Anda di halaman 1dari 7

TUGAS 1 Pertanyaan

1. Mengapa perlu ditentukan luasan SPT terkecil 0,4 cm2 ?

2. Apakah dibenarkan kita membesarkan peta dengan scaner misalnya dari skala 1:250.000 menjadi 1:50.000?
3. Berapa luas dilapangan untuk suatu SPT berukuran 0,4 cm2 pada peta berbagai skala!

Tampilkan cara menghitungnya!


a. Bagan b. Eksplorasi c. Tinjau d. Semi detail e. Detail

(1 : 2.500.000) (1 : 1.000.000) (1 : 250.000) (1 : 50.000) (1 : 25.000) (1 : 5.000)

f. Sangat detail Jawab

1. Satuan peta ialah satuan lahan yang mempunyai sistem fisiografi/landform yang sama,

yang dibedakan satu sama lain dilapangan oleh batas-batas alami dan dapat dipakai sebagai suatu evaluasi lahan. Menurut Soil Survei Division Staff (1993), satuan peta merupakan kumpulan daerah-daerah (area) yang didefenisikan dan komponen tanah atau daerah anaeka atau kedua-duanya diberi nama yang sama. Setiap satuan peta tanah berbeda dalam beberapa dengan yan lainnya dalam satu daerah survei dan secara unik didefenisikan pada suatu peta tanah. Masing-masing daerah (luasan) pada peta tersebut disebutdelineasi. Suatu peta terdiri atas 1 atau lebih komponen (taksa) tanah. Satuan peta tanah (SPT) dibuat tergantung tingkat ketelitian survei atau tingkat pemetaan yang dilakukan, sehingga suatu peta tanah dapat memiliki kisaran karakteristik yang luas maupun sempit. Van Wambeke (1986) menyarankan luasan terkecil suatu satuan peta tanah (SPT) yang masih diperbolehkan untuk disajikan dalam peta adalah seluas 0,4 cm2. Hal itu dikarenakan dalam suatu survei tanah tidak berarti tanah yang dijumpai haruslah homogen, akan tetapi harus dapat menggambarkan bahwa pada suatu poligon yang dicantumkan pada SPT dapat diketahui satuan tanah utama dan satuan tanah pendamping. Apabila digunakan luasan SPT yang kurang dari tersebut, maka yang terlihat adalah tanah yang kecil dan rumit untuk diinterpretasikan.

Survei Tanah dan Evaluasi Lahan | Satuan Peta Tanah 1

2. Membesarkan peta dengan scanner misalnya dari skala 1:250.000 menjadi 1:50.000

itu tidak dibenarkan. Karena hal tersebut akan membuat gambar menjadi pecah dan tidak jelas. Pembesaran skala tersebut akan mempengaruhi resolusi dan resolusi tersebut berpengaruh terhadap piksel apabila dibesarkan maka piksel tidak sama lagi, itulah yang membuat gambar atau tampilan menjadi pecah. Sehingga hasilnya tidak akurat lagi. Disarankan untuk langsung mengambil potret suatu bentang lahan sesuai skala yang dikehendaki. Namun, ada beberapa kasus yang diperbolehkan untuk memperbesar skala peta. Dikarenakan ada 2 macam skala yang sering ditampilkan, yaitu skala numerik dan skala garis. Perbedaan kedua skala tersebut adalah : Skala numerik bersifat statis, jika sebuah peta diperbesar/diperkecil melalui fotokopi maka nilai skala yang tergambar tidak akan berubah. Sebagai contoh : jika sebuah peta skala numeriknya 1 : 20.000 diperbesar 4 kali dengan menggunakan mesin fotokopi, maka skala yang baru adalah 1 : 5.000 tetapi pada peta tersebut masih tergambar 1 : 20.000 Skala garis bersifat dinamis, jika sebuah peta diperbesar/diperkecil melalui fotokopi maka skala garis akan mengikuti perubahan pada peta tersebut. Sebagai contoh : jika sebuah peta diperbesar dengan fotokopi maka gambar skala garis akan mengikuti perbesaran peta tersebut. 3. Perhitungan luas sebenarnya berdasarkan skala adalah sebagai berikut: a. Skala Luas di peta Luas sebenarnya = 1 : 2.500.000 = 0,4 cm3 = 0,4 x 2.500.000

