'

|ffi \EilI

@

PEMERINTAH PROvINsI SUMATERA BARAT DINAS PRASARANA JALA}[, TATA RUANG DAN PERMUKIMAN raran ramaffi',X#iJ#i"fi?"1,:;illJ:l?fi1;J*i,i5',,f,,1#;Jlli'JJ05r783 Padang

KERANGKAACUAN KER'A

(KAK)
Program
PROCRAM PENGEMBANGAN PERUMAHAN

Kegiatan
REVISI RENCANA PENGEMBANGAN PEMBANGUNAN

PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN DAERAH (RP4D)
PROVINSI SUMATERA BARAT

Pekerjaan
PAKET REVISI RENCANA PENGEMBANGAN PEMBANGUNAN

DAN PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN DAERAH (RP4D)
PROVINSI SUMATERA BARAT

Lokasi
WII.AYAH SUMATERA BARAT

Tahun Anggaran 2012

BII}AI{G PERI]IT{AHAN DAT{

PEM

kondisi ekologis wilayah serta ditambah dengan ancaman perubahan iklim yang semakin besar. 38 Tahun 2007 telah mengamanatkan bidang {sektor) perumahan jadi salah satu urusan wajib daerah. setiap daerah di lndonesia cenderung mengalami permasalahan yang tipikal. 1 Tahun 2011 pada bagian kedua tentang tugas. dan kondisi backlog rumah tahun-tahun sebelumnya masih belum juga terselesaikan. Belum lagi permasalahan budaya lokal. Aktivitas daerah yang senantiasa bertumbuh. . maka pemerintah daerah (provinsi maupun kabupaten/kota) bertugas melaksanakan pembinaan bidang perumahan dan kawasan permukiman. Rencana Pengembangan Pembangunan Perumahan dan Permukiman Daerah (RP4D) adalah sebuah skenario jangka panjang (20 tahun) untuk penyelenggaraan dan pengelolaan bidang perumahan dan permukiman yang terkoordinasi dan terpadu baik secara lintas sektoral maupun wilayah administratif. maka peningkatan kinerja sektor perumahan adalah salah satu prioritas bagi daerah. Mengingat PP No. rencana keruangan daerah maupun rencana pembangunan sektoral lainnya. yang salah satunya adalah menyusun Rencana Pengembangan Pembangunan Perumahan dan Permukiman Daerah (RPAD) di daerah. RP4D. Sejalan dengan amanat UU No. Cara terefektif bagi daerah untuk meningkatkan kinerjanya di sektor perumahan adalah dengan dimulai dengan penyiapan rencana sektor perumahan yang komprehensif. dan akan semakin berat bagi daerah dalam melakukan perbaikan untuk mencapai kinerja yang optimal di sektor perumahan. LATAR BELAKANG Seiring dengan perkembangan daerah dan pertumbuhan penduduknya. maka sektor perumahan sudah perlu diberikan perhatian lebih karena jika semakin lama tidak ditangani maka permasalahan yang terjadi justru semakin menggunung. maka RP4D dituntut agar mampu menjadi sebuah acuan operasional dalam pelaksanaan pembangunan perumahan permukiman di daerah. dengan demikian harus senantiasa selaras dengan rencana pembangunan daerah. yang mana mampu menjawab kebutuhan atau kondisi yang terjadi di daerah. Jumlah penduduk yang meningkat akan menuntut pertambahan jumlah rumah baru. menuntut perumahan dan kawasan permukiman harus mampu melakukan penyesuaian terhadapnya. yaitu permasalahan di sektor perumahan menjadi semakin rumit. salah satunya adalah sarana prasarana kawasan permukiman. padahal di lain pihak lahan semakin terbatas. semakin membutuhkan penyediaan sarana prasarana yang lebih banyak. padahal masih pula terjadi beberapa kondisi di mana kawasan permukiman kumuh belum juga mendapatkan layanan sarana prasarana yang memadai hingga terjadi kecenderungan luas kawasan kumuh semakin bertambah dari masa ke masa. Merujuk hal itu. baik jangka panjang maupun menengah.KERANGKAACUAN KERJA PENYUSUNAN RENCANA PENGEMBANGAN PEMBANGUNAN PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN DAERAH (RP4D) A. Menilik kondisi tersebut. serta bersinergi dengan kebijakankebijakan terkait dari tingkat pusat hingga daerah.

