Anda di halaman 1dari 18

Ditulis Oleh Mardhyyah Januar

 

Abstrak

Globalisasi Media dan Lunturnya Budaya Ketimuran Indonesia
(Analisis Kritis Dampak Globalisasi Media terhadap Pergeseran Budaya “Ketimuran” Media Pertelevisian Indonesia) Key words : Globalisasi Media, Ketimuran Indonesia, Budaya Media Media Televisi saat ini telah menjadi pilihan utama bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi yang mereka butuhkan, dibandingkan dengan media-media lain seperti surat kabar, radio, majalah, dan internet. Banyak kelebihan yang dimiliki oleh televisi jika dibandingkan oleh media massa yang lain seperti penyajian informasi yang berbentuk audio visual dan memungkinkan masyarakat untuk menerima informasi secara langsung dan terkini (up to date). Selain itu, televisi mampu menyajikan informasi yang lebih beragam dan menarik sehingga kemudian tidak mengherankan bila televisi kini telah menjadi alternatif utama sebagai sumber informasi, wadah kreatifitas, dan sarana publikasi manusia serta tidak lagi menjadi benda yang tergolong mewah tetapi sudah menjadi benda penting yang hampir dimiliki oleh semua orang. Perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan yang semakin hari semakin canggih, tindakan konsumtif, dan praktis dari individu maupun masyarakat kemudian memunculkan terciptanya globalisasi di segala aspek kehidupan, termasuk juga media massa seperti televisi sebagai media alternatif akibat proses kapitalisasi global. Globalisasi media memungkinkan adanya kebebasan dalam menerima informasi secara global dan tidak terbatas. Selain itu, Globalisasi ditandai dengan perluasan pasar di mana-mana, baik di dalam Negara-negara maju maupun di Negara-negara berkembang. Namun, yang nampak kuat adalah ekspansi pasar dari negara industri tahap lanjut ke Negara-negara berkembang seperti Indonesia. Globalisasi media ini kemudian menjadi sesuatu yang tidak bisa dielakkan dan berdampak besar pada tatanan kehidupan masyarakat, baik itu nilai, norma, maupun adat istiadat yang makin hari makin memperluntur dan menggeser keberadaan budaya ketimuran yang dimiliki Indonesia. Lama-kelamaan Indonesia tidak lagi mempertahankan budaya ketimuran tetapi telah terkontaminasi dengan budaya barat. Penyajian informasi dan tampilan

Ditulis Oleh Mardhyyah Januar
 

Ditulis Oleh Mardhyyah Januar   media pertelevisian sedikit banyak disadur dan berkiblat pada tampilan media internasional populer yang pada akhirnya berdampak pada pola pikir masyarakat sebagai konsumen utama. 2  Ditulis Oleh Mardhyyah Januar   . dan budaya yang telah ada. Kerangka konseptual yang digunakan adalah Teori kritis yang memandang dengan begitu optimis bahwa akan terjadi perubahan melalui kesadaran manusia yang kritis terhadap lingkungannya dan mampu mengupayakan kehidupan yang lebih manusiawi. norma. melihat dan mendeskripsikan pengaruh yang ditimbulkannya terhadap tatanan kehidupan masyarakat dan budaya ketimuran Indonesia. Dalam artikel ini. banyak diantara kita yang justru tidak sadar telah menjadi budak dari dunia global yang tidak lagi berpegang pada nilai. jelas analisis kritis yang dilakukan adalah dengan melihat secara lebih kritis terhadap terpaan yang dilakukan oleh proses globalisasi media pertelevisian yang ada. Artikel ini akan memaparkan dampak yang ditimbulkan oleh globalisasi media khususnya di media pertelevisian. Ini dikarenakan manusia yang memiliki kemampuan rasionalitas untuk menguasai alam dan melakukan perubahan dengan rasionalitasnya itu. Karena saat ini. Dari hal tersebut kemudian diberikan solusi/pemecahan masalah yang harus dimiliki masyarakat dan pemerintah sebagai pembuat kebijakan dalam menerima terpaan dari globalisasi media.

Ditulis Oleh Mardhyyah Januar   Abstract Media Globalization and the erosion of the Eastern Culture in Indonesia (Critical Analysis of Media Globalization Impacts on Cultural Shifts "Eastern" in Indonesian TV Media) Key words: Media Globalization. the apparent strong is the market expansion of advanced industrial countries to developing countries like Indonesia. However. and practical of the individual and society and led to the creation of globalization on all aspects of life. including the mass media like television as an alternative medium due to the process of global capitalization. magazines. Media Culture Television today has become the primary choice for people to get the information they need. The development of technology and science that is increasingly sophisticated. Globalization allows for freedom of media in receiving information globally and is not limited. In addition. and means of publication and no longer a human being belonging to the object has become a luxury but an important object that almost possessed by everyone. Indonesia in the long run no longer maintain original culture but have been contaminated by Western culture. television is able to present information that is more diverse and interesting. The globalization of media then becomes something that is inevitable and have a major impact on the livelihood of the people. Many advantages possessed by television than by the other mass media such as the presentation of information in the form of audio visual and allows the public to receive information directly and up to date. norms and customs that increasingly shift and erotion of cultural presence of Indonesia Asian-owned. both in developed countries and in developing countries. compared with other media such as newspapers. and internet. whether it's values. Moreover. Information presentation and display of television media and oriented more or less 3  Ditulis Oleh Mardhyyah Januar   . creative container. radio. globalization is characterized by the expansion of markets everywhere. Eastern Indonesia. consumer action. so then no wonder that television has now become a major alternative source of information.

