Anda di halaman 1dari 184

10 NASIHAT IBNUL QAYYIM UNTUK BERSABAR AGAR TIDAK TERJERUMUS DALAM LEMBAH MAKSIAT

Alih Bahasa: Abu Mushlih Ari Wahyudi Segala puji bagi Allah Rabb seru sekalian alam. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Nabi dan Rasul paling mulia. Amma ba’du. Berikut ini sepuluh nasihat Ibnul Qayyim rahimahullah untuk menggapai kesabaran diri agar tidak terjerumus dalam perbuatan maksiat: Pertama, hendaknya hamba menyadari betapa buruk, hina dan rendah perbuatan maksiat. Dan hendaknya dia memahami bahwa Allah mengharamkannya serta melarangnya dalam rangka menjaga hamba dari terjerumus dalam perkara-perkara yang keji dan rendah sebagaimana penjagaan seorang ayah yang sangat sayang kepada anaknya demi menjaga anaknya agar tidak terkena sesuatu yang membahayakannya. Kedua, merasa malu kepada Allah… Karena sesungguhnya apabila seorang hamba menyadari pandangan Allah yang selalu mengawasi dirinya dan menyadari betapa tinggi kedudukan Allah di matanya. Dan apabila dia menyadari bahwa perbuatannya dilihat dan didengar Allah tentu saja dia akan merasa malu apabila dia melakukan hal-hal yang dapat membuat murka Rabbnya… Rasa malu itu akan menyebabkan terbukanya mata hati yang akan membuat Anda bisa melihat seolah-olah Anda sedang berada di hadapan Allah… Ketiga, senantiasa menjaga nikmat Allah yang dilimpahkan kepadamu dan mengingat-ingat perbuatan baik-Nya kepadamu…… Apabila engkau berlimpah nikmat maka jagalah, karena maksiat akan membuat nikmat hilang dan lenyap Barang siapa yang tidak mau bersyukur dengan nikmat yang diberikan Allah kepadanya maka dia akan disiksa dengan nikmat itu sendiri.

Keempat, merasa takut kepada Allah dan khawatir tertimpa hukuman-Nya.

Kelima, mencintai Allah… karena seorang kekasih tentu akan menaati sosok yang dikasihinya… Sesungguhnya maksiat itu muncul diakibatkan oleh lemahnya rasa cinta.

Keenam, menjaga kemuliaan dan kesucian diri serta memelihara kehormatan dan kebaikannya… Sebab perkara-perkara inilah yang akan bisa membuat dirinya merasa mulia dan rela meninggalkan berbagai perbuatan maksiat…

Ketujuh, memiliki kekuatan ilmu tentang betapa buruknya dampak perbuatan maksiat serta jeleknya akibat yang ditimbulkannya dan juga bahaya yang timbul sesudahnya yaitu berupa muramnya wajah, kegelapan hati, sempitnya hati dan gundah gulana yang menyelimuti diri… karena dosa-dosa itu akan membuat hati menjadi mati…

Kedelapan, memupus buaian angan-angan yang tidak berguna. Dan hendaknya setiap insan menyadari bahwa dia tidak akan tinggal selamanya di alam dunia. Dan mestinya dia sadar kalau dirinya hanyalah sebagaimana tamu yang singgah di sana, dia akan segera berpindah darinya. Sehingga tidak ada sesuatu pun yang akan mendorong dirinya untuk semakin menambah berat tanggungan dosanya, karena dosa-dosa itu jelas akan membahayakan dirinya dan sama sekali tidak akan memberikan manfaat apa-apa.

Kesembilan, hendaknya menjauhi sikap berlebihan dalam hal makan, minum dan berpakaian. Karena sesungguhnya besarnya dorongan untuk berbuat maksiat hanyalah muncul dari akibat berlebihan dalam perkara-perkara tadi. Dan di antara sebab terbesar yang menimbulkan bahaya bagi diri seorang hamba adalah… waktu senggang dan lapang yang dia miliki… karena jiwa manusia itu tidak akan pernah mau duduk diam tanpa kegiatan… sehingga apabila dia tidak disibukkan dengan halhal yang bermanfaat maka tentulah dia akan disibukkan dengan hal-hal yang berbahaya baginya.

www. Setiap kali imannya kokoh maka kesabarannya pun akan kuat… dan apabila imannya melemah maka sabarnya pun melemah… Dan barang siapa yang menyangka bahwa dia akan sanggup meninggalkan berbagai macam penyimpangan dan perbuatan maksiat tanpa dibekali keimanan yang kokoh maka sungguh dia telah keliru.Kesepuluh.com) . sebab terakhir adalah sebab yang merangkum sebabsebab di atas… yaitu kekokohan pohon keimanan yang tertanam kuat di dalam hati… Maka kesabaran hamba untuk menahan diri dari perbuatan maksiat itu sangat tergantung dengan kekuatan imannya.islamhouse. *** (Diterjemahkan dari artikel berjudul ‘Asyru Nashaa’ih libnil Qayyim li Shabri ‘anil Ma’shiyah.ar.

yang sangat cinta kepada Allah dan Rasul-Nya dan sangat takut dengan hukuman-Nya dan berharap keridhoan-Nya. The date on the modern celebration. Valentine. Hari itu diperingati pada tanggal 14 Februari. It is ovserved on February 14. St. Dengan demikian. Valentine mengalami martir. Ada yang sibuk membuat coklat dan kuekue untuk orang yang disayanginya. on February . Dengan pengaruh dari berbagai media dan lingkungan.Na’udzubillah min dzalik. insya Allah kita akan lebih berhati-hati dan tidak segan-segan untuk meninggalkan hari raya tersebut. hal 860) “Sebuah hari dimana orang-orang yang sedang dilanda cinta secara tradisi saling mengirimkan pesan-pesan cinta dan hadiah-hadiah. February 14. volume XXVII. Definisi Valentine’s Day Terdapat beberapa definisi yang terdapat di majalah As Sunnah edisi 11 tahun I untuk menjelaskan tentang hari valentine ini. (The Encyclopedia Americana. A day on which lovers traditionally exchange affectionate messages and gift.ADA APA DI BALIK VALENTINE’S DAY ? Disusun ulang oleh: Ummu Ziyad Muroja’ah oleh: Ust Abu Mushlih Ari Wahyudi Ukhti fillah… Tanggal 14 Februari seakan-akan menjadi hari yang khusus bagi manusia secara umum. Artikel berikut ini banyak menukil dari majalah As Sunnah dengan disertai berbagai tambahan dari penulis. mengirimkan kartu. para gadis sibuk ikutikutan merayakan hari tersebut. atau sengaja mengkhususkan membuat pengakuan cinta untuk lelaki pujaan hatinya. suatu hari di mana St. Apalagi jika kita benar-benar ingin menjadi wanita muslimah sejati.” Kedua. ada baiknya kita juga mengetahui asal usul adanya hari valentine. Pertama. Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan untuk dijauhkan dari perbuatan tersebut… Setelah mengetahui fatwa-fatwa yang ada pada artikel sebelumnya. bahkan bagi seorang muslimah sekalipun. the date on which Saint Valentine was matyred. is believed to derive in the execution of a Christian martyr.

volume XIII. 270. 464).14. hal. . (The Encyclopedia Americana.

Valentine. Valentine pada tanggal 14 Februari 270 M. his feast is on 14 Feb. berada di bukit Palatine. (Everyman’s Encyclopedia. Lupercalia juga dihubungkan dengan penghormatan dan penyembahan kepada dewa Faunus sebagai dewa alam dan pemberi wahyu. Setelah itu dua orang Luperci (dalam sumber lain dua orang pemuda) dibawa ke sebuah altar. “St. hal 388). Peringatan tersebut pada tanggal 14 Febuari. Kebiasaan dengan mengirim valentinevalentine berasal dari upacara penyembahan berhala yang dikaitkan dengan peribadatan Juno Februarlis di goa Lupercal.“Tanggal 14 Februari adalah perayaan modern yang diyakini berasal dari hari dihukum matinya seorang martir Kristen yaitu St. Sebagai suatu upacara ritual kesuburan. volume XII. Upacara tersebut dilakukan di dalam sebuah gua bernama Lupercal. Upacara atau festival tersebut dipimpin dan diawasi oleh suatu badan kegamaan yang disebut Luperci dan para pendetanya disebut Luperci. atau (bisa jadi) pendapat bahwa burung-burung kwain pada tanggal 14 Februari. Kemudian para luperci memotong kulit kambing yang dikorbankan . kemudian sebuah pisau yang berlumuran darah disentuhkan pada kening mereka dan darah itu diseka dengan kain wool yang telah dicelupkan ke dalam susu. yang merupakan salah satu bukit di kota Roma. Valentine adalah seorang pendeta dan tabib dari Roma yang (dianggap) martir sewaktu kaisar Claudius II pada tahun 269 M. yang oleh mereka dianggap sebagai dewa kesuburan. St. The custom of sending valentines probably had its origin in a heathen practice connected with the worship of Juno Februalis at the Lupercalia(*) or perhaps in the mediaval belief the birds commenced to mate onf 14 Feb.” Ketiga.” (*) Lupercalia merupakan upacara keagamaan (ritual) yang dilakukan oleh orang-orang Romawi kuno yang dilaksanakan setiap tahun untuk menyembah dewa Lupercus. Setiap upacara Lupercalia dimulai dengan mengorbankan beberapa ekor kambing dan seekor anjing yang dipimpin oleh para Luperci. Setelah itu kedua orang tersebut diharuskan tertawa. dewa padang rumput dan pelindung ternak. priest and physician of Rome who suffered martydorn probably during the persecution under Claudius II in 269.

dan dijadikan cambuk. Para wanita yang menerima cambukan itu dengan . Kemudian mereka berlari dalam dua geromboloan mengelilingi bukit Palatine dan tembok-tembok kuno di Palatine. mencambuki setiap wanita baik yang mengikuti upacara maupun yang mereka temui di jalanan.

Kini engkau tahu agama apa yang dipertahankan olehnya. and venerated in passau as its first bishop. . Valentine who is spoken of as the apostle of Rhaetia. Kaisar Romawi ini adalah kaisar pertama pemeluk agama Nasrani. Wallahul musta’an. Valentine yang dianggap martir yang mati dibunuh pada tanggal 14 Februari 269 M (sumber lain menyebutkan 270 M) dan juga dianggap sebagai seorang utusan dan uskup yang dimuliakan. volume XIV. (Encyclopedia Briatannica. The St. Dewan Gereja di bawah pimpinan Paus Gelasius I merubah bentuk upacara Lupercalia menjadi perayaan purifikasi (pemurnian/pembersihan diri). Nah. dia memegang peranan penting dalam hal merubah agama yang dikejar-kejar dan diancam sebelumnya menjadi agama yang dominan (bersifat nasional). saudariku… Apakah engkau tahu apa itu martir? Martir adalah orang yang dianggap mati sebagai pahlawan karena mempertahankan kepercayaan (agama). Lewat masuknya agama Nasrani itu dan berbagai jalan yang ditempuhnya. Pengambilan istilah itu juga dikaitkan dengan Lupercalia. Valentine yang disebutkan itu adalah seorang utusan dari Rhaetia dan dimuliakan di Passau sebagai uskup yang pertama. Ya ukhti… bagaimana kita bisa turut serta pada hari yang ditetapkan untuk menghormati orang yang mempertahankan agama yang bukan Islam (ini bukan berarti kita dibolehkan untuk menetapkan hari khusus untuk kematian orang-orang yang mempertahankan agama Islam!). upacara keagamaan orang Romawi Kuno dan juga bahwa burung-burung kawin pada tanggal tersebut. Pada tahun 494 M. Dan pada tahun 496 M.” Kesimpulan dari keempat definisi tersebut adalah Valentine’s day dirayakan untuk mengormati dan mengkultuskan st. 949).senang hati karena menurut mereka cambukan itu dapat menyebabkan atau mengembalikan kesuburannya. Paus Gelasius I mengubah tanggal perayaan purifikasi yang berasal dari upacara ritual lupercalia dan tanggal 15 Februari menjadi tanggal 14 Februari. Pengaruh agama nasrani semakin meluas di kerajaan Romawi dan Dewan gereja memegang peranan penting di bidang politik. “St. Keempat. Upacara Lupercalia ini terus berlangsung sampai pada masa pemerintahan Kaisar Constantin Agung (280 – 337 M). hal.

