Anda di halaman 1dari 24

LAPORAN PRAKTIKUM OSEANOGRAFI FISIKA PRA PRAKTIKUM

Oleh :

Asisten :

PROGRAM STUDI ____________ JURUSAN ILMU KELAUTAN FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2012

LEMBAR PENGESAHAN DAN PENILAIAN

No. 1 2 3 4 5 6 Tujuan Tinjauan Pustaka Materi dan metode Kesimpulan Daftar Pustaka Bonus

Keterangan

Nilai

Total

Semarang, Oktober 2012

Asisten

Praktikan

Mengetahui Dosen Mata Kuliah

Indra Budi Prasetyawan,S.Si.M.T NIP. 19791003 200312 1 002

BAB I TUJUAN

Tujuan dari praktikum Pra Modul ini adalah : Untuk mengetahui alat alat yang digunakan dalam praktikum oseanografi fisika 2012 di bidang oseanografi.

BAB II TINJAUN PUSTAKA

2.1 CTD (Conductivity Temperature Depth) CTD (Conductivity Temperature Depth) adalah instrumen yang digunakan untuk mengukur karakteristik air seperti suhu, salinitas, tekanan, kedalaman, dan densitas.. Secara umum, sistem CTD terdiri dari unit masukan data, sistem pengolahan, dan unit luaran (steve, 2009). Unit masukan data terdiri dari sensor CTD, rosette, botol sampel, kabel koneksi dll. Sensor berfungsi untuk mengukur parameter karakteristik fisik air laut yang terdiri dari sensor tekanan, temperatur, dan konduktivitas. Botol sampel berfungsi sebagai wadah sampel air sedangkan rosset berfungsi untuk mengatur penutupan botol. Kabel koneksi berfungsi sebagai penompang, dan juga berfungsi sebagai pengantar sinyal. Telekomando akan memberikan sinyal kepada rosset untuk menutup botol secara berurutan, setelah mengambil sampel air laut. Alat ini terdiri dari 3 sensor utama, yaitu : sensor tekanan untuk pengukuran kedalaman sensor suhu dengan thermistor sel induktif (conductivity) sebagai sensor salinitas, juga dapat diberikan sensor tambahan seperti sensor klorofil, kekeruhan, oksigen dsb (winniehertikawati.blogspot.com). Pada Prinsipnya teknik pengukuran pada CTD ini adalah untuk mengarahkan sinyal dan mendapatkan sinyal dari sensor yang menditeksi suatu besaran, kemudian mendapatkan data dari metode multiplexer dan pengkodean (decode), kemudian memecah data dengan metode enkoder untuk di transfer ke serial data stream dengan dikirimkan ke kontrolunit via cabel

(winniehertikawati.blogspot.com). Pengukuran tekanan pada CTD menggunakan strain gauge pressure monitor atau quartz crystal. Tekanan akan dicatat dalam desibar kemudian tekanan dikonversi menjadi kedalaman dalam meter. Sensor temperatur yang terdapat pada CTD menggunakan thermistor, termometer platinum atau kombinasi keduanya. Sel induktif yang terdapat dalam CTD digunakan sebagai sensor salinitas. Pengukuran data tercatat dalam bentuk data digital. Data tersebut tersimpan dalam CTD dan ditransfer ke komputer setelah CTD diangkat dari perairan atau transfer data dapat dilakukan secara kontinu selama perangkat perantara (interface) dari CTD ke komputer tersambung

(winniehertikawati.blogspot.com). Cara kerja dari CTD adalah CTD diletakan pada kerangka Rosette. Kemudian probe dihubungkan dengan kabel elektrik yang ada kerangka Rosette. Berat dari kerangka Rosette tersebut sekitar 25 Kg dan menghabiskan panjang kabel sekitar 5 meter untuk mengikat probe ke lengan-