2. antara lain: 1. UUD 1945 Pasal 28 H ayat 1. Teraturnya upaya penanganan dan antisipasi terhadap permasalahan permukiman secara lintas sektoral maupun lintas wilayah D. RP4D menjadi alat sinergitas antara kebijakan pembangunan sektor perumahan permukiman di pusat dan daerah 3. 4. antara lain: 1. 5. Terdapat acuan yang jelas bagi upaya dan prioritas penanganan masalah perumahan dan permukiman di daerah 4. DASARHUKUM Dasar hukum yang digunakan sebagai pedoman bagi penyusunan RP4D. implementatif serta sesuai kebutuhan lokal.l Tahun 201l tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman Undang-Undang No. dan mendapatkan lingkungan hidup baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan. baik berbentuk skim-skim arahan (implisit) atau arahan spasial (eksplisit) 2. adalah: 1. MANFAAT Manfaat yang didapatkan oleh daerah dengan mempunyai dokumen RP4D. bertempat tinggal. 3. RPAD menjadi acuan pelaksanaan koordinasi dan sinergitas berbagai sektor terkait pembangunan perumahan permukiman di daerah 4. Undang-undang No. TUJUANDANSASARAN Tujuan Menyusun arahan pembangunan dan pengembangan khusus di sektor perumahan yang terintegratif antar sektor. Stakeholder daerah dapat mengantisipasi berbagai kemungkinan perkembangan kawasan perumahan dan permukiman di wilayahnya 3. Sasaran Sasaran yang ditetapkan agar produk RP4D dapat implementatif.26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang Undang-undang No. RP4D menjadi acuan bagi seluruh pihak terkait lstakeholders) dalam pelaksanaan pembangunan perumahan permukiman di daerah C. RP4D memuat informasi tentang arahan serta rambu-rambu kebijakan dalam pembangunan dan pengembangan perumahan dan kawasan permukiman di daerah. Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin.B. 26 Tahun 2008 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional Undang-undang No. Stakeholder daerah memperoleh gambaran prospek perkembangan permukiman di wilayahnya 2.17 tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka PanJang Nasional Tahun 2005-2025 .

Rancangan Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Barat No.10 Tahun 1992 tentang Perkembangan Kependudukan 13. secara geografis terletak antara 0054' LU dan 3030' LS serta 98036' BT dan 101053' BT dan dilalui garis khatulistiwa (garis lintang nol derajat/garis equator). Undang-undang No.42 km2 dengan panjang pantaiwilayah daratan t 375 km ditambah /y . Undang-undang No. .4 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana Undang-undang No..23 Tahun 1997 tentang Pembangunan Keluarga Sejahtera Pengelolaan Llngkungan Hidup dan 12.33 Tahun 2OA4 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah Undang-undang No. 9. Undang-undang No. Peraturan Daerah Provinsi Sumatera barat No.39 11. Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Barat No.25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional Undang-undang No.36 Tahun 2005 Tentang Peraturan Undang Nomor 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung 17. Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Sumatera Barat Tahun 2009 -2029 E..5 Tahun 1960 tentang Peraturan No.6. Peraturan Pemerintah 1985 tentang Rumah Susun Dasar Pokok-Pokok Agraria 14. Undang-undang No. 7. Luas daratan Provinsi Sumatera Barat t 42. Permenpera No. Undang-undang No.3 Tahun 1991tentang Konsolidasi Lahan Rencana 22.15 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang Pelaksanaan Undang- 16. Peraturan Presiden No.3O km2 dan luas perairan (laut) t 52.65 lnfrastruktur Publik Tahun 2006 tentang Pengadaan Lahan untuk Kepentingan 18. RUANG TINGKUP Ruang Lingkup Wllayah Wilayah perencanaan RP4D Provinsi Sumatera Barat. Peraturan Pemerintah No.32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah Undang-undang No.7 Tahun 2008 tentang Pembangunan Jangka Panjang (RPJPD) Tahun 2005-2025 23.28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia 10./ . Keputusan Menteri Negara Perumahan dan Permukiman No. Peraturan No.13 tahun 2005 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah Kepala BPN No.297.9 Tahun 1999 tentang Pedoman Penyusunan RP4D 19.5 Tahun 2011 tentang Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD) Tahun 2010-2015 Rencana 24. Permendagri 21. 8.882. Undang-undang No.15 tahun 15.22 Tahun 2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Perumahan Rakyat Bidang 20.

