Anda di halaman 1dari 16

PROSPEKTUS PENDIRIAN BMT

FORUM TAJAMMUK CLASSIC 91 BEKERJASAMA DENGAN BMT BERINGHARJO YOGYAKARTA

DASAR PEMIKIRAN Classic adalah sebutan bagi santri kelas 6 Pondok Modern Gontor pada tahun ajaran 1990-1991. Nama tersebut memberikan ikatan batin yang cukup kuat. Sehingga ketika mereka semua sudah menyelesaikan masa belajarnya, nama tersebut tetap digunakan untuk menyebut angkatan kealumnian. Seiring dengan berjalanannya waktu, kelompok ini terus melakukan komunikasi antara satu anggota dengan anggota lainnya, secara individu. Hingga pada tanggal 9 November 2008 yang lalu, secara resmi mereka berkumpul kembali dan mencanangkan organisasi kealumnian mereka tersebut dengan sebutan Forum Tajammuk Classic, disingkat FTC. Sejak diresmikannya organisasi ini, beberapa kali telah dilaksanakan perkumpulan kecil di berbagai tempat. Dari beberapa pertemuan itu, muncullah beberapa kegelisahan yang di antaranya: 1. Apakah perkumpulan kealumnian selalu menjadi ajang kangen-kangenan? Tidak bisakah ia melahirkan sebuah kegiatan yang produktif dan konstruktif? 2. Ada banyak anggota FTC yang sudah meninggal dunia dan meninggalkan putra-putri yang masih membutuhkan biaya hidup. Apa yang bisa dilakukan FTC untuk membantu meringankan beban mereka, sebagai wujud kepedulian? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, beberapa ide dimunculkan. Dari ide-ide tersebut, disepakatilah sebuah rencana yang dipandang paling bisa dilaksanakan, yakni mendirikan sebuah lembaga keuangan berbasis syariah, dengan label Baitul Mal wa Tamwil (BMT). Persoalan baru kemudian muncul. Pengelolaan BMT sangat tidak mungkin dilakukan sambil lalu. Harus ada tenaga professional yang menjalankannya. Anggota FTC yang tersebar di berbagai daerah dan memiliki berbagai kesibukan pekerjaan masingmasing, tentu tidak mungkin untuk mengurusinya. Ada beberapa alternatif untuk menyelesaikan persoalan itu, di antaranya adalah berkolaborasi dengan lembaga keuangan yang telah berpengalaman. Opsi ini disepakati oleh beberapa anggota pada pertemuan di Jakarta, 4 Februari 2009 yang lalu. Lantas, dengan siapakah kerjasama itu layak dilakukan? Maka,
Prospektus Pendirian BMT FTC

12

setelah melalui berbagai diskusi dan penjajagan, pada tanggal 9 Mei 2009, bertempat di Yogyakarta, disepakati bahwa kerjasama dilakukan dengan BMT Beringharjo Yogyakarta. GAMBARAN USAHA A. Pengertian LKM BMT LKM BMT adalah sebutan ringkas dari Baitul Maal wat Tamwil atau Balai-usaha Mandiri Terpadu, sebuah Lembaga Keuangan Mikro (LKM) yang memadukan kegiatan ekonomi dan sosial masyarakat setempat. Kegiatan LKM BMT adalah mengembangkan usaha usaha ekonomi produktif dengan mendorong kegiatan menabung dan membantu pembiayaan kegiatan usaha ekonomi anggota dan masyarakat lingkungannya. LKM BMT juga dapat berfungsi sosial dengan menggalang titipan dana sosial untuk kepentingan masyarakat, seperti dana zakat, infaq dan sodaqoh dan mendistribusikannya dengan prinsip pemberdayaan masyarakat sesuai dengan peraturan dan amanahnya. B. Ciri-ciri Lembaga BMT Adapun ciri-ciri LKM BMT adalah sebagai berikut ; Berorientasi bisnis, mencari laba bersama, meningkatkan pemanfaatan ekonomi paling bawah untuk anggota dan lingkungannya. Bukan lembaga sosial tetapi dimanfaatkan untuk mengaktifkan penggunaan dana sumbangan sosial, zakat, infaq dan sadaqah bagi kesejahteraan orang banyak secara berkelanjutan. Ditumbuhkan dari bawah berdasarkan peran partisipasi dari masyarakat sekitar. Milik bersama masyarakat setempat dari lingkungan LKM BMT itu sendiri, bukan miliki orang lain dari luar masyarakat itu. LKM BMT mengadakan kajian rutin pendampingan usaha anggota secara berkala yang waktu dan tempatnya ditentukan (biasanya di balai RW/RT/desa, kantor LKM BMT, rumah anggota, masjid, dsb), biasanya diisi dengan perbincangan bisnis para nasabah LKM BMT, disamping pendampingan mental spiritualnya terutama motivasi