lengan kerangka. Setelah semua perangkat di pasang, akan lebih baik jika kita memeriksa keseimbangan peralatan, jika dipastikan fix maka kita dapat mulai memasukan CTD kedalam laut(winniehertikawati.blogspot.com). Data yang dihasilkan dari CTD yaitu berupa : 1. Data realtime : data yang dapat langsung terbaca pada monitor. 2. Data konvensional : harus di download terlebih dahulu (winniehertikawati.blogspot.com). 2.2 Thermistor Termistor (Inggris: thermistor) adalah alat atau komponen atau sensor elektronika yang dipakai untuk mengukur suhu. Prinsip dasar dari termistor adalah perubahan nilai tahanan (atau hambatan atau werstan atau resistance) jika suhu atau temperatur yang mengenai termistor ini berubah (penjagahati-zone.blogspot.com). Termistor ini merupakan gabungan antara kata termo (suhu) dan resistor (alat pengukur tahanan).Termistor ditemukan oleh Samuel Ruben pada tahun 1930, dan mendapat hak paten di Amerika Serikat dengan nomor #2.021.491. Ada dua macam termistor secara umum: Posistor atau PTC (Positive Temperature Coefficient), dan NTC (Negative Temperature Coefficient). Nilai tahanan pada PTC akan naik jika perubahan suhunya naik, sementara sifat NTC justru kebalikannya (jones, 2010). Langkah penggunaan : Untuk pengukuran suhu permukaan, dapat digunakan thermometer biasa (raksa/alkohol) Bila jarak dek kapal dengan permukaan air cukup dekat, dapat dilakukan dengan melakukan kontak langsung thermometer dengan permukaan laut. Tunggu beberapa saat sampai thermometer dapat menyesuaikan dengan suhu permukaan laut (air raksa berhenti bergerak). Namun bila jarak dek kapal dengan permukaan laut cukup jauh dapat dilakukan dengan mengambil sejumlah massa air ke kapal, baru kemudian diukur dengan thermometer. Hindari kontak langsung dengan cahaya matahari, karena dapat mempengaruhi pembacaan thermometer, terutama pada siang hari (penjagahati-zone.blogspot.com) 2.3 ADCP Kependekan dari Acoustic Doppler Current Profiler, alat yang digunakan untuk mengukur arus laut. Alat ini mengirimkan sinyal akustik frekuensi tinggi yang disebarkan kembali oleh plankton, sedimen terlarut, dan gelembung udara, yang diasumsikan bergerak dengan kecepatan rerata air. Perubahan Doppler (Doppler shift atau Doppler effect) dari gema yang disebarkan kembali ini memungkinkan kita untuk menentukan kecepatan air. Proses lebih lanjut dari sinyal yang diterima

memungkinkan kita untuk menentukan profil dari kecepatan dan arah arus (seandy-lautbiru.blogspot.com). Prinsip kerja ADCP berdasarkan perkiraan kecepatan baik secara horizontalmaupun vertikal menggunakan efek Doppler untuk menghitung kecepatan radialrelatif, antara instrumen (alat) dan hamburan di laut. Tiga beam akustik yang berbedaarah adalah syarat minimal untuk menghitung tiga komponen kecepatan. Beam keempat menambah pemborosan energi dan perhitungan yang error. ADCPmentransmisikan ping, dari tiap elemen transducer secara kasar sekali tiap detik. Echoyang tiba kembali ke instrumen tersebut melebihi dari periode tambahan, dengan echodari perairan dangkal tiba lebih dulu daripada echo yang berasal dari kisaran yanglebih lebar. Profil dasar laut dihasilkan dari kisaran yang didapat. Pada akhirnya,kecepatan relatif, dan parameter lainnya dikumpulkan diatas kapal menggunakan DataAcquisition System (DAS) yang juga secara optional merekam informasi navigasi,yang diproduksi oleh GPS (seandy-laut-biru.blogspot.com). Perhitungan navigasi, menggunakan kalibrasi yang dilakukan sekali secaralengkap.Arus absolut yang melampaui kedalaman atau kedalaman referensididapatkan dari rata-rata kecepatan relatif kapal. Arus absolut pada setiap kedalamandapat dibedakan dari data terakhir dari kapal navigasi dan perhitungan relatif ADCP (seandy-laut-biru.blogspot.com).

Prinsip dasar perhitungan dari perhitungan arus/gelombang yaitu kecepatanorbit gelombang yang berada dibawah permukaan dapt diukur dari keakuratan ADCP.ADCP mempunyai dasar yang menjulang,dan mempunyai sensor tekanan untuk mengukur pasang surut dan rata-rata kedalaman laut. Time series dari kecepatan,terakumulasi dan dari time series ini, kecepatan spektral dapat dihitung. Untuk mendapatkan ketinggian diatas permukaan, kecepatan spektrum dierjemahkan oleh pergeseran permukaan menggunakan kinematika linear gelombang (seandy-laut-biru.blogspot.com). Langkah-langkah penggunaan ADCP : 1. Instalasi alat 2. Setting program ADCP 3. Deploy ke stasiun penelitian