003 km. Padang. meski demikian hasil dari produk perencanaan dalam kegiatan dekonsentrasi lingkup Kemenpera digunakan sebagai salah satu sumber terpercaya dan paling berharga untuk menyusun dokumen RP4D Provinsi Sumatera Barat. Padang Pariaman. Payakumbuh. Melakukan kajian perkembangan daerah dan proyeksi pembangunan sektor perumahan hlngga 20 tahun ke depan e.*)rf . Wilayah administrasi Provinsi Sumatera Barat terdiri dari 12 kabupaten (Limapuluh Kota. Solok. sehingga total garis pantai keseluruhan t 1. diperlukan serangkaian kegiatan dengan lingkup sebagai berikut: a. Dhamasraya. Pasaman. dan Samudera Hindia. baik dari segi jangka waktu perencanaan maupun substansi.378 km. Sawahlunto. Solok Selatan. Padang Panjang. Mengidentifikasi isu dan permasalahan pembangunan sektor perumahan didaerah b. Sijunjung. Pasaman Barat. Menyusun rencana dan strategi pembangunan sektor perumahan di daerah f. Menyusun indikasi program jangka waktu 20 tahun pembangunan sektor perumahan di daerah LUARAN Kegiatan ini akan menghasilkan produk dokumen perencanaan sektor perumahan Provinsi Sumatera Barat untuk jangka waktu 20 tahun. dengan batas administrasi meliputi: a o a a Sebelah Utara Sebelah Selatan Sebelah Timur Sebelah Barat Provinsi Sumatera Utara. Dokumen ini sangat berbeda dengan produk perencanaan yang dihasillkan dalam kegiatan dekonsentrasi lingkup Kemenpera. Perairan laut ini memiliki 375 pulau-pulau kecil dengan jumlah pulau terbanyak yaitu 323 pulau berada di Kabupaten Kepulauan Mentawai.panjang garis pantai kepulauan mentawai t 1. Profil Pembangunan dan Pengembangan sektor Perumahan Provinsi Sumatera Barat. Provinsi Bengkulu. Tanah Datar) dan 7 kota (Bukittinggi. Dokumen RP4D Provinsi Sumatera Barat tahun 2OI2-2O32 selanjutnya akan memuat keluaran sebagai berikut : a. Agam. . Kepulauan Mentawai. Mengidentifikasi profil dan daerah dalam pembangunan sektor perumahan c. Pariaman. Mengidentifikasi kebijakan dan strategi pembangunan daerah terutama pada sektor perumahan d. Ruang Ltngkup PekerJaan Untuk menyelesaikan pekerjaan ini. Profil ini akan memuat hasil identifikasi terhadap kondisi fisik dan non fisik daerah terkait sektor perumahan. Pesisir Selatan. pelaku pembansunan sektor perumahan di daerah beserta dengan [Tjlt:t. Solok). Provinsi Riau dan Jambi. isu dan permasalahan pembangunan sektor perumahan di daerah.