Prospektus Pendirian BMT FTC

12

berusaha. C. Alasan Pendirian BMT Beberapa alasan mengapa perlu mendirikan LKM BMT adalah sebagai berikut: Lebih dari 92 % dari struktur pengusaha nasional kita adalah usaha mikro (kecil bawah) yang salah satu faktor kesulitan mereka adalah masalah permodalan, sementara mereka kurang mengenal Bank atau Lembaga Keuangan dan atau sulit mengaksesnya. Bank segan mencapai mereka, karena biaya Bank (over head cost), terlalu mahal untuk pembiayaan kecil kecil dan banyak jumlahnya Sebagian besar penduduk golongan ekonomi lemah dan tertinggal, terjerat rentenir dengan bunga tinggi dengan prosedur yang gampang dan sederhana

D. Prospek BMT di Masa Depan Dari kiprah yang berusaha tumbuh dari bawah, tampak jelas peran LKM BMT dalam membangun ekonomi masyarakat. Secara ringkas tujuan dan dampak positif yang ditimbulkan antara lain : 1. Menyalurkan dana untuk usaha kecil dan menengah sebagai usaha yang bebas dari krisis dengan cara yang mudah, murah dan bersih, 2. Memperbaiki modal usaha bagi pelaku bisnis melalui akad kerjasama yang saling menguntungkan baik melalui akad mudharabah, ijarah maupun jual beli yang didasarkan atas kesepakatan kedua belah pihak, 3. Menjadi perantara antara pemodal dan penabung dengan pengusaha kecil dan menengah yang membutuhkan modal usaha, 4. Sebagai wahana berlatih manajemen bisnis bagi pelaku usaha kecil dan menengah yang tertarik mengembangkan usaha melalui BMT, 5. Sangat mudah didirikan karena tanpa modal besar, peralatan dan kantor mewah setra perijinan yang sulit karena secara kelembagaan BMT adalah Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS),
Prospektus Pendirian BMT FTC

12

6. Sudah banyak contoh Best Practices atas keberadaan lembaga BMT di Indonesia yang eksis dan berkembang, saat ini sekitar 3000 BMT di seluruh Indonesia, dengan aset mulai dari puluhan juta hingga puluhan milyar dan telah membantu permodalan dan pendampingan kepada ratusan ribu usaha mikro

PROFIL BMT BERINGHARJO A. Profil BMT Beringharjo BMT Beringharjo adalah sebuah lembaga keuangan mikro syariah tertua dan terbesar bertempat di Yogyakarta. Saat ini telah memiliki aset lebih kurang Rp. 28 miliar dari modal awal sebesar Rp. 1.000.000,- (satu juta rupiah) di tahun 1998. Jumlah nasabah lebih kurang 10.000 orang yang tersebar di 10 kantor cabang; Yogyakarta, Bandung, Ponorogo, Madiun, Caruban, Kediri dan Semarang. BMT Beringharjo secara informal berdiri pada 31 Desember 1994 dan secara resmi didirikan bersamaan dengan 17 BMT lainnya di Indonesia pada tanggal 21 April 1995 di Yogyakarta oleh wakil Presiden kala itu yaitu Bapak . Prof. DR. Ing. BJ. Habibie Kantor pertama BMT Beringharjo berada di pelataran Masjid Muttaqien Pasar Beringharjo Yogyakarta. Akhirnya pada tahun 1997 BMT Bina Dhuafa Beringharjo memiliki badan hukum Koperasi dengan nomor 157/BH/KWK-12/V/1997. Sejak saat itu hubungan kerja sama dengan Dompet Dhuafa Republika terus terjalin dengan erat, terlebih setelah adanya Memorandum of Understanding (MoU) kedua pada tanggal 10 Maret 2001. Pada saat itu Dompet Dhuafa Republika menyertakan modalnya pada BMT Bina Dhuafa Beringharjo. Dukungan dana dari Dompet Dhuafa Republika membuat perkembangan BMT Beringharjo semakin baik. Pada tahun 2003 BMT Beringharjo memiliki kantor kedua yang terletak di jalan Kauman Yogyakarta dengan diperkuat oleh 42 karyawan dan aset per-Maret pada tahun 2003 yang mencapai 5,1
Prospektus Pendirian BMT FTC

