Anda di halaman 1dari 18

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Jumlah penduduk di muka bumi ini kian hari akan semakin bertambah, hal ini akan berbanding lurus dengan kebutuhan masyarakat itu sendiri dalam hal untuk memenuhi kebutuhannya untuk hidup. Tanah merupakan salah satu bagian penting yang dibutuhkan manusia untuk hidup. Yang akan digunakan sebagai tempat tinggal ataupun sebagai tempat untuk melakukan suatu aktivitas yang dapat menghasilkan pendapatan bagi masyarakat itu sendiri, seperti contoh membangun di atas tanah yang dimiliki untuk suatu usaha dalam hal pemenuhan kebutuhan hidupnya. Tanah yang kita butuhkan disini merupakan lahan yang saat ini sudah banyak yang beralih fungsi sesuai dengan perkembang jaman, padahal dalam alih fungsi ini banyak hal yang harus dipertimbangkan, terutama dalam hal ini adalah kemampuan lahannya. Tidak semua perubahan fungsi atau alih fungsi dapat berjalan dengan baik karena banyak faktor yang harus diperhatikan terutama dalam hal kemampuan lahannya. Kemampuan lahan disini harus disesuaikan dengan penyesuai lahan itu sendiri, karena jika tidak memperhatikan kemampuan lahan dalam melakukan pengolahannya maka akan menimbulkan atau mengakibatkan kerusakan lingkungan yang nantinya akan berdampak yang lebih besar lagi

B. Rumusan masalah Dilihat dari latar belakang di atas, maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut: 1. Apakah pengertian dari kemampuan lahan dan klasikfikasi

kemampuan lahan?

Sistem Klasifikasi Kemampuan Lahan

1

Mengetahui arti dari kemampuan lahan dan klasifikasi kemampuan lahan 2. Bagaimana klasifikasi lahan menurut kelas kemampuan lahan dan sub kelas kemampuan lahan C. Mengetahui hal-hal yang harus diperhatikan dalam menyusun kelas kemampuan lahan. Apakah yang harus diperhatikan dalam menyusun kelas kemampuan lahan? 3. 3. Mengetahui klasifikasi kelas kemampuan lahan dan sub kelas kemapuan lahan Sistem Klasifikasi Kemampuan Lahan 2 . Tujan Penulisan Dilihat dari rumusan masalah di atas maka tujuan penulisan adalah sebagai berikut: 1.2.

tekstur tanah. kebun. air dan vegetasi serta benda yang diatasnya sepanjang ada pengaruhnya terhadap penggunaan lahan. Pertanian.BAB II PEMBAHASAN A. sedangkan bukan pertanian. Lahan yang mempunyai kemampuan yang baik memiliki sifat fisik dan kimia yang sesuai dengan kebutuhan tanaman sehingga akan mampu mendukung pertumbuhan dan produksi tanaman secara optimal dan berkesinambungan. tanah. dan sebagainya. rekreasi. Pengertian Kemampuam Lahan dan Klasifikasi Kemampuan Lahan Lahan mengandung makna lebih luas dari tanah. Tipe penggunaan lahan yaitu Pertaniandan bukan pertanian.pertambangan dan sebaginya. klasifikasi ini akan menetapkan jenis penggunaan yang sesuai dan jenis perlakuan yang diperlukan untuk dapat digunakan bagi produksi tanaman secara lestari. Kata tanah atau lahan dapat dipergunakan dalam makna setara Land. drainase tanah. Lahan adalahLingkungan fisik yang terdiri atas iklim. Sifat-sifat lahan adalah atribut atau keadaan unsur-unsur lahan yang dapat diukur/diperhatikan struktur. sawah. hutan produksi. alang-alang. distribusi hujan. Dengan kata lain. jumlah curah hujan. Klasifikasi kemampuan lahan adalah pengelompokkan lahan kedalam satuan. kedalaman tanah. industri. cagar alam. Klasifikasi kemampuan lahan ditujukan Sistem Klasifikasi Kemampuan Lahan 3 .satuan khusus menurut kemampuannya untuk penggunaan intensif untuk perlakuan yang diperlukan untuk dapat digunakan secara terusmenerus.satuan. Kemampuan lahan adalah kemampuan suatu lahan yang digunakan untuk usaha pertanian yang paling intensif termasuk penentuan tindakan pengelolaannya. hutan lindung. contohnya adalah kota atau desa. jenis vegetasi dan sebagainya. temperatur. relief. tanpa menyebabkan lahan tersebut menjadi rusak dalam jangka waktu yang terbatas. padang rumput. contohnya adalah tegalan.