Belum lagi keyakinan batil tentang pengaruh . Padahal tidak ada yang berhak disembah selain Allah Subhanahu wa Ta’ala. maka ini juga sangat jauh dari syari’at Islam. bahkan penuh dengan kesyirikan yang merusak tauhid. Lihatlah bagaimana upacara tersebut dilaksanakan untuk menyembah dewa-dewa.Dan bila dikaitkan dengan upacara Lupercalia.

” (HR. . Aamiin. Duta Ilmu. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa. Padahal tidak ada yang kuasa untuk memberi kesuburan pada seseorang sebagaimana dalam firman-Nya yang artinya. Maraji’: 1. dan Dia menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Maka senanglah mereka ketika kita turut berbaur dalam hari raya mereka. Cukupkanlah diri kita dengan apa yang telah diturunkan Allah dalam Al-Qur’an dan yang diajarkan Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam kepada umatnya. Karena kasih sayang di antara sesama muslim jauh lebih indah dimana Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda. Maka engkau tidak perlu ragu-ragu untuk meninggalkan hari raya tersebut. Takhrij Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani. 2. Majalah As Sunnah edisi 11 tahun I.“Perumpamaan orang mukmin di dalam saling mencintai. Atau… apakah kita hendak mendukung pula upacara Lupercalia yang penuh muatan syirik dan kemaksiatan?Na’udzubillah mindzalik. “Atau Dia menganugerahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa) yang dikehendaki-Nya. Abu Dawud). Asy-Syuura [42]: 50) Ketahuilah saudariku.” (HR. Riyadush Shalihin – edisi Indonesia – karya Imam Nawawi jilid 1. maka ia termasuk kaum tersebut.” (QS. Semoga kita terus diberikan hidayah taufik oleh Allah untuk menjalankan amalan sesuai tuntunan syari’at. Bertaubat adalah langkah yang utama dan mulia jika ternyata di hari yang lalu kita menjadi bagian dari perayaan tersebut. saling mengaishi dan saling menyayangi adalah bagaikan satu jasad.cambukan yang dapat menyebabkan atau mengembalikan kesuburan. Bukhari dan Muslim). Karena Rasululllah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda. Apakah kita hendak turut serta pada acara yang ditetapkan oleh Nasrani untuk mengkultuskan sang uskup yang mati sebagai martir? Padahal kita ketahui orang-orang Nasrani tidak akan senang sampai kita mengikuti agama mereka. “Barangsiapa menyerupai suatu kaum. tidak ada pilihan lain bagi kita kecuali meninggalkan jauh-jauh kebiasaan turut serta merayakan hari Valentine ini. jika salah satu anggotanya menderita sakit maka seluruh jasad merasakan (penderitaannya) dengan tidak bisa tidur dan merasa panas.

an Nur:31). “Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya. Yang kedua adalah budak laki-laki atau perempuan yang kabur dari tuannya dan meninggal dalam keadaan demikian. Dalam syarat ini adalah firman Allah yang artinya. Yang ketiga adalah seorang perempuan yang ditinggal pergi oleh suaminya padahal suaminya telah memenuhi segala kebutuhan duniawinya lalu ia bertabarruj setelah kepergian sang suami. “Tiga jenis orang yang tidak perlu kau tanyakan (karena mereka adalah orang-orang yang binasa). kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Jangan pernah bertanya tentang mereka. Sesungguhnya Allah itu maha indah dan mencintai keindahan. dari Nabi beliau bersabda. Dengan redaksinya yang umum ayat ini mencakup larangan menggunakan pakaian luar jika pakaian tersebut berstatus “perhiasan” yang menarik pandangan laki-laki. terdapat beragam sikap orang yang dapat kita jumpai. َ َ َ َ ْ َ َ َ ٌ ُ َ ْ ُ ْ َ ْ َْ َ َ ٌ َ َ َ َ َ ُ ّ َ َ َّ َ ِ ْ ََ ّ َّ ّ ِ ُ َ ْ َ ٍ ْ َ ُ ُ ْ ُ َ َ َ ‫عن فضالة بن عبيد عن رسول ال صلى ال عليه وسلم أنه قال ثلثة ل تسأل عنه عم رج عل فععارق الجماع عة‬ ُ ِ ‫وعصى إمامه ومات عاصيا وأمة أو عبعد أبعق فمععات وامعرأة غععاب عنهععا زوجهععا قعد كفاهععا مؤنعة العدنيا‬ َ ْ ّ َ َ ْ ُ َ َ َ ْ َ َ ُ ْ َ َ ْ َ َ َ ٌ ََ ْ َ َ َ َ َ َ َ ٌ ْ َ ْ َ ٌ َ ََ ً ِ َ َ َ َ ُ َ َ ِ َ َ َ ْ ُ ْ َ ْ َْ َ َ َ ُ َ ْ َ ْ َ ّ َ َ َ ‫فتبرجت بعده فل تسأل عنهم‬ Dari Fadhalah bin Ubaid. Yang pertama adalah orang yang meninggalkan jamaah kaum muslimin yang dipimpin oleh seorang muslim yang memiliki kekuasaan yang sah dan memilih untuk mendurhakai penguasa tersebut sehingga meninggal dalam kondisi durhaka kepada penguasanya. kata mereka beralasan. Di sisi lain ada yang memiliki pandangan bahwa perempuan bebas memilih warna dan motif apa saja yang dia sukai.” (QS.” (HR . Manakah yang benar dari pendapat-pendapat ini jika ditimbang dengan aturan al-Qur’an dan sunnah shahihah yang merupakan suluh kita untuk menentukan pilihan dari berbagai pendapat yang kita jumpai? Salah satu persyaratan pakaian muslimah yang syar’i adalah pakaian tersebut bukanlah perhiasan. Ada yang beranggapan bahwa warna pakaian seorang perempuan muslimah itu harus hitam atau minimal warna yang cenderung gelap.ADAB BERPAKAIAN BAGI MUSLIMAH Penulis: Ustadz Aris Munandar Haruskah Hitam? Terkait dengan warna pakaian terutama pakaian perempuan.

Lihat Fiqh Sunnah lin Nisa’. . shahih. hal 387).Ahmad no 22817 dll.

Yang kedua. Aisyah mengatakan. Yang pertama. Baihaqi dalam Syu’abul Iman no. Hadits ini mengisyaratkan bahwa adanya warna yang jelas bukanlah suatu hal yang terlarang secara mutlak bagi seorang perempuan muslimah.” (HR. “Bekas istri rifa’ah .Sedangkan tabarruj itu didefinisikan oleh para ulama’ dengan seorang perempuan yang menampakkan “perhiasan” dan daya tariknya serta segala sesuatu yang wajib ditutupi karena hal tersebut bisa membangkitkan birahi seorang laki-laki yang masih normal. 387). ‫إن طيب الرجال ما خفي لونه وظهر ريحه ، وطيب النساء ما ظهر لونه وخفي ريحه‬ “Wewangian seorang laki-laki adalah yang tidak jelas warnanya tapi nampak bau harumnya. LihatFiqh Sunnah lin Nisa’. Bukti untuk hal tersebut adalah riwayat-riwayat berikut ini: ٌ َ ِ َ ْ ََ َ ُ َ ِ َ ْ َ َ ّ ِ َ ُ ْ ِ ِ ّ ُ ْ ِ َ ْ ّ ُ ْ َ َ َ ّ َ َ َ ُ َ ََ ْ َ َّ َ َ َ ِ ّ َ َ َ ِ ْ ِ ْ َ ‫عن عكرمة أن رفاعة طلق امرأته فتزوجها عبد الرحمن بعن الزبيعر القرظعي قعالت عائشعة وعليهععا خمععار‬ ّ ُ ُ ْ َ ُ ُ ْ َ ُ َ ّ َ َ َّ َ ِ ْ ََ ّ َّ ّ ُ ُ َ ‫َ ْ َ ُ َ َ َ ْ َِ ْ َ ََ َ ْ َ ُ ْ َ ً ِ ِ ْ ِ َ ََ ّ َ ء‬ ‫أخضر فشكت إليها وأرتها خضرة بجلدها فلما جا َ رسول ال صلى ال عليه وسلم والنساء ينصر بعضهن‬ ُ ِ ‫بعضا قالت عائشة ما رأيت مثل ما يلقى المؤمنات لجلدها أشد خضرة من ثوبها‬ َ ِ ْ َ ْ ِ ً َ ْ ُ ّ َ َ َ ُ ْ ِ َ ُ َ ِ ْ ُ ْ َ ْ َ َ َ ْ ِ ُ ْ ََ َ ُ َ ِ َ ْ َ َ ً ْ َ Dari Ikrimah. hasan. Sedangkan wewangian perempuan adalah yang warnanya jelas namun baunya tidak begitu nampak. Maka sungguh sangat aneh jika ternyata pakaian yang dikenakan tersebut malah menjadi daya tarik tersendiri. Rifa’ah menceraikan istrinya yang kemudian dinikahi oleh Abdurrahman bin az Zubair. maksud dari perintah berjilbab adalah menutupi segala sesuatu yang menjadi perhiasan (baca: daya tarik) seorang perempuan. Sehingga fungsi pakaian tidak berjalan sebagaimana mestinya. sabda Nabi. hal. Meski demikian anggapan sebagian perempuan multazimah (yang komitmen dengan aturan agama) bahwa seluruh pakaian yang tidak berwarna hitam adalah pakaian “perhiasan” adalah anggapan yang kurang tepat dengan menimbang dua alasan.7564 dll. para sahabiyah (sahabat Nabi yang perempuan) bisa memakai pakaian yang berwarna selain warna hitam. Di samping itu.

