Anda di halaman 1dari 20

Laporan Praktikum Analisis Organoleptik Tim Penyaji : Kelompok 9

Hari/Tanggal PJ Dosen Asisten

: Jumat/27 April 2012 : Mira Miranti, STP, MSi. : Ummi Rufaizah

UJI SKALAR [UJI PERBANDINGAN PASANGAN DAN UJI PERBANDINGANJAMAK]


Kelompok 1/A-P2

Suci Rahmadhani Rico Fernando Theo Tia Esha Nombiga

J3E111003 J3E111044 J3E111073

SUPERVISOR JAMINAN MUTU PANGAN PROGRAM DIPLOMA INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2012

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Menurut Soekarto (1985), pengujian organoleptik mempunyai macammacam cara. Cara-cara pengujian itu dapat digolongkan dalam beberapa kelompok. Cara pengujian yang paling populer adalah kelompok pengujian pembedaan (deference test) dan kelompok pengujian pemilihan (preference test). Di samping kedua kelompok pengujian itu, dikenal juga pengujian skalar dan pengujian deskripsi. Jika kedua pengujian pertama banyak digunakan dalam penelitian, analisis proses dan penilaian hasil akhir, maka dua kelompok pengujian yang terakhir ini banyak digunakan dalam pengawasan mutu (quality control). Suatu hal yang sangat penting dalam pengujian, terutama dalam pengujian pemilihan dan skalar, adalah contoh pembanding. Jika contoh pembanding diberikan, yang perlu diperhatikan bahwa yang terutama dijadikan faktor pembanding adalah satu atau lebih sifat sensorik dari bahan pembanding itu. Karena itu, sifat lain yang tidak dijadikan faktor pembanding harus diusahakan sama dengan contoh yang diujikan. Hal ini penting agar panelis tahu sensorik apa yang diujikan dan tidak terjadi kekeliruan atau salah paham antara pengelola pengujian dan panelis (Darmudiansyah 2011). Contoh pembanding ini dapat secara fisik turut disuguhkan dalam pelaksanaan pengujian tetapi dapat pula tidak disuguhkan. Dalam hal terakhir ini contoh pembanding hanya dideskripsikan dan sifat-sifat sensorik yang dijadikan adalah sifat yang sudah dikenal betul oleh panelis. Dalam hal ini panelis hanya diminta mengingat kembali sifat itu dan mencamkan betul-betul sebelum melakukan penginderaan. Sebagai contoh pembanding dapat digunakan komoditi baku, komoditi yang sudah dipasarkan atau bahan yang telah diketahui sifatnya (Darmudiansyah 2011). Susiwi (2009) mengatakan bahwa pada uji skalar penelis diminta menyatakan besaran kesan yang diperolehnya. Besaran ini dapat dinyatakan dalam bentuk besaran skalar atau dalam bentuk skala numerik. Besaran skalar

digambarkan dalam: pertama, bentuk garis lurus berarah dengan pembagian skala dengan jarak yang sama. Kedua, pita skalar yaitu dengan degradasi yang mengarah (seperti contoh degradasi warna dari sangat putih sampai hitam). Uji skalar terdiri dari 1) Uji skalar garis; 2) Uji skor; 3) Uji perbandingan pasangan; 4) Uji perbandingan jmak; dan 5) Uji ranking. Uji skalar dalam praktikum ini terdiri dari uji perbandingan pasangan dan uji perbandingan jamak. Uji perbandingan pasangan atau Paired Comparison, uji ini hampir menyerupai uji pasangan, bedanya terletak pada pertanyaan untuk panelis. Jika pada uji pasangan dinyatakan ada atau tidaknya perbedaan, maka pada uji perbandingan pasangan pertanyaan itu dapat ditambah lagi mana yang lebih dari dua contoh yang diuji. Kelebihan ini dapat berarti lebih baik atau lebih buruk, dapat pula pertanyaan dilanjutkan seberapa tingkat lebihnya. Uji perbandingan jamak atau Multiple Comparison, pada prinsipnya hampir sama dengan uji perbandingan pasangan. Pada uji perbandingan pasangan hanya dua contoh disajikan, pada uji perbandingan jamak bias tiga atau lebih contoh disajikan bersamaan. Dalam pelaksanaannya panelis diminta memberikan skor berdasar skala kelebihan, yaitu lebih baik atau lebih buruk (Sarastani 2012).