Sub kelas.kepada pencegahan erosi. didasarkan atas jenis faktor pembatas tersebut dan satuan kemampuanmerupakan paket usaha dan perlakuan yang diperlukan atau disarankan 3. pengawetan tanah. pertama kali dibuat secaraeksplisit oleh USDA (the United States Department of Agriculture). Beberapa Hal Yang Diperhatikan Dalam Menyusun Kelas Kemampuan Lahan Kegiatan klasifikasi kemampuan dan kesesuaian lahan dapat dilakukan dengan mudah secara manual dengan mencocokkan sifat-sifat fisik lahan yang ada di lapangan dan hasil analisis laboratotium dengan kriteria Sistem Klasifikasi Kemampuan Lahan 4 . penggolongan ke dalam kelas didasarkan atas intensitas faktor pembatas yang permanen atau sulit dirubah. yaitu 1. Dalam Sistem ini mengenal tiga kategori. Klasifikasi kemampuan lahan untuk keperluan penggunaan lahan. 2. Kelas. Satuan kemampuan Sedangkan hierarki klasifikasi kempuan lahan menurut stlling dapat dilihat dalam gambar berikut : B. mempertahankan dan memperbaiki kesuburan tanah. Dalam klasifikasi kemampuan lahan menggunakan sitem USDA.

Tingkat pengelolaan yang tinggi. contoh : jarak ke pasar. pengelolaan dan produktivitas lahan adalah dasar dalam pengelompokan kelas kemampuan. Kelas kemampuan lahan berubah jika reklamasi besar dilakukan secara permanen. Hal-hal yang tidak termasuk kriteria klasifikasi. Suatu nisbah keluar terhadap masukan yang layak adalah sesuai untuk digunakan bagi usaha penanaman tanaman semusim/rumput/hutan. ukuran dan bentuk areal. 7. 10. sumberdaya penggarap lahan. 8. Adapun beberapa asumsi atau pertimbangan dalam menyusun klasifikasi kemampuan lahan yaitu : 1. Tanah yang telah diperbaiki diklasifikasi menurut hambatandan ancaman kerusakan 9. Resiko kerusakan jika salah kelola keperluan pengelolaan tanah dan resiko kegagalan tanaman. letak di lapangan. 2. 3. 5. Klasifikasi kemampuan lahan. Tanah-tanah di dalam suatu kelas kemampuan adalah sama. 6. Kelas kemampuan didasarkan atas derajat atau intensitas dan jumlah faktor pembatas atau penghambat atau ancaman kerusakan yang mempengaruhi jenis penggunaan lahan. Sistem Klasifikasi Kemampuan Lahan 5 . Intensitas hambatan Adanya air lebih di permukaan / di dalam tanah Klasifikasi lahan disesuaikan dengan pembatas atau ancaman atau keduanya setelah perbaikan dilakukan. 4. Pengelompokan kemampuan dapat berubah jika didapatkan informasi baru tentang perilaku dan keragaan lahan.kemampuan lahan maupun kesesuaian lahan untuk jenis tanaman tertentu. Namun demikian bila kegiatan ini meliputi skala yang luas dan tersebar maka di perlukan sistem yang dapat mempermudah kegiatan analisa klasifikasi. hidrologi dan iklim dalam hubunganya dengan pengunaan lahan. Tanah dan komponen lahan lainya seperti bentuk lahan. 11.

bahaya banjir ) Hal tersebut dapat diuraikan sebagai berikut : 1. Permeabilitas 6. dipanen dengan tangan. Lahan tanaman semusim seperti rumput.padang penggembalaan. Tekstur Tanah 2. Faktor pembatas untuk kategori kelas kemampuan lahan merupakan faktor penghambat yang bersifat tetap dan sulit dirubah yaitu : 1. hutan. Lereng. Data hasil penelitian dipergunakan untuk menempatkan lahan dalam satuan kemampuan. Tekstur tanah (t) Penting dalam mempengaruhi kapasitas tanah untuk menahan air dan permeabilitas tanah serta berbagai sifat fisik dan kimia tanah lainnya. suaka alam. 14. sub kelas dan kelas. 13. Lahan dengan hambatan fisiktanaman hanya ditanam. dipelihara. Drainase 4. batuan di permukaan tanah. Faktor-faktor khusus ( bahan kasar di lapisan tanah atas. Sistem Klasifikasi Kemampuan Lahan 6 . shg tidak bisa masuk kelas I-IV.12. Kedalaman efektif 5. Iklim 7. Erosi 3.

Suatu kedalaman tanah yang cukup harus dipelihara agar produktivitas tanaman sedang-tinggi. t4 = tekstur kasar : tekstur pasir berlempung dan pasir 2. lempung berdebu dan liat. ancaman erosi.Klasifikasi tekstur tanah Klasifikasi kemampuan lahan tekstur lapisan atas dan lapisan bawah: t1 = tekstur halus : tekstur liat berpasir. d. Cara pengelolaan tanah disebabkan karena alasan: a. Kehilangan lapisan tanah oleh erosi mengurangi hasil tanaman. berpasir. berpasir. Lereng. c. lempung t3 = tekstur agak kasar : tekstur lampung berpasir halus dan lempung berpasir sangat halus. Kehilangan lapisan permukaan tanah. liat t2 = tekstur agak halus : tekstur lempung liat berliat dan lempung liat berdebu. dan erosi yang telah terjadi Kerusakan oleh erosi berpengaruh thd penggunaan tanah. b. Kehilangan unsur hara oleh tanaman. Sistem Klasifikasi Kemampuan Lahan 7 .

Kecuraman lereng dikelompokkan sbb: A = 0 – 3% (datar) B = >3 sampai 8% (landai atau bermabak) C = >8 sampai 15% (agak miring atau bergelombang) D = >15 sampai 30% (miring atau berbukit) E = >30 sampai 45% (agak curam atau bergunung) F = >45 sampai 65% (curam) G = >65% (sangat curam) Kepekaan erosi tanah (K) dikelompokkan sebagai berikut: KE1 = 0.64 (sangat tinggi) Kerusakan erosi yang telah terjadi dikelompokkan sebagai berikut: e0 = tidak ada erosi e1 = ringan. Kehilangan tanah oleh erosi f. Bawah hilang e4 = berat.32 (sedang) KE4 = 0.e. >25% lap. Bangunan-bangunan pengendali tanah dapat rusak oleh sedimen yang berasal dari erosi.55 (tinggi) KE6 = 0.11 – 0.10 (sangat rendah) KE2 = 0.43 (agak tinggi) KE5 = 0. maka akan lebih sulit pemulihan tanah untuk menjadi produktif kembali.33 – 0. g. 25-75% lapisan atas hilang e3 = agak berat.bawah hilang e5 = sangat berat : erosi parit Sistem Klasifikasi Kemampuan Lahan 8 .20 (rendah) KE3 = 0.44 – 0. Jika terbentuk parit/erosi gully. <25% lapisan atas hilang e2 = sedang.atas sampai <25% lap.56 – 0.00 – 0. >75% lap.21 – 0.

d5 = sangat buruk Seluruh lapisan sampai permukaan tanah berwarna kelabu yang terdapat bercak. d4 = buruk Bagian bawah lapisan atas terdapat bercak. Klasifikasi kedalaman tanah yang efektif: ko = >90 cm (dalam) k1 = 90 – 50 cm (sedang) k2 = 50 – 25 cm (dangkal) k3 = <25 cm (sangat dangkal) Sistem Klasifikasi Kemampuan Lahan 9 .3. terdapat air yang mennggenang di permukaan tanah dalam waktu yang lama. profil tanah berwarna terang. Air segera keluar dari tanah. tidak terdapat bercak. tidak terdapat bercak d2 = agak baik Tanah mempunyai peredaran udara baik di daerah perakaran. tidak terdapat bercak. sehingga tanaman akan mengalami kekurangan air d1 = baik Tanah mempunyai peredaran udara baik. Pada lapisan bawah terdapat bercak. Drainase Drainase tanah diklasifikasikan sebagai berikut : d0 = berlebihan . seragam. 4. Kedalaman Efektif Kedalaman tanah efektif adalah kedalaman tanah yang baik bagi pertumbuhan akar tanaman. d3 = agak buruk Lapisan tanah atas mempunyai peredaran udara baik.

5 cm/jam : 0.5.5 – 2 cm/jam : 2 – 6. Sehingga besarnya temperatur di suatu tempat dapat diduga dengan persamaan berikut: T = 26.25 – 12. Iklim Dua komponen yang paling berpengaruh: temperatur dan hujan. Penyediaan air alami (curah hujan) mempengaruhi kemamupan tanah. Udara bebas bergerak turun temperaturnya dengan 1oC setiap 100 m naik di atas permukaan laut.3 oC : temperature rata2 pada permukaan laut. Sehingga pengaruh interaksi antara iklim-tanah harus diperhitungkan. Namun di Jawa sebesar 0. Permeabilitas Dikelompokkan sebagai berikut: P1 = lambat P2 = agak lambat P3 = sedang P4 = agak cepat P5 = cepat : 0. 26. bahaya banjir dan salinitas. Faktor-faktor khusus Faktor-faktor penghambat lain yang mungkin terdapat adalah batu-batuan dan kerikil.61 oC.25 cm/jam : 6.3oC – 0. 7.5 cm/jam 6. h:ketinggian (hm). Contoh klasifikasi kerikil di dalam lapisan 20 cm permukaan tanah dikelompokkan sbb: b0 = Tidak ada atau sedikit : 0 – 15% volume tanah b1 = sedang 15 – 50 % volume tanah b2 = banyak 50 – 90 % volume tanah b3 = sangat banyak >90% volume tanah Sistem Klasifikasi Kemampuan Lahan 10 .61 h Dimana T : temperture(oC).5 cm/jam : >12.

35% garam larut.65% garam larut. tidak pernah tertutup banjir Klasifikasi Salinitas Salinitas tanah dinyatakan dalam kandungan garam terlarut atau hambatan listrik ekstrak tanah sbb: g0 = bebas = 0 – 0. Klasifikasi Kemampuan Lahan 1. lebih dari 15 (EC x 103) mmhos/cm pada suhu 250C. 103) mmhos/cm C. Kelas Kemampuan Lahan Pengelompokan di dalam kelas didasarkan atas intensitas faktor penghambat. 8 – 15 (EC x 103) mmhos/cm pada suhu 250C. Sistem Klasifikasi Kemampuan Lahan 11 .35 – 0.Klasifikasi ancaman banjir/genangan (O) O0 = tidak pernah : dalam 1 th tanah tidak untuk waktu >24 jam O1 = kadang-kadang : banjir menutupi tanah teratur dalam periode <1 bln O2 = Selama 1 bln dalam 1 th teratur tertutupi >24 jam O3 = Selama 2-5 bulan dalam 1 th dilanda O4 = Selama waktu > 6 bln tanah dilanda >24 jam banjir >24 jam banjir yang teratur banjir yang >24 jam.15% garam larut. 0 – 4 (EC x pada suhu 250C. g2 = terpengaruh sedang = 0. 4 – 8 (EC x 103) mmhos/cm pada suhu 250C. g1 = terpengaruh sedikit = 0. g3 = terpengaruh hebat = lebih dari 0.65% garam larut. Jadi kelas kemampuan adalah kelompok unit lahan yang memiliki tingkat pembatas atau penghambat (degree of limitation) yang sama jika digunakan untuk pertanian yang umum.15 – 0.

Namun untuk kelas V samapi VIII tidak sesuai untuk usaha pertanian dan pengelolaannya perlu biaya yang tinggi.turut dari kelas I sampai VIII.faktor penghambat yang permanen atau sulit diubah. Pada kelas I samapai IV dengan pengelolaan yang baik mampu menghasilkan untuk tanaman semusim dan tanaman tahunan. Penggolangan kedalam kelas didasarkan pada intensitas faktor. Ancaman kerusakan atau penghambat meningkat berturut.Kelas merupakan tingkat yang tertinggi dan bersifat luas dalam struktur kemampuan lahan. Sistem Klasifikasi Kemampuan Lahan 12 . Pengelompokkan tanah di dalam kelas terbagi dalam 8 kelas yang ditandai dengan huruf romawi I sampai VIII.

hutan lindung dan suaka marga satwa.Tidak terancam banjir Jenis penggunaanya penggunaan pertanian. tanaman rumput.padangpenggembala Sistem Klasifikasi Kemampuan Lahan 13 .Klasifikasi kelas kemampuan lahan dilihat pada tabel dibawa ini No 1 kelas Ciri pembatasnya I -Dataran datar -Tingkat erosi rendah .Kapasitas menahan air baik . hutan produksi. mulai dari tanaman semusim (dan tanaman pertanian pada umumnya). tanaman tanaman rumput. padang rumput.Tanah mudah diolah . -Peka terhadap erosi -Kapasitas menahan air rendah -Drainase kurang baik tanaman yang memerlukan pengolahan tanah. semusim dan III -Lereng miring/ berbukit (>8 – tanaman 15%). namun perlu perhatian serius dan upaya konservasi yang baik karena resiko erosi cukup besar IV -Lereng miring (> 15% – 30%) -Peka terhadap erosi untuk tanaman semusim dan tanaman pertanian dan pada -Kapasitas menahan air kurang umumnyabisauntukpertanian baik -Sering banjir terbatas dan harus disertai upaya konservasi tanah yang intensif. hutan produksi dan cagar alam. padang rumputm hutan produksi.tanamanrumput. tanaman rumput.Drainase baik . penggunaan semusim.hutan produksi. -Ancaman erosi lebih besar -Struktur tanah kurang baik -Terancam banjir padang penggembalaan. 2 II -Dataran landai (>3 % – 8 %). dan cagar alam.

hutanlindung alam dan cagar V -Topografi datar -Tidak sesuai untuk pertanian -Tergenang air -Tanah berbatu untuk tanaman rumput. tetapi lebih sesuai untuk keadaan bermanfaat dibiarkan alami sebagai dalam namun hutan lindung. Sistem Klasifikasi Kemampuan Lahan 14 . -Erosi sangat kuat -Baik untuk padang rumput VII tidak sesuai untuk budidaya pertanian. Penggunaannya terbatas untuk tanaman rumput atau padang penggembalaan. -Berbatu -Kapasitas menahan air rendah -Harus dihutankan tidak sesuai untuk budidaya pertanian. -Ancaman erosi berat -Tanah berbatu untuk pengunaan pertanian. -Lereng curam (>45 % – 65%). Jika digunakan untuk padanag rumput atau hutan dilakukan produksi dengan harus usaha pencegahan erosi yang berat VIII -Lereng sangat curam(>65%).padang penggembalaan.an. tempat rekreasi atau cagar alam. hutan produksi. hutan lindung. atau cagar alam. VI -Lereng agak curam (>30% – tanah-tanah ini tidak sesuai 45%). hutan produksi atau hutan lindung dan cagar alam.

kesuburan rendah yangsulit diperbaiki. banyak terdapat batuan di permukaan. Subkelas c meliputi lahan dimana iklim (suhu dan curah hujan) merupakan pembatas penggunaan lahan.2. hambatan daerah perakaran (s) dan d. keadaan drainase atau kelebihanair atau ancaman banjir (w). yaitu : a.a. Tanah yangtermaksud dalam satuan kemampuan lahan mempunyai Sistem Klasifikasi Kemampuan Lahan 15 . Klasifikasi Sub Kelas Kemampuan Lahan Sub kelas adalah pembagian lebih lanjut dari kelas berdasarkan atas jenis faktor pembatas yang sama. b. Faktor-faktor tersebut dapat dikelompokkan kedalam empat jenis. hambatan iklim(c). d. c. ancaman erosi (e). b. kapasitas menahan air rendah. Subkelas w Terdapat pada lahan dimana kelebihan air merupakan faktor penghambat utama yang timbul akibat drainase buruk. c. Subkelas e Terdapat pada lahan yang menunjukkan erosi atau tingkat erosiyang telah terjadi merupakan masalah utama yang di dapatkan darikecuraman lereng dan kepekaan erosi tanah.Satuan KemampuanKemampuan lahan dalam tingkat satuan kemampuan memberikanketerangan yang lebih spesifik dan detail dari pada sub kelas. Subkelas s Meliputi lahan yang lapisan tanahnya dangkal. air tanah yangdangkal atau tinggi dan bahaya banjir yang merusak tanaman. sifat-sifat kimia sulit diperbaiki misalnya salinitas dankandungan garam natrium atau senyawasenyawa kimia yang lain yangmenghambat pertumbuhan tanaman atau tidak praktis dihilangkan. Suripin (2002) menjelaskan sub kelas klasifikasi kemampuan lahan adalahsebagai berikut : a.

Garam yang merupakan racun bagi tanaman 7. Pengelompokan tanah ke satuan kemampuan. 3. Kepekaan terhadap erosi 4. Harus tersedia informasi tentang tanggapan setiap tanah terhadap pengelolaan dan pengaruh tanah dan yang lainnya terhadap pertumbuhan tanaman. Iklim Sistem Klasifikasi Kemampuan Lahan 16 . Kriteria disusun dengan anggapan suatu lahan yang memiliki iklim yang sama. Satuan Kemampuan Pengelompokan lahan yang sama/hampir sama kesesuaiannya bagi tanaman dan memerlukan pengelolaan yang sama atau memberikan tanggapan yang sama terhadap masukan pengelolaan yang diberikan. kelas didasarkan atas evaluasi dari kombinasi faktor-faktor berikut: 1. erosi parit dalam dan lain-lain 8. Kedalaman tanah 6. D. Tekstur dan struktur tanah 3. Kemampuan tanah untuk memungkinkan tanaman memberikan tanggapan terhadap suatu penggunaan dan pengelolaan. Lahan dalam satuan kemampuan yang sama harusseragam dalam produksi tanaman pertanian atau rumput di bawah tindakan pengolahaan yang sama.kemampuan danmemerlukan cara pengolahan (pemupukan dan lain sebagainya) yang samauntuk pertumbuhan tanaman. Kriteria Klasifikasi Kemampuan Lahan Manfaat adanya kriteria klasifikasi lahan yaitu membantu klasifikasi kategori lahan. Penjenuhan / kelebihan air pada tanah yang terus-menerus 5. Hambatan fisik seperti bantuan. kebutuhan akan tindakan konservasi dan pengelolaanyang sama di bawah vegetasi penutup yang sama dan mempunyai produksi. sub kelas. 2.

Sistem Klasifikasi Kemampuan Lahan 17 .

satuan. 2. Sedangkan Klasifikasi kemampuan lahan adalah pengelompokkan lahan kedalam satuan. Sistem Klasifikasi Kemampuan Lahan 18 .BAB III PENUTUP A. Saran Saran yang dapat penulis berikan mengenai Sistem Klasifikasi Kemampuan Lahan adalah sebagai berikut : 1.satuan khusus menurut kemampuannya untuk penggunaan intensif untuk perlakuan yang diperlukan untuk dapat digunakan secara terus. Penggunaan dan pemanfaatan lahan yang ada sebaiknya disesuaikan dengan jenis klasifikasi kemampuan lahan yang ada agar penggunaan dan pemanfaatannya lebih maksimal. Kemampuan lahan adalah kemampuan suatu lahan yang digunakan untuk usaha pertanian yang paling intensif termasuk penentuan tindakan pengelolaannya. Sub Kelas Kemampuan Lahan (didasarkan atas jenis faktor pembatas tersebut dan satuan kemampuanmerupakan paket usaha dan perlakuan yang diperlukan atau disarankan) dan satuan kemampuan B. Kesimpulan Sebagai akhir dari makalah ini penulis dapat menyimpulkan beberapa hal sebagai berikut : 1. Klasifikasi kemampuan lahan dibedakan menjadi : Kelas Kemampuan Lahan (penggolongan ke dalam kelas didasarkan atas intensitas faktor pembatas yang permanen atau sulit dirubah) . 2. Perlu mengetahui jenis klasifikasi kemampuan lahan yang ada sebelum memutuskan untuk menggunakan dan memanfaatkan lahan yang ada.menerus. tanpa menyebabkan lahan tersebut menjadi rusak dalam jangka waktu yang terbatas.