12

milyar rupiah. Dipilihnya brand mark Bina Dhuafa sebagai implementasi kegelisahan yang sangat tinggi para pendirinya untuk bisa bertindak nyata meningkatkan pemberdayaan ekonomi kelas bawah yang seringkali dimanfaatkan oleh para tengkulak dan para pemodal dengan jalan yang tidak benar. Sektor ekonomi kelas bawah ini sering dilupakan dan tidak digarap oleh bankbank umum dan konvensional. Kalaupun akhirnya dipegang oleh bank-bank umum yang ada, umumnya para pelaku pasar di sektor ekonomi lemah ini seringkali terbentur oleh peraturan-peraturan yang ditetapkan oleh bank. Peraturanperaturan yang ditetapkan oleh bank tersebut ternyata lebih banyak merugikan masyarakat kelas bawah. Dengan diterapkannya bunga yang sangat tinggi tanpa mau peduli apakah usaha seseorang berjalan atau tidak, tentu akan semakin memberatkan masyarakat dan itu ibarat gali lubang tutup lubang. Oleh karena itu komitmen besar bersama kaum dhuafa terus dipegang dan dijalankan hingga sekarang oleh BMT Beringharjo. Selain sebagai alternatif mitra kerja dalam menjalankan usaha, BMT Beringharjo juga memberikan siraman rohani kepada segenap anggota ataupun nasabah sehingga diharapkan para pedagang kecil tersebut mampu selamat berusaha di dunia dan akhirat. B. Profil Pengembangan Unit Usaha BMT beringharjo BMT Beringharjo saat ini sedang berusaha mengembangkan usaha melalui pendirian kantor cabang di seluruh Indonesia. Sesuai Rencana Strategik (RENSTRA), untuk tahun 2008 dan 2009 BMT beringharjo fokus pada pendirian kantor cabang di wilayah pulau Jawa dan akan diteruskan pendirian kantor serupa di luar pulau Jawa di tahun 2010. Mekanisme pendirian kantor cabang dengan melibatkan masyarakat di wilayah setempat agar ikut serta memiliki dan bertanggung jawab untuk pengembangan usaha BMT yang dimaksud. Dengan demikian, masyarakat setempat merasamemiliki BMT Beringharjo dan termotivasi untuk ikut berperan dalam mengembangkan lembaga BMT Beringharjo. Adapun, mekanisme yang digunakan untuk partisipasi masyarakat adalah melalui instrumen Beringharjo Investasi Syariah atau disingkat BISA. Beringharjo Investasi Syariah atau disingkat BISA adalah
Prospektus Pendirian BMT FTC

12

program investasi yang ditawarkan BMT beringharjo untuk menyimpan dana sekaligus berinvestasi untuk membangun kantor cabang BMT dibawah pengelolaan BMT Beringharjo. Tujuan BISA adalah untuk menumbuhkan dan menguatkan usaha mikro dan usaha kecil serta meningkatkan potensi bisnis yang dimiliki mitra kerja BMT Beringharjo. Adapun skema inevstasi BISA adalah dengan menyertakan modal sebesar Rp 500.000.000 (dua ratus lima puluh juta rupiah) untuk 1 (satu) kantor cabang BMT yang diperoleh melalaui partisipasi individu, kelompok maupun lembaga. Akad kerjasama yang dilakukan antara BMT beringharjo dengan investor adalah akad syirkah mudharabah yaitu akad kerjasama antara dua belah pihak atau lebih untuk suatu usaha dengan masing-masing pihak memberikan konstribusi dana dengan kesepakatan bahwa keuntungan dan resiko akan ditanggung bersama sesuai dengan perjanjian. Jangka waktu yang ditetapkan dalam kerjasama ini adalah selama 5 (lima) tahun sebagai bahan evaluasi kerjasama. Sedangkan nisbah bagi hasil dalam kerjasama ini adalah 30 % untuk BMT Beringharjo dalam bentuk royalti (syuhroh), 10 % untuk cadangan modal, 5 % untuk pengelola kantor cabang dan 55 % untuk pemodal. Adapun kinerja keuangan dan potensi penghasilan dari investasi ini dapat dilihat dari matrik perbandingn di bawah ini berdasarkan pendapatan hasil bersih dalam beberapa periode.

Matrik perbandingan investasi dalam bentuk simpanan mudharabah biasa, mudharabah berjangka (deposito) dan investasi BISA JENIS SIMPANAN MUDHARABA H BIASA MUDHARABA H BERJANGKA Disimpan sekali waktu dan ditarik sekali waktu sesuai perjanjian 2005 : 9,88 % 2006 : 9,06 % 2007 : 9,12 % BERINGHARJ O INVESTASI SYARIAH (BISA) Jangka waktu minimal 5 tahun dan tidak dapat ditarik sewaktuwaktu 2005 : 18,9 % 2006 : 17,2 % 2007 : 26,6 %

Jangka Waktu

Dapat disimpan dan ditarik sewaktuwaktu

Rate of Return

2005 : 6,17 % 2006 : 5,55 % 2007 : 5,70 %

Prospektus Pendirian BMT FTC

12

Kinerja Profit & Loss Sharing

Relatif rendah karena sifatnya simpanan

Relatif rendah moderat karena sifatnya simpanan dalam jangka waktu tertentu

Hasilnya moderattinggi karena sifatnya investasi dan dilakukan setelah BEP

PERMODALAN (EQUITY FUND) Untuk mendirikan lembaga BMT yang ideal dibutuhkan modal minimal sebesar Rp 500.000.000 (lima ratus juta rupiah) yang akan digunakan untuk kebutuhan modal usaha dan modal kerja. Modal tersebut diserahkan sepenuhnya kepada pihak pengelola dana (mudharib) yakni BMT Beringharjo yang selanjutnya digunakan untuk kebutuhan modal usaha seperti biaya feasibility study, set up kantor, pemenuhan SDM dan lain sebagainya. Pihak FTC berkewajiban untuk mengumpulkan modal sebesar Rp 500.000.000 (lima ratus uta rupiah) dengan ketentuan waktu dan pembayaran yang telah disepakati. Selanjutnya seluruh modal tersebut diserahkan kepada BMT Beringharjo yang diawali dengan penandatanganan Memorandum Of Understanding (MOU) antara BMT Beringharjo dengan FTC dan dilegislasi oleh notaris. Modal tersebut selanjutnya akan digunakan untuk kegiatan operasional BMT dan sepenunya menjadi hak BMT Beringharjo sebagai pengelola dana (mudharib). Dalam kegiatan pengumpulan modal (funding), pihak FTC akan menawarkan kepada seluruh anggota dan simpatisan untuk ikut serta memilki BMT dengan ikut berpartisipasi dalam pembelian saham. Bukti partisipasi dan kepemilkikan BMT tersebut dinyatakan dalam bentuk surat saham yang akan dijual dengan nominal dan mekanisme tertentu. Surat saham tersebut bersifat saham atas nama, sehingga tidak dapat dipindah alihkan kepemilkiannya kecuali sepengetahuan manajer investasi FTC. Bila terjadi pemindahan kepemilkian (dijual) maka akan dirubah nama dalam surat saham tersebut dan berkonsekwensi pada biaya administrasi. AKAD KERJASAMA Akad yang digunakan dalam pendirian BMT ini adalah akad syirkah mudharabah (bagi hasil) antara FTC sebagai sohibul maal (investor) dengan BMT Beringharjo sebagai mudharib (pengelola
Prospektus Pendirian BMT FTC

12

dana). Modal yang terkumpul diserahkan kepada BMT Beringharjo melalui mekanisme mudharabah muqyyadah (restricted investment) yaitu modal akan digunakan untuk pendirian BMT Classic dan bukan untuk pengembangan bisnis BMT Beringharjo. Dengan demikian termin penggunaan modal, protensi deviden dan pertumbuhan usaha sepenuhnya tergantung pada perkembangan BMT yang dikelola oleh Beringharjo.Secara umum akad kerjasama akan membahas beberapa item pokok yang bersifat strategis dan bukan teknis diantaranya : 1. Akad kerjasama adalah akan syirkah mudharabah muqayyadah (restricted investment), 2. Lama kerjasama adalah 5 (lima) tahun yang dimaksud adalah sebagai media untuk evaluasi perkembangan BMT, 3. Pembagian hasil sebagaimana yang telah disepakati bersama, 4. Bila terjadi kerugian yang disebabkan karena mismanagement, maka kerugian akan menjadi tanggung jawab BMT Beringharjo. 5. Seluruh kebijakan, sistem dan teknis operasional BMT akan diserahkan sepenuhnya kepada pihak BMT Beringharjo, 6. Pihak FTC berhak mendapatkan laporan perkembangan BMT setiap 3 (tiga) bulan sekali. PENERBITAN SAHAM (RIGHT ISSUE) A. Ketentuan penerbitan saham 1. Saham diterbitkan melalui lembar surat saham yang memiliki nominal dan nilai seharga Rp 500.000 (lima ratus ribu) per lembar saham saat penjualan saham perdana (Initial Public Offering). 2. Saham yang dimaksud adalah saham atas nama sehingga bila terjadi pemindahan kepemilikan harus seijin dan sepengetahuan inevstment manager yang selanjutnya akan diterbitkan saham kembali atas nama pemilik yang baru. 3. Saham mencantumkan nama pemilik, nomor identitas, alamat dan nominal serta nomor saham. 4. Setiap lembar saham akan dilegislasi melalui penempelan meteri dengan nilai Rp 6000 (enam ribu rupiah). 5. Nilai saham akan berkembang sejalan dengan perkembangan nilai perusahaan (BMT) dan sejalan dengan laba yang ditahan. 6. Dalam rangka efesiensi, saham dicetak dan diterbitkan dalam 1 (satu) lembar untuk 1 (satu) pemilik meskipun
Prospektus Pendirian BMT FTC

12

memilki lebih dari 1 (satu) lembar saham. 7. Surat saham akan didistribusikan setelah penandatangan MOU dengan BMT Beringharjo.

B. Mekanisme penawaran pembelian saham adalah sebagai berikut : 1. Penawaran pembelian saham dibagi dalam beberapa tahap hingga kebutuhan modal terpenuhi. 2. Tahap pertama, saham ditawarkan kepada seluruh anggota dan simpatisan FTC dengan nominal @ Rp 500.000 (lima ratus ribu rupiah). 3. Tahap selanjutnya adalah menawarkan kembali kepada seluruh Anggota dan simpatisan FTC dengan ketentuan sebagaimana di atas dan selanjutnya akan ditawarkan kembali dalam tahap berikutnya hingga terpenuhi kebutuhan modal. 4. Pembelian saham diawali komitmen terlebih dahulu sebagai informasi awal akan kemampuan pengumpulan modal usaha. 5. Eksekusi pembayaran atas pembelian saham dilakukan minimal 1 (satu) bulan sebelum penendatangan MOU. KOMITMEN DAN PEMBAYARAN Komitmen adalah bukti keinginan investor (anggota dan simpatisan FTC) untuk ikut serta dalam penyertaan modal serta jumlah saham yang dikehendaki. Komitmen penyertaan modal sangat penting dalam menentukan siapa yang berhak menjadi pemilk dan investor usaha ini serta memudahkan pengelola modal dalam memenuhi kebutuhan modal usaha. Setelah adanya komitmen pembelian saham dilanjutkan dengan eksekusi pembayaran atas pembelian saham yang dimaksud. A. Mekanisme penyampaian komitmen : 1. Komitmen berisikan keinginan, jumlah saham dan kesanggupan pembayaran atas pembelian saham, 2. Komitemen diprioritaskan kepada para anggota FTC dan bila belum terpenuhi kebutuhan modal usaha, akan ditawarkan kepada para simpatisan FTC, 3. Penyampaian komitmen dapat dilakukan melalui pesan singkat (SMS), surat elektronik (email) dan telpon kepada pengelola modal (inevestemt manager). 4. Penyampaian komitmen didasarkan atas jadwal yang telah ditentukan guna mempercepat proses pendirian BMT.
Prospektus Pendirian BMT FTC