Aku belum pernah melihat semisal yang dialami oleh perempuan mukminah ini. Perempuan tersebut mengadukan dan memperlihatkan kulitnya yang berwarna hijau. Ketika Rasulullah tiba. . 5377).” (HR.itu memiliki kerudung yang berwarna hijau. Sungguh kulitnya lebih hijau dari pada pakaiannya. Bukhari no. Aisyah mengatakan.

aku melihat Ummi Salamah mengenakan kain yang dicelup dengan ‘ushfur (baca: berwarna merah). “Sesungguhnya Aisyah memakai pakaian yang dicelup dengan ‘ushfur saat beliau berihram” (HR. Jadi pakaian tersebut tidak murni berwarna hitam.” (HR. Ibnu Abi Syaibah 8/372. Dari al Qasim bin Muhammad bin Abi Bakr. beliau melihat para istri Nabi tersebut mengenakan pakaian berwarna merah. Meski ketika itu Ummi Khalid belum balig namun Nabi tidak mungkin melatih dan membiasakan anak kecil untuk mengerjakan sebuah kemaksiatan. Nabi lantas mengambil pakaian tadi dengan tangannya lalu mengenakannya pada Ummi Khalid sambil mendoakannya. Dari Ibnu Abi Mulaikah. “Moga awet. “Wahai Ummi khalid.” Pakaian tersebut memiliki garis-garis hijau atau kuning. bersama Alqamah dan al Aswad beliau menjumpai beberapa istri Nabi. dengan sanad yang shahih). Bahkan pakaian merah polos adalah pakaian khas bagi perempuan sebagaimana keterangan di edisi yang lewat. Perbuatan Aisyah sebagaimana dalam riwayat di atas menunjukkan bahwa seorang perempuan muslimah diperbolehkan memakai pakaian berwarna merah polos. Dari Hisyam dari Fathimah bin al Mundzir. Berikut ini beberapa riwayat yang kuat dari salaf tentang hal ini: • • • Dari Ibrahim an Nakha’i. Pada tulisan yang lewat telah kita bahas bahwa yang dimaksud dengan celupan dengan‘ushfur adalah celupan yang menghasilkan warna merah. ini pakaian yang cantik. Sehingga hadits ini menunjukkan bolehnya seorang perempuan mengenakan pakaian berwarna hitam yang bercampur dengan garis-garis berwarna hijau atau kuning. “Menurut pendapat kalian siapakah yang paling tepat kuberikan pakaian ini kepadanya?” Para sahabat hanya terdiam seribu bahasa. “Bawa kemari Ummi Khalid (seorang anak kecil perempuan yang diberi kunyah Ummi Khalid)” Ummi Khalid dibawa ke hadapan Nabi sambil digendong. 5823). Bukhari no. Nabi bersabda.Dari Ummi Khalid binti Khalid. sesungguhnya asma’ memakai pakaian yang dicelup dengan ‘ushfur (baca: berwarna . Beliau lantas bersabda. Nabi kemudian berkata. moga awet. Nabi mendapatkan hadiah berupa pakaian berwarna hitam berukuran kecil.

.• merah) Dari Said bin Jubair. beliau melihat salah seorang istri Nabi yang thawaf mengelilingi Ka’bah sambil mengenakan pakaian yang dicelup dengan ‘ushfur (Baca: Berwarna merah). 122-123). (Lihat Jilbab Mar’ah Muslimah karya al Albani hal.

yang dimaksud dengan pakaian yang menjadi “perhiasan” yang tidak boleh dipakai oleh seorang muslimah ketika keluar rumah adalah: 1. Singkat kata. Pakaian yang terdiri dari berbagai warna (Baca: Warna warni).” (Ruhul Ma’ani. hal. Ketika Shafwan menjumpai Aisyah yang tertinggal dari rombongan. 2. Pada pakaian tersebut terdapat garis-garis berwarna keemasan atau berwarna perak yang membuat mata lelaki normal terbelalak. 6/56. Meskipun demikian. Al Alusi berkata. lalu apa yang bisa kita katakan tentang keadaan masa sekarang! Allahul Musta’an (Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan). Yaitu pakaian dari tenunan sutra terdiri dari beberapa warna (baca:warna-warni). Pakaian yang dihias dengan garis-garis berwarna keemasan atau berwarna perak yang menarik perhatian laki-laki yang masih normal. Hadits dari Aisyah yang menceritakan bahwa sesudah turunnya ayat hijab. pakaian yang lebih dianjurkan adalah pakaian yang berwarna hitam atau cenderung gelap karena itu adalah: 1. Muslim) Serba Serbi Seputar Warna Jilbab Putih . (HR. Bukhari dan Muslim) 2.Di samping itu riwayat-riwayat di atas juga menunjukkan bahwa pakaian berwarna merah tersebut dipakai di hadapan banyak orang. “Kemudian ketahuilah bahwa menurut kami termasuk “perhiasan” yang terlarang untuk dinampakkan adalah kelakuan mayoritas perempuan yang bergaya hidup mewah di masa kita saat ini yaitu pakaian yang melebihi kebutuhan untuk menutupi aurat ketika keluar dari rumah. Menurut kami suami atau orang tua yang mengizinkan mereka keluar rumah dan berjalan di hadapan laki-laki yang bukan mahramnya dalam keadaan demikian itu disebabkan kurangnya rasa cemburu. lihat Jilbab Mar’ah Muslimah. (HR. Jika demikian keadaan di masa beliau. 388). Pakaian yang sering dikenakan oleh para istri Nabi. para perempuan anshar keluar dari rumah-rumah mereka seakan-akan di kepala mereka terdapat burung gagak yang tentu berwarna hitam. Shafwan melihat sosok hitam seorang yang sedang tidur. (Fiqh Sunnah lin Nisa’. karya Al Albani hal. 121-122). Hal ini adalah kasus yang terjadi di mana-mana.

“Apakah seorang perempuan diperbolehkan memakai pakaian ketat dan memakai pakaian berwarna putih?” .Lajnah Daimah (Komite Fatwa Para Ulama’ Saudi) pernah mendapatkan pertanyaan sebagai berikut.

Jawaban Lajnah Daimah, “Seorang perempuan tidak diperbolehkan untuk menampakkan diri di hadapan laki-laki yang bukan mahramnya atau keluar ke jalan-jalan dan pusat perbelanjaan dalam keadaan memakai pakaian yang ketat, membentuk lekuk tubuh bagi orang yang memandangnya. Karena dengan pakaian tersebut, perempuan tadi seakan telanjang, memancing syahwat dan menjadi sebab timbulnya halhal yang berbahaya.Demikian pula, seorang perempuan tidak diperbolehkan memakai pakaian yang berwarna putih jika warna pakaian semisal itu di daerahnya merupakan ciri dan simbol laki-laki. Jika hal ini dilanggar berarti menyerupai laki-laki, suatu perbuatan yang dilaknat oleh Nabi.”(Fatawa al Mar’ah, 2/84, dikumpulkan oleh Muhammad Musnid). Penjelasan di atas menunjukkan bahwa pada asalnya seorang perempuan diperbolehkan memakai pakaian yang berwarna putih asalkan cukup tebal sehingga tidak transparan/tembus pandang terutama ketika matahari bersinar cukup terik. Hukum ini bisa berubah jika di tempat tersebut pakaian berwarna putih merupakan ciri khas pakaian laki-laki maka terlarang karena menyerupai lawan jenis bukan karena warna putih. Oleh karena itu pandangan miring sebagian wanita multazimah (yang komitmen dengan syariat) di negeri kita terhadap wanita yang berwarna putih adalah pandangan yang tidak tepat karena di negeri kita pakaian berwarna putih bukanlah ciri khas pakaian laki-laki, bahkan sebaliknya menjadi ciri pakaian perempuan (Baca: Jilbab). Pakaian Perhiasan Dalam edisi yang lewat, telah kita bahas tentang salah satu yang terlarang untuk pakaian perempuan yaitu bukan perhiasan dan telah kita sebutkan dua kriteria untuk mengetahui hal tersebut. Namun beberapa waktu yang lewat kami dapatkan penjelasan yang lebih tepat mengenai hal ini. Tepatnya dari Syaikh Ali al Halabi, salah seorang ulama dari Yordania. Ketika beliau ditanya tentang parameter untuk menilai suatu pakaian itu pakaian perhiasan ataukah bukan bagi seorang perempuan, beliau katakan, “Parameter untuk menilai hal tersebut adalah ‘urf (aturan tidak tertulis dalam suatu masyarakat)”(Puncak, Bogor 14 Februari 2007 pukul 17:15). Penjelasan beliau sangat tepat, karena dalam ilmu ushul fiqh terdapat suatu kaedah:“Pengertian dari istilah syar’i kita pahami sebagaimana penjelasan syariat. Jika tidak ada maka mengacu kepada

penjelasan linguistik arab. Jika tetap tidak kita jumpai maka mengacu kepada pandangan masyarakat setempat (’urf ).”

Misal pengertian menghormati orang yang lebih tua. Definisi tentang hal ini tidak kita jumpai dalam syariat maupun dari sudut pandang bahasa Arab. Oleh karena itu dikembalikan kepada pandangan masyarakat setempat. Jika suatu perbuatan dinilai menghormati maka itulah penghormatan. Sebaliknya jika dinilai sebagai penghinaan maka statusnya adalah penghinaan. Hal serupa kita jumpai dalam pengertian pakaian perhiasan bagi seorang muslimah yang terlarang. Misal menurut pandangan masyarakat kita pakaian kuning atau merah polos bagi seorang perempuan yang dikenakan ketika keluar rumah adalah pakaian perhiasan maka itulah pakaian perhiasan yang terlarang. Akan tetapi di tempat atau masa yang berbeda pakaian dengan warna tersebut tidak dinilai sebagai pakaian perhiasan maka pada saat itu pakaian tersebut tidak dinilai sebagai pakaian perhiasan yang terlarang. Artikel ini merupakan ringkasan artikel yang berjudul “Adab Berpakaian” bagian ke 3 dan 4 dari beberapa seri artikel di www.muslim.or.id. Silahkan langsung merujuk ke www.muslim.or.id untuk mengetahui adab-adab berpakaian lainnya.

Padahal ibadah adalah segala sesuatu yang dicintai oleh Allah dan yang telah dicontohkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ada pula yang ketika menguap. membuka mulut lebar-lebar saat menguap. mengucapkan ta’awudz. puasa. mungkin beranggapan bahwa ibadah hanyalah sebatas pada shalat. Bukhari dan Muslim). Demikian pula ketika ia menguap. sehingga semua orang pun bisa melihat seluruh isi mulutnya. maka salah satu konsekuensinya adalah mencintai segala sesuatu yang dicintai oleh Allah. Salah satu ibadah yang telah diremehkan oleh sebagian kaum muslim adalah menjaga adab-adab yang telah diajarkan oleh Islam. Banyak kaum muslimin saat ini yang tidak mengetahui adab ini. Sesungguhnya jika seorang muslim mengetahui betapa besar pahala yang akan diberikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala ketika seorang muslim meneladani RasulNya shallallahu ‘alaihi wa sallam maka sudah pasti manusia akan berlomba-lomba melaksanakan adab-adab yang telah diajarkan oleh Islam ini. tetapi jika kita mengamalkannya dengan niat beribadah dan dengan niat meneladani Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. banyak dari kita.” (HR. Ketika bersin. serta membenci dan menjauhi segala sesuatu . Sesungguhnya Allah Membenci Menguap Jika kita mengaku muslim dan mengaku bahwasanya kita mencintai Allah.ADAB MENGUAP DAN BERSIN Penulis: Ummul Husain Muraja’ah: ustadz Abu Ukkasyah Aris Munandar Kebanyakan dari kita. Salah satu adab islami yang sudah banyak ditinggalkan kaum muslimin adalah adab ketika bersin dan menguap. “Sesungguhnya setiap amal perbuatan tergantung pada niatnya dan sesungguhnya setiap orang akan mendapatkan hasil sesuai dengan niatnya. Adab-adab tersebut memang terkesan sepele. amal tersebut akan bernilai ibadah di sisi Allah Ta’ala. Meskipun hal tersebut dalam perkara yang remeh di mata manusia. Akan tetapi. haji. Sebagaimana yang telah disabdakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. banyak di antara mereka yang tidak mengucapkan “alhamdullillah”. padahal perbuatan semacam ini sama sekali tidak pernah dicontohkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mungkin itu disebabkan mereka lupa atau tidak mengetahui keutamaannya. dan zakat. seharusnya seorang muslim menahannya semampu mungkin.

Seperti yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda. Salah satu perkara yang dibenci oleh Allah adalah menguap.yang dibenci oleh Allah. .

