Anda di halaman 1dari 3

Diabetic foot

Etiologi Kaki diabetes merupakan salah satu komplikasi kronis DM. Pada pasien DM dapat terjadi berbagai kompikasi pada semua tingkat sel dan anatomik. Pada pembuluh darah perifer dapat terjadi pada tungkai bawah. Komplikasi DM dapat berupa kerentanan berlebih terhadap infeksi seperti infeksi saluran kemih, TB paru, dan infeksi kaki yang kemudian menjadi ulkus/gangren diabetes.

Epidemiologi Kaki diabetes merupakan salah satu komplikasi kronik DM yang paling ditakuti. Sampai saat ini, kaki diabetes merupakan masalah yang masih sukar dikelola dengan maksimal. Di negara maju, kaki diabetes masih menjadi masalah kesehatan yag besar. Tetapi dengan cara pengelolaan kaki diabetes yang lebih dini, keadaan pasien akan lebih baik. Angka kematian dan angka amputasi dapat ditekan menurun samapi 49-85% dari sebelumnya.

Patofisiologi Terjadinya masalah kaki diawali dengan hiperglikemia pada penyandang DM yang menyebabkan kelainan neuropati dan kelainan pembuluh darah. Neuropati baik sensorik, motorik, maupun autonomik akan mengakibatkan berbagai perubahan pada kulit dan otot, yang kemudian menyebabkan terjadinya perubahan distribusi tekanan telapak kaki dan kemudian menyebabkan mudah terjadinya ulkus. Adanya kerentanan terhadap infeksi menyebabkan infeksi mudah menyebar menjadi infeksi yang luas. Faktor aliran darah yang kurang juga akan jauh menambah rumitnya pengelolaan kaki diabetes.

Manifestasi klinis Gambaran atau klasifikasi kaki diabetik Wagner dibagi menjadi enam dan juga digunaka untuk panduan pengelolaan pada kaki diabetik. Klasifikasi Wagner 0. Kulit intak/utuh 1. Tukak superfisial 2. Tukak dalam (sampai tendo dan tulang 3. Tukak dalam sampai infeksi 4. Tukak dengan gangren (1-2 jari kaki) 5. Tukak dengan gangren luas seluruh kaki

Karena itu untuk lini pertama biasanya diberikan antibiotik dengan spektrum luas misalnya golongan sefalosporin yang dikombinasikan dengan obat untuk kuman golongan anaerob seperti metronidazol. Dengan berbagai teknik bedah tersebut. . dilakukan operasi bedah pintas terbuka. vaskularisasi daerah distal akan diperbaiki sehingga hasil pengelolaan ulkus diharapkan dapat membaik. Untuk menjaga suasana kondusif pada luka. a. Banyak sekali jenis pembalut yang dapat digunakan saat ini. aerob dan anaerob. pada keadaan akut bisa dilakuka tromboaterektomi. partial calcanectomi dll. Berbagai terapi topikal dapat diberikan untuk mengurangi mikroba pada luka. Antibiotik yang dianjurkan harus selalu disesuaikan dengan biakan kuman dan resistensinya. pembalut seperti dressing hidrokoloid dapat digunakan selama beberapa hari. Berbagai terapi surgical dapat digunakan untuk mengurangi tekanan pada luka. apalagi jika luka terdapat pada bagian plantar. Untuk oklusi pendek dapat dilakuka prosedur endovaskuler. Evaluasi luka harus dilakukan dengan sanagt cermat. b. dapat digunakan kasa yang dibasahi dengan salin. Selain itu tindakan debridemen yang adekuat meruoakan syarat mutlak yang harus dikerjakan karena akan sangat membantu mengurangi jaringan nekrotik sehingga akan mengurangi produksi pus dan gangren serta jaringan nekrotik. Yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan revaskularisasi yang sebelumnya diperlukan pemeriksaan arteriografi untuk mendapat gambaran pembuluh darah yang lebih jelas sebagai panduan untuk perencanaan tindakan bedah yang akan dilakukan. seperti cairan salin sebagai pembersih luka. 2) prosedur koreksi bedah seperti hammer toe. Wound control Perawatan luka sejak pertama kali pasien datang merupakan hal yang harus dikerjakan dengan baik dan teliti. Dan cara ini sampai saat ini banyak dipakai untuk perawatan kaki diabetes. 1) dekompresi ulkus/abses dengan melakukan insisi. namun pembalut yang dianjurkan untuk digunakan adalah pembalut yang memiliki zat penyerap. Dengan perbaika faktor vaskular. d. c. Jika luka sudah membaik dan tidak ada infeksi. Untuk oklusi yang panjang. Terapi hiperbarik dilaporkan juga dapat memperbaiki vaskularisasi dan oksigenasi jaringan pada kaki diabetes. Pressure control Jika kaki tetap dipakai untuk berjalan berarti untuk menopang berat tubuh maka luka tidak ada kesempatan untuk menyembuh karena ada tekanan. Penyuluhan baik pada pasien gangren diabetik maupun keluarganya diharapkan dapat membantu mendukung kesembuhan luka yang optimal. Microbiological control Pada umumnya pasien biasanya datang dengan multipel infection. Education control Edukasi sangat penting untuk pengelolaan kaki diabetes.Penatalaksanaan Sampai saat ini belum ada bukti cukup kuat yang mengindikasikan penggunaan obat secara rutin yang dapat memperbaiki perbaikan pembuluh darah pada kaki peyandang DM. atau iodine encer. kesembuhan luka tinggal bergantung pada faktor lainnya.

b. oksigenasi jaringan). Ulkus baru yang terjadi berikutnya memberikan gambaran prognosis yang jauh lebih buruk daripada ulkus pertama. sedangkan sekunder adalah pengelolaa pada ulkus dan gangren yang sudah terjadi) a. Pemakaian alas kaki yang baik cukup mambantu pencegahan. hipertensi. dislipidemia. Keterlibatan ahli rehabilitasi medis mencegah berlajutnya sampai ke amputasi dan mencegah terjadinya ulkus baru. Untuk kasus dengan permasalahn vaskular.Pencegahan Pengelolaan kaki diabetes dibagi menjadi 2 kelompok besar. perlu perhatian lebih kusus terhadap alas kaki yang digunakan untuk meratakan penyebaran tekanan pada kaki. Anjuran ini berlaku bagi semua pihak terkait pengelola pasien DM. penyuluhan ini harus selalu diberikan pada setiap kesempatan pertemuan dengan penyandang DM. Pencegahan dapat dilakukan dengan penggunaan alas kaki yang baik sebagai bentuk pencegahan terjadinya ulkus karena ini merupakan faktor mekanik yang dapat dicegah. hiperglikemi. Pencegahan primer Penyuluhan mengenai terjadinya kaki diabetes dangat penting .Perbaiki faktor risiko terkait aterosklerosis. kontrol vaskuler (mencegah perburukan luka) c.Stop merokok . Prognosis Rehabilitasi merupakan program yang sangat penting untuk pengelolaan kaki diabetik. Untuk ulkus complicated diperlukan tindakan lebih sebagai usaha penyelamatan kaki diabetik sebelum masuk pada pencegahan sekunder. albumin serum. Jika sudah terdapat deformitas. Yang harus diperhatika adalah kontrol metabolik (konsentrasi glukosa darah . yaitu pencegahan primer dan sekunder. Modifikasi faktor risiko . Hn. . latiha kaki perlu diperhatikan untuk memperbaiki vaskularisasi. Primer sebelum terjadinya perlukaan pada kulit. Pencegahan sekunder Pada pegelolaan holistik pada ulkus/gangren diabetes diperlukan kerjasama multidisiplin.