12

B. Mekanisme pembayaran pembelian saham : 1. Pembayaran atas pembelian saham dilaksanakan sesuai jadwal yang telah ditentukan (lihat schedule), 2. Batas akhir pembayaran pembelian saham adalah 1 (satu) bulan sebelum penandatangan MOU antara FTC dengan BMT beringharjo, 3. Pembayaran atas pembelian saham melalui transfer di BNI Syariah Cabang Yogyakarta a/n M.Rahmawan Arifin No Rekening : 0999919914, 4. Slip setoran atau slip transfer digunakan sebagai bukti pembayaran pembelian saham, untuk itu slip diusahakan untuk di faks ke (0274) 373075.

DEVIDEN DAN NISBAH BAGI HASIL (LOSS & PROFIT SHARING) Bagi hasil adalah keuntungan bersih (net margin) yang sudah dikurangi seluruh biaya-biaya yang dikeluarkan untuk operasional BMT. Keuntungan dibagi berdasarkan nisbah yang disepakati oleh pihak FTC dengan BMT Beringharjo. Selanjutnya dari hasil keuntungan yang didapat oleh FTC akan didistribusikan kembali kepada anggota FTC yang menjadi pemodal (investor). A. Nisbah bagi hasil antara FTC dan BMT Beringharjo sebagai berikut : 1. Pemodal (sohibul maal/investor) : 55 % 2. Laba ditahan : 10 % 3. Manajemen BMT :5% 4. Royalti BMT Beringharjo : 30 % B. Nisbah bagi hasil FTC sebagai berikut : 1. Pemodal (sohibul maal/investor) : 90 % 2. Dana Sosial FTC : 10 % C. Ketentuan pembayaran deviden sebaga berikut ; 1. Deviden dibagikan bila BMT telah mencapai break even point (BEP), 2. Deviden dibagikan setelah 1 (satu) periode akuntansi selama 1 (satu) tahun, 3. Pembagian deviden dilaksanakan setiap awal tahun yang waktu dan tempat ditentukan bersama, 4. Pembagian deviden dilakukan sesuai nisbah bagi hasil yang telah disepakati bersama.

Prospektus Pendirian BMT FTC

12

BIAYA ADMINISTRASI Untuk operasional dan dokumentasi serta legislasi (akta notariat) atas pendirian BMT ini serta proses penerbitan saham, maka setiap pemodal (investor) akan dikenakan biaya administrasi sebesar Rp 20.000 yang akan digunakan untuk : 1. Pencetakan surat saham : Rp 5.000 2. Pembelian materai : Rp 6.000 3. Pengiriman surat saham : Rp 5.000 4. Penyebaran prospektus : Rp 4.000 PENGELOLAAN INVESTASI (INVESTMENT MANAGEMENT) Seluruh dana yang masuk berupa investasi saham BMT, selanjutnya akan dikelola oleh pengelola investasi (investment manager) yang terdiri dari ; 1. Nama : M. Rahmawan Arifin (Koordinator) Alamat : Jalan Babarsari Tambakbayan VI No 11 C Yogyakarta Telpon : 0274 487544 No HP : 081578531100 Email : ivanrahmawan@yahoo.com Web : http//ivanrahmawan72.wordpress.com 2. Nama : Hardivizon Alamat : Jalan Bantul KM 5 Kweni Rt 03/198 A Bantul Yogyakarta No HP : 081328285339 Email : hardi.vizon@gmail.com Web : http//hardivizon.com 3. Nama Alamat No HP Email Web 4. Nama Alamat No HP Email : Akbar Zainudin : Jakarta : 0856697035117 : akbar.zainudin@gmail.com : http//manjaddawajada.wordpress.com : Helmi Boediman : Malang : 08123320708 : boediman_diva@yahoo.com

Prospektus Pendirian BMT FTC

12

SCEDHULE TIME

N O 1.