4. Download data 2.4 Refraktometer Refraktometer adalah alat pengukur pasut yang paling sederhana yang berupa papan dengan tebal 1 2 inci dan lebar 4 5 inci. Sedangkan panjangnya harus lebih dari tunggang pasut (seandylaut-biru.blogspot.com). Pemasangan tide pole ini haruslah pada kondisi muka air terendah (lowest water) skala nolnya masih terendam air, dan saat pasang tertinggi skala terbesar haruslah masih terlihat dari muka air tertinggi (highest water). Dengan demikian maka tinggi rendahnya muka air laut dapat kita ketahui dengan melihat menggunakan teropong atau melakukan pengamatan secara langsung mendekati pelem pasuttersebut, kita dapat mengetahui pola pasang surut pada suatu daerah pada waktu tertentu (seandy-laut-biru.blogspot.com). 2.5 Secchi disk Secchi disk di temukan oleh Fr. Pietro Angelo secchi, seorang astropsikis yang diminta untuk mengukur kecerahan Laut Mediterania atas perintah Komandan Cialdi seorang Kepala Angkatan Laut. Secchi menggunakan beberapa piringan putih untuk mengukur kecerahan air di laut Mediterania pada bulan April 1965. Secchi disk digunakan untuk mengukur seberapa dalam seseorang dapat melihat kedalam air (black-kong.blogspot.com). Caranya diturunkan ke dalam air dengan gulungan pita tahan air yang mana dipasang sampai tidak kelihatan. Disk kemudian diangkat sampai muncul kembali. Pada kedalaman air dimana disk hilang/tidak kelihatan dan muncul kembali adalah cara pembacaan Secchi disk. Level kedalaman dalam pembacaan pada pita pada permukaan air mulai jarak yang terdekat (v blackkong.blogspot.com). Beberapa faktor yang mempengaruhi hasil penguikuran sechi Disk : penglihatan pada waktu pembacaan, waktu pembacaan pada hari tersebut atau waktu ketika data itu diambil (10 2 siang), faktor refleksi disk, warna air, partikel lumpur dan material lain yang tersuspensi dalam air. Prosedur memasukkan secchi disk dalam air menurut Davies-Colley Gunakan ukuran disk yang tepat untuk mengukur kecerahan (20 mm 0.15-0.5 m, 60 mm 0.5-1.5 m, 200 mm 1.5-5 m, 600 mm 5-15 m), yang dicat putih / hitam dan putih pada kuadran dan menggunakan pemberat agar menjaga agar tali tetap lurus. Pengukuran dilakukan disamping kapal yang terkena sinar matahari Waktu pembacaan cukup (minimal 2 menit) ketika disk dekat atau diangkat Catat kedalaman ketika disk hampir menghilang Angkat perlahan-lahan dan catat kedalaman ketik disk mulai terlihat kembali. Kedalaman secchi merupakan rata-rata dari hilang dan muncul kembali

Pembacaan dilakukan dimungkinkan pada siang hari Kedalaman sedikitnya 50% lebih besar dibanding kedalaman secchi (black-

kong.blogspot.com) 2.6 Wave pole Wave pole adalah alat pengukur gelombang laut yang terdiri dari papan kayu dengan panjang 4 meter, lebar 15 cm dan tebal 3 cm yang berskala tiap 20 cm. Pengukuran tinggi gelombang dilakukan dengan mengamati puncak dan lembah, perhitungan periode gelombang dilakukan dengan menghitung waktu gerakan gelombang melewati titik tertentu (seandy-laut-biru.blogspot.com). Cara penggunaan wave pole (papan kayu panjang 4 meter berskala tiap 20 cm) mengkaitkannya dengan karung beras berisi pasir yang berfungsi sebagai pemberat yang menstabilkan tegakkan wave pole, stopwatch yang berfungsi menghitung waktu, dan buku pencatat gelombang yang berfungsi mencatat hasil-hasil pengamatan. Pengamatan gelombang yang dilakukan yaitu mengukur tinggi gelombang dan menghitung periode gelombang (seandy-laut-

biru.blogspot.com). 2.7 Floating Gauge Floating Gauge adalah alat pengukuran pasut berdasarkan naik turunnya permukaan air laut yang diketahui melalui pelampung kemudian dihubungkan dengan alat recording unit yang di pasang di darat (seandy-laut-biru.blogspot.com). Di pantai dimana terdapat ombak pecah, atau dimanapun ada gangguan permukaan air yang minimal, kisaran pasang surut dapat diukur dengan rangkaian papan yang sudah terbagi-bagi dalam kelas-kelas tertentu. Air yang mengarah ke pantai akan terukur pada interval-interval yang tertera pada papan (seandy-laut-biru.blogspot.com). 2.9 Current meter Current meter adalah alat untuk mengukur kecepatan aliran (kecepatan arus). Ada dua tipe current meter yaitu tipe baling-baling (proppeler type) dan tipe canting (cup type) (rpanuturi.blogspot.com). Current meter dapat pula dibagi kedalam dua kategori berdasarkan metode pengukurannya. Kedua jenis current meter tersebut menurut adalah : 1. Current meter dengan pengukuran non-otomatik, yaitu current meter dengan cara pengukuran atau perekaman data kecepatan arus yang harus dilakukan langsung oleh seseorang untuk membacanya, biasanya alat ini ditempatkan pada suatu struktur tertentu. 2. Current meter dengan pengukuran otomatik, yaitu current meter yang merekam data kecepatan arus tanpa selalu harus langsung diperiksa oleh pengguna, Biasanya tipe ini

memiliki

sarana

penyimpanan

data

yang

cukup

untuk

jangka

waktu

tertentu

(r-

panuturi.blogspot.com).

BAB III MATERI METODA

3.1 Alat Pengukur Temperatur, Salinitas dan Kecerahan. 3.1.1 CTD (Conductivity Temperature Depth) CTD merupakan alat pengukur kedalaman dengan berdasarkan tekanan. CTD disebut juga echo sounder. CTD adalah alat yang digunakan dalam sampling oseanografi untuk mengukur salinitas air laut, suhu serta kedalaman air laut pada tempat dan kedalaman yang diinginkan. Alat ini terdiri dari 3 sensor utama, yaitu sensor tekanan untuk pengukuran kedalaman, thermistor sebagai sensor suhu, dan sel induktif (conductivity) sebagai sensor salinitas, juga dapat diberikan sensor tambahan seperti sensor klorofil, kekeruhan, oksigen dsb.