= 1.000.000 cm = 10 km b. Skala Luas di peta Luas sebenarnya = 4 km c. Skala = 1 : 250.000 Survei Tanah dan Evaluasi Lahan | Satuan Peta Tanah 2 = 1 : 1.000.000 = 0,4 cm3 = 0,4 x 1.000.000

= 400.000 cm

Luas di peta Luas sebenarnya = 1 km d. Skala Luas di peta Luas sebenarnya

= 0,4 cm3 = 0,4 x 250.000

= 100.000 cm

= 1 : 50.000 = 0,4 cm3 = 0,4 x 50.000 = 20.000 cm = 0,2 km

e. Skala Luas di peta Luas sebenarnya

= 1 : 25.000 = 0,4 cm3 = 0,4 x 25.000

= 10.000 cm = 0,1 km f. Skala Luas di peta Luas sebenarnya = 1 : 5.000 = 0,4 cm3 = 0,4 x 5.000 = 2.000 cm = 0,02 km

TUGAS 2 Survei Tanah dan Evaluasi Lahan | Satuan Peta Tanah 3

Pertanyaan
Apa perbedaan konsosiasi, asosiasi dan kompleks tanah ?

Jawab Satuan peta tanah (SPT) dibuat tergantung tingkat ketelitian urvei atau tingkat pemetaan yang dilakukan, sehingga satuan peta tanah dapat memiliki kisaran karakteristik yang luas maupun sempit. Macam satuan peta tanah menurut (Wambeke , & Forbes, 1986) ada 4, yaitu konsosiasi, asosiasi, kompleks, dan kelompok tak dibedakan (undefferentiated groups) yan dibagi menjadi dua kelompok yaitu : 1. Satuan peta tanah sederhana (simple mapping unit) Satuan peta ini hanya mengandung satu satuan tanah saja atau terdapat tanah lain yang disebut sebagai inklusi satuan peta tanah ini banyak dijumpai pada survei tanah detail, dari daerah yang relatif seragam. Satuan peta ini disebut konsosiasi. Menururt Wambeke dan Forbes (1986), konsosiasi merupakan satuan peta yang didominasi oleh satu satuan tanah dan tanah yang mirip (similar soil). Sekarang kurangnya 50% dari edon-pedon yang ada didalam satuan peta tersebut sama dengan yang tertulis dalam satuan peta tanah, sedangkan pedon-pedon atau tanah-tanah yang berbeda (dissimilar soil) yang disebut inklusi, dalam satuan peta konsosiasi tidak lebih dari 25 %, 15 % atau 10 % tergantung dari sifat yang diuraikan sebagai berikut : Jika tanah yang berbeda tersebut lebih baik sama dengan tanah utamanya, maka diperkenakan 25%. Jika tanah yang berbeda tersebut bersifat sebagai pembatas untuk pembangunannya, maka hanya diperkenankan hingga 15%. Jika tanah yang berbeda tersebut berbeda kontras dan merupakan faktor pembatas yang berat, maka hanya diperbolehkan hingga 10%.
Sedangkan sisanya merupakan tanah-tanah yang serupa (similar soil).

2. Satuan peta tanah majemuk (compound mapping unit) Terdiri atas dua satuan tanah atau lebih yang berbeda (dissimilar soil). Biasanya satuan peta tanah ini digunakan pada survei tinjau atau survei lainnya yang berskala lebih kecil pada daerah yang rumit/heterogen. Satuan peta tanah ini majemuk dibedakan menjadi : a. Asosiasi tanah, yaitu sekelompok tanah yang berhubungan secara geografis, tersebar dalam suatu satuan peta menurut pola tertentu yang dapat diduga Survei Tanah dan Evaluasi Lahan | Satuan Peta Tanah 4