KEGIATAN Inisiasi rencana pendirian unit usaha BMT Classic

WAKTU

KETERANGA N Telah dilaksanakan di kediaman Musthofa Haris Jakarta.

2.

Rapat pemantapan pendirian BMT Classic dan audiensi dengan pimpinan BMT Beringharjo. Penyusunan prospektus penawaran saham BMT Classic Penerbitan dan pengiriman prospektus penawaran saham BMT Classic Pengumpulan komitmen tahap I

9 s/d 10 Mei 2009

Dilaksanakan di Jogjakarta

3.

15 s/d 31 Mei 2009

Dilaksanakan oleh investment manager

4.

01 s/d 5 Juni 2009

5.

01 s/d 14 Juni 2009

Dilaksanakan oleh anggota dan simpatisan FTC yang berminat , bila modal usaha belum , maka akan ditawarkan komitmen ke-2 Dilakukan bila modal usaha belum terpenuhi. Dilakukan bila modal usaha belum terpenuhi. Dilakukan bila modal usaha belum

Pengumpulan komitmen tahap II

15 30 Juni 2009

Pengumpulan komitmen tahap III

01 s/d 14 Juli 2009

Pengumpulan komitmen tahap IV

14 s/d 30 Juli 2009

Prospektus Pendirian BMT FTC

12

terpenuhi.

Prospektus Pendirian BMT FTC

12

Studi kelayakan usaha (Feasibility study) dan survey lokasi

15 s/d 20 Juni 2009

Dilaksanakan oleh tim BMT Beringharjo dan perwakilan FTC. Oleh tim BMT beringharjo kepada ivestment manager dan dilaporkan kepada pimpinan FTC di Jakarta.

Penyampaian laporan studi kelayakan usaha serta hasil survey lokasi

05 Juli 2009

Pengumpulan dana modal atau pembayaran pembelian saham Batas pembayaran pembelian saham Penandatangan akad kerjasama antara FTC dengan BMT Beringharjo di hadapan Notaris Dilaksanakan oleh pimpinan BMT Beringharjo dengan investment manager FTC.. 1 April 2010

Penandatangan Memorandum Of Understanding (MOU) dengan BMT Beringharjo Rekrutmen dan pelatihan SDM Penyiapan kantor dan infrastruktur perkantoran Soft Launching Grand Launching oleh Pimpinan Pondok Modern Gontor dan Pejabat setempat.

14 Desember 2009 Maret/April 2010

Prospektus Pendirian BMT FTC

12

LAUNCHING Untuk pelaksanaan lunching terbagi dalam 2 (dua) kali event yakni soft launching dan grand launching. Soft launching diadakan dengan upacara sederhana yang dihadiri oleh para pemuka setempat, pedagang, pengusaha dan masyarakat. Sedangkan upacara grand launching akan dilaksanakan secara meriah dengan menghadirkan : 1. Pimpinan Pondok Modern Gontor, 2. Gubernur Jawa Timur, 3. Bupati setempat, 4. Anggota DPR dari anggota FTC, 5. Tokoh, pemuka masyarakat, 6. Seluruh anggota FTC sekaligus acara Tajamuk Akbar. 7. Masyarakat setempat.

PENUTUP Demikian prospektus ini kami sampaikan, atas segala perhatian dan partisipasi rekan-rekan FTC atas rencana pendirian BMT ini, kami sampaikan terima kasih. Seluruh perhatian dan partisipasi atas rencana ini merupakan suatu kesyukuran bagi kita semua sebagai bentuk komitmen untuk selalu membangun dan memperkuat tali silaturahim sesama anggota Forum Tajamuk Calssic.

Prospektus Pendirian BMT FTC

12

Anda mungkin juga menyukai