Gambar 1. CTD Ada 3 komponen utama dalam pengoperasian CTD yaitu : CTD, perangkat komputer dengan software-nya, dan perangkat interface sebagai unit penghubung antara CTD dan komputer.

Gambar 2. Rangkaian CTD

Unit pengolah terdiri dari sebuah unit pengontrol CTDS (CTD Sensor) dan komputer yang dilengkapi perangkat lunak. Unit pengontrol berfungsi sebagai pengolah sinyal CTD, penampil hasil pengukuran serta pengubah sinyal analog ke digital. CTD mengontrol setiap kegiatan akusisi dan pengambilan sampel serta kalibrasi. Setiap penekanan tombol fungsi sesuai pada menu, maka printer akan mencetak posisi, kedalaman, salinitas, konduktifitas dan temperatur sehingga kronologis kegiatan pengoprasian CTD dapat terekam. CTD diturunkan ke kolom perairan dengan menggunakan winch disertai seperangkat kabel elektrik secara perlahan hingga ke lapisan dekat dasar kemudian ditarik kembali ke permukaan. CTD memiliki tiga sensor utama, yakni sensor tekanan, sensor temperatur, dan sensor untuk mengetahui daya hantar listrik air laut (konduktivitas). Pengukuran tekanan pada CTD menggunakan strain gauge pressure monitor atauquartz crystal. Tekanan akan dicatat dalam desibar kemudian tekanan dikonversi menjadi kedalaman dalam meter. Sensor temperatur yang terdapat pada CTD menggunakan thermistor, termometer platinum atau kombinasi keduanya. Sel induktif yang terdapat dalam CTD digunakan sebagai sensor salinitas. Pengukuran data tercatat dalam bentuk data digital. Data tersebut tersimpan dalam CTD dan ditransfer ke komputer setelah CTD diangkat dari perairan atau transfer data dapat dilakukan secara kontinu selama perangkat perantara (interface) dari CTD ke komputer tersambung. Data yang dihasilkan dari CTD yaitu berupa : 1. Data realtime : data yang dapat langsung terbaca pada monitor. 2. Data harus di sdownload terlebih dahulu. Spesifikasi umum CTD : Minimum Parameter Tipe Rentang Pengukuran Resolusi Akurasi Interval Waktu Pengukuran Kedalaman Perairan Suhu Salinitas (Konduktifitas) Sensor Tekanan Semikonduktor Termistor Formula UNESCO (Sel Induktif) Hamburan -5 - 40C 0-40 060mS/cm 0.001C 0.02C 0.03 0.001mS/cm 0.02mS/cm 0.1 detik 0.1 detik 0 600 m 0.01m 0.3%FS 0.1 detik

Kekeruhan

0-1000FTU

0.03 FTU

2% dari

0.2 detik

(pilihan)

cahaya

data yang terukur 1% dari

Klorofil (pilihan)

Fluorescent

0-400g/l

0.01g/l

data yang terukur

0.2 detik

3.1.1 Refraktometer Refraktometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur kadar atau konsentrasi bahan terlarut misalnya : gula, garam, protein, dsb. Prinsip kerja dari refraktometer sesuai dengan namanya adalah dengan dengan memanfaatkan refraksi cahaya. Refraktometer ditemukan oleh Dr. Ernst Abbe seorang ilmuan dari Jerman pada permulaan abad 20

. Gambar 3. Refraktometer Refraktometer adalah alat untuk mengukur nilai kadar garam pada air. Alat ini sangat mudah dalam penggunaan dan perawatannya. Untuk menjaga keakuratan pembacaan dari refraktometer ini maka kita harus mengenal tiap bagian-bagian dari alat ini. Pengukurannya didasarkan atas prinsip bahwa cahaya yang masuk melalui prismacahaya hanya bisa melewati bidang batas antara cairan dan prisma kerja dengan suatu sudut yang terletak dalam batas-batas tertentu yang ditentukan oleh sudut batas antara cairan dan alas . Konsentrasi larutan akan berpengaruh secara proporsional terhadap sudut refraksi. Pada prakteknya Refractometer akan ditera pada skala sesuai dengan penggunaannya. Sebagai contoh Refractometer yang dipakai untuk mengukur konsentrasi larutan gula akan ditera pada skala gula. Begitu juga dengan refractometer untuk larutan garam, protein dll. Konsentrasi bahan terlarut sering dinyatakan dalam satuan Brix(%) yaitu merupakan pronsentasi dari bahan terlarut dalam sample (larutan air). Kadar bahan terlarut merupakan total dari semua bahan dalam air, termasuk gula, garam, protein, asam dsb. Pada dasarnya Brix(%) dinyatakan sebagai jumlah gram dari cane sugar yang terdapat dalam larutan 100g cane sugar. Jadi pada saat mengukur larutan gula, Brix(%) harus benar-benar tepat sesuai dengan konsentrasinya.