This article will describe the impact of the globalization of media in the media. 4  Ditulis Oleh Mardhyyah Januar   . to see and describe the resulting effect on the life of society and culture of eastern Indonesia. especially television. In this article. Than it was then given a solution / problem solving a must-have as a society and government policy makers in receiving the exposure of media globalization. many of us are not even aware of having become slaves of the global world that no longer hold on to values.Ditulis Oleh Mardhyyah Januar   adapted to the popular view of international media. it is clear that critical analysis is carried out with a more critical view of the exposure is performed by the globalization of Tv media. which in turn have an impact on the mindset of the community as primary consumers. norms. and cultures that have existed. Conceptual framework used is a critical theory that looked so optimistic that changes will occur through human consciousness is critical to its environment and able to seek a more humane life. Because this time. This is because humans have the ability to master nature and rationality to make changes to the rationality that.

Ditulis Oleh Mardhyyah Januar   A. yang menerjemahkan dan menunjukkan arah atas berbagai ketidakpastian. karena memang menurut mereka faktanya demikian. implying a faithful reflection. media massa dilihat sebagai window on event and experience. arah dan framing dari isi yang dianggap sebagai cermin realitas tersebut diputuskan oleh para profesional media. sehingga memungkin terjadinya tanggapan dan 5  Ditulis Oleh Mardhyyah Januar   . McQuail memaparkan enam perspektif dari peran media massa saat ini pada masyarakat modern. konflik. media dianggap sebagai a mirror of event in society and the world.Biasanya para pengelola media sering merasa tidak “bersalah” jika isi media penuh dengan kekerasan. Dalam hal ini media merupakan sarana belajar dan akses untuk mengetahui berbagai peristiwa. Padahal sesungguhnya. informasi atau bentuk content yang sesuai dengan standar para pengelolanya. Keempat. yang merefleksikan apa adanya. penunjuk jalan atau interpreter. Media Massa dipandang sebagai forum untuk mempresentasikan berbagai informasi dan ide-ide kepada khalayak. Ketiga. Media senantiasa memilih issu. terlepas dari suka atau tidak suka. Pendahuluan Media massa telah memberikan pengaruh yang sangat kuat pada kehidupan manusia. dimana memungkinkan khalayak untuk melihat apa yang terjadi di dunia luar. yaitu Pertama. atau gatekeeper yang menyeleksi berbagai hal untuk diberi perhatian atau tidak. media massa dipandang sebagai filter. media hanya sebagai refleksi fakta. Kedua. angle. Kelima. dan khalayak tidak sepenuhnya bebas untuk mengetahui apa yang mereka inginkan. Media massa dipandang sebagai guide. atau alternative yang beragam. Cermin berbagai peristiwa yang ada di masyarakat dan dunia. Di sini media memiliki pengaruh untuk menentukan apa saja yang layak diketahui dan diperhatikan oleh khlayak. pornografi dan berbagai keburukan lain.

Televisi telah mengalami perkembangan yang sangat pesat. memungkinkan terjadinya komunikasi televisi dua arah yang merupakan instalansi kabel serat optik progam nasional yang memerlukan biaya yang sangat besar. yang tidak hanya sekadar tempat berlalu lalangnya informasi. Karakteristik Televisi (Ardianto. yang telah mampu mengurangi biaya instalansi serat optik tetapi memerlukan peralatan khusus dalam penerimaan program. Amerika Serikat bahkan telah melakukan riset dan mendapati bahwa 99 % dari penduduknya memiliki televisi di rumahnya (dalam Ardianto. Televisi adalah media berpenampilan lengkap dimana masyarakat tidak hanya disajikan informasi dan berita. 2007 : 134). televisi merupakan media yang paling berpengaruh dalam kehidupan masyarakat. dan Direct Broadcast Satellite. Keberadaannya kini telah mempengaruhi segala macam aspek kehidupan masyarakat yang tumbuh menjadi masyarakat yang lebih konsumtif dalam menerima informasi dan sajian yang televisi sajikan. dan pengoperasian yang lebih kompleks menjadikan televisi sebagai media yang penyajiannya lebih memberikan ketertarikan bagi masyarakat dibanding dengan media massa yang lain seperti radio. Dan yang Keenam. Media massa dianggap sebagai interlocutor. yang juga masih ditingkatkan dengan High Density Television (HDTV). televisi. 2007 : 137) seperti tampilan yang audiovisual. berpikir dengan gambar. tetapi juga partner komunikasi yang memungkinkan terjadinya komunikasi interaktif. Namun saat ini. Wireless Cable. majalah. lebih dikenal dengan istilah antena parabola yang merupakan terobosan dari sistem televisi kabel. dengan bantuan satelit ke sistem kabel lokal. Ditambah lagi dengan terpaan dari negara luar seiring dengan adanya globalisasi media khususnya pada media pertelevisian. Cable. seperti surat kabar. terutama setelah munculnya televisi kabel. surat kabar. Ada banyak media massa yang berkembang di dalam masyarakat.Ditulis Oleh Mardhyyah Januar   umpan balik. Kini sedikitnya ada lima penyampaian program televisi yang telah dikembangkan yaitu Over the air reception of network and local station program. Kalau saja bisa melihat negara luar. radio. dan media baru seperti internet. Keberadaan televisi kabel ini mampu menjangkau seluruh pelosok dunia dengan adanya bantuan satelit yang diterima dengan menggunakan wire atau microwave (wireless cables) yang memberikan berbagai variasi program dari seluruh pelosok dunia untuk masyarakat. dan lain-lain. majalah. tetapi juga hiburan dan iklan. Digital Cables. 6  Ditulis Oleh Mardhyyah Januar   .