1.2 Tujuan Tujuan praktikum ini adalah memperkenalkan dan sekaligus ajang berlatih bagi mahasiswa tentang tata cara penyelenggaraan uji skalar dan analisis respon ujinya. Di samping itu, sebagai ajang latihan terus menerus mengenal sifat indrawi berbagai contoh uji [produk pangan].

BAB II METODOLOGI

2.1 Alat dan Bahan Bahan yang diperlukan dalam praktikum kali ini adalah dua jenis cream crackers (Nissin = PT. Nissin Biskuit Indonesia dan Roma = PT. Mayora Indah,Tbk, Jakarta ), lima jenis wafer coklat (Selamat = PT. General Food Inds; Briko = Dolfi, PT. General Food Inds; Khong Guan = PT. Khong Guan; Tango = PT. Ultra Prima Abadi; Nissin Wafers = PT. Monde Mahkota Biskuit), dan 1 galon air minum. Alat yang digunakan adalah 4 lusin piring kecil melamin, 1 lusin gelas besar, dan dispenser.

2.2 Prosedur Kerja 2.2.1 Persiapan Contoh Uji 2.2.1.1 Uji Perbandingan Pasangan Dua jenis cream crackers,dipotong kecil dengan ukuran yang seragam

Disajikan seperti dibawah ini

P Sampel Keterangan : P : Nissin PT. Nissin Biscuit Indonesia, Ungaran Indonesia Sampel : Roma PT. General Food Inds Bandung, 40256

2.2.1.2 Uji Perbandingan Jamak Lima jenis wafer coklat, dipotongpotong dengan ukuran yang seragam

Disajikan seperti di bawah ini

Sampel 1

Sampel 2

Sampel 3

Sampel 4

Keterangan : P : Tango coklat, PT. Ultra Prima Abadi Jkt 11850 Sampel : 1. Selamat PT. General Food Inds Bandung, 40256 2. Khong Guan cream wafer, PT. Khong Guan Biscuit Factory Jkt 3. Nissin Wafers Coklat, PT. Monde Mahkota Biskuit Jkt-1370 4. Briko Delfi, PT. General Food,Inds Bandung 140256

2.2.2 Penyajian Contoh Uji 2.2.2.1 Uji Perbandingan Pasangan Dua piring melamin berisi contoh pembanding dan contoh uji, disajikan bersamaan. Rasa Kerenyahan

P Warna

631

294

578

2.2.2.2 Uji Perbandingan Jamak Lima piring melamin berisi masing-masing wafer coklat dari 5 merk yang berbeda, satu piring sebagai contoh pembanding, 4 piring sebagai contoh uji berkode dan disajikan bersamaan secara acak.

Kerenyahan

Rasa

764

304

205

583

504 Warna

138

261

716

731

268

154

312

BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1 Hasil Tabel 1. Rekapitulasi Perbandingan Jamak Data Uji Perbandingan Pasangan dan Uji

Grafik 1. Uji Perbandingan Pasangan terhadap Warna, Rasa, dan Kerenyahan Cream Crackers Nissin dan Cream Crackers Roma sebagai Pembanding
4 3 2 1 0 -1 -2 -3 SUCI OBELIA AMBAR SITI DITA DOLFINA CYNTHIA A HELMY NURUL RICO ARDAM PRATIWI AQMILA TIA PURVITA ZAHRA CHINTIA H ZULKIFLI GRACE VIRANI MYRAWATI GALIH NENENG WULAN IZMI OPI EKA NINA RENDY TIFFANI warna rasa kerenyahan