Cara penggunaan refraktometer : Tetesi refraktometer dengan aquadest Bersihkan dengan kertas tisyu sisa aquadest yang tertinggal Teteskan air sampel yang ingin diketahui salinitasnya Lihat ditempat yang bercahaya dan catat hasilnya Bilas kaca prisma dengan aquades, usap dengan tisyu dan simpan refraktometer di tempat kering Spesifikasi : Scale range : 0 to 32 % Brix Minimum scale : 0,2 % Akurasi : 0,2 % Size : 26 x 40 x 190 mm

3.1.3 Termometer Hg dan Termometer Alkohol Thermometer Hg dan thermometer alkohol. Jenis thermometer yaitu thermometer evershing, thermophpne dan thermistor. Prosedurnya, yaitu: Celupkan thermometer kedalam air selama lebih kurang 5 menit dan catat suhu perairan tersebutyang ditunjukan skala thermometer.

Gambar 4. Termometer HG Thermistor berfungsi untuk mengubah suhu menjadi resistansi/hambatan listrik yang berbanding terbalik dengan perubahan suhu. Semakin tinggi suhu, semakin kecil resistansi. Thermistor menggunakan bahan semikonduktor, bersifat sebagai thermal resistor, contoh: PTC(Positive Temperature Coefficient of Resistance, hambatannya akan naik bila suhunya naik)dan NTC (Negative Temperature Coefficient of Resistance, hambatannya akan turun bilasuhunya naik).

Alat ini terdiri dari pipa kapiler yang menggunakan material kaca dengan kandungan air raksa di ujung bawah. Untuk tujuan pengukuran, pipa ini dibuat sedemikian rupa sehingga hampa udara. Jika temperatur meningkat, Merkuri akan mengembang naik ke arah atas pipa dan memberikan petunjuk tentang suhu di sekitar alat ukur sesuai dengan skala yang telah ditentukan. Adapun cara kerja secara umum adalah sbb ; belum terjadi perubahan suhu, volume air raksa berada pada kondisi awal. Perubahan suhu lingkungan di sekitar termometer direspon air raksa dengan perubahan volume. Volume merkuri akan mengembang jika suhu meningkat dan akan menyusut jika suhu menurun. Skala pada termometer akan menunjukkan nilai suhu sesuai keadaan lingkungan. Data yang dihasilkan dari penggunaan termometer ini berupa nilai derajat Celcius, farenheit maupun kelvin. Spesifikasi termometer hygro-digital : Display tiga macam pengukuran: temperatur luar, temperatur dalam dan kelembaban. record kelembaban, temperatur maksimum dan minumum. Dapat di reset secara manual. Up date pengukuran setiap 5 detik. Pengukuran suhu Celsius dan Fahrenheit. Resolusi pengukuran Akurasi suhu 1 derajat kelembaban 6% suhu 0,1 derajat. kelembaban 1%

Range pengukuran: Termperatur dalam -10 - 50 derajat celsius Temperatur luar -50 - 70 derajat celsius kelembaban 10% - 95%

Kabel sensor 2,5m. Battery 1,5V AAA

3.1.4 Secchi disk Secchi disk adalah alat yang berfungsi untuk mengukur tingkat kecerahan serta tingkat penetrasi cahaya pada perairan.

Gambar 5. Secchi disk Prinsip dari secchi disk sebagai berikut, Piringan diturunkan ke dalam air secara perlahan menggunakan pengikat/talisampai pengamat tidak melihat bayangan secchi. Saat bayangan piringan sudah tidak tampak, tali ditahan/berhenti diturunkan. Selanjutnya secara perlahan piringan diangkat kembali sampai bayangannya tampak kembali. Kedalaman air dimana piringan tidak tampak dan tampak oleh penglihatan adalah pembacaan dari alat ini. Dengan kata lain, kedalaman kecerahan oleh pembacaan piringan secchi adalah penjumlahan kedalaman tampak dan kedalaman tidak tampak bayangan secchi dibagi dua. Warna hitam dan putih digunakan karena hitam adalah warna yang dapat mewakili warna gelap dan putih mewakili warna cerah.Jadi, Pemantulan panjang gelombang dari bahan berwarna putih dan hitam inilah yang menjadi dasar pengukuran kecerahan menggunakan instrument secchi disk. Prosedur memasukkan secchi disk dalam air menurut Davies-Colley : Gunakan ukuran disk yang tepat untuk mengukur kecerahan (20 mm 0.15-0.5 m,60 mm 0.5-1.5 m, 200 mm 1.5-5 m, 600 mm 5-15 m), yang dicat putih / hitam dan putih pada kuadran dan menggunakan pemberat agar menjaga agar talitetap lurus.Pengukuran dilakukan disamping kapal yang terkena sinar matahari Waktu pembacaan cukup (minimal 2 menit) ketika disk dekat atau diangkat. Catat kedalaman ketika disk hampir menghilang. Angkat perlahan-lahan dan catat kedalaman ketika disk mulai terlihat