Ini dimaksudkan untuk mengendalikan ekonomi dunia terhadap negara-negara kecil sehingga kemudian tidak mampu bersaing.Ditulis Oleh Mardhyyah Januar   Globalisasi media adalah sebuah proses yang kini tidak lagi dapat dielakkan keberadaannya. ekonomi. Adapun yang menjadi efek positif dari globalisasi adalah mempermudah memperoleh informasi dan ilmu pengetahuan. Keberadaan Globalisasi membawa efek positif dan negatif. peningkatan pengaruh perusahaan multinasional. dimana globaliasi dipandang sebagai sebuah proses yang menjadikan sesuatu menjadi tidak lagi dibatasi oleh ruang dan waktu. Istilah Globaliasi pertama kali digunakan oleh  Theodore Levitte pada tahun 1985. dan dominasi organisasi dunia seperti World Trade Organization (WTO). film. dan olahraga pada jangkupan internasional). menciptakan sikap lebih toleran dan empati terhadap situasi nasional dan internasional karena penerimaan berita yang mampu menjangkau isu nasional dan 7  Ditulis Oleh Mardhyyah Januar   . dan meningkatnya masalah bersama misalnya di bidang lingkungan hidup seperti pemanasan global. Sebagian orang bahkan berpendapat bahwa globaliasi dipandang sebagai sebuah proses sosial yang secara lamaiah terjadi dikarenakan perkembangan teknologi dan pengetahuan yang semakin pesat yang pada akhirnya akan membawa pengaruh yang besar bagi seluruh negara di dunia untuk kemudian semakin terikat satu sama lain. mewujudkan satu tatanan baru yang menyingkirkan dan menghapuskan batas-batas geografis. peningkatan interaksi kultural melalui perkembagan media massa (terutama pada media pertelevisian. krisis multinasional. musik. pasar dan produksi ekonomi di negara-negara yang berbeda menjadi saling bergantung sebagai akibat dari pertumbuhan perdagangan internasional. dan lain-lain. penyampaian informasi/berita dunia. Dari asal kata “globaliasi” yang merupakan kata yang diambil dari istilah global yang berarti universal. Globalisasi lebih dipandang negatif sebagai sebuah proses penjajahan modern yang dilakukan oleh negara-negara adikuasa untuk memberikan pengaruh dan kekuatannya pada negara-negara berkembang karena dilihat sebagai sebuah proses kapitalisme dalam bentuk modern. jarak dan waktu tidak lagi menjadi sebuah permasalahan besar karena semua dapat dioperasikan dalam waktu yang bersamaan. inflasi regional. mempercepat mobilitas. dan budaya masyarakat. mudah melakukan komunikasi karena tidak lagi dibatasi oleh ruang dan waktu. Adapun ciri-ciri dari globaliasi adalah perubahan dalam pemaknaan ruang dan waktu.

dan budaya “Ketimuran” yang dimiliki Indonesia. sebagai akses dari proses globalisasi menciptakan sebuah keterbukaan dan kebebasan masyarakat dalam memperoleh informasi dari seluruh penjuru dunia. Di Indonesia. menciptakan sikap yang menutup diri dan berpikir sempit karena globalisasi secara tidak sadar mengurangi terjadinya proses interaksi secara langsung karena semua kebutuhan dapat diperoleh dengan lebih mudah dan efisien. B. Masuknya tampilan-tampilan dan penyajian yang telah digadang-gadangkan sebagai sebuah standarisasi Internasional telah merusak sistem media Indonesia yang sarat akan keterkaitannya pada pengaruh nilai. Kondisi ini juga kemudian menuntut keberadaan lembaga-lembaga media penyiaran untuk mengambil sikap dan mengaplikasikan secara nyata regulasi yang ada.Ditulis Oleh Mardhyyah Januar   internasional. surat kabar. memotivasi diri untuk lebih menjadi pribadi yang berkualitas karena menciptakan persaingan yang lebih ketat. Kemudian terjadinya pergeseran budaya yang tidak lagi dapat dielakkan keberadaannya. majalah. menumbuhkan sikap konsumtif karena globalisasi memungkinkan masyarakat untuk mendapat terpaan iklan dari luar yang menjadikan masyarakat sebagai masyarakat yang lebih konsumtif dari biasanya. dan budaya yang ada. globaliasi juga memberikan efek negatif yaitu dengan adanya keterbukaan dan kebebasan memperoleh informasi. Kerangka Konseptual 8  Ditulis Oleh Mardhyyah Januar   . Selain membawa efek positif. kadang masyarakat kurang mampu menyaring informasi dengan baik sehingga kemudian menyebabkan tersadurnya informasi yang tidak sesuai dan tidak layak dinikmati oleh masyarakat karena bertentangan dengan nilai. dan yang merupakan efek negatif terparah adalah lunturnya budaya yang ada dalam suatu negara karena globalisasi memungkinkan lebih mudahnya masyarakat untuk mendapat terpaan budaya barat dari luar karena kaitannya dunia dikuasi oleh negara-negara adikuasa dari barat. dan lain-lain. keberadaan globalisasi media telah dapat dirasakan di semua media massa seperti radio. Media. dan mampu memenuhi kebutuhan secara lebih mudah dan efisien. Sebuah kondisi yang miris namun harus diterima sebagai konsekuensi nyata dari sebuah proses globalisai media. televisi. Sehingga globalisasi media bukan merupakan simbol dari runtuhnya budaya “Ketimuran” Media Indonesia. norma. norma.

Dimana teori ini beranggapan bahwa ideologi yang dominan menghidupkan minat golongan tertentu dangolongan lain dan media jelas-jelas memegang peranan penting dalam proses pembentukan ideologi tersebut. Frankfurt School. Penelitian budaya ini digambarkan sebagi kondisi dimana para peneliti tertarik pada 9  Ditulis Oleh Mardhyyah Januar   . Teori ini memandang media sebagai cara untuk membangun sebuah budaya yang lebih menekankan kepada pemikiran dibanding dengan materi. Hegemoni merupakan dominasi ideologi palsu dan cara pikir terhadap kondisi yang sebenarnya. 2011 : 25). Sebagian besar dari teori komunikasi kritis media terutama karena kekuatan media yang mampu menyebarkan ideologi yang dominan dan kekuatannya untuk mengungkapkan ideologi alternatif dan ideologi yang bertentangan. McQuail (Littlejohn. yang tidak hanya sekedar mekanisme sederhana untuk menyebarkan informasi. dan Marcuse yang dikenal sebagai generasi awal samapai akhirnya kepada Hubermas dan generasi berikutnya (dalam Maryani. Adorno. Pertama. Marxisme Klasik. Kedua.Ditulis Oleh Mardhyyah Januar   Pada artikel ini. Teori Hegemoni. Keempat. dimana merujuk pada sebua sistem konservatif dan tidak berbahaya yang menjadikan jenis program tertentu dan saluran media tertentu menjadi lebih dominan dan yang meminoritaskan yang lain. Teori kritis adalah salahsatuhasil dari pemikiran Mahzab Frankfurt dengan tokoh-tokoh utamanya Horkheirmer. yang menyalahkan kepemilikan media bagi keburukan masyarakat. Dan yang Kelima adalah Penelitian Budaya. Ketiga. Dalam teori ini media dipandang sebagai alat bantu dari kelas yang dominan dan sebuah cara untuk para kapitalis untuk menunjukkan ketertarikan mereka dalam menghasilkan keuntungan dan menindas golongan-golongan tertentu. kerangka konseptual yang digunakan adalah Teori Kritis. Dalam cara pikir teori ini. Teori ini berangkapan bahwa isi media adalah sesuatu yang dipasarkan dan informasi yang disampaikan diatur oleh apa yang akan diambil oleh pasar.Dalam teori kritis. media massa dipandang sebagai organisasi kompleks yang membentuk institusi sosial masyarakat yang penting. Karena bagi beberapa para kritikus menganggap media sebagai bagian dari sebuah industri budaya yang secara harfiah menciptakan simbol dan gambaran yang dapat menekan kelompok yang kecil. Berbeda dari cabang teori sebelumnya. Political-Economic Theory. McQuail menggolongkan penelitian budaya sebagai cabang teori kelima dari teori kritis media. 2011 : 432) memaparkan ada lima cabang utama teori kritis media. media menghasilkan dominasi ideologi golongan atas yang merupakan hasil dari manipulasi media terhadap gambaran dan simbol untuk keuntungan golongan yang dominan.

jelas analisis kritis yang dilakukan adalah dengan melihat secara lebih kritis terhadap terpaan yang dilakukan oleh proses globalisasi media yang ada. Teori kritis memandang dengan begitu optimis bahwa akan terjadi perubahan melalui kesadaran manusia yang kritis terhadap lingkungannya dan mampu mengupayakan kehidupan yang lebih manusiawi. Karena secara tidak sadar. Globalisasi media adalah salah satu hasil dari perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan dalam memberikan kemudahan dan efesiensi bagi kehidupan manusia saat ini. Karena saat ini. melihat dengan cara-cara isi media ditafsirkan. banyak diantara kita yang justru tidak sadar telah menjadi budak dari dunia global yang tidak lagi berpegang pada nilai. dan budaya yang telah ada. Penelitian budaya menjadi pendekatan yang sangat populer dan berguna karena menggabungkan beberapa pemahaman dan keberagaman pemikiran. 2011 : 33-34). Cabang teori ini memandang masyarakat sebagai sebuah bidang persaingan gagasan. Dampak yang ditimbulkan oleh Globalisasi Media dalam Pertelevisian terhadap Budaya Ketimuran Media Indonesia Globaliasi media adalah sebuah era dimana adanya keterbukaan dan kebebasan dalam menerima informasi dan sajian media yang tidak lagi dibatasi oleh ruang dan waktu.Ditulis Oleh Mardhyyah Januar   pemaknaan budaya tentang hasil-hasil media. norma. Keberadaan Globalisasi mampu membawa pengaruh yang signifikan terhadap berbagai aspek. pemerintahan. Nilai-nilai tersebut sangat berkaitan erat pada pemikiran dan cara pandang seseorang dan negara terhadap suatu hal. C. Ini dikarenakan manusia yang memiliki kemampuan rasionalitas untuk menguasai alam dan melakukan perubahan dengan rasionalitasnya itu (Maryani. buadaya yang telah tertanam di kehidupan masayarakat sanagt mempengaruhi alam pikiran dan 10  Ditulis Oleh Mardhyyah Januar   . baik itu dalam ekonomi. Pembahasan a. pendidikan. Dalam artikel ini. Kebudayaan dapat diartikan sebagai nilai-nilai dan persepsi yang telah lama diantut dan diyakini oleh masyarakat. dan budaya masyarakat. termasuk penafsiran yang dominan dan oposisional.