serta kebijakan strategls dalam pembangunan sektor perumahan di daerah. Arahan non-spasial digunakan pada substansi yang umumnya terkait dengan sistem maupun tata laksana dan tidak terikat secara kuat dengan konteks waktu karena dapat berlaku umum. lndikasi program pembangunan sektor perumahan Provinsi Sumatera Barat. Sistem pembahasan dari setiap tahap kegiatan tersebut. MEI(ANISME PELAIGANAAN PEKER'AAN Tahapan Penyusunan RP4D meliputi kegiatan sebagai berikut : 1. yaitu kegiatan perumusan konsep awal kerangka pemikiran penyelesaian pekerjaan. laporan telah memuat hasil identifikasi dan telah melakukan kegiatarl pengkajian dan penyusunan rencana. lndikasi program disusun dengan menggunakan batasan waktu perencanaan per lima tahunan. Kerangka strategis ini merupakan konsepsi dasar untuk membangun sektor perumahan. diskusi ini dilaksanakan dalam rangka pembahasan draft laporan antara yang dilakukan oleh pihak konsultan dengan tim teknis dan melibatkan instansiterkait serta pokja pKp. selain itu diupayakan untuk senantiasa bersinergi dengan RTRW daerah yang ada. Diskusiinidilakukan sebanyak 1 kalidan menghasilkan buku laporan akhir. tujuan dan sasaran strategis. diskusi ini dilaksanakan dalam rangka pembahasan draft laporan akhir yang dilakukan oleh pihak konsultan dengan tim teknis dan melibatkan instansi terkait serta Pokja pKp. 2. dan menghasilkan produk dokumen RP4D Provinsi Sumatera Barat yang utuh. d. Rencana ini merupakan bentuk respon {jawaban penyelesaian} terhadap isu dan permasalahan serta kebutuhan pembangunan sektor perurnahan di daerah. Strategi ini memuat tuntunan atau panduan dasar tentang bagaimana memadukan pelaksanaan rencana yang telah disusun sehingga dapat diimplementasikan secara integrasi dan komprehensif. Pada rencana ini. Diskusi ini dilakukan sebanyak 1 kali dan menghasilkan buku laporan antara. Pada tahap ini. Strategi pembangunan sektor perumahan Provinsi Sumatera Barat. Kerangka strategi pembangunan dan pengembangan sektor perumahan provinsi Sumatera Barat. telah dilakukan penyempurnaan dari laporan antara. Pada tahap ini. Tahap penyusunan laporan akhir. Diskusi tahap 3. yaitu kegiatan penyusunan dokumen RP4D provinsi Sumatera Barat. dapat memuat rencana yang berkonteks arahan spasial maupun non-spasial. dan mobilisasi personil Tahap penyusunan laporan antara. Arahan spasial berlaku dalam konteks rencana yang berhubungan dengan sistem keruangan serta mempunyai konteks waktu. Rencana pembangunan sektor perumahan Provinsi Sumatera Barat. diskusi ini dilaksanakan dalam rangka pembahasan buku draft laporan pendahuluan yang dilakukan oleh pihak konsultan dengan tim teknis. dengan substansi meliputi: visi misi. Tahap penyusunan laporan pendahuluan. // / I .b. lndikasi program ini menjadi panduan bagi SKPD pelaksana dan instansi terkait dalam rangka kolaborasi pelaksanaan kegiatan dan alokasi penganggaran pembangunan sektor perumahan di daerah hingga jangka waktu 20 tahun ke depan. e. Diskusi ini dilakukan sebanyak l kalidan menghasilkan buku laporan pendahuluan Diskusi tahap 2. c. diatur dengan susunan sebagai berikut : Diskusi tahap 1. metodologidan rencana kerja. 3. organisasi pekerjaan. yaitu kegiatan pengumpulan data dan informasi terkait dengan penyusunan RP4D Provinsi Sumatera Barat.