kembali.Kedalaman secchi merupakan rata-rata dari hilang dan muncul kembali Pembacaan dilakukan dimungkinkan pada siang hari. Kedalaman sedikitnya 50% lebih besar dibanding kedalaman secchi Kecerahan laut dinyatakan dalam meter (m). berikut ini standar data kecerahan pada model data yang berbeda : Data titik Kecerahan disimpan dalam field kecerahan dengan presisi sebesar 0,1 m. Data garis adalah data kecerahan dalam format garis memiliki interval 2 m. Garis yang adatergantung dari nilai minimum dan maksimum yang ada. Sebagai contoh

bilakisaran data adalah 2,2 sampai dengan 6,5, maka garis yang ada adalah 2,0, 4,0dan 6,0. Data Poligon menampilkan suatu wilayah dengan nilai kisaran kecerahan yang sama. Acuandalam klasifikasi data poligon adalah sebagai berikut : a. interval poligon adalah satu digit di belakang koma. b. interval poligon adalah 2 m. c. kelas pertama dimulai dengan nilai kelipatan 2 di bawah nilai minimum. d. interval poligon dimulai dengan angka kelipatan 2 dan diakhiri dengan angkakelipatan 2 berikutnya dikurangi 0,1. e. kelas terakhir diakhiri dengan nilai kelipatan 2 di atas nilai

maksimumdikurangi 0,1. Spesifikasi secchi disk : Terbuat dari bahan akrilik diameter 250-300 mm Pemberat terbuat dari bahan stainless steel 2 bagian warna putih, 2 bagian warna hitam

Terdiri dari : Secchi disc, Pemberat, tali 20 meter 3.2 Alat Pengukur Gelombang. 3.2.1 ADCP (Acoustic Doppler Current Profiler) Acoustic Doppler Current Profiler atau biasa disebut ADCP adalah suatu instrumen yang digunakan untuk mengukur gelombang. Alat ini mengirimkan sinyal akustik frekuensi tinggi yang dapat dipantulkan oleh plankton, sedimen tersuspensi, dan gelembung, semua yang diasumsikan melakukan perjalanan dengan kecepatan rata-rata air. ADCP

memperkirakan kecepatan horisontal dan vertikal sebagai fungsi dari kedalaman dengan menggunakan efek Doppler untuk mengukur kecepatan relatif radial antara instrumen dan scatterers di laut.

Gambar 6. ADCP Prinsip dasar perhitungan dari perhitungan gelombang yaitu kecepatan orbit gelombang yang berada dibawah permukaan dapt diukur dari keakuratan ADCP. ADCP mempunyai dasar yang menjulang,dan mempunyai sensor tekanan untuk mengukur pasang surut dan rata-rata kedalaman laut. Time series dari kecepatan, terakumulasi dan dari time series ini, kecepatan spektral dapat dihitung. Untuk mendapatkan ketinggian diatas

permukaan, kecepatan spektrum dierjemahkan oleh pergeseran permukaan menggunakan kinematika linear gelombang. Data dari ADCP dapat berupa : 1. Data konvensional, berarti alat akan di tinggal dalam beberapa khari , kemudian data di download dari kartu memori. 2. Data real-time : data yang dapat langsung terkirim ke data center atau pusat kendali. Spesifikasi : Alat ini masih jarang dipergunakan dalam penelitian , dipergunakan hanya dalam penelitian besar oleh suatu lembaga karena harganya yang mahal serta memerlukan biaya operasional yang besar. 3.2.1 Wave pole Wave pole adalah alat pengukur gelombang laut yang terdiri dari papan kayu dengan panjang 4 meter, lebar 15 cm dan tebal 3 cm yang berskala tiap 20 cm. Pengukuran tinggi gelombang dilakukan dengan mengamati puncak dan lembah, perhitungan periode gelombang dilakukan dengan menghitung waktu gerakan gelombang melewati titik tertentu.

Gambar 7. Wave pole Cara penggunaan wave pole (papan kayu panjang 4 meter berskala tiap 20 cm) mengkaitkannya dengan karung beras berisi pasir yang berfungsi sebagai pemberat yang menstabilkan tegakkan wave pole, stopwatch yang berfungsi menghitung waktu, dan buku pencatat gelombang yang berfungsi mencatat hasil-hasil pengamatan. Pengamatan gelombang yang dilakukan yaitu mengukur tinggi gelombang dan menghitung periode gelombang. Data yang dihasilkan dari pengamatan gelombang dengan wave pole berupa data yang mempunyai skala pengambilan data yang tentu kemudian tiap waktu pengambilan data tersebut dicatat tinggi gelombang pada saat itu, periode gelombangnya dan arah gelombang kemudian di rata-rata. Spesifikasi : Papan kayu dengan panjang 4 meter, lebar 15 cm serta tebalnya 3cm, berskala tiap 20cm. 3.3 Alat Pengukur Pasang Surut 3.3.1 Metode Tide Pole (Palem Pasut) Metode yang digunakan untuk mengukur pasang surut yaitu dengan Tide Pole yang merupakan alat pengukur pasut yang paling sederhana yang berupa papan dengan tebal 1 2 inci dan lebar 4 5 inci. Sedangkan panjangnya harus lebih dari tunggang pasut.

Gambar 8. Palem pasut Pemasangan tide pole ini haruslah pada kondisi muka air terendah (lowest water) skala nolnya masih terendam air, dan saat pasang tertinggi skala terbesar haruslah masih terlihat dari muka air tertinggi (highest water). Dengan demikian maka tinggi rendahnya muka air laut dapat kita ketahui dengan melihat menggunakan teropong atau melakukan pengamatan secara langsung mendekati pelem pasuttersebut, kita dapat mengetahui pola pasang surut pada suatu daerah pada waktu tertentu. Lokasi pemasangan palem pasut harus berada pada lokasi yang aman dan mudah terlihat dengan jelas, tidak bergerak-gerak akibat gelombang atau arus laut. Tempat tersebut tidak pernah kering pada saat kedudukan air yang paling surut. Data yang dihasilkan dari pengamatan pasang surut dengan palem pasut berupa data yang mempunyai skala pengambilan data yang tentu kemudian tiap waktu pengambilan data tersebut dicatat tinggi air pada saat itukemudian digambarkan dengan grafik. Spesifikasi : papan dengan tebal 1 2 inci dan lebar 4 5 inci dan panjangnya harus lebih dari tunggang pasut. 3.3.2 Floating tide gauge Floating Gauge adalah alat pengukuran pasut berdasarkan naik turunnya permukaan air laut yang diketahui melalui pelampung kemudian dihubungkan dengan alat recording unit yang di pasang di darat.

Gambar 9. Floating gauge Untuk mengukur arus laut menggunakan Float Tracking dengan prinsip kerja berdasarkan pada gerak naik turunnya permukaan laut yang dapat diketahui melalui pelampung. Alat ini harus dipasang pada tempat yang tidak begitu besar dipengaruhi oleh gerakan air laut sehingga pelampung dapat bergerak secara vertikal dengan bebas. Setelah

itu, diamati pergerakan pelampung selama waktu yang diinginkan. Kemudian catat koordinat daerah kemana pelampung bergerak dengan GPS (Global Position System). Di pantai dimana terdapat ombak pecah, atau dimanapun ada gangguan permukaan air yang minimal, kisaran pasang surut dapat diukur dengan rangkaian papan yang sudah terbagi-bagi dalam kelas-kelas tertentu. Air yang mengarah ke pantai akan terukur pada interval-interval yang tertera pada papan. Papan yang paling dekat dengan pantai harus mencapai atas air pada saat terjadi high water, dan yang jauh dari pantai harus mencapai mean low water level agar pada saat surut terendah dapat terbaca skalanya. Perlu berhati-hati dalam pembacaan pada papan yang sudah lapuk. Papan pengukur pasang surut juga dapat dipasang pada bendungan-bendungan dekat pantai, di penggalangan kapal dan struktur-struktur lain yang airnya tenang. Spesifikasi : Penggunaan floating gauge seperti pelampung. 3.4 Alat Pengukur Arus 3.4.1 ADCP (Acoustic Doppler Current Profiler) Acoustic Doppler Current Profiler atau biasa disebut ADCP adalah suatu instrumen yang digunakan untuk mengukur gelombang juga dapat di gunakan untuk mengukur arus dalam bentuk 3 dimensi. Alat ini mengirimkan sinyal akustik frekuensi tinggi yang dapat dipantulkan oleh plankton, sedimen tersuspensi, dan gelembung, semua yang diasumsikan melakukan perjalanan dengan kecepatan rata-rata air. ADCP memperkirakan kecepatan horisontal dan vertikal sebagai fungsi dari kedalaman dengan menggunakan efek Doppler untuk mengukur kecepatan relatif radial antara instrumen dan scatterers di laut.

Gambar 10. ADCP Perhitungan navigasi, menggunakan kalibrasi yang dilakukan sekali secara

lengkap.Arus absolut yang melampaui kedalaman atau kedalaman referensi didapatkan dari

rata-rata kecepatan relatif kapal. Arus absolut pada setiap kedalaman dapat dibedakan dari data terakhir dari kapal navigasi dan perhitungan relatif ADCP. Data dari ADCP dapat berupa : 1. Data konvensional, berarti alat akan di tinggal dalam beberapa khari , kemudian data di download dari kartu memori. 2. Data real-time : data yang dapat langsung terkirim ke data center atau pusat kendali. 3.4.2 Current meter Current meter adalah alat untuk mengukur kecepatan aliran (kecepatan arus). Ada dua tipe current meter yaitu tipe baling-baling (proppeler type) dan tipe canting (cup type).