Grafik 2. Uji Perbandingan Jamak terhadap Warna, Rasa, dan Kerenyahan Wafer Coklat Selamat dengan Wafer Coklat Tango sebagai Pembanding
4 3 2 1 0 -1 -2 -3 SUCI OBELIA AMBAR SITI DITA DOLFINA CYNTHIA A HELMY NURUL RICO ARDAM PRATIWI AQMILA TIA PURVITA ZAHRA CHINTIA H ZULKIFLI GRACE VIRANI MYRAWATI GALIH NENENG WULAN IZMI OPI EKA NINA RENDY TIFFANI warna rasa kerenyahan

Grafik 3. Uji Perbandingan Jamak terhadap Warna, Rasa, dan Kerenyahan Wafer Coklat Briko terhadap Wafer Coklat Tango sebagai Pembanding
4 3 2 1 0 -1 -2 -3 SUCI OBELIA AMBAR SITI DITA DOLFINA CYNTHIA HELMY NURUL RICO ARDAM PRATIWI AQMILA TIA PURVITA ZAHRA CHINTIA H ZULKIFLI GRACE VIRANI MYRAWATI GALIH NENENG WULAN IZMI OPI EKA NINA RENDY TIFFANI warna rasa kerenyahan

-3

-2

-1

4 3 2 1 0 -1 -2 -3 -4

Rasa, dan Kerenyahan Wafer Coklat Tango sebagai Pembanding

Warna, Rasa, dan Kerenyahan Wafer Coklat Tango sebagai Pembanding

Grafik 5. Uji Perbandingan Jamak Wafer Coklat Khong Guan terhadap

Grafik 4. Uji Perbandingan Jamak Wafer Coklat Nissin terhadap Warna,

warna warna rasa kerenyahan

rasa

kerenyahan

SUCI OBELIA AMBAR SITI DITA DOLFINA CYNTHIA A HELMY NURUL RICO ARDAM PRATIWI AQMILA TIA PURVITA ZAHRA CHINTIA H ZULKIFLI GRACE VIRANI MYRAWATI GALIH NENENG WULAN IZMI OPI EKA NINA RENDY TIFFANI

SUCI OBELIA AMBAR SITI DITA DOLFINA CYNTHIA A HELMY NURUL RICO ARDAM PRATIWI AQMILA TIA PURVITA ZAHRA CHINTIA H ZULKIFLI GRACE VIRANI MYRAWATI GALIH NENENG WULAN IZMI OPI EKA NINA RENDY TIFFANI

3.2 Pembahasan Menurut Soekarto (1985), pengujian organoleptik mempunyai macammacam cara. Cara-cara pengujian itu dapat digolongkan dalam beberapa kelompok. Cara pengujian yang paling popular adalah kelompok pengujian pembedaan (difference test) dan kelompok pengujian pemilihan (preference test). Di samping kedua kelompok pengujian itu, dikenal juga pengujian skalar dan pengujian deskripsi. Jika pengujian pertama banyak digunakan dalam penelitian, analisis proses, dan penilaian hasil akhir, maka dua kelompok pengujian terakhir ini banyak digunakan dalam pengawasan mutu (quality control). Pada praktikum ke-9 mengenai Uji Skalar tanggal 27 April 2012, panelis diminta untuk melakukan uji perbandingan pasangan dan uji perbandingan jamak. Uji perbandingan pasangan atau Paired Comparison, uji ini hampir menyerupai uji pasangan, bedanya terletak pada pertanyaan untuk panelis. Jika pada uji pasangan dinyatakan ada atau tidaknya perbedaan, maka pada uji perbandingan pasangan pertanyaan itu dapat ditambah lagi mana yang lebih dari dua contoh yang diuji. Kelebihan ini dapat berarti lebih baik atau lebih buruk, dapat pula pertanyaan dilanjutkan seberapa tingkat lebihnya. Uji perbandingan jamak atau Multiple Comparison, pada prinsipnya hampir sama dengan uji perbandingan pasangan. Pada uji perbandingan pasangan hanya dua contoh disajikan, pada uji perbandingan jamak bias tiga atau lebih contoh disajikan bersamaan. Dalam pelaksanaannya panelis diminta memberikan skor berdasar skala kelebihan, yaitu lebih baik atau lebih buruk (Sarastani 2012). 3.2.1 Uji Perbandingan Pasangan Uji perbandingan pasangan (Paired Comparation Test) dimana para panelis diminta untuk menyatakan apakah ada perbedaan antara dua contoh yang disajikan (Anonim 2006). Prinsip uji ini hampir menyerupai uji pasangan, perbedaannya adalah pada uji pasangan pertanyaannya ada atau tidak adanya perbedaan sedangkan pada uji perbandingan pasangan, pertanyaanya selain ada atau tidak adanya perbedaan, ditambah mana yang lebih, dan dilanjutkan dengan tingkat lebihnya (Susiwi 2009). Pada uji perbandingan pasangan, panelis diminta untuk membandingkan contoh uji dengan contoh pembanding dengan cara memberikan skor pada contoh

uji. Panelis disediakan satu contoh uji (Cream Crackers Nissin) dan satu contoh pembanding (Cream Crackers Roma), kemudian panelis diminta untuk membandingkan dengan cara memberi tanda checklist () pada kriteria

penilaian. Adapun skala kriteria yang diberikan, yaitu sangat lebih [+3], lebih [+2], agak lebih [+1], tidak berbeda [0], agak kurang [-1], kurang [-2], dan sangat kurang [-3]. 3.2.1.1 Uji Perbandingan Pasangan Warna Cream Crackers Pada uji perbandingan pasangan warna, panelis diminta untuk

membandingkan warna contoh uji dengan contoh pembanding. Panelis disediakan satu contoh pembanding dan satu contoh uji. Panelis terlebih dahulu menginderakan warna dari contoh pembanding, kemudian menginderakan warna dari contoh uji. Selanjutnya panelis diminta untuk membandingkan warna dengan cara memberi tanda checklist () pada kriteria penilaian. Adapun skala kriteria yang diberikan, yaitu sangat lebih cerah [+3], lebih cerah [+2], agak lebih cerah [+1], tidak berbeda [0], agak kurang cerah [-1], kurang cerah [-2], dan sangat kurang cerah [-3]. Hasil pengujian berdasarkan tabel 1, dari 28 panelis diperoleh penilaian warna contoh uji (Nissin) terhadap contoh pembanding (Roma) dengan total penilaian 22 dan rata-rata penilaian 0,79. Rata-rata penilaian berada di atas skala kriteria tidak berbeda [0] dan mendekati atau berada di bawah skala kriteria agak lebih cerah [+1] sehingga dapat dikatakan bahwa warna contoh uji (Nissin) memiliki mutu dan kualitas warna antara tidak berbeda sampai agak lebih cerah dibandingkan dengan contoh pembanding (Roma). 3.2.1.2 Uji Perbandingan Pasangan Rasa Cream Crackers Pada uji perbandingan pasangan rasa, panelis diminta untuk

membandingkan rasa contoh uji dengan contoh pembanding. Panelis disediakan satu contoh pembanding dan satu contoh uji. Panelis terlebih dahulu menginderakan rasa dari contoh pembanding, kemudian menginderakan rasa dari contoh uji. Selanjutnya panelis diminta untuk membandingkan rasa dengan cara memberi tanda checklist () pada kriteria penilaian. Adapun skala kriteria yang diberikan, yaitu sangat lebih enak [+3], lebih enak [+2], agak lebih enak [+1],

tidak berbeda [0], agak kurang enak [-1], kurang enak [-2], dan sangat kurang enak [-3]. Hasil pengujian berdasarkan tabel 1, dari 28 panelis diperoleh penilaian rasa contoh uji (Nissin) terhadap contoh pembanding (Roma) dengan total penilaian 8 dan rata-rata penilaian 0,29. Rata-rata penilaian berada di atas skala kriteria tidak berbeda [0] dan mendekati atau berada di bawah skala kriteria agak lebih cerah [+1] sehingga dapat dikatakan bahwa rasa contoh uji (Nissin) memiliki mutu dan kualitas rasa antara tidak berbeda sampai agak lebih enak dibandingkan dengan contoh pembanding (Roma). 3.2.1.3 Uji Perbandingan Pasangan Kerenyahan Cream Crackers Pada uji perbandingan pasangan kerenyahan, panelis diminta untuk membandingkan kerenyahan contoh uji dengan contoh pembanding. Panelis disediakan satu contoh pembanding dan satu contoh uji. Panelis terlebih dahulu menginderakan kerenyahan dari contoh pembanding, kemudian menginderakan kerenyahan dari contoh uji. Selanjutnya panelis diminta untuk membandingkan kerenyahan dengan cara memberi tanda checklist () pada kriteria penilaian. Adapun skala kriteria yang diberikan, yaitu sangat lebih renyah [+3], lebih renyah [+2], agak lebih renyah [+1], tidak berbeda [0], agak kurang renyah [-1], kurang renyah [-2], dan sangat kurang renyah [-3]. Hasil pengujian berdasarkan tabel 1, dari 28 panelis diperoleh penilaian rasa contoh uji (Nissin) terhadap contoh pembanding (Roma) dengan total penilaian -14 dan rata-rata penilaian -0,50. Rata-rata penilaian berada di bawah skala kriteria tidak berbeda [0] dan mendekati atau berada di atas skala kriteria agak kurang renyah [-1] sehingga dapat dikatakan bahwa kerenyahan contoh uji (Nissin) memiliki mutu dan kualitas kerenyahan antara tidak berbeda sampai agak kurang renyah dibandingkan dengan contoh pembanding (Roma). 3.2.2 Uji Perbandingan Jamak Menurut Susiwi (2009), uji perbandingan jamak atau Multiple

Comparision merupakan pengujian yang memiliki prinsip hampir sama dengan uji perbandingan pasangan. Perbedaannya pada uji perbandingan pasangan hanya dua sampel yang disajikan, tetapi pada uji perbandingan jamak tiga atau lebih sampel

disajikan secara bersamaan. Pada uji ini panelis diminta memberikan skor berdasarkan skala kelebihannya, yaitu lebih baik atau lebih buruk. Pada uji perbandingan jamak, panelis diminta untuk membandingkan contoh uji dengan contoh pembanding dengan cara memberikan skor pada contoh uji. Panelis disediakan empat contoh uji (Wafer Selamat, Wafer Khong Guan, Wafer Nissin, dan Wafer Briko) dan satu contoh pembanding (Wafer Tango), kemudian panelis diminta untuk membandingkan dengan cara memberi tanda checklist () pada kriteria penilaian. Adapun skala kriteria yang diberikan, yaitu sangat lebih [+3], lebih [+2], agak lebih [+1], tidak berbeda [0], agak kurang [-1], kurang [-2], dan sangat kurang [-3]. 3.2.2.1 Uji Perbandingan Jamak Warna Wafer Pada praktikum ini, dilakukan uji perbandingan jamak terhadap warna produk wafer coklat dengan merk berbeda. Panelis disediakan empat contoh uji wafer coklat dengan kode berbeda yaitu 731, 268, 154, dan 312 serta satu contoh pembanding. Panelis terlebih dahulu menginderakan warna dari contoh pembanding, kemudian menginderakan warna dari contoh uji. Selanjutnya panelis diminta untuk membandingkan warna dengan cara memberi tanda checklist () pada kriteria penilaian. Adapun skala kriteria yang diberikan, yaitu sangat lebih cerah [+3], lebih cerah [+2], agak lebih cerah [+1], tidak berbeda [0], agak kurang cerah [-1], kurang cerah [-2], dan sangat kurang cerah [-3]. Hasil pengujian berdasarkan tabel 1, dari 28 panelis diperoleh penilaian warna contoh uji wafer Selamat berkode 731 terhadap contoh pembanding wafer Tango dengan total penilaian 42 dan rata-rata penilaian 1,50. Rata-rata penilaian berada di atas skala kriteria agak lebih cerah [+1] dan mendekati atau berada dibawah skala kriteria lebih cerah [+2] sehingga dapat dikatakan bahwa warna contoh uji wafer Selamat memiliki mutu dan kualitas warna antara agak lebih cerah sampai lebih cerah dibandingkan dengan contoh pembanding wafer Tango. Untuk contoh uji wafer Khong Guan berkode 268 terhadap contoh pembanding wafer Tango dengan total penilaian 65 dan rata-rata penilaian 2,32. Rata-rata penilaian berada di atas skala kriteria lebih cerah [+2] dan mendekati atau berada di bawah skala kriteria sangat lebih cerah [+3] sehingga dapat dikatakan bahwa warna contoh uji wafer Khong Guan memiliki mutu dan

kualitas warna antara lebih cerah sampai sangat lebih cerah dibandingkan dengan contoh pembanding wafer Tango. Untuk contoh uji wafer Nissin berkode 154 terhadap contoh pembanding wafer Tango dengan total penilaian 48 dan rata-rata penilaian 1,71. Rata-rata penilaian berada di atas skala kriteria agak lebih cerah [+1] dan mendekati atau berada di bawah skala kriteria lebih cerah [+2] sehingga dapat dikatakan bahwa warna contoh uji wafer Nissin memiliki mutu dan kualitas warna antara agak lebih cerah sampai lebih cerah dibandingkan dengan contoh pembanding wafer Tango. Untuk contoh uji wafer Briko berkode 312 terhadap contoh pembanding wafer Tango dengan total penilaian 56 dan rata-rata penilaian 2,00. Rata-rata penilaian berada pada skala kriteria lebih cerah [+2] sehingga dapat dikatakan bahwa warna contoh uji wafer Briko memiliki mutu dan kualitas warna lebih cerah dibandingkan dengan contoh pembanding wafer Tango. 3.2.2.2 Uji Perbandingan Jamak Rasa Wafer Pada praktikum ini, dilakukan uji perbandingan jamak terhadap rasa produk wafer coklat dengan merk berbeda. Panelis disediakan empat contoh uji wafer coklat dengan kode berbeda yaitu 716, 261, 583, dan 205 serta satu contoh pembanding. Panelis terlebih dahulu mencicipi rasa dari contoh pembanding, kemudian mencicipi rasa dari contoh uji. Selanjutnya panelis diminta untuk membandingkan rasa dengan cara memberi tanda checklist () pada kriteria penilaian. Adapun skala kriteria yang diberikan, yaitu sangat lebih enak [+3], lebih enak [+2], agak lebih enak [+1], tidak berbeda [0], agak kurang enak [-1], kurang enak [-2], dan sangat kurang enak [-3]. Hasil pengujian berdasarkan tabel 1, dari 28 panelis diperoleh penilaian rasa contoh uji wafer Selamat berkode 205 terhadap contoh pembanding wafer Tango dengan total penilaian 31 dan rata-rata penilaian 1,11. Rata-rata

penilaian berada di atas skala kriteria agak lebih enak [+1] dan mendekati atau berada dibawah skala kriteria lebih enak [+2] sehingga dapat dikatakan bahwa rasa contoh uji wafer Selamat memiliki mutu dan kualitas rasa antara agak lebih enak sampai lebih enak dibandingkan dengan contoh pembanding wafer Tango. Untuk contoh uji wafer Khong Guan berkode 583 terhadap contoh pembanding wafer Tango dengan total penilaian 1 dan rata-rata penilaian 0,04. Rata-rata

penilaian berada di atas skala kriteria tidak berbeda [0] dan mendekati atau berada di bawah skala kriteria agak lebih enak [+1] sehingga dapat dikatakan bahwa rasa contoh uji wafer Khong Guan memiliki mutu dan kualitas rasa antara tidak berbeda sampai agak lebih enak dibandingkan dengan contoh pembanding wafer Tango. Untuk contoh uji wafer Nissin berkode 261 terhadap contoh pembanding wafer Tango dengan total penilaian 10 dan rata-rata penilaian 0,36. Rata-rata penilaian berada di atas skala kriteria tidak berbeda [0] dan mendekati atau berada di bawah skala kriteria agak lebih enak [+1] sehingga dapat dikatakan bahwa rasa contoh uji wafer Nissin memiliki mutu dan kualitas rasa antara tidak berbeda sampai agak lebih enak dibandingkan dengan contoh pembanding wafer Tango. Untuk contoh uji wafer Briko berkode 716 terhadap contoh pembanding wafer Tango dengan total penilaian 23 dan rata-rata penilaian 0,82. Rata-rata penilaian berada pada skala kriteria tidak berbeda [0] dan mendekati atau berada di bawah skala kriteria agak lebih enak [+1] sehingga dapat dikatakan bahwa rasa contoh uji wafer Briko memiliki mutu dan kualitas rasa antara tidak berbeda sampai agak lebih enak dibandingkan dengan contoh pembanding wafer Tango. 3.2.2.3 Uji Perbandingan Jamak Kerenyahan Wafer Pada praktikum ini, dilakukan uji perbandingan jamak terhadap kerenyahan produk wafer coklat dengan merk berbeda. Panelis disediakan empat contoh uji wafer coklat dengan kode berbeda yaitu 304, 138, 504, dan 764 serta satu contoh pembanding. Panelis terlebih dahulu merasakan kerenyahan dari contoh pembanding, kemudian merasakan kerenyahan dari contoh uji. Selanjutnya panelis diminta untuk membandingkan kerenyahan dengan cara memberi tanda checklist () pada kriteria penilaian. Adapun skala kriteria yang diberikan, yaitu sangat lebih renyah [+3], lebih renyah [+2], agak lebih renyah [+1], tidak berbeda [0], agak kurang renyah [-1], kurang renyah [-2], dan sangat kurang renyah [-3]. Hasil pengujian berdasarkan tabel 1, dari 28 panelis diperoleh penilaian kerenyahan contoh uji wafer Selamat berkode 764 terhadap contoh pembanding wafer Tango dengan total penilaian 12 dan rata-rata penilaian 0,43. Rata-rata penilaian berada di atas skala kriteria tidak berbeda [0] dan mendekati atau berada dibawah skala kriteria agak lebih renyah [+1] sehingga dapat dikatakan bahwa

kerenyahan contoh uji wafer Selamat memiliki mutu dan kualitas kerenyahan antara tidak berbeda sampai agak lebih renyah dibandingkan dengan contoh pembanding wafer Tango. Untuk contoh uji wafer Khong Guan berkode 304 terhadap contoh pembanding wafer Tango dengan total penilaian 19 dan ratarata penilaian 0,68. Rata-rata penilaian berada di atas skala kriteria tidak berbeda [0] dan mendekati atau berada di bawah skala kriteria agak lebih renyah [+1] sehingga dapat dikatakan bahwa kerenyahan contoh uji wafer Khong Guan memiliki mutu dan kualitas kerenyahan antara tidak berbeda sampai agak lebih renyah dibandingkan dengan contoh pembanding wafer Tango. Untuk contoh uji wafer Nissin berkode 504 terhadap contoh pembanding wafer Tango dengan total penilaian 6 dan rata-rata penilaian 0,21. Rata-rata penilaian berada di atas skala kriteria tidak berbeda [0] dan mendekati atau berada di bawah skala kriteria agak lebih renyah [+1] sehingga dapat dikatakan bahwa kerenyahan contoh uji wafer Nissin memiliki mutu dan kualitas kerenyahan antara tidak berbeda sampai agak lebih renyah dibandingkan dengan contoh pembanding wafer Tango. Untuk contoh uji wafer Briko berkode 138 terhadap contoh pembanding wafer Tango dengan total penilaian 17 dan rata-rata penilaian 0,61. Rata-rata penilaian berada pada skala kriteria tidak berbeda [0] dan mendekati atau berada di bawah skala kriteria agak lebih renyah [+1] sehingga dapat dikatakan bahwa kerenyahan contoh uji wafer Briko memiliki mutu dan kualitas kerenyahan antara tidak berbeda sampai agak lebih renyah dibandingkan dengan contoh pembanding wafer Tango.

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN


4.1 Kesimpulan Dari data hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa pada uji perbandingan pasangan (Paired Comparation Test), mutu dan kualitas warna Cream Crackers Nissin dikatakan antara tidak berbeda sampai agak lebih cerah dibandingkan dengan Cream Crackers Roma. Mutu dan kualitas rasa Cream Crackers Nissin dikatakan antara tidak berbeda sampai agak lebih enak dibandingkan dengan Cream Crackers Roma serta mutu dan kualitas kerenyahan Cream Crackers Nissin dikatakan antara tidak berbeda sampai agak kurang renyah dibandingkan dengan Cream Crackers Roma. Pada uji pembanding jamak (Multiple Comparision), wafer Selamat dikatakan memiliki mutu dan kualitas warna antara agak lebih cerah sampai lebih cerah dibandingkan dengan wafer Tango, mutu dan kualitas rasa antara agak lebih enak sampai lebih enak dibandingkan dengan wafer Tango, serta memiliki mutu dan kualitas kerenyahan antara tidak berbeda sampai agak lebih renyah dibandingkan dengan wafer Tango. Wafer Khong Guan dikatakan memiliki mutu dan kualitas warna antara lebih cerah sampai sangat lebih cerah dibandingkan dengan wafer Tango, mutu dan kualitas rasa antara tidak berbeda sampai agak lebih enak dibandingkan dengan wafer Tango, serta memiliki mutu dan kualitas kerenyahan antara tidak berbeda sampai agak lebih renyah dibandingkan dengan wafer Tango. Wafer Nissin dikatakan memiliki mutu dan kualitas warna antara agak lebih cerah sampai lebih cerah dibandingkan dengan wafer Tango, mutu dan kualitas rasa antara tidak berbeda sampai agak lebih enak dibandingkan dengan wafer Tango, serta memiliki mutu dan kualitas kerenyahan antara tidak berbeda sampai agak lebih renyah dibandingkan dengan wafer Tango. Wafer Briko dikatakan memiliki mutu dan kualitas warna lebih cerah dibandingkan dengan wafer Tango, mutu dan kualitas rasa antara tidak berbeda sampai agak lebih enak dibandingkan dengan wafer Tango serta memiliki mutu dan kualitas kerenyahan antara tidak berbeda sampai agak lebih renyah dibandingkan dengan wafer Tango.

4.2 Saran Produk yang disajikan sebagai contoh uji dan pembanding sebaiknya memilki warna, rasa, dan kerenyahan yang memilki karakteristik yang sangat berbeda sehingga panelis lebih mudah dalam membandingkan dan memberikan penilaian. Suasana ruang uji sebaiknya dibuat lebih kondusif sehingga panelis dapat menerima dan mengerti pesan atau instruksi yang disampaikan oleh penyaji.

DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2006. Pengujian organoleptik (evaluasi sensori) dalam industri pangan. http://www.ebookpangan.com [01 Mei 2012] Darmudiansyah. 2011. Uji skoring. http://darmudiansyah.blogspot.com [01 Mei 2012] Sarastani, Dewi. 2012. Penuntun Praktikum Analisis Organoleptik. Bogor: Program Diploma Institut Pertanian Bogor. Soekarto, ST. 1985. Penilaian Organoleptik untuk Industri Pangan dan Hasil Pertanian. Jakarta: Bharata Karya Aksara. Susiwi S. 2009. Penilaian organoleptik. Bandung: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Pendidikan Indonesia. http://www.scribd.com [02 Mei 2012]