globalisasi media juga menyebabkan keberagaman program dan munculnya kapitalisme para penguasa media untuk mencari keuntungan sebesar-besarnya dengan mengkiblatkan media penyiarannya pada standarisasi internasional untuk membentuk dan memperluas pasar pada taraf global tanpa melihat dan mempertimbangkan akibat yang ditimbulkan dan kemungkinan runtuhnya budaya ketimuran media Indonesia. Semua dipandang sebagai hal yang sangat prinsipil yang membedakan budaya ketimuran dengan budaya barat yang cenderung lebih bebas. Menjadi selebritas dianggap sebuah pekerjaan yang menjanjikan dan banyak dari pesertapeserta telent show tersebut merupakan remaja di bawah umur yang seharuusnya dapat lebih 11  Ditulis Oleh Mardhyyah Januar   . Namun. dan norma hukum. program Indonesian Idol yang merupakan saduran dari American Idol yang merupakan program talent yang sangat populer di Amerika Serikat.Ditulis Oleh Mardhyyah Januar   pandangan yang ada pada seseorang yang pada akhirnya kana membentuk sebuah struktur dan identitas dari sebuah daerah ataupun negara. Adapun dampak yang ditimbulkan oleh Globalisasi Media dalam Pertelevisian terhadap Budaya Ketimuran Indonesia yaitu Pertama. norma kesopanan. Selain itu. norma kesusilaan. Indonesia adalah negara yang kaya akan kebudayaan yang terdiri dari berbagai macam budaya dan adat istiadat di setiap daerahnya. Mungkin secara sepintas tidak ada yang salah dari program ini. munculnya program-program yang disadur dari program-program populer dunia barat. Media massa Indonesia yang tentu didasarkan pada budaya yang diyakini oleh masyarakat lama-kelamaan terkontaminasi oleh budaya barat yang dibawa serta oleh adanya proses globalisasi media. Keberadaan globalisasi media sebagai akibat dari pesatnya perkembangan teknologi dan pengetahuan yang secara pasti juga memberikan dampak terhadap sajian media yang ada di Indonesia. Masyarakat tumbuh menjadi masyarakat yang malas dan percaya pada sebuah keberuntungan tanpa ada usaha dan kerja keras untuk mencapai cita-cita dan impiannya. Kebudayaan tersebut adalah cerminan dari nilai-nilai dan norma yang menjadi tatanan masyarakat Ketimuran yang berlandaskan norma agama. Program ini selalu menggadang-gadangkan sebuah popularitas dan kesuksesan dengan hanya mengandalkan bakat mereka dalam bernyanyi. dan terbuka. Misalnya saja. program ini sedikit banyak mempengaruhi cara pandang dan hidup masyarakat Indonesia. khususnya media penyiaran seperti Televisi. demokratis. jika kita analisis dan teliti lebih dalam.

Keberadaannya mungkin tidak akan menjadi masalah bila ada filterisasi yag baik terhadap adegan-adegan yang mungkin tidak akan sesuai jika ditampilkan di media televisi Indonesia. Pasal 15 ayat (1). Kedua. Ini adalah salah satu bukti bahwa terjadi sebuah pergeseran budaya ketimuran Indonesia. di program-program tersebut sering menampilkan wanita-wanita yang berbusana minim dan seksi. Hal-hal yang berbau pornografi dan seks adalah hal yang dahulunya tabu untuk dijadikan sebagai topik pembahasan dalam sebuah program. Misalnya saja Program Kakek-kakek Narsis (KKN) yang disiarkan oleh Trans TV. Pasal 14 ayat (2). Mochamad Riyanto. Eropa. dan Asia seperti dari Korea Selatan. Sebelumnya. saat ini marak munculnya program-program talkshow tengah malam yang mengandung undur sensualitas dan pornografi.Ditulis Oleh Mardhyyah Januar   fokus untuk mengejar cita-cita mereka di bangku sekolah dalam menerima pendidikan mereka. Pemutaran film dan drama televisi tersebut adalah salah satu bukti nyata dari terbuka dan tidak terbatasnya sajian dari media akibat adanya globalisasi media. Selain itu. Salah satu bukti nyata adalah pemanggilan dan surat peringatan kedua yang dilakukan oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) kepada Indosiar terkait adegan ciuman bibir yang ada pada drama Korea “Protect The Boss” yang tayang pada 19 Juni 2012. tetapi kini malah menjadi sebuah hal yang biasa dan diminati oleh masyarakat. Pasal 16. dan pembunuhan secara sadis dan tidak berkemanusiaan kadang masih sering “nyelonong” dalam film-film dan drama televisi tersebut. Adegan-adegan yang tidak sesuai dengan budaya ketimuran Indonesia seperti berciuman. 12  Ditulis Oleh Mardhyyah Januar   . seks. No 387/K/KPI/06/12 pada 20 Juni 2012 diputuskan bahwa tindakan penayangan adegan tersebut melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran tahun 2012 Pasal 9. Ini juga merupakan saduran dari berbagai program-program yang ditampilkan oleh budaya barat. maraknya pemutaran Film dan Drama Televisi dari Luar di media televisi Indonesia seperti Film-film Box Office Hollywood dan Drama-Drama Serial baik dari Amerika. program tersebut juga telah mendapatkan surat teguran tertulis pertama No 354/K/KPI/06/12 pada 12 Juni 2012. Dalam program tersebut diperlihatkan sebuah sajian talkshow yang cenderung membahas hal-hal yang berbau pornografi dan seks. Pasal 18 huruf g dan k. dan Pasal 21 ayat (1) serta Standar Program Siaran Pasal 9.  Dalam surat yang ditandatangani Ketua KPI Pusat. Selain itu.