Gambar 11. Current meter Salah satu jenis current meter yang dapat dibuat adalah pengukuran arus dengan arus velositas, dengan sistem kerja menghasilkan sinyal dari masing-masing putaran propeller yang terbuat dari bahan medan magnetik. Prinsip kerja jenis curent meter ini adalah propeler berputar dikarenakan partikel air yang melewatinya. Jumlah putaran propeler per waktu pengukuran dapat memberikan kecepatan arus yang sedang diukur apabila dikalikan dengan rumus kalibrasi propeler tersebut. Persamaan dari arus velositas adalah : V = k.n + dimana, V = Aliran velositas (m/s) k = pitch hidraulic dari propeller (m) n = revolusi propeller setiap detik = Karakteristik dari current meter *)

*) dapat diperkirakan dengan melakukan pengujian secara thowing channel Current meter dapat pula dibagi kedalam dua kategori berdasarkan metode pengukurannya. Kedua jenis current meter tersebut menurut adalah : 1. Current meter dengan pengukuran non-otomatik, yaitu current meter dengan cara pengukuran atau perekaman data kecepatan arus yang harus dilakukan langsung oleh seseorang untuk membacanya, biasanya alat ini ditempatkan pada suatu struktur tertentu. 2. Current meter dengan pengukuran otomatik, yaitu current meter yang merekam data kecepatan arus tanpa selalu harus langsung diperiksa oleh pengguna, Biasanya tipe ini memiliki sarana penyimpanan data yang cukup untuk jangka waktu tertentu. Menggunakan current meter (flowatch) : a. Tentukan kedalaman aliran yang akan diukur dengan alat b. up untuk jangka waktu pengukuran tertentu.Cemplungkan alat pada kedalaman pertama c. Baca nilai suhu, dan kecepatan yang di tampilkan oleh alat d. Lakukan langkah 2) dan 3) pada kedalaman yang lainnya. e. Ukur kedalaman dan lebar penampang basah dengan bantuan kayu lurus dan diterjemahkan dengan bantuan mistar ukur. Spesifikasi : Elektronik Flowmeter Digital Flowmeter Rhcm - Rod Held Current Meter Dipping Bar - Acc.To Jens

BAB IV KESIMPULAN

1. CTD adalah alat yang digunakan dalam sampling oseanografi untuk mengukur salinitas air laut, suhu serta kedalaman air laut pada tempat dan kedalaman yang diinginkan. 2. Refraktometer adalah alat untuk mengukur nilai kadar garam pada air 3. Thermistor berfungsi untuk mengubah suhu menjadi resistansi/hambatan listrik yang berbanding terbalik dengan perubahan suhu. 4. Secchi disk adalah alat yang berfungsi untuk mengukur tingkat kecerahan serta tingkat penetrasi cahaya pada perairan. 5. Acoustic Doppler Current Profiler atau biasa disebut ADCP adalah suatu instrumen yang digunakan untuk mengukur gelombang. 6. Wave pole adalah alat pengukur gelombang laut yang terdiri dari papan kayu dengan panjang 4 meter, lebar 15 cm dan tebal 3 cm yang berskala tiap 20 cm. 7. Tide Pole yang merupakan alat pengukur pasut yang paling sederhana yang berupa papan dengan tebal 1 2 inci dan lebar 4 5 inci. 8. Floating Gauge adalah alat pengukuran pasut berdasarkan naik turunnya permukaan air laut yang diketahui melalui pelampung kemudian dihubungkan dengan alat recording unit yang di pasang di darat. 9. Acoustic Doppler Current Profiler atau biasa disebut ADCP adalah suatu instrumen yang digunakan untuk mengukur arus dalam bentuk 3 dimensi. 10. Current meter adalah alat untuk mengukur kecepatan aliran (kecepatan arus).

DAFTAR PUSTAKA
http://abymarssiono.wordpress.com/2011/03/17/tekanan-dan-alat-alat-pengukurnya/ http://black-kong.blogspot.com/2008/12/secchi-disk.html http://cvandalanprimasejahtera.web.indotrading.com/product/p7964.aspx http://duniaanalitika.wordpress.com/2010/03/04/refractometer/ http://geoenviron.blogspot.com/2012/04/oceanografi.html http://ilyassmti.blogspot.com/2012/02/pengertian-refraktometer.html http://landasanteori.blogspot.com/2012/05/pengertian-refraktometer-dan-indeks.html http://penjagahati-zone.blogspot.com/2011/01/termometer-air-raksa-fungsi-termometer.html http://rengkiik08.blogspot.com/2011/01/limnologi-analisis-kualitas-air_16.html http://r-panuturi.blogspot.com/2009/07/water-current-meter.html http://seandy-laut-biru.blogspot.com/2009/12/tide-gauge.html http://seandy-laut-biru.blogspot.com/2010/01/acoustic-doppler-current-profiler-adcp.html http://vandef.blogspot.com/2009/11/pelarutan-dan-pengenceran.html http://web.ipb.ac.id/~nurjaya/deskripsi.html http://web.ipb.ac.id/~nurjaya/spesifikasi.html http://winniehertikawati.blogspot.com/2010/05/ctd-conductivity-temperature-depth.html http://www.scribd.com/doc/31812633/ADCP http://www.scribd.com/doc/79186978/Secchi-Disk