Anda di halaman 1dari 14

SATUAN ACARA PEMBELAJARAN Mata kuliah SKS Program studi/semester Pertemuan ke Alokasi waktu Pengampu : : : : : : Konstitusi dan

Peradilan Tata Negara 2 (2-0) Ilmu hukum/ganjil 1-3 3 x 100 menit

A. Standar Kompetensi : warga pembelajaran diharapkan dapat menjelaskan dan mempraktikkan kontrak perkuliahan, konstitusi dan peradilan tata negara. B. Kompetensi Dasar : warga pembelajaran dapat mempraktekkan kontrak perkuliahan, dapat menjelaskan kosep dasar konstitusi dan Konstitusi-Konstitusi Indonesia. C. Indikator : 1. warga pembelajaran memahami dan dapat menjalankan kontrak perkuliahan; 2. warga pembelajaran dapat menjelaskan pengertian konstitusi dan peradilan tata negara; 3. warga pembelajaran dapat menjelaskan objek studi mata kuliah konstitusi dan peradilan tata negara; 4. warga pembelajaran dapat menjelaskan hubungan mata kuliah konstitusi dan peradilan tata negara dengan mata kuliah Hukum Tata Negara, Hukum Perundangundangan dan Hukum Acara lain; 5. warga pembelajaran dapat menjelaskan pengertian, fungsi dan kedudukan konstitusi, materi muatan konstitusi, interpretasi konstitusi dan perubahan konstitusi; 6. warga pembelajaran dapat menjelaskan konstitusikonstitusi yang pernah dan berlaku di Indonesia; 7. warga pembelajaran dapat menjelaskan hak-hak konstitusional warga negara yang dijamin UUD Tahun 1945; 8. warga pembelajaran dapat menjelaskan lembaga negara penjamin hak konstitusional warga negara. D. Tujuan Pembelajaran: warga pembelajaran dapat memahami, dan menjelaskan tentang: 1. Kontrak pembelajaran; 2. pengertian konstitusi dan peradilan tata negara; 3. objek studi mata kuliah konstitusi dan peradilan tata negara; 4. hubungan mata kuliah konstitusi dan peradilan tata negara dengan mata kuliah Hukum Tata Negara, Ilmu Politik, Hukum Perundang-undangan dan Hukum Acara lain;

1

Pendahuluan (apersepsi) : 15 menit 1) Dosen Mengulas kembali materi pertemuan pertama yang telah disampaikan. Pertemuan Pertama : 100 menit a. d) hubungan mata kuliah konstitusi dan peradilan tata negara dengan mata kuliah Hukum Tata Negara. 3) Dosen menjawab pertanyaan yang diajukan oleh mahasiswa sesuai dengan materi yang disampaikan c. Materi: Kontrak perkuliahan dan konsep dasar konstitusi. 2) Dosen memberikan tindak lanjut dengan menugaskan mahasiswa untuk membuat review kuliah. materi muatan konstitusi. 7. Metode Pembelajaran 1. Kegiatan Penutup : 25 menit 1) Dosen menyimpulkan tentang materi yang telah diberikan. F. Kegiatan inti : 60 menit 1) Dosen menjelaskan tentang: a) Kontrak Perkuliahan b) pengertian konstitusi dan peradilan tata negara. 2. 2 . c) objek studi mata kuliah konstitusi dan peradilan tata negara. Langkah-langkah Pembelajaran : 1. interpretasi konstitusi dan perubahan konstitusi. E. 2) Dosen memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengajukan pertanyaan terkait dengan materi yang disampaikan. 6. pengertian. lembaga negara penjamin hak konstitusional warga negara. Pertemuan Kedua: 100 Menit a. Hukum Perundang-undangan dan Hukum Acara lain. fungsi dan kedudukan konstitusi. Pendahuluan (apersepsi) : 15 menit 1) Dosen menjelaskan Standart Kompetensi. Ceramah 2. konstitusi-konstitusi yang pernah dan berlaku di Indonesia. Kompetensi Dasar dan Indikator dan tujuan pembelajaran 2) Dosen bersama mahasiswa mengulas materi secara singkat tentang Konsep Dasar konstitusi dan konstitusionalisme Indonesia b.5. hak-hak konstitusional warga negara yang dijamin UUD Tahun 1945. Tanya jawab G. 8.

