Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN SEMENTARA PRAKTIKUM KOMPUTASI INDUSTRI MODUL OPTIMISASI Linear Programming Studi Kasus Pada Penjualan Minuman di Kantin

Kelompok 8: Gilar Imam Ariyadi Thahir Rozy Nai Pos Pos 10660002 10660042

PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA 2011/2012

ABSTRAK

Program linier adalah teknik penyelesaian riset operasi yang dalam hal ini adalah khusus menyelesaikan masalah-masalah optimasi (memaksimalkan atau meminimumkan) tetapi hanya terbatas pada masalah-masalah yang dapat diubah menjadi fungsi linier. Secara khusus persoalan program linear adalah suatu persoalan untuk menentukan besarnya masing-masing nilai variable (variable pengambilan keputusan) sedemikian rupa sehingga nilai fungsi tujuan dan objektif (objective function) yang linear menjadi optimum (maksimum atau minimum) dengan memperhatikan pembatasan-pembatasan (kendala-kendala) yang ada, yaitu pembatasan ini ini harus dinyatakan dengan ketidaksamaan yang linier (linier inequalities). Dalam studi kasus ini akan menggunakan masalah kecil yang bisa dipecahkan dengan linier programing yaitu pada produksi minuman es teh tawar, es teh manis, dan es jeruk. Dengan linier programing akan diketahui berapa keuntungan maksimal yang didapat dalam menjual minuman tersebut. maka akan diketahui berapa banyak produksi minuman jenis mana yang lebih menguntungkan dengan kondisi bahan baku yang ada. Dimana bahan baku yang disediakan tiap penjualannya adalah sebagai berikut : 2 galon air mineral, 6kg gula pasir, 2 bungkus teh, 2kg jeruk, dan es 1 paket. Dan komposisi tiap minuman beberda, yaitu takaran gula, teh, dan jeruk. Dari bahan tersebut

biasanya akan habis untuk dibuat 80 gelas minuman es yang dijual mulai dari pagi hari sekitar jam 8 sampai menjelang sore sekitar jam 15.00 WIB.

Kata Kunci: Linear Programming, Minuman, Variabel.

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Kantin sebagai tempat penjualan makanan dan minuman yang beragam. banyak berbagai macam produk dijual dalam kantin, mulai dari makanan ringan sampai nasi juga minumannya. Mulai dari minuman instant (marimas, nutrisari, berbagai macam kopi) sampai minuman yang dibuat jika ada pesanan. Perilaku umum konsumen adalah membeli minuman saat membeli makanan seperti halnya konsumen membeli makanan yang pedas pasti akan membutuhkan minuman sebagai penghilang rasa pedasnya. Ada banyak pilihan minuman yang dijual dikantin tersebut tetapi hanya beberapa yang populer saja atau sering dibeli oleh konsumen yaitu es teh tawar, es teh manis, dan es jeruk. Dari ketiga jenis minuman terlaris tersebut perlu dianalisis untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar dibandingkan dengan sebelumnya. Jika telah mengetahui berapa keuntungan maksimal dalam penjualan minuman es tersebut maka akan lebih mudah untuk menambah produksi atau memilih beberapa minuman saja untuk dijual agar mendapatkan untung yang besar. Perhitungan yang dilakukan ini untuk memaksimalkan atau maksimasi produksi es teh tawar, es teh manis dan es jeruk ini juga bermanfaat untuk penjual karena dengan perhitungan ini penjual bisa mengetahui laba yang lebih besar dengan maksimasi. Perhitungan ini juga bisa digunakan pada maksimasi perhitungan lain, hanya pada kasus ini kelompok kami mengambil contoh yang cukup simple untuk mempalajari dan membuat laporan ini yang selanjutnya akan kelompok kami kembangkan lagi untuk perhitungan perhitungan lain yang lebih banyak variabel dan lebih rumit.

1.2 Perumusan Masalah Adapun rumusan masalah yang akan dipecahkan pada studi kasus penjualan minuman ini adalah sebagai berikut: 1. Berapa banyak masing-masing bahan yang diperlukan dalam membuat es teh dan es jeruk agar memperoleh keuntungan yang maksimal? 2. Berapa keuntungan maksimum yang diperoleh kantin dalam menjual minuman es teh dan es jeruk?

1.3 Tujuan Adapun tujuan dalam penelitian tentang pada studi kasus penjualan minuman ini adalah sebagai berikut: 1. Mampu menentukan banyaknya bahan pembuatan minuman yang diperlukan agar memperoleh keuntungan maksimal. 2. Mampu menghitung keuntungan maksimum pada kantin dalam setiap sekali proses produksi minuman.

1.4 Manfaat Adapun manfaat dalam penelitian tentang pada studi kasus penjualan minuman ini adalah sebagai berikut: 1. Mahasiswa dapat membantu pengelola kantin dalam menentukan banyaknya bahan yang diperlukan sekali proses produksi. 2. Mahasiswa mampu menghitung keuntungan maksimal yang diperoleh sekali proses produksi.

1.5 Batasan dan Asumsi 1.5.1 Batasan Adapun batasan-batasan yang kami gunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Penelitian hanya dilakukan pada kantin depan Fakultas Tarbiyah. 1.5.2 Asumsi Adapun asumsi-asumsi yang kami gunakan dalam penelitian pada studi kasus penjualan minuman adalah sebagai berikut: 1. Hasil wawancara tentang produksi minuman sudah dianggap memenuhi standart dan mencakup semuanya. 2. Bahan sudah diasumsikan seperti air 1 galon bisa untuk 40 gelas, 1 Kg gula = 30 sendok, 1 bungkus teh isi 12 teh, 1 teh bisa untuk 3 gelas, 1 Kg jeruk = 15 butir. Es dipecah sampai 150 butir

BAB II LANDASAN TEORI

Secara umum linear programming (program linear) merupakan salah satu teknik penyelesaian riset operasi yang dalam hal ini adalah khusus menyelesaikan masalah-masalah optimasi (memaksimalkan atau meminimumkan) tetapi hanya terbatas pada masalah-masalah yang dapat diubah menjadi fungsi linier. Demikian pula kendala-kendala yang ada juga berbentuk linear. Secara khusus persoalan program linear adalah suatu persoalan untuk menentukan besarnya masingmasing nilai variable (variable pengambilan keputusan) sedemikian rupa sehingga nilai fungsi tujuan dan objektif (objective function) yang linear menjadi optimum (maksimum atau minimum) dengan memperhatikan pembatasan-pembatasan (kendala-kendala) yang ada, yaitu pembatasan ini ini harus dinyatakan dengan ketidaksamaan yang linier (linier inequalities). Suatu persoalan disebut persoalan program linier apabila memenuhi halhal sebagai berikut : 1. Tujuan (Objective) Apa yang menjadi tujuan permasalahan yang dihadapi yang ingin dipecahkan dan dicari jalan keluarnya. Tujuan ini harus jelas dan tegas yang disebut fungsi tujuan. Fungsi tujuan tersebut dapat berupa dampak positif, manfaat-manfaat, atau dampak negatif, kerugiankerugian, resiko-resiko, biaya-biaya, jarak, dan waktu yang ingin diminimumkan. 2. Alternatif Perbandingan Harus ada alternatif yang ingin diperbandingkan, misalnya antara kombinasi waktu tercepat dan biaya tertinggi dengan waktu terlambat dan biaya terendah, atau alternatif padat modal dengan padat karya, proyeksi permintaan tinggi dengan rendah, dan seterusnya. 3. Sumber Daya Sumber daya yang dianalisis harus berada dalam keadaan terbatas. Misalnya keterbatasan tenaga, bahan mentah terbatas, modal terbatas,

ruangan untuk menyimpan barang terbatas, modal terbatas, ruangan untuk menyimpan barang terbatas, dan lain-lain. Pembatasan harus dalam ketidaksamaan linier (linier inequality). Keterbatasan dalam sumber daya tersebut dinamakan sebagai fungsi kendala atau syarat ikatan. 4. Perumusan Kuantitatif Fungsi tujuan dan kendala tersebut harus dapat dirumuskan secara kuantitatif dalam model matematika. 5. Keterikatan Perubah Perubah-perubah yang membentuk fungsi tujuan dan fungsi kendala tersebut harus memiliki hubungan keterikatan atau hubungan fungsional.

BAB III PROFIL PERUSAHAAN

3.1 Profil Kantin Kantin Latansa yang berada didalam kompleks kampus UIN sunan Kalijaga tepatnya berada diantara fakultas Tarbiyah dan parkiran fakultas Sains dan teknologi. Kantin ini termasuk kantin yang kecil tapi sering dikunjungi oleh mahasiswa dari berbagai fakultas, hal ini membuat kantin Latansa menjadi ramai setiap hari, baik untuk makan didalam ataupun diluar kantin. Jadi dalam hal ini kelompok kami mengambil sampel kantin Latansa yang kelompok kami pikir cocok untuk diteliti keuntungannya.

3.2 Proses Produksi Proses produksi untuk tiap minuman es teh tawar, es teh manis, dan es jeruk hampir sama. Pertama untuk membuat es teh tawar diperlukan air, es, dan teh. Untuk membuat es teh manis diperlukan air, es, teh dan gula, sedangkan untuk membuat es jeruk diperlukan air, es, gula, dan jeruk. Untuk es teh manis dan es jeruk campuran gula 2 sendok. Untuk keseluruhan air diperlukan hampir isi volume gelas, dan es sebanyak 3 butir pecahan.

3.3 Sumber Daya dan Kapasitas Produksi Bahan baku yang digunakan untuk memproduksi ketiga produk tersebut tersedia dalam jumlah yang bisa dikatakan terbatas, sehingga kadang-kadang tidak dapat memenuhi permintaan. Bahan baku yang dibutuhkan adalah: 1. Air mineral 2. Gula pasir 3. Es 4. Teh 5. Jeruk 2 galon/jual 6 Kg/jual 1 paket/jual 2 bungkus/jual 2 Kg/jual

Sumber daya terbatas lainnya adalah jam buka kantin mulai dari jam 8 sampai jam 13.00

3.4 Penggunaan Sumber Daya Per Unit Produk Penggunaan Sumber Daya Per Unit Produk adalah sebagai berikut:
Tabel 3.1 Tabel Sumber Daya Per Unit Produk

Bahan Produk Air (Galon) Es teh tawar Es teh manis Es jeruk Kapasitas 1 1 1 80 Gula Pasir 2 0 2 180 Teh 0.3 0.3 0 24 Jeruk 0 0 1 30 Es 3 3 3 150

3.5 Data Histories Permintaan Data Histories Permintaan sejak 3 hari yang lalu adalah sebagai berikut:

Tabel 3.2 Tabel Data Histories Permintaan

Hari Kamis Jumat Sabtu 3.6 Kapasitas Produksi

Gelas Es Teh Tawar 10 17 14 Es Teh Manis 30 32 35 Es Jeruk 40 31 31

Kapasitas produksi untuk tiap orang adalah sebesar 1 hari = 80 gelas.

3.7 Biaya Produksi Biaya bahan baku minuman adalah sebagai berikut:
Tabel 3.3 Tabel Biaya Produksi

Bahan Biaya

Rupiah Air (galon) 4000 Gula Pasir 8.000 Teh 8.000 Jeruk 9.000 Es 8.000

3.8 Kontribusi Margin (dalam Rupiah)

Tabel 3.4 Tabel Kontribusi Margin

Produk Es teh tawar Es teh manis Es jeruk

Bahan Baku 500 650 1.100

Harga Jual 1.000 1.500 2.000

Kont. Margin 500 850 900

BAB IV PENGOLAHAN DATA

4.1 Penentuan Model Penentuan Model pada masalah ini adalah sebagai berikut : Memaksimalkan: ( ) Kendala / Batasan :

4.2 Penentuan Matrik SPL

4.3 Pengolahan Dengan WinQSB

Gambar 4.1 Gambar Langkah Pertama

Gambar 4.1 di atas, kita hanya mengisikan data matriks ke dalam WinQSB untuk diproses selanjutnya. Terdiri dari tiga variable, yaitu es teh tawar, es teh manis, dan es jeruk.

Gambar 4.2 Gambar Langkah Kedua

Pada Gambar 4.2 di atas, masih terdapat nilai Cj-Zj yang bernilai positif. Maka dari itu, perlu dilakukan literasi berikutnya hingga mendapatkan Cj-Zj yang bernilai negative.

Gambar 4.3 Gambar Langkah Ketiga

Pada Gambar 4.3 di atas, masih terdapat nilai Cj-Zj yang bernilai positif. Maka dari itu, perlu dilakukan literasi berikutnya hingga mendapatkan Cj-Zj yang bernilai negative.

Gambar 4.4 Gambar Langkah Keempat

Pada Gambar 4.4, kita sudah mendapatkan Cj-Zj yang bernilai negatif, sehingga kita tidak perlu melakukan literasi berikutnya. Kita langsung bisa melihat hasilnya.

Gambar 4.5 Gambar Langkah Kelima

Gambar 4.5 Gambar Langkah Kelima

Pada Gambar 4.5 di atas merupakan hasil akhir dari pengolahan winQSB, dimana terdapat es teh manis dengan Solution Value sebesar 20 dan Unit Cost sebesar 850. Untuk es jeruk Solution Value sebesar 30 dan unit cost sebesar 900. Jadi memiliki keuntungan sebesar 44.000.

BAB V PEMBAHASAN

Pada penelitian kali ini, kelompok kami mengambil contoh usaha yang bergerak di bidang makanan, dan pada kasus ini kami mengkhususkan kepada produksi air minum (es teh manis, es teh tawar dan es jeruk) yang dijual oleh kantin tersebut. dan untuk itu kami memutuskan untuk meneliti dan menggunakan metode maksimasi ini kepada sebuah kantin yang berada di kompleks kampus UIN Sunan Kalijaga. Kantin ini berada di kompleks kampus UIN Sunan Kalijaga yang tepatnya berada diantara samping Fakultas Tarbiyah dan keguruan dan parkiran Fakultas Sains dan Teknologi. Kantin itu bernama kantin Latansa. Kantin Latansa ramai dikunjungi oleh berbagai kalangan mahasiswa dari berbagai Fakultas. Ramainya kantin Latansa tersebut dikarenakan tempat dari kantin Latansa yang cukup strategis dan memiliki tempat yang luas dan nyaman untuk digunakan sebagai tempat menghabiskan waktu untuk makan dan minum. Setelah mengetahui produk minuman yang dijual oleh kantin Latansa yaitu es teh tawar, es teh manis dan es jeruk maka kelompok kami mulai menghitung laba maksimal yang bisa didapatkan oleh kantin Latansa dari ketiga jenis minuman tersebut dengan menggunakan WinQsb yang dihitung maksimasi, yang menghasilkan hasil perhitungan laba dari ketiga produk minuman itu, yaitu sebesar Rp 44.000,00.Mengenai bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat ketiga minuman tersebut dibutuhkan air putih 2 galon, es batu 1 paket, gula 6 kilogram, teh 2 bungkus dan jeruk 2 kilogram. Dan berdasarkan hasil perhitungan dan bahanbahan yang sudah disebutkan tadi maka dapat didapatkan keuntungan maksimal dari hasil perhitungan yang menggunakan WinQsb tadi.

BAB VI PENUTUP

6.1 Kesimpulan Dari Penelitian yang sudah kami lakukan, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : 1. Untuk memperoleh keuntungan yang maksimal, maka usaha penjualan minuman harus mengutamakan pembuatan es jeruk yang memiliki keuntungan tinggi. Dengan bahan-bahan yang harus disediakan sekali proses produksi adalah sebagai berikut: a. Air 50 gelas b. Gula 100 sendok c. Teh 20 d. Jeruk 30 butir e. Es sebanyak 150 butir 2. Keuntungan maksimal yang diperoleh pada usaha penjualan minuman sekali jual adalah Rp. 44.000,-

6.2

Saran Adapun saran yang dapat kami berikan kepada pengusaha minuman adalah sebagai berikut : 1. Sebaiknya usaha minuman memfokuskan pada penjualan es jeruk, karena laba yang diperoleh es jeruk paling tinggi, tapi juga harus memproduksi es teh juga. Karena konsumen memiliki bermacam keinginan yang dipesan. 2. Bahan yang digunakan untuk sekali produksi, harus benar-benar dipertimbangkan secara matang agar tidak terjadi adanya sisa bahan, sehingga tidak terjadi pemborosan dana.

DAFTAR PUSTAKA

Farihah, Tutik, & Husna, Siti. (2011). Modul Praktikum Komputasi Industri. Yogyakarta : Prodi Teknik Industri Husna, Siti. (2010). Optimisasi. Yogyakarta: Prodi Teknik Industri.