” (HR Muslim). Merendahkan suara.” (HR Bukhari). Ketika Bersin Hendaknya Kita… 1. Bersin merupakan sesuatu yang disukai karena bersin dapat menyehatkan badan dan menghilangkan keinginan untuk selalu mengenyangkan perut. . “Menguap adalah dari setan. Dan merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang mendengarnya untuk mendoakannya. Menguap adalah perbuatan yang dibenci oleh Allah. dan apabila mengeluarkan suara ‘ha’. Hendaklah setiap muslim berusaha untuk menahannya sebisa mungkin.“Sesungguhnya Allah menyukai bersin dan benci terhadap menguap. hendaklah ia menahannya sedapat mungkin. serta dapat membuat semangat untuk beribadah. Allah membenci menguap karena menguap adalah aktivitas yang membuat seseorang banyak makan. Adapun menguap. Hal ini sesuai dengan hadits yang telah diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasullullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. yang pada akhirnya membawa pada kemalasan dalam beribadah. terlebih-lebih ketika pada waktu shalat. Para nabi tidak pernah menguap. maka hendaklah dia menahannya sebisa mungkin. maka ia berasal dari setan. dikarenakan menguap adalah salah satu aktivitas yang dibenci oleh Allah. “Sesungguhnya Allah menyukai bersin. karena menguap adalah salah satu perbuatan yang buruk. maka jika salah seorang di antara kalian menguap. hendaklah ia memuji Allah (dengan mengucapkan ‘Alhamdullillah’). Sesungguhnya Allah Mencintai Orang yang Bersin Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasullullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda. Tahanlah Semampumu Jika seseorang ingin menguap. atau dengan menutup jalan terbukanya mulut dengan menggunakan tangannya. Maka apabila ia bersin. Ketika seseorang ingin menguap hendaknya ia menutup mulutnya dengan tangan kiri.” (HR Bukhari). maka saat itu setan menertawakannya.

.2. Menutup mulut dan wajah. Mengeraskan bacaan hamdalah. walaupun dalam keadaan shalat. 3. 4. Tidak memalingkan leher.

Macam-Macam Bacaan yang Dapat Kita Amalkan Ketika Bersin • Alhamdulillah (segala puji hanya bagi Allah). • Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin (segala puji bagi Allah Rabb semesta alam). • Alhamdulillah ‘ala kulli haal (segala puji bai Allah dalam setiap keadaan) • Alhamdulillahi hamdan katsiiran thayyiban mubaarakan fiihi, mubaarakan ‘alaihi kamaa yuhibbu Rabbuna wa yardhaa” (segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak lagi penuh berkah dan diberkahi, sebagaimana yang dicintai dan diridhai oleh Rabb kami). Tunaikanlah Hak Saudaramu Islam adalah agama yang sangat indah, dan salah satu keindahan agama ini adalah memperhatikan keadilan dan memberikan hak kepada sang pemiliknya. Salah satu hak yang harus ditunaikan oleh seorang muslim dan muslimah kepada muslim dan muslimah yang lain adalah bertasymit (mendoakan orang yang bersin) ketika ada seorang dari saudara atau saudari kita yang muslim bersin dan ia mengucapkan ‘alhamdullillah’. Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, “Hak seorang muslim atas muslim yang lain ada enam: jika engkau bertemu dengannya maka ucapkanlah salam, jika ia mengundangmu maka datanglah, jika ia meminta nasihat kepadamu maka berilah nasihat, jika ia bersin lalu ia mengucapkan alhamdullilah maka doakanlah, jika ia sakit maka jenguklah, jika ia meninggal maka iringilah jenazahnya.” (HR Muslim). Ketika ada seorang muslim bersin di dekat kita, lalu dia mengucapkan “alhamdullillah,” maka kita wajib mendoakannya dengan membaca “yarhamukallah” (semoga Allah merahmatimu). Hukum tasymit ini adalah wajib bagi setiap orang yang mendengar seorang muslim yang bersin kemudian mengucapkan “alhamdullillah.” Setelah orang lain mendoakannya, orang yang bersin tadi dianjurkan untuk mengucapkan salah satu doa sebagai berikut: • Yahdikumullah wa yushlih baalakum (mudah-mudahan Allah memberikan hidayah kepada kalian dan memperbaiki keadaan kalian). Yaghfirulahu lanaa wa lakum (mudah-mudahan Alah mengampuni kita dan kalian semua). Yaghfirullaah lakum (semoga Allah mengampuni kalian semua).

• •

Yarhamunnallah wa iyyaakum wa yaghfirullaahu wa lakum (semoga Allah memberi rahmat kepada kami dan kamu sekalian, serta mengampuni kami dan mengampuni kalian). Aafaanallah wa iyyaakum minan naari yarhamukumullaah (semoga Allah menyelamatkan kami dan kamu sekalian dari api neraka, serta memberi rahmat kepada kamu sekalian).

Yarhamunnallah wa iyyaakum (semoga kepada kami dan kepada kalian semua).

Allah memberi

rahmat

Mereka Tidak Berhak Mendapatkannya Kita tidak perlu bertasymit ketika: 1. Ada seseorang yang bersin, dan dia tidak mengucapkan hamdalah. 2. Ada seseorang yang bersin lebih dari tiga kali. Jika seseorang bersin lebih dari tiga kali, maka orang tersebut dikategorikan terserang influenza. Kita pun tidak disyariatkan untuk mendoakannya, kecuali doa kesembuhan. 3. Ada seseorang membenci tasymit. 4. Seseorang yang bersin itu bukan beragama Islam. Walaupun orang tersebut mengucapkan hamdalah, kita tetap tidak diperbolehkan untuk ber-tasymit, karena seorang muslim tidak diperbolehkan mendoakan orang kafir. Jika orang kafir tersebut mengucapkan alhamdulillah, kita jawab “Yahdikumullah wa yushlih baalakum“ 5. Seseorang yang bersin bertepatan dengan khutbah jumat. Cukup bagi yang bersin saja untuk mengucapkan hamdalah tanpa ada yang ber-tasymit, karena ketika khutbah jum’at seorang muslim wajib untuk diam. Begitu pula ketika shalat wajib (shalat fardhu) sedang didirikan, tidak ada keharusan bagi kita untuk ber-tasymit. 6. Kita berada ditempat yang terlarang untuk mengucapkan kalamullah, seperti di dalam toilet. Saudariku marilah kita bersama-sama mengamalkan sunnah (tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam) yang mulia ini. Mulailah untuk membiasakan diri melakukannya di tengah-tengah keluarga, temanteman, dan masyarakat di sekitar kita. Beritahukanlah kepada saudarasaudari kita yang lain untuk ikut mengamalkannya, karena sesungguhnya di dalamnya terdapat karunia yang sangat besar. Bahkan dahulu kaum yahudi pun pernah berpura-pura bersin di hadapan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam demi mendapatkan karunia yang besar itu, melalui doa beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam. Oleh karena itu, seharusnya kita sebagai muslim dan muslimah lebih bersemangat lagi untuk mendapatkannya. Sangat disayangkan jika karunia yang sangat besar itu kita tidak mendapatkannya. Bukankah demikian, wahai Saudariku? Wallaahu ‘alam bish shawaab. Maraa’ji’ : 1. Adab Menguap dan Bersin, Ismail bin Marsyid bin Ibrahim ar-Rumaih, Pustaka Imam Asy-Syafi’I, Bogor.

3. Sepuluh Hak Dalam Islam. Imam An-Nawawi . penerbit: Pustaka Al-Minhaj. Matan Hadits Arba’in An-Nawawiyah. Muhammad bin Shalih al-’Utsaimin.2. Sukoharjo.

Lalu. namun dianggap sebagai hal biasa di kalangan kaum muslimin sekarang ini adalah menulis salam dan shalawat dengan disingkat. yang artinya. Oleh karena itu. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala. Padahal telah diketahui bahwa dalam kaidah penggunaan bahasa Arab. Atau assalaamu ‘alaykum warahmatullaah 3. bagaimana jika salam dan shalawat disingkat penulisannya? Apakah akan merubah arti dan makna kalimat tersebut? dalam Adab Menulis Salam Kata salaam memuat makna keterbebasan dari setiap malapetaka dan perlindungan dari segala bentuk aib dan kekurangan. Atau assalamu ‘alaykum warahmatullaah wabarakaatuh Dalam ayat diatas juga terdapat perintah untuk membalas salam dengan yang lebih baik atau serupa dengan itu. “Dan apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan. Misalkan ada yang memberi salam dengan ucapan assalaamu ‘alaykum maka balaslah . Salaam juga berarti aman dari segala kejahatan dan terlindung dari peperangan. atau balaslah (dengan yang serupa). kesempurnaan tulisan dan pembacaan lafadz akan mempengaruhi arti dan makna dari sebuah kata dan kalimat. Assalaamu ‘alaykum 2. yaitu: 1. Bab Keutamaan Salam dan Perintah Untuk Menyebarluaskannya). Sesungguhnya Allah memperhitungkan segala sesuatu. Islam memerintahkan supaya menampakkan salam dan menyebarluaskannya (Syaikh Salim bin ‘Ied al-Hilali dalam kitab Bahjatun Naadzirin Syarah Riyadhush Shalihin. AnNisaa’: 86) Yang dimaksud dengan penghormatan pada ayat diatas adalah ucapan salam.ADAB SALAM DAN SHALAWAT Penulis: Ummu Sufyan bintu Muhammad Muraja’ah: ustadz Abu Ukkasyah Aris Munandar Salah satu bentuk ibadah yang terlalaikan.” (Qs. maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik.

wa’alaykumussalaam warahmatullaah. Dari ayat yang mulia di atas dapat diketahui bahwa hukum menjawab atau membalas salam dengan lafadz yang serupa atau sama dengan apa yang diucapkan adalah fardhu . Atau yang lebih baik dari itu. yaitu wa’alaykumussalaam. yaitu. dan seterusnya.dengan yang serupa.

Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan kedudukan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di sisi-Nya dan membersihkan beliau dari tindakan atau pikiran jahat orang-orang yang berinteraksi dengan beliau. Masalah Kewajiban Membalas Salam). Karena dengan sendirinya dia telah menyalahi perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah memerintahkan untuk membalas salam orang yang memberi salam kepada kita (al-Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat dalam kitab Al-Masaail. yang artinya. Disunnahkan –sebagian ulama mewajibkannya– mengucapkan shalawat dan salam kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. baik di masa hidup maupun sepeninggal beliau. sementara dalam lafadz tersebut tidak mengandung makna salam yaitu penghormatan dan do’a bagi penerima salam.“Sesungguhnya Allah dan Malaikat-Malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Sedangkan membalas salam dengan lafadz yang lebih baik dari itu hukumnya adalah sunah. Dan berdosalah orang yang tidak menjawab atau membalas salam dengan lafadz yang serupa atau yang lebih baik dari itu. setiap kali menyebut atau disebut nama beliau. bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. Dari penjelasan di atas. dalam perbendaharaan kosa kata asing memiliki pengertian yang tidak sepantasnya. bahkan mengandung unsur penghinaan (wal ‘iyyadzubillah). Bahkan lafadz “ass”. Adab Menulis Shalawat Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam kitab-Nya yang mulia. Yang dimaksud shalawat Allah adalah puji-pujian-Nya kepada Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (Qs. Dan yang dimaksud shalawat para malaikat adalah do’a dan istighfar. Sedangkan yang dimaksud shalawat dari ummat beliau adalah do’a dan mengagungkan perintah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam (Syaikh Salim bin ‘Ied al-Hilali dalam kitab Bahjatun Naadzirin Syarah Riyadhush Shalihin Bab Shalawat Kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam). Hai. Al-Ahzaab: 56). orang-orang yang beriman. Dalam ayat ini Allah Subhanahu wa Ta’ala memuliakan RasulNya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan bagaimana lafadz-lafadz tersebut dapat disebut salam. yaitu dengan ucapan: “shallallahu . lafadz “aslkm” bahkan “ass” dan singkatan yang sejenisnyabukan termasuk dalam kategori salam.atau wajib.

