Anda di halaman 1dari 14

Nematoda Usus

Nematoda mempunyai jumlah spesies yang terbesar diantara cacing-cacing yang hidup sebagai parasit. Nematoda terdiri dari beberapa spesies, yang banyak ditemukan didaerah tropis dan tersebar diseluruh dunia. Seluruh spesies cacing ini berbentuk silindrik (gilig), memanjang dan bilateral simetris.cacing-cacing ini berbeda-beda dalam habitat,siklus hidup,dan hubungan hospes-habitat (host-parasite relationship). Cacing ini bersifat uniseksual sehingga ada jenis jantan dan betina. Cacing yang menginfeksi manusia diantaranya adalah N.americanus dan A.duodenale sedangkan yang menginfeksi hewan (anjing/kucing) baik liar maupun domestik adalah A.ceylanicum meskipun cacing ini dilaporkan dapat menjadi dewasa dalam usus halus manusia dan tidak pernah menyebabkan creeping eruption, sedangkan A.caninum dan A.braziliense tidak dapat menjadi dewasa dalam usus halus manusia dan menyebabkan creeping eruption pada manusia. Akibat utama yang ditimbulkan bila menginfeksi manusia atau hewan adalah anemia mikrositik hipokromik, karena Nematoda dapat menyebabkan pendarahan di usus. Perbedaan morfologi antar spesies dapat dilihat dari bentuk rongga mulut, ada tidaknya gigi, dan bentuk bursa kopulatriks cacing jantan. tambang tersebar luas di daerah tropis, pencegahan tergantung pada sanitasi lingkungan, kebiasaan berdefikasi, dan memakai alas kaki. Strongyloides stercoralis merupakan cacing Nematoda usus yang hidup parasit pada manusia, namun dalam siklus hidupnya terdapat fase hidup bebas di tanah. Bentuk telurnya sulit dibedakan dengan telur cacing tambang. Manusia dapat terinfeksi melalui 3 cara: yaitu langsung, tak langsung, dan autoinfeksi. Cara pencegahan dan penyebaran cacing ini sama seperti cacing tambang. Obat yang efektif untuk strongyloidiasis adalah thiabendazol. Akibat utama yang ditimbulkan adalah peradangan pada usus, disentri terus-menerus dan rasa sakit pada perut bagian kanan atas. Diagnosis dengan menemukan larva dalam tinja atau dalam sputum penderita. Pada cacing Nematoda usus ada beberapa spesies yang menginfeksi manusia maupun hewan. Nematoda usus terbesar adalah A.lumbricoides yang bersama-sama dengan T.trichiura, serta cacing tambang sering menginfeksi manusia karena telur cacing tersebut semuanya mengalami pemasakan di tanah dan cara penularannya lewat tanah yang terkontaminasi sehingga cacing tersebut termasuk dalam golongan soil-transmitted helminths. A.lumbricoides, T.trichiura dan E.vermicularis mempunyai stadium infektif yaitu telur yang mengandung larva. Siklus hidup A.lumbricoides lebih rumit karena melewati siklus paru-paru, sedangkan T.trichiura dan E.vermicularis tidak. Gejala klinis penyakit cacing ini bila infeksi ringan tidak jelas, biasanya hanya tidak enak pada perut kadangkadang mual. Infeksi askariasis yang berat dapat menyebabkan kurang gizi dan sering terjadi sumbatan pada usus. Trikhuriasis berat biasanya dapat terjadi anemia, sedangkan pada enterobiasis gejala yang khas adalah gatal-gatal di sekitar anus pada waktu malam hari saat cacing betina keluar dari usus untuk meletakkan telunya di daerah perianal. Diagnosis askariasis dan trikhuriasis dengan menemukan telur dalam tinja penderita, sedangkan untuk enterobiasis dapat ditegakkan dengan anal swab karena telur E. vermicularis tidak dikeluarkan bersama tinja penderita.

