Anda di halaman 1dari 72

KATA PENGANTAR

Dengan nama Allah yang Maha Pemurah dan Maha Pengasih. Sholawat dan salam kepada junjungan besar Nabi Muhammad s.a.w, keluarga baginda dan seluruh penolong-penolong agama-Nya. Sebagian besar generasi terdahulu mendengar kehebatan kitab al-Hikam, mereka mendalaminya, meneliti dan mengutip mutiara yang ada di dalamnya. Perjalanan masa telah merubah manusia, berkurangnya generasi yang alim dalam bidang tasawuf amat dirasa, sehingga kitab al-Hikam tidak lagi menjadi teks penting dalam pengajian sehari hari, baik itu dalam sistem pendidikan formal maupun yang tidak formal; kecuali sedikit. Sebagiannya memberi alasan istilah dan penggunaan bahasa yang digunakan sukar untuk difahami dan sebaiknya. Pandangan ini ditambah dengan sikap untuk menjauhi bidang tariqat dan tasawuf, menyebabkan kitab yang bernilai ini diabaikan oleh generasi sekarang. Buku Syarah al-Hikam ini diharapkan dapat menjelaskan kepada umum beberapa persoalan hidup dan kehidupan yang dilalui oleh manusia, karena putaran kehidupan manusia yang berkisar kepada keperluan zahir dan batin, tidak akan terlepas dari rasa betapa agungnya penciptaan manusia. Akibat fitnah dunia yang dilalui oleh manusia, maka segala penilaian khazanah yang benardan sangat berhargapun telah hilang, menyebabkan manusia berlomba mencari sesuatu yang akan ditinggalkan; manakala yang sebenarnya akan dibawa diabaikan. Kitab ini juga diharapkan dapat memberi rangsangan kepada kita semua untuk mendekati kembali jalan-jalan kebenaran yang sebenarnya melalui usaha mendekatkan diri terhadap Allah s.w.t. Usaha ini tentulah lebih mudah karena penulis memberikan penunjuk-penunjuk yang jelas bagi yang akan melaluinya. Dengan gaya bahasa yang mudah dan ulasan yang baik, maka diharapkan buku Syarah al-Hikam ini menjadi panduan bagi umat Islam umumnya dan pencinta kebenaran hakiki memahami jalan-jalan yang sebenarnya untuk mendekatkan diri kepada Allah s.w.t. Semoga dengan petunjuk Ilahi yang memandu kita kepada jalan kebenaran saya mengharapkan buku Syarah al-Hikam ini dapat membantu pembaca memahami

khazanah yang amat bernilai yang ada didalam al-Hikam. Semoga kitab ini dapat dimanfaatkan oleh para pembaca sekalian dan sekaligus memantapkan aqidah dan ibadah kita selaras dengan tugas kita sebagai hamba Allah yang bertaqwa. Sekian, wassalamualaikum wr wb. MUKADIMAH Dengan nama Allah, Yang Maha Pemurah, lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Pemelihara sekalian alam. Sholawat serta salam untuk yang paling mulia di antara Rasul-rasul, Muhammad Rasul yang Amin, dan atas sekalian keluarga dan sahabat-sahabat baginda saw.

Daku rela Allah adalah Tuhanku, Islam adalah Agamaku, Nabi Muhammad saw adalah Nabi dan Rasulku, al-Quran adalah Imamku, Ka’abah adalah Kiblatku dan Mukmin adalah saudaraku.

Wahai tuhanku! Engkau jualah maksud dan tujuanku dan keridhaan Engkau jua yang daku cari. Daku mengharapkan kasih sayang-Mu dan kedekatan-Mu. Kitab al-Hikam karangan Imam Tajuddin Abu Fadhli Ahmad bin Muhammad bin Abdul Karim bin Athaillah Askandary boleh dianggap sebagai buku teks yang perlu dipelajari oleh orang-orang yang mau mendalami ilmu tauhid / tasauf serta berjalan pada jalan kerohanian. Didalamnya mengandung kata-kata hikmat yang dapat dijadikan petunjuk jalan menuju Allah s.w.t dan mencapai keridhaan-Nya. Pada awalnya daku mengenali Kitab al-Hikam pada namanya saja. Apa yang dibicarakankan kitab ini adalah sebuah kitab yang sukar difahami. Hanya sedikit saja guru-guru yang mampu mengajarkan kitab ini. Anggapan yang telah tertanam dalam fikiranku adalah hanya orang-orang yang khusus saja yang layak mempelajari kitab tersebut. Oleh karena itu daku tidak pernah mencoba untuk mempelajarinya. Kehendak Allah s.w.t yang mengatasi segala perkara. Apabila daku dimasukkan ke dalam bidang kerohanian timbullah minat dan kecenderungan untuk mengetahui isi Kitab al-Hikam. Daku mula mempelajari syarah-syarah kitab tersebut yang didapat dari kedai-kedai buku. Sedikit sekali kefahaman yang terbuka padaku. Kemudian daku mempelajari kitab-kitab tasauf yang daku dapat dari berbagai sumber. Berbekal sedikit pengetahuan dalam ilmu tasauf, daku pelajari kembali Kitab al-

Hikam. Apa yang daku fahamkan itu daku tuliskan sebagai satu cara pembelajaran. Beberapa orang sahabat telah membaca teks yang asal asalan dan merekapun memberikan kritik dan saran yang membina. Hasil dari teguran itu daku tulis kembali Syarah al-Hikam ini. Apa yang daku peroleh dan daku fahami dari khazanah al-Hikam ini, ingin sekali rasanya daku bagikan kepada saudara-saudara Muslimku. Mudah-mudahan Allah s.w.t memberikan taufik dan hidayat kepada kita semua. Penyusun Syarah al-Hikam ini bukanlah seorang yang alim dalam ilmu tasauf, apa lagi ilmu fikih. Oleh itu sangatlah diharapkan jika saudara-saudara yang membaca kitab ini mengkonsultasikannya kepada orang yang alim. Jika terdapat perbedaan pendapat antara isi kitab ini dengan perkataan orang alim, anggaplah telah terjadi kekhilapan kefahaman dalam melakukan penyusunan dan berpeganglah kepada perkataan orang alim. Penyusun memohon maaf atas kekhilapan tersebut. Sekiranya apa yang katakan dalam kitab ini adalah benar, maka sesungguhnya kebenaran itu dari Allah s.w.t. Hanya Dia yang patut menerima pujian. Hanya kepada-Nya kita bersyukur. Wahai saudara-saudaraku yang daku kasihi. Ilmu adalah nur. Hati juga nur. Dan, Nur adalah salah satu nama daripada Namanama Allah s.w.t. Nur Ilahi, hati dan ilmu erat sekali berhubungannya. Hati yang suci bersih akan berbekas dan terbuka untuk menerima pancaran Nur Ilahi. Hati yang dipenuhi oleh Nur Ilahi mampu menerima Nur Ilmu dari alam ghaib. Nur Ilmu yang dari alam ghaib itu membuka hakikat alam dan hakikat Ketuhanan. Hati yang menerima pengalaman hakikat memancarkan nurnya kepada akal. Akal yang menerima pancaran Nur Hati akan dapat memahami perkara ghaib yang diterima oleh akal biasa. Bila hati dan akal sudah beriman hilanglah keresahan pada jiwa dan kekeliruan pada akal. Lahirlah ketenangan yang sejati. Hiduplah nafsu muthmainnah menggerakkan sekalian anggota zahir dan batin supaya berbakti kepada Allah s.w.t. Jadilah insan itu seorang hamba yang sesuai zahirnya dengan Syariat dan batinnya dengan kehendak Allah s.w.t. Bila Allah s.w.t memilihnya, maka jadilah dia seorang insan Hamba Rabbani, Khalifah Allah yang diberi tugas khusus dalam melaksanakan kehendak Allah s.w.t dimuka bumi. Khalifah Allah muncul dalam berbagai bidang. Bidang apapun yang dipimpin oleh seorang Muslim yang bertaraf Khalifah Allah akan menjadi cemerlang dan kaum Muslimin akan mengatasi kaum-kaum lain dalam bidangnya masing masing. Khalifah ekonomi akan membawa ekonomi umat Islam mengungguli ekonomi semua kaum yang lain. Khalifah tentara akan membebaskan umat Islam dari kaum penjajah dan penindas yang zalim. Khalifah dakwah akan membukakan Islam yang sebenarnya dan membersihkannya dari bid’ah, kekacauan dan kesesatan. Bila semua bidang kehidupan dipimpin oleh Khalifah Muslim maka umat Islam akan menjadi umat yang teratas dalam segala bidang.

janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. (Mereka berdo'a): "Ya Tuhan kami.Mulailah bekerja membentuk hati agar ia menjadi bercahaya dengan Nur Ilahi. Beri ma'aflah kami. Nur Ilahi adalah tentara bagi hati yang akan mengalahkan segala jenis senjata dan segala jenis sistem. Ya Tuhan kami. Bila Nur Ilahi sudah memenuhi ruang hati umat Islam maka umat Islam akan menjadi satu kesatuan yang tidak akan dapat dikalahkan oleh siapapun. Engkaulah Penolong kami. ( Ayat 156 : Surah al-A’raaf ) ……"Ya Tuhan kami. ampunilah kami. . Ya Tuhan kami. janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir. walau bagaimana canggih sekali pun. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya." (Ayat 286 : Surah al-Baqarah ) Dan tetapkanlah untuk kami kebajikan di dunia ini dan di akhirat. ( Ayat 201 : Surah al-Baqarah ) Amin! Ya Rabbal ‘Aalamin. dalam bidang apapun. sesungguhnya kami kembali (bertaubat) kepada Engkau……. Insya-Allah! Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka". dan rahmatilah kami.

Apapun kehendak Allah s. Orang yang seperti ini tidak membataskan kekuasaan dan kemurahan Tuhan untuk tunduk kepada perbuatan ataupun kemauan manusia.w. Imam Ibnu Athaillah memulai berbicara dengan mengajak kita merenungi pada hakikat amal. Perbuatan Allah s. Keyakinan yang demikian kadang-kadang membuat manusia hilang atau kurang ketergantungan dengan Tuhan. Beberapa orang dapat melakukan perbuatan zahir yang serupa tetapi suasana hati yang berhubungan dengan perbuatan zahir itu tidaklah sama. Kedua jenis manusia tersebut berkeyakinan bahwa amalannya menentukan apa yang akan mereka dapatkan baik didunia dan juga diakhirat.t berbuat sesuatu menurut perbuatan makhluk.w.t dan menyerahkan sepenuhnya kepada-Nya tanpa berlindung dibalik amal yang telah dilakukan baik itu zahir ataupun batin.t berada didepan dan perbuatan makhluk dibelakang.w. maka hati juga bersandar kepada amalan zahir. baik itu amal zahir ataupun amal batin adalah hati yang menghadap kepada Allah s. hati manusia memang berhubungan erat dengan amalan dirinya. Amalan tidak menjadi perantaraan diantaranya dengan Tuhannya.w. Allah s.w. sekalipun ianya(amal) adalah amalan batin.w. Amal dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu perbuatan zahir dan perbuatan hati atau suasana hati berhubungan dengan perbuatan zahir itu. Kesan amalan zahir pada hati berbeda antara seorang dengan orang lain. serta menyerah sepenuhnya kepada Allah s. maka hati bersandar juga kepada amal. baik yang zahir maupun yang batin. Hati yang bebas dari bersandarkan kepada amal. Jika amalan zahir itu mempengaruhi suasana hati. Jika hati dipengaruhi juga oleh amalan hati. tanpa batas ataupun perbatasan. Tidak pernah terjadi Allah s. Ketergantungan mereka hanyalah kepada amalan semata ataupun jika mereka .w.Sebelum menjadi seorang yang arif.t mengikuti perkataan dan perbuatan seseorang ataupun sesuatu.w. Manusia yang kuat bersandar kepada amalan zahir adalah mereka yang mencari faedah keduniaan dan mereka yang kuat bersandar kepada amalan batin adalah yang mencari faedah akhirat. Hati yang demikian tidak menjadikan amal zahir dan batinnya ( walaupun sangat banyak) sebagai alat untuk tawar menawar dengan Tuhan untuk mendapatkan sesuatu. Oleh karena itu orang arif tidak menjadikan amalannya sebagai sarana untuk menjerat ketuhanan Allah s.t atau ‘memaksa’ Allah s.1: PERBUATAN ZAHIR DAN SUASANA HATI SEBAGIAN DARIPADA TANDA BERSANDAR KEPADA AMAL (PERBUATAN ZAHIR) ADALAH BERKURANG HARAPANNYA (SUASANA HATI) TATKALA BERLAKU PADANYA KESALAHAN.t adalah mutlak.t tanpa sedikitpun takwil atau tuntutan.t Yang Maha Berdiri Dengan Sendiri berbuat sesuatu menurut kehendak-Nya tanpa dipengaruhi oleh siapapun dan sesuatu.

( Ayat 87 : Surah Yusuf ) Ayat diatas menceritakan bahwa orang yang beriman kepada Allah s.t itu tandanya pergantungan kita kepada-Nya sangat lemah.w.w. walaupun dalam hal tidak menyampaikan hajatnya. Kegagalan mendapatkan sesuatu yang diingini bukan bermakna tidak menerima pemberian Allah s. Keyakinan terhadap yang demikian menjadikan orang yang beriman akan tabah menghadapi ujian hidup.t. Selagi seseorang itu beriman dan bergantung kepada-Nya selagi itulah Dia melimpahkan rahmat-Nya. pergantungan itu bercampur dengan keraguan. tidak sekali-kali berputus asa.w. dirancang dan diusahakan tidak mendatangkan hasil yang diharapkan.t meletakkan pergantungan kepada-Nya walau dalam keadaan bagaimanapun. Firman-Nya: “Hai anak-anakku. Kegagalan memperoleh apa yang dihajatkan bukan bermakna tidak mendapat rahmat Allah s.w. Jika ilmu dan usaha (termasuk pertolongan orang lain) gagal mendatangkan hasil.w.t yang mengatur perjalanan takdir dan mereka tidak mendapat rahmat dari-Nya.t. Orang yang tidak beriman kepada Allah s. Pergantungan mereka hanya tertuju kepada amalan mereka. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah. Lihatlah kepada hati apabila kita terperosok kedalam perbuatan maksiat atau dosa. Jika orang kafir tidak bersandar kepada Allah s.w. Jika kesalahan yang demikian membuat kita berputus asa dari rahmat dan pertolongan Allah s. bergantung sejauh mana . Apabila mereka mengadakan sesuatu usaha berdasarkan kepintaran dan pengetahuan yang mereka punya. maka apapun amal kebaikan yang mereka lakukan tidak akan menjadi sia-sia. Mereka tidak dapat melihat hikmah dari Allah s. melainkan kaum yang kafir".t. Kadang-kadang apa yang diingini.w. Mereka yakin bahawa apabila mereka sandarkan segala perkara kepada Allah s. di kalangan sebagian orang Islam juga ada yang demikian.t lakukan kepada orang yang beriman pasti terdapat rahmat-Nya. Seorang manusia dapat memeriksa diri sendiri apakah kuat atau lemah pergantungannya kepada Allah s.t membuat hati tidak berputus asa dalam menghadapi dugaan hidup. yang terkandung pada ilmu dan usaha.t. Kalam Hikmat 1 yang dikeluarkan oleh Ibnu Athaillah memberi petunjuk mengenainya. Apapun yang Allah s.t berada dalam situasi yang berbeda.t.w.t dan mudah berputus asa.w. Pergantungan kepada Allah s. mereka mengharapkan akan mendapat hasil yang setimpal. maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. pergilah kamu. Jadilah mereka orang yang berputus asa.w.w. mereka tidak mempunyai tempat bersandar lagi.w.bergantung kepada Allah s.

. Jika mereka salah memilih ikhtiar. bersembahyang sunat.t. Kerohanian orang yang bersandar kepada amal sangat lemah. akan berkurangan harapan mereka untuk mendapatkan anugerah dari Allah s. Mereka tidak tahan menempuh ujian. kemiskinan dan sebagainya. Bila dia tertinggal melakukan sesuatu amal yang biasa dilakukannya atau bila dia tergelincir melakukan kesalahan maka dia berasa dijauhkan oleh Tuhan.sifatnya menyerupai sifat orang kafir. Bala bencana membuat mereka merasakanhanya merekalah manusia yang paling malang diatas muka bumi ini. Mereka mudah menjadi tinggi ego serta suka menyombongkan diri. ada golongan yang bersandar kepada amal semata-mata dan ada pula golongan yang bersandar kepada Tuhan melalui amal. Sebagian kaum muslimin yang lain mengaitkan amal kebaikan dengan kemuliaan hidup diakhirat. Bertambah banyak amal kebaikan yang dilakukannya bertambah besarlah harapan dan keyakinannya tentang kesejahteraan hidupnya. Kedua-dua golongan tersebut berpegang kepada keberkesanan amal dalam mendapatkan sesuatu. Inilah orang yang pada peringkat permulaan mendekatkan dirinya dengan Tuhan melalui amalan tarekat tasauf. Jadi.t. mereka merasakan kejayaan itu disebabkan kepandaian dan kepintaran mereka sendiri. hilanglah harapan mereka untuk mendapatkan apa yang mereka hajatkan. berpuasa dan lain-lain.t seperti terbuka hijab-hijab yang menutupi hatinya. Hatinya tidak lagi cenderung kepada faedah duniawi dan ukhrawi tetapi dia berharap untuk mendapatkan kurnia Allah s. Bila berjaya memperoleh sesuatu kebaikan. yaitu perbuatan zahir yang dinamakan usaha atau ikhtiar. Dia sering mengaitkan pencapaiannya dalam bidang kerohanian dengan amal yang banyak dilakukannya seperti berzikir. kedudukannya atau pangkatnya. orang lain semakin menghormatinya dan dia juga dihindarkan daripada bala penyakit.w. mereka cepat panik dan gelisah. bukan karena Allah s. Orang yang seperti ini melakukan amalan karena kepentingan diri sendiri. Apabila sesuatu itu berjalan diluar jangkaan. Orang ini mungkin mengharapkan dengan amalannya itu dia dapat mengecapi kemakmuran hidup didunia. terutamanya mereka yang mencari keuntungan keduniaan dengan amal mereka. Mereka mengharapkan perjalanan hidup mereka sentiasa berakhir dan segala-segalanya berjalan menurut apa yang dirancangkan.w.w. Ahli tarekat yang masih diperingkat permulaan pula kuat bersandar kepada amalan batin seperti sembahyang dan berzikir. Golongan pertama kuat berpegang kepada amal zahir. Jika mereka tertinggal melakukan sesuatu amalan yang biasa mereka lakukan.w. Orang ini merasakan amalnya yang membawanya kepada Tuhan. Mereka memandang amal salih sebagai tiket untuk memasuki syurga.Dia mengharapkan semoga amal kebajikan yang dilakukannya dapat mengeluarkan hasil dalam bentuk bertambah rezekinya.t. akan putuslah harapan mereka untuk mendapatkan anugerah Allah s. Sekiranya mereka tergelincir melakukan dosa. juga bagi menjauhkan azab api neraka. Apabila rohani seseorang bertambah teguh dia melihat amal itu sebagai jalan untuknya mendekatkan diri dengan Tuhan.

Termasuk juga penggunaan ayat-ayat al-Quran dan jampi. sama ada ilmu zahir atau ilmu batin. walaupun banyak amal yang dilakukannya namun.w.w..w.t berfirman: . Ilmu batin pula adalah ilmu yang menggunakan kekuatan dalam untuk menyampaikan hajat. hatinya tetap melihat bahawa semua amalan tersebut adalah kurniaan Allah s. maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia". Nyata didalam hatinya sebagaimana yang dimaksud dalam kalimat: Tiada daya dan upaya kecuali beserta Allah. Ilmu zahir adalah ilmu pentadbiran dan pengurusan sesuatu perkara menurut kekuatan akal.t tentu tidak ada amal kebaikan yang dapat dilakukannya.t yang meletakkan keberkesanan kepada tiap sesuatu. jampi dan usaha. Kebanyakan orang meletakkan keberkesanan kepada ayat...Dalam perkara bersandar kepada amal ini. kerohanian seseorang meningkat kepada makom yang lebih tinggi. Jika tidak kerana taufik dan hidayat dari Allah s. Seterusnya.t kepadanya. termasuklah juga bersandar kepada ilmu."Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan ni'mat-Nya). hingga mereka lupa kepada Allah s. sekiranya Tuhan izinkan. Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar. “Padahal Allah yang mencipta kamu dan benda-benda yang kamu perbuat itu!” ( Ayat 96 : Surah as. ( Ayat 40 : Surah an-Naml ) . Allah s.w.Saaffaat ) Orang yang di dalam makam ini tidak lagi melihat kepada amalnya.

Makom ini dinamakan makom ariffin yaitu orang yang mengenal Allah s. Ia memasukkan siapa yang dikehendakiNya ke dalam rahmat-Nya (surga). kecuali bila dikehendaki Allah. Orang yang masuk kedalam lautan takdir.w. Dia tidak lagi melihat amalan sebagai alat atau penyebab.t yang faqir.t dan menjadi milik-Nya. pandangan mata hatinya terhadap amal mulai berubah.w. tidak terlihat olehnya keberkesanan perbuatan makhluk termasuklah perbuatan dirinya sendiri.w. Pandangannya beralih kepada kurniaan Allah s.w. Dia melihat dirinya sangat lemah. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Berkuasa. Golongan ini tidak lagi bersandar kepada amal namun.t. serba kekurangan dan faqir. Dia melihat semua amalannya adalah kurnia Allah s. Mereka tidak melihat makhluk sebagai penyebab atau pengeluar kesan.t.t. tidak berdukacita bila kehilangan atau ketiadaan sesuatu. pandangan mata hatinya tertuju kepada Kudrat dan Iradat Allah s. 2: AHLI ASBAB DAN AHLI TAJRID KEINGINAN KAMU UNTUK BERTAJRID PADAHAL ALLAH MASIH MELETAKKAN KAMU DALAM SUASANA ASBAB ADALAH SYAHWAT YANG SAMAR. jahil. bergantung dan berhajat kepada-Nya. Orang ini melihat kepada takdir yang Allah s. Dia hanyalah hamba Allah s.w. ridha dengan segala yang ditentukan Allah s. SEBALIKNYA KEINGINAN .t tentukan. Seterusnya terbuka hijab yang menutupi dirinya dan dia mengenali dirinya dan mengenali Tuhannya.w. Bila dia sudah mengenali dirinya dan Tuhannya.t juga kurniaan-Nya.w. seseorang itu kuat beramal menurut tuntutan syariat.t. berserah diri kepada-Nya. Tuhan adalah Maha Kaya. Dia melihat amalan itu sebagai kendaraan yang dapat membawanya berdekatan dengan Allah s.t yang menguasai segala sesuatu dalam alam maya ini.t kepadanya dan kedekatannya dengan Allah s. akan sentiasa tenang.t. merekalah yang paling kuat mengerjakan amal ibadat.w. Mulia.w. Bijaksana dan Sempurna dalam segala hal. hina. Diawal perjalanan menuju Allah s. Apabila dia mencapai satu tahap.Dan kamu tidak mampu (menempuh jalan itu). ( Ayat 30 & 31 : Surah al-Insaan ) Segala-galanya adalah karunia Allah s. Dan bagi orang-orang zalim disediakan-Nya azab yang pedih.w. Semakin kuat dia beramal semakin besarlah harapannya untuk berjaya dalam perjalanannya.t.w. Jadilah dia seorang arif yang sentiasa memandang kepada Allah s.w.