3. b. b. indikator dan tujuan yang akan dicapai pada pertemuan kedua ini. 2) Dosen memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengajukan pertanyaan terkait dengan materi yang disampaikan. Dosen Mengulas kembali materi pertemuan pertama yang telah disampaikan. fungsi dan kedudukan konstitusi. Sumber Belajar dan Media: 1. b) Dosen memberikan tindak lanjut dengan menugaskan mahasiswa untuk mengerjakan soal dan membuat review kuliah.2) Dosen menjelaskan tentang kompetensi dasar. Sumber : a. 3) Dosen menjawab pertanyaan yang diajukan oleh mahasiswa sesuai dengan materi yang disampaikan c. Pendahuluan (apersepsi) : 15 menit 1). 2) Dosen memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengajukan pertanyaan terkait dengan materi yang disampaikan. Buku Referensi 1) Achmad Ali. b) materi muatan konstitusi. 3) Dosen menjawab pertanyaan yang diajukan oleh mahasiswa sesuai dengan materi yang disampaikan 4. Dosen. Pertemuan Ketiga: 100 Menit a. c) lembaga negara penjamin hak konstitusional warga negara. Kegiatan inti : 60 menit 1) Dosen menjelaskan tentang: a) Pengertian. Kegiatan Penutup : 25 menit a) Dosen menyimpulkan tentang materi yang telah diberikan. 3) Dosen menjelaskan tentang kompetensi dasar. b. H. Kegiatan Penutup : 25 menit 1) Dosen menyimpulkan tentang materi yang telah diberikan. Lingkungan Sekitar c. indikator dan tujuan yang akan dicapai pada pertemuan kedua ini. c) interpretasi konstitusi d) perubahan konstitusi. b) hak-hak konstitusional warga negara yang dijamin UUD Tahun 1945. Kegiatan inti : 60 menit 1) Dosen menjelaskan tentang: a) konstitusi-konstitusi yang pernah dan berlaku di Indonesia. Menguak Teori Hukum (Legal Theory) dan Teori Peradilan (Judicialprundence) : Termasuk Interpretasi Undang-undang 3 . 2) Dosen memberikan tindak lanjut dengan menugaskan mahasiswa untuk mengerjakan soal dan membuat review kuliah. 2009.

The Bulgarian Constitutional Court and Its Its Interpretative Jurisdiction. Kansas. Mengurai Hak Ekonomi. Pontier (terjemah B. (terjemahan SPA Teamwork). Teori dan Politik Konstitusi. (Penyunting. Jakarta. Inc. dan Budaya. Pengantar Hukum Tata Negara Indonesia. Interpreting Constitutions. Yogyakarta. Yogyakarta. PS HTN UI. and Judicial Review. Mashudi dan Kuntara Magnar).A. 2004. Kencana Prenada Group. The Ferderation Press. Jakarta. 1990. 2006. KonPress. 2008. University Press of Kansas. 2005. Columbia. 1989. 2006. 2009. 2008. KonPress-PS HTN UI.F. 24) ______________. 1996. 2008. FH UII Press. Comparatve Study. Arief Sidharta). Hongkong Journal Ltd. H. 15) Jeffrey Goldsworthy. Oxford University Press. Bandung. Principles and Institutions. Hongkong. Rakove (ed). Jendela Mas Pustaka. Sosial. Format Kelembagaan Negara dan Pergeseran Kekuasaan Dalam UUD 1945. 2004. Kusnardi. Jakarta. 2004. Zen (Penyunting). 3) Albert H Y Chen. 13) J. Dimensi-dimensi HAM. Columbia Journal of Transnational Law Association. 16) Jimly Asshiddiqie. 5) Bagir Manan.1995. KonPress. Pengantar Ilmu Hukum Tata Negara. Textual Meaning. 2004. 2005. Mandar Madju. Studi Perbandingan Tentang Sejarah dan Bentuk-bentuk Konstitusi Dunia. 11) Hendra Nurtjahyo. Hukum Konstitusi. Constitutional Interpretation. Wordsworth Classic. Bandung. Interpreting Constituion : The Debate over Original Intent. Jakarta. Interpretation of the Basic Law-Common Law and Mailand Chinese Perspectives. Lampung. Konstitusi-konstitusi Politik Modern. 7) C. Original. Jakarta. Constitutional Iinterpretation. Interpreting Constituions Theories. RajaGrafindo Persada.(Legalprudence). 2004. Prenada Media. 18) ________________. Dimitrov. 2003. 22) Konstitusi Republik Indonesia Serikat 1949 23) Majda El Muhtaj. Jakarta. Penemuan Hukum. Whittington. YOI-YLBHI-KKAA. Northeastern University Press. 19) ________________. PS HTN UI. Pertumbuhan dan Perkembangan Konstitusi Suatu Negara. New York. Instrumen Internasional Pokok Hak Asasi Manusia. 12) Hristo D. Jakarta. LP Universitas Lampung. Jakarta. California. Nuansa dan Nusamedia. Jakarta. Hak Asasi Manusia dalam Konstitusi Indonesia. 4) Anonim. 14) Jack N. Sydney. 8) Charles Sampfrod (ed). 10) Harmaily Ibrahim dan M. Jakarta. 1999. Konstitusi dan Konstitusionalisme Indonesia. Strong. Bandung. Politik Hukum Tata Negara Indonesia. Hukum Tata Negara dan Pilar-Pilar Demokrasi. Panduan Penyelenggaraan Program Sarjana Fakultas Hukum Universitas Lampung. Ducat. FH UI Press. 9) Craig R. 6) ___________. Jakarta. Michigan. 2006. 2000. 4 . A Comparative Study. 21) Keith E. 2) Adnan Buyung Nasution dan Patra M. 17) ________________. Raja Grafindo Persada. 20) ________________.

