Anda di halaman 1dari 3

TES MANTOUX

December 31st, 2009 Related Filed Under A. Pengertian Tes mantoux adalah uji tuberkulin dengan menyuntikan tuberkuloprotein menggunakan jarum yang kecil secara intradermal pada daerah volar lengan bawah. B. Tujuan Untuk mengetahui apakah seseorang pernah terinfeksi oleh kuman TB. C. Indikasi 1. Seseorang dengan anamnesis mengarah ke penyakit TB dengan atau tanpa kelainan radiologik. 2. Diduga kontak dengan penderita TB 3. Seseorang dengan kaelainan foto toraks sesuai dengan TB paru atau bekas TB paru. 1. Seseorang dengan kondisi resiko tinggi menderita penyakit TB paru, seperti Diabetes Mellitus, Limfoma atau penyakit keganasan darah, mendapat terapi imunosupresi dan lain-lain. 1. Pegawai atau perawat yang bekerja di rumah sakit dan cenderung kontak dengan penderita TB. 1. Anak yang dicurigai menderita TB. 2. Seseorang dengan anamnesis mengarah ke penyakit TB paru dengan lesi minimal pada foto toraks dan atau BTA sputum negatif 3. Dicurigai TB ekstrapulmoner D. Kontraindikasi 1. Absolut : Terbukti terinfeksi TB.

2. Relatif : Kelainan kulit yang luas pada daerah pemeriksaan. E Persiapan 1. Bahan dan alat 1. 1 cc/spuit tuberkulin 1 buah. 2. Jarum no. 26/27 1 buah. f.. Spidol. g. Penggaris.

3. 0,1 ml PPD 5 TU/ PPD RT 23-2 TU 4. Kasa. 5. Aquades. 2. Pasien 1. Pasien bebas dari obat yang meningatkan vaskularisasi lokal, seperti histamin dan hyaluronidase atau menurunkan aliran darah lokal seperti epinefrin. 1. Pasien bebas dari obat yang menurunkan faktor imun tubuh. 3. Ruangan dan fasilitas Tidak membutuhkan ruangan khusus. F. Prosedur tindakan 1. Bersihkan sepertiga tengah sisi volar lengan bawah dengan menggunakan aquades, kemudian keringkan dengan menggunakan kasa. 2. Suntikan 0,1 ml PPD 5- TU / PPD RT 23 2 TU secara intradermal dari arah distal sampai terjadi benjolan dengan diameter kurang lebih 5 mm kemudian buat tanda melingkari benjolan tersebut. 3. Bekas suntikan jangan ditekan atau diusap dengan kapas alkohol atau kasa. 4. Baca indurasi yang terjadi setelah 48-72 jam, dengan mengukur diameter transversal dan lihat terjadi bula atau tidak. G. Penyulit Syok anafilaktik, demam, limfositopeni, fenomena koch (nekrosis yang timbul dalam 24-48 jam) dan kerusakan jaringan. H. Interpretasi 1. Tes mantoux dinyatakan positif jika:

Terjadi bula /vesikel/terjadi konversi Seseorang pernah mengidap TB dan sudah sembuh Seseorang telah terinfeksi kuman TB Seseorang sedang mengidap TB.

2. Tes mantoux dinyatakan negatif jika:


Malnutrisi energi protein Tuberkulosis berat Morbili, Varisela Pertusis, Difteria, Tifus abdominalis Vaksin virus misalnya; Poliomielitis Sedang terkena infeksi virus, misalnya: Campak, gondongan (mumps), atau rubella Sedang mengonsumsi obat-obatan yang menurunkan imunitas tubuh misalnya: Steroid atau obat kemoterapi

3. Berdasarkan ukuran indurasi jika: a. Indurasi (penonjolan) = 5 mm


Kontak erat dengan seseorang yang diketahui atau dicurigai menderita TB Anak dengan gejala klinis atau foto roentgen TB Anak dengan kondisi imun yang lemah, termasuk infeksi HIV dan transplantasi organ Pasien dengan terapi yang menekan sistem imun seperti kortikosteroid (misalnya: prednison) dengan dosis tertentu.

b. Indurasi (penonjolan) = 10 mm

Anak yang memiliki riwayat medis atau perilaku resiko tinggi (misalnya: penyakit ginjal, diabetes mellitus, kurang gizi, pengguna obat suntik) Anak yang sering terpapar dengan orang dewasa resiko tinggi Petugas laboratorium TB, orang dengan kondisi medik mudah terinfeksi kuman TB, anak berusia < 4 tahun atau bayi, lansia yang kontak dengan orang dewasa yang beresiko tinggi Tinggal didaerah atau negara yang tinggi angka infeksi TB-nya (Indonesia).

c. Indurasi (penonjolan) = 15 mm

Anak > 4 tahun tanpa faktor resiko apapun