Manusia dapat menentukan anasir yang dapat memudaratkan kesehatan lalu menjauhkannya dan manusia juga dapat menentukan anasir yang bisa menjadi obat lalu menggunakannya. Hasil daripada pemerhatian dan kajian akal itulah lahir berbagai jenis ilmu tentang alam dan kehidupan. Semua jenis ilmu itu dibentuk berdasarkan perjalanan hukum sebab-akibat. Bergantung kepada amal adalah sifat manusia biasa yang hidup dalam dunia ini. seolah-olah Allah s. membentuk hubungan sebab dan akibat yang padu. teknologi dan sebagainya.w.KAMU UNTUK BERASBAB PADAHAL ALLAH TELAH MELETAKKAN KAMU DALAM SUASANA TAJRID BERERTI TURUN DARI SEMANGAT DAN TINGKAT YANG TINGGI. astronomi. Manusia yang melihat kepada keberkesanan sebab dalam menentukan akibat serta bersandar dengannya dinamakan ahli asbab. terbelahnya laut .t tidak suka hamba-Nya ‘mempertuhankan’ sesuatu kekuatan sehingga mereka lupa kepada kekuasaanNya. Dia yang meletakkan kerapihan pada hukum sebab-akibat berkuasa merombak hukum tersebut.w. Allah s.t tidak ikut campur dalam urusan mereka. Allah s. letupan gunung berapi dan lain-lain karena sistem yang mengikuti perjalanan anasir alam berada dalam suasana yang sangat rapi dan sempurna. Dia yang meletakkan keberkesanan pada anasir alam berkuasa membuat anasir alam itu lemah kembali. Hikmat 1 menerangkan tanda orang yang bersandar kepada amal. Dia mengutuskan rasul-rasul dan nabi-nabi membawa mukjizat yang merombak hukum sebab-akibat untuk mengembalikan pandangan manusia kepada-Nya. Mata akal melihat dengan jelas keberkesanan sebab dalam menentukan akibat.w.t tidak suka jika hamba-Nya sampai kepada tahap mempersekutukan diri-Nya dan kekuasaan-Nya dengan anasir alam dan hukum sebab-akibat ciptaan-Nya. agar waham sebab musabab tidak menghijab ketuhanan-Nya. Manusia bergantung kepada amal (sebab) dalam mendapatkan hasil (akibat). Hubungan sebab dengan akibat sangat erat. pasang surut air laut. Kerapihan sistem sebab musabab menyebabkan manusia terikat kuat dengan hukum sebab-akibat. Apabila perjalanan hidup keduniaan dipandang melalui mata ilmu atau mata akal akan dapat disaksikan kerapian susunan sistem sebab musabab yang mempengaruhi segala kejadian. ombak. Kerapian sistem sebab musabab ini membolehkan manusia mengambil manfaat daripada anasir dan kejadian alam. Sistem sebab musabab atau perjalanan hukum sebab-akibat sering membuat manusia lupa kepada kekuasaan Allah s.t. kedokteran. Dunia ini dinamakan alam asbab. Kelahiran Nabi Isa a. Allah s. seperti ilmu sains. angin.w.w.s.t mengadakan sistem sebab musabab yang rapi adalah untuk kemudahan manusia menyusun kehidupan mereka didunia ini. Mereka melakukan sesuatu dengan penuh keyakinan bahwa akibat akan lahir dari sebab. Manusia bisa membuat ramalan cuaca. Tiap sesuatu berlaku menurut sebab yang menyebabkan ia berlaku. Kekuatan akal dan pancaindera manusia mampu mentadbirkan kehidupan yang dikaitkan dengan perjalanan sebab musabab.

a.w. Kepunyaan-Nyalah kerajaan langit dan bumi. kehilangan kuasa membakar pada api tatkala Nabi Ibrahim a.t yang meliputi perjalanan alam maya dan hukum sebab-akibat. Allah s.t yang menetapkan kekuatan kepada sebab tersebut dan Allah s.s. Mereka sentiasa harus dapat melihat kekuasaan Allah s. mereka melihatnya sebagai kekuasaan Allah s.w. Jika sesuatu sebab berjaya mengeluarkan akibat menurut yang biasa terjadi.w. bukan menutup pandangan kepada Tuhan.w.w. Dia menghidupkan dan mematikan. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. . dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Pergantungannya kepada Allah s. keluarnya air yang jernih dari jari-jari Nabi Muhammad s. tidak kepada amal yang menjadi sebab.w.t juga yang mengeluarkan akibatnya.t menata kembali hukum sebabakibat dan tidak meletakkan keberkesanan kepada hukum tersebut.s masuk kedalamnya.dipukul oleh tongkat Nabi Musa a.t yang menetapkan atau mencabut keberkesanan pada sesuatu hukum sebab-akibat. Sebagian daripada manusia diselamatkan Allah s. ( Ayat 1 & 2 : Surah al-Hadiid ) Lalu Kami berfirman: "Pukullah mayat itu dengan sebahagian anggota sapi betina itu !" Demikianlah Allah menghidupkan kembali orang-orang yang telah mati. Orang yang seperti ini dipanggil ahli tajrid.t. dam memperlihatkan padamu tanda-tanda kekuasaanNya agar kamu mengerti.t berfirman: Semua yang berada di langit dan yang berada di bumi bertasbih kepada Allah (menyatakan kebesaran Allah).w. Alam dan hukum yang ada padanya seharusnya membuat manusia mengenal Tuhan.w.w. ( Ayat 73 : Surah al-Baqarah ) Orang yang melihat kepada kekuasaan Allah s. merombak keberkesanan hukum sebab-akibat untuk menyadarkan manusia tentang hakikat bahwa kekuasaan Allah s.w dan banyak lagi yang didatangkan oleh Allah s. Sebagai manusia yang hidup dalam dunia mereka masih bergerak dalam arus sebab musabab tetapi mereka tidak meletakkan keberkesanan hukum kepada sebab.t dari waham sebab musabab.t.

Jadi.w. seperti juga ahli asbab. ahli tajrid tidak melihat kepada ikhlas kerana mereka tidak bersandar kepada amal kebaikan yang mereka lakukan.w. padanya masih tersembunyi keEgoan diri yang membawa kepada ria. lebih tinggi. Jadi. Orang tajrid yang diberi keikhlasan oleh Allah s. Tidak ada perbedaan diantara amal ahli tajrid dengan amal ahli asbab. Melihat keihklasan pada perbuatan sama dengan melihat diri sendiri yang ikhlas. Ikhlas sama seperti harta benda. ikhlas orang tajrid adalah hak Allah s.t. Suasana hati ahli tajrid berbeda daripada apa yang dialami oleh ahli asbab. ahli asbab perlu memelihara kebaikan sebelum melakukannya dan juga setelah melakukannya. orang asbab bergembira karena melakukan perbuatan dengan ikhlas. merasakan diri sendiri lebih baik. Ahli tajrid melihat kepada kekuasaan Allah s.t tetapi penghayatan dan kekuatannya pada hati tidak sekuat ahli tajrid. orang miskin itu malu menepuk dadanya sendiri dihadapan jutawan itu dengan mengatakan dia sudah kaya.t yang mentadbir sekalian urusan. orang tajrid pula melihat Allah s. Walaupun ahli asbab mengakui kekuasaan Allah s. Ahli asbab . Jika harta orang miskin itu hak si jutawan tadi. Apabila seseorang merasakan dirinya sudah ikhlas. ahli tajrid berada dalam penyerahan. ujub (merasakan diri sendiri sudah baik) dan sama’ah. Kebaikan yang dilakukan oleh ahli asbab merupakan teguran agar mereka ingat kepada Allah s.w. Apa juga kebaikan yang keluar daripada mereka diserahkan kepada Allah s. Ahli asbab melihat kepada kekuatan hukum alam. Ahli asbab perlu memperingatkan dirinya supaya berbuat ikhlas dan perlu melindungi keikhlasannya agar tidak dirusakkan oleh ria (berbuat baik untuk diperlihatkan kepada orang lain agar dia dikatakan orang baik).w.w. lebih kuat dan lebih cerdik daripada orang lain) dan sama’ah (mencari perhatian orang lain kepada kebaikan yang telah dibuatnya dengan cara bercerita mengenainya. Dalam melakukan kebaikan ahli asbab perlu melakukan mujahadah. Apabila tangan kanan berbuat ikhlas dalam keadaan tangan kiri tidak menyadari perbuatan itu barulah tangan kanan itu benar-benar ikhlas. Mereka perlu memaksa diri mereka berbuat baik dan perlu menjaga kebaikan itu agar tidak menjadi rusak.w.t yang memimpin mereka kepada kebaikan.t kepada kumpulan manusia yang tidak memandang kepada diri mereka dan kepentingannya. Ahli asbab dibawa kepada syukur.t pada hukum alam tersebut.t mengembalikan kebaikan mereka kepada Allah s. Jika seorang miskin diberi harta oleh jutawan.t yang mengaruniakan kebaikan tersebut. agar orang mengakui bahwa dia adalah orang baik).w. Ahli tajrid juga makan dan minum Ahli tajrid memanaskan badan dan memasak dengan menggunakan api juga. Ahli tajrid juga melakukan sesuatu pekerjaan yang berhubungan dengan rizikinya. Kebaikan yang dilakukan oleh ahli tajrid merupakan kurnia Allah s.w. Orang yang ikhlas berbuat kebaikan dengan melupakan kebaikan itu. Jika ahli asbab memperingatkan dirinya supaya ikhlas. Ahli tajrid tidak perlu menentukan perbuatannya ikhlas ataupun tidak ikhlas. melakukan sesuatu menurut peraturan sebabakibat.t. takabur (sombong dan membesarkan diri.Ahli tajrid.w. Perbedaannya terletak didalam diri yaitu hati.

Ibrahim bin Adham telah meninggalkan takhta kerajaan.w. rakyat dan negerinya lalu tinggal didalam gua.w. Seseorang haruslah melihat kepada dirinya dan mengenal pasti kedudukannya.t. Ketika masih didalam makom asbab seseorang haruslah bertindak sesuai dengan hukum sebab-akibat. dan yang mudah memikat perhatian adalah bagian kekeramatan. Timbul anggapan bahwa jika mau memperoleh kekeramatan seperti mereka mestilah hidup seperti mereka.t memilih sebagiannya dan meletakkan kekuatan hukum pada mereka. Ibrahim Adham dan lain-lain. Orang yang baru masuk kedalam bidang latihan kerohanian sudah mau beramal seperti aulia Allah s. Kesudahannya dia mungkin meninggalkan kumpulan tarekatnya dan kembali kepada kehidupan duniawi. isteri.w. Tindakan mencampakan semua yang dimilikinya secara tergesa-gesa membuatnya berhadapan dengan situasi dan kemungkinan yang dapat mengguncangkan imannya dan mungkin juga membuatnya berputus-asa. Semua harta disedekahkan karena dia melihat Sayidina Abu Bakar as-Siddik telah berbuat demikian. Dia masih melihat bahwa tindakan makhluk memberi kesan kepada . Mereka adalah nabi-nabi dan wali-wali pilihan. Ada juga yang kembali kepada kehidupan yang lebih buruk daripada keadaannya sebelum bertarekat dulu karena dia mau menebus kembali apa yang telah ditinggalkannya dahulu untuk bertarekat. Orang yang cenderung kepada tarekat tasauf gemar menjadikan kehidupan aulia Allah s.t. Allah s. Kekeramatan biasanya dikaitkan dengan perilaku kehidupan yang zuhud dan bertawakal sepenuhnya kepada Allah s. Biasanya orang yang bertindak demikian tidak dapat bertahan lama. malah mereka berkekuatan menguasai hukum sebab-akibat itu. Ahli tajrid pula melihat kepada keberkesanan kekuasaan dan ketentuan Allah s. Orang yang berada pada peringkat permulaan bertarekat cenderung untuk memilih jalan bertajrid yaitu membuang segala ikhtiar dan bertawakal sepenuhnya kepada Allah s. Kumpulan ini bukan sekedar tidak melihat kepada keberkesanan hukum sebabakibat.melihat kepada keberkesanan hukum sebab-akibat. Sikap melulu bertajrid membuat seseorang meninggalkan pekerjaan. Didalam kumpulan wali-wali pilihan yang dikaruniakan kekuatan mengawal hukum sebab-akibat itu terdapatlah orang-orang seperti Syeikh Abdul Kadir al-Jailani. Abu Hasan as-Sazili. anak-anak.w. Nabi-nabi dianugerahkan mukjizat dan waliwali dianugerahkan kekeramatan. Dia harus bekerja untuk mendapatkan rizkinya dan harus pula berusaha menjauhkan dirinya daripada bahaya atau kemusnahan.w.t yang sudah berpuluh-puluh tahun melatihkan diri. Ahli asbab perlu berbuat demikian karena dia masih terikat dengan sifat-sifat kemanusiaan. kemampuanya dan daya-tahannya. Rabiatul Adawiah. isteri.t.t yang telah mencapai makom yang tinggi secara gelap mata.w.t tersebut sebagai contoh.w. masyarakat dan dunia seluruhnya. Dari kalangan ahli tajrid. Cerita tentang kekeramatan mereka sering diperdengarkan. Apa yang harus dilakukan bukanlah meniru kehidupan aulia Allah s. Mukjizat dan kekeramatan merombak keberkesanan hukum sebab-akibat. anak. Keadaan yang demikian berlaku akibat bertajrid secara melulu.

Pada peringkat ini seseorang itu akan kuat beribadat dan menumpukan sepenuh hatinya kepada Tuhan. Allah s. Jadilah dia seorang hamba Allah s.w. tidak ada lagi ikhtiar. Orang ini asalnya adalah ahli asbab yang berjalan menurut hukum sebab-akibat sebagaimana orang lain. Dia benar-benar berharap Tuhan akan menolongnya mengembalikan apa yang pernah dimilikinya dan dikasihinya.w. Takdir memisahkannya daripada apa yang dimiliki dan dikasihinya. Oleh karena itu adalah wajar sekiranya dia mengadakan juga tindakan yang menurut pandangannya akan mendatangkan kesejahteraan kepada dirinya dan orang lain. tidak terjerat dengan nikmat duniawi dan tidak berasa iri hati terhadap orang lain.t meletakkan seseorang pada kedudukan sebagai ahli asbab ialah apabila urusannya dan tindakannya yang menurut kesesuaian hukum sebab-akibat tidak menyebabkannya mengabaikan kewajiban terhadap tuntutan agama.t menolongnya.t sendiri akan menguruskan kehidupannya. Dia menyerah bulat-bulat kepada Allah s. Setelah puas dia berikhtiar termasuklah bantuan orang lain. Sekiranya dia seorang hartawan. Perubahan jalan perlu baginya supaya dia boleh maju dalam bidang kerohanian. sebagai ahli asbab. Tetapi.w. Ada pula orang yang dipaksa oleh takdir supaya bertajrid. Dia tidak lagi merayu kepada Tuhan sebaliknya dia menyerahkan segala urusannya kepada Tuhan. Luputlah harapannya untuk memperolehnya kembali. Dia akan mengalami keadaan dimana hukum sebab-akibat tidak lagi membantunya untuk menyelesaikan masalahnya.w. Dia tetap merasa ringan untuk berbakti kepada Allah s. Jika dia tidak berdaya untuk menolong dirinya dia akan meminta pertolongan orang lain.w. Rohaninya akan menjadi kuat sedikit demi sedikit dan menghantarnya masuk kedalam makom tajrid dengan selamat.w. Akhirnya dia mampu untuk bertajrid sepenuhnya. Apabila dia sendiri dengan dibantu oleh orang lain tidak mampu mengatasi arus takdir maka dia tidak ada pilihan kecuali berserah kepada takdir. takdir menghapuskan hartanya. Apabila ahli asbab berjalan menurut hukum asbab maka jiwanya akan maju dan berkembang dengan baik tanpa menghadapi kegoncangan yang besar yang dapat menyebabkan dia berputus asa dari rahmat Allah s.t dan merayu agar Allah s. pertolongan tidak juga sampai kepadanya sehinggalah dia benar-benar terpisah dari apa yang dimiliki dan dikasihinya itu. takdir mencabut kerajaannya.namun tangan takdir tetap juga merombak sistem sebab-akibat yang terjadi pada dirinya.w.t menggambarkan suasana tajrid dengan firman-Nya: . Sekiranya dia seorang raja. Tanda Allah s. Ridhalah dia dengan perpisahan itu.dirinya. Dalam keadaan begitu dia akan lari kepada Allah s. Sekiranya dia seorang yang cantik. Kemungkinannya kehidupan seperti itu tidak menambahkan kematangan rohaninya. dia berikhtiar menurut hukum sebab-akibat untuk mempertahankan apa yang dimiliki dan dikasihinya. Oleh karena itu takdir bertindak memaksanya untuk terjun kedalam lautan tajrid.w.t.t yang bertajrid. takdir menghilangkan kecantikannya itu. pilihan dan kehendak diri sendiri. Pada peringkat permulaan menerima kedatangan takdir yang demikian.t.t. Apabila seseorang hamba benar-benar bertajrid maka Allah s.w.

Pengajarannya.w. Ini menunjukkan akan kebatilannya tentang rahmat dan kekuasaan Allah s. Berserahlah kepada Allah s. doanya dan ucapannya tidak seberkesan dahulu lagi. Di dalamnya tersembunyi rangsangan nafsu yang sukar disadari. Jiwanya tetap tenteram sekalipun terjadi kekurangan pada rizki atau ketika menerima bala ujian.w.Dan berapa banyak binatang yang tidak (dapat) membawa (mengurus) rezkinya sendiri. Allah s. seorang ahli tajrid yang tidak mempunyai pekerjaan kecuali membimbing orang lain kepada jalan Allah s.w. ikan. Orang yang baru terbuka pintu hatinya setelah lama hidup didalam kelalaian.t kurniakan kepadanya. Pengajaran yang disampaikan kepada murid-muridnya sangat berkesan sekali. Tanda Allah s. kuman dan sebagainya tidak memiliki tempat simpanan makanan. Ilham yang datang kepadanya tersekat-sekat dan kefasihan lidahnya tidak selancar biasa.w. Keberkatannya amat kentara seperti makbul doa dan ucapannya biasanya menjadi kenyataan. ( Ayat 60 : Surah al-‘Ankabut ) Makhluk Allah s. walaupun tidak mempunyai pekerjaan namun.t. Seseorang hamba haruslah menerima dan rdha dengan kedudukan yang Allah s. akan mudah tergerak untuk meninggalkan suasana asbab dan masuk kedalam suasana tajrid.w.w. Misalnya.t. Orang yang telah lama berada dalam suasana tajrid.t seperti burung. ikut kembali . rezeki datang kepadanya dari berbagai arah dan tidak pernah putus tanpa dia meminta-minta atau mengharapharap.w.w.w. apabila kesadaran dirinya kembali sepenuhnya.t.t tahu apa yang patut bagi setiap makhluk-Nya.t memudahkan baginya rezeki yang datang dari arah yang tidak diduganya.w.t dengan yakin bahwa Allah Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana. Tindakan yang batil itu boleh menyebabkan berkurang atau hilangnya keberkatan yang Allah s.w. cita-cita dan angan-angan.t kurniakan kepadanya.t meletakkan seseorang hamba-Nya didalam makom tajrid ialah Allah s. Mereka adalah ahli tajrid yang dijamin rezeki mereka oleh Allah s. Andainya dia meninggalkan suasana bertajrid lalu berasbab karena tidak puas hati dengan rizki yang diterimanya maka keberkatannya akan terlepas.t itu meliputi juga bangsa manusia.w.t lalu bersandar kepada makhluk .t sangat bijak mengatur urusan hamba-hamba-Nya. Nafsu disini meliputi kehendak. Keinginan kepada pertukaran makom merupakan tipu daya yang sangat halus. Allah-lah yang memberi rezki kepadanya dan kepadamu dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Sekiranya ahli tajrid sengaja memindahkan dirinya kepada makom asbab maka ini bermakna dia melepaskan jaminan Allah s. Jaminan Allah s. Allah s.w.

Apabila terlepas dari waham sebab musabab barulah seseorang itu masuk kepada suasana tajrid. Oleh yang demikian perjuangan atau mujahadah mengawasi nafsu sentiasa berjalan.t. Orang asbab perlulah menyadari bahwa keinginannya untuk berpindah kepada makom tajrid itu mungkin secara halus digerakkan oleh ego diri yang tertanam jauh dalam jiwanya. Ulama tasauf mengatakan seseorang mungkin dapat mencapai semua makom nafsu. 3: KETEGUHAN BENTENG TAKDIR KEKUATAN SEMANGAT (AZAM. Orang tajrid pula perlu sadar keinginannya untuk kembali kepada asbab itu mungkin didorong oleh nafsu rendah yang masih belum berpisah dari hatinya. IKHTIAR) TIDAK BERUPAYA MEMECAHKAN BENTENG TAKDIR. Agar orang yang sedang meningkat semangatnya tidak keliru memilih jalan. Ia mengajak kita memperhatikan amal batin (suasana hati) yang berhubungan dengan amal zahir yang kita lakukan. Hikmat ketiga ini pula mengajak kita merenung kepada kekuatan benteng takdir yang memagar segala sesuatu. Pengertian yang demikian melahirkan kecenderungan untuk menyerah bulat-bulat kepada Allah s. Sikap menyerah tanpa persediaan kerohanian dapat menggoncangkan iman. mengatur dan mengurus . Dua Hikmat tadi telah memberi pendidikan yang halus kepada jiwa. cita-cita dan angan-angan.w.t dengan cara yang betul dan selamat bukan menyerah dengan cara yang buta. CITA-CITA.t. Nafsu mencuba untuk bangkit kembali menguasai dirinya. Kalam Hikmat yang pertama menyentuh tentang hakikat amal yang membawa kepada pengertian tentang amal zahir dan amal batin. Pemahaman tentang makom asbab dan tajrid membuat seseorang mendidik jiwanya agar menyerah kepada Allah s. Seseorang itu mendapat kefahaman bahawa bersandar kepada amal bukanlah jalannya.w. Hikmat kedua diperjelas dengan membuka pandangan kita kepada suasana asbab dan tajrid. dia diberi pengertian mengenai kedudukan asbab dan tajrid.kepadanya adalah keinginan. tetapi nafsu peringkat pertama tidak kunjung padam. kita dapatkan ahli tajrid melihat kepada kekuasaan Tuhan yang meletakkan keberkesanan kepada sesuatu sebab dan menetapkannya dalam melahirkan akibat Ini bermakna semua kejadian dan segala hukum mengenai sesuatu perkara berada didalam pentadbiran Allah s. Sebagai manusia biasa hati kita cenderung menaruh harapan dan meletakkan ketergantungan pada keadaan amal zahir. Bersandar kepada amal terjadi karena seseorang itu melihat pada keberkesanan sebab dalam melahirkan akibat.w. Ketika membicarakan tentang ahli tajrid. Dia yang menguasai.

Keadaan yang demikian menyebabkan dia tidak dapat bertahan untuk terus berserah diri kepada Tuhan.w. Oleh itu tidak ada sesuatu yang tidak termasuk didalam takdir. Oleh sebab itulah didalam menundukkan nafsu tidak boleh meminta pertolongan akal. Hijab kedirian itu jika disimpulkan ia boleh dilihat sebagai hijab nafsu dan hijab akal. aturan dan urusan Tuhan. Manusia terhijab dari cara memandang kepada takdir karena waham sebab musabab. Rohani orang yang tidak tahu dengan hakikat takdir itu masih terikat dengan sifat-sifat kemanusiaan biasa. Urusan ketuhanan yang menguasai.w.t itu dinamakan takdir. Jasad dengan segala keinginannya seseorang menjadi alat sebab musabab yang paling berkesan menghijab pandangan hati daripada melihat kepada takdir. angan-angan. Akal mesti mengakui kelemahannya didalam membuka simpulan takdir. Tidak ada sesuatu yang tidak dikuasai. mengatur dan mengurus atau suasana pentadbiran Allah s. Bila nafsu dan akal sudah tunduk barulah hati dapat beriman dengan sebenarnya kepada takdir. diatur dan diurus oleh Allah s. Dia masih memandang bahwa makhluk dapat mendatangkan pengaruh kepada kehidupannya.w. angan-angan dan semangat. cita-cita. Hadis menceritakan tentang takdir: . Jika nafsu inginkan sesuatu yang baik. Akal menjadi tentara nafsu. Dalam proses memperoleh penyerahan secara menyeluruh kepada Allah s. menimbang. merancang dan mengadakan usaha dalam memenangkan apa-apa yang dicetuskan oleh nafsu. Nafsu yang melahirkan keinginan. bukan menjadi penasihat nafsu. Dalam banyak perkara akal tunduk kepada arahan nafsu. Beriman kepada takdir seharusnya melahirkan penyerahan secara berpengetahuan bukan menyerah dalam kebodohan.t terlebih dahulu akal dan nafsu perlu ditundukkan kepada kekuatan takdir.t kerana disebalik kebodohannya itulah nafsu akan menggunakan akal untuk menimbulkan keraguan terhadap Allah s. akal fikiran dan usaha menutupi hati daripada melihat kepada kekuasaan. Jika nafsu inginkan sesuatu yang buruk.w. cita-cita.t. semangat. Nafsu mesti menerima hakikat kelemahan akal dalam perkara tersebut dan ikut tunduk bersamanya. Tindakan orang lain dan kejadian-kejadian sering mengacau jiwanya.t. akal itu juga yang bergerak kepada keburukan. Orang yang tidak mengetahui tentang hukum dan perjalanan takdir tidak dapat berserah diri dengan sebenarnya kepada Allah s. Keinginan.w. Sekiranya dia memahami tentang hukum dan peraturan Tuhan dalam perkara takdir tentu dia dapat bertahan dengan iman.setiap makhluk-Nya. akal bergerak kepada kebaikan itu.

a. Rasul-rasul-Nya dan Hari Kemudian. (Ayat 22 : Surah al-Hadiid) Maha Suci Allah Yang di tangan-Nyalah segala kerajaan. Untuk menjauhkan diri dari kesesatan dan kedurhakaan yang besar itu kita sangat perlu memahami soal sunnatullah atau ketentuan Allah s.a.t tetapkan dan Dia Melihat kegigihan kita itu dan bersimpati dengan kita lalu Dia pun membuat ketentuan baru supaya terlaksana takdir baru yang sesuai dengan perjuangan kita.t. manis dan pahitnya adalah dari Allah s.t hanya menentukan yang dasarnya saja sementara yang halus-halus ditentukan-Nya kemudian yaitu seolah-olah Dia Melihat dan Mengkaji perkara yang muncul barulah Dia membuat keputusan. Juga engkau beriman dengan Qadar baik dan buruknya.t mengikut dibelakang.w. Tidak ada yang berlaku secara kebetulan. malaikat-malaikat-Nya. apakah iman?” Jawab Rasulullah s.w.Seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah s.w. Kita merasakan apabila kita berjuang dengan semangat yang kuat untuk mengubah perkara dasar yang telah Allah s. { Maksud Hadis } Pandangan kita sering keliru dalam memandang kepada takdir yang berlaku.t meliputi yang awal dan yang akhir. Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. Apa yang dizahirkan dan apa yang terjadi telah ada pada Ilmu-Nya. Kita dikelirukan oleh istilah-istilah yang biasa kita dengar Kita cenderung untuk merasakan seolah-olah Allah s. Ilmu Allah s. Kitab-kitab-Nya.w.w.t.w. Kita merasakan kehendak dan takdir kita berada didepan sementara Kehendak dan Takdir Allah s. Anggapan dan perasaan yang demikian dapat membawa kepada kesesatan dan kedurhakaan yang besar karena kita meletakkan diri kita pada taraf Tuhan dan Tuhan pula kita letakkan pada taraf hamba yang menurut pada telunjuk kita. Segala kejadian berlaku menurut ketentuan dan pentadbiran Allah s. dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.t”. “Wahai Rasulullah. yang azali dan yang abadi.w. “Engkau beriman kepada Allah.w.w. ( Ayat 1 : Surah al-Mulk ) .

w. Jika hasil buruk yang sampai kepadanya dia akan bersabar karena dia tahu apa yang datang kepadanya itu adalah menurut .w. atau apapun istilah yang digunakan. Segala perkara kembali kepada-Nya karena Dialah yang mempastikan hukum ketentuan-Nya terlaksana tanpa siapapun mampu menghalangi urusan-Nya. Tidak menghirup satu nafas atau berdenyut satu nadi melainkan ianya adalah takdir yang menzahirkan urusan Allah s. Pagar takdir mengelilingi segala-galanya dan tidak ada sebesar zarah pun yang mampu menembus benteng takdir yang maha teguh. Jika hasilnya baik dia akan bersyukur karena dia tahu bahwa kebaikan itu datangnya dari Allah s.w.t untuknya. Ahli asbab perlu berusaha dengan gigih menurut keadaan hukum sebab-akibat. kekeramatan. Jika seseorang menyadari kedudukan makomnya berada pada asbab atau tajrid maka dia hanya perlu bertindak sesuai dengan makomnya.w. Apa yang kita istilahkan sebagai perjuangan. ikhtiar.t.w. ( Ayat 12 : Surah al-Qamar ) Segala perkara. Tidak berlaku kekeramatan dan mukjizat melainkan kekeramatan dan mukjizat itu adalah takdir yang tidak menyimpang daripada pentadbiran Allah s. doa.w. mukjizat dan lain-lain semuanya adalah ketentuan Allah s.t. Perkara yang didoakan juga tidak lari daripada aturan dan ketentuan Allah s.t atau Dia yang mengadakan ketentuan tanpa campurtangan siapapun. Jika tidak ada ketentuan baik untuknya maka tidak mungkin dia mendapat kebaikan.w. Tidak terjadi perjuangan dan ikhtiar melainkan perjuangan dan ikhtiar tersebut telah ada dalam pagar takdir. penyerahan diri dan segala-galanya adalah takdir menurut ketentuan Allah s.t.t.dan yang menentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk.t.t.t pada azali. ikhtiar. maka bertemulah air-air itu untuk suatu urusan yang sungguh telah ditetapkan. Apabila sudah difahami bahwa usaha. maka seseorang itu tidak lagi merasa bingung antara mau berikhtiar ataupun berserah diri.w. Segala perkara datangnya dari Allah s. Ikhtiar dan berserah diri sama-sama berada didalam pagar takdir. Tidak berdoa orang yang berdoa melainkan halnya berdoa itu adalah takdir untuknya yang sesuai dengan ketentuan Allah s. Kami datang dari Allah dan kepada Allah kami kembali. adalah termasuk dalam ketentuan Allah s. ( Ayat 3 : Surah al-A’laa) Dan Kami jadikan bumi memancarkan mata air-mata air. Apapun hasil yang didapat dari usahanya akan diterimanya dengan senang hati karena dia tahu hasil itu juga adalah takdir yang ditadbir oleh Allah s.w.t.w.

t telah menciptakan manusia yang pertama. Persoalan takdir berkaitan erat dengan persoalan hakikat. Kajian akal boleh mengakui bahawa semua kacang mempunyai zat yang sama. yaitu Adam a. Setelah ditanam benih yang kecil itu akan tumbuh dengan sempurna. zat kacang itu tidak mungkin ditemukan pada kacang lainnya. Rizki yang sampai kepadanya adalah juga ketentuan Allah s.t tentukan. tidak benda lain. Tanpanya tidak mungkin ada kewujudan kacang. Allah s.t yang telah ditentukan untuk semua kejadian kacang. Suasana pentadbiran Allah s.t jika dia bersabar dan ikhlas dengan takdir apapun yang sampai kepadanya. Begitulah seterusnya sehingga kacang yang semula dari satu biji benih menjadi jutaan kacang. tidak menjadi benda lain.w. Kacang yang sejuta tidak ada bedanya dengan kacang yang pertama. tetapi ia tidak terpisahkan dengan kacang kacang lainnya. mengeluarkan beberapa banyak buah kacang.s itu telah disimpankan bakat dan kemampuan untuk melahirkan semua keturunan manusia sehingga hari . sampai kehari kiamat. Jika terjadi kekurangan atau kesusahan maka keadaan tersebut masih berada didalam pagar takdir yang ditentukan oleh Allah s.w. Hakikat membawa pandangan dari yang banyak kepada yang satu(Esa).t. Perhatikan kepada sebiji benih kacang. Dia tidak akan kecewa jika terjadi kekurangan pada rizkinya atau kesusahan menimpanya. Zat kacang yang satu itulah ‘bergerak’ pada semua kacang. Zat kacang ini dinamakan “Hakikat Kacang”. Ahli tajrid pula hendaklah ikhlas dengan suasana kehidupannya dan tetap yakin dengan jaminan Allah s. Ia hanya dapat mengeluarkan kacang. Apapun unsur yang ada pada Hakikat Kacang tidak ada pilihan lain kecuali menjadi kacang.ketentuan Allah bukan tunduk kepada usaha dan ikhtiarnya. Suasana kehidupannya adalah takdir yang sesuai dengan apa yang Allah s.t. memastikan kacang yang berikutnya akan menjadi kacang. Hakikat Kacang inilah suasana pentadbiran Allah s. Walaupun diakui kewujudan zat kacang yang mengawali pertumbuhan kacang namun.w.t. Ia tidak berupa dan tidak mendiami kacang kacang lainnya. Begitu juga jika terjadi keberkahan dan kekeramatan pada dirinya dia harus melihat itu sebagai takdir yang menjadi bagiannya. Walaupun hasil yang tidak sesuai dengan keinginannya tetapi usaha baik yang dilakukannya tetap akan diberi pahala dan keberkatan oleh Allah s. Ia adalah suasana ketuhanan yang mentadbir dan mengawal seluruh pertumbuhan kacang dari permulaan hingga akhir. malah ia mampu mengeluarkan semua generasi kacang hingga hari kiamat. yaitu zat kacang. Buah kacang tersebut dijadikan pula benih untuk menumbuhkan pokok-pokok kacang yang lain.w.s menurut Hakikat Insan yang ada pada sisi-Nya. Zat kacang pada benih pertama serupa dengan zat kacang pada yang ke satu juta malah ia adalah zat yang sama atau yang satu.w.w.t yang mentadbir dan mengawali perwujudan keturunan manusia pula dinamakan “Hakikat Manusia” atau “Hakikat Insan”. Pada kejadian Adam a.w. Benih kacang yang pertama itu bukan saja berkemampuan untuk menjadi sebatang pohon kacang.w.

Bidang akal ialah ilmu dan liputan ilmu sangat luas. Seorang manusia yang berhakikatkan “Hakikat Nabi” pasti menjadi nabi.t. Manusia tidak dapat meminta menjadi malaikat. manusia karena hakikat yang Pada Hakikat Manusia itu ada hakikat yang menguasai satu individu manusia dan hubungannya dengan segala kejadian alam yang lain. Setiap ranting ada ujungnya. Oleh sebab sifat ilmu yang demikianlah jika orang awam yang membahas tentang sesuatu perkara dapat membuahkan hasil yang .T MENGATUR SEGALA URUSAN TENANGKAN HATIMU DARI URUSAN TADBIR KARENA APA YANG DIATUR OLEH SELAIN-MU TENTANG URUSAN DIRIMU. Kerja roh adalah menjalankan urusan Allah s. Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. ( Ayat 85 : Surah Al-Israa’ ) Pentadbiran Allah s. Ilmu diumpamakan pada sebatang pohon.w.w. bermula dari pohon kepada dahan-dahan dan seterusnya kepada ranting-ranting.t menguasai roh dan memaksa roh untuk menampilkan ketentuan-Nya yang berada pada azali. bertolak ansur pada cabangnya dan berselisih pada rantingnya atau penyelesaiannya. Tidak ada perubahan pada ketentuan Allah s. Segala sesuatu diiringi bersama hakikat yang berasal dari Allah s.w. pertama bertauhid dengan akal dan keduanya bertauhid dengan hati.w. 4: ALLAH S.kiamat.t.w. Unta tidak dapat meminta menjadi kambing.w.W.w. Segala ketentuan telah diputuskan oleh Allah s. dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit".w.t yaitu menyatakan hakikat yang ada pada sisi Allah s. Suasana pentadbiran Allah s. yaitu penyelesaiannya. Apa yang dianggap benar pada awalnya dan dipersalahkan pada akhirnya. Kera tidak dapat meminta menjadi manusia.t atau hakikat itu menguasai roh yang berkaitan dengannya.t.t. Manusia akan tetap melahirkan menguasainya adalah Hakikat Manusia. Jawaban dari sesuatu masalah selalu berubah-ubah menurut pendapat baru yang ditemui. TIDAK PERLU ENGKAU CAMPUR TANGAN. Katakanlah: "Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku. Roh bekerja menampilkan segala aturan yang ada dengan hakikat yang menguasainya. Allah s. Seorang manusia yang berhakikatkan “Hakikat Wali” pasti akan menjadi wali.t telah menentukan hakikat sesuatu sejak azali. Kita bertauhid melalui dua cara.

Nafsu adalah kegelapan.. yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang kami kehendaki di antara hamba-hamba .( Ayat 15 : Surah al-Mu’min ) ‫وكذلك أوحينا إليك روحا من أمرنا ما كنت تدري ما الكتاب ول اليمان ولكن جعلناه نورا نهدي به من نشاء من عبادنا وإنك لتهدي‬ ِ ْ َ َ َ َِّ َ ِ َ ِ ْ ِ ُ َ َ ْ َ ِ ِ ِ ْ َ ً ُ ُ َ ْ َ َ ْ ِ ََ ُ َ َ ُ َ ِ ْ َ ِ ْ َ َ ْ ُ َ َ ِ ْ َ ْ ِ ً ُ َ ْ َِ َ ْ َ ْ َ َ َِ َ َ ٍ ِ َْ ُ ٍ َ ِ ‫إلى صراط مستقيم‬ َِ ‫صراط ال الذي له ما في السماوات وما في‬ ِ ََ ِ َ َّ ِ َ َُ ِّ ّ ِ َ ِ ِ ُ ُ ُ ِ َّ ‫الرض أل إلى ال تصير المور‬ ِ َِ َ ِ ْ Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu wahyu (Al Qur'an) dengan perintah Kami. Kalam Hikmat keempat di atas membimbing kearah itu agar iman tidak dicampur dengan keraguan.t. supaya Ia memberi amaran (kepada manusia) tentang hari pertemuan. Perkara ghaib disaksikan dengan mata hati atau basirah.t.w.. Cahaya atau nur hanya bersinar apabila sesuatu itu ada kaitannya dengan Allah s. . Cahaya ghaib yang menerangi alam ghaib adalah cahaya roh karena roh adalah urusan Allah s. ( Ayat 35 : Surah an-Nur ) ‫رفيع الدرجات ذو العرش يلقي الروح من أمره على من‬ ْ َ ََ ِ ِ ْ َ ْ ِ َ ّ ِ ُْ ِ ْ َ ْ ُ ِ َ َ ّ ُ ِ َ ‫َ َ ُ ِ ْ َِ ِ ِ ُِ ْ ِ َ َ ْ َ ّ ق‬ ِ ‫يشاء من عباده لينذر يوم التل‬ Dialah Yang Maha Tinggi darjat kebesaran-Nya. Jika ilmu bertindak menggoyangkan keimanan maka ilmu itu harus disekat dan hati dibawa untuk tunduk dengan iman.. Ia memberikan wahyu darihal perintah-Nya kepada sesiapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya (yang telah dipilih menjadi Rasul-Nya). tetapi Kami menjadikan Al Qur'an itu cahaya..kekeliru dan mengacaukan fikiran. Mata hati tidak dapat memandang jika hati dibungkus oleh hijab nafsu. ِ ْ َ ِ َ َّ ُ ُ ّ ‫ال نور السماوات والرض‬ ُ Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Qada dan Qadar termasuk dalam perkara ghaib. Jika persoalan ini dibahas hingga sampai kepada yang halus-halus seseorang akan menemui kebuntuan kerana ilmu tidak mampu mengadakan jawaban yang konkrit. beriman kepada perkara ghaib dan berserah diri secara menyeluruh tidak akan dicapai. bukan kegelapan yang zahir tetapi kegelapan dalam keghaiban. yang mempunyai Arasy (yang melambangkan keagungan dan kekuasaan-Nya).w. Tugas ilmu ialah membuktikan kebenaran apa yang diimani. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al Kitab (Al Qur'an) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu. Salah satu perkara yang mudah mengganggu fikiran ialah soal takdir atau Qada dan Qadar. Kegelapan nafsu itu menghijab sedangkan mata hati memerlukan cahaya ghaib untuk melihat perkara ghaib. Selama nafsu dan akal menjadi hijab. Qada dan Qadar diimani dengan hati.

Kami. Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus.(Yaitu) jalan Allah yang kepunyaan-Nya segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Ingatlah, bahwa kepada Allah-lah kembali semua urusan. ( Ayat 52 & 53 : Surah asy-Syura ) Apabila cahaya roh dapat menyingkirkan kegelapan nafsu, mata hati akan menyaksikan yang ghaib. Penyaksian mata hati membawa hati beriman kepada perkara ghaib dengan sebenar-benarnya. Allah s.w.t telah menghamparkan jalan yang lurus kepada hamba-hamba-Nya yang beriman. Dia berfirman:

‫اليوم أكملت لكم دينكم وأتممت عليكم نعمتي ورضيت لكم السلم دينا‬ ً ِ َ ْ ُ ُ َ ُ ِ َ َ ِ َ ْ ِ ْ ُ ْ ََ ُ ْ َ ْ ََ ْ ُ َ ِ ْ ُ َ ُ ْ َ ْ َ َ ْ َ ْ
......Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu ni'mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu....... ( Ayat 3 : Surah al-Maa’idah ) Umat Islam adalah umat yang paling bertuah karena Allah s.w.t telah menyempurnakan nikmat-Nya pada mereka dengan mengaruniakan Islam. Allah s.w.t menjamin juga bahawa Dia ridha menerima Islam sebagai agama mereka. Jaminan Allah s.w.t itu sudah cukup bagi mereka yang menuntut keridhaan Allah s.w.t untuk tidak menoleh kekiri atau kekanan, sebaliknya terus berjalan mengikut landasan yang telah dibina oleh Islam. Islam adalah perlembagaan yang lengkap mencakup semua aspek kehidupan baik yang zahir maupun yang batin. Islam telah menjelaskan apa yang mesti dilakukan, apa yang mesti tidak dilakukan, bagaimana mau bertindak menghadapi sesuatu dan bagaimana jika tidak mau melakukan apaapa. Segala peraturan dan kode etika sudah dijelaskan dari perkara yang paling kecil hingga kepada yang paling besar. Sudah dijelaskan cara beribadat, cara berhubungan sesama manusia, cara membagikan harta pusaka, cara mencari dan membelanjakan harta, cara makan, cara minum, cara berjalan, cara mandi, cara memasuki jamban, cara hukum qisas cara melakukan hubungan kelamin, cara menyempurnakan mayat dan semua aspek kehidupan diterangkan dengan jelas. Umat Islam tidak perlu bertengkar tentang penyelesaian terhadap sesuatu masalah. Segala penyelesaian telah dibentangkan, hanya tegakkan iman dan rujuk kepada Islam itu sendiri niscaya segala pertanyaan akan terjawab. Begitulah besarnya nikmat yang dikaruniakan kepada umat Islam. Kita perlulah menjiwai Islam untuk merasakan nikmat yang dikurniakan itu. Kewajiban kita ialah melakukan apa yang telah diatur oleh Allah s.w.t, sementara hak mengatur atau mentadbir adalah hak Allah s.w.t yang mutlak. Jika terdapat peraturan Allah s.w.t yang tidak disetujui oleh nafsu kita, jangan pula melenturkan peraturan tersebut atau membuat peraturan baru, sebaliknya nafsu hendaklah ditekan supaya tunduk kepada peraturan Allah s.w.t. Jika pendapat akal sesuai dengan Islam maka yakinilah akan kebenaran pendapat tersebut, dan jika penemuan akal menyimpang dengan Islam maka

akuilah bahawa akal telah khilap di dalam perkiraannya. Jangan memaksa Islam supaya tunduk kepada akal yang senantiasa berubah ubah dari masa kemasa, tetapi tundukkan akal kepada apa yang Tuhan firmankan kebenarannya tidak akan berubah sampai kapanpun. Orang yang mengamalkan tuntutan Islam disertai dengan beriman kepada Qada dan Qadar, jiwanya akan sentiasa tenang dan damai. Putaran roda kehidupan tidak membolak-balikkan hatinya karena dia melihat apa yang berlaku adalah menurut apa yang mesti berlaku. Dia pula mengamalkan kode yang terbaik dan dijamin oleh Allah s.w.t. Hatinya tunduk kepada hakikat bahawa Allah s.w.t yang mentadbir sementara sekalian hamba berkewajiban taat kepada-Nya, tidak perlu ikut campur dalam urusan-Nya. Mungkin timbul pertanyaan apakah orang Islam tidak boleh menggunakan akal fikiran, tidak boleh mentadbir kehidupannya dan tidak boleh berusaha memperbaiki kehidupannya? Apakah orang Islam mesti menyerah bulat-bulat kepada takdir tanpa tadbir? Allah s.w.t menceritakan tentang tadbir orang yang beriman: ُ َ ْ َ ّ َ َ َ ْ َ ِ ِ َِ ْ ِ ِ ِ ُ َ َ َ ُ ْ َ ِ َ َ َ َ ُ ُ ِ َ ْ ِ َ َِ َ ِ ِ َ ِ َ ِ ْ ِ َ َ َ ْ َ ْ ّ ُ ِ ِ َ ِ َ ِ َ ْ َ ْ ِ ِ َ ِ ْ َ ِ ََ َ َ ‫فبدأ بأوعيتهم قبل وعاء أخيه ثم استخرجها من وعاء أخيه كذلك كدنا ليوسف ما كان ليأخذ أخاه في دين الملك إل أن يشاء ال نرفع‬ ُ ٌ َِ ٍ ْ ِ ِ ّ ُ َ ْ َ َ ُ َ َ ْ َ ٍ َ َ َ ‫درجات من نشاء وفوق كل ذي علم عليم‬

Maka mulailah Yusuf (memeriksa) karung-karung mereka sebelum (memeriksa) karung saudaranya sendiri, kemudian dia mengeluarkan piala raja itu dari karung saudaranya. Demikianlah Kami atur untuk (mencapai maksud) Yusuf. Tiadalah patut Yusuf menghukum saudaranya menurut undang-undang raja, kecuali Allah menghendaki-Nya. Kami tinggikan derajat orang yang Kami kehendaki; dan di atas tiap-tiap orang yang berpengetahuan itu ada lagi Yang Maha Mengetahui. (Ayat 76 : Surah Yusuf ) ِ ْ َ ِ ْ َ ْ ِ ُ َ ْ ُ ْ ِ َ َ ْ ُ ََ ‫وله الجوار المنشآت في البحر كالعلم‬

Dan kepunyaan-Nya jualah kapal-kapal gunung. (Ayat 24 : Surah ar-Rahmaan )

yang berlayar dilautan laksana gunung-

Nabi Yusuf a.s, dengan kepandaiannya, mengadakan muslihat untuk membawa saudaranya(Bunyamin) agar bisa tinggal dengannya. Kepandaian dan muslihat yang pada zahirnya diatur oleh Nabi Yusuf a.s tetapi dengan tegas Allah s.w.t

mengatakan Dia yang kebijaksanaan-Nya.

mengatur

muslihat

tersebut

dengan

kehendak

dan

Kapal yang pada zahirnya dibuat oleh manusia tetapi dengan tegas Allah s.w.t mengatakan kapal itu adalah kepunyaan-Nya. Ayat-ayat diatas memberi pengajaran mengenai tadbir yang dilakukan oleh manusia. Rasulullah s.a.w sendiri menganjurkan agar pengikut-pengikut baginda s.a.w mentadbir kehidupan mereka. Tadbir yang disarankan oleh Rasulullah s.a.w ialah tadbir yang tidak memutuskan hubungan dengan Allah s.w.t, tidak beranjak dari tawakal dan penyerahan kepada Tuhan yang mengatur pentadbiran dan perlaksanaan. Janganlah seseorang menyangka apabila dia menggunakan otaknya untuk berfikir maka otak itu berfungsi dengan sendiri tanpa tadbir Ilahi. Dari mana datangnya ilham yang diperoleh oleh otak itu jika tidak dari Tuhan? Allah s.w.t yang membuat otak,membuatnya berfungsi dan Dia juga yang mendatangkan buah fikiran kepada otak itu. Tadbir yang dianjurkan oleh Rasulullah s.a.w ialah tadbir yang sesuai dengan al-Quran dan as-Sunah. Islam hendaklah dijadikan penyaring untuk memisahkan pendapat dan tindakan yang benar dari yang salah. Islam menegaskan bahawa sekiranya tidak karena daya dan upaya dari Allah s.w.t, pasti tidak akan ada yang dapat dilakukan oleh siapapun. Oleh karena itu seseorang haruslah menggunakan daya dan upaya yang dikaruniakan Allah s.w.t kepadanya menurut keridhaan Allah s.w.t. Seorang hamba Allah s.w.t tidak sepatutnya melepaskan diri dari penyerahannya kepada Allah Yang Maha Mengatur. Apabila apa yang direncanakannya berhasil dan menjadi kenyataan maka dia akui bahwa kejayaan itu adalah karena aturannya sesuai dengan aturan Allah s.w.t. Jika apa yang direncanakannya tidak menjadi kenyataan, diakuinya bahwa aturannya wajib tunduk kepada aturan Allah s.w.t dan kegagalan itu juga termasuk didalam tadbir Allah s.w.t. Hanya Allah s.w.t yang berhak untuk menentukan. Allah s.w.t Berdiri Dengan Sendiri, tidak ada siapapun yang mampu campur tangan dalam urusanNya.

5: MATA HATI YANG BUTA

SEGALA DAYA UPAYA KAMU UNTUK MENDAPATKAN APA APA YANG TELAH DIJAMINKAN UNTUK KAMU SEDANGKAN KAMU LALAI TERHADAP KEWAJIBAN YANG DIAMANATKAN MENUNJUKKAN MATA HATIMU TELAH BUTA .

( Ayat 85 : Surah Bani Israil ) Tubuh halus atau hati nurani juga mempunyai sifat yang berkemampuan mencetuskan pemahaman dan pengetahuan.t.t dan kewajiban hamba. kulit dan lain-lain. Imam Ibnu Athaillah menceritakan kesan dari hijab nafsu dan hijab akal yang menutup hati daripada melihat kepada takdir yang menjadi ketentuan Allah s.w. Diri zahir terbentuk dari daging. Ada tiga perkara yang dikemukakan untuk direnungi: 1: Jaminan Allah s. yaitu yang dimiliki oleh diri zahir.w. merasa dan menyentuh. rambut. sumsum. sebab itu ia tidak dapat dipengaruhi oleh pancaindera zahir. Penyingkapan rahasia mata hati adalah penting untuk memahami Kalam Hikmat di atas. Ia dipanggil akal yang juga termasuk . 2: Kewajiban hamba 3: Mata hati yang mengenal jaminan Allah s. Diri batin juga mempunyai susunan yang sama seperti diri zahir tetapi dalam keadaan ghaib. Ia juga yang dilihat Tuhan. Kadang-kadang mata hati ini dipanggil sebagai mata dalam. Ia bukan kejadian alam kasar. Roh juga termasuk didalam golongan Latifah Rabbaniah. Ia juga mempunyai tubuh yang dipanggil kalbu atau hati. Jika darahnya dikeringkan atau dibekukan ataupun jika aliran uap yang keluar masuk itu disekat maka diri zahir akan mengalami satu keadaan dimana semua bagiannya terhenti berfungsi dan ia dinamakan mati! Diri zahir ini jika disusun dan dapatlah dikatakan bahawa ia terdiri dari tubuh dan nyawa serta indra yang dapat mengenal sesuatu yang zahiriah. Ia adalah urusan Tuhan dan manusia hanya mempunyai sedikit pengetahuan mengenainya.t. Ia merupakan hati rohani atau hatinurani. Apabila didalam keadaan suci bersih ia dapat mendekati Tuhan. Ia termasuk didalam perkaraperkara ghaib yang diistilahkan sebagai Latifah Rabbaniah atau hal yang menjadi rahasia ketuhanan. Istilah ‘mata dalam’ digunakan untuk membedakan istilah ini dengan mata yang zahir. Hati yang dimaksudkan bukanlah segumpal daging yang berada didalam tubuh. Diri zahir ini berkemampuan untuk melihat. darah.Hikmat 5 ini merupakan lanjutan kepada Hikmat yang telah lalu. tulang. dan kamu tidak diberi ilmu pengetahuan melainkan sedikit sahaja”. Katakan: “Roh itu dari perkara urusan Tuhanku. Diri zahir memperoleh kehidupan dari perjalanan darah ke seluruh tubuhnya dan aliran nyawa dalam bentuk uap atau gas yang keluar masuk melalui hidung dan mulut. Mata hati ialah mata bagi hati atau dapat juga dikatakan kemampuan mengenal yang dimiliki oleh hati.w. mencium. Pusat kawalannya ialah otak yang mengawal keberkesanan panca indra dan juga mencetuskan daya timbang atau akal fikiran. Hati ini juga memiliki nyawa yang diistilahkan sebagai roh. mendengar.

mata hati melihat kepada pedasnya.didalam golongan Latifah Rabbaniah yang tidak mampu diuraikan. tajam. mata zahir mengenal dan membedakan rupa yang zahir sementara mata hati mengenal dan membedakan hakikat kepada yang zahir. Jika kita ambil sebutir gula. penciuman. Langit rendah ini merupakan bagian dari dunia. hidung. Tubuh halus atau diri batin juga mempunyai indra yang mengenal perkara ghaib dan indra ini dinamakan basirah atau mata hati. Oleh sebab penyaksian mata hati bersifat tidak dapat dinyatakan secara terang maka ia memerlukan pemahaman. Bagaimana rupa manis tidak dapat diceritakan tetapi mata hati yang melihat kepadanya mengenal bahawa gula adalah manis. Jika ia cukup terang ia bukan saja mampu melihat kepada yang tersembunyi dibalik rupa yang zahir disekeliling kita malah ia mampu melihat atau syuhud terhadap apa apa yang berada diluar dari dunia. lidah. pedas dan yang sejenisnya masih dianggap sebagai mata hati yang buta. Semakin bersih dan suci hati bertambah teranglah mata hati. Ibarat yang biasa digunakan untuk menceritakan tentang hakikat dunia ialah: “Dunia adalah seorang perempuan yang sangat tua dan sangat rapuh. Apa yang ada disekeliling kita dapat dilihat melalui dua aspek yaitu yang nyata dilihat dengan mata zahir dan yang ghaib dilihat dengan mata hati. Selepas langit dunia dinamakan Alam Barzakh. Dunia adalah segala sesuatu yang berada didalam bulatan langit yang pertama atau langit dunia atau langit rendah. tangan dan lain-lain. telinga. Akal jenis ini berguna bagi pengkajian tentang ketuhanan. Jika mata zahir melihat kepada lada. Pancaindra tersebut adalah penglihatan. Bagaimana rupa hakikat yang . Begitulah kurang lebih perasaan orang yang melihat kepada hakikat dunia dengan mata hatinya. mata kasar melihat sejenis hablur berwarna keputihan. dibawa keluar dari langit dunia dan ditempatkan didalam Alam Barzakh. Mata hati hanya dianggap kritis jika ia mampu melihat urusan ketuhanan dibalik yang nyata dan yang tidak nyata. Mata hati yang hanya berfungsi alakadarnya mengenal manis. Mata hati mampu melihat dunia secara keseluruhan sebagai satu wujud mengenali yang hakiki tentang dunia itu. Tubuhnya kotor dan berpenyakit. Meninggal dunia maksudnya memindahkan ruh dari rumahnya yaitu jasad yang telah tidak sesuai lagi untuk didiaminya atau dipanggil sebagai kematian. perasaan dan penyentuhan dan alat-alat yang bersangkutan ialah mata. Jika mata zahir melihat sebilah pedang. Ketika menikmati kemanisan itu kita seolah-olah memandang jauh kepada sesuatu yang tidak ada dihadapan mata. Jadi. maka mata hati akan melihat pada tajamnya. Keadaan merenung jauh itu sebenarnya adalah prilaku perbuatan mata hati yang memandang kepada hakikat gula yaitu manis. Mata zahir melihat perkara zahir dan mata hati syuhud atau menyaksikan kepada yang ghaib. Tubuh zahir mempunyai pancaindra untuk mengenal perkara zahiriah. bernanah disana sini dan ada bagiannya yang sudah dimakan ulat ”. Ia berbeda dari sifat melihat yang dimiliki oleh mata zahir. Kekuatan arahan mata hati tergantung dari kekuatan hati itu sendiri. Bila diletakkan pada lidah terasalah manisnya. Fungsi mata hati ialah melihat yang hakiki. pendengaran.

bukan melihat roh orang mati didalam kubur.w. Allah s.menyebabkan timbulnya perasaan dan keadaan yang demikian itu tidak dapat diuraikan. Amanat itu akan terus dibawa oleh para hamba untuk diserahkan kembali kepada Allah s.t yang telah menitipkan amanat tersebut kepada mereka. Makrifat mata hati yang demikian melahirkan sifat takwa dan beramal salih.w.w. Dialah Tuhan yang memperlihatkan kepada kamu tanda-tanda keesaan-Nya dan kekuasaan-Nya (untuk menghidupkan rohani kamu). kiamat.t berfirman dalam Hadis Qudsi: Hamba-Ku.t sebagai Tuhan. Alam Barzakh. Padang Mahsyar dan seterusnya menghadapi Penguasa hari pembalasan. Tanggungjawab itu hanya akan gugur setelah Hakim Yang Maha Bijaksana dan Maha Adil lagi Maha Mengetahui serta Maha Perkasa menjatuhkan hukuman. Inilah hakikat yang ditemui oleh mata hati yang menyelami Alam Barzakh. Tuan atau Majikan tidak sekali-kali mengabaikan tanggungjawab-Nya untuk memberi rizki kepada hamba-hamba-Nya sementara .t yaitu mengerjakan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Kematian membinasakan jasad dan kiamat membinasakan alam seluruhnya tetapi tidak membinasakan Roh yang padanya tergantung kitab amalan masing-masing. Ahli maksiat tidak dapat diselamatkan oleh kematian dan kiamat. Dan tiadalah yang ingat serta mengambil pelajaran (dari yang demikian) melainkan orang yang sentiasa bertumpu (kepada Allah).w.w. Apabila takwa dan amal salih menjadi sifat seorang hamba maka masuklah hamba itu kedalam jaminan Allah s.t. Tanggungjawab seseorang hamba akan terus dipikulnya sepas kematian. dan yang menurunkan (untuk jasmani kamu) sebab-sebab rezeki dari langit. Mata hati yang lebih kuat mampu menyaksikan Alam Barzakh dan mengenali satu lagi hakikat yang dinamakan keabadian. yaitu sifat hari akhirat. Ahli taat yang tidak mendapat ganjaran yang setimpal didunia tidak binasa ketaatannya oleh kematian dan kiamat. ( Ayat 13 : Surah al-Mu’min ) Allah s. Mata hati berfungsi mengenal perkara yang ghaib. taatilah semua perintah-Ku. Makrifat atau pengenalan kepada keabadian atau hari akhirat akan melahirkan kesungguhan untuk menjalankan amanat Allah s. jangan membeber keperluan kamu.

Walau dalam makom manapun seseorang hamba itu berada dia harus melakukan kewajiban yaitu bersungguh-sungguh mentaati Allah s. Jika dia ahli tajrid maka bertawakalah kepada Allah s.t dengan mengerjakan perintah-Nya dan meninggalkan larangan-Nya. Rizki telah dijamin oleh Allah s. Hamba yang buta mata hatinya akan berbuat yang berlawanan yaitu dia tekun dan rajin didalam mencari rizki yang padahal telah dijamin oleh Allah s. Nafsu yang hanya berminat dengan kebendaan yang nyata menutupi yang hak dan akal mengadakan pembenaran untuk menguatkan keraguan yang tumbuh pada nafsu.t tetapi dia mengabaikan tanggungjawab yang diamanatkan oleh Allah s.t serta tidak mengabaikan kewajibannya.w. Orang yang mencari kebenaran tetapi gagal menundukkan nafsu dan akalnya akan berputar putar ditempat yang sama. Hamba yang terbuka mata hatinya akan percaya dan yakin terhadap jaminan Allah s. SEBAB ALLAH MENJAMIN UNTUK MENERIMA SEMUA DOA. Hamba ini akan melipat-gandakan kegiatan dan kerajinannya untuk bertakwa dan beramal salih tanpa meragukan jaminan Allah s. kebenaran yang ghaib akan terhijab.w.w. 6: PENGERTIAN DOA JANGANLAH KARENA KETERLAMBATAN MASA PEMBERIAN TUHAN KEPADA KAMU.w. Jika dia seorang ahli asbab maka bekerjalah kearah rizkinya dan jangan iri hati terhadap rizki yang dikaruniakan kepada orang lain.t tentang rizkinya. PADAHAL KAMU TELAH BERSUNGGUH-SUNGGUH BERDOA.w.t dan untuk mendapatkan rizki tersebut seseorang hamba hanya perlu bertindak sesuai dengan makomnya. Jika nafsu dan akal bersepakat mengadakan keraguan. Mata hati melihat kepada yang hak dalam keghaiban. Keyakinan dan keraguan senantiasa berperang dalam jiwanya. Orang ini akan menggunakan segala akal pikiran dan kemampuannya untuk mendapatkan rizki yang bisa didapat dengan usaha yang sederhana tetapi menggunakan daya usaha yang sedikit dengan harapan untuk mendapatkan sesuatu yang tidak mungkin akan mendapatkan sesuatu itu kecuali dengan daya usaha yang gigih dan perjuangan yang hebat iaitu pahala-pahala bagi amal salih.hamba-hamba pula berkewajiban mentaati Tuan mereka.w.t. MEMBUAT KAMU BERPUTUS ASA.t dan jangan gusar jika terjadi kemiskinan atau kekurangan dalam urusan rizki.w. Perkara ghaib disaksikan dengan keyakinan. MENURUT .

( Ayat 116 : Surah al-Baqarah ) Ia tidak akan ditanya tentang apa yang Ia lakukan. sedang merekalah yang akan ditanya kelak.w. “Wahai Tuhan! Aku sudah membuat tuntutan maka Engkau wajib memenuhinya. Apabila kita berkehendak mendapatkan sesuatu yang berhubungan dengan duniawi maupun ukhrawi maka kita akan berusaha bersungguh-sungguh untuk mendapatkannya.t menahan dari memberi maka tindakan demikian tidak sedikit pun menambahkan kekayaan dan kemuliaan-Nya. Tidak ada kesukaran bagi Allah s. Dan Allah berkuasa melakukan apa yang dikehendaki-Nya. Jadi. Selagi hajat kita belum tercapai selagi itulah kita bermohon dengan sepenuh hati. ( Ayat 27 : Surah Ibrahim ) Semuanya itu tunduk dibawah kekuasaan-Nya.w.t. Kita jadikan doa dan amalan sebagai kuasa penentu atau setidak-tidaknya kita menganggapnya mempunyai kuasa tawar menawar dengan Tuhan. dalam soal memberi atau menahan tidak sedikit pun berpengaruh sedikitpun kepada ketuhanan Allah s. seolah-olah kita berkata. ( Ayat 23 : Surah al-Anbiyaa’ ) Sebagian besar dari kita tidak sadar bahwa kita mensyirikkan Allah s. DAN PADA WAKTU YANG DITENTUKAN-NYA. kita atau Allah s. Andainya Allah s.w. Ketuhanan-Nya adalah mutlak tidak sedikit pun terikat dengan kehendak.t. menadah tangan kelangit sambil meneteskan air mata yang bercucuran dan dengan suara rintihan memohon menyatakan hajat kepada-Nya.APA YANG DIPILIH-NYA UNTUK KAMU.w.t untuk memenuhi hajat kita.w.t? Sekiranya kita tahu bahawa diri kita ini adalah hamba maka berlagaklah sebagai . Sekiranya Dia mengaruniakan kepada kita semua khazanah yang ada didalam bumi dan langit maka pemberian-Nya itu tidak sedikit pun mengurangi kekayaan-Nya. TIDAK MENURUT KEHENDAK KAMU. Jika usaha kita tidak mampu memperolehnya kita akan meminta pertolongan pada orang yang mempunyai kuasa. TIDAK PADA WAKTU YANG KAMU TENTUKAN. Jika mereka juga tidak mampu membantu kita untuk mencapai hajat kita maka kita akan memohon pertolongan kepada Allah s. doa dan amalan hamba-hamba-Nya.t dengan doa dan amalan kita.w. Aku sudah beramal maka Engkau wajib membayar upahnya!” Siapakah yang berkedudukan sebagai Tuhan.

lagi Maha Bijaksana. atau yang sebanding dengannya.w. ( Ayat 14 : Surah al-Mulk ) Dialah yang mengetahui segala yang ghaib dan yang nyata. Doa adalah penyerahan bukan tuntutan. (dan Dialah jua) yang Maha Kuasa. Kami datangkan ganti yang lebih baik daripadanya. Apa yang dihajatinya disampaikannya kepada Tuhan.hamba dan jagalah sopan santun terhadap Tuan kepada sekalian hamba-hamba. ( Ayat 18 : Surah at-Taghaabun ) Apa saja ayat keterangan yang Kami mansuhkan (batalkan). Tidakkah Allah yang menciptakan sekalian makhluk itu mengetahui (segalagalanya)? Sedang Ia Maha Halus urusan Tadbiran-Nya.t Yang Maha Penyayang menahannya untuk sampai kepada kita? Bukankah Dia Tuhan Yang Maha Pemurah. Semakin banyak hajatnya semakin banyak pula doa yang disampaikannya kepada Tuhan. Hak hamba ialah rela dengan apapun keputusan dan pemberian Tuannya.w. Apa lagi pilihan yang masih ada kecuali menyerahkan segala urusan kepada Tuhan yang di Tangan-Nya terletak segala perkara. Kadang-kadang berlaku satu permintaan berlawanan dengan permintaan yang lain atau satu permintaan itu . atau yang Kami tinggalkan (atau tangguhkan).w.t Maha Halus (Maha Terperinci/Detail). Kita telah meminta pertolongan makhluk tetapi itu juga gagal. Maha Mengerti dan Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata. Seseorang hamba senantiasa berhajat kepada pertolongan Tuhan. Maha Penyayang lagi Maha Mengetahui. Allah s. lagi Maha Mendalam Pengetahuan-Nya.w.t dan tanyalah kepada diri sendiri mengapa Tuhan menahan kita dari memperoleh apa apa yang kita hajatkan? Apakah tidak mungkin apa apa yang kita inginkan itu akan mendatangkan mudarat kepada diri kita sendiri. Kita telah berusaha tetapi gagal. Dia berbuat demikian karena Dia tidak bersekutu dengan siapapun dan Dia Maha Berkuasa. Serahkan kepada Allah s.t yang bersifat demikian menentukan buat diri-Nya yang apa sahaja yang Dia batalkan digantikannya dengan yang lebih baik atau yang sama baik. hingga oleh sebab itu Allah s. Tidakkah engkau mengetahui bahawasanya Allah Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu? ( Ayat 106 : Surah al-Baqarah ) Allah s.

“Wahai Tuhanku Yang Maha Lemah-lembut.w. berilah kami kebaikan didunia dan kebaikan diakhirat. lemah dan jahil. ( Ayat 201 : Surah al-Baqarah ) Hamba yang mendapat rahmat dari Allah s. sedangkan Engkau Maha Mengetahui.t menapis doa-doa yang lain. Jika kesudahannya buruk bagi dunia dan akhiratku dan mendorongku ke neraka.” (Ayat 12 : Surah al-An’aam ) Orang yang beriman selalu berdoa: “Wahai Tuhan kami. Maha Mengetahui. Sesungguhnya Engkaulah Tuhanku Yang Maha Mengerti dan Maha Berdiri Dengan Sendiri”. Oleh sebab itu doa adalah penyerahan kepada Yang Maha Penyayang dan Maha Mengetahui. Hamba itu dipelihara dan didatangi oleh sesuatu yang menggerakkannya ke arah yang ditunjukkan oleh doa induk itu. Dia telah menetapkan buat Diri-Nya: Bertanyalah (wahai Muhammad): “Hak milik siapakah segala yang ada dilangit dan di bumi?” Katakanlah: “(Semuanya itu) adalah milik Allah! Ia telah menetapkan atas diri-Nya memberi rahmat.w. maka jauhkan ia daripadaku dan cabutkanlah keinginanku terhadapnya. dan peliharalah kami dari azab neraka”. Sekiranya hajatku ini baik kesannya bagi dunia dan akhiratku dan melindungiku dari api neraka maka karuniakan ia kepadaku pada saat yang baik bagiku menerimanya. Doa yang telah diterima oleh Allah s. Jika permintaannya sesuai dengan doa induk itu dia dipermudahkan mendapat apa yang dimintanya itu. Tuhan yang menentukan yang terbaik untuk hamba-Nya tidak berubah kehendak-Nya.t menerima kedatangan semua doa dari satu orang manusia itu.t diterima doa diatas dan doa tersebut menjadi induk kepada segala doa-doanya. Menghadaplah kepada-Nya dan berserah diri kepada-Nya serta ucapkan. Maha Bijaksana! Daku adalah hamba yang bersifat terburu buru. . tidak untuk akhirat dan tidak menyelamatkannya dari api neraka. Manusia yang telah meminta satu kebaikan dapat pula meminta sesuatu yang tidak baik atau kurang baik. Jika kemudiannya si hamba meminta sesuatu yang mendatangkan kebaikan hanya kepada penghidupan dunia saja.w. maka doa induk itu menahan doa yang datang kemudian. Maha Mengasihani.menghalang permintaan yang lain. Manusia yang dikuasai oleh kalbu jiwanya yang berubah ubah dan keinginan serta hajatnya tidak menetap. Daku mempunyai hajat tetapi daku tidak mengetahui kesannya bagiku. Manusia hanya melihat kepada satu doa tetapi Allah s. Tuhan yang menguasai segala perkara tidak berubah-ubah.

Janji-janji Allah s. dan Dialah juga yang memilih (satu-satu dari makhluk-Nya untuk sesuatu tugas atau keutamaan dan kemuliaan). Doa dan janji Allah s.w. MESKIPUN TELAH TERTENTU (TIBA) MASANYA.t ada dalam bentuk umum dan ada dalam bentuk khusus.w.w.w. tidaklah layak dan tidaklah berhak bagi siapapun memilih (selain dari pilihan Allah).w.t menjanjikan kepada orang yang beriman dan beramal salih bahwa mereka akan dijadikan khalifah di bumi. Ada juga janji secara khusus kepada orang-orang .w.t. janji ketinggian derajat bagi orang yang berjihad pada jalan Allah s. Dia akan teguhkan agama mereka dan Dia akan menghilangkan ketakutan mereka. Maha Suci Allah dan Maha Tinggilah keadaan-Nya dari apa yang mereka sekutukan dengan-Nya. Dalam surah an-Nur ayat 55 Allah s.t yang dapat ditemui didalam al-Quran.t secara umumnya berkaitan dengan amal. janji neraka terhadap orang yang durhaka. janji kekuasaan diatas muka bumi terhadap orang yang beriman dan beramal salih dan lain-lain lagi.t.Dan Tuhanmu menciptakan apa yang dirancangkan berlakunya. Hamba sudah sangat kuat dan sering berdoa. Janji Allah umumnya banyak terdapat didalam al-Quran seperti janji syurga terhadap orang yang berbuat kebajikan. Hamba berdoa agar diselamatkan daripada sesuatu musibah.w.w. Sebagian orang beriman diuji dengan penerimaan atau penolakan doa dan sebagian yang lain diuji dengan instan atau tertahan janji Allah s. Di dalam surah an-Nisaa’ ayat 95 Allah s.w. Janji Allah s.t. Allah s. Timbul keraguan dalam hati hamba itu tentang janji-janji Allah s. sesuai dengan sunnatullah yang menguasai perjalanan kehidupan.w. Masa musibah itu sampai sudah tiba tetapi keselamatan daripadanya tidak tiba.t berkaitan erat. Banyak lagi janji Allah s.t menjanjikan ganjaran yang besar kepada orang yang berjihad pada jalan-Nya. { Ayat 68 : Surah al-Qasas } 7: PENGERTIAN JANJI ALLAH SWT JANGANLAH KAMU MERAGUKAN TERHADAP JANJI ALLAH KARENA TIDAK TERLAKSANANYA APA YANG TELAH DIJANJIKAN. SUPAYA KERAGUAN ITU TIDAK MERUSAKKAN MATA HATI KAMU DAN TIDAK MEMADAMKAN CAHAYA SIR (RAHSIA ATAU BATIN) KAMU.t menjanjikan akan menerima semua doa.

Mata hati yang kuat tidak berhenti hingga Alam Barzakh. Kuala bukan laut dan bukan sungai dan bukan juga dari laut dan sungai. Kulit alam adalah yang terakhir. karena tidak ada apa-apa lagi.t itu ada beberapa yang mengidap penyakit seperti beberapa orang yang berdoa kepada Allah s. yang dipanggil Wujud ketuhanan. Orang yang beriman dengan Allah s. Hikmat ketujuh mengaitkan janji Allah s. Kewujudan ketuhanan bukanlah satu jenis alam lain. Jika terdapat barzah diantara makhluk dengan makhluk. malah ia akan terus bergerak kepada peringkat alam yang lebih tinggi yang dinamakan Alam Malakut Atas. Tidak ada mahluk yang wujud di luar dari kulit alam.t percaya kepada janji-janji-Nya.t membuat tuntutan dengan amalnya. Janji Allah s. Mata hati terus meneroka ‘di luar’ dari kulit alam. Air laut adalah asin dan air sungai adalah tawar.w. Allah s.t dengan mata hati dan Nur Sir (Rahasia batin). Orang yang berdoa membuat tuntutan dengan doanya dan orang yang percaya kepada janji Allah s. terdapat juga barzah di antara Tuhan dengan makhluk. Tidak dapat dikatakan wujud alam ketuhanan selepas alam kita ini. Jika mau lihat laut dan sungai dengan sekali pandang atau sebagai satu kewujudan maka lihatlah kepada kuala.w. Barzakh itulah yang menghubungkan dua keadaan yang berbeda. Semua kejadian berada didalam kulit alam. misalnya melalui mimpi atau suara ghaib. Apabila sampai kepada kulit alam tidak dapat lagi dikatakan wujud alam ketuhanan diluar.w. Semua makhluk Allah s. diri batin dan seterusnya kepada persoalan roh.t Berdiri Dengan Sendiri.w. Jika mau merasakan masin dan tawar sekaligus maka rasakanlah air payau.w.t berjanji memberinya sesuatu menurut amalannya. mata hati tidak berhenti sampai disitu. Payau bukan tawar dan bukan juga dari tawar. selepas. Jika demikian persoalannya bagaimanakah yang dikatakan ketuhanan sedangkan kita sudah menjelajah keseluruh alam maya namun. karena Allah s. Penyingkapan rahasia mata hati dihadapkan dengan persoalan diri zahir. Walaupun kulit alam merupakan kejadian Tuhan yang paling luar namun. yaitu Arasy.t tidak sekali-kali akan memungkiri janji-janji-Nya. beramal salih dan berjihad pada jalan-Nya. Air pada barzah keduanya yaitu kuala adalah percampuran asin dengan tawar yang dinamakan payau. Allah s.w.w.tertentu.w. Persoalan mata hati telah disentuh pada Hikmah kelima. barzah bagi laut dan sungai ialah kuala. Binaan mata hati membawa kepada pengenalan terhadap Alam Barzakh dan keabadian. tidak menempati ruang. Pandangan mata hati seterusnya sampai kepada Yang Meliputi kulit alam dinamakan Arasy.t menjadi pendorong kepada mereka untuk bekerja keras.w.w. Barzah inilah yang menjadi penghubung diantara Tuhan dengan hamba.t menempati ruang yang didalam atau dibatasi oleh kulit atau kerangka alam. Allah s.t. Di sini timbul persoalan berat dan rumit untuk diuraikan. Barzakh adalah persinggahan sementara. Payau bukan asin dan bukan juga dari asin. Misalnya. disebalik dan istilah-istilah lain. Tanpa barzah ini tidak mungkin berlaku kewujudan makhluk .t tidak juga ditemui? Antara alam yang sementara dengan alam abadi terdapat Alam Barzakh. Pada golongan yang percaya kepada janji-janji Allah s.w.

Sir atau Rahsia itu memancarkan nurnya kepada mata hati. Apa yang ada pada kita semuanya adalah kuruia dari Allah s.t dengan hamba itu dinamakan Sir atau Rahasia.w. Kemauan kita untuk melakukan amal shalih datangnya dari Iradat Allah s. tanpa Iradat Allah s.w. Rahasia inilah yang memungkinkan ada hubungan diantara Pencipta dengan yang dicipta. yang hanya Allah s.yang diciptakan Tuhan karena tidak ada tali atau jambatan yang menghubungkan.t: Dan Kami adalah lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya. Apabila kita melakukan amal kebaikan.t yang mengetahui hakikat yang sebenarnya. ( Ayat 4 : Surah alHadiid ) “Padahal Allah yang mencipta kamu dan benda-benda yang kamu perbuat itu!”( Ayat 96 : Surah as-Saaffaat ) Dan kamu tidak dapat menentukan kemauan kamu (mengenai sesuatu pun). kecuali dengan cara yang diatur oleh Allah.w.t kita akan menjadi dungu.w.w. Apabila hakikat Sir ditemui nyatalah firman Allah s. kita tidak terlepas daripada menggunakan daya dan upaya yang . tidak berkemauan.w.t.t. Mata hati yang ber energi Nur Sir (rahsia ketuhanan) akan mendapat pengenalan tentang Sir dan mengalami suasana tauhid peringkat yang tertinggi.( Ayat 16 : Surah Qaaf ) Dan Ia tetap bersama-sama kamu dimana saja kamu berada.t. ( Ayat 29 : Surah at-Takwiir) Tiada daya dan upaya kecuali beserta Allah.w. . yaitu Rahsia Allah s. Tuhan yang memelihara dan mentadbirkan seluruh alam. Barzah di antara Allah s.

bahkan (kalaulah sah dakwaan kamu itu sekalipun maka) Allah jualah yang berhak membangkitkan budi-Nya kepada kamu.w.a.w.a. Jadi. ( Ayat 17 : Surah al-Hujuraat ) Kehendak dan perbuatan kita adalah anugerah dari Allah s. Tanpa Kudrat Allah s. tidak ada walau sebesar zarah pun yang layak dipersembahkan kepada-Nya apabila kamu dihadapkan kepada keadilan-Nya. Buntut dari peristiwa itu terbentuklah suatu kesepakatan yaitu Perjanjian Hudaibiah.t adalah benar maka berkeyakinan untuk segera memasuki Makkah walaupun dengan cara berperang adalah tindakan yang benar. Beliau menganjurkan agar berperang supaya kebenaran mimpi Rasulullah s.w.a. Rasulullah s.a. Contohlah akhlak Rasulullah s. apakah hak kita untuk menuntut Allah s. kalau betul kamu orang-orang yang benar (pengakuan imannya). Kaum muslimin berangkat dari Madinah ke Makkah.w.w.w. Mereka mengira dirinya berbudi kepadamu (wahai Muhammad) dengan sebab mereka telah Islam (tidak melawan dan tidak menentang). Beliau r.w.a juga yakin bawa karena janji Allah s. yang Dia mengizinkan mereka bersama-sama memasuki kota Makkah sekalipun musyrikin Quraisy masih menguasai kota tersebut.w.w menyetujui agar kaum muslimin tidak memasuki Makkah pada tahun itu.t.w.a.a. Beliau juga percaya bahawa mimpi Rasulullah s.t mengizinkan mereka memasuki kota Makkah.w. Janji Allah s.a. Sayidina Umar al-Khattab r.t berjanji untuk mengabulkan semua doa dan mengaruniakan sesuatu menurut amalan.w adalah mimpi yang benar dan mereka yakin bahawa itu adalah janji Allah s.w dan kebenaran janji Allah s. Memang benar Allah s.t karena seandainya Dia menuntut kamu dengan amanah yang dititipkan kepada kamu niscaya semua amalan kamu akan hancur berterbangan seperti debu. Iman Umar r. Kaum muslimin percaya bahawa mimpi Rasulullah s.a yang sangat .t kepada Rasul-Nya.w.w.w.t menjadi kenyataan.w itu adalah janji Allah s.t.t yaitu baginda s. Tetapi.t kembali kepada diri-Nya Sendiri.t kita tidak mampu bergerak. tidak ada makhluk-Nya yang layak menagih janji tersebut.a yakin akan mimpi Rasulullah s. jangan diungkit-ungkit tentang amal kamu dan janji-Nya.t dengan doa dan amal kita. Kemampuan kita untuk berdoa dan beramal adalah karunia dari Allah s.w telah bermimpi memasuki kota Makkah. Katakanlah (kepada mereka): “Jangan kamu mengira keislaman kamu itu sebagai budi kepadaku. karena Dialah yang memimpin kamu kepada iman (yang dakwakan itu). Jangan coba-coba menuntut janji Allah s.datangnya dari Allah s.w yang telah menerima janji Allah s.w. Rombongan mereka dihadang sebelum sampai diMakkah. Kaum musyrikin enggan membenarkan kaum muslimin memasuki Makkah.t. Oleh karena itu berteduhlah dibawah payung rahmat dan ampunan-Nya.

dikuasai kecintaan itu.t. sebab itulah Abu Bakar r.a melalui pancaran Nur Sirnya.a terbukti lagi ketika wafatnya Rasulullah s. beliau r. Kemudian ternyata perjanjian tersebut banyak memberi manfaat kepada kaum muslimin.a melebihi sahabat-sahabat yang lain pada Sirnya.w menandatangani Perjanjian Hudaibiah.t juga tidak sekali-kali melupakan janji-Nya mengizinkan kaum muslimin menziarahi tanah suci Makkah.t itulah yang tidak terpisahkan daripada Allah s.a.a membenarkannya tanpa usul dan tanpa meminta bukti.w.w.w.t maka Allah s.w. apabila janji Allah s.t. sebaliknya baginda s. Abu Bakar r.w menerima janji Allah s.t. Rasulullah s.a.w.w.w tanpa usul. Umar r.a.t dalam pelaksanaannya.w. Beliau r. Melalui bimbingan Nur Sirnya Abu Bakar r.a bukanlah seorang dungu yang bertaklid secara membabi buta. apa yang sampai kepadanya diakui oleh Sirnya yang memperoleh pengesahan dari Allah s.t.w.a.a dapat membenarkan kebenaran Nabi Muhammad s. Ternyata kebijakan Rasulullah s.a.w. Allah s.a.t dan mendengar Kalam Allah s.w.t maka Allah s. Benarlah apa yang dimimpikan oleh Rasulullah s. Sesuai dengan Perjanjian Hudaibiah. Sebagai balasan terhadap kerelaan menerima takdir Allah s.t karuniakan pula Perjanjian Hudaibiah yang banyak membantu perkembangan dakwah Islam.w. Sir atau Rahsia Allah s. Peristiwa diatas memberi pelajaran kepada kita tentang Sir. Sayidina Abu Bakar asSiddik r.w.a adalah sama. Sir itulah yang mengenal Allah s. Sayidina Abu Bakar as-Siddik yang Nur Sirnya lebih sempurna daripada Nur Sir Umar r.a yang dikuasai oleh iman yang sangat kuat yang melahirkan cinta yang mendalam terhadap Rasulullah s.w menandatangani Perjanjian Hudaibiah dan kebenaran pandangan mata hati Abu Bakar r. Tetapi.t dikembalikan kepada Allah s.w.w dan cahaya kebenaran yang keluar dari Sir Abu Bakar r.a membenarkan peristiwa Isra’ dan Mi’raj ketika kebanyakan kaum Quraisy membantahnya.w.w.w.t dengan janji tersebut. Cahaya kebenaran yang keluar dari Rasulullah s. Bukti apa lagi yang diperlukan apabila Sir telah mendapat jawaban dari Allah s.w dan benarlah janji Allah s.w.t melaksanakannya. senantiasa menghadap kepada Allah s.a.t itu Rasulullah s.w tidak menagih Allah s.t.t.t Kemurnian Sir Abu Bakar as-Siddik r.a. pada tahun berikutnya kaum muslimin dapat memasuki kota suci Makkah secara aman.w.a.w . dengan rahmat-Nya kaum muslimin memasuki kota Makkah pada tahun berikutnya dalam suasana aman.a bersikap menyetujui tindakan Rasulullah s.w mengembalikannya kepada Allah s. tanpa menoleh kekanan atau kekiri.w.w.w. Jadi.a.t sebagai satu karunia yang wajib diyakini dengan cara bertawakal kepada Allah s.a dapat menyaksikan apa yang terhijab dari pandangan mata hati Umar r. Sir yang menguasainya itulah yang menjadikannya as-Siddik.w.w. Beliau r. Bila terjadi sesuatu yang pada zahirnya menghalangi pelaksanaan janji Allah s.a. yaitu Rahasia pada hati nuraninya yang menghubungkannya dengan Allah s.t.a mau memancung kepala siapapun yang mengatakan Rasulullah s. Kekasih Allah s.t.a.a.meyakini membuatnya ingin maju terus menurut petunjuk yang sampai kepada beliau r.

Abu Bakar r.a mampu mengatakan.w.t begitulah keadaan hati kita berhubungan dengan Rahsia Allah s.t tidak akan wafat selama-lamanya!” Begitulah murninya cahaya atau nur yang diterima oleh Abu Bakar r. Tuhan Yang Maha Mulia. Bagaimana kedudukan kita terhadap janji Allah s.w. doa dan janji Allah s.sudah wafat.w.a.t menurut seleranya sendiri.T TIDAK MEMBUKA JALAN TADI MELAINKAN DIA BERKEHENDAK MEMPERKENALKAN DIRI-NYA KEPADA KAMU.w.t .a didalam hatinya yang dipancarkan oleh Sir. Kalam Hikmat ketujuh ini memberi panduan untuk memahami hakikat Sir. Tanda seseorang tidak mendapat sinarnya Nur Sir ialah dia meragukan janji-janji Allah s.w.t maka Allah s. Qada dan Qadar.w. yang kecintaannya terhadap Rasulullah s. Tetapi. Orang yang hatinya suci bersih akan menerima pancaran Nur Sir dan mata hatinya akan melihat kepada hakikat bahwa Allah s. 8: JALAN MEMEMPEROLEH MAKRIFAT APABILA TUHAN MEMBUKAKAN BAGIMU JALAN UNTUK MAKRIFAT.w.a.w. Mengenali beliau r.t. Orang yang terdidik seperti ini tidak lagi membuat tuntutan kepada Allah s.t.w. Tidak salah jika dikatakan sekiranya mau memahami hakikat Sir maka fahamilah diri Sayidina Abu Bakar as. tadbir dan ikhtiar.w. “Barangsiapa yang menyembah Muhammad maka sesungguhnya Muhammad sudah wafat. Barangsiapa yang menyembah Allah s.t.w.t yang wajib disyukuri. yang semuanya itu mendidik rohani agar melihat kecilnya apa apa yang datangnya daripada hamba dan betapa besar pula apa yang dikaruniakan oleh Allah s. Rohani yang terdidik seperti ini akan membentuk sikap beramal tanpa melihat kepada amalan itu sebaliknya melihat amalan itu sebagai karunia Allah s. Maha Suci . Kalam-kalam Hikmat yang diuraikan terlebih dahulu mengajak kita merenung secara mendalam tentang pengertian amal.t karena dia mentakrif maksud janji Allah s. MAKA JANGAN HIRAUKAN TENTANG AMALMU YANG MASIH SEDIKIT KARENA ALLAH S.w melebihi kecintaan Umar r.a membuat seseorang mengenali tanda-tanda Sir.a.t tetapi membuka hati nuraninya untuk menerima taufik dan hidayat dari Allah s.W.w.Siddik r.t atau Sir.

t.t.t. Kuatlah dia beramal agar dia lebih layak untuk menerima karunia Allah s.w.w. mengenal sifat-sifat yang tercela dan berusaha mengikis dalam dirinya.w. Aslim adalah makom kedekatan dengan Allah s.t. Hanya para hamba yang sampai diperhentian aslim ini yang berkemungkinan menerima karunia makrifat. apa lagi kepada ilmu dan amal orang lain. Ilmu dan amal hanya digunakan untuk membentuk hati yang berserah diri kepada Allah s.w. Dia menggunakan kekuatan amalannya untuk mengetuk pintu gerbang makrifat.t. Ada pula orang yang berpegang dengan janji Allah s.w. Aslim atau menyerah diri kepada Allah s. Allah s. Jalan menuju perhentian aslim yaitu ke pintu gerbang makrifat secara umumnya terbagi menjadi dua. kuat melakukan amal ibadat dan gemar menuntut ilmu. Barangsiapa yang sampai kepada makom ini haruslah terus membenamkan dirinya ke dalam lautan penyerahan tanpa menghiraukan banyak atau sedikit ilmu dan amal yang dimilikinya.w.t. berjuang melawan godaan hawa nafsu.t hanya dikenali apabila Dia memperkenalkan ‘diri-Nya’. Ada orang yang mengetuk pintu gerbang makrifat dengan doanya.w. Allah s. Penemuan kepada hakikat bahawa tidak ada jalan yang terulur ke gerbang makrifat merupakan puncak yang dapat dicapai oleh ilmu.t bahwa Dia akan membuka jalan-Nya kepada hamba-Nya yang berjuang pada jalan-Nya.t maka seseorang itu tidak lagi bersandar kepada ilmu dan amalnya.w.w. Jalan pertama dinamakan jalan orang yang mencari dan jalan kedua dinamakan jalan orang yang dicari.w.dan Maha Tinggi tidak mungkin ditemui dan dikenali kecuali jika Dia mau ditemui dan dikenali. Dipelajarinya perjalanan nafsu dan melatih . Bukan untuk bersenang senang membulatkan hati untuk berserah diri kepada Allah s.t adalah perhentian dihadapan pintu gerbang makrifat. Zahirnya sibuk melaksanakan tuntutan syariat dan batinnya memperteguhkan iman.w. Ilmu tidak mampu pergi lebih jauh dari itu. Orang yang mencari akan melalui jalan di mana dia giat melakukan mujahadah. Kemudian diisikan dengan sifat-sifat yang terpuji. Hamba tidak ada pilihan kecuali berserah kepada Allah s.w.w.t kehendaki dari makom inilah hamba diangkat ke Hadirat-Nya.t.w. lemah semangat dan berputus asa jika dia masih bersandar kepada sesuatu selain Allah s.t. Bila pintu tersebut tidak terbuka juga maka dia akan merasa ragu-ragu. Tidak ada ilmu dan amal yang mampu menyampaikan seseorang kepada Allah s.t menyampaikan hambaNya disini adalah tanda bahawa si hamba tersebut dipersiapkan untuk menemuiNya. Apabila mengetahui dan mengakui bahwa tidak ada jalan atau tangga yang dapat mencapai Allah s. Dalam perjalanan mencari makrifat seseorang tidak terlepas dari kemungkinan menjadi ragu-ragu. Bila sampai disini seseorang itu tidak ada pilihan lagi melainkan menyerah sepenuhnya kepada Allah s. Jika pintu itu tidak terbuka maka semangatnya akan menurun hingga akan membawa kepada keputus asaan. Sekiranya Allah s. Dipelajarinya tarekat tasauf. Tidak ada jalan untuk mengenal Allah s.w. hanya Dia yang memiliki kuasa Mutlak dalam menentukan siapakah antara hamba-hamba-Nya yang layak mengenali Diri-Nya.t sebagaimana janji-Nya.

(menjalankan keadaan hidupmu) dengan segala daya upayamu hinggalah (semasa engkau) kembali kepada Tuhanmu. memperbanyakkan ibadat.w. dikaruniakan makrifat ataupun tidak. takdir mencabut kedudukan tersebut dan ikut tercabut ialah kemuliaan yang dimilikinya. Sekiranya dia berkedudukan tinggi. Kejadian yang menimpanya selalu berbentuk ujian yang memutuskan hubungannya dengan sesuatu yang menjadi penghalang di antaranya dengan Allah s. Allah s. maka Allah s.w.t menunjukkan jalan dengan memberikan taufik dan hidayat sehingga terbuka kepadanya suasana berserah diri kepada Allah s.w. Tetapi. Dia dibawa hampir dengan pintu gerbang makrifat dan hanya Allah s.t tanpa raguragu dan ridha dengan keputusan Allah s. maka Allah s. Dia hidup seperti orang awam tanpa kesungguhan bermujahadah.t dengan cara menuntut ilmu.t.w.t saja yang menentukan apakah orang tadi akan dibawa ke Hadirat-Nya ataupun tidak. ( Ayat 69 : Surah al-‘Ankabut ) Wahai manusia! Sesungguhnya engkau senantiasa lalai .w.t.w.w.w.t mencabut kerajaan itu daripadanya. dan sesungguhnya (pertolongan dan bantuan) Allah adalah beserta orang-orang yang berusaha memperbaiki amalannya. Inilah orang yang diceritakan Allah s.w.t dengan sepenuh hatinya. sesungguhnya Kami akan memimpin mereka ke jalan-jalan Kami (yang menjadikan mereka bergembira serta mendapat keridhaan). (Ayat 6 : Surah al-Insyiqaaq ) Orang yang bermujahadah pada jalan Allah s. Golongan orang yang dicari menempuh jalan yang berbeda dari golongan yang mencari. digantikan pula dengan . Terlepaslah dia dari beban tersebut dan pada masa yang sama timbul satu keinsafan didalam hatinya yang membuatnya menyerahkan dirinya kepada Allah s. berzikir.w.t dengan firman-Nya: Dan orang-orang yang berusaha dengan bersungguh-sungguh karena memenuhi kehendak agama Kami. Jika dia seorang raja yang beban kerajaannya menyebabkan dia tidak mampu mendekati Allah s. Orang dalam golongan ini biasanya berhadapan dengan sesuatu peristiwa yang dengan serta-merta membawa perubahan kepada hidupnya. Sekiranya dia seorang hartawan takdir akan menghapuskan hartanya sehingga dia tidak ada tempat bergantung kecuali Tuhan sendiri.t telah menentukan satu kedudukan kerohanian kepadanya.dirinya agar nafsunya menjadi bertambah suci hingga meningkat ketahap yang diridhai Allah s.t. maka takdir akan menjeratnya sampai ke kedudukan yang telah ditentukan itu. Orang yang dicari tidak cenderung untuk menuntut ilmu atau beramal dengan tekun. kemudian engkau tetap menemui balasan apa yang telah engkau usahakan itu (tercatat semuanya). mengamalkan ilmu yang dituntut.w. menyucikan hati.t. Perubahan sikap dan kelakuan berlaku secara mendadak.w.

t. Lalu mereka kembali dengan penuh kerendahan hati kepada Allah s. Amal kebaikan dan ilmunya tidak mampu membawanya kepada kedudukan kerohanian yang telah ditentukan Allah s.t. Suasana begini membuat mereka sampai dengan cepat ke perhentian pintu gerbang makrifat walaupun ilmu dan amal mereka masih sedikit. Oleh karena itu tidak perlu dipersoalkan tentang amalan dan ilmu sekiranya keadaan yang demikian terjadi kepada seseorang hamba-Nya. Penyerahan yang tidak mengharapkan apa-apa dari makhluk menjadikan mereka ridha dengan apa saja takdir dan keputusan Allah s. 9: IHWAL MENENTUKAN AMAL BERBAGAI JENIS AMAL ADALAH KARENA BERBAGAI IHWAL (HAL-HAL) Hikmat 9 di atas ringkas tetapi padat.w.kehinaan sehingga dia tidak ada tempat untuk dituju lagi kecuali kepada Allah s.t. Abu Hurairah r. Hikmat ini merupakan lanjutan kepada Hikmat 8 yang diuraikan sebelum ini.w.t dan timbullah dalam hati mereka suasana penyerahan atau aslim yang benar-benar terhadap Allah s.a.t.w.w. lalu Allah s.w. Orang yang berjalan dengan kendaraan bala bencana mampu sampai ke perhentian tersebut dalam masa dua bulan sedangkan orang yang mencari mungkin sampai dalam masa dua tahun.w bersabda yang maksudnya: Allah berfirman: “ Apabila Aku menguji hamba-Ku yang beriman kemudian dia tidak mengeluh kepada pengunjung-pengunjungnya maka Aku lepaskan dia dari belenggu-Ku dan Aku gantikan baginya daging dan darah yang lebih baik dari yang dahulu dan dia boleh memperbaharui amalnya sebab yang lalu telah diampuni semua”.t dengan rahmat-Nya mengenakan ujian bala bencana yang menariknya dengan cepat kepada kedudukan berdekatan dengan Allah s.w.w.t. Orang dalam golongan ini dihalang oleh takdir daripada menerima bantuan dari makhluk sehingga mereka berputus asa terhadap makhluk.a menceritakan bahwa beliau mendengar Rasulullah s. Hikmat yang ke delapan menjelaskan tentang .

w.perhentian di hadapan pintu gerbang sebelum menyentuh makrifat. seperti rupa seorang yang kelihatan alim dan warak. Hal merupakan rasa yang berkaitan dengan hakikat ketuhanan yang melahirkan makrifatullah (pengenalan tentang Allah s.w sendiri sebagai ahli kasyaf yang paling unggul hanya melihat Jibril a. yaitu .w. pancaran Nur Ilahi membuat hati mengalami hal bahawa Allah Maha Perkasa. walau apapun rupa yang dihadapi. semata-mata karunia Allah s.s dalam rupanya yang asli dua kali sahaja.w. Apabila sampai di situ seseorang hanya menanti karunia Allah s. Seseorang hanya mampu beramal dan menuntut ilmu untuk sampai kepada pintu gerbangnya.w tetap mengenalinya sebagai Jibril a. Rasulullah s. Hal tidak mungkin diperoleh dengan beramal dan menuntut ilmu. tanpa hal tidak ada hakikat dan tidak didapatkan makrifat. Rasulullah s. Dalam pandangan tasauf. ahli kerohanian terlebih dahulu memperoleh kasyaf yaitu terbuka keghaiban kepadanya. walaupun pada setiap kali Jibrail a. Sebelum memperoleh pengalaman hakikat. penting bagi pengembara kerohanian. Hikmat kesembilan ini memberi gambaran tentang makrifat tetapi tidak dikatakan makrifat dan tidak diuraikan secara terus terang sebaliknya diperkatakan sebagai ihwal.t.w.t memancarkan Nur-Nya ke dalam hati hamba-Nya dan akibat dari pancaran itu hati akan mendapat sesuatu pengalaman atau terbentuk satu suasana di dalam hati.t yang mengandung makrifat itu dinamakan hal. Kasyaf yang penting adalah yang dapat mengenali tipu daya syaitan yang bersembunyi dalam berbagai bentuk dan suasana dunia ini. Karena hati menguasai sekalian anggota maka kelakuan hati berperan dalam hal menentukan bentuk amal yaitu perbuatan lahiriah.a.w dengan rupa yang berbeda-beda.t yang membawa makrifat kepada hamba-hamba-Nya. Ahli ilmu membina makrifat melalui dalil ilmiah tetapi ahli tasauf bermakrifat melalui pengalaman tentang hakikat.s. Hikmat ini membawa arti hal membentuk keadaan amal.w. Kasyaf yang seperti inilah yang diperlukan agar seseorang itu tidak tertipu dengan tipu daya syaitan yang menjelma dalam berbagai rupa yang hebat dan menawan sekalipun.s menemui Rasulullah s. Karunia Allah s.a. Amal adalah perbuatan atau kelakuan lahiriah dan hal adalah suasana atau kelakuan hati.t dan pengalaman ini dinamakan hakikat. Dalam proses mencapai hakikat ketuhanan kasyaf yang demikian tidak penting. Pancaran Nur Ilahi membuat hati mengalami hal atau zauk atau merasakan keperkasaan Allah s. Ada orang mencari kasyaf yang dapat melihat makhluk ghaib seperti jin. Kasyaf yang menerima hakikat sesuatu. hal diartikan sebagai pengalaman rohani dalam proses mencapai hakikat dan makrifat.w.t). Sebelum ini pernah dinyatakan bahawa tidak ada jalan untuk masuk ke dalam gerbang makrifat. Allah s. Amal berkaitan dengan lahiriah dimana hal berkaitan erat dengan batiniah.a. Apa yang terbentuk di dalam hati itu tidak dapat digambarkan tetapi kesannya dapat dilihat pada tubuhnya yang menggigil hingga dia jatuh pingsan. Misalnya. Oleh itu. Bila seseorang ahli kerohanian memperoleh kasyaf maka dia telah bersedia untuk menerima kedatangan hal atau zauk yaitu pengalaman kerohanian tentang hakikat ketuhanan. Ihwal adalah jamak bagi perkataan hal.

pengalaman yang diperoleh dari zauk hakikat melahirkan pengetahuan tentang Tuhan.t. Kilauan ombak dan titikan hujan memukau pandangan hatinya. Jadi. tidak berdaya. Hal atau suasana yang menguasai hati abid itu akan melahirkan amal atau kelakuan sangat kuat beribadat. Pengetahuan itu dinamakan makrifat.w. bentuk.t sebagai Pemilik yang sebenarnya. Ada orang yang memperoleh hal sekali saja dan dikuasai oleh hal dalam tempuh yang tertentu saja dan ada juga yang kekal di dalam hal. tidak mengambil bagian dalam urusan orang lain.w.t dan gemar menyendiri. maka Dia berhak mengambil kembali pada masa/waktu yang Dia kehendaki.w. Kekuatan. sementara secara zauk didapati tanpa belajar.t.t di dalamnya.t.w.w. Makrifat tanpa pengalaman hati adalah makrifat secara ilmu.w. karena dia benar-benar melihat dirinya kehilangan apa yang datangnya dari Allah s. tidak dapat bergerak.w. Pengalaman hati tersebut membuatnya berpengetahuan tentang maksud Allah Maha Perkasa. Inilah jenis makrifat yang tertinggi.w.t hinggakan sekiranya dia melepaskan sandaran itu dia akan jatuh. Amal atau kelakuan asyikin ialah gemar merenung alam maya dan memuji Keindahan Allah s.hati mengalami hakikat keperkasaan Allah s. Semua yang kelihatan adalah warna Keindahan dan Keelokan Allah s. Dia sering duduk menikmati keindahan alam beberapa jam tanpa merasa jemu.t. Orang yang menjadi asyikin .w.t akan menjauhkan dirinya daripada Allah s. Dia merasakan apapun selain Allah s. tidak memperdulikan dunia dan isinya. Orang yang mencapai wisal akan terus hidup dengan cara hal yang berkenaan. apabila Dia memberi. Rupa. bakat-bakat dan apapun yang ada padanya adalah daya dan upaya dari Allah s. Allah s.w.t. Makrifat secara ilmu boleh didapati dengan belajar.t pada apapun yang disaksikannya. sangat takut berjauhan dari Allah s. Halhal (ihwal) dan wisal boleh dibahagikan kepada lima jenis: 1 : Abid: Abid adalah orang yang dikuasai oleh hal atau keadaan yang membuat dia sangat merasakan bahawa dirinya hanyalah seorang hamba yang tidak memiliki apa-apa dan tidak mempunyai sedikitpun daya dan upaya untuk melakukan sesuatu. Ahli tasauf tidak berhenti hingga makrifat secara ilmu malah mereka mempersiapkan hati mereka agar sesuai menerima kedatangan makrifat secara murni. Orang yang berkenaan dikatakan bermakrifat terhadap keperkasaan Allah s. Semuanya itu adalah karunia-Nya semata-mata. Seorang abid benarbenar bersandar kepada Allah s.w. keupayaan.t.t. 2 : Asyikin: Asyikin ialah orang yang mendapat asyik dengan sifat Keindahan Allah s. kekal atau baqa. Oleh itu untuk mencapai makrifat seseorang itu haruslah mengalami hakikat. Hal yang berterusan atau kekal dinamakan wisal yaitu penyerapan hal secara berterusan.w. warna dan ukuran tidak menjadi soal baginya karena apapun yang dilihatnya menjadi cermin yang dia lihat adalah Keindahan serta Keelokan Allah s.w.

tidak ada ikhtiar dan tadbir. muttakhaliq merasakan dirinya adalah alat dan Allah s.w.t.s menyeru orang mati supaya bangkit dari kuburnya.w. yang ada hanyalah Allah! Dia benar-benar telah lenyap dari ke‘Abdullah-an’ dan benar-benar dikuasai oleh ke‘Allah-an’.s.w. juga kelakuan beliau a. sebab itu beliau a. “Tidak tahu! Allah s. Kesadarannya bukan lagi pada alam ini. Dalam Qurbi Faraidh. 3 : Muttakhaliq: Muttakhaliq adalah orang yang mencapai yang Haq dan bertukar sifatnya. Contoh Qurbi Nawafil adalah kelakuan Nabi Isa a.w. zatnya lenyap dan Zat Mutlak yang menguasainya.t. mengikut adat dengan merombak adat.s yang membentuk rupa burung dari tanah liat lalu menyuruh burung itu terbang dengan izin Allah s. Misalkan dia bernama Abdullah.t yang diizinkan menjadi bakat dan kemampuan beliau a.w. Dalam banyak perkara penjelasan yang dapat katakannya ialah. berlaku secara spontan.t yang menguasai bakat dan keupayaan pada seluruh anggota badannya dan dia menjadi pelaku atau pengguna sifat-sifat tersebut. maka dia akan menjawab Abdullah tidak ada. Dia menjadi orang yang berpisah dari dirinya sendiri. 4 : Muwahhid: Muwahhid fana dalam zat.t. Dia melihat perbuatan atau kelakuan dirinya terjadi tanpa dia merancang dan campur tangan.t berbuat apa yang Dia kehendaki”. Apa yang mengenai dirinya. bahkan dia tidak mampu mengubah apa yang akan terjadi pada kelakuan dan perbuatannya.t.w. dan jika ditanya kepadanya di manakah Abdullah.s tidak ragu-ragu untuk menggunakan bakat tersebut menjadikan burung dan menghidupkan orang mati dengan izin Allah s. Kelakuan atau amalnya tidak lagi seperti manusia biasa karena dia telah terlepas dari sifat-sifat kemanusiaan dan kemakhlukan. kelakuan alim dengan jahil.t melakukan apa yang Dia kehendaki.t. Ketika dia dikuasai oleh hal dia terlepas . Dia melihat dirinya melakukan sesuatu perbuatan seperti dia melihat orang lain yang melakukannya.w.s melihat sifat-sifat Allah s. yang ada hanya Allah s. yaitu dia menjadi khalifah dirinya sendiri. dan diamnya juga adalah gerakan Allah s. Hatinya dikuasai oleh suasana Qurbi Faraidh atau Qurbi Nawafil. Perbuatan dia sendiri adalah gerakan Allah s.w. Dalam suasana Qurbi Nawafil pula muttakhaliq melihat dengan mata hatinya sifatsifat Allah s.w. Orang ini tidak mempunyai kehendak sendiri.t. Hal Qurbi Faraidh adalah dia melihat bahawa Allah s. Nabi Isa a. yang dia tidak berdaya mengawal atau mempengaruhinya.w.w. Hal bagi muwahhid ialah dirinya tidak ada. seperti perkataan dan perbuatan. Orang ini telah putus hubungan dengan kesadaran basyariah dan sekalian maujud. Kelakuan atau amal Qurbi Faraidh ialah bercampur-campur diantara logik dengan tidak logik.t menjadi Pengguna alat. Dia mempunyai alamnya sendiri yang didalamnya hanyalah Keindahan Allah s. Hal Qurbi Nawafil ialah berbuat dengan izin Allah s.t mengaruniakan kepadanya kekuatan untuk berbuat sesuatu.w.tidak memperdulikan lagi adab dan peraturan masyarakat.w.t karena Allah s.

sementara yang tidak menjadi nabi dilantik sebagai wali-Nya yang diberi perlindungan dan pemeliharaan. “Akulah Allah! Maha Suci Aku! Sembahlah Aku!” Dia telah fana dari ‘aku’ dirinya dan dikuasai oleh kewujudan ‘Aku Hakiki’.daripada beban hukum syara. ahli hakikat yang sejati. Sebab itu orang yang demikian tidak dapat dijadikan pemimpin.w. dengan itu akan mencetuskan prilaku amal yang berbeda-beda. berkumpul padanya dalam satu kesatuan yang menjadikannya Insan Rabbani.w. apa yang terucap melalui lidahnya sebenarnya adalah dari Allah s.w.t. Ihwal mesti difahami dengan sebenar-benarnya oleh orang yang memasuki latihan tarekat kerohanian. tetapi berkelakuan dan bercakap seperti orang yang di dalam zauk. kesedarannya kembali dan dia menjadi ahli syariat yang taat.t. Orang inilah yang menjadi ahli makrifat yang sejati.t dan tidak peduli tentang keruntuhan rumah tangga dan kehancuran dunia seluruhnya.w. Orang ini dikuasai oleh ilmu tentang hakikat bukan mengalami hakikat secara zauk. Ahli hal tenggelam dalam penghayatan Allah s. Perlu diketahui bahwa hal tidak boleh dibuat-buat dan orang yang dikuasai oleh hal tidak berupaya menahannya.t yang mengatakan Dia adalah Tuhan dengan menggunakan lidah muwahhid yang sedang fana itu.w. tidak ada zauk. Dalam kesadaran zat seseorang tidak keluar dari khalwatnya dengan Allah s. Orang-orang sufi bersepakat mengatakan bahwa siapapun yang mengatakan. seperti yang terjadi pada nabi-nabi dan wali-wali demi melaksanakan amanat sebagai khalifah Allah di atas muka bumi dan kehidupan dunia yang wajib diuruskan. Orang ini berbicara sebagai Tuhan sedangkan dia di dalam kesadaran kemanusiaan.t menjadi Khalifah-Nya untuk memakmurkan makhluk Allah s. masih bergulat dengan keinginan hawa nafsu.t dan memimpin umat manusia menuju jalan yang diridhai Allah s. Berbeda pula golongan mulhid. tetapi dirinya telah fana. Si mulhid tidak dikuasai oleh hal.w. Bila dia menyerukan .w. Ihwal (hal-hal) yang menguasai hati nurani berbeda-beda. Dia mungkin menyerukan.w. ahli tarekat yang sejati dan ahli syariat yang sejati.t. Apabila dia tidak dikuasai oleh hal.t. Orang yang telah mengalami kefanaan dalam zat kemudian disadarkan dalam sifat adalah benar-benar pemimpin yang dilantik oleh Allah s. Insan Rabbani peringkat tertinggi ialah para nabi-nabi dan Allah s. supaya dia mengetahui. Dia berpuas hati berbicara tentang iman dan tauhid tanpa beramal menurut tuntutan syariat. “Ana al-Haq!” sedangkan dia masih sadar tentang dirinya maka orang tersebut adalah sesat dan kufur! 5 : Mutahaqqiq: Mutahaqqiq ialah orang yang setelah fana dalam zat turun kembali kepada kesadaran sifat.t karuniakan kepada mereka maksum. Allah s. Dia harus turun pada kesedaran sifat barulah dia boleh memimpin orang lain. Walau bagaimana pun sikap dan kelakuannya dia tetap dalam keridaan Allah s. dalam amal yang bagaimanakah dia mendapat kedamaian dan .w. “Akulah Allah!” bukan bermakna dia mengaku telah menjadi Tuhan. Si mulhid membuang syariat serta beriman berdasarkan ilmu semata-mata.

Apabila dia dirangsang untuk melakukan kejahatan . ( Ayat 24 : Surah Yusuf ) Nabi Yusuf a. Hati yang diterangi oleh nur akan merasakan hal ketuhanan atau mendapat tanda-tanda tentang Tuhan. agar dia cepat dan selamat sampai ke puncak.t berkehendak memperkenalkan Diri-Nya kepada hamba-Nya maka dipancarkan Nur-Nya kepada hati hamba tersebut. Ikhlas menjadi persediaan yang penting bagi hati menyambut kedatangan sinaran Nur Ilahi.t.w.t. Sekiranya kita kurang mendapatkan gambaran yang baik dari latihan kerohanian hendaklah kita merenung dengan mendalam apakah tubuh amal itu bernyawa atau tidak. zikir atau puasa.t yang ikhlas.w. 10: IKHLAS ADALAH RUH IBADAT AMALAN ZAHIR ADALAH KERANGKA SEDANGKAN ROHNYA ADALAH IKHLAS YANG TERSEMBUNYI DIDALAMNYA. Tuhan berfirman untuk menggambarkan ikhlas dan hubungannya dengan makrifat: Dan sebenarnya perempuan itu telah berkeinginan sangat kepadanya. untuk menjauhkan dari Yusuf perkara-perkara yang tidak baik dan perbuatan yang keji. Hati yang memiliki ciri atau sifat begini dikatakan hati yang mempunyai ikhlas tingkat tertinggi. dan Yusuf juga (mungkin timbul) keinginannya kepada perempuan itu kalaulah ia tidak menyadari kenyataan Tuhannya (tentang kejinya perbuatan zina itu). Kedua Kalam Hikmat ini membentuk jambatan yang menghubungkan hal dengan ikhlas. Nur yang dipancarkan kepada hati ini dinamakan Nur Sir atau Nur Rahasia Allah s. Amal lahiriah digambarkan sebagai tubuh dan ikhlas digambarkan sebagai nyawa yang menghidupkan tubuh. Apabila Allah s.s adalah hamba Allah s. kedua-duanya ada kaitan dengan hati. apakah dengan sembahyang. Hikmat 10 ini menghubungkan amal dengan ikhlas. Hikmat 9 yang lalu telah menghubungkan amal dengan hal. atau lebih tepat jika dikatakan ikhlas sebagai suasana hati dan hal sebagai Nur Ilahi yang menyinari hati yang ikhlas.mencapai maksud dan tujuan. karena sesungguhnya ia dari hamba-hamba Kami yang dibersihkan dari segala dosa.w. Dia mesti berpegang sungguh-sungguh kepada amal yang dicetuskan oleh hal tadi. Setelah mendapat pertandaan dari Tuhan maka hati pun mengenal Tuhan. Demikianlah (takdir Kami).w. Hamba yang ikhlas berada dalam pemeliharaan Allah s.

Oleh karena itu maka sembahlah Allah dengan mengikhlaskan ibadat kepada-Nya (dan menjauhi bawaan syirik). disebarkan dan diperjuangkan oleh kaum muslimin dengan sepenuh jiwa raga dalam keadaan ikhlas karena Allah s.w. Keikhlasan yang diperjuangkan dalam kehidupan dunia ini akan dibawa bersama apabila menemui Tuhan kelak. maka sembahlah Dia dengan mengikhlaskan amal agama kamu kepada-Nya semata-mata.t telah menetapkan kode etika kehidupan yang perlu dijunjung.w.t baik semasa beramal ataupun semasa diam. .w. Dalam melaksanakan tuntutan mengikhlaskan kehidupan untuk Allah s. Hamba dituntut supaya mengikhlaskan segala aspek kehidupan untuk-Nya. tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia.t ini hamba tidak boleh merasa takut dan gentar kepada sesama makhluk. orang-orang yang membangkang dan mengadakan perlawanan.w.w.t. Mata hatinya senantiasa memandang kepada Allah s. Dia Yang Tetap Hidup. Jalan dari Allah s. meskipun ada orang-orang yang tidak suka.w.w. tidak pada dirinya dan perbuatannya. diamalkan. ( Ayat 65 : Surah al-Mu’min ) Allah s. Apa saja yang hidup adalah dihidupkan oleh-Nya. Nur Rahsia Allah s. sekalipun orang-orang kafir tidak menyukai (amalan yang demikian).t dan sekaligus meleburkan rangsangan jahat tadi. Dia jugalah Tuhan sekalian alam. dihayati.t. Dia yang memiliki segala kehidupan. Segala puji bagi Allah.dan kekotoran. orang-orang yang menghina.w. Allah s. Allah s.w.w. Tuhan yang memelihara dan mentadbirkan sekalian alam.t akan memancar didalam hatinya sehingga dia menyaksikan dengan jelas akan tanda-tanda Allah s.w. Orang yang berada didalam makom ikhlas yang tertinggi ini senantiasa dalam keridhaan Allah s.t mengajarkan agar hamba-Nya berhubungan dengan-Nya dalam keadaan ikhlas.t sendiri yang memeliharanya.t adalah nikmat dan karunia jalan dari hamba kepada-Nya juga adalah ikhlas. Inilah tingkat ikhlas yang tertinggi yang dimiliki oleh orang arif dan dekat dengan Allah s. ( Ayat 14 : Surah al-Mu’min ) Allah s.w.t. Apa saja yang ada dalam alam ini adalah ciptaan-Nya.t juga Yang Hidup.

Sifat kemanusiaan biasa masih mempengaruhi hatinya. semuanya karena Allah s. dan beribadatlah dengan mengikhlaskan amal agama kepada-Nya semata. amalan mereka adalah umpama tubuh yang tidak bernyawa.w. patuh dan taat kepada Tuhannya. Golongan ini sudah dapat membelenggu hawa nafsu yang rendah dan pesona dunia tetapi dia masih melihat dirinya disamping Allah s.w.w. ( Ayat 29 : Surah alA’raaf ) Sekali pun sukar mencapai peringkat ikhlas yang tertinggi namun. Orang yang telah tumbuh didalam hatinya rasa kasih kepada Allah s. Orang yang didalam makam ini beramal karena Allah s. Hamba berkewajiban tunduk. mau dipuji. bukan amal yang lahir dari kekuatan dirinya.t berhak ditaati.t: karena Allah s.w.t. Orang dari golongan ini walaupun banyak melakukan amalan namun. Tingkat ikhlas yang paling rendah ialah apabila amal perbuatan bersih daripada ria yang jelas dan samar tetapi masih terikat dengan keinginan kepada pahala yang dijanjikan Allah s. Tanpa ikhlas seseorang beramal karena sesuatu muslihat keduniaan. Ikhlas seperti ini dimiliki oleh orang yang masih kuat bersandar kepada amal. Dia masih melihat dirinya yang melakukan amal. karena Allah s. Apapun yang ada dengannya adalah anugerah Allah s.t. (karena) sebagaimana Ia telah menjadikan kamu pada mulanya. Sabar.w. menjadi orang arif yang tidak lagi melihat kepada dirinya dan amalnya tetapi melihat Allah s.w.w. tidak dapat menolong tuannya dan dihadapan Tuhan nanti akan menjadi debu yang tidak mensyafaatkan orang yang .t.t akan berusaha membentuk hati yang ikhlas.w.t. Mata hatinya melihat bahwa Allah jugalah Tuhan Yang Maha Agung dan dirinya hanyalah hamba yang hina. karena perintah Allah s. yaitu hamba yang mentaati Tuannya karena mengharapkan upah dariTuannya.w. Didalam tingkatan ini tidak dinamakan ikhlas lagi. mau menutup kejahatannya agar orang percaya kepadanya dan bermacam-macam lagi muslihat yang rendah. ridha.w.t wajib dilaksanakan.t. (demikian pula) kamu akan kembali (kepada-Nya)”.w.t yang beramal karena Allah s. Setelah kerohaniannya meningkat hatinya berserah sepenuhnya kepada Allah s.w.t yang memerintahkan supaya beramal. Dia gembira karena menjadi hamba Allah s.t. haruslah diusahakan agar diperoleh keadaan hati yang ikhlas dalam segala perbuatan pada yang lahir maupun yang batin. Sifat-sifat-Nya dan perbuatan-Nya.w.t tidak karena sesuatu yang lain. tawakal dan ikhlas yang ada dengannya semuanya merupakan anugerah Allah s.t.Katakanlah: “Tuhanku menyuruh berlaku adil (pada segala perkara). dan (menyuruh supaya kamu) hadapkan muka (dan hati) kamu (kepada Allah) dengan benar pada tiap kali mengerjakan sembahyang.w.

walaupun pada zahirnya dia tidak menzalimi siapapun.t menyeru sekaligus supaya berbuat ikhlas dan tidak berbuat syirik. sebanyak ketiadaan ikhlas itu. yang tidak dapat mendatangkan manfaat kepadamu dan tidak juga dapat mendatangkan mudarat kepadamu. .t mestilah mengusahakan ikhlas pada amalannya karena tanpa ikhlas syiriklah yang menyertai amalan tersebut. (Ayat 31 : Surah al-Hajj ) “Serta (diwajibkan kepadaku): ‘Hadapkanlah seluruh dirimu menuju (ke arah mengerjakan perintah-perintah) agama dengan benar dan ikhlas. maka pada saat itu jadilah engkau dari orang-orang yang berlaku zalim (terhadap diri sendiri dengan perbuatan syirik itu). serta tidak mempersekutukan sesuatu pun dengan-Nya. sekiranya engkau mengerjakan yang demikian. Kepentingan diri sendiri merupakan musuh ikhlas yang paling utama. tidak ada kepentingan lain. Setiap orang yang beriman kepada Allah s. tetapi yang sampai kepada-Nya ialah amal yang ikhlas yang berdasarkan takwa dari kamu. Orang yang beramal tanpa ikhlas itu dipanggil orang yang zalim. Nafsu inginkan kemewahan. (Amalkanlah perkara-perkara itu) dengan tulus ikhlas kepada Allah. Dan janganlah engkau (wahai Muhammad) menyembah atau memuja yang lain dari Allah. maka tidak ada ikhlas pada amalan tersebut. Oleh itu.w. Jika sesuatu amal itu dilakukan dengan anggapan bahwa ada makhluk yang berkuasa mendatangkan manfaat atau mudarat. (Ayat 37 : Surah al-Hajj ) Allah s. dan janganlah engkau menjadi dari orang-orang musyrik’”. Intisari dari ikhlas adalah melakukan sesuatu karena Allah s. Ikhlas adalah lawan kepada syirik.w.t semata. kenikmatan.melakukannya. Kepentingan diri lahir dari nafsu. Bila tidak ada ikhlas akan adalah syirik yaitu sesuatu atau seseorang yang kepadanya amal itu ditujukan. ( Ayat 105 & 106 : Surah Yunus ) Daging dan darah binatang kurban atau hadiah itu tidak sekali-kali akan sampai kepada Allah.w.

Ikhlas menjadi kekuatan yang menghalau syirik Jalan syirik adalah kepentingan diri sendiri. pemikiran. Pada awal perjalanan.w. yaitu ia (jasad) harus dilayani sebagai tanah supaya ia tidak menggunakan tipu dayanya.t. tumbuh-tumbuhan dan hewan turut mempengaruhinya. Apapun yang lahir dari nafsu itulah yang sering menghalangi atau merusakkan ikhlas. Maka mengapa kamu tidak mau melihat serta memikirkan (dalil-dalil dan bukti itu)? ( Ayat 21 : Surah adz-Dzaariyaat ) Hikmat 11 mengajak kita menyelami persoalan yang lebih halus yaitu hakikat diri kita sendiri atau kewujudan kita. Dia dikawal oleh kehendak. cita-cita. Apabila kita sudah dapat menyekat pengaruh jasad maka kita hadapi juga ruh kita. Akal yang ditutupi oleh kegelapan nafsu. yaitu akal yang tidak menerima pancaran nur.w.t. seseorang pengembara kerohanian membawa bersamasamanya sifat-sifat basyariah serta kesadaran terhadap dirinya dan alam nyata. tunduk kepada perintah nafsu.t. angan-angan dan lain-lain. Kita dijadikan dari tanah. Bila kepentingan diri sendiri dapat ditundukkan barulah muncul keikhlasan.kedudukan. Oleh itu diri sendiri mesti diperhatikan untuk menghindari terjerumusnya kedalam syirik. Apabila seseorang hamba itu sudah tidak terikat lagi dengan jasad dan ruh maka jadilah dia tempat yang sesuai untuk diisi dengan Allah s. puji-pujian dan sebagainya. Hikmat yang lalu mengarahkan pandangan kita kepada ikhlas. Ruh datangnya dari Allah s. maka kembalikan ia kepada Allah s. 11: TIADA KESEMPURNAAN TANPA IKHLAS TANAMKAN WUJUD KAMU DALAM BUMI YANG TERSEMBUNYI KARENA YANG TUMBUH DARI SESUATU YANG TIDAK DITANAM ITU TIDAK SEMPURNA HASILNYA. karena ruh adalah urusan Allah s. kemuliaan. Latihan kerohanian menghancurkan sifat-sifat yang keji dan memutuskan rantai pengaruh anasir-anasir alam. Jika diperhatikan Kalam-kalam Hikmat yang lalu dapat dilihat bahawa hijab nafsu dan akal yang membungkus hati sehingga kebenaran tidak kelihatan. Nafsu tidak pernah kenyang dan akal senantiasa mempunyai jawaban dan alasan.t. Anasiranasir alam seperti galian.w. Hujah akal menjadi benteng yang kokoh untuk .w. Dan juga pada diri kamu sendiri. maka kembalikan ia (jasad) kepada tanah.

w. Mereka adalah umpama anjing yang tidak dapat berfikir dan tidak bermoral. Allah s. dan jika engkau membiarkannya: ia juga menghulurkan lidahnya terengah-engah. . bahkan (bawaan) mereka lebih sesat lagi. Jangan memandang enteng kepada kekuatan nafsu dalam hal menguasai akal dan pancaindera.t mengadakan perbandingan yang hina bagi orang yang seperti ini. ( Ayat 43 & 44 : Surah al-Furqaan ) Dan kalau Kami kehendaki niscaya Kami tinggikan pangkatnya dengan (sebab mengamalkan) ayat-ayat itu. Demikianlah bandingan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami.w.bersembunyinya nafsu. Nafsu yang tidak mau kenyang adalah umpama anjing yang senantiasa menjulurkan lidahnya. Di dalam kegelapan nafsu. Al-Quran telah memberi peringatan mengenainya: Nampakkah (wahai Muhammad) keburukan keadaan orang yang menjadikan hawa nafsunya: tuhan yang dipuja lagi ditaati? Maka dapatkah engkau menjadi pengawas yang menjaganya agar tidak sesat? Atau adakah engkau menyangka bahwa kebanyakan mereka mendengar atau memahami (apa yang engkau sampaikan kepada mereka)? Mereka hanyalah seperti binatang ternak.w. Buruk sekali pandangan Allah s. jika engkau menghalaunya: ia menghulurkan lidahnya terengah-engah.w.t terhadap orang yang mempertuhankan nafsunya.w. Maka ceritakanlah kisah-kisah itu supaya mereka mau berfikir.t yang dia sendiri mengetahuinya. maka bandingannya adalah seperti anjing. ( Ayat 176 : Surah al-A’raaf ) Manusia yang menerima ayat-ayat Allah s. akal mengadakan hujah untuk mendustakan ayat-ayat Allah s.t yang seharusnya menjadi mulia telah bertukar menjadi hina karena mereka memperturutkan hawa nafsu.t yang diketahuinya memancarkan cahaya pada hati dan akalnya tetapi kegelapan nafsu membungkus cahaya itu. tidak memperdulikan walaupun dihalau berkali-kali. Tetapi ia berlomba cenderung kepada dunia dan menurut hawa nafsunya. Ayat-ayat Allah s.

t telah mengurniakan kepada Bal’am rahasia khasiat-khasiat nama-nama Allah Yang Maha Besar.t.a.w berbuat demikian bukan kerana tidak dapat melihat kebenaran yang baginda s. takut kalau-kalau negerinya diserang oleh kaum yang telah berhasil menewaskan Firaun. sebagaimana cendekiawan Arab menentang Rasulullah s.a.w.t memberi pengertian kepada Rasulullah s.Allah s.a. Sebagian orang menganggap cerita di atas sebagai cerita Israiliat. Cahaya kebenaran yang menyala dilubuk hati ditutupi oleh kegelapan nafsu. supaya cerita yang demikian dapat memberi kesadaran kepada mereka. Menundukkan nafsu bukanlah pekerjaan yang mudah. Ketika Nabi Musa a.t dan ia menjadi sebab kaum Nabi Musa terperangkap di Padang Teh beberapa tahun lamanya.a.t yang sudah mereka ketahui mereka akan temui jalan yang benar.a. pada zaman Nabi Musa a. Seseorang itu perlu kembali kepada hatinya.w. doa dan perbuatan Bal’am dimakbulkan Allah s.s walaupun dia mengetahui kebenarannya. Jika mereka kembali sadar. Bal’am yang pada mulanya enggan berbuat demikian tetapi akhirnya setuju juga setelah isteri kecintaannya menerima sogokan dari Raja.w. Allah s.w bahwa cendikiawan Arab yang menentang baginda s.w sekalipun hati kecil mereka menerima kebenaran baginda s. tetapi mereka dikuasai oleh hawa nafsu. Raja negeri tersebut ketakutan.w. Orang yang telah menerima cahaya kebenaran tetapi mendustakannya itulah yang diberi perumpamaan yang hina oleh Allah s. setelah selamat dari Firaun.w menentukan dasar bahawa cerita ahlul kitab tidak dibenarkan dan tidak didustakan.s.s ada seorang alim bernama Bal’am bin Ba’ura. sampai mendekati negeri tempat tinggal Bal’am.w. Menurut cerita. Menurut cerita dari Ibnu Abbas. Nabi Musa a. Hati tidak akan berbohong dengan diri sendiri sekalipun akal menutupi kebenaran atas perintah nafsu.w.w bawa.s berdoa agar kaumnya dilepaskan dari perangkap tersebut.s. bukan akalnya.w. Ayat-ayat yang diturunkan Allah s. Berpandukan ayat-ayat Allah s.a. Maksud ikhlas yang sebenarnya adalah: . Allah s. mereka akan keluar dari kegelapan nafsu. Cerita tersebut dibawa sekadar menunjukkan sejauh mana kekuatan nafsu menutup pandangan hati sehingga Bal’am sanggup menentang Nabi Musa a. Kekuatan hati adalah ikhlas.w. Rasulullah s. Setelah bermusyawarah dengan penasihat-penasihatnya Raja tersebut memutuskan untuk meminta pertolongan Bal’am agar Bal’am menggunakan ilmunya untuk mengalahkan Nabi Musa a.t memakbulkan doa tersebut dan pada waktu yang sama laknat turun kepada Bal’am.s dan kaum Bani Israil. Bal’am dengan kekuatan ilmunya dan kemujaraban doanya telah melancarkan serangan kepada Nabi Musa a.t mewahyukan ayat-ayat yang menceritakan tentang kehinaan manusia yang menerima ayat-ayat-Nya tetapi masih juga memperturutkan hawa nafsu.

( Ayat 162 : Surah al-An’aam ) Dalam ikhlas tidak ada kepentingan diri.a. tetapi dia tidak mendapat jawaban yang memuaskan hatinya. Hasil dari kesungguhannya itu terbentuklah padanya keperibadian seorang muslim yang baik. Dapat dikatakan dia telah sampai kepada perbatasan akalnya. Ia menjadi sempurna apabila wujud diri itu sendiri ditanamkan.w. Jika dalam suasana biasa akal tidak mampu memecahkan kubu kebuntuan. Jalan yang disarankan ialah melalui uzlah atau mengasingkan diri dari orang ramai. merenungi perkara-perkara yang tidak dapat difikirkan oleh akal biasa. Bumi tempat menanamnya adalah bumi yang tersembunyi. Dia mengkaji kitab-kitab tasauf yang besar-besar. dalam suasana uzlah hati mampu membantu akal secara tafakur. Uzlah yang disarankan oleh Hikmat 12 ini bukanlah uzlah sebagai satu cara hidup yang berterusan tetapi ia adalah satu bentuk latihan kerohanian bagi memantapkan rohani agar akalnya dapat menerima pancaran Nur Kalbu karena tanpa sinar Nur . Dia telah bertanya kepada mereka yang alim. Dalam membentuk kepribadian itu dia gemar mengikuti landasan syariat. Kalam-kalam Hikmat pertama hingga ke sebelas telah memberi gambaran tentang keperibadian tauhid yang halus. 12: UZLAH PINTU TAFAKUR TIADA SESUATU YANG SANGAT BERGUNA BAGI HATI SEBAGAIMANA UZLAH MASUK KE MEDAN TAFAKUR. Seseorang yang mencintai Allah s. Selagi kepentingan diri tidak ditanam dalam bumi selagi itu ikhlas tidak tumbuh dengan baik. Jika ada pun jawaban yang baik disampaikan kepadanya dia tidak dapat menghayati apa yang telah diterangkan itu.t dan mau berada di sisi-Nya sangat ingin untuk mencapai kepribadian yang demikian.w. Hikmat 12 ini memberi petunjuk kepada orang yang gagal mencari jawaban dengan kekuatan akalnya.w.t. hidupku dan matiku. Dia menjaga tingkah-laku dan akhlak dengan mencontoh apa yang ditunjukkan oleh Nabi s.Katakanlah: “Sesungguhnya sembahyangku dan ibadatku. Ia adalah umpama kubur yang tidak tampak. Walaupun demikian dia masih tidak mencapai kepuasan dan kedamaian. Banyak persoalan yang timbul didalam kepalanya yang tidak mampu diuraikannya. Ulama tasauf telah memberikan penjelasan yang mampu diterima oleh akalnya namun. jauh daripada perhatian manusia lain.t. Semuanya karena Allah s.w. kuat beribadat dan menjauhkan diri dari perbuatan maksiat dan dosa. dia masih merasakan kekosongan disatu sudut didalam dirinya. hanyalah untuk Allah Tuhan yang memelihara dan mentadbirkan sekalian alam”. Dia masih tidak mengerti tentang Allah s. Dia sering bangun pada malam hari untuk melakukan sembahyang tahajud dan selalu pula melakukan puasa sunat.

Akal yang diterangi oleh nur akan dapat mengimani perkaraperkara ghaib yang tidak dapat diterima oleh hukum logik.w sebelum diutus sebagai Rasul pernah juga mengalami kebuntuan akal tentang hal ketuhanan. Latihan semasa uzlah telah menyucikan hati baginda s.w sehingga berupaya menerima tanggungjawab sebagai Rasul. Baginda s.w. Orang awam hidup dalam suasana: “Tugas utama adalah menguruskan kehidupan harian dan tugas sambilan pula menghubungkan diri dengan Allah s.w dan para sahabat telah mendapat wisal atau penyerapan hal yang berkekalan.w tidak pergi kepada mereka untuk mendapatkan jawaban yang mengganggu fikiran baginda s.w dan meneguhkannya sehingga hati itu mampu menerangi akal untuk menafsirkan wahyu secara halus dan lengkap.w telah memilih jalan uzlah.a. Wahyu yang dibacakan oleh Jibrail a.t”.a.a. Latihan uzlah yang baginda lakukan dari umur 36 hingga 40 tahun itu telah memantapkan rohani baginda s. keluarga.a.a.t.a.w gemar beruzlah di Gua Hiraa’ ialah pada bulan Ramadan.w tidak tahu membaca dan menulis. anak-anak.w tinggal sendirian didalam gua yang sempit dan gelap. Tanpa latihan dan persiapan yang cukup seseorang tidak dapat masuk ke dalam medan tafakur tentang ketuhanan.a. Amalan uzlah yang demikian baginda s.t mereka memberi alasan bahawa Rasulullah s.w dan sahabat-sahabat baginda s.a. Beriman kepada perkara ghaib menjadi jalan untuk mencapai tauhid yang hakiki. Hati adalah bangsa rohani atau nurani yaitu hati berkemampuan mengeluarkan nur jika ia berada didalam keadaan suci bersih. Orang yang di dalam suasana ini senantiasa ada masa untuk apa juga aktivitas tetapi sukar mencari kesempatan untuk bersama-sama Allah s. Orang yang masuk ke dalam medan ini tanpa persediaan dan kekuatan akan menemui kebuntuan.a. Orang yang seperti ini jika diperingatkan supaya mengurangi aktivitas kehidupannya dan memperbanyak aktivitas hubungan dengan Allah s.w.w.a. Nabi Muhammad s. Begitulah kekuatan dan kebijaksanaan yang lahir dari latihan semasa uzlah.a.a.w tidak meninggalkan dunia lantaran sibuk dengan Allah s. tetapi Nabi Muhammad s. Jika dia masih juga menerobos tembok kebuntuan itu dia akan jatuh ke dalam jurang kegilaan. Mereka ini lupa atau tidak mengerti bahawa Rasulullah s.a.a.w melakukan uzlah di Gua Hiraa. Masa yang paling baginda s.w 36 tahun baginda s. Pada masa itu banyak pendeta Nasrani dan Yahudi yang arif tentang hal tersebut.s hanyalah singkat tetapi Rasulullah s.a. dan tidak akan diperoleh iman dan tauhid yang hakiki. terpisah dari istri.w.t.a. mengamalkannya dengan tepat dan menyampaikannya kepada umatnya dengan tepat meskipun baginda s.a.w mencapai 40 tahun.w lakukan secara berulang-ulang sehingga umur baginda s. Hati .a.w. sebaliknya baginda s.Kalbu tidak mungkin akal dapat memahami hal-hal ketuhanan yang halus. masyarakat hingga cahaya matahari pun tidak menghampiri baginda s.w. Ketika umur baginda s. memahaminya dengan tepat. nur yang dikeluarkan oleh hati yang suci bersih itu akan menerangi otak yang bertempat dikepala yang menjadi kendaraan akal.w dapat menghayatinya.

Tidak berhubungan dengan segala sesuatu kecuali hubungan dengan Allah s. Pada masa yang sama dia menjadi penanya dan penjawab. bersuluk atau berkhalwat. tidak mungkin hatinya dapat menghadap kepada Allah s. Dia mengurangi tidur karena memanjangkan waktu beribadah. Dia menjadi bertambah semangat untuk bertafakur menguraikan segala kekusutan yang tidak dapat diuraikannya selama ini.t.a.w. Semasa beruzlah. Tidak ada hubungan dengan orang ramai.t ketika sedang sibuk melayani makhluk Allah s. Terjadilah pembicaraan antara fikirannya dengan dirinya sendiri. Orang yang insaf akan kelemahan dirinya akan mengikuti jalan yang dipelopori oleh Rasulullah s. Isyarat yang diterimanya hanyalah sebentar tetapi cukup untuk menarik minatnya untuk mengkaji apa yang ditangkap oleh hatinya itu. murid dan pengajar.w. Orang yang menjalani suluk dinamakan murid atau salik.w.w. Apabila dia dipisahkan dari dunia luar jiwanya lebih aman dan tenteram mengadakan hubungan dengan Allah s.w. Hati yang suci bersih menghela ke alam ghaib yaitu Alam Malakut. Dia gemar merenung segala perkara dan membahas . Latihan bersuluk memisahkan salik dengan hijab yang paling besar bagi orang yang baru menjalani jalan kerohanian yaitu pergaulan dengan orang ramai. dia mendapat bantuan dari hatinya yang sudah suci bersih. Tidak dikunjung dan tidak mengunjungi. Ketika fikirannya meraba-raba mencari jawaban. Tidak ada surat khabar.t. Pembicaraan dengan diri sendiri itu dinamakan tafakur.t.w. Suatu persoalan yang pada mulanya difikirkan rumit dan menyesatkan. Dia memperbanyakkan sembahyang.t. Si salik menghabiskan kebanyakan dari waktunya didalam bilik khalwat dengan diawasi dan dibimbing oleh gurunya.t walau satu detik pun. Orang yang mata hatinya masih tertutup dan cermin hatinya tidak menerima pancaran Nur Sir. Hati dengan keadan beginilah yang akan mengeluarkan nur yang menerangi akal. radio dan televisi. Imannya belum cukup teguh dan mudah menerima rangsangan dari luar yang dapat menggelincirkannya untuk berbuat maksiat dan melalaikan hatinya daripada mengingati Allah s.mereka tidak berpisah lagi dengan Allah s. Pertanyaan timbul dalam fikirannya namun. Kegiatan beribadah dan pelepasan ikatan nafsu dan duniawi menjernihkan cermin hatinya. Hati mampu menerima isyarat-isyarat dari alam ghaib. fikirannya tidak dapat memberi jawaban. si murid bersungguh-sungguh didalam bermujahadah memerangi hawa nafsu dan tarikan duniawi. Kesibukan menguruskan urusan harian tidak membuat mereka lupa kepada Allah s. lalu jalan fikirannya terus menjadi terang. Dalam perjalanan tarekat tasauf amalan uzlah dilakukan dengan bersistematik dan latihan yang demikian dinamakan suluk.t. tiba-tiba menjadi mudah dan terang.w dan diikuti oleh para sahabat yaitu memisahkan diri dengan semua jenis kesibukan terutamanya pada sepertiga malam yang akhir.w. Dia mendapat jawaban yang memuaskan hatinya kepada persoalan yang dahulunya mengacaukan fikiran dan jiwanya. puasa dan berzikir.

t melalui akalnya.T SEDANGKAN DIA MASIH BELUM SUCI DARI JUNUB KELALAIANNYA. Apabila alam ghaib sudah terang benderang barulah akal mampu memahami hal ketuhanan yang tidak mampu diuraikan sebelumnya. Hati perlu digosok supaya bercahaya. rahasia Tenaga Ilahi dalam perjalanan alam dan sebagainya.w. Hasil dari kegiatan bertafakur tentang Tuhan membawa dia bermakrifat kepada Allah s.dengan dirinya. Cahaya hati menyuluh kepada alam ghaib. lukisan-Nya dan peraturan-Nya. Di dalam suasana pengasingan nafsu menjadi lemah dan akal tidak lagi mengikut telunjuk nafsu. Sebab itulah Hikmat 12 menganjurkan supaya mengasingkan diri. Makrifat secara akal menjadi kemudi baginya untuk mencapai makrifat secara zauk. menghubungkannya dengan Tuhan sehingga dia mendapat jawaban yang memuaskan hatinya.w.w. Isyarat-isyarat tauhid yang diterima oleh hatinya membuat mata hatinya melihat jejak jejak Tangan Allah s. Dia dapat melihat bahwa semuanya adalah ciptaan Allah s. hubung-kait antara makhluk dengan Tuhan.T SEDANGKAN DIA MASIH DIBELENGGU OLEH SYAHWATNYA.W. Hujah akal melambatkan proses pengkilapan hati. Dia mula memahami tentang hakikat. BAGAIMANA MENGHARAP UNTUK MENGERTI RAHASIA-RAHASIA . Semakin dia bertafakur semakin terbuka kegelapan yang menutupi fikirannya. BAGAIMANA AKAN MASUK KE HADIRAT ALLAH S.t.W. Oleh karena itu akal perlu meminta bantuan hati. Akal hendaklah sadar bahawa ia tidak mampu memahami perkara ghaib. Barulah hati dapat mengeluarkan cahayanya. BAGAIMANA MUNGKIN BERJALAN KEPADA ALLAH S.t dalam alam maya ini. Dalam pengajian ketuhanan akal hendaklah tunduk mengakui kelemahannya. 13:HIJAB YANG HALANG PERJALANAN BAGAIMANA HATI AKAN DAPAT DISINARI SEDANGKAN GAMBAR-GAMBAR ALAM MAYA MELEKAT PADA CERMINNYA. gubahan-Nya. Dalam proses mengkilapkan hati itu akal tidak perlu banyak mengadakan hujah.

w. Kehendak atau syahwat yang mengarahkan perhatian kepada apa yang dikehendaki.perempuan. hati dapat juga tunduk kepada syahwat.t. Kerja syahwat adalah mengajak manusia supaya lari dari hukum dan peraturan Allah s.w.ingatan. api dan angin.t. hewan. Penting bagi seorang murid yang menjalani jalan kerohanian menjadikan syariat sebagai payung yang menyelaraskan perjalanan anasir-anasir dan daya-daya yang menyerap kedalam diri agar cermin hatinya bebas daripada gambar-gambar alam maya. lalu masuk kedalam benteng aslim yaitu berserah diri kepada Allah s. Seseorang yang ingin menuju Allah s. Kelalaian yang menutup ingatan terhadap Allah s. Syahwat bukan saja rangsangan hawa nafsu yang rendah. tumbuh-tumbuhan. hati dapat menghadap ke Hadirat Ilahi. air. Dosa yang tidak dibasuh dengan taubat masih mengotorkan hati. Kekacauan itu pula menyebabkan hati menjadi keruh. Orang yang berjunub batin pula . Syariat menjadi tali yang dapat mengikat musuh-musuh yang mencoba menawan hati.pangkat dan lain-lain.t perlulah melepaskan dirinya dari belenggu syahwat dan kehendak diri sendiri. Hati yang kacau itu dapat distabilkan dengan cara menundukkan semua anasir dan unsur tadi kepada syariat. Syahwat membuat manusia tidak ridha dengan keputusan Allah s.tarikan dan keinginan terhadap benda-benda alam seperti harta. syaitan dan malaikat. Tiap-tiap anasir dan unsur itu menarik hati kepada diri masing-masing.w. Semua bentuk kehendak diri sendiri yang berlawanan dengan kehendak Allah s. Hati yang keruh tidak dapat menerima sinar nur yang melahirkan iman dan tauhid. Walaupun tubuh badan dikurung hati masih dapat disambar oleh empat perkara: Gambaran.w. Mengobati kekacauan hati adalah penting untuk membukakannya untuk menerima perintah dari Alam Malakut. Hikmat 13 ini pula memperingatkan bahwa uzlah tubuh badan saja tidak memberi kesan yang baik jika hati tidak ikut beruzlah.w.t serta membangkang takdir Ilahi. Selain tarikan benda-benda alam. KEKELIRUAN DAN KESALAHAN). Ia juga diresapi oleh unsur-unsur alam seperti galian. Perkara ketiga yang dibangkitkan oleh Hikmat ke tiga belas ini ialah kelalaian yang diistilahkan sebagai junub batin.t dan ridha dengan takdir-Nya. Orang yang berjunub adalah tidak suci dan dilarang melakukan ibadat atau memasuki masjid.w.YANG HALUS SEDANGKAN DIA BELUM TAUBAT DARI DOSANYA (KELALAIAN. Tarik menarik itu akan menimbulkan kekacauan didalam hati. Diri manusia tersusun daripada unsur tanah. Hikmat 12 memberi penekanan tentang uzlah yaitu mengasingkan diri.t adalah syahwat. Bila cermin hati sudah bebas daripada gambar-gambar dan tarikan tersebut.

t dengan mukanya. Mengapa begitu hebat sekali ancaman Allah s. Hati yang lalai adalah umpama orang yang menghadap dengan belakangnya. Hanya hamba yang khusyuk.t.t. bertutur kata tidak tentu ujung pangkal dan kelakuannya sangat tidak bersopan.a.w.tertegah dari memasuki Hadrat Ilahi. dimana amal ibadahnya tidak diterima.t yang tersembunyi adalah taubat! Orang yang telah menyuci-bersihkan hatinya hanya mampu berdiri diluar pintu Rahasia Allah s.t selagi dia belum bertaubat. Taubat itu sendiri merupakan rahasia yang halus. Orang yang tidak memahami rahasia taubat tidak akan mengerti mengapa Rasulullah s. sementara hamba yang lalai.w. Ia menghalangi seseorang daripada memahami rahasia-rahasia yang halus. Orang yang di dalam junub batin yaitu lalai hati.t. yang tahu bersopan santun dihadapan Tuhannya dan mengagungkan Tuhannya yang layak masuk ke HadratNya. Begitu hebat sekali ancaman Allah s.t kepada orang yang lalai? Bayangkan hati itu berupa dan berbentuk seperti rupa dan bentuk kita yang zahir.w (jika ada)? Maksud taubat ialah kembali.w.w tidak yakin bahawa Allah s. Walaupun orang ini sudah berhenti melakukan dosa malah dia sudah melakukan amal ibadat dengan banyaknya namun. tidak tahu bersopan santun tidak layak mendekati-Nya. Adakah Rasulullah s.w. duduk secara biadab.a.w yang tidak pernah melakukan dosa masih juga memohon ampunan sedangkan sekalipun baginda s.t mengancam untuk mencampakkan orang yang bersembahyang dengan lalai (dalam keadaan berjunub batin) ke dalam neraka wil.w.t mengampunkan semua dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan baginda s. Jika dia mau masuk kedalam perbendaharaan Allah s.t yang tersembunyi yang mengandung rahasia yang halus-halus wajiblah bertaubat.a. kedudukannya seperti orang yang berjunub zahir. Perkara yang ke empat adalah dosa-dosa yang belum ditebus dengan taubat.w. yaitu kembali kepada Allah s.t. Dia telah masuk ke dalam golongan hamba yang melakukan amal salih tetapi yang berjauhan bukan berdekatan dengan Allah s.w. Hati yang khusyuk adalah umpama orang yang menghadap Allah s. Pintu kepada Perbendaharaan Allah s. Taubat yang lebih halus ialah penghayatan kalimat: .w.a. bercakap dengan sopan santun dan tidak berani mengangkat kepala di hadapan Maharaja Yang Maha Agung. Perbuatan demikian adalah satu penghinaan terhadap martabat ketuhanan Yang Maha Mulia dan Maha Tinggi.w.w. samalah seperti orang yang mati syahid yang belum membayar hutangnya terpaksa menunggu diluar syurga. Allah s.w.t. Orang yang melakukan dosa tercampakan jauh dari Allah s. Jika raja didunia murka dengan perbuatan demikian maka Rajanya sekalian raja-raja lebih berhak melemparkan kemurkaan-Nya kepada hamba yang biadab itu dan layaklah jika si hamba yang demikian dicampakkan ke dalam neraka wail.w. duduk dengan tertib.t kepada orang yang menghadap-Nya dengan hati yang lalai.w. tanpa taubat dia tetap tinggal berjauhan dari Allah s.w berdosa semuanya diampuni Allah s.

t sendiri yang akan mengajarkan Ilmu-Nya yang halus-halus agar kehendak hamba itu sesuai dengan Iradat Allah s.t. Sumber yang mendatangkan segala sesuatu adalah Uluhiyah (Tuhan) dan yang menerimanya adalah ubudiyah (hamba). dengan itu jadilah hamba mendengar karena Sama’ Allah s. Segala urusan dikembalikan kepada Allah s.t.t.w.t.t dan kepada Allah s. Apabila hamba mengembalikan urusannya kepada Allah s. Semakin tinggi makrifat seseorang hamba semakin kuat ubudiyahnya dan semakin kerap dia memohon ampunan dari Allah s. Kami datang dari Allah s.w.T YANG MENZAHIRKAN ALAM .w.w. Segala sesuatu datangnya dari Allah s.t.w. baik kehendak maupun perbuatan kita.t. melihat karena Basor Allah s. Uluhiyah dibekali kesempurnaan tetapi ubudiyah tidak dapat melaksanakan kesempurnaan itu. Apabila semuanya berkumpul pada seorang hamba maka jadilah hamba itu Insan Sirullah (Rahsia Allah s.w.w.w.w.t.w.w.w.w.w. hidup hamba sesuai dengan Hayat Allah s.Tiada daya dan upaya melainkan anugerah Allah s. ubudiyah berkewajiban mengembalikan kesempurnaan itu kepada Uluhiyah dengan memohon ampunan dan bertaubat sebagai rasa penerimaan kecacatan.t.t kami kembali. Jadi. 14: ALLAH S.t maka Allah s.w.t).t.w.t dan pengetahuan hamba sesuai dengan Ilmu Allah s. sumber datangnya segala urusan. Apa saja yang dari Uluhiyah adalah sempurna dan apa sahaja yang terbit dari ubudiyah adalah tidak sempurna. kuasa hamba sesuai dengan Kudrat Allah s.t. mengembalikan setiap urusan kepada Allah s.W.t dan berkata-kata karena Kalam Allah s.w.

Mata hati yang diterangi oleh Nur Ilahi dapat melihat hubungan antara ada dengan tidak ada. tiada bersama tetapi tidak berpisah. orang yang bercakap hanya seorang dan kasturi yang mengeluarkan bau hanya sebiji. Perhatikan pula orang yang bercakap.ALAM SEKALIAN ADALAH KEGELAPAN DAN YANG MENERANGKANNYA ADALAH KARENA PADANYA TERLIHAT YANG HAQ (TANDA-TANDA ALLAH S. ATAU SESUDAHNYA. Wujud bulatan api adalah hasil daripada pergerakan api. Wujud bau wangi adalah hasil daripada sifat kasturi. Wujud bulatan api.t dengan kewujudan makhluk sekiranya dapat diibaratkan (sebenarnya tidak ada sembarang ibarat yang mampu menjelaskan hakikat yang sebenarnya). Wujud suara adalah hasil daripada perbuatan orang yang bercakap.W. akan kedengaranlah suara dari mulutnya.w.t yang menerbitkan kewujudan alam. api hanya satu. tidak bersama tetapi tidak berpisah.W. Agak sukar untuk memahami konsep ada tetapi tidak ada. MAKA DIA BENAR-BENAR MEMERLUKAN WUJUDNYA CAHAYA-CAHAYA ITU DAN TERTUTUP BAGINYA CAHAYA MAKRIFAT OLEH TEBALNYA AWAN BENDA-BENDA ALAM. Wujud bau wangi adalah wujud yang berkaitan dengan wujud kasturi. perhatikan kepada api yang diputar dengan kencang Kelihatanlah pada pandangan kita bulatan api. Bau wangi bukanlah kasturi tetapi bukan pula lain daripada kasturi. Tidak ada satu kewujudan yang berpisah daripada Wujud Allah s. Wujud Allah s. SEBELUMNYA . Walaupun bulatan api boleh kelihatan banyak.w. Wujud suara adalah wujud yang berkaitan dengan wujud orang yang bercakap. Walaupun orang itu sudah tidak bercakap tetapi masih banyak lagi suara yang tersimpan padanya.w. Begitulah ibaratnya wujud makhluk yang menjadi hasil daripada Wujud Allah s. Inilah konsep ketuhanan yang tidak mampu dipecahkan oleh akal tanpa penerangan nur yang dari lubuk hati. BARANGSIAPA MELIHAT ALAM TETAPI DIA TIDAK MELIHAT ALLAH S. Kemudian perhatikan pula kepada kasturi. DI SAMPINGNYA. Alam ini pada hakikatnya adalah gelap atau ‘adam.T).w. Bulatan api bukanlah api tetapi bukan lain daripada api dan tidak terpisah daripada api. Hubungan Wujud Allah s. bau dinikmati oleh banyak orang namun. Suara bukanlah orang yang bercakap tetapi bukan pula lain daripada orang yang bercakap.T BERSAMA DIDALAMNYA. suara dan bau wangi pada hakikatnya tidak wujud. Wujud bulatan api adalah wujud yang berkaitan dengan wujud api. akan terhiruplah baunya yang wangi.t. tidak wujud. suara kedengaran banyak. Atas kekuatan hatinya menerima sinar Nur Ilahi menentukan kekuatan mata hatinya melihat kepada keghaiban yang tidak berpisah dengan kejadian alam .t.

t. Segala yang maujud merupakan kitab yang menceritakan tentang Allah s.t.w.w. Sentuhan tangan ghaib pada jiwa itulah yang membuat hati mendengar tanpa telinga.w.t dan tidak melihat alam ini.w. Mereka hanya melihat makhluk seolah-olah makhluk berdiri dengan sendiri tanpa campur tangan Tuhan.ini. Ia adalah pemberitahuan ghaib yang menyentuh jiwa.w. sebelum sesuatu atau sesudah sesuatu.t pada zahirnya sementara makhluk tersembunyi. berdalil dengan akal sehingga kesimpulannya ternyata Allah s.Alam tidak lain melainkan perbuatan-Nya.t. tidak terganggu oleh kehingar bingaran makhluk. Mereka adalah umpama orang yang hanya melihat kepada api.t. Anasir alam dan sekalian peristiwa yang berlaku merupakan perutusan yang membawa pemberitahuan tentang Allah s.w.w.w.t sebagai Sumber kepada segala sesuatu. Mereka yang melihat Allah s.t yang menciptakan alam: Mereka yang melihat Allah s.w. Pemberitahuan itu bukan didengar dengan telinga atau dilihat dengan mata atau difikir dengan akal. syahwat.w. lukisan-Nya atau hasil kerja Tangan-Nya.t pada batin. mata dan akal.bulatan api yang khayali tidak menyilaukan pandangannya.t.Pandangan mereka tidak melekat pada cermin itu. Mereka yang melihat makhluk terlebih dahulu kemudian barulah melihat Allah s. Mereka gagal untuk melihat Allah s.w. Mata hati mereka terlebih dahulu melihat Allah s. mata hati mereka tetap tertumpu kepada Allah s.t sama ada dialam sesuatu. Apabila kuncinya telah . memerlukan masa untuk menghilangkan keraguan. Hati hanya mengerti setiap perutusan yang disampaikan oleh tangan ghaib kepadanya dan hati menerimanya dengan yakin. Keyakinan itu menjadi kunci kepada telinga. kemudian barulah mereka melihat makhluk yang menerima karunia dariNya. melihat tanpa mata dan merenung tanpa akal fikiran. Lintasan makhluk hanyalah umpama cermin yang ditembusi cahaya.w. Mereka yang melihat makhluk pada zahir tetapi Allah s.t. Gambar-gambar alam. Ada 4 tingkatan pandangan mata hati terhadap hubungan alam dengan Allah s. gubahan-Nya.t.t yang Wujud-Nya menguasai wujud makhluk.w. Tiap satu kewujudan alam ini membawa suatu makna yang menceritakan tentang Allah s. kelalaian dan dosa menggelapkan cermin hati mereka hingga tidak mampu menangkap cahaya yang membawa kepada makrifat.w. Mata hati mereka melihat alam sebagai penzahiran sifat-sifat Allah s. di samping sesuatu. Mereka memasuki jalan berhati-hati dan waspada. Walaupun mereka berada di tengah-tengah kesibukan makhluk namun. Selain yang dinyatakan diatas tidak lagi disebut orang yang melihat Allah s.

