Anda di halaman 1dari 3

Proses Pemesinan Proses pemesinan adalah proses pemotongan/pembuangan sebagian bahan dengan maksud untuk membentuk produk yang

diinginkan. Proses pemesinan yang biasa dilakukan di industri manufaktur adalah proses penyekrapan (shaping), proses penggurdian (drilling), proses pembubutan (turning), proses penyayatan/frais (milling), proses gergaji (sawing), proses broaching, dan proses gerinda (grinding). Proses pemesinan dibagi menjadi tiga kategori, yaitu; 1. Proses pemotongan (cutting), yaitu proses pemesinan dengan menggunakan pisau pemotongan dengan bentuk geometri tertentu. 2. Proses abrasi (abrasive process), seperti proses gerinda. 3. Proses pemesinan non tradisional yaitu yang dilakukan secara elektirs kimiawi dan dengan bantuan sumber tenaga optik Proses pemesinan seperti proses bubut, pengeboran, frais atau pemesinan baut pada dasarnya merupakan suatu proses pembuangan sebagian bahan benda kerja dimana pada proses pemotongannya akan dihasilkan geram (chip) yang merupakan bagian benda kerja yang akan dibuang. Pahat potong bergerak sepanjang benda kerja dengan kecepatan V dan kedalaman pemotongan Doc. Pergerakan pahat ini mengakibatkan timbulnya geram (chip) yang terbentuk akibat proses pergeseran (shearing) secara kontinu pada bidang geser Variabel-variabel independent yang merupakan faktor yang mempengaruhi proses pemotongan terdiri dari: 1. Bahan pahat potong. 2. Bentuk pahat dan ketajaman pahat. 3. Bahan benda kerja, kondisi bahan dan temperatur pengerjaan. 4. Parameter pemotongan seperti kecepatan potong dan kedalaman pemotongan. 5. Cairan pendingin (cutting fluid) yang digunakan. 6. Karakteristik mesin yang digunakan seperti kekauan (stiffness) dan sistem damping mesin. Sedangkan variabel-variabel yang merupakan akibat dari perubahan variabel-variabel bebas diatas diantaranya adalah: 1. Jenis geram yang dihasilkan. 2. Gaya dan energi yang timbul pada proses pemotongan. 3. Temperatur yang timbul pada benda kerja, geram pada pahat potong. 4. Keausan dan kerusakan pahat potong. 5. Kehalusan permukaan pada benda kerja setelah pemotongan.

COOLANT
Secara umum coolant adalah media pendingin yang digunakan untuk mendinginkan benda kerja dan alat potong pada saat proses permesinan. Digunakan pula untuk melumasi alat potong sehingga memiliki umur pakai yang lebih lama. ADA BEBERAPA MACAM COOLANT YANG SERING DIGUNAKAN: 1. WATER COOLANT Adalah salah satu jenis coolant yang biasanya digunakan dan dikhususkan untuk pengerjaan benda benda yang hanya mengalami proses permesinan (pemotongan) skala kecil, yang sedikit berpengaruh pada material total Misal : Digunakan untuk pengerjaan facing benda dengan material kecil 2. OIL COOLANT

Berkebalikan dengan water coolant, Oil coolant biasanya digunakan untuk pengerjaan benda yang mengalami hard process. Proses permesinan (pemotongan) biasanya berlangsung secara continou dan berefek besar pada material total misal : pengerjaan pada mesin pfauter 3. AIR SPRAY COOLANT Digunakan untuk pengerjaan benda benda yang menghasilkan sisa pemotongan berupa serbuk, biasanya akan menyebabkan kerusakan jika menempel pada bagian mesin yang bergeser. Misal : pengerjaan material brass dan cash 4. WATER AND OIL COOLANT

Digunakan untuk pengerjaan material secara umum. Bisa digunakan untuk proses ringan maupun proses yang berat. Karena campuran antara oli dan air memiliki ketahanan panas yang baik dan ketahanan terhadap karat yang cukup baik. Misal : pengerjaan st.60 pada mesin VG45 5. ETHANOL COOLANT

Masih sangat jarang digunakan dalam proses permesinan, tetapi merupakan coolant yang ideal untuk high speed and micro machining karena viskositas ethanol yang lebih dari oli menjadikan ethanol lebih mudah mengcover bagian yang mengalami proses permesinan. Dikhususkan untuk material non-ferro. Misal: nillon 6. LIQUID ICE COOLANT Merupakan salah satu dari jenis coolant terbaru yang belum banyak digunakan. Sangat mudah larut dalam air, dan cocok digunakan untuk proses metalworking.

cocok untuk berbagai macam mesin mulai dari milling, turning dan juga grinding. Tidak beracun, tidak menyebabkan penyakit, dan tidak menimbulkan bau TIPS MENGGUNAKAN COOLANT YANG BAIK : 1. Gunakan coolant secara teratur. 2. Segeralah mengganti coolant dengan yang baru jika mulai mengeluarkan bau yang tidak sedap. 3. Segeralah ganti coolant dengan yang baru jika viskositas mulai mengental 4. Posisikan coolant tepat pada bagian benda kerja yang bersentuhan langsung dengan cutter.

Anda mungkin juga menyukai