1. Ascaris lumbricoides

larva Ascaris akan berkembang menjadi dewasa dan mengadakan kopulasi serta akhirnya bertelur. terdapat hampir di seluruh dunia. Dalam lingkungan yang sesuai. Telur yang telah dibuahi berukuran 60 x 45 mikron. Prevalensi askariasis sekitar 70-80%. Di manusia.Klasifikasi Ascaris lumbricoides Phylum : Nemathelminthes Class : Nematoda Subclass : Secernemtea Ordo : Ascoridida Super famili : Ascoridciidea Genus : Ascaris Species : Ascaris lumbricoides Hospes dan distribusi Manusia merupakan satu-satunya hospes Ascaris lumbricoides. Telur yang telah dibuahi inilah yang dapat menginfeksi manusia. Sedangkan telur yang tak dibuahi. Penyakit yang disebabkannnya disebut Askariasis. sedangkan betina sekitar 22-35 cm. bentuknya lebih besar sekitar 90 x 40 mikron. Siklus hidup Usus manusia -> Cacing -> Telur Cacing -> Keluar bersama feses -> Tersebar -> . Pada cacing jantan ditemukan spikula atau bagian seperti untaian rambut di ujung ekornya (posterior). yang merupakan penyakit kedua terbesar yang disebabkan oleh makhluk parasit. telur yang dibuahi berkembang menjadi bentuk infektif dalam waktu 3 minggu. Askariasis adalah penyakit parasit yang disebabkan oleh cacing gelang Ascaris lumbricoides. Seekor cacing betina dapat bertelur hingga sekitar 200. Stadium dewasa cacing ini hidup di rongga usus muda. Penyakit ini sifatnya kosmopolit. Cacing dewasa hidup pada usus manusia.000 telur per harinya. pada sepertiga depan terdapat bagian yang disebut cincin atau gelang kopulasi. Pada cacing betina. Morfologi Cacing jantan berukuran sekitar 10-30 cm.

30° C. diare atau konstipasi. 2. hidung. Pada keadaan tertentu cacing dewasa mengembara ke saluran empedu. biasanya terjadi pada saat berada diparu-paru. Penyakit ini dapat dicegah dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan yang baik. nafsu makan berkurang. atau mulut. Pemakaian jamban keluarga dapat memutus rantai siklus hidup Ascaris lumbricoides ini. Telur Ascaris lumbricoides berkembang sangat baik pada tanah liat yang memiliki kelembapan tinggi dan pada suhu 25° . Enterobius vermicucularis Klasifikasi Enterobius vermicucularis Phylum : Nemathelminthes Class : Nematoda Subclass : Secernemtea . telur tumbuh menjadi bentuk infektif (mengandung larva) dalam waktu 2-3 minggu. Patologi Dan Gejala Klinis Gejala yangh timbul pada penderita dapat disebabkan cacing dewasa dan larva. Kadang-kadang penderita mengalami gejala gtangguan usus ringan seperti mual. Pada kondisi ini. prevalensi askariasis tinggi. Gangguan yang disebabkan cacing dewasa biasanya ringan. Efek yang serius terjadi bila cacing-cacing menggumpal dalam usus sehingga terjadi obstruksi usus (ileus). Epidemiologi Di Indonesia. apendiks atau ke bronkus dan menimbulkan keadaan gawat darurat sehingga kadang-kadang perlu tindakan operatif. Frekuensinya antara 6090%. terutama pada anak-anak.Menempel pada makanan -> Termakan -> Menetas -> Larva -> Menembus Usus -> Aliran Darah -> Jantung -> Paru-Paru -> Kerongkongan -> Tertelan -> Usus Manusia -> Cacing Dewasa Telur Ascaris yang berisi embrio diagnosis askariasis dilakukan dengan menemukan telur pada tinja pasien atau ditemukan cacing dewasa pada anus.

dan berisi larva yang hidup. Gatal-gatal ini juga dapat menyebabkan gangguan tidur penderita. Patologi Cacing dewasa jarang menimbulkan kerusakan jaringan yang berarti. Ynag betina jauh lebih besar dari cacing jantan. cacing betina akan mati. Seekor cacing betina memproduksi telur sebanyak 11000 butir setiap harinyaselama 2 sampai 3 minggu. 1991). 3. Esofagus cacing ini juga khas bentuknya oleh karena memiliki bentuk bulbus esofagus ganda. mempunyai dinding yang tembus sinar. Bila tidak ada reinfeksi. Morfologi Cacing dewasa berkuran kecil. Siklus Hidup Telur -> tertelan -> melalui jalan napas -> menetas di duodenum -> larva rabditiform -> Cacing dewasa di jejunum bagian atas ileum. Ukuran cacing betina sampai 13 mm. Telur bentuk asimetrik ini tidak berwarna. Di daerah anterior di sekitar leher. Epidemiologi Cacing kremi tersebar luas di seluruh dunia baik di daerah tropik maupun subtropik. sesudah itu cacing betina mati. Kadangkadang cacingbetina mengadakan migrasi ke daerah vagina dan tuba falopii sehingga menyebabkan radang ringan di daerah tersebut. akan tetapi jarang menimbulkan apendissitis. sedangan betinanya meruncing. Meskipuncacing seringkalai dijumpai dalam apendiks. Nama penyakitnya adalah oksiuriasis atau entrobiasis. enterobiasis dapat sembuh dengan sendirinya oleh karena 2-3 minggu sesudah bertelur. berwarna putih. kutikulum cacing melebar yang disebut sayap leher. terdapat 3 buah bibir dan ekor yang melengkung pada jantan.Ordo : Oxyurida Super famili : Oxyuroidea Genus : Enterobius Species : Enterobius vermicularis Hospes dan Nama Penyakit Hospesnya manusia. Di daerah yang bersuhu rendah enterobiasis lebih banyak dijumpai oleh karena di daerah dingin orang jarang mandi dan tidak sering mengganti pakaian dalam (Soedarto. Necator americanus dan Ancylostoma duodenale . Akibatnya migrasinya ke daerah perianal dan perianeal menimbulkan gatal-gatal yang bila digaruk dapat menimbulkan infeksi sekunder. sedangkan yang jantan sampai sepanjang 5 mm.

Tempat hidupnya ada di dalam usus halus terutama jejunum dan duodenum. Cacing ini tidak mempunyai Hospes perantara. Rongga mulut kedua jenis cacing ini besar. Bentuk badan N. sedangkan A. N. adalah manusia.duodenale menyerupai huruf C. Morfologi Cacing betina N. cacing jantan 0.000 butir.americanus tiap hari mengeluarkan telur kira-kira sekitar 9000 butir.americanus biasanya menyerupai huruf S.8 cm. Cacing betina berukuran panjang kurang lebih 1 cm.deudenale kira-kira 10. sedangkan A.Klasifikasi Necator americanus Phylum : Nemathelminthes Class : Nematoda Subclass : Adenophorea Ordo : Enoplida Super famili : Rhabditoidea Genus : Necator Species : Necator americanus Klasifikasi Ancylostoma duodenale Phylum : Nemathelminthes Class : Nematoda Subclass : Secernemtea Ordo : Rhabditida Super famili : Rhabditoidea Genus : Ancylostoma Species : Ancylostoma duodenale Hospes dan Nama Penyakit Hospes definitif kedua cacing ini.americanus .Penyakit yang disebabkan oleh parasit ini disebut Nekatoriasis dan Ankilostomiasis.

mempunyai benda kitin.5 hari. Siklus Hidup Telur -> Larva rabditiform -> Larva filariform -> menembus kulit -> kapiler darah -> jantung kanan -> paru -> bronkus -> trakea -> laring -> usus halus Patologi Gejala nekatoriasis dan ankilostomiasis 1 Stadium Larva Bila banyak larva filariform sekaligus menembus kulit.005-0. humus) dengan suhu optimal untuk N. kelurlah larva rabditiform. Di samping itu juga terdapat eosinofilia. keadaan gizi menderita (Fe dan protein) Tiap cacing N.34 cc. Telur dikeluarkan dengan tinja dan setelah menetas dalam waktu 1-1.americanus 28°-32° C. yang dapat menembus kulit dan dapat hidup dalam 7-8 minggu di tanah. Kebiasaan defeksi dan pemakaian tinja sebagai pupuk kebun penting dalam penyebaran infeksi. Biasanya tidak menyebabkan kematian tetapi daya tahan berkurang dan prestasi kerja turun. sedangkan pada A. Telur cacing tambang yang besarnya kira-kira 60x40 mikron. Di dalamnya terdapat beberapa sel. Bukti adanya toksin yang menyebabkan anemia belum ada. Trichuris trichiura (Trichocephalus dispar. Seringkali golongan pekerja perkebunan yang langsung behubungan dengan tanah mendapat infeksi lebih dari 70%. sandal). berbentuk bujur dan mempunyai dinding tipis.americanus menyebabkan banyak kehilangan darah 0. dengan memakai alas kaki (sepatu. Untuk menghindari infeksi salah satu antara lain. sedangkan larva filariform panjangnya kira-kira 600 mikron. Epidemiologi Insiden tinggi ditemukan pada penduduk di Indonesia terutama di pedesaan khususnya di perkebunan. Biasanya terjadi Adenmia hipokrom mikrosita. Tanah yang baik untuk pertumbuhan larva adalah tanah gembur (pasir. Larva rabditiform panjangnya kira-kira 250 mikron. Dalam waktu kira-kira 3 hari larva rabditiform tumbuh menjadi larva filoariform. Spesies dan jumlah cacing b). sedangkan untuk A. cacing cambuk) Klasifikasi Trichuris trichiura Phylum : Nemathelminthes Class : Nematoda Subclass : Adenophorea Ordo : Enoplida Super famili : Ttichinelloidea Genus : Trichuris Species : Trichuris trichiura . sedangkan A. Perubahan pada paru biasanya ringan 2 Stadium dewasa Gejala tergantung pada : a).duodenale 23°-25° C.08-0.duodenale 0. Cacing jantan mempunyai bursa kopulatrik. maka terjadi perubahan kulit yang disebut ground itch.duodenale ada dua pasang gigi. 4.1 cc sehari.

dalam waktu 3 samapai 6 minggu dalam lingkungan yang lembab dan tempat yang teduh. Bagian posterior bentuknya lebih gemuk. Sesudah dewasa cacing turun ke usus bagian distal dan masuk ke daerah kolon. . Telur berukuran 50 – 54 mikron x 32 mikron. Bagian distal penyakit yang disebabkan cacing ini disebut Trikuriasis. panjangnya kira-kira 3/5 dari panjang seluruh tubuh. sedangkan cacing jantan kira-kira 4 cm. Jadi cacing ini tidak mempunyai siklus paru. terutama sekum. Telur tersebut menjadi matang. Penyakit yang disebabkannya disebut Trikuriasis. Cacing ini lebih sering ditemukan bersama-sama Ascaris lumbricoides. Bagian anterior langsing seperti cambuk. Telur berisi sel telur (dalam tinja segar). Cacing ini juga kadang-kadang ditemukan di apendiks dan ileum (bagian usus palaing bawah). Morfologi Cacing betina panjangnya kira-kira 5 cm. Kulit telur bagian luar berwarna kuning-kekuningan dan bagian dalamnya jernih.Hospes dan Nama Penyakit Manusia merupakan hospes cacing ini. Cacing dewasa hidup di dalam usus besar manusia. Masa pertumbuhan mulai dari telur yang tertelan sampai cacing dewasa betina melatakkan telur kira-kira 30-90 hari. pada cacing betina bentuknys membulat tumpul dan pada cacing jantan melingkar dan terdapat satu spikulum. Telur yang dibuahi dikeluarkan dari hospes bersama tinja. terutama di daerah sekum dan kolon. Larva keluar melalui dinding telur dan masuk ke dalam usus halus. Siklus Hidup Cacing dewasa hidup di usus besar manusia -> telur keluar bersama tinja penderita -> di tanah telur menjadi infektif -> infeksi terjadi melalui mulut dengan masuknya telur infektif bersama makanan yang tercemar atau tangan yang kotor. berbentuk seperti tempayan dengan semacam penonjolan yang jernih pada kedua kutub. yaitu telur yang berisi larva dan merupakan bentuk infektif. Cara infektif secara langsung bila kebetulan hospes menelan telur matang.