tiada sesuatu yang tersembunyi daripada-Nya. melihat dan merenungi keindahan Tuhan. lalu Kami timpakan azab siksa kepada mereka sebagai balasan dari Yang Maha Perkasa. melihat dan merenungi kebijaksanaan dan kesempurnaan Tuhan. (Pada saat itu Allah berfirman): “Siapakah yang menguasai kerajaan pada hari ini?” (Allah sendiri menjawab): “Dikuasai oleh Allah Yang Maha Esa. lagi Yang Maha Mengatasi kekuasaan-Nya segala-galanya!” ( Ayat 16 : Surah Mu’min ) Mereka telah mendustakan mukjizat-mukjizat Kami semuanya. sedang ia pula .dapatkah engkau melihat sebarang kecacatan? Kemudian ulangilah pandangan(mu) berkali-kali. segala suara alam yang didengar. lagi Maha Kuasa. Maha Perkasa. Muwahhid mendengar. Abid mendengar.dibuka. Alam dan kehidupan ini menjadi ayat-ayat atau tanda-tanda untuknya melihat keadaan dirinya di akhirat kelak. Yaitu hari mereka keluar (dari kubur masing-masing) dengan jelas nyata. tidak akan tersembunyi kepada Allah sesuatupun darihal keadaan mereka. (jika engkau ragu-ragu) maka ulangi pandangan(mu) . Hati abid sudah ‘berada’ di akhirat. Asyikin mendengar. menghadap Tuhan Yang Esa. nescaya pandangan(mu) itu akan berbalik kepadamu dengan hampa (daripada melihat sebarang kecacatan). melihat dan merenungi Keperkasaan Tuhan. ( Ayat 42 : Surah al-Qamar ) Ayat-ayat seperti yang di atas menggetarkan jiwa abid. Dialah yang telah mengaturkan kejadian tujuh petala langit yang berlapis-lapis. melihat dan merenungi keesaan Tuhan. engkau tidak dapat melihat pada ciptaan Allah Yang Maha Pemurah itu sebarang keadaan yang tidak seimbang dan tidak munasabah. sekalian anasir alam yang dilihat dan seluruh alam maya yang direnungi akan membawa cerita tentang Tuhan. Muttakhaliq mendengar.

lagi Maha Bijaksana.t. Dia asyik dengan apa yang dipandangnya. Dialah Allah.berkeadaan lemah lesu (kerana habis tenaga dengan sia-sia). ( Ayat 3 & 4 : Surah al-Mulk ) Asyikin memandang kepada alam ciptaan dan dia mengulang-ulangi pemandangannya. Setiap yang dipandang menceritakan sesuatu tentang Allah s. Melalui lidahnya muncul ucapan-ucapan seperti ayat di atas. Dia mengucapkan ayat-ayat Allah s.w. bagi-Nya jualah nama-nama yang sebaik-baiknya dan semuliamulianya. Sesungguhnya Akulah Allah.w.t. bertasbih kepada-Nya segala yang ada di langit dan di bumi. Yang Menciptakan sekalian makhluk. oleh itu sembahlah Aku. Yang Mengadakan (dari tiada kepada ada). Semakin dia memandang kepada alam semakin dia melihat kepada keelokan dan kesempurnaan Pencipta alam. tiada Tuhan melainkan Aku.t dan sifat-sifat Kesempurnaan-Nya. bukan dia bertukar menjadi Tuhan. Kesedaran dirinya hilang. dan Dialah Yang tidak ada pembanding-Nya.w. ( Ayat 14 : Surah Taha ) Muwahhid fana dalam Zat. . ( Ayat 24 : Surah al-Hasy-r ) Muttakhaliq menyaksikan sifat-sifat Tuhan yang dikenal dengan nama-nama yang baik. dan dirikan sembahyang untuk mengingatKu. Alam adalah perutusan untuknya mengetahui nama-nama Allah s. Yang Membentuk rupa (makhluk-makhluk-Nya menurut yang dikehendaki-Nya).

W.W. Tuhan yang memelihara dan mentadbirkan sekalian alam. Engkaulah saja (Ya Allah) yang kami sembah. Segala puji bagi Allah.T DAN MAKHLUK DI ANTARA BUKTI YANG MENUNJUKKAN ADANYA KEPERKASAAN ALLAH S. Hatinya sentiasa memandang kepada Allah s. lagi Maha Mengasihani.t di sampingnya atau sebelumnya atau sesudahnya. .w. Apabila Nur Ilahi menerangi hati apapun yang dipandang akan terlihatlah Allah s.w.Dengan nama Allah.T. lagi Maha Mengasihani.W. Segala anasir alam adalah alat untuk memakmurkan bumi. ( Ayat 1 – 7 : Surah al-Faatihah ) Mutahaqqiq kembali kepada kesadaran keinsanan untuk memikul tugas membimbing umat manusia kepada jalan Allah s. 15 . dan kepada Engkaulah kami memohon pertolongan.t dan bergantung kepada-Nya. Tunjukilah kami jalan yang lurus. dan bukan pula (jalan) orang-orang yang sesat.24: ALLAH S.T YANG LUAR BIASA ADALAH YANG DAPAT MENGHIJAB ENGKAU DARIPADA MELIHAT KEPADA-NYA DENGAN HIJAB YANG TIDAK ADA WUJUDNYA DI SISI ALLAH S. bukan (jalan) orangorang yang Engkau telah murkai.w. Yaitu jalan orangorang yang Engkau telah karuniakan nikmat kepada mereka. Kehidupan ini adalah medan dakwah baginya. Yang Maha Pemurah. Yang Menguasai hari Pembalasan (hari Akhirat).t. Yang Maha Pemurah.

BAGAIMANA MUNGKIN AKAN DIHIJAB OLEH SESUATU PADAHAL DIA YANG ESA. BAGAIMANA MUNGKIN DIHIJAB OLEH SESUATU PADAHAL DIA YANG ADA ZAHIR SEBELUM ADA SESUATU. SESUATU BAGAIMANA AKAN DAPAT DITUTUP OLEH SESUATU PADAHAL DIA YANG TAMPAK PADA TIAP SEGALA SESUATU. . BAGAIMANA MUNGKIN DIHIJAB OLEH SESUATU PADAHAL DIA YANG LEBIH NYATA DARI SEGALA SESUATU.T DAPAT DIHIJAB OLEH SESUATU PADAHAL DIA YANG MENZAHIRKAN SEGALA SESUATU. BAGAIMANA MUNGKIN AKAN DIHIJAB OLEH SESUATU PADAHAL DIA YANG TAMPAK ZAHIR PADA SEGALA SESUATU.W.BAGAIMANA DISANGKA ALLAH S. TIDAK ADA DI SAMPING-NYA SESUATU APA PUN. BAGAIMANA AKAN MUNGKIN DIHIJAB OLEH SESUATU PADAHAL DIA YANG TERLIHAT DALAM TIAP SESUATU.

Alam ini kesemuanya adalah gelap gulita sedang yang meneranginya adalah karena nampak Wujud Allah s.t yang lebih nyata menjadi terlindung daripada pandangan kita. Allah s.w.w. tidak mungkin habis bila digali. ANDAINYA TIDAK ADA ALLAH S. BAGAIMANA MUNGKIN AKAN DIHIJAB OLEH SESUATU. Dengan Dia aku mengenal makrifat bukan dengan makrifat aku mengenal Dia”.w. Allah s. Pengalaman hakikat akan menghapuskan pertanyaan ‘bagaimana’.w. Jika kita ikuti perbahasan ilmu.W. Hati akan hanya diisi dengan iman (percaya) atau ragu-ragu. Oleh karena itu letakkan garilurus pengamatan dari ilmu dan masuklah ke dalam iman.t padanya. bagaimana pula Dia dihijab oleh sesuatu yang tidak wujud di samping-Nya. ATAU BAGAIMANA DAPAT BERTAHAN SESUATU YANG RUSAK BINASA ITU DI SAMPING ZAT YANG BERSIFAT KEKAL.t yang menzahirkan segala sesuatu.t. Tetapi apa yang terlihat oleh kita adalah alam semata-mata sedangkan Allah s.w. Allah s. Ia dapat memberi rangsangan untuk menambahkan pengetahuan tentang Tuhan. . Apabila keraguan datang. Seandainya pandangan mata hati tidak bersuluhkan Nur Ilahi maka apa yang dipandangnya akan membawa keraguan dalam bentuk pertanyaan ‘bagaimana’.w.w. kita akan mati dahulu sebelum sempat mendapat jawaban penghabisan. bagaimana sesuatu itu pula menghijabkan-Nya.t lah yang wujud. tiada sesuatu beserta-Nya. bukan dengan ilmu pengetahuan aku mengenal Dia. Jika Nur Ilahi menyinari hati maka mata hati akan melihat dengan iman.T NISCAYA TIDAK ADA SEGALA SESUATU. Dengan Dia aku mengenal ilmu pengetahuan. ia akan disambut dengan jawaban.t yang tampak nyata pada segala sesuatu. bukan dengan sifat-Nya aku mengenal Dia. ALANGKAH AJAIBNYA BAGAIMANA NAMPAK WUJUD DI DALAM ‘ADAM (YANG TIDAK WUJUD).t adalah Maha Esa. Pertanyaan ‘bagaimana’ itu merupakan ujian tentang Allah s. “Dengan Dia aku mengenal sifat-Nya. Jika tidak dikawal ia akan mendorong kepada pembahasan yang tidak ada penyelesaian karena bidang ilmu sangat luas. bagaimana pula Dia terlindung. Iman menghilangkan keraguan dan tidak perlu bersandar kepada bukti dan dalil-dalil. Allah s.BAGAIMANA AKAN DAPAT DIHIJAB OLEH SESUATU PADAHAL DIA YANG LEBIH DEKAT KEPADA KAMU DARI SEGALA SESUATU. Pada hakikatnya alam ini tidak wujud.

Allah s.Apabila hati sudah diisi dengan iman pertanyaan ‘bagaimana’ akan menguatkan keinginan untuk mencungkil Rahasia Ilahi yang menyelubungi alam maya ini. Ketika rohani orang lain telah maju di dalam menuju Allah s. Keadaan orang yang disebutkan di atas telah disentuh pada Hikmat ke satu.w.t ada sebagian orang yang tertinggal di belakang walaupun mereka sudah melakukan amal yang sama seperti yang dilakukan oleh orang lain yang lebih maju.t tetap melaksanakan ketentuan-Nya.W.t.t dia masih juga berputar putar di dalam kesamaran dan keraguan.w. ( Ayat 29 : Surah ar-Rahman ) .w.w. Keinginan diri sendiri menjadi rantai yang mengikat kaki daripada berjalan menuju Allah s.t pada apa yang dilihat. Pandangannya hanya tertuju kepada alam benda dan perkara zahir sahaja. Dia masih dipermainkan oleh nafsu dan akal yang menghijab hatinya daripada melihat Allah s. Dia melihat kepada keberkesanan hukum sebab-musabab dan meletakkan pergantungan kepada amalnya. Bagaimana bisa seseorang mendekati Allah s.t.w. Tiap-tiap masa Ia (Allah) di dalam urusan (mencipta dan mentadbirkan akhlukmakhluk-Nya). Allah s.t sebagai Pengurus semua aspek kehidupannya.w. Walau para hamba rela ataupun mengingkari.w. 25: SIKAP ORANG BODOH TIDAK MENINGGALKAN SEDIKIT PUN DARI KEBODOHAN BAGI SIAPAPUN YANG BERKEHENDAK MENGADAKAN PADA SESUATU MASA SESUATU YANG LAIN DARIPADA APA YANG DIJADIKAN ALLAH S. Dia yakin yang dia kerjakan mendapatkan apa yang dia ingini. Jika dia tidak mampu memahami sesuatu tentang Rahsia Ilahi itu maka dia akan tunduk dan mengakui dengan kerendahan hatinya bahwa benteng keteguhan Allah s.w.w.t jika dia enggan menjadikan Allah s. Satu halangan yang menyekat golongan yang tertinggal itu adalah kebodohannya yang tidak mau tunduk kepada ketentuan Allah s.t tidak akan mampu dipecahkan oleh makhluk-Nya. Nafsunya tetap melahirkan keinginankeinginan.w. Dalam perjalanan menuju Allah s.t melaksanakan kehendak-Nya pada setiap masa dan tidak ada siapapun yang dapat menghalangi-Nya.T PADA MASA ITU.

t dikenali dalam semua aspek. Waktu. tenang tenteramlah hati manusia. Bagi murid yang cenderung mengikuti latihan kerohanian perlulah berusaha untuk melenyapkan kehendak diri sendiri dan hidup dalam lakuan Allah s. meletakkan hukum dan peraturan. tanpa keliru pandangan-Nya kepada diri kita dan kejadian yang menimpa kita. Jangan sekali-kali tawar menawar dengan takdir karena Penentu Takdir tidak pernah berbincang dengan siapapun dalam menentukan arus ketentuan-Nya. Dia masih juga merungut tentang perjalanan hukum takdir Ilahi.t sahja yang mencipta.w.t dalam satu kesatuan barulah kita dapat mengenali-Nya dengan sebenar-benarnya. Lepaskan waham sebab musabab yang menjadi pagar nafsu menutup hati.w. Jika kita mau mengenali Allah s.w. Kehendak makhluk tidak dapat mengatasi kehendak Tuhan. membagikan rizki dan lain-lain.w.t.t kita tidak dapat melihat-Nya pada satu aspek sahja.t.Allah s. Dia inginkan sesuatu perkara pada satu masa sedangkan Maha Pengatur inginkan perkara lain. Urusan pentadbiran-Nya adalah menyeluruh dan sempurna. ruang dan kejadian akan membuatnya gelisah karena nafsunya tidak dapat menguasai semua itu. kita juga harus melihat Allah al-‘Aziz (Maha Keras). seolah-olah Tuhan harus tunduk kepada hukum makhluk-Nya. juga tidak beralih pandangan-Nya dari makhluk-Nya yang lain. Jika kita melihat Allah al-Ghafur (Maha Pengampun).w. Orang yang tidak berbekas pada hatinya akan kesempurnaan Allah s. Bila Allah s. Jika kita melihat Allah al-Hayyu (Yang Menghidupkan) kita juga harus melihat Allah al-Mumit (Yang mematikan).w.t itu adalah orang dungu.t dan beriman juga kepada takdir. .w. Ketahuilah! Dengan “zikrullah” itu. Kita memandang diri kita dan kejadian yang menimpa kita dalam sekala yang kecil. hikmat kebijaksanaan-Nya dalam menentukan suatu perkara pada suatu masa tidak terlindungi lagi dari pandangan mata hati.w. Hati yang tidak mau tunduk kepada Maha Pengatur tidak akan menemui kedamaian. Allah s. Jika kita dapat melihat semua Sifat-sifat Allah s. termasuk urusan mengenai diri kita dan apa yang terjadi pada kita.t melihat kepada seluruh alam dan semua kejadian. Dia menentukan urusan dengan bijaksana dan adil.w. (Ayat 28 : Surah ar-Ra’d) Berimanlah kepada Allah s. Jika mau hati menjadi tenteram usahakan agar hati sentiasa ingat kepada Allah s. “(Yaitu) orang-orang yang beriman dan tenang tenteram hati mereka dengan zikrullah”.

jika ditafsirkan secara khusus Hikmat 26 ini menganjurkan bersegera melakukan amal-amal yang perlu bagi menyediakan hati untuk menerima kedatangan hal-hal dan seterusnya . Apabila ingatan kepada mati sudah kuat maka seseorang itu tidak akan mengabaikan kesempatan yang ada baginya untuk melakukan amal salih. Amal yang ditekankan adalah amal yang berhubungan dengan pembentukan rohani.Tidak ada kesusahan (atau bala bencana) yang menimpa (seseorang) melainkan dengan izin Allah. obat yang paling mujarab untuk mengobati penyakit kelalaian ialah memperbanyakkan ingatan kepada mati. Setiap saat adalah kesempatan dan tidak ada kesempatan yang lebih baik daripada kesempatan yang memperlihatkan dirinya kepada kita. Allah Maha Mengetahui akan tiap-tiap sesuatu. Kesempatan yang paling baik ialah kesempatan yang kita sedang berada di dalamnya. Panjang angan-angan pula datangnya dari pokok kurang ingatan kepada mati. dan (ingatlah). Allah akan memimpin hatinya (untuk menerima apa yang telah berlaku itu dengan tenang dan sabar). Hikmat yang lalu memaparkan kebodohan yang timbul karena keingkaran tentang kekuasaan Tuhan.t senantiasa terbuka dan Allah s. Orang yang mabuk dibuai oleh ombak kelalaian tidak dapat melihat bahawa pada setiap detik pintu rahmat Allah s.w. Jika diperhatikan Kalamkalam Hikmat yang lalu dapat difahami bahawa Hikmat yang dipaparkan berperan membimbing seseorang pada jalan kerohanian. Hikmat 27 nanti akan membicarakan tentang makom yaitu suasana kerohanian.t senantiasa berhadap kepada hamba-hamba-Nya. Jadi. Hikmat 26 ini pula memaparkan kebodohan yang timbul akibat kelalaian. dan barangsiapa yang beriman kepada Allah. Jadi. Kelalaian adalah buah kepada panjang angan-angan. Hikmat ke 26 jika ditafsir secara umum menganjurkan agar segala amal kebaikan hendaklah dilakukan dengan segera tanpa ditunda tunda. ( Ayat 11 : Surah at-Taghaabun ) 26: MENUNDA AMAL TANDA KEBODOHAN MENUNDA AMAL KEBAIKAN KARENA MENANTIKAN KESEMPATAN YANG LEBIH BAIK ADALAH TANDA KEBODOHAN.w.

w. Pancaroba dalam kehidupan harian sangat banyak dan orang yang beriman perlu berjalan diantaranya. Perlu juga dinyatakan bahwa latihan kerohanian secara tarekat tasauf bukanlah satu-satunya jalan kepada Allah s.w. berserah diri dan bertakwa. Di hadapan Baitullah seorang hamba menghadap dengan sepenuh jiwa raga kepada Tuhannya. puasa.t.t.mencapai makom-makom. Kewaspadaan dalam kehidupan harian itu adalah sifat takwa. . Amalan seperti inilah yang membuka pintu hati untuk berpeluang mengalami hal-hal yang membawa kepada hasil yang diharapkan yaitu makrifatullah. masuklah ke dalam golongan ahli Allah s. Orang yang bertakwa adalah orang yang mulia pada sisi Allah s. Latihan yang demikian harus disegerakan selagi mendapat kesempatan.t dan berhasrat untuk menghampiri-Nya serta mengenali-Nya hendaklah jangan ditunda tunda lagi. Jalan yang tidak ada latihan khusus adalah jalan kehidupan harian. Ketika menjalani latihan kerohanian secara tarekat tasauf kehidupan hanya dipenuhi dengan amal ibadat seperti sembahyang. Pada jalan ini orang yang beriman perlu bekerja kuat untuk menjalankan peraturan Islam dan mempertahankan iman. berzikir dan lain-lain Semua amalan tersebut dilakukan bukan bertujuan untuk mengejar syurga tetapi semata-mata untuk mendapatkan keridhaan Allah s.t. Syarat penyerahan itu adalah keyakinan. segala-galanya ditinggalkan di tanah air sendiri. Barangsiapa yang benar-benar ingin mencari keridhaan Allah s. Benamkan diri sepenuhnya ke dalam suasana ‘Allah’ semata-mata dan tinggalkan apapun selain Allah s. Jangan dicari kesempatan yang lebih baik.w. Jangan menjadikan masalah keduniaan sebagai alasan untuk menunda tindakan bergiat mencari keridhaan Allah s. menjaga diri agar tidak tertawan oleh penggoda.w. Anggaplah latihan yang demikian seperti keadaan ketika menunaikan fardu haji di Tanah Suci. Walau jalan mana yang dilalui tujuannya adalah memperoleh ikhlas.w.w. tanpa menanti kedatangan kesempatan yang lain yang diharapkan lebih baik dan lebih sesuai.w.w.w.t. Dia menjaga dengan sebaik-baiknya apa yang diserahkan kepada-Nya.t. harta dan pekerjaan yang ditinggalkan karena semuanya sudah diserahkannya kepada penjagaan Allah s. kuatkan niat.t. Bulatkan tekad.t .t yang beramal dan bekerja semata-mata karena Allah s. Amal yang berkenaan ialah latihan kerohanian menurut tarekat tasauf.t adalah Pemegang amanah yang paling baik. Allah s. Selama di Tanah Suci. Ikhlas dan penyerahan dapat juga diperoleh walaupun tidak menjalani tarekat tasauf tetapi tanpa latihan khusus pembentukan hati kepada suasana yang demikian adalah sukar dilakukan.w.t dan mendekatkan diri kepada-Nya.w. Tujuan utama latihan secara tasauf adalah untuk mendapatkan ikhlas dan penyerahan yang menyeluruh kepada Allah s. Dia tidak menghawatirkan keluarga.

.w.T SUPAYA DIPINDAHKAN DARI SATU HAL KEPADA HAL YANG LAIN.W.T MENGKEHENDAKI DIPINDAHKAN KAMU TANPA MERUBAH KEADAAN KAMU YANG LAMA. SEBAB JIKA ALLAH S. Tuhan yang tahu bagaimana mau mempersiapkan hamba yang Dia mau temui. Makom di mana hamba dipersiapkan ini dinamakan aslim atau menyerah diri sepenuhnya kepada Tuhan. Jika seorang hamba didatangi kecenderungan untuk menyucikan dirinya. Hamba yang bijaksana adalah yang tidak melepaskan kesempatan tersebut.27: BERPEGANG KEPADA MAKOM JANGAN MEMINTA KEPADA ALLAH S. Mungkin timbul pertanyaan mengapa ditekankan soal amal seperti yang dinyatakan dalam Hikmat yang lalu sedangkan amal itu sendiri tidak menyampaikan kepada Tuhan? Perlu difahami bahawa seseorang hamba tidak mungkin berjumpa dengan Tuhan jika Tuhan tidak mau bertemu dengannya. tidak menunda-nunda kepada waktu yang lain. itu adalah tanda bahawa dia diberi kesempatan untuk dipersiapkan agar layak dibawa berjumpa dengan Tuhan.t. Latihan secara tarekat tasauf hanya menyucikan hati agar hati itu menjadi tempat yang sesuai untuk menerima kedatangan hal-hal (ihwal). Tetapi. jika Tuhan mau menemui seseorang hamba maka dia akan dipersiapkan agar layak berhadapan dengan Tuhan pada pertemuan yang sangat suci dan mulia. Hal adalah pengalaman hati tentang hakikat.t semata-mata. Walaupun hal merupakan anugerah Allah s. Hal tidak akan didapat melalui amal dan juga ilmu. Hal hanya diperoleh kerana anugerah Allah s.W. lalu dia menyerahkan dirinya untuk dipersiapkan sehingga kepada tahap dia layak menghadap Tuhan sekalian alam.w. Tujuan amalan tarekat tasauf ialah mempersiapkan para hamba agar berkeadaan bersiap sedia dan layak untuk dibawa berjumpa dengan Tuhan (memperoleh makrifat Allah s. Tidak dapat dikatakan bahawa amalan menurut tarekat tasauf menjamin seseorang murid memperoleh Hal.w. Dia tahu bahwa dia menerima undangan dari Tuhan Yang Maha Mulia. tetapi hal hanya mendatangi hati para hamba yang bersedia menerimanya.t).

w. puasa atau zikir. tunduklah kepada kemuliaan-Nya dan berserahlah kepada kebijaksanaan-Nya.w.w. bukan saja dalam perkara duniawi malah dalam perkara ukhrawi juga. Apabila dia mengalami satu hal dia akan merasakan nikmatnya. yaitu dicampak keluar dari majlis-Nya siapapun yang tidak tahu menjaga kesopanan bermajlis dengan Tuhan Yang Maha Mulia dan Maha Tinggi. Rindulah dia untuk menikmati hal yang lain pula. Meminta perubahan kepada hal yang lain adalah tanda kekeliruan dan dapat memperlambat perkembangan kerohanian. Satu sifat semula-jadi manusia adalah tergesa-gesa.w. Salik yang rohaninya belum mantap masih dibaluti oleh sifat-sifat kemanusiaan. Allah s.w. mendengar ucapan lidahnya dan bisikan hatinya. Kekuatan yang paling utama adalah berserah kepada Allah s. Sebaik-baik perbuatan adalah menjaga makom yang kita sedang berada di dalamnya.t supaya ditukarkan halnya. Hal yang diperoleh dengan anugerah bila diusahakan akan menjadi makam. Misalnya. niscaya Dia akan menguruskan keselamatan dan kesejahteraan para hamba-Nya. .t semakin dekat dengan bahaya yang besar. Lalu dia memohon kepada Allah s. Hal yang menetap itu dinamakan makom.t melihatnya zahir dan batin. Sekiranya hal yang datang tidak dikuatkan ia tidak akan menjadi makom.Murid atau salik yang memperoleh hal akan meningkatkan ibadatnya sehingga suasana yang dicetuskan oleh hal itu sebanding dengannya dan membentuk kepribadian yang sesuai dengan cetusan hal tersebut. Bila hal berlalu ia menjadi kenangan. Salik memperteguhkan daya rasa tersebut dengan cara memperkuatkan amal ibadat yang sedang dilakukannya sewaktu hal tersebut datang kepadanya. sehingga daya rasa tadi menjadi sebati dengannya. Jangan meminta makom yang lebih tinggi atau lebih rendah.t mengizinkan seorang salik mendapat hal di mana dia merasakan bahwa dia sentiasa berhadapan dengan Allah s. Allah s.t. Dengan demikian dia mencapai makom ihsan. Semakin dekat dengan Allah s.t. Biarkan Allah Yang Maha Mengerti menguruskan kehidupan kita.w. Oleh yang itu. sama seperti padawaktu sembahyang. tidak menjadi kepribadian. ridha dengan segala keputusan-Nya.