TENAGAAHLI YANG DIPERTUKAN Untuk melaksanakan kegiatan ini. Tenaga Ahli Hukum dengan latar belakang pendidikan Sarjana 51 Hukum berpengalaman 7 tahun dalam melakukan kajian aspek hukum pada kegiatan studi dan perencanaan perumahan permukiman 8. Tenaga Ahli Sistem lnformasi Geografis 4. Jadwal Pelaksanaan Kegiatan NO 1 KE6IATAN Persiapan Observasi lapangan dan analisis Finalisasi dokumen oerencanaan Pembahasan laporan a.AKSANAAN I Kegiatan ini diselenggarakan dalam waktu 5 (lima) bulan atau 150 (seratus lima puluh) hari kalender setelah Daftar lsial Pelaksanaan Anggaraan (DIPA) diterbitkan. 5. Lanoran antara c.H. Laporan akhir I ---':1=1 2 SUIAN 3 4 5 2 3 l a r::a 4 o . Tenaga Ahli Sosial Kemasyarakatan dengan latar belakang pendidikan Sarjana 51 Sosial Kemasyarakatan berpengalaman 7 tahun dalam melakukan analisis terhadap kondisi sosial masyarakat terkait pada kegiatan studi dan perencanaan perumahan permukiman JADWAT PEI. Jadwal pelaksanaan kegiatan sebagaimana jadwal terlampir: Tabel 1. dibutuhkan Tenaga Ahli yang berkompeten di bidangnya. Tenaga Ahli Ekonomi Pembangunan 7. Tenaga Ahli Pengembangan sekaligus sebagai Team Leader dengan latar belakang pendidikan Sarjana 51 Teknik Arsitekturl Planologi berpengalaman 9 tahun atau Sarjana 52 berpengalaman 7 tahun dalam studi dan perencanaan perumahan permukiman Wilayah dengan latar belakang pendidikan Sarjana 51 Teknik Arsitektur/Planologi berpengalaman 7 tahun dalam bidang perencanaan pengembangan wilayah kota dan studiserta perencanaan perumahan permukiman (SlG) dengan latar belakang pendidikan Sarjana 51 3. Laporan pendahuluan b. meliputi: ' 1. Tenaga Ahli Perumahan dan Permukiman 2. Geografi Kartografi dan Penginderaan Jauh berpengalaman 7 tahun dalam perencanaan pengembangan wilayah kota dan studi serta perencanaan perumahan permukiman Tenaga Ahli Teknik Sipil dengan latar belakang pendidikan Sarjana 51 Teknik Sipil berpengalaman 7 tahun dalam perencanaan pengembangan prasarana sarana utilitas kota dan studi serta perencanaan perumahan permukiman Tenaga Ahli Teknik Lingkungan dengan latar belakang pendidikan Sarjana 51 Teknik Lingkungan berpengalaman 7 tahun dalam kajian lingkungan pada kegiatan studi dan perencanaan perumahan permukiman dengan latar belakang pendidikan Sarjana 51 Ekonomi Pembangunan berpengalaman 7 tahun dalam melakukan analisis ekonomi pada kegiatan studi dan perencanaan perumahan permukiman 6.

. BIAYA Laporan yang wajib dihasilkan dari pekerjaan ini adalah: 1.Si NIP. 3.J.400. 2. BIAYA Sumber pendanaan untuk kegiatan ini beraal dari APBD Tahun Anggaran 2012 pada Bidang Perumahan dan Permukiman SKPD Dinas Prasarana Jalan Tata Ruang dan Permukiman Provinsi SJ. 19570712 198903 l00l NIP. FACHRUDDIN.000. 4.000. Laporan Pendahuluan Laporan Antara Laporan Akhir Executive summary 15 eksemplar 15 eksemplar 15 eksemplar 15 eksemplar Padang Maret 2012 Kuasa Pengguna Anggaran Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan Bidang Perumahan dan Permukiman Ir. llfl. J 'L K.(empat ratus juta rupiah).rmatera Barat senilai Rp. 19560826 198703 1 002 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful