Anda di halaman 1dari 13

201 2

PERANCANGAN KAPAL MENGGUNAKAN METODE VARIASI


PERMESINAN KAPAL 1
KELOMPOK 2 LINA SYARAVINA KHAERUNISA SABITHA ANDREAS ENRICO DEKRINO SITUMORANG CHOIRUN CAHYOABDI FAKHRI AKBAR LATHIF PRASETYO W MUHAMMAD IMAAD AL HAMAS MUHAMMAD RUSDI ZULKAIDI RIZKY HIDAYAT PUTRA USMAN MUNANDAR FADLIKA MUHAMMAD

PROGRAM STUDI TEKNIK PERKAPALAN PROGRAM STUDI TEKNIK PERKAPALAN DEPARTEMEN TEKNIK MESIN
10/29/2012

2 PERANCANGAN KAPAL METODE VARIASI PERANCANGAN KAPAL METODE VARIASI Perancangan kapal metode variasi adalah salah satucara dalam merancang kapal yaitu dengan menitikberatkan pade perhitungan displacement kapal, pada perancangan metode ini, terdapat 4 cara atau pendekatan untuk mendapatkan displacement ya ada. Dalam perancangan ini sangat diperlukan adanya data kapal pembanding yang hamper sesuai dengan data kapal yang akan kita buat sesuai dengan owner requirement. Apabila kita sudah mendapatkan displacement pasa tiap cara pendekatan, maka dari variasi displacement yang ada kita menentukan yang mana yang akan menjadi displacement kapal rancangan kita, tapi dengan syarat syarat pemilihan tertentu CONTOH PERANCANGAN KAPAL METODE VARIASI CRUDE OIL TANKER Requirement Deadweight 30.000 tones Service speed Service radius 16.5 knots Jakarta Surabaya

Singapore PP ( 2000 sea miles) OWNER Ir. Ronny Dolfinus Tulak M.M.

DATA KAPAL PEMBANDING MT FASTRON ( oil tanker 30.000 LTDW)

UKURAN UTAMA DISPLACEMENT OWNER LOA 40.000 Ton PT. PERTAMINA SHIPPING 180 m

3 PERANCANGAN KAPAL METODE VARIASI LBP BREADTH DEPTH TOTAL CREW CLASSIFICATION RANGE SPEED MAIN ENGINE BUILDERS 173 m 30,5 m 15,6 m 37 person Dual class : Nippon Kaiji Kyokai (japan), biro klasifikasi Indonesia (BKI) 12.000 seamiles 14 Knots 1 x 7938 BHP (brake horse power) PT PAL Indonesia

PERHITUNGAN AWAL DISPACEMENT Pada metode variasi, untuk mencari nilai bobot mati (DWT) kapal apabila diketahui muatan bersih kapal atau Pb digunakan rumus ( dimana: )

s = fungsi dari jarak pelayaran ( R ), kecepatan percobaan (Vp), dan

muatan bersih

f = parameter / koefisien tertentu

Namun, karena nilai DWT sudah ditentukan pada requirement maka tidak perlu dicari didalam rumus PENDEKATAN 1

Dimana Pd D1

= koefisien DWT/

=bobot mati / Deadweight =displacement pendekatan 1

Dari kapal pembanding didapatkan DWT/ kapal pembanding = 0.75

4 PERANCANGAN KAPAL METODE VARIASI

PENDEKATAN 2 DII = Pk + Pm + Pp + Pc + Ptb + Pb Pk Pm Pp Pc Ptb Pb = berat badan kapal + perlengkapannya = berat bahan bakar + pelumas + air pendingin mesin = berat mesin utama = berat awak kapal + perlengkapannya + air yang diperlukan = berat cadangan = berat dari muatan bersih

Berat badan kapal (Pk) = konstanta yang didapat dari kapal pembanding Diketahui Wst/lwt for tankers (berat badan kapal/lwt) WEO/lwt for tankers (berat outfit kapal/lwt) a = Wst/lwt + WEO/lwt (%) ( ) = 78% = 8.5%

Maka berat badan kapal peralatan dan outfitnya

( ( Berat instalasi mesin (Pm) Dimana

) )

= perbandingan berat mesin terhadap kekuatan mesin = Nilai gm t/kW medium-speed engines in series (400500 rpm) 0.0120.020 t/kW slow-speed engines (110140 rpm) 0.0160.045

5 PERANCANGAN KAPAL METODE VARIASI medium-speed V-type engines (400500 rpm) 0.0080.015 t/kW N k = kekuatan mesin utama (HP) = konstanta pada mesin 1. mesin tanpa penghubung atau reduction gear - K = 1.01 untuk mesin dibelakang untuk mesin ditengah - K = 1.01-1.03 - K = 1.06-1.10 3. mesin dengan penghubung atau reduction gear 1 penghubung 2 penghubung 4. diesel electric K = 1.04-1.05 5. Steam turbine K = 1.01 Np = rumus admiralitas K = 1.05-1.09 K = 1.06-1.14 2000-2500 HP 2000-2500 HP K = 1.03-1.04 K = 1.04-1.06 > 2500 HP > 2500 HP

2. mesin yang menggunakan kopling listrik

Vp D1 Cp

= kecepatan percobaan ([1.05-1.08]Vd) = displacement pendekatan 1 = konstanta (T2/3knot3/kW) = nilai cp general cargo ships bulker and tanker reefer feedership warship 400600 600750 550700 350500 150

Maka misal ingin menggunakan low speed diesel engines (110140 rpm) gm = 0.0160.045 t/kW gm rata rata = 0.0305 t/kW

ambil Vp=1.05 Vd= 17.325 knots

6 PERANCANGAN KAPAL METODE VARIASI low speed diesel engine tidak memerlukan combined engine dan reduction gear maka mesin tanpa penghubung/reduction gear, letaknya dibelakang maka K = 1.01 Cp for tanker = 750

Berat bahan bakar + Pelumas + Air pendingin (Pp) ( ) ( q )

= kadar rata-rata pemakaian bahan (kg/ HP jam) for tanker = 0.25 kg/hp jam 0.205-0.211 kg/kwh 0.196-0.209 kg/kwh

q fuel diesel engine 2 stroke 4 stroke

Tanpa MDO qfuel + 5% qfuel ` dengan MDO qfuel - 5% qfuel standard tanpa furnace gas reheat 0.278-0.286

Steam turbines kg/kwh

standard dengan furnace gas reheat gas turbines fuel = gasoline/light crude oil q lubricate diesel 4 tak 1.2-1.6 g/kwh diesel 2 tak 0.8-1.2 g/kwh turbin q air 0.14 g/kwh 3-4 % q total

0.252-0.265 kg/kwh 0.299-0.312 kg/kwh

freshwater pengisi ketel uap water ballast 10 50 % DWT

= daya mesin (HP)

7 PERANCANGAN KAPAL METODE VARIASI = koefisien cadangan yang memperhitungkan kerja mesin bantu (0,1untuk kapal kecil s/d 0.3 untuk kapal besar dan tergantung sifat lainya = jarak pelayaran (mil) untuk pulang pergi = kecepatan dinas (knot) ( )

Berat crew dan perlengkapan + air kebutuhannya (Pc) untuk perwira ditentukan barang yg dibawa untuk anak buah ditentukan barang yg dibawa berat orang/awak kapal rata rata buah) ( Berat cadangan kapal (Ptb) Rata rata cadangan umum harian bahan makanan Rata rata air minum dan air mandi dll Berat cadangan gudang alat-alat rata rata Detail untuk minum untuk mencuci dan mandi provisi q = 10-20 kg/person day q = 70 kg/person day q = 3-5 kg/person day 4.5 kg/person 80 kg/person 45 ton ) ( ) rata-rata jumlah kru dan ABK pada tanker q : 0,2 ton/orang q : 0,12 ton/orang 35 orang (14 perwira, 21 anak

q : 75 kg/person

Berat cadangan gudang alat-alat 40-50 ton ( Total displacement II (DII) DII = Pk + Pm + Pp + Pc + Ptb + Pb Hull weight, equipment and outfit (Pk) Fuel, lubricants and freshwater (Pp) Engine plant weight (Pm) 8650 294,87 249.8 ton ton ton )

8 PERANCANGAN KAPAL METODE VARIASI Crew and its supply (Pc) Margin weight (Ptb) Deadweight (Pb) Total = 5,32 47,9575 30.000 39.247, 95 ton ton ton ton

PENDEKATAN 3 Dimana A ( B =( =( C ( ( = (1-a)a: nilai yang didapat dari kapal pembanding ) ) ) ) )

= Pc + Ptb +Pb = 47,9575 + 5.32 + 30.000 = 30.053,278 ( ( ) )( )

PENDEKATAN 4 nama bagian berat badan kapal dan perlengkapanya berat mesin berat bahan bakar dll cadangan berat Crew bobot mati Dari pendekatan 2 Dari pendekatan 2 Dari pendekatan 2 Requirement Jumlah 241,4954 294,87 47,9575 5,32 30.000 38.811,11 ton rumus berat Berat 8.221,468

PENENTUAN DISPLACEMENT KAPAL RANCANGAN

9 PERANCANGAN KAPAL METODE VARIASI DI DII DIII DIV 40.000 ton

39.247, 95 ton 38.018,35 ton 38.811,11 ton ( ) <1% TIDAK PERLU KOREKSI

maka displacement kapal yang diambil adalah DIV = 38.811,11ton

38.811 ton

PERHITUNGAN UKURAN UTAMA KAPAL Untuk menentukan ukuran utam kapal, perlu diperhatikan syarat-syarat, rasio dan peraturan kelas Menurut USSR 56 L/D = 9 14 B/D <= 2 T/D = 0.6 0.85 B = (0.1L + 6) H T/B = 0.45 0.52 (for tankers) TINGGI GARIS AIR Dimana t V = volume displacement kapal (m3)

= perbandingan tinggi garis air dgn displacement

Dari kapal pembanding didapatkan : Tinggi sarat kapal

10 PERANCANGAN KAPAL METODE VARIASI TINGGI LAMBUNG TANKER ( dimana V t pembanding dimana V l pembanding L = tinggi sarat tanker T )( = tinggi sarat tanker )

= volume displacement = perbandingan tinggi garis air dgn displacement kapal

= volume displacement = perbandingan tinggi garis air dgn displacement kapal

tinggi sarat kapal

( PANJANG KAPAL

)(

Perbandingan dengan kapal pembanding Ambil rasio L/D = 12 ambil untuk kecepatan yg tinggi dan kekuatan melintang yg lebih kecil RUMUS EMPIRIS Posdunine 17.325 knot ( Schneekluths formula ) C = 2.8 ( ) C = 7.25 for tankers, V trial =

KOEFFISIEN KEPADATAN DISPLACEMENT (Cb)

10

11 PERANCANGAN KAPAL METODE VARIASI

dimana V G Lpp

Fr

= bilangan Froude

= kecepatan = percepatan gravitasi (9.8 m/s2) = length between perpendicular

RUMUS EMPIRIS Kerlen Chirila Series 60 besar KOEFISIEN KEPADATAN MIDSHIP (Cm)

ambil untuk daya muat

dimana v G V

Fr

= bilangan Froude menurut volume displacement

= kecepatan = percepatan gravitasi (9.8 m/s2) = volume displacement

RUMUS EMPIRIS

11

12 PERANCANGAN KAPAL METODE VARIASI Series 60 ( ambil untuk stabilitas baik Van lameren )

KOEFISIEN KEPADATAN LUAS GARIS AIR (Cw)

RUMUS EMPIRIS Schneekluth ( )

ambil untuk stabilitas baik dan cocok untuk sea going ships Posdunine LEBAR KAPAL
( )

DATA KAPAL RANCANGAN OIL TANKER 30.000 DWT

bobot mati Kecepatan jarak pelayaran Displacement

30.000 ton 16.5 knot 2000 miles 38.811 ton

12

13 PERANCANGAN KAPAL METODE VARIASI Sarat tinggi lambung panjang kapal block coefficient midship coefficient waterplane coefficient prismatic coefficient vertical prismatic coefficient lebar kapal daya mesin Crew 15,44 meter 18,14 meter 185,28 meter 0.72 0.987 0.802 0.729483283 0.897755611 14.20983565 8109.07 HP 35 person

KESIMPULAN

Perencanaan kapal dengan metode variasi merupakan suatu perancangan kapal yang lebih menitikberatkan pada perhitungan dengan menggunakan berat kapal, yaitu berat kapal yang diuraikan atas unsur-unsurnya. Namun, karena keterbatasan dalam data-data berat kapal dari kapal pembanding, maka kami memakai rumus untuk mencari besaran utama kapal dengan metode perbandingan. Kami juga tidak dapat mencari besaran-besaran lainnya yang menggunakan rumus variasi (berat kapal) karena keterbatasan data kapal pembanding dan kurangnya referensi yang ada.

13