posisinya, tetapi karena kecilnya skala peta, taksa-taksa tanah itu tidak dapat dipisahkan. Setiap komponen dideskripsi secara terperinci tanpa ada perbedaan Posisi geografis masing-masing anggota satuan peta dalam bentang-alam diterangkan dengan jelas, sehinga memungkinkan untuk diperhalus oleh pemakaian peta. b. Kompleks tanah, merupakan sekelompok tanah dari taksa yang berbeda, yang berbaur satu dengan lainnya dalam satuan deliniasi (satuan peta) tanpa memperlihatkan pola tertentu atau menunjukkan pola yang tidak beraturan. Meskipun ada komponen tanah yang berasosiasi secara geografis, tetapi tidak dapat dipisahkan kecuali pada tingkat amat detail. Menurut Wambeke dan Forbes (1986) satuan peta tanah dikatan kompleks jika komponen utama dalam satuan peta kompleks tidak dapat membentuk satuan peta tersendiri jika dipetakan dalam skala 1 : 24.000. pada skala tersebut luasan 0,4 cm2 pada peta adalah 2,3 ha dilapangan. Komponen utama dalam satuan peta asosiasi jika dipetakan pada skala tersebut dapat membentuk satuan peta tersendiri. c. Kelompok tak dibedakan (undifferentiated groups), terdiri atas dua atau lebih tanah yan secara geografis tidak selalu berupa konsosiasi tetapi termasuk dalam satuan peta yang sama karena penggunaan dan pengelolaannya sama atau mirip. Tanah-tanah tersebut dimasukkan kedalam satuan peta yang sama karena samasama mempunyai sifat sebagai berikut : berlereng terjal, berbatu, mengalami pengaruh banjir yang cukup parah sehingga membatasi penggunaan dan pengelolaannya. Perbedaan Konsosiasi, Asosiasi, dan Kompleks
No. Konsosiasi Asosiasi SPT jenis ini mengandung yang tidak serupa yang digu- atau nakan dalam penamaan SPT tanah Kompleks

SPT didominasi oleh satuan 1. tanah dan tanah yang serupa (similiar soil unit)

dua atau lebih satuan tanah SPT ini mengandung dua lebih tidak satuan-satuan serupa yang

dan mempunyai komposisi menyusun nama SPT. yang hampir sama. paling Satuan-satuan tanah Satuan-satuan tanah yang ada didalamnya dikelompokkan

2.

Dalam

konsosiasi

tidak memmpunyai 50% satu penyusun SPT ini tidak dapat 25% satuan tanah yang seru- kedalam

satuan tanah yang sama dan dipisahkkan satu sama lain ke dalam satu SPT yang SPT SPT yang sama karena mempunyai ke-

Survei Tanah dan Evaluasi Lahan | Satuan Peta Tanah 5

pa. SPT konsosiasi diberinama sesuai dengan satuan tanah yang dominan.

berbeda karena keterbatasan skala pemetaan.

samaan dalam penggunaan dan pengelolaan untuk penggunaan yang umum. Meskipun ada komponen tanah yang berasosiasi secara geografis, tetapi tidak dapat dipisahkan tingkat Dikatakan kecuali amat kompleks pada detail. jika

Sekarang

kurangnya

50%

dari edon-pedon yang ada didalam satuan peta tersebut sama dengan yang tertulis dalam satuan peta tanah, sedangkan pedon-pedon atau Setiap komponen dideskripsi 3. tanah-tanah da (dissimilar yang berbe- secara terperinci tanpa ada soil) yang perbedaan

komponen utama dalam satuan peta kompleks tidak dapat membentuk tersendiri satuan jika peta dipetakan

disebut inklusi, dalam satuan peta konsosiasi tidak lebih dari 25 %, 15 % atau 10 % tergantung dari sifat yang diuraikan

dalam skala 1 : 24.000. pada skala tersebut luasan 0,4 cm2 pada peta adalah 2,3 ha dilapangan. Komponen utama dalam satuan peta asosiasi jika dipetakan pada skala tersebut dapat membentuk satuan peta tersendiri.

Referensi Dinar. 2011. Skala Peta. (Online), (http://ayat-1000dinar.blogspot.com/2011/06/skala-peta.html), diakses tanggal 24 September 2012.

Survei Tanah dan Evaluasi Lahan | Satuan Peta Tanah 6

Robo,

Syarief. ber 2012.

2012.

Prinsip

Prinsip

Survei

Tanah.

(Online),

(http://iphect.blogspot.com/2012_05_01_archive.html), diakses tanggal 25 Septem-

Survei Tanah dan Evaluasi Lahan | Satuan Peta Tanah 7