Anda di halaman 1dari 20

Status pernikahan

: sudah menikah

ANAMNESA Diambil dari autoanamnesis Ny. E pada tanggal 15 september 2012. Keluhan utama : sariawan disekitar kemaluan sejak 5 hari.

Sariawan sekitar kemaluan dirasakan gatal, perih dan panas sejak 5 hari yang lalu. Pasien mengatakan sariawan yang sama tidak terdapat pada suami dan pernah terjadi sebelumnya. Pasien mengatakan memiliki riwayat sering menggunaan toilet umum. Nyeri berkemih juga dirasakan pasien. Bercak putih pada celana dalam disangkal pasien tetapi adanya bercak merah diakui pasien. Pasien juga mengatakan sudah 2 tahun merasakan gatal pada kedua punggung kakinya dekat pergelangan. Gatal dirasakan sangat hebat tanpa disertai adanya nyeri dan baal. Riwayat asma, DM, dan alergi disangkal pasien. Riwayat maag dan darah tinggi diakui pasien.

STATUS GENERALIS Keadaan umum Kesadaran Status gizi Tekanan darah Berat badan Mata Gigi THT : baik : Compos mentis : gizi baik : 140/100 : 73 kg : dalam batas normal : dalam batas normal : dalam batas normal

1

STATUS DERMATOLOGI Distribusi Lokasi Efloresensi

: Regional : daerah kemaluan dan kedua punggung kaki dekat pergelangan :

lesi erosi milier yang menyebar simetrik pada genitalia ekstrena. Lesi berbatas difus dengan skuama dan likenifikasi serta garis-garis kulit yang menonjol pada punggung kaki kanan.

PEMERIKSAAN PENUNJANG Tidak dilakukan
2

gigi bolong. Lesi rekuren Penyebaran lesi secara regional Tidak terdapat indurasi pada perabaan Lesi tidak indolen • • • 2.RESUME Seorang wanita 36 tahun datang dengan keluhan utama sariawan pada sekitar kemaluan sejak 5 hari yang lalu. Dasar lesi berupa erosi. simetrik. Lesi pada sekitar kemaluan menyebar secara regional. Riwayat alergi. • • Terdapat skuama. serta keputihan disangkal pasien. Neurodermatitis sirkumskrip Dasar diagnosis yang mendukung : • Rasa gatal yang berat pada punggung kaki dekat pergelangan selama 2 tahun terakir. dan milier. hiperpigmentasi dan likenifikasi. Pada kaki kanan pasien juga terdapat lesi skuama dan likenifikasi dengan bentuk penggiran lesi tidak tegas dan terdapat garis-garis kulit yang nyata. Nyeri. Herpes genitalis Dasar diagnosis yang mendukung : • • Lesi bersifat erosi simetrik yang terdapat pada genitalia eksterna. DIAGNOSIS Diagnosis Kerja 1. Suami pasien tidak mengalami hal yang sama. Garis kulit menonjol 3 . gatal dan rasa panas terasa sebelum terjadinya sariawan.

A. Ulkus durum pada S1 Dasar diagnosis yang mendukung: • • Lesi yang erosi Lokasi pada genitalia eksterna Dasar diagnosis yang tidak mendukung: • • • • Penyebaran lesi secara regional Ukuran lesi milier Tidak teraba indurasi pada perabaan Lesi tidak indolen B. Herpes zoster Dasar diagnosis yang mendukung: • • Lesi erosi Berukuran milier Dasar diagnosis yang tidak mendukung: • • Lesi simetrik Lesi rekuren 2. Dermatitis numularis Dasar diagnosis yang mendukung: • Lesi kronik dan berulang 4 .• Batas lesi tegas Diagnosis Banding 1.

Neurodermatitis • • Triamsinolon asetonid 0.9% lalu gentian violet 1% Asiklovir tab 3x400mg/hari Amoksilin tab 3x500mg/hari Kontrol setelah 5 hari • B.5% CTM tab 3x4mg/hari PROGNOSIS Herpes genitalis : ad bonam Neurodermatitis : ad bonam 5 . Herpes genitalis rekuren • • • • NaCl 0.• • • Gatal amat sangat Lokasi lesi pada punggung kaki dekat pergelangan Batas lesi tegas Dasar diagnosis yang tidak mendukung: • • Garis kulit menonjol Tidak ada riwayat atopi atau pun fokal infeksi PENATALAKSANAAN A.

ditandai dengan timbulnya vesikula (vesikel = peninggian kulit berbatas tegas dengan diameter 6 . yang disebabkan oleh Virus Herpes Simplex (terutama HSV=Herpes Simplex Virus type II).LAMPIRAN HERPES GENITALIS DEFINISI Herpes Genitali adalah infeksi akut (STD=sexually transmitted disease) dan berulang.

misalnya demam. demam stress fisik atau emosi. Sebagian besar herpes genitalis disebabkan oleh HSV-2. walaupun ada juga yang disebabkan oleh HSV-1 yang terjadi akibat adanya hubungan kelamin secara orogenital. Kelainan klinis yang dapat dijumpai berupa vesikel yang berkelompok diatas kulit yang sembab dan eritematosa. 7 . serta penularan melalui tangan. Pada wanita ada laporan yang mengatakan bahwa 80% infeksi VHS pada genitalia ektrena disertai infeksi pada serviks. ETIOLOGI DAN PREDILEKSI Herpes simpleks disebabkan oleh herpes simplex virus (HSV). bergerombol di atas dasar kulit yang berwarna kemerahan. kira-kira 3 minggu dan sering disertai gejala sistemik. gangguan pencernaan. malese dan dapat ditemukan pembengkakan kelenjar getah bening regional. berisi cairan jernih dan kemudian menjadi seropurulen. yaitu HSV-1 yang umumnya menyerang bagian badan dari pinggang ke atas sampai di sekitar mulut (herpes simpleks labialis). alergi makanan dan obat-obatan serta sebagian kasus tidak diketahui penyebabnya. dan HSV-2 yang menyerang bagian pinggang ke bawah. Kadang-kadang dapat timbul infeksi sekunder sehingga memberikan gambaran yang kurang jelas. HSV sendiri dibedakan menjadi dua jenis.kurang dari 1 cm dan dapat pecah menimbulkan erosi kayak koreng kecil) pada permukaan mukosa kulit (mukokutaneus). dapat menjadi krusta dan kadang-kadang mengalami ulcerasi yang dangkal. Pada perabaan tidak terdapat indurasi. Beberapa keadan yang menyebabkan berulangnya herpes genitalis antara lain trauma/koitus. biasanya sembuh tanpa sikatrik. FAKTOR PENCETUS Herpes genitalis merupakan penyakit kulit yang berulang. sinar UV. GEJALA KLINIS Infeksi Primer Infeksi primer berlangsung lebih lama dan lebih berat. atau yang dalam bahasa sehari-hari disebut dengan oral seks.

Tes ini cepat tapi akurat 50-70% dari waktu. tetapi VHS dapat ditemukan dalam keadaan tidak aktif dalam ganglion drsalis. DIAGNOSIS Diagnosis biasanya berdasarkan klinis yaitu adanya multi erosi di mukosa dengan rasa nyeri yang hebat. mengorek dari lesiherpes kemudian menggunakan pewarnaan Wright dan Giemsa.10 hariuntuk melakukannya. jika ada. Pemeriksaan sitologik Untuk perubahan sel dari infeksi herpes virus tidak sensitive dan tidak spesifik baik menggunakan pemeriksaan Tzank (lesi genital) danapusan serviks Papanicolaou dan tidak dapat diandalkan untuk diagnosis konklusif infeksi herpes simpleks. Episode Rekuren VHS yang menjadi aktif sehingga menimbulkan gejala klinis. idealnya 3 haroi pertama manifestasi. Jika infeksi parah. Pembantu diagnostic digunakan pada kasus-kasus tertentu Diagnosis laboratorium 1. akan bereproduksi dalam sampel cairan namun mungkin berlangsung selama 1 . Pada pemeriksaanditemukan sel raksasa khusus dengan banyak nukleus atau partikel khusus yangmembawa virus (inklusi) mengindikasikan infeksi herpes. tapi mempercepat jangka waktu selama tes ini 8 . Hal ini tidak dapat membedakan antara jenis virus atau antara herpessimpleks dan herpes zoster Tes kultur virus dilakukan dengan mengambil sampel cairan. Gejala klinis yang timbul lebih ringan dari pada infeksi primer dan berlangsung kira-kira 7-10 hari. pengujian teknologi dapat mempersingkat periode ini sampai 24 jam. Sering ditemukan gejala prodromal local sebelum timbul vesikel berupa rasa panas. Jenis yang lebih tua dari pengujian virologi. dan nyeri.Fase Laten Fase ini berari pada penderita tidak ditemukan gejala klinis. gatal. Virus. sedini mungkin. Episode rekuren ini dapat timbul ditempat yang sama (loco) atau tempat lainnya ( non loco). tes Pap Tzanck.

Tes sangat akuratdalam mendeteksi kedua jenis virus herpes simpleks. Tes ini mendeteksiHSV-2 saja.PCR dapat membuat banyak salinan DNA virussehingga bahkan sejumlah kecil DNA dalam sampel dapat dideteksi. Keunggulan utamanya adalah bahwa hanya membutuhkan tusukan jari dan hasil yang disediakan dalam waktu kurang dari 10 menit. Meskipun glikoprotein (GG) jenis tes-spesifik telah tersedia sejak tahun 1999. 3. dan C D C merekomendasikan tes ini untuk mendeteksi herpes dalam cairan serebrospinal ketikamendiagnosa herpes ensefalitis . CDC merekomendasikan hanya tipe-spesifik glikoprotein (GG) tes untuk diagnosis herpes. Pemeriksaan serologi yang paling akurat bila diberikan 12-16 minggu setelah terpapar virus. Fitur tes meliputi: • • ELISA (immunosorbent assay enzim-link ) atau Immunoblot. lesi berulang. 9 . Tes PCR Yang jauh lebih akurat daripada kultur virus. Tes tes antibodi terhadap dua protein yang berbeda yang berkaitan dengan virusherpes yaitu Glikoprotein GG-1 dikaitkan dengan HSV-1 dan Glikoprotein GG-2 berhubungan dengan HSV-2. Tes serologi Dapat mengidentifikasi antibodi yang spesifik untuk virus dan jenis. Hal ini jugalebih murah. tetapi tidak bekerja dengan baik untuk luka ulserasi tua. Kultur virus sangat akurat jika lesi masih dalamtahap blister jelas. Adanya antibodi terhadap herpes jugamenunjukkan bahwa seseorang adalah pembawa virus dan mungkin mengirimkankepada orang lain. 2. sistem kekebalan tubuh tersebut menghasilkanantibodi spesifik untuk melawan infeksi. Biokit HSV-2 (juga dipasarkan sebagai SureVue HSV-2). Pada tahap ini virus mungkin tidak cukup aktif. banyak tes khusus nontipe tua masih di pasar. Herpes Simplex Virus 1 (HSV-1) atau Virus Herpes Simpleks 2 (HSV-2). Ketikaherpes virus menginfeksi seseorang. atau latency.mungkinmembuat hasil yang kurang akurat.

memakan waktu lama. sering bermanifestasi sebagai ulkus dengan eksudatabu-abu kekuningan diatas dasar jaringan granulasi.• Western Blot Test adalah standar emas untuk peneliti dengan tingkat akurasisebesar 99%. Tes ini mahal. Ulkus kecil. diatasnya hanya tampak serum. Yangkhas ialah ulkus tersebut indolen dan teraba indurasi. Ulkus tersebut biasanya bulat. Ulkus Mole Chancroid adalah penyakit infeksi menular ulseratif akut yang disebabkan olehorganisme Haemophilus ducreyi. Konfirmasi infeksi pada orang yang memiliki gejala yang terlihat herpesgenital. dan tidak tersedia secaraluas sebagaimana tes lainnya. UlkusDurum Chancre (ulkus durum) sifilis biasanya muncul sebagai lesi tunggal yang tidak menyakitkan dan tidak berulang. Menentukan jika pasangan seseorang didiagnosa menderita herpes genital. dasarnya ialah jaringan granulasi berwarna merah dan bersih. lunak pada perabaan. 2. Orang-orang yang memiliki banyak pasangan seks dan yang perlu diuji untuk berbagai jenis PMS (Penyakit Menular Seksual) • • DIFERENSIAL DIAGNOSIS 1. Tes serologi herpes terutama dianjurkan untuk: • • Orang yang memiliki gejala genital berulang tapi tidak ada kultur virus negatif.tidak terdapat 10 .

11 . sering bergaung dan dikelilingi halo yang eritematosa. PENATALAKSANAAN Edukasi Pasien dengan herpes genital harus dinasehati untuk menghindari hubungan seksual selama gejala muncul dan selama 1 sampai 2 hari setelahnya dan menggunakan kondom antara perjangkitan gejala.yaitu Acyclovir. pinggir tidak rata. Tiga agen oral yang akhir-akhir ini diresepkan.indurasi. berbentuk cawan. Famciclovir. Ketiga obat ini mencegah multiplikasivirus dan memperpendek lama erupsi. Agen Antiviral Pengobatan dapat mengurangi secara simptom. dan Valacyclovir. yang mengurangi n ye r i dan ketidak n y a m a n a n cepat berhubungan dengan p e r j a n g k i t a n . s e r t a d a p a t mempercepat waktu penyembuhan.

m e s k i p u n j u g a p e m b e r i a n y a n g t e r l a m b a t j u g a d i l a p o r k a n m a s i h e f e k t i f d a l a m mengurangi gejala serta membatasi perluasan daerah lesi. • Herpes simpleks kronis. Disseminated herpes simpleks. Staphylococcus. Ini biasanya karena Staph. Idealnya.Topikal dapat diberikan Penciclovir krim 1% (tiap 2 jam selama 4 hari) atau Acyclovir krim 5% (5 kalisehari selama 5 hari). diantaranya: • • Infeksi bakteri sekunder. biasa terjadi pada penderita HIV 12 . krim ini digunakan 1 jam setelah munculnya gejala. KOMPLIKASI Komplikasi jarang tetapi dapat serius. merupakan infeksi virus herpes yang menyebar berupa yg terjadi pada bayi baru lahir atau imunosupresif pasien.

pengbatan dengan imunosupressanyang lama. sirkumskrip. hipertiroidia. Infeksi dini yang segera diobatimempunyai prognosis lebih baik. Terapi anti virus efektif menurunkan manifestasi klinis herpes genitalis NEURODERMATITIS SIRKUMSKRIPTA Merupakan peradangan kulit kronis.penyakit dengan tumor di system retikuloendoteial. Eosinofil berisi protein X dan rotein kationik yang dapat menimbulkan granulasi sel mas. • Karsinoma leher rahim.• Herpes ensefalitis. ditandai dengan kulit tebal dan garis kulit tampak lebih menonjol (likenifikasi) menyerupai kulit batang kayu. yang merupakan faktor predisposis PROGNOSIS Kematian oleh infeksi HSV jarang terjadi. Ini lebih umum pada wanita dengan bukti serologi infeksi herpes simpleks tipe 2. gigitan serangga. gatal. Hipotesis mengenai pruritus bias karena kondisi yang mendasari. menyebabkan infeksi ini dapat menyebar ke alat-alat dalam dan fatal. akibat gosokan atau garukan yang berulangkarena berbagai rangsang pruritogenik. limfima Hodgkin. dan aspek sikologis dengan tekanan emosi. misalnya gagal ginjal kronik. misalnya penyakit. ETIOPATOGENESIS Pruritus memaninkan peran dalam timbulnya pola reaksi kulit berupa likenifikasi dan prurigo nodularis.Prognosis akan lebih baik seiring dengan meningkatnya usia seperti pada orangdewasa. Pada orang dengan gangguan imunitas. tidak selalu disertai dengan lesi kulit. sedangkan infeksi rekuren hanya dapat dibatasifrekuensi kambuhnya. Pada prurigi nodularis jumlah eosinofil meningkat. obstruksi saluran empedu. penyakit kulit seperti dermatitis atopic. Jumlah sel langerhans juga bertambah banyak. dermatitis kontak alergi. Saraf yang berisi CGRP 13 . Herpes ensefalitis Ini adalah komplikasi serius herpessimpleks.

Gatal juga dapat bertambah parah pada saat terjadi stress psikologis. pada awalnya berupa plak eritematosa. atau sporadik. likenifikasi dan ekskoriasi. tetapi tidak pada dermatitis sirkuskripta. biasanya pada waktu tidak sibuk. Neurodermatitis dirkumskripta tidak biasa terjadi pada anak-anak. Keparahan gatal dapat diperburuk dengan berkeringat. Lesi biasanya tunggal. jumlahnya di dermis bertambah pada prurigo nodularis. lutut. Lesi biasanya multiple berukuran mulai dari beberapa millimeter sampai 2 cm. Ekspresi factor p75 pada membrane sel Schwan dan sel perineurum meningkat. permukaan mengalami erosi tertutup krusta dan skuama. Pada dermatitis sirkumskripta. Menggosok dan menggaruk mungkin disengaja dengan tujuan menggantikan sensasi gatal dan nyeri. Letak lesi dapat timbul dimana saja. bahan imunoreaktif. sedikit edematosa. Variasi klinis dari dermatitis sirkumskripta dapat berupa prurigo nodularis. skrotum. lengan bagian ekstensor. atau dapat secara tidak sengaja yang terjadi pada waktu tidur. Gatal bias paroksismal. SP dan CGRP melepaskan histamine dari sel mas yang selanjutnya akan memicu pruritus.(calcitonin gene-related peptide) dan SP (substance P). batas dengan kulit normal tidak jelas. tetapi pada usia dewasa keatas. Gambaran klinis dipengaruhi juga dengan lokasi dan lamanya lesi. lambat laun edema dan eritema menghilang. terus-menerus. bagian tengan berskuama dan menebal. suhu atau iritasi dari pakaian. DIAGNOSIS Gatal yang berat merupakan gejala dari dermatitis sirkumskripta. Wanita lebih sering menderita dari pada laki-laki. setelah luka. perianal. tengkuk. puncak insiden pada usia antara 30-50 tahun. bila timbul malam hari dapat mengganggu tidur. pergelangan kaki bagian depan. vulva. baru hilang rasa gatalnya untuk sementara (karena diganti dengan rasa nyeri). bilak muncul sulit ditahan untuk tidak digaruk. Rasa gatal memang tidak terus menerus. paha bagian medial. dan punggung kaki.. lambat laun menjadi keras dan berwarna lebih gelap (hiperpigmentasi). pubis. tungkai bawah lateral. mengkin ini menghasilkan hyperplasia neural. akibat garukan atau korekan tangan penderita yang berulang pada suatu tempat. GEJALA KLINIS Penderita mengeluh gatal sekali. penggosokan dan penggarukan yang berulang menyebabkan terjadinya likenifikasi (penebalan kulit dengan garis-garis kulit semakin terlihat) plak yang 14 . Lesi berupa nodul berbentuk kubah. akhirnya hiperpigmentasi. samping leher. Penderita merasa enak setelah digaruk. tetapi yang biasa ditemukan ialah di sklap.

tetapi normal pada neurodermatitis nonatopik. Kadar immunoglobulin E dapat meningkat pada neurodermatitis yang atopik. sekitarya hiperpigmentasi. Daerah genital yang sering terkena adalah labia mayora pada wanita dan skrotum pada laki-laki. hanya satu plak yang tampak. elechtroporesis serum. dimana ditemukan garis ulserasi punctata 15 . tes zat besi serum. dan region anogenital. Bisa juga dilakukan pemeriksaan potassium hydroksida pada pasien liken simpleks genital untuk mengeleminasi tinea cruris. Papilomatosis kadang-kadang ditemukan. Ekskoriasi. dan foto dada. maka pemeriksaan hitung darah harus dilakukan. Biasanya. eksremitas ekstensor. tes kemampuan pengikatan zat besi (iron binding capacity). Histopatologi Pemeriksaan histopatologi untuk menegakkan diagnosis neurodermatitis sirkumskripta adalah menunjukkan proliferasi dari sel schwann dimana dapat membuat infiltrasi selular yang cukup besar. tetapi vesikulasi tidak ditemukan. satu studi mengemukakan bahwa 25 pasien dengan neurodermatitis sirkumskripta positif terhadap patch test. hipergranulosis dan perluasan dari papillo dermis. Tetapi walaupun begitu. Pada pasien non atopi. Pada pasien dengan eczema atopi. Bagian tengah berskuama dan menebal. Spongiosis bisa ditemukan. batas dengan kulit normal tidak jelas.berbatas tegas dengan ekskoriasis. intervensi kulit lebih berlikenifikasi dan serotik. lambat laun edema dan eritema menghilang. sedikit edematosa. Juga ditemukan neural hyperplasia. juga dilakukan tes fungsi ginjal dan hati. tengkuk leher (terutama pada wanita) pergelangan kaki. tes fungsi tiroid. Didapatkan adanya hiperkeratosis dengan area yang parakeratosis. Tempat yang biasa terjadi liken simpleks kronik adalah kulit kepala. tana kutaneus dari penyakit sistemik atau limfadenopati dapat terjadi PEMERIKSAAN PENUNJANG Tes Laboratorium Pada pemeriksaan laboratorium tidak ada tes yang spesifik untuk neurodermatitis sirkumskripta. Pada dermatitis atopik dan mikosis fungiodes bisa terjadi likenefikasi generalisata oleh sebab itu merupakan indikasi untuk melakukan patch test. namun dapat melibatkan lebih dari satu tempat. Pada pasien dengan pruritus generalisata yang kronik yang diduga disebabkan oleh gangguan metabolik dan gangguan hematologi. akantosis dengan pemanjangan rete ridges yang irregular.

Getal yang diderita amat sangan sehingga terjadi penggarukan oleh pasien. Fibrin dan neutrofil bisa ditemukan. Berhubungan erat dengan keaktifan glandula sebasea.karena adanya jaringan nekrotik bagian superficial papillary dermis. Lesi lama dapat menjadi likenifikasi dan skuama. Penyebabnya belum diketahui secara pasti.skuama yang kasar. berskuama. • Liken Planus Lesi yang pruritis. disertai fenomena tetesan lilin. berwarna putih keperakan. genitalia dan membrane mukus. walaupun keduanya biasanya ditemukan pada penyakit dermatosis yang lain. auspitz dan kobner. erupsi popular yang dikarakteritikkan dengan warna kemerahan berbentuk polygonal. berbatas tegas. berlapis-lapis. Pada papillary dermis ditemukan peningkatan jumlah fibroblas. dan aktivasi dari komplemen. Dermatitis ini berhubungan gengan malassezi. Liken planus ditandai dengan papul-papul yang mempunyai warna dan konfigurasi yang khas. Sering ditemukan pada permukaan fleksor dari ekstremital. tetapi beberapa hipotesa telah mendapatkan bahwa penyakit ini bersifat autoimun. wajah an punggung. dan residif. transparan. Biasa terjadi pada bayi umur bulan pertama dan mencapai puncak pada umur 18-40 tahun. • Dermatitis atopi 16 . DIFERENSIAL DIAGNOSIS • Dermatitis numularis Dermatitis dengan lesi berbentuk uang logam dan berbatas tegas. dan berbentuk siku-siku. Mirip dengan reaksi mediasi imunologis. Papul-papul berwarna merah biru. dengan karakteristik plak eritematous. Kelainan kulit terdiri atas eritema dam skuama yang berminyak dan agak kekuningan. batasnya agak kurang tegas. abnormalitas imunologis. Llokasi terbanyak ditemukan didaerah ekstensor. dan kadang berbatas tegas. Lesi berupa papulovesikel biasanya mudah pecah dan basah. • Dermatitis seboroik Dermatitis seboroik merupakan gangguan papuloskuamosa yang terdapat pada daerah kaya sebum seperti kulit kepala. • Plak psoriasis Psoriasis merupakan gangguan peradangan kulit yang kronik.

3.Peradangan kulit kronis yang residif disertai gatal. glukokortikoid topikal atau intralesional. Tidak direkomendasikan untuk kulit yang tipis (vulva. Kelainan kulit berupa papul gatal. memberikan antipruritus. Betamethasone dipropionate cream 0. atau produk-produk tar. Karena lesinya kronik. yang kemudian mengalami ekskoriasi dan likenifikasi. 0. Triamcinolone 0. Steroid potensi kuat digunakan selama 3 minggu pada area kulit yang lebih tebal. Sering berhubungan dengan peningkatan kadar IgE dalam serum dan riwayat atopi pada keluarga atau penderita. 0. Ini dapat dilakukan dengan berbagai cara. Steroid topikal Merupakan pengobatan pilihan karena dapat mengurangi peradangan dan gatal serta perlahan-lahan menghaluskan hiperkeratosisnya. A. 2. seperti memotong kuku pasien.5 % or ointment 17 . dan berskuama atau plak likenifikasi yang gatal PENATALAKSANAAN Penatalaksanaan dari neurodermatitis sirkumskripta secara primer adalah menghindarkan pasien dari kebiasaan menggaruk dan menggosok secara terus-menerus. atau capsaicin. distribusinya di lipatan. steroid potensi sedang dapat digunakan untuk mengobati inflamasi akut. Pentalaksanaannya biasanya lama. Bekerja mengurangi peradangan dengan menekan migrasi leukosit polimorfonuklear dan memeperbaiki permeabilitas kapiler. axilla dan wajah). yang umumnya sering terjadi selama masa bayi dan anak-anak. dan mengobati pasien dengan cryoterapi. Gambaran lesi kulit pada remaja dan dewasa dapat berupa plak papuler. cyproheptadine. eritematosa. 1. Pada lesi yang besar dan aktif. konsultasi psikiatrik.025 %. skrotum. Clobetasol Topical steroid super poten kelas 1: menekan mitosis dan menambah sintesis protein yang mengurangi peradangan dan menyebabakan vasokonstriksi. Untuk peradangan kulit yang berespon baik terhadap steroid.05%.1%.

1 % or 0. Mempuyai sifat imonusupresif dan sifat anti peradangan. 4. termasuk sistem limbik dan pembentukan retikular. Hidroxyzine Reseptor H1 antagonis diperifer. Bekerja mengurangi peradangan dengan menekan migrasi leukosit polimorfonuklear dan memeperbaiki permeabilitas kapiler. Agen anti pruritus Obat oral dapat mengurangi gatal dengan memblokir efek pelepasan histamine secara endogen.reseptor di SSP. Efeknya bisa dimediasi melalui reseptor GABA. Berikatan dengan reseptor. 1. Klonazepam Untuk anxietas yang disertai pruritus. Fluocinolone cream 0. 2. pada ssat pasien tidur. Antihistamin seperti dipenhydramine dan hidroxyzine biasa digunakan. 4.Untuk peradangan kulit yang berespon baik terhadap steroid. Obat oral anti anxietas dan sedasi Obat oral dan anti anxietas dapat dipertimbangkan pada beberapa pasien. pasien merasa tenang atau sedative dan merangsang untuk tidur. Obat topical menstabilisasi membrane neuron dan mencegah inisiasi dan transmisi implus saraf sehingga memberi aksi anestesi lokal. Menurut kebuthan individual. C. B. Gatal berkurang. Dipenhidramin Untuk meringankan gejala pruritus yang disebabkan oleh pelepasan histamine. penatalaksanaan dapat dijadwalkan setiap hari. atau keduanya. Dapat menekan aktifitas histamine diregion subkortikal system sraf pusat. PROGNOSIS 18 . Cholorpheniramine Bekerja sama dengan histamine atau permukaan reseptor H1 pada sel efektor di pembuluh darah dan traktus respiratori. 3.05% Topical kortikosteroid potensi tinggi yang menghambat proliferasi sel. Doxepin dan clonazepam dapat dipertimabangkan pada beberapa kasus.

Pasein juga mengaku memiliki riwayat menggunakan toilet umum. bilateral dan ada yang bergerombol. Penyebab utama dari gatal dapat hilang. Sudah bertahun-tahun pesien merasakan hal tersebut. apabila dalam masa stress atau tekanan emosional yang meningkat.9%. Pengobatan untuk pencegahan pada stadium-stadium awal dapat membantu untuk mengurangi proses likenifikasi. Tidak ada bercak keputihan pada celana pasien tetapi terdapat bercak kemerahan pernah dialami pasien. Rasa gatal dapat diatasi. Dibedakan dengan ulkus sifilis yang memiliki indurasi dan indolen serta lesinya yang soliter. yang diberikan berupa dosis rekuren. likenifikasi yang ringan dan perubahan pigmentasi dapat diatasi setelah dilakukan pengobatan. Pada pemeriksaan fisik didapatkan lesi yang vesikel yang telah pecah menjadi erosi. panas dan juga gatal disekitar kamaluan. Karena luka sudah terbuka diberikan gentian violet sebagai anti inflamasi dengan sebelumnya deibersihkan terlebih dahulu dengan NaCl 0. Untuk membedakannya dengan herpes zoster iyalah lesi herpes zoster yang unilateral sedangkan pada herpes genitalis bersifat bilateral.Prognosis untuk penyakit liken simpleks kronis adalah : - Lesi bisa sembuh dengan sempurna. Pengobatan yang teratur dapat meringankan kondisi pasien. Pengobatan yang diberikan berupa antiviral untuk mencegah kekambuhan. pasien wanita 36 tahun dengan diagnosis herpes genitalis ditegakan melalui anamnesa dan pemeriksaan fisik. atau dapat muncul kembali. apabila ada gangguan psikologis dan apabila ada penyakit lain yang menyertai. Dari anamnesa didapatkan bahwa lesi dirasakan sakit. Untuk menhgondari infeksi sekunder pasien diedukasi untuk tidak cebok dengan menggunakan air mentah/air keran dnatidak menggaruk-garuk daerah lesi. tergantung dari kondisi pasien. Antibiotic juga dapat diberikan untuk mencegah infeksi sekunder karena lesi terbuka. Biasanya prognosis berbeda-beda. Pencegahan pada tahap awal dapat menghambat proses penyakit ini PEMBAHASAN KASUS Pada kasus diatas. Relaps dapat terjadi. Pada kasus diatas pasien juga mengeluhkan rasa gatal yang amat sangan pada punggung kaki kanan. Pada pemeriksaan fisik didapatkan lesi luas pada telapak kaki 19 . Pasien mengatakan bahwa suami pasien tidak mengalami hal yang sama seperti pasien. Untuk menyingkirkan diferendiagnosis dengan ulkus sifilis maka dilakukan perabaan pada lesi. Pasien juga mengatakana bahwa sebelumnya perna muncul satiawan seperti sekarang. Pada herpes genitalis lesi yangdiraba akan tarasa sakit dan dindingnya tidak tegas.

paha dan leher. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Fitzpatrick’s Dermatology in General Medicine. 148-49. Berdasarkan pemeriksaan tersebut diambil diagnosis neurodermatitis sirkumskripta. 15th oct. obat antidepresan dapat diberikan juga mengingan factor pencetus merupakan stress. Soter NA. h. Dalam : Adhi Djuanda.com/dermatology 20th sept. 6.scribd. 38183. Diunduh dari http://www. 20 . Ronny PH. 2003. 5. Jakarta : Fakultas Kedokteran Unversitas Indonesia. 20 september 2012. DAFTAR PUSTAKA 1. John GB. Cited from http://www. Sebagai pengobatannya pasien diedukasi untuk menjahiu faktofaktor pencetus seperti stress. Austen KF. Pengobatan yang diberikan berupa stroid topikal kuat untuk mengurangi peradangan kecuali jika lesi muncul pada daerah perianogenital. New York : Mc.emedicine. Genital Herpes.html 20th sept. Herpes simpleks. terdapat skuama.medscape. 160-162. Wollf K. Graw Hill . 7th ed. Siti aisah. 3. h. 2009. Lichen Simplex Chronicus. Dalam : Adhi Djuanda. Katz SI.dengan pabat tegas. Siti aisah. dan adanya penonjolan garis-garis kulit. Numular Eczema and Lichen Simpleks Chronicus/Prurigo Nodularis in : Freedberg IM. Jakarta : Fakultas Kedokteran Unversitas Indonesia.org/afp/2005/1015/p1527. Sri AS.com/doc/84908754/Herpes-Simplex. Edisi kelima. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Cited from http://www. 2005. Mochtar Hamzah. Suria D. Edisi kelima. Mochtar Hamzah. 2012. 2. 2012. 2009. eds. Mason SH. Eizen AZ. Goldsmith LA.aafp. p. 4. Pengobatan steroid sistemik dan antibiotic oral hanya digunakan pada kasus yang sulit disembuhkan. antihistamin sedative berguna mengurangi rasa gatal.