ketat. dan transparan dijadikan sebagai mode yang dianggap up to date dan berkelas. Terpaan globalisasi media yang terus saja bergulir dan makin hari makin memperburuk keberadaan nilai. maraknya kehidupan dunia malam. Misalnya saja iklan Axe yang mengekploitasi keindahan wanita dengan menampilkan sosok wanita yang berpakaian layaknya seorang malaikat/bidadari yang turun dari langit dengan pakaian yang minim dan terbuka serta menampilkan gerakangerakan yang sensualitas. Mulai dari gaya berpakaian yang tidak lagi memandang sisi kesopanan dan kesusilaan dalam berbusana. norma. Fenomena tersebut sedikit banyak adalah hasil dari penyerapan tanpa adanya filterisasi yang baik terhadap globalisasi media. dan lain-lain. Tampilan dan sajian program-program luar yang tidak memandang nilai. Yang ada saat ini. pelarangan adegan seksual serta norma kesopanan dan kesusilaan yang disiarkan oleh lembaga penyiaran. dan kebudayaan secara gamblang menampilkan kebudayaan barat dan menjadi konsumsi sehari-hari masyarakat Indonesia. serumah tanpa adanya tali perkawinan (kumpul kebo). KPI Pusat meminta agar Indosiar segera melakukan evaluasi internal program dengan cara melakukan editing pada adegan seksual di atas yang dapat berdampak pada perkembangan psikologis anak-anak dan remaja. dalam budaya ketimuran dianggap sebagai sosok yang harus dijaga. norma dan budaya Indonesia telah membawa kondisi kepada krisis identitas dimana masyarakat tumbuh menjadi masyarakat yang konsumtif dan plagiat dalam menerima apa yang disajikan oleh media. dilindungi. Ketiga. budaya ketimuran yang telah menjadi identitas negara tidak lagi dapat dipertahankan dan luntur. Pakaian mini. masuknya iklan-iklan produk internasional yang mengandung unsur-unsur pornografi dan pornoaksi yang ditampilkan oleh model-model wanita pada media pertelevisian Indonesia.Ditulis Oleh Mardhyyah Januar   Jenis pelanggaran dikategorikan sebagai pelanggaran atas perlindungan anak dan remaja. Lama-kelamaan tampilan budaya tersebut kemudian diadopsi secara tidak sadar oleh masyarakat. Gaya hidup masyarakat yang telah kebarat-baratan seperti melumrahkan adanya sex bebas. 13  Ditulis Oleh Mardhyyah Januar   . hal yang paling mencolok dari dampak globalisasi media ini adalah perubahan gaya hidup masyarakat yang tidak lagi berlandaskan dan mencerminkan kita sebagai orang timur. Wanita. dan dihormati keberadaannya bukan malah dijadikan tontonan dan boneka yang mengumbar sisi sensualitas dimana-mana. Saat ini.

tetapi tetap adanya “kecolongan” adalah salah satu bukti bahwa kinerja dari lembaga pengawas tersebut kurang optimal. Adapun faktor yang mendorong terjadinya pergeseran budaya ketimuran media di Indonesia adalah Pertama. Walaupun telah ada usaha nyata yang lembaga terkait tersebut lakukan. tidak adanya filterisasi dalam menerima terpaan media dari luar. Ini juga mengakibatkan turunnya antusias masyarakat untuk menikmati program-program nasional dan lebih memilih untuk program-program yang bertaraf internasional. Kondisi ini adalah salah satu alasan kemudian parahnya dampak yang ditimbulkan oleh globalisasi media dan berujung pada runtuhnya budaya ketimuran media di Indonesia. Perusahaan-perusahaan media tidak lagi bertopang pada nilai.Ditulis Oleh Mardhyyah Januar   b. Selain itu. kurang diaplikasikannya regulasi dan Perundang-undangan bagi lembaga penyiaran Indonesia karena sebagian besar dari perusahaan-perusahaan media penyaiaran tersebut lebih mementingkan keuntungan dan selera massyarakat. adanya peningkatan dan keberagaman selera masyarakat yang lebih konsumtif terhadap tampilan-tampilan media luar. Selain itu. Ketiga. Kedua. Ada banyak faktor pendorong sehingga kemudian proses globalisasi media dengan mulus mempengaruhi budaya ketimuran yang ada di Indonesia. perusahaan penyiaran terlebih televisi sedang marak-maraknya meningkatkan pasar media mereka kepada standarisasi Internasional dengan memberikan sajian-sajian program yang disadur dan terinspirasi dari program-progran yang ditampilkan oleh dunia Barat. Faktor-faktor yang Mendorong terjadinya Pergeseran Budaya Ketimuran Media di Indonesia akibat Globalisasi Media Lunturnya budaya ketimuran Media di Indonesia akibat adanya Globalisasi Media tentu tidak hanya terjadi begitu saja. norma. dan budaya yang ada tetapi telah berorientasi pada keuntungan dan kapitalisme media demi mengejar keuntungan sebesar-besarnya. faktor pendorong juga berasal dari karakteristik masyarakat Indonesia. Kondisi ini akhirnya mengarahkan perusahaan media penyiaran untuk menyajikan program-program yang menjadi selera masyarakat. Ada beberapa karakteriktik yang menjadi pendorong dari terjadinya Pergeseran Budaya Ketimuran Media di Indonesia akibat Globalisasi Media yaitu sikap konsumtif masyarakat 14  Ditulis Oleh Mardhyyah Januar   . Filterisasi adalah salah satu usaha yang seharusnya dimiliki Indonesia dalam menerima terpaan globalisasi media dimana adanya proses penyaringan program yang dilakukan oleh lembagalembaga terkait seperti Lembaga Sensor Indonesia dan pengawasan kuat dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).

kecenderungan masyarakat yang adoptif dalam menerima segala sajian yang ditampilkan oleh media massa sebagai akibat dari terpaan proses globalisasi media. norma kesusilaan. dan kurangnya kesadaran masyarakat untuk melestarikan budaya ketimurannya. norma kesopanan. dan budaya ketimuran Indonesia yang berlandaskan pada norma agama. menumbuhkan kesadaran untuk memilih mana yang layak untuk ditonton dan mana yang tidak layak dan ditiru untuk ditonton dengan melakukan filterisasi (penyaringan). terpaan yang ada akan menghindarkan kita dari sisi negatif yang mungkin akan merusak moral dan tatanan kehidupan bermasyarakat yang beragama. dan norma hukum. Kedua. dalam artian budaya yang ada dianggap kuno dan ketinggalan zaman. ada beberapa cara bijak yang bisa kita lakukan. dan beretika. Pengawasan ini juga dilakukan dengan sikap yang lebih profesional dan tidak pilih kasih terhadap stasiun televisi manapun. Dengan adanya pengawasan ini diharapkan mampu memberikan hasil yang lebih baik terhadap sajian-sajian yang diterima oleh masyarakat. dilakukannya pengawasan yang ketat oleh lembaga-lembaga terkait seperti lembaga sensor Indonesia dan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) terhadap program-program yang ditayangkan oleh stasiun-stasiun yang ada. Pertama. Kesadaran yang tumbuh dari diri merupakan modal utama yang seharusnya dimiliki semua masyarakat dalam menerima terpaan program-program yang disajikan televisi sebagai akibat dari adanya proses globalisasi. Budaya Barat yang meng-global dipandang sebuah kiblat nyata yang merupakan sebuah cerminan dari gaya hidup yang modern dan prestise sehingga mengikuti perkembangan adalah sebauh keharusa untuk tidak dianggap ketinggalan zaman dalam lingkungan. c.Ditulis Oleh Mardhyyah Januar   yang cukup tinggi dimana mengkonsumsi pembaharuan dan perkembangan yang up to date dianggap sebuah gengsi dan prestise yang tinggi dalam kehidupan masyarakat. Kesadaran tersebut juga dapat timbul dengan selalu berpegang kuatnya masyarakat pada nilai. Dengan demikian. 15  Ditulis Oleh Mardhyyah Januar   . berbudaya. baik itu sebagai masyarakat yang merupakan konsumen utama dari media massa maupun sebagai pemerintah yang memegang regulasi dan kebijakan pemerintahan negara. Solusi/Pemecahan Masalah Dampak Globalisasi Media terhadap Pergeseran Budaya Ketimuran Media di Indonesia Untuk mengatasi permasalahan dampak globalisasi media terhadap Pergeseran Budaya Ketimuran Media di Indonesia. norma.