Dalam sebuah riwayat dari Husain bin ‘Ali bin Abi Thalib disebutkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda. .‘alaihi wa sallam” (al-Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat dalam kitab Sifat Shalawat dan Salam Kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam).

maka bershalawatlah dengan lisan dan tulisan. 1736. cetakan Maktabah Mu’awiyah bin Abi Sufyan. Al-Qur’an dan terjemahan. Bahjatun Naadzirin Syarah Riyadhush Shalihin (Terjemah) Jilid 3 dan 4. shalawat ummat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah bentuk dari sebuah do’a. Sifat Shalawat dan Salam Kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan do’a merupakan bagian dari ibadah. dengan sanad shahih).“Orang yang bakhil (kikir/pelit) itu ialah orang yang (apabila) namaku disebut disisinya. penerjemah Hawin Murtadho. Demikian pula dengan makna salam kita kepada sesama muslim. . Dan tidaklah ibadah itu akan mendatangkan sesuatu selain pahala dari Allah Jalla wa ‘Ala. takhrij oleh Syaikh Salim bin ‘Ied al-Hilali. 3. Syaikh Salim bin ‘Ied al-Hilali mengatakan bahwa disunnahkan bagi para penulis agar menulis shalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam secara utuh. Ketahuilah saudariku. cetakan Darus Sunnah. Al-Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat juga mengatakan dalam kitab Sifat Shalawat dan Salam Kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. karya al-Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat. Al-Masaail Jilid 7. Edisi Indonesia Syarh al-’Aqidah al-Wasithiyah. kemudian ia tidak bershalawat kepadaku shallallahu ‘alaihi wa sallam. bahwa disukai apabila seseorang menulis nama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. tidak disingkat (seperti SAW. Maka apakah kita akan berlaku kikir dalam beribadah dengan menyingkat salam dan shalawat. apakah kita ingin menjadi hamba-hamba-Nya yang lalai dari kesempurnaan dalam beribadah? Wallahu Ta’ala a’lam bish showwab. 4. penyingkatan dalam bahasa Indonesia – pent) setiap kali menulis nama beliau. Syarh al-’Aqidah al-Wasithiyah Li Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah (Terjemah) karya Syaikh Sa’id bin Ali bin Wahf alQahthaniy. cetakan Pustaka Imam asy-Syafi’i. 5.” (Diriwayatkan oleh Imam Ahmad bin Hambal no. 2. karya al-Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat. terutama kepada kekasih Allah yang telah mengajarkan kita berbagai ilmu tentang dien ini? Saudariku. Maraji’: 1. cetakan Pustaka at-Tibyan.

.

Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Barangsiapa telah selesai makan hendaknya dia berdo’a: “Alhamdulillaahilladzi ath’amani hadza wa razaqqaniihi min ghairi haulin minni walaa quwwatin. Hendaknya mengakhiri makan dengan pujian kepada Allah. Daud Dishohihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shohih Ibnu Majah: 3264). Berdasarkan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Apabila salah seorang diantara kalian hendak makan.”(HR. meski bukanlah puja-puji yang memadai dan mencukupi dan meski tidaklah dibutuhkan oleh Rabb kita. َ ّ َ ُ ْ َ ً َ ْ َ ْ ُ َ َ ‫ْ َ ْ ُ ّ َ ْ ً ِ ً َ ّ ً ُ َ َ ً ِ ِ َ ْ َ َ ْ ِ ّ َ َ ُ َ ّع‬ ‫الحمد ل حندا كثيرا طيبا مباركا فيه غير )مكفي و ل( مود ٍ و ل مستغني عنه ربنا‬ ِ “Segala puji bagi Allah dengan puja-puji yang banyak dan penuh berkah. Daud.’” (HR.’ Dan jika ia lupa untuk mengucapkan Bismillah di awal makan. Memulai makan dengan mengucapkan Bismillah.” Atau bisa pula dengan doa berikut. maka hendaklah ia mengucapkan ‘Bismillahi Awwalahu wa Aakhirahu (dengan menyebut nama Allah di awal dan diakhirnya). Hadits Hasan) Inilah lafadznya.” (HR. Lc. Bukhari VI/214 dan Tirmidzi dengan lafalnya V/507) .ADAB-ADAB MAKAN Disusun ulang oleh: Ummu Aufa Muroja’ah: Subhan Khadafi. maka ucapkanlah: ‘Bismilah. ٍ ّ ُ َ َ ِّ ٍ ْ ِ ْ َ ْ ِ ِ ِ َ َ َ َ َ َ ِ َ َ ْ َ ِ ّ ّ ُ ْ َ ْ ‫الحمد ل الذي أطعمني هذا ورزقنيه من غير حول مني و ل قوة‬ ِ “Segala puji bagi Allah yang telah memberi makan ini kepadaku dan yang telah memberi rizki kepadaku tanpa daya dan kekuatanku. Niscaya akan diampuni dosanya yang telah lalu. a. b.

” (HR. Apabila ada sesuatu dari makanan kita terjatuh. Abu Daud) f. At Tirmidzi) g. maka hendaklah dia membersihkan bagiannya yang kotor. Muslim. anaknya). Berdasarkan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Apabila ada sesuap makanan dari salah seorang diantara kalian terjatuh.” (HR. Ahad. Berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Tidak ada bejana yang diisi oleh manusia yang lebih buruk dari perutnya. Sebagaimana hadits dari Ibnu Abbas Radhiyallahu’anhu: “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melarang untuk menghirup udara di dalam gelas (ketika minum) dan meniup di dalamnya. maka jika tidak mau. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Apabila salah seorang diantara kalian telah selesai makan maka janganlah ia mengusap tangannya hingga ia menjilatinya atau minta dijilati (oleh Isterinya.c. Ibnu Majah) . Hendaknya tidak meniup pada makanan yang masih panas dan tidak memakannya hingga menjadi lebih dingin.” (HR. maka hendaknya dibersihkan bagian yang kotornya kemudian memakannya. sepertiga minuman dan sepertiga lagi untuk bernafasnya. Hendaknya menghindarkan diri dari kenyang yang melampaui batas. Bukhari Muslim) e. dan ketika minum hendaknya menjadikan tiga kali tegukan. Hendaknya makan dengan menggunakan tiga jari tangan kanan. Apabila hendak bernafas maka lakukanlah di luar gelas. Hendaknya menjilati jari jemarinya sebelum dicuci tangannya. HR. cukuplah baginya memakan beberapa suapan sekedar dapat menegakkan tulang punggungnya (memberikan tenaga). Hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Sungguh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam makan dengan menggunakan tiga jari. maka ia dapat memenuhi perutnya dengan sepertiga makanan. Muslim. Daud) d. kemudian memakannya dan jangan meninggalkannya untuk syaitan.” (HR.”(HR. hal ini berlaku pula pada minuman.

h. Makan memulai dengan yang letaknya terdekat kecuali bila macamnya berbeda maka boleh mengambil yang jauh. Hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Wahai anak muda, sebutkanlah Nama Allah (Bismillah), makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah dari apa-apa yang dekat denganmu.” (HR. Bukhari Muslim) i. Hendaknya memulai makan dan minuman dalam suatu jamuan makan dengan mendahulukan (mempersilakan mengambil makanan terlebih dahulu) orang-orang yang lebih tua umurnya atau yang lebih memiliki derajat keutamaan. Ketika makan hendaknya tidak melihat teman yang lain agar tidak terkesan mengawasi.

j.

k. Hendaknya tidak melakukan sesuatu yang dalam pandangan manusia dianggap menjijikkan. l. Jika makan bersama orang miskin, maka hendaklah kita mendahulukan mereka. Maroji’: Disadur dari: Adab adab Harian Muslim, Ibnu Katsir

ADZAB ORANG YANG LALAI DALAM SHALAT
Penulis: Ummu Salamah Farosyah Muroja’ah: Ustadz Aris Munandar Allahu Akbar!… Allahu Akbar! Allahu Akbar!… Allahu Akbar! “Duh! Sudah adzan, sebentar lagi ah shalatnya… tanggung kerjaannya tinggal sedikit lagi.” “Eh kok adzan? Padahal filmnya lagi seru nih! Nanti saja shalatnya kalau filmnya sudah selesai ah. Tapi waktu shalatnya nanti keburu habis?! Tunggu iklan saja deh kalau begitu, shalatnya juga harus cepat nih.” Astagfirullah… Astagfirullah… Astagfirullah… Ketahuilah ukhti bahwa orang-orang tersebut di atas termasuk jenis orang yang melalaikan shalatnya. Perhatikanlah firman Allah, yang artinya “Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orangorang yang lalai dari shalatnya.” (QS. Al-Maa’uun: 4-5) Al-Haafidz Ibnu Katsir rahimahullahu ta’ala berkata, yang dimaksud orang-orang yang lalai dari shalatnya adalah: 1. Orang tersebut menunda shalat dari awal waktunya sehingga ia selalu mengakhirkan sampai waktu yang terakhir. 2. Orang tersebut tidak melaksanakan rukun dan syarat shalat sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah Ta’ala dan dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. 3. Orang tersebut tidak khusyu’ dalam shalat dan tidak merenungi makna bacaan shalat. Dan siapa saja yang memiliki salah satu dari ketiga sifat tersebut maka ia termasuk bagian dari ayat ini (yakni termasuk orang-orang yang lalai dalam shalatnya). Apa Adzabnya ? Diriwayatkan dalam Shahih Al-Bukhari dari sahabat Samurah bin Junab radhiyallahu ‘anhusebagaimana disebutkan dalam hadits yang panjang tentang sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam (dalam kisah tentang mimpi beliau): “Kami mendatangi seorang laki-laki yang terbaring dan ada juga yang lain yang berdiri sambil membawa batu besar, tiba-tiba orang tersebut menjatuhkan batu besar tadi ke kepala laki-laki yang sedang berbaring dan memecahkan kepalanya sehingga berhamburanlah

Dan tidaklah ia kembali mengulangi lagi hal tersebut sampai kepalanya . kemudian ia mengambil batu itu dan melakukannya lagi.pecahan batu itu di sana sini.

At-Tirmidzi -Shahih) Demikianlah Ukhti.utuh kembali seperti semula dan ia terus-menerus mengulanginya seperti semula dan ia terus-menerus mengulanginya seperti pertama kali. marilah kita bersama-sama berusaha maksimal untuk memperbaiki shalat kita karena ketahuilah bahwa amalan yang pertama akan dihisab oleh Allah di akhirat nanti adalah shalat.” Disebutkan dalam penjelasan hadits ini “Sesungguhnya laki-laki tersebut adalah orang yang mengambil Al-Qur’an dan ia menolaknya. berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Perbedaan antara kita dengan mereka (orang-orang kafir) adalah shalat.” Lalu Bagaimana Orang yang Meninggalkan Shalat Secara Mutlak ? Sesungguhnya orang yang meninggalkan shalat secara keseluruhan hukumnya kafir keluar dari Islam. Maraji’: Setelah Maut Datang Menjemput (Khalid bin Abdurrahman Asy-Syayi’) . Barangsiapa yang meninggalkan shalat maka ia telah kafir. Dan kita memohon perlindungan kepada Allah Ta’ala dari kehinaan dan kondisi orang-orang yang di adzab Allah karena lalai dari shalat.” (HR. dan orang yang tidur untuk meninggalkan shalat wajib.