hingga terjadi tyrauma yang menimbulkan iritasi dan peradangan mukosa usus. cacing ini tersebar di seluruh kolon dan rrektum. Di daerah yang sangat endemik infeksi dapat dicegah pengobatan penderita trikuriasis. Telur tumbuh di tanah liat. parasit ini ditemukan pada tinja secara rutin. Cacing ini memasukan kepalanya ke dalam mukosa usus. Strongyloides stercoralis Klasifikasi Strongyloides stercoralis Phylum : Nemathelminthes Class : Nematoda Subclass : Adenophorea . Infeksi ringan biasanya tidak memberikan gejala klinis jelas atau sma sekali tanpa gejala. menunjukan gajala-gejala nyata seperti diare yang sering diselingi dengan sindrom disentri. penyakit adalah kontaminasi tanah dengan tinja. akan tetapi dapat juga ditemukan di kolon asendens. menunjukan gajalagejala nyata seperti diare yang sering diselingi dengan sindrom disehuris yang berat dan menahun. Di berbagai negeri pemakaian tinja sebagai pupuk kebun merupakan sumber infeksi. mencicu dengan baik sayuran yang dimakan mentah adalah penting apalagi di negeri-negeri yang memakai tinja sebagai pupuk. berat badan turun dan kadang-kadang disertai prolapsus rektum. Mencuci tangan sebelum makan. Di beberapa daerah pedesaan di Indonesia frekuensinya berkisar antara 30 – 90 %.Patologi dan Gejala Klinis Cacing Trichuris pada manusia terutama hidup di sekum. Epidemiologi Yang penting untuk penyebaran. Penderita terutama anak dengan infeksi Trichuris yang berat dan menahun. Frkuensi di Indonesia tinggi. tempat lembab dan tduh dengan suhu optimum kira-kira 30°C. 5. sehingga dapat menyebabkan anemia. Pada infeksi berat terutama pada anak. Kadang-kadang terlihat di mukrosa rektum yang mengalami prolapsus akibat mengejannya penderita pada waktu defekasi. pembuatan jamban yang baik dan pendidikan tentang sanitasi dan kebersihan perorangan. Di samping ini ternyata cacing ini menghisap darah hospesnya. anemia. Pada tempat perlekatannya terjadi pendarahan. Infeksi berat Trichuris trichiura sering disertai dengan infeksi cacing lainnya atau protozoa. terutama anak.

walaupun ada yang ditemukan pada hewan.Cacing ini dapat mengakibatkan penyakit strongilodiasis. Mungkin ada mual dan muntah. kemudian sampai di usus halus dan menjadi dewasa.masuk ke dalam peredaran darah veha kemudian melalui jantung sampai ke paru-paru.Bila larva ini menembus kulit manusia. Telur bentuk parasitic diletakkan di mukosa usus. masuk ke trakea dan laring. berubah menjadi larva filaform dengan bentuk langsing. Patologi dan gejala Klinis Bila larva filaform ini menembus kulit.Ordo : Enoplida Super famili : Rhabiditoidea Genus : Strongyloides Species : Strongyloides stercoralis Hospes dan Nama Penyakit Manusia merupakan hospes utama cacing ini. Siklus Hidup: Parasit ini mempunyai tiga siklus hidup: 1.Cacing betina berukuran 1mm x 0. Cacing ini tidak mempunyai hospes perantara. 3. tidak berwarna dan panjangnya kira-kira 2mm. Cacing betina berbentuk filiform. Siklus Langsung Sesudah 2 – 3 hari di tanah. parasit yang mulai dewasa. 2.Sesudah sampai di laring. dan yang jantan berukuran 0. misalnya di negeri-negeri tropik beriklim rendah. Dari paru. tumbuh menjadi cacing dewasa. timbul kelainan kulit yang dinamakan creeping eruption yang disertai denagn rasa gatal yang hebat.06mm. Cacing betina mengalami pembuahan dan menghasilkan larva rabditiform yang kemudian menjadi larva filaform. Morfologi Cacing dewasa betina hidup sebagai parasit di vilus duodenum dan yeyunum.menembus alveolus. Cacing dewasa menyebabkan kelainan pada mukosa usus muda.diare dan konstipasi yang saling bergantian. halus. sehingga parasit tertelan.Infeksi ringan pada umumnya tidak menimbulkan gejala. Cara berkembang biaknya adalah secara parthenogenesis. kemudian menetas menjadi larva rabditiform yang masuk ke rongga usus serta dikeluarkan bersama tinja. di daerah epigastrium tengah dan tidak menjalar.Pada cacing dewasa yang hidup sebagai parasit.tarjadi refleks batuk. Larva ini masuk ke dalam hospes baru. dapat menyebabkan rasa sakit.04 mm. Siklus Tidak Langsung Pada siklus ini. larva rabditiform di tanah berubah menjadi cacing jantan dan betina.75 mm x 0. Autoinfeksi Telur menetas menjadi larva rabditiform di dalam mukosa usus -> di dalam usus larva rabditiform tumbuh menjadi larva filariform -> larva filariform menembus mukosa usus. . larva rabditiform. larva tumbuh. Siklus tidak langsung ini terjadi apabila lingkungan sekitarnya optimum yaitu sesuai dengan keadaan yang dibutuhkan untuk kehidupan bebas parasit ini. Sedangkan pada infeksi sedang. dapat ditemukan di seluruh traktus digestivus dan larvanya dapat ditemukan di bebagai alat dalam.

Frekuensi di Jakarta pada tahun 1956. seperti tikus. ujung anterior langsing. cacing ini juga menginfeksi mamalia lain. kucing. misalnya dengan memakai alas kaki. .Tanah yang baik untuk pertumbuhan larva yaitu.6 mm. berpasir dan humus. Penyakit yang disebabkan parasit ini disebut trikinosis. kelembapan tinggi dan sanitasi yang kurang. tanah gembur. Dan tidak terdapat vas deferens yang bisa dikeluarkan sehingga da[at membantu kopulasi. dll. sekitar 10-15%. Selain menginfeksi manusia. sampai sekum manusia. Cacing betina tidak mengeluarkan telur. bagian anterior runcing dan ujungnya menyerupai tombak. cacing trichina) Klasifikasi Trichinella spiralis Phylum : Nemathelminthes Class : Nematoda Subclass : Adenophorea Ordo : Enoplida Super famili : Ttichinelloidea Genus : Trichinella Species : Trichinella spiralis Hospes dan Nama Penyakit Cacing ini hidup dalam mukosa duodenum. tetapi mengeluarkan larva (larvipar). Panjang larva yang baru dikeluarkan kurang lebih 80-120 mikron. ujung posteriornya melengkung ke ventral dan mempunyai umbai berbentuk lobus. Morfologi Cacing dewasa sangat halus menyerupai rambut. dan bulat tanpa papel. Seekor cacing betina mengeluarkan larva sampai 1500 buah. babi. Trichinella spiralis (Trichina worm. sanagt menguntungkan cacing Strongyloides. tidak mempunyai spikulum tepi. anjing. tergantung pada sanitasi pembuangan tinja dan melindungi kulit dari tanah yang terkontanimasi. sekarang jarang ditemukan.Epidemiologi Daerah yang panas.4-1. dan trikiniasis. mulut kecil. 6. posteriornya membulat dan tumpul. Cacing jantan panjangnya 1. beruang. Cacing betina panjangnya 34 mm. trikinelosis.Pencegahan yang disebabkan cacing ini.

Larva tersebar di otot kira-kira 7-28 hari sesudah infeksi. tetapi biasanya kematian terjadi dalam waktu 4-8 minggu sebagai akibat kelainan paru. Larva dapat dimatikan pada suhu 60-70 derajat celcius. Toxocara canis (dog worm) dan Toxocara cati (cat worm) GAMBAR 7 . Dapat juga menyebabkan gejala akibat kelainan jantung dan susunan saraf pusat bila larva T. Gejala yang disebakan oleh stadium larva tergantung juga pada alat yang dihinggapi misalnya. Frekuensi trikinosis pada manusia ditentukan oleh temuan larva dalam kista di mayat atau melalui tes intrakutan. timbul gejal usus sepertiskit perut diare. mual dan muntah. kecuali di kepulauan Pasifik dan Australia. Masa tunas gejala usus ini kira-kira 1-2 hari sesudah infeksi. atau kelainan jantung. biasanya penderita sembuh secara perlahan-lahan bersamaan dengan dibentuknya kista dalam otot. Frekuensi ini banyak ditemukan di negara yang penduduknya gemar makan daging babi. Pada saat cacing dewasa mengadakan invasi ke mukosa usus. Pada infeksi berat (kira-kira 5. dapat menyebabkan sembab sekitar mata. Bila masa akut telah lalu. Infeksi pada manusia tergantung pada hilang atau tidak hilangnya penyakit ini dari babi. gejala pernafasan dan kelemahan umum. kelainan otak. eusinofilia dan hipereosinofilia. Pada saat ini timbul gejal nyeri otot (mialgia) dan randang otot (miositis) yang disertai demem. sakit persendian. 7.000 ekor larva/kg berat badan) penderita mungkin meninggal dalam waktu 2-3 minggu.spiralis tersebar di alat-alat tersebut. Di daerah tropis dan subtropis frekuensi trikinosis sedikit. larva tidak mati pada daging yang diasap dan diasin.Siklus Hidup Siklus hidup alami yang terjadi antara babi dan tikus -> babi mengandung kista yang infektif -> manusia terinfeksi olh karena makan daging babi atau mamamlia lain yang mengandung kista -> cacing dewasa hidup di dalam dinding usus -> larva membentuk kista di dalam otot bergaris Patologi dan Gejala Klinis Gejala Trikinosis tergantung pada beratnya infeksi disebabkan oleh cacing stadium dewasa dan stadium larva. Epideologi Cacing ini tersebar di seluruh dunia (kosmopolit).

Penyakit tersebut dapat juga disebabkan oleh larva Nematoda lain. yang betina bulat meruncing. Pada Toxocara canis terdapat sayap servikal yang berbentuk seperti lanset.5 – 7. yang jantan ekornya lurus dan meruncing (digitiform). Belum pernah ditemukan infeksi campuran pada satu macam hospes. demam dan hepatomegali. Sedangkan yang betina antara 5. yang betina antara 2. Ancylostoma braziliense dan Ancylostoma caninum GAMBAR 8 .0 %. sedangkan Toxocara cati ditemukan pada kucing.5 cm. bentuknya menyerupai Ascaris lumbricoides muda.7 – 10 cm.5 – 14 cm. Kadang-kadang cacing ini dapat hidup pada manusia sebagai parasit yang mengembara dan menyebabkan penyakit yang disebut Visceral larva migrans.6 – 8.3 % dan 26.penyakit yang disebabkan larva yang mengembara disebut visceral larva migrans dengan gejala eosinofilia. Siklus Hidup Telur -> ditelan manusia -> menetas -> larva mengembara. Pencegahan dapat dihindarkan dengan cara melarang anak untuk tidak bermain dengan anjing maupun kucing dan tidak dibiasakan bermain di tanah. Toxocara cati jantan antara 2. sedangkan pada Toxocara cati bentuk sayap lebih lebar.Klasifikasi Toxocara canis dan Toxocara cati Phylum : Nemathelminthes Class : Nematoda Subclass : Secernemtea Ordo : Ascoridida Super famili : Ascoridciidea Genus : Toxocara Species : Toxocara canis /cati Hospes dan Nama Penyakit Toxocara canis ditemukan pada anjing. Epidemiologi Prevalensi Toxokariasis pada anjing dan kucing pernah dilaporkan di Jakarta masing-masing mencapai 38. Patologi dan Gejala Klinis Pada manusia larva cacing tidak menjadi dewasa dan mengembara di alat-alat dalam ususnya di hati. 8.8 cm. Morfologi Toxocara canis jantan mempunyai ukuran panjang bervariasi antara 3. Bentuk kedua ekor spesies hamper sama. sehingga kepalanya menyerupai kepala ular kobra.

Trichuris trichiura -> Larva infektif menembus kulit sehat : Cacing tambang. gatal sekali dan bertambah panjang menurut gerakan larva didalam kulit. A. S. Cacing jantan mempunyai bursa kopulatrik kecil dengan rays pendek. braziliense dewasa yang jantan panjangnya 4.Caninum.Klasifikasi Strongyloides stercoralis Phylum : Nemathelminthes Class : Nematoda Subclass : Adenophorea Ordo : Enoplida Super famili : Rhabiditoidea Genus : Strongyloides Species : Strongyloides stercoralis Hospes dan Nama Penyakit Cacing ini hidup di dalam usus halus kucing dan anjing. Patologi dan Gejala Klinis Pada manusia.3 mm. Morfologi dan Siklus Hidup Cacing dewasa tidak ditemukan pada manusia. Dalam beberapa hari terbentuk terowongan intrakutan sempit yang tampak sebagai garis merah. sedikit menimbul.braziliense dan A. Creeping eruption adalah suatu dermatitis dengan gambaran khas berupa kelaianan intrakutan serpiginosa. Mulutnya mempunyai 3 pasang gigi besar. melalui udara atau secara langsung melalui tangan penderita : E. merah dan gatal. larva tidak menjadi dewasa dan menyebabkan kelainan kulit yang disebut creeping eruption. caninum jantan panjangnya 10 mm dan betinanya 14 mm. vermicularis . Epidemiologi Kucing dan anjing merupakan hospes definitif A.stercoralis -> Telur infektif masuk melalui mulut.braziliense dan A. Pada tempat larva filariform menembus kulit terjadi papel keras.7-6. Pada manusia. Sepanjang garis yang berkelok-kelok terdapat vesikel-vesikel kecil dan dapat terjadi infeksi sekunder karena kulit di garuk. A. Mulutnya mempunyai sepasang gigi besar dan sepasans gigi kecil.1-8. Caninum menimbulkan kelainan kulit. Penularan bisa dicegah dengan menghindari kontak dengan tanah yang tercemar oleh tinja anjing dan kucing. yang antara lain disebabkan Ancylostoma braziliense dan Ancylostoma caninum. creeping disease atau cutaneous larva migrans. A. Secara tidak langsung dapat terinfeksi larva filariform melalui penetrasi kulit dan selanjutnya larva mengembara di kulit. Penularan cacing Nematoda parasit usus yaitu: -> Telur infektif masuk melalui mulut : Ascaris lumbricoides. Cacing jantan mempunyai bursa kopulatrik besar dengan rays panjang dan langsing. sedangkan yang betina panjangnya 6.4 mm.

spiralis . -> Larva cacing dapat menimbulkan : reaksi alergik. -> Pemeriksaan mukosa rektum : T. Diagnosis pasti infeksi nematode parasit usus dilakukan melalui: -> Pemeriksaan tinja : A.vermicularis -> Biopsi otot : T. obstruksi usus.spiralis. alergi. iritasi usus dan perforasi usus.stercoralis dan T.-> Larva infektif masuk mulut bersama daging yang dimakan : T. Kelainan patologik yang ditimbulkan oleh infeksi cacing parasit usus yaitu: -> Cacing dewasa dapat menimbulkan : gangguan pecernaan.lumbricoides. perdarahan dan anemia. kelainan jaringan. S.trichiura.trichiura -> Anal swab : E. cacing tambang.