dan bagaimana model perubahan UUD Tahun 1945 yang dilakukan MPR pada 1999-2002? 13. Bandung. Gambar b. Mahfud. MD. Ghalia Indonesia. Media a. Sebutkan hak-hak warga negara yang dijamin dalam UUD Tahun 1945? 14. Jelaskan fungsi konstitusi bagi negara? 8.25) Moh. Alumni. Bagaimana kedudukan konstitusi dalam negara hukum? 9. Apa yang dimaksud konstitusi? 6. 3. Bandung. Slide I. Gama Media. Yogyakarta 26) Satjipto Raharjo. Apa yang menjadi materi muatan konstitusi? 10. Perdata dan TUN? 5. Jelaskan hubungan antara mata kuliah konstitusi dan peradilan tata Negara dengan mata kuliah Hukum Acara Pidana. Ilmu Hukum. Pitlo. 1. 2004. 2006. Jelaskan macam-macam interpretasi konstitusi yang lazimnya ditemukan dalam hukum tata negara? 12. Uraikan konstitusi-konstitusi yang pernah berlaku di Indonesia? 11. Penilaian : Tes Tertulis ( soal dan kunci Jawaban/ rambu rambu jawaban) Tes Lisan ( proses pembelajaran ) Skala sikap ( Chek List pertanyaan ) 1. Bab-bab Tentang Penemuan Hukum. Adakah lembaga negara yang dapat melindungi hak-hak konstitusional warga negara tersebut ? SOAL : 5 . Jelaskan hubungan antara mata kuliah konstitusi dan peradilan tata Negara dengan mata kuliah Hukum Perundang-undangan (HPU)? 4. Jelaskan hubungan antara mata kuliah konstitusi dan peradilan tata Negara dengan mata kuliah HTN? 3. Apa yang menjadi objek studi mata kuliah Konstitusi dan peradilan tata Negara? 2. 1993. 28) Taufiqurrohman Syahuri. Bagaimana cara merubah konstitusi. Hukum Konstitusi: Proses dan Prosedur Perubahan UUD di Indonesia 1945-2002. 2. Pergulatan Politik dan Hukum di Indonesia. 1999. 27) Sudikno Mertokusumo dan A. 29) Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia Tahun 1945 30) Undang-Undang Dasar Sementara 1950 2. Citra Aditya Bakti. Uraikan makna konstitusi dalam aneka lapisan? 7. Bogor.

Fungsi Hukum Acara Peradilan Tata Negara. N. 7. 2. Sumber Hukum Acara MA dan MK. 9. Kedudukan Mahkamah Agung 3. 9. 10.SATUAN ACARA PEMBELAJARAN Mata kuliah SKS Program studi/semester Pertemuan ke Alokasi waktu Pengampu : : : : : : Konstitusi dan Peradilan Tata Negara 2 (2-0) Ilmu hukum/ganjil 4-5 2 x 100 menit J. 10. 4. Indikator : Warga pembelajaran dapat menjelaskan : 1. 3. 8. Kompetensi Dasar : warga pembelajaran dapat mempraktekkan dapat menjelaskan kosep dasar hukum acara Mahkamah Konstitusi dan Mahkamah Agung L. Peristilahan Hukum Acara MK. 5. 7. Kewenangan Mahkamah Konstitusi. Sistem Kekuasaan kehakiman di Indonesia. Kedudukan Mahkamah Konstitusi. Materi: Kekuasaan kehakiman dan konsep dasar MA dan MK O. 11. Kewenangan MA dan Mahkamah Konstitusi. Sifat Hukum Acara MA dan MK. Perbedaan Hukum Acara MA dan MK dengan Hukum Acara lainnya. Sistem Kekuasaan kehakiman di Indonesia. Standar Kompetensi : warga pembelajaran diharapkan dapat menjelaskan serta mempraktikkan konstitusi dan peradilan tata negara. K. Kewenangan Mahkamah Agung 5. Kedudukan MA dan Mahkamah Konstitusi. Sumber Hukum Acara Peradilan Tata Negara. 2. Pengertian Hukum Acara MK. Tujuan Pembelajaran: Warga pembelajaran dapat menjelaskan tentang: 1. Pengertian Hukum Acara MA dan MK. 4. Sifat Hukum Acara Peradilan Tata Negara. 12. M. Perbedaan Hukum Acara MA dan MK dengan Hukum Acara lainnya. Asas Hukum Acara Peradilan Tata Negara. Asas Hukum Acara MA dan MK. Fungsi Hukum Acara MA dan MK. 6. 6. 8. Peristilahan Hukum Acara MA dan MK. Metode Pembelajaran 6 .

Ceramah 2. e. 5) Dosen memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengajukan pertanyaan terkait dengan materi yang disampaikan di atas 6) Dosen menjawab pertanyaan yang diajukan oleh mahasiswa sesuai dengan materi yang disampaikan 7 . d) Sumber Hukum Acara MA dan MK. Tanya jawab P. c) Asas Hukum Acara MA dan MK. e) Perbedaan Hukum Acara MA dan MK dengan Hukum Acara lainnya. Kegiatan inti : 60 menit 4) Dosen menjelaskan tentang: a) Sifat Hukum Acara MA dan MK. Kompetensi Dasar dan Indikator dan tujuan pembelajaran 4) Dosen bersama mahasiswa mengulas materi secara singkat tentang kekuasaan kehakiman. Pertemuan Pertama : 100 menit d. i) Peristilahan dan Pengertian Hukum Acara MK 5) Dosen memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengajukan pertanyaan terkait dengan materi yang disampaikan. 5) Dosen menjelaskan tentang kompetensi dasar. g) Kedudukan dan Kewenangan MK. Pendahuluan (apersepsi) : 15 menit 4) Dosen Mengulas kembali materi pertemuan pertama yang telah disampaikan. e. 4) Dosen memberikan tindak lanjut dengan menugaskan mahasiswa untuk membuat review kuliah. Pertemuan Kedua: 100 Menit d.1. dan MK. b) Fungsi Hukum Acara MA dan MK. h) Peristilahan dan Pengertian Hukum Acara MA. 6. Kegiatan inti : 60 menit 4) Dosen menjelaskan tentang: e) Sistem Kekuasaan kehakiman di Indonesia. f) Kedudukan dan Kewenangan MA. Konsep Dasar serta Hukum Acara MA. 6) Dosen menjawab pertanyaan yang diajukan oleh mahasiswa sesuai dengan materi yang disampaikan f. Kegiatan Penutup : 25 menit 3) Dosen menyimpulkan tentang materi yang telah diberikan. Langkah-langkah Pembelajaran : 5. indikator dan tujuan yang akan dicapai pada pertemuan kedua ini. Pendahuluan (apersepsi) : 15 menit 3) Dosen menjelaskan Standart Kompetensi.

2003. Pembagian Kekuasaan Negara. Upaya Penanggulangan Tunggakan Perkara dan Pemberdayaan Fungsi Pengawasan Mahkamah Agung. 3) Abdul Muktie Fadjar. Sumber : d. Mukti Arto. FH UII Press. Jakarta. Jakarta. Jakarta. Jakarta. 2007. 2001. 2006. 2005. Hukum Acara Mahkamah Konstitusi. Yogyakarta. Redefenisi Peran dan Fungsi Mahkamah Agung Untuk Membangun Indonesia Baru. Yogyakarta. 8) _________. Konsepsi Ideal MA . Pustaka Pelajar. 1985. Dosen. 6) Ismail Sunny. Jakarta. Tes Tertulis 5. Sekretariat Jenderal dan Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi. Media c. e. Konstitusi Press. 1999. Hukum Acara Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. Gama Media. Model-model Pengujian Konstitusional di Berbagai Negara. 10) _________. 5) Dosen memberikan tindak lanjut dengan menugaskan mahasiswa untuk mengerjakan soal dan membuat review kuliah. MD. Sumber Belajar dan Media: 3. 2006. Proses dan Teknik Pembentukannya. Yogyakarta. 13) Maria Farida Indrati. Setjen dan Kepaniteraan MKRI 4) Bagir Manan. 15) Moh. Pergulatan Politik dan Hukum di Indonesia. KonPress. 5) Henry Pandapotan Panggabean. Aksara Baru. Jakarta. Konstitusi Press. Mahfud. 2005. Jakarta. 6) Q. 2005. Yogyakarta. FH UI Press. KonPress. Yogyakarta. 2002. 2) A. Kegiatan Penutup : 25 menit 4) Dosen menyimpulkan tentang materi yang telah diberikan. 12) _________. Gambar d. Hukum Tata Negara dan Pilar-Pilar Demokrasi. Kanisius.f. Teknik Penyusunan Peraturan Perundangundangan. Hukum Acara Pengujian Undang-undang. 11) _________. Penilaian : 4. 14) _________________. Ilmu Perundang-undangan. Jakarta. Sengketa Kewenangan Antar Lembaga Negara. Konstitusi Press. Kemerdekaan berserikat pembubaran Partai Politik dan Mahkamah Konstitusi. 1998. Buku Referensi 1) Maruarar Siahaan. Lingkungan Sekitar f. 2006. Teori dan Politik Konstitusi. 9) _________. 2007. Kanisius. Jakarta. Slide R. Format Kelembagaan Negara dan Pergeseran Kekuasaan Dalam UUD 1945. Tes Lisan 8 . Fungsi Mahkamah Agung Dalam Praktik Sehari-hari. 7) Jimly Asshiddiqie. 2004. Yogyakarta 4. Sinar Harapan.

Skala sikap 9 .6.

apa yang diamaksud Hukum Acara MK? 7. Bagaimana Kedudukan Mahkamah Agung dan Mahkamah Konstitusi dalam sistem kekuasaan kehakiman Indonesia? 3. sebutkan beberapa istilah Hukum Acara MK? 6. jelaskan sumber-sumber Hukum Acara MA dan MK? 11. Bagaimaan sifat Hukum Acara MA dan MK? 8. Jelaskan kewajiban Mahkamah Konstitusi dan bagaimana pelaksanaannya? 5. Sebut dan jelaskan beberapa Asas Hukum Acara MA dan MK? 10. Jelaskan Sistem Kekuasaan kehakiman di Indonesia! 2. Uraikan Kewenangan Mahkamah Agung dan Mahkamah Konstitusi! 4. Apa fungsi Hukum Acara MA dan MK? 9.S O A L: 1. Uraikan Perbedaan Hukum Acara MA dan MK dengan Hukum Acara lainnya! 10 .

Indikator : Warga pembelajaran dapat menjelaskan dan mempraktekkan : 1. Legal standing Pemohon: a. 5. Posisi Pembentuk Undang-Undang (DPR. 7. Pengujian Formil dan Pengujian Materiil. Pembentukan peraturan perundang-undangan. Ad Informandum (informasi tambahan). b. 2. Model Pengujian peraturan perundang-undangan. MH A. 5. 7. dan Modifikasi. dan Pemerintah) dalam Persidangan 4. Kualifikasi Pemohon. Standar Kompetensi : warga pembelajaran diharapkan dapat menjelaskan serta mempraktikkan konstitusi dan peradilan tata negara. Ultra petita E. Tujuan Pembelajaran: Warga pembelajaran dapat menjelaskan dan mengaplikasikan tentang: 1. Nebis in idem . C. F.SATUAN ACARA PEMBELAJARAN Mata Kuliah SKS Program Studi/Semester Pertemuan ke Alokasi Waktu Pengampu : Konstitusi dan Peradilan Tata Negara : 2 (2-0) : Ilmu Hukum/Ganjil : 6-7 : 2 x 100 menit : Muhtadi. Jenis Putusan: Konstitusional. Proses Persidangan dan Pembuktian. Pengujian Formil dan Pengujian Materiil. Tanya jawab 11 . Inkonstitusional. SH. Legal standing Pemohon: a. Metode 1. 3. Kompetensi Dasar : warga pembelajaran dapat menjelaskan dan mempraktekkan prosedur pengujian undang-undang terhadap Undang-Undang Dasar di Mahkamah Konstitusi dan peraturan perundang-undangan di bawah undang-undang terhadap undang-undang di Mahkamah Agung. Ultra petita D. Jenis Putusan : Konstitusional. Nebis in idem . dan Pemerintah) dalam Persidangan 4. dan Modifikasi. 6. Inkonstitusional. Ad Informandum (informasi tambahan). 2. Kualifikasi Pemohon. 2. Proses Persidangan dan Pembuktian. Materi: 1.. 3. 6. B. Kerugian Hak dan/atau Kewenangan Konstitusional. Kerugian Hak dan/atau Kewenangan Konstitusional. Posisi Pembentuk Undang-Undang (DPR. b. Ceramah 2.

3) Posisi Pembentuk Undang-Undang (DPR. 2) Dosen menjelaskan tentang kompetensi dasar. 2) Dosen memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk -mengajukan pertanyaan terkait dengan materi. 3) Dosen menjawab pertanyaan yang diajukan oleh mahasiswa sesuai dengan materi yang disampaikan. Kegiatan inti : 60 menit Dosen menjelaskan tentang: 1) Pengujian Formil dan Pengujian Materiil. 2.G. Langkah-langkah Pembelajaran : 7. indikator dan tujuan yang akan dicapai pada pertemuan kedua ini. 8. c) Kegiatan Penutup : 25 menit 1) Dosen menyimpulkan tentang materi yang telah diberikan. 6) Nebis in idem. Peraturan Daerah. Peraturan Presiden. c. Pendahuluan (apersepsi) : 15 menit 1) Dosen menjelaskan Standart Kompetensi. Pertemuan Pertama : 100 menit a). Peraturan Pemerintah (PP). b. 1. b. Kualifikasi Pemohon. 7) Jenis Putusan: Konstitusional. Kerugian Hak dan/atau kewenangan Konstitusional. Peraturan Desa. Pendahuluan (apersepsi) : 15 menit 1) Dosen Mengulas kembali materi pertemuan pertama yang telah disampaikan. 12 . Peraturan Daerah Provinsi. Ultra petita. b. dan Modifikasi. 2) Dosen bersama mahasiswa mengulas materi secara singkat tentang prosedur Pembentukan Peraturan perundangundangan. 2) Legal standing Pemohon: a. Undang-undang/Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perpu). Inkonstitusional. b). Pertemuan Kedua: 100 Menit a. Kabupaten/Kota. 2) Dosen memberikan tindak lanjut dengan menugaskan mahasiswa untuk membuat review kuliah. d. dan Pemerintah) dalam Persidangan. 5) Proses Persidangan dan Pembuktian. 4) Ad Informandum(informasi tambahan). Kegiatan inti : 60 menit Dosen menjelaskan tentang: 1) Prosedur pembentukan : a. Kompetensi Dasar dan Indikator dan tujuan pembelajaran.

Jakarta. 2007. 2006. Hukum Tata Negara dan Pilar-Pilar Demokrasi. 4) Jimly Asshiddiqie. FH UII Press. KonPress. Jakarta. Model-model Pengujian Konstitusional di Berbagai Negara.8) Pelaksanaan Putusan. 9) Dosen memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengajukan pertanyaan terkait dengan materi. Penerbit Universitas Lampung: Bandar Lampung. Konpress. XX/MPRS/1966 17) TAP MPR No. 16) TAP MPRS No. 2010. 1999. 2005. 2007. Mahfud. Teori dan Politik Konstitusi. 2006. 2007. FH UI Press. Fungsi. b. Setjen dan Kepaniteraan MKRI 3) Bagir Manan. Kanisius: Yogyakarta. Format Kelembagaan Negara dan Pergeseran Kekuasaan Dalam UUD 1945. 14) Moh. 13) Armen Yasir. Jakarta. Hukum Acara Pengujian Undang-undang. Perihal Undang-undang. KonPress. Asas-asas Pembentukan Peraturan Perundang-undangan yang baik. Sumber Belajar dan Media: 1. 12) Maria Farida Indrati S. Hukum Perundang-Undangan. Ilmu Perundang-Undangan I: Jenis. Jakarta. 2008. Lingkungan Sekitar c. 2005. Jakarta. MD. 2) Dosen memberikan tindak lanjut dengan menugaskan mahasiswa untuk mengerjakan soal dan membuat review kuliah. Jakarta. 2) Abdul Muktie Fadjar. 8) _________. H. Kegiatan Penutup : 25 menit 1) Dosen menyimpulkan tentang materi yang telah diberikan. Sekretariat Jenderal dan Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi. Yogyakarta. Yogyakarta 15) Yuliandri. dan Materi Muatan. Hukum Acara Mahkamah Konstitusi. 10) Dosen menjawab pertanyaan yang diajukan oleh mahasiswa sesuai dengan materi yang disampaikan c. Sengketa Kewenangan Antar Lembaga Negara. III/MPR/2000 13 . 10) _________. Dosen. 9) _________. Sumber : a. Pergulatan Politik dan Hukum di Indonesia. 5) __________. Konstitusi Press. Buku Referensi 1) Maruarar Siahaan. Kemerdekaan berserikat pembubaran Partai Politik dan Mahkamah Konstitusi. 6) _________. Konstitusi Press. Konstitusi Press. 7) _________. Jakarta. Gama Media. Hukum Konstitusi dan Mahkamah Konstitusi. 2004. 2005. 2003. Jakarta. 2007. Yogyakarta. 11) Maria Farida Indrati S. RajaGrafindo Persada. Ilmu Perundang-Undangan II: Proses dan Teknik Pembentukannya. Kanisius: Yogyakarta. Jakarta. 2006.

bagaimaan kedudukan Pembentuk Undang-Undang (DPR. Skala sikap SOAL 1. adakah lembaga yang berwenang melakukan pengujian terhadap peraturan perundang-undangan di Indonesia? 4. Uraikan secara singkat prosedur pembentukan undangundang dan peraturan perundang-undangan di bawah undang-undang sebagaimana dimaksud dalam UU No. dan Pemerintah) dalam Persidangan? 7. Media a. Coba saudara uraikan secara singkat Proses Persidangan dan Pembuktian pengujian peraturan perundangundangan di MK dan MA! 9. sebut dan uraikan jenis-jenis putusan dalam pengujian peraturan perundang-undangan? 11. Tes Lisan 3.18) UUD Tahun 1945 19) Undang-undang Nomor 10 Tahun 2004 2. sebutkan syarat atau kualifikasi hak atau kewenangan konstitusional yang menjadi dasar bagi kedudukan pemohon 6. Apa yang dimaksud dengan pengujian peraturan perundang-undangan? 3. bagaimaan pelaksanaan putusan Mahkamah dalam Pengujian Peraturan perundang-undangan? 14 . Siapakah yang berhak mengajukan permohonan dalam pengujian peraturan perundang-undangan ? 5. apa yang dimaksud dengan Ad Informandum (informasi tambahan)? 8. Gambar b. Slide I. Penilaian : 1. apa yang dimaksud Nebis in idem dalam pengujian peraturan perundang-undangan? 10. 10 Tahun 2004? 2. Tes Tertulis 2.