Allah Subhanahu wa Ta’ala mengingatkan hal ini dalam firman-Nya. akan terasa hampa dan suram. “…Karena jiwa manusia memiliki fitrah untuk cinta kepada istri dan anak-anak. Demikian pula arti keberadaan seorang anak bagi pasutri. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman. yang merupakan hiasan bagi langit. nikmat keberadaan anak ini sekaligus juga merupakan ujian yang bisa menjerumuskan seorang hamba dalam kebinasaan. ً َ َ ٌ ْ َ َ ً َ َ َ َّ َ ْ ِ ٌ ْ َ ُ َ ِ ّ ُ َ ِ َ ْ َ َ ْ ّ ِ َ َ ْ ُ َ ِ َ َُ ْ َ ُ َ ْ ‫المال والبنون زينة الحياة الدنيا والباقيات الصالحات خير عند ربك ثوابا وخير أمل‬ “Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia. ْ ُ ُ َ ْ َ ْ ُ َ ّ ُ َ ْ ُ ِ ْ ََ ْ ُ ِ َ ْ َ ْ ِ ّ ِ ُ َ َ ِ ّ َ ّ َ َ ‫يا أيها الذين آمنوا إن من أزواجكم وأولدكم عدوا لكم فاحذروهم‬ “Hai orang-orang yang beriman. kehidupan rumah tangga tanpa anak. maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka…” (Qs. sebagai perhiasan dalam kehidupan dunia. maka (dalam ayat ini) Allah Subhanahu wa Ta’ala memperingatkan hamba-hamba-Nya agar (jangan sampai) kecintaan ini menjadikan mereka menuruti semua keinginan istri dan anak-anak mereka dalam hal-hal yang dilarang dalam syariat. syaikh Abdurrahman as-Sa’di berkata.al-Kahfi: 46) Bersamaan dengan itu.AGAR BUAH HATI MENJADI PENYEJUK HATI Kehadiran sang buah hati dalam sebuah rumah tangga bisa diibaratkan seperti keberadaan bintang di malam hari. .” (Qs. At-Taghaabun:14) Makna “menjadi musuh bagimu” adalah melalaikan kamu dari melakuakan amal shaleh dan bisa menjerumuskanmu ke dalam perbuatan maksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. tetapi amalan-amalan yang kekal dan shaleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan. Dan Dia memotivasi hamba-hamba-Nya untuk (selalu) melaksanakan perintah-perintah-Nya dan mendahulukan keridhaan-Nya…” . sesungguhnya di antara isteriisterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu. Ketika menafsirkan ayat di atas. Ini berarti.

.

serta bertobat dari semua perbuatan yang menyebabkan kemurkaan dan siksa-Nya. peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.Kewajiban Mendidik Anak Agama Islam sangat menekankan kewajiban mendidik anak dengan pendidikan yang bersumber dari petunjuk Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya Subhanahu wa Ta’ala. serta memaksa mereka untuk (melaksanakan) perintah Allah. serta melarang mereka melakukan sesuatu yang membahayakan mereka sendiri.” (Qs. padahal waktu itu Hasanradhiallahu ‘anhu masih kecil. meskipun anak kecil . “Apakah kamu tidak mengetahui bahwa kita (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan keturunannya) tidak boleh memakan sedekah?” Imam Ibnu Hajar menyebutkan di antara kandungan hadits ini adalah bolehnya membawa anak kecil ke mesjid dan mendidik mereka dengan adab yang bermanfaat (bagi mereka). Maka seorang hamba tidak akan selamat (dari siksaan neraka) kecuali jika dia (benar-benar) melaksanakan perintah Allah (dalam ayat ini) pada dirinya sendiri dan pada orang-orang yang dibawa kekuasaan dan tanggung jawabnya” . Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. “(Maknanya): Ajarkanlah kebaikan untuk dirimu dan keluargamu. ُ َ َ ِ ْ َ ُ ّ َ ُ ُ َ ً َ ْ ُ ِْ ََ ْ ُ َ ُ ْ َ ُ ُ َ َ ِ ّ َ ّ َ َ ‫يا أيها الذين آمنوا قوا أنفسكم وأهليكم نارا وقودها الناس والحجارة‬ “Hai orang-orang yang beriman. “Memelihara diri (dari api neraka) adalah dengan mewajibkan bagi diri sendiri untuk melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman. Adapun memelihara istri dan anak-anak (dari api neraka) adalah dengan mendidik dan mengajarkan kepada mereka (syariat Islam). atTahriim: 6) Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu ketika menafsirkan ayat di atas berkata. Dalam sebuah hadits yang shahih.” Syaikh Abdurrahman as-Sa’di berkata. (yaitu dengan) melakukan hal-hal yang diharamkan (dalam agama). “Hekh hekh” agar Hasan membuang kurma tersebut. kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melarang Hasan bin ‘Ali radhiallahu ‘anhu memakan kurma sedekah.

belum dibebani kewajiban syariat. agar mereka terlatih melakukan kebaikan tersebut. .

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman. melalui adab-adab yang diajarkan dalam sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang berhubungan dengan kelahiran seorang anak. Dalam sebuah hadits qudsi. kemudian Allah menakdirkan (lahirnya) anak dari hubungan tersebut. untuk membaca doa.” Perhatikanlah hadits yang agung ini. indahnya dunia dan godaan-godaan duniawi lainnya.” . padahal bayi yang baru lahir tentu belum mengenal nafsu.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.Metode Pendidikan Anak yang Benar Agama Islam yang sempurna telah mengajarkan adab-adab yang mulia untuk tujuan penjagaan anak dari upaya setan yang ingin memalingkannya dari jalan yang lurus sejak dia dilahirkan ke dunia ini. ya Allah jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkanlah setan dari rezki yang Engkau anugerahkan kepada kami. “Tangisan seorang bayi ketika (baru) dilahirkan adalah tusukan (godaan untuk menyesatkan) dari setan. “Jika seorang suami yang ingin mengumpuli istrinya membaca doa tersebut. Sebagai contoh misalnya. anjuran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bagi seorang suami yang akan mengumpuli istrinya. maka setan tidak akan bisa mencelakakan anak tersebut selamanya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. “Sesungguhnya Aku menciptakan hamba-hamba-Ku semuanya dalam keadaan hanif (suci dan cenderung kepada kebenaran). maka bagaimana keadaannya kalau dia telah mengenal semua godaan tersebut? Maka di sini terlihat jelas fungsi utama syariat Islam dan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam menjaga anak yang baru lahir dari godaan setan. bagaimana setan berupaya keras untuk memalingkan manusia dari jalan Allah sejak mereka dilahirkan ke dunia. ‫بسم ال اللهم جنبنا الشيطان وجنب الشيطان ما رزقتنا‬ َ َ ْ َ َ َ َ َ ْ ّ ِ َّ َ َ َ ْ ّ َ ْ َّ ّ ّ َ “Dengan (menyebut) nama Allah.” Dalam hadits shahih lainnya. kemudian setan mendatangi mereka dan memalingkan mereka dari agama mereka (Islam).

yang ini berarti bahwa hanya dengan . jelaslah bahwa syariat Islam merupakan satu-satunya metode yang benar dalam pendidikan anak.Berdasarkan keterangan di atas.

dan jika seorang hamba bertakwa kepada Allah serta (berusaha) menempuh metode (pembinaan) yang sesuai dengan syariat Islam. adalah kemudahan (taufik) dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.’” (Qs. Inilah bukti cinta dan kasih sayang yang sebenarnya. Dimana kebanyakan orang pada . “Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan menjadikan baginya kemudahan dalam (semua) urusannya. dan Ishaq. Allah Subhanahu wa Ta’ala memuji Nabi-Nya Ya’qub ‘alaihissalam yang sangat mengutamakan pembinaan iman bagi anak-anaknya. ‘Kami akan menyembah Rabb-mu dan Rabb nenek moyangmu. Isma’il. Ibrahim. nasehat inilah yang beliau tekankan kepada mereka. “Yang menentukan (keberhasilan) pembinaan anak. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman. (yaitu) Rabb Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk kepada-Nya. karena diwujudkan dengan sesuatu yang bermanfaat dan kekal di dunia dan di akhirat nanti. َ ِ َ ْ ِ َ ِ َ َ ََِ َ َ َِ ُ ُ ْ َ ُ َ ِ ْ َ ْ ِ َ ُ ُ ْ َ َ ِ ِ َ ِ َ َ ْ ِ ُ ْ َ ْ َ ُ ْ َ َ َ َ ْ ِ ‫َ ْ ُ ْ ُ ْ ُ َ َ ء‬ ‫أم كنتم شهدا َ إذ حضر يعقوب الموت إذ قال لبنيه ما تعبدون من بعدي قالوا نعبد إلهك وإله آبائك إبراهيم‬ َ ُ ِْ ُ ُ َ ُ ْ َ َ ً ِ َ ً َِ َ َ ْ َِ َ ِ َ ْ َِ ‫وإسماعيل وإسحاق إلها واحدا ونحن له مسلمون‬ “Adakah kamu hadir ketika Ya’qub kedatangan (tanda-tanda) kematian. athThalaaq: 4) Pembinaan Rohani dan Jasmani Cinta yang sejati kepada anak tidaklah diwujudkan hanya dengan mencukupi kebutuhan duniawi dan fasilitas hidup mereka. Akan tetapi yang lebih penting dari semua itu pemenuhan kebutuhan rohani mereka terhadap pengajaran dan bimbingan agama yang bersumber dari petunjuk al-Qur-an dan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. maka Allah akan memudahkan urusannya (dalam mendidik anak). alBaqarah: 133) semata-semata (tauhid) dan menjauhi perbuatan syirik (menyekutukan-Nya dengan makhluk). Syaikh Muhammad bin Shaleh al-’Utsaimin berkata. ketika dia berkata kepada anak-anaknya.” (Qs.menerapkan syariat Islamlah pendidikan dan pembinaan anak akan membuahkan hasil yang baik. susah atau mudahnya. ‘Apa yang kamu sembah sepeninggalku?’ Mereka menjawab. Allah berfirman. sehingga pada saat-saat terakhir dari hidup beliau.

yang landasannya adalah ibadah kepada Allah.saat-saat seperti ini justru yang mereka berikan perhatian utama adalah kebutuhan duniawi semata-mata. bagaimana beliau menyampaikan nasehat terakhir kepada anak-anaknya untuk berpegang teguh dengan agama Allah . . apa yang kamu makan sepeninggalku nanti? Bagaimana kamu mencukupi kebutuhan hidupmu? Dari mana kamu akan mendapat penghasilan yang cukup?ΥRenungkanlah teladan agung dari Nabi Allah yang mulia ini.