UU No. mudah melakukan komunikasi karena tidak lagi dibatasi oleh ruang dan waktu. dan mampu memenuhi kebutuhan secara lebih mudah dan efisien. norma. Kesimpulan dan Saran Globalisasi media telah membawa pengaruh yang sangat besar dalam segala aspek kehidupan masyarakat saat ini. namun masih saja ada pelanggaran yang dilakukan oleh lembaga penyiaran (stasiun-stasiun) televisi yang ada. dan budaya 16  Ditulis Oleh Mardhyyah Januar   . memotivasi diri untuk lebih menjadi pribadi yang berkualitas karena menciptakan persaingan yang lebih ketat. Adapun yang menjadi efek positif dari globalisasi adalah mempermudah memperoleh informasi dan ilmu pengetahuan. Globaliasi media memberikan dampak positif dan negatif bagi sebuah negara. dan mempertahankan budaya ketimuran yang telah menjadi identitas bangsa Indonesia. UU No.Ditulis Oleh Mardhyyah Januar   Ketiga. Pedoman Perilaku Penyiaran (P3). D. menciptakan sikap lebih toleran dan empati terhadap situasi nasional dan internasional karena penerimaan berita yang mampu menjangkau isu nasional dan internasional. cara berpikir.32 Tahun 2002 tentang Penyiaran. Ini bukti bahwa keberadaan perundang-undangan dan regulasi yang ada tidak dianggap keberadaannya oleh beberapa lembaga penyiaran Indonesia. Sedangkan efek negatif dari globalisai adalah adanya keterbukaan dan kebebasan memperoleh informasi kadang menyebabkan tersadurnya informasi yang tidak sesuai dan tidak layak dinikmati oleh masyarakat karena bertentangan dengan nilai. dan yang terpenting adalah pembentukan moral bagi para generasi penerus bangsa yang akan membawa. mempercepat mobilitas. dan Standar Program Siaran (SPS) yang dimiliki oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). pemberlakukan Regulasi dan Perundang-undangan secara lebih optimal. melanjutkan. Misalnya UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Pemberlakukan ini dirasa penting untuk menghindari pergeseran kebudayaan yang lebih parah karena kurang pedulinya perusahaan media terhadap efek yang ditimbulkan oleh program yang disajikannya terhadap pola hidup masyarakat. Indonesia sedari awal telah memiliki perundang-undangan dan peraturan yang jelas mengenai lembaga penyiaran. Keberadaannya menjadikan masyarakat pada situasi dimana tidak lagi ada batasan ruang dan waktu dalam menerima informasi. 8 Tahun 1992 Tentang Perfilman. Keterbukaan dan kebebasan sebebas-bebasnya adalah janji pasti yang dihadirkan oleh globalisasi media.

Faktor-faktor yang Mendorong terjadinya Pergeseran Budaya Ketimuran Media di Indonesia akibat Globalisasi Media adalah tidak adanya filterisasi dalam menerima terpaan media dari luar. Televisi sebagai salah satu media yang saat ini paling mempengaruhi masyarakat karena tampilannya yang lebih unggul dari media massa lain juga tidak terlepas dari efek globalisasi media. dan pemberlakukan Regulasi dan Perundang-undangan secara lebih optimal. kurang diaplikasikannya regulasi dan Perundang-undangan bagi lembaga penyiaran Indonesia karena sebagian besar dari perusahaan-perusahaan media penyaiaran tersebut lebih mementingkan keuntungan dan selera massyarakat. menumbuhkan sikap konsumtif. dan masuknya iklan-iklan produk internasional yang mengandung unsur-unsur pornografi dan pornoaksi yang akhirnya mempengaruhi eksistensi budaya Indonesia seperti perubahan gaya hidup masyarakat yang tidak lagi berlandaskan dan mencerminkan orang timur dalam hal berpakaian. Solusi/Pemecahan Masalah Dampak Globalisasi Media terhadap Pergeseran Budaya Ketimuran Media di Indonesia adalah menumbuhkan kesadaran untuk memilih mana yang layak untuk ditonton dan mana yang tidak layak dan ditiru untuk ditonton dengan melakukan filterisasi (penyaringan). Daftar Pustaka 17  Ditulis Oleh Mardhyyah Januar   . dilakukannya pengawasan yang ketat oleh lembaga-lembaga terkait seperti lembaga sensor Indonesia dan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). gaya hidup bebas dan tidak beraturan. menciptakan sikap yang menutup diri dan berpikir sempit. maraknya pemutaran Film dan Drama Televisi dari Luar di media televisi Indonesia. Dampak yang ditimbulkan oleh Globalisasi Media dalam Pertelevisian terhadap Budaya Ketimuran Media Indonesia adalah munculnya program-program yang disadur dari program-program populer dunia barat.Ditulis Oleh Mardhyyah Januar   yang ada. dan yang merupakan efek negatif terparah adalah lunturnya budaya yang ada dalam suatu negara. serta cara pandang yang telah mengadopsi budaya global. dan adanya peningkatan dan keberagaman selera masyarakat yang lebih konsumtif terhadap tampilan-tampilan media luar.

Teori Dasar. Elvinaro dkk. Ferment. 2007. Bandung : PT Remaja Rosdakarya McQuail.Ditulis Oleh Mardhyyah Januar   Ardianto. Jakarta : Kencana Prenada Media Group. dan Masa depan Massa : Mass Communication Theory : Foundations. Stanley J dan Dennis K Davis. Jakarta : Salemba Humanika. Stephen W dan Karen A Foss. Denis.Teori Komunikasi Massa: Suatu Pengantar. 2008. Jakarta : Salemba Humanika. Media dan Perubahan Sosial. Littlejohn. 2011. Jakarta: Erlangga. and Future. 2010. Eni. Teori Komunikasi : Theories of Human Communication. Vivian.2000. 18  Ditulis Oleh Mardhyyah Januar   . Komunikasi Pergolakan. Bandung : Simbiosa Baran. Maryani. Teori Komunikasi Massa. 2011. John. Komunikasi Massa : Suatu Pengantar.