa perlu melihat bagian internal atau kode program tersebut. Grey Box Testing, penggabungan dua cara yaitu White dan Black Testing.

4. Security Testing Pengujian keamanan atau bahasa bekennya Security Testing merupakan sebuah proses untuk menentukan bahwa pengaman data yang berada bagian dari sistem informasi dan sistem keamanan pada suatu perangkat lunak bekerja sebagaimana mestinya. Ada enam konsep pengujian keamanan yang perlu diketahui oleh para developer atau software engineer diantaranya adalah, kerahasiaan, integritas, otentikasi, ketersediaan, otorisasi dan non-repudiation. Kerahasiaan, maksudnya adalah segala cara untuk melindungi data dari pembeberan informasi kepada pihak yang tidak berwenang Integritas, suatu ukuran yang membuktikan bahwa informasi yang didapat memang benar-benar dari sumber yang dipercaya. Ketersediaan, Menjamin bahwa data dan informasi memang telah tersedia dan siap untuk digunakan, informasi juga harus tersedia setiap saat ketika dibutuhkan.

Security testing adalah adalah sebuah cara pengamanan yang dilakukan dengan berbagai cara namun mempunyai satu tujuan pasti, yaitu mengamankan data atau pun informasi perangkat lunak yang cukup penting. 5. Dokumentasi Perangkat Lunak Dokumentasi perangkat lunak merupakan berbagai penjelasan yang berhubungan dengan cara kerja perangkat lunak tersebut maupun bagaimana cara menggunakannya. Dokumentasi seperti ini akan mempermudah pengembang untuk melakukan analisa dan perubahan sistem jika suatu saat memang dibutuhkan. Dokumentasi juga merupakan faktor penting dari rekayasa perangkat lunak. Jenis dokumentasi software meliputi: Requirements, statemen atau laporan yang mengidentifikasi atribut, kemampuan, karakteristik atau kualitas suatu sistem. Dan inilah dasar pengimplementasian suatu perangkat lunak. Arsitektur / Design, tinjauan software yang berhubungan dengan tampilan antar muka, lingkungan, maupun desain dari komponen perangkat lunak bersangkutan Technical, dokumentasi yang berkaitan dengan kode, algoritma dan API. End User, merupakan dokumentasi manual (help) bagi para pengguna sistem maupun staf-staf yang bersangkutan. Marketing, adalah cara memasarkan produk perangkat lunak dan menganalisa permintaan pasar.