” (Qs.” (Qs.’” (Qs. Manfaat dan Pentingnya Pendidikan Anak Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah – semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala merahmatinya – berkata. (demikian pula) anak mempunyai hak (yang harus dipenuhi) orang tuanya. Mayoritas kerusakan (moral) pada anak-anak . Maka sebagaimana Allah berfirman. ‘Hai anakku. sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar. ‘Sesugguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala pada hari kiamat (nanti) akan meminta pertanggungjawaban dari orang tua tentang anaknya sebelum meminta pertanggungjawaban dari anak tentang orang tuanya. “Salah seorang ulama berkata. ً ْ ُ ِ ْ َ ِ َ ِ َ َ ْ ِْ َ ْ ّ َ َ ‫ووصينا النسان بوالديه حسنا‬ “Dan Kami wajibkan manusia (berbuat) kebaikan kepada kedua orang tuanya. orang yang paling pantas mendapatkan hadiah terbaik yang dimilikinya. Luqmaan: 13) Lihatlah bagaimana hamba Allah yang shaleh ini memberikan nasehat kepada buah hati yang paling dicintai dan disayanginya. maka sungguh dia telah melakukan keburukan yang besar kepada anaknya tersebut. ُ َ َ ِ ْ َ ُ ّ َ ُ ُ َ ً َ ْ ُ ِْ ََ ْ ُ ‫ُ َ ْ ُس‬ ‫قوا أنف َكم وأهليكم نارا وقودها الناس والحجارة‬ “Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. at-Tahriim: 6) Maka barangsiapa yang tidak mendidik anaknya (dengan pendidikan) yang bermanfaat baginya dan membiarkannya tanpa bimbingan. di waktu ia memberi nasehat kepadanya. Karena sebagaimana orang tua mempunyai hak (yang harus dipenuhi) anaknya. janganlah kamu mempersekutukan Allah. nasehat yang pertama kali disampaikannya untuk buah hatinya ini adalah perintah untuk menyembah (mentauhidkan) Allah semata-mata dan menjauhi perbuatan syirik . yang oleh karena itulah. al-’Ankabuut: 8) (Demikian juga) Allah berfirman. ٌ ِ َ ٌ ْ ُ َ َ ْ ّ ّ ِ ّ ِ ْ ِ ْ ُ ّ َ ُ َ ُ ُ ِ َ َ ُ َ ِ ِ ْ ِ ُ َ ْ ُ ‫َِ ْ َ ل‬ ‫وإذ قا َ لقمان لبنه وهو يعظه يا بني ل تشرك بال إن الشرك لظلم عظيم‬ ِ “Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya.Dalam ayat lain Allah berfirman.

Sehingga karena mereka tidak memperhatikan (pendidikan) anakanak mereka sewaktu kecil.timbulnya (justru) karena (kesalahan) orang tua sendiri. dan tidak mengajarkan kepada mereka kewajiban-kewajiban serta anjuran-anjuran (dalam) agama. maka anak-anak tersebut . (dengan) tidak memberikan (pengarahan terhadap) mereka.

secara otomatis dan tanpa perlu diniatkan. tapi tujuannya adalah untuk memotivasi anak yang shaleh agar orang tuanya. karena anak termasuk bagian dari usaha orang tuanya . “Jika seorang manusia mati maka terputuslah (pahala) amalnya kecuali dari tiga perkara: sedekah yang terus mengalir (pahalanya karena diwakafkan). sesungguhnya engkau telah berbuat durhaka kepadaku (tidak mendidikku) sewaktu aku kecil. Dalam hadits shahih lainnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Adapun penyebutan “doa” dalam hadits tidaklah menunjukkan pembatasan bahwa hanya doa yang akan sampai kepada orangtuanya . karena engkau menyia-nyiakanku di waktu kecil maka akupun menyia-nyiakanmu di waktu engkau tua. maka anak itu menjawab: “Wahai ayahku. dan anak shaleh yang selalu mendoakannya.” Hadits ini menunjukkan bahwa semua amal kebaikan yang dilakukan oleh anak yang shaleh pahalanya akan sampai kepada orang tuanya. sehingga Allah pun meninggikan (kedudukan) ayahnya. maka akupun mendurhakaimu setelah engkau tua. maka dia bertanya. ‫إن الرجل لترفع درجته في الجنة فيقول: أنى هذا ؟ فيقال: باستغفار ولدك لك‬ “Sungguh seorang manusia akan ditinggikan derajatnya di surga (kelak). ilmu yang terus diambil manfaatnya (diamalkan sepeninggalnya). Sebagaimana (yang terjadi) ketika salah seorang ayah mencela anaknya yang durhaka (kepadanya).” Cukuplah sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut menunjukkan besarnya manfaat dan keutamaan mendidik anak. ‘Bagaimana aku bisa mencapai semua ini? Maka dikatakan padanya: (Ini semua) disebabkan istigfar (permohonan ampun kepada Allah yang selalu diucapkan oleh) anakmu untukmu. . maka dia akan meminta (berdoa) kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar kedudukan ayahnya ditinggikan (seperti kedudukannya). dan (akhirnya) merekapun tidak bisa melakukan kebaikan untuk orang tua mereka ketika mereka telah lanjut usia.’” Sebagian dari para ulama ada yang menerangkan makna hadits ini yaitu: bahwa seorang anak jika dia menempati kedudukan yang lebih tinggi dari pada ayahnya di surga (nanti).tidak bisa melakukan kebaikan untuk diri mereka sendiri.

“(Semua pahala) amal kebaikan yang dilakukan oleh anak yang .Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani – semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala merahmatinya – berkata.

dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa. tanpa mengurangi sedikitpun dari pahala anak tersebut. seperti sedekah. anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri dan keturunan kami sebagai penyejuk (pandangan) mata (kami). “Sungguh sebaikbaik (rezki) yang dimakan oleh seorang manusia adalah dari usahanya sendiri. karena anak adalah bagian dari usaha dan upaya kedua orang tuanya. Ya Rabb kami. ‫وصلى ال وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد ل رب العالمين‬ Kota Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. 20 Jumadal akhir 1430 H Abdullah bin Taslim al-Buthoni .shaleh.” Tulisan ringkas ini semoga menjadi motivasi bagi kita untuk lebih memperhatikan pendidikan anak kita. utamanya pendidikan agama mereka. karena pada gilirannya semua itu manfaatnya untuk kebaikan diri kita sendiri di dunia dan akhirat nanti. dan sungguh anaknya termasuk (bagian) dari usahanya. memerdekakan budak dan yang semisalnya. juga akan diperuntukkan kepada kedua orang tuanya.” (Qs. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.” Kandungan ayat dan hadits di atas juga disebutkan dalam haditshadist (lain) yang secara khusus menunjukkan sampainya manfaat (pahala) amal kebaikan (yang dilakukan) oleh anak yang shaleh kepada orang tuanya. ‫وأن لي َ للنسان إل ما سعى‬ َ َ َ ّ ِ ِ َ ْ ِْ ِ ‫ََ ْ َ ْس‬ “Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya. an-Najm: 39) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. puasa.

.

tetapi lebih karena rasa takut adalah bagian dari ibadah. Bukan hanya sekedar agar anak menjadi pemberani. Macam-macam takut Ulama telah membagi rasa takut menjadi beberapa bagian. di samping rasa cinta dan harap.” “Ahmad takut ketemu hantu Mi…” kata Ahmad dengan wajah ketakutan. Anterin ya Mi…” Ummu Ahmad (bukan nama sebenarnya) kaget ketika suatu malam Ahmad. Aris Munandar “Ummi. Takut kepada Allah. Masih banyaknya budaya dan kepercayaan terhadap hal-hal mistis yang bertentangan dengan syariat. Rasa takut anak kepada hantu. yaitu: 1. yaitu takut yang diiringi dengan merendahkan . bahkan banyak orang dewasa yang mengaku takut terhadap hantu. bagaimanapun harus mendapat perhatian khusus dari orang tua.AGAR BUAH HATI TAK LAGI TAKUT HANTU Penulis: Ummu Rumman Muraja’ah: Ust. Takut ibadah atau disebut juga takut sirri (takut terhadap sesuatu yang ghaib). anaknya yang sudah berumur 10 tahun tiba-tiba minta diantarkan ke kamar mandi. ditambah lagi maraknya cerita maupun filmfilm misteri di tengah masyarakat semakin memperparah kerusakan dan mengikis keimanan. Takut ibadah dibagi menjadi dua macam: a. Karena bila ketakutan sang anak tetap terpelihara. Kisah ini mungkin sangat sering kita jumpai. Ahmad pingin ke kamar mandi. Rasa takut adalah bagian dari rukun yang harus ada dalam ibadah. tak hanya membentuk mental penakut pada diri anak tetapi juga dapat mengurangi kesempurnaan tauhid yang sangat kita harapkan terbentuk pada diri sang anak. “Ahmad anak shalih… kok tumben minta diantar ke kamar mandi? Biasanya berani sendiri. Sekilas tentang Rasa Rakut (Khauf) Sangat penting bagi orang tua untuk bisa melatih anak mengatur rasa takutnya. Tak hanya anak kecil.

dan ketundukan diri kepada Allah. .diri. Takut semacam inilah yang akan mendatangkan ketaqwaan dan ketaatan sepenuhnya kepada Allah. pengagungan. Oleh karena itu. rasa takut seperti ini hanya boleh ditujukan kepada Allah semata karena merupakan salah satu konsekuensi keimanan.

membaca berbagai mantera. Yaitu takut pada hal-hal yang bisa mencelakakan kita (dengan izin dan kekuatan dari Allah). Takut kepada selain Allah. Rasa takut ini merupakan syirik akbar yang dapat mengeluarkan pelakunya dari keIslaman. Ini hanyalah salah satu . Apalagi bila sang anak pernah mengalami trauma karena ditakut-takuti temannya atau karena pernah mengalami gangguan jin. Takut wahm (khayalan). yaitu takut kepada selain Allah. Pada anak. Takut yang haram. 3. yaitu takut kepada selain Allah dalam hal sesuatu yang ditakuti itu sebenarnya tidak dapat melakukannya dan hanya Allah-lah yang dapat melakukannya. 2. bisa mengantarkan kepada syirik akbar. takutnya para penyembah kubur kepada walinya. Bentuknya bermacam-macam. ada yang memberi sesajian agar tidak diganggu. takut pada hantu. hal tersebut bisa menimbulkan rasa takut yang berlebihan. Seorang anak yang masih dalam fase pertumbuhan dan sedang mengalami masa belajar.” (QS. ia mempunyai rasa ingin tahu yang besar dan kadang disertai pula daya imajinasi yang tinggi. Takut semacam ini banyak terjadi pada berhala. mungkin tak sampai separah itu. takut pada binatang buas. dll. Oleh karena itu. tetapi takutlah kepada-Ku. Takut semacam ini dapat mengurangi ketauhidan seseorang. Jika sampai membawa pada peribadatan kepada selain Allah. yang artinya. “Karena itu janganlah kamu takut kepada mereka. datang kepada dukun untuk meminta jimat. Ali Imran 175) b. atau dari orang-orang di sekitarnya.Allah berfirman. Namun tak jarang kita dapati. yang bukan ibadah tetapi menyebabkan ia melakukan keharaman atau meninggalkan kewajiban. yaitu takut pada sesuatu yang sebabnya tidak jelas. 4. anak menjadi takut keluar kamar untuk mengambil wudhu pada pagi hari. Takut thobi’i (normal). takut pada orang mati. Misalnya. Misalnya. Sang anak menjadi menunda-nunda waktu shalat Subuhnya. Rasa takut kepada hantu atau setan. api. dll. dan sebagainya. karena rasa takut kepada hantu atau semacamnya. Takut semacam ini wajar ada pada diri manusia dan dibolehkan selama tidak melampaui batas. Takut semacam ini tercela. ketika ia mendengar cerita tentang berbagai macam hantu entah dari berbagai media massa. jika kamu benar-benar orang yang beriman.

