Anda di halaman 1dari 1

Teori Keagenan

Konsep : Keagenan merupakan hubungan antara satu pihak yang meminta pihak lain untuk melakukan kegiatan demi kepentingan pihak pertama. Hubungan agensi terjadi pada saat satu pihak (principal) sepakat memakai pihak lain (agen) untuk melaksanakan beberapa jasa, dan mendelegasikan keputusan kepada agen. Dalam perusahaan, pemegang saham adalah principal dan CEO adalah agen. Satu elemen kunci dari teori keagenan adalah bahwa principal dan agen mempunyai perbedaan preferensi dan tujuan. Perbedaan Prinsipal dan Agen Teori agensi mengasumsikan bahwa semua individu bertindak atas kepentingan mereka sendiri. Agen diasumsikan menerima kepuasan bukan saja dari kompensasi keuangan, tetapi juga dari syarat-syarat yang terlibat dalam hubungan agensi,.sebagai contoh agen bisa mempunyai waktu santai, kondisi kerja yang atraktif. Principal diasumsikan tertarik hanya kepada hasil keuangan yang bertambah dari investasi mereka di perusahaan. Bentuk Hubungan Keagenan Terdiri dari : 1. Ada kesepakatan antara Prinsipal secara Eksternal (Pemilik Perusahaan/ Pemegang Saham suatu perusahaan) menyewa CEO untuk menjadi Agen mereka untuk mengelola perusahaan dengan menjaga kepentingan terbaik perusahaan. 2. Ada kesepakatan antara Prinsipal secara Internal (CEO) menyewa Manajer pada suatu Unit Bisnis atau Divisi sebagai Agen, untuk mengelola suatu unit organisasi yang telah didesentralisasi dengan harapan dapat memotivasi Agen agar produktif sama halnya jika ia sebagai pemilik.