contoh. Tetapi sekali lagi. . Misalkan menggantungkan jimat pada anak sehingga sang anak terus bergantung pada jimat tersebut hingga ia dewasa. hal ini dapat mengurangi kesempurnaan tauhid sang anak. Ketakutan anak bisa diperparah jika orangtuanya pun tidak paham syariat sehingga demi mengatasi rasa takut anaknya sehingga membawa anak pada kesyirikan.

lalu beliau bersabda. “Adik takut hantu ya? Memangnya hantu itu apa sih?” Jika sang anak menjawab bahwa hantu adalah pocong. Adapun jika sang anak telah mengerti bahwa yang dimaksud orangorang dengan hantu adalah penjelmaan dari setan atau jin yang hendak mengganggu manusia. Jika engkau memohon pertolongan. mereka tidak akan bisa memberikan manfaat kepadamu kecuali sesuatu yang telah ditetapkan Allah untukmu. Antara lain: 1. Begitu pula sebaliknya. Jagalah Allah niscaya engkau akan mendapati-Nya ada di hadapanmu. Sungguh indah contoh yang diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika beliau menasehati Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu yang ketika itu masih kecil. mohonlah kepada Allah. Apabila engkau meminta sesuatu. andaikan saja umat seluruhnya berkumpul untuk memberikan manfaat kepadamu. Jagalah Allah. Seluruh makhluk. Jika yang ditakutkan anak adalah orang mati. Ajarkan pada anak meskipun seluruh jin dan manusia ingin mencelakakannya. kuntilanak. maka jelaskanlah bahwa orang mati takkan bisa memberi manfaat maupun bahaya bagi orang yang masih hidup. maka ia takkan celaka. “Pada suatu hari saya pernah membonceng di belakang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. termasuk jin dan setan di bawah pengaturan Allah.Cara Mengatasi Rasa Takut Anak kepada Hantu Bagi orang tua sangat penting mengetahui bagaimanakah cara mengatasi ketakutan anak dengan cara yang sesuai syariat. genderuwo. Cobalah cari tahu apa yang sebenarnya ditakutkan oleh sang anak pada saat keadaannya tenang. sesungguhnya akan kuajarkan kepadamu beberapa kalimat. akan tetapi Allah tidak menakdirkannya. nyi loro kidul. Tanamkanlah pada anak tauhid dan aqidah yang benar. Ketahuilah. Dan andaikan saja mereka bersatu untuk menimpakan .Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu bahwa ia berkata. mintalah kepada Allah. maka orangtua haruslah menjelaskan kepada anak bahwa tidak ada kekuatan yang paling kuat kecuali kekuatan Allah. niscaya Ia juga akan menjagamu. “Wahai anak muda. atau semacamnya. Rangsanglah anak dengan beberapa pertanyaan. jelaskan bahwa hantu-hantu semacam itu tidak ada sama sekali sehingga tidak perlu ditakutkan.

mereka tidak akan bisa memberikan bahaya itu terhadapmu kecuali sesuatu yang Allah tetapkan atasmu. Pena telah diangkat dan lembar catatan telah kering.” (HR.bahaya terhadapmu. Tirmidzi) .

Jangan hanya sekedar menyediakannya buku/majalah. Oleh karena itu. Misalnya. keMahaKayaanNya. Hendaklah orang tua mengenalkan kepada anak-anaknya kepada Allah. Ada banyak wirid dan doa yang bisa diajarkan pada anak. Ini juga akan lebih mendekatkan orang . tapi juga pahamkan mereka arti dari doa tersebut sehingga mereka mengamalkan doa-doa tersebut dengan penuh keyakinan akan manfaat doa bagi dirinya. Ajarkan pada anak bahwa doa dan wirid adalah senjata dan perisai bagi kaum mukmin. doa sehari-hari seperti doa masuk WC. nama-nama dan sifat-sifat-Nya. bila rasa takut menyerang. dll. patung dan lukisan makhluk bernyawa. sahabatsahabat Rasulullah. kekuasaan-Nya. meskipun ini juga hal yang penting. 2. Karena itu. Rabb seluruh makhluk. Sesekali ceritakanlah langsung dengan lisan anda agar hikmah dan nilai kisah lebih mengena di hati anak. yang terbaik dilakukan adalah meminta perlindungan dan pertolongan Allah. Karena dengan pengenalan kepada Allah. wirid pagi dan sore. doa singgah di suatu tempat. Misalnya cerita misteri. Sehingga hal ini menjadikan anak ikhlas dan giat dalam beramal serta tidak mudah putus asa. Tak hanya sekedar menghafal. seorang anak akan mengetahui keagungan Allah. Sekaligus untuk mengetahui apakah sang anak sudah mengamalkan doadoa tersebut ataukah belum. Sesekali ingatkan atau tanyakan pada anak arti dari doa tersebut. Ajarkan wirid dan doa yang diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. pada hal-hal apakah ia boleh takut tetapi tidak berlebihan dan hal-hal apa yang ia tidak boleh takut sama sekali. Pilihlah bacaan wirid dan doa sesuai kapasitas kemampuan anak. keberanian dan akhlaq yang baik. Yang harus orang tua ingat. dll.Jelaskan pada anak pada hal apakah ia harus takut (yaitu takut kepada Allah). Cerita misteri atau berbau mistis kadang lebih menarik bagi anak karena imajinasi mereka yang tinggi dan masih belum terkontrol baik. Jauhkanlah anak dari hal-hal yang mendatangkan rasa takut kepada hantu. kenalkanlah anak dengan kisah-kisah para Nabi. mengajarkan rasa takut kepada Allah juga harus disertai pengajaran rasa cinta dan harap kepada Allah. doa hendak tidur. maupun kisah shahih lain yang dapat mengajarkan anak keimanan. 3.

Ajarkan pula pada anak untuk tidak menakut-nakuti temannya meski hanya bermaksud untuk bercanda. maka latihlah diri sendiri untuk tetap tenang dan menghilangkan sifat penakut dari diri kita. 4. Sebagaimana kita tidak ingin anak menjadi penakut. berusahalah untuk tidak menampakkan hal tersebut di depan sang anak. Pahamkan pada anak untuk bercanda dengan baik. Bila orang tua ternyata adalah seorang penakut. 5. .tua dengan sang buah hati.

Majalah As Sunnah . Bila Anak Anda Takut Hantu. Orang tua hendaknya bersabar dalam membantu anak mengatasi rasa takutnya dengan tetap memprioritaskan pendidikan aqidah dan tauhid pada anak. “Jangan main dekat sungai ya! Nanti diculik genderuwo penunggu sungai lho” Hal ini sering tanpa sadar dilakukan oleh para orang tua. Misalnya. Padahal doa merupakan salah satu pokok yang harus dipegang teguh orang tua. “Aku memohon perlindungan untukmu berdua dengan kalimat Allah yang sempurna dari setiap setan dan binatang berbisa.” (HR. 6. “Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memintakan perlindungan untuk Hasan dan Husain dengan mengucapkan. harusnya tetap tenang dan minta perlindungan sama Allah. “Astagfirullah. Wallahu Ta’ala a’lam. tak ada salahnya melibatkan anak dalam usaha menghilangkan sifat penakut kita.” Hal ini juga akan mengajarkan pada anak bagaimana seharusnya ia bersikap ketika ada orang lain atau temannya yang ketakutan. Maka wahai para pendidik. hendaknya orang tua mendoakan agar anak dilindungi dari gangguan setan. dan juga dari setiap mata yang jahat.Jika suatu ketika sifat penakut kita diketahui oleh sang anak. Jangan pula menakut-nakuti anak dengan ancaman yang tak berdasar atau bertentangan dengan syariat. Doa orang tua bagi kebaikan anaknya adalah salah satu jenis doa yang dijanjikan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam akan dikabulkan oleh Allah (HR. (Ummu Rumman) Maraji’: 1. Berdoalah untuk kebaikan anak Hal yang sering luput dari orang tua adalah berdoa untuk anakanaknya.” Selanjutnya beliau bersabda “Adalah bapak kalian (yaitu Ibrahim) dahulu juga memohonkan perlindungan untuk kedua puteranya. Bukhari) Inilah sebagian cara yang semoga bisa mengatasi rasa takut anak terhadap hantu. Lain kali kalau Ummi menjerit lagi. tadi Ummi kok menjerit ya pas lampu mati? Menurut adik. Termasuk di antaranya. beramal shalih dan mempunyai ketawakkalan tinggi kepada Allah. Baihaqi). adik ingatin Ummi ya…. dengan kalimat seperti ini. Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu bahwa ia berkata. Semoga kelak anak tumbuh menjadi sosok muslim-muslimah yang beraqidah lurus. Ummi harusnya gimana? Iya adik benar. bekalilah diri dengan ilmu syar’i dalam mendidik anak-anak kita. Ummu Khaulah. Ismail dan Ishaq.

Syaikh Abdullah bin Shalih al Fauzan. Pustaka At Tibyan . penerbit Pustaka Arafah 3. Abu ‘Isa Abdullah bin Salam. Syarah Tiga Landasan Utama. Muhammad Suwaid. Mendidik Anak Bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.Edisi 02/Tahun VIII/1424H/2004M 2. penerbit Divisi Bimbingan Masyarakat LBI Al Atsary Yogyakarta 4. Mutiara Faidah Kitab Tauhid Syaikh Muhammad At Tamimi.

aku ingin berbagi cerita kepada saudariku muslimah.. Sedang dari keluarga ibu. apalagi saat itu aku masih lebih muda dari peserta dan juara lainnya. Akhirnya aku tetap mendapatkan hadiah. bukan untuk mengajarkan tentang fiqih atau hadits atau hal lainnya yang mungkin ukhti muslimah telah jauh lebih dulu mengetahuinya daripada aku sendiri. Seluruh keluargaku beragama Kristen dan termasuk yang cukup taat dan aktif. Pernah suatu ketika. Aku selalu ingin mendengarkan cerita agama Kristen atau cerita dari Alkitab di Sekolah Minggu. Cerita-cerita tersebut kuhafal sampai detail.AKHIRNYA AKU MENGERTI HAKIKAT TAUHID. Bahkan dari keluarga besar ayah. Aku juga aktif di . namun hadiah khusus di luar juara satu sampai tiga. nenekku dulunya beragama Islam. aku beragama Kristen… Sejak kecil aku beserta kedua adikku dididik secara kristen oleh kedua orangtuaku. sehingga setiap perayaan Paskah dan Natal aku selalu menjadi juara lomba cerdas tangkas Sekolah Minggu. Hal ini untuk memastikan bahwa aku layak mendapatkan juara pertama.. Setiap pelajaran Sekolah Minggu kucatat dalam sebuah buku khusus. karena aku sering sekali menang. Tentu saja kegiatan keagamaan yang aku anut saat itu beserta keluarga besarku. Ketika aku menginjak usia SMP dan SMA. Namaku Erlina. namun kemudian beralih menjadi Katholik. seorang juri memberikan tes tersendiri. aku tetap aktif dalam kegiatan persekutuan remaja dan pemuda di sekolah. Karena di masa lalu. bahkan aku telah dibaptis ketika masih berumur 3 bulan dan saat berusia 18 tahun aku telah menjalani sidhi. Ternyata aku bisa menjawab pertanyaan juri tersebut. Sedari kecil aku sangat rajin ikut Sekolah Minggu. Aku juga selalu membaca Alkitab dan membaca buku renungan –semacam buku kumpulan khotbah– bersama keluargaku di malam hari. bahkan hampir tidak pernah absen. Sejak kecil aku adalah anak yang sangat aktif dalam kegiatan keagamaan. seluruhnya beragama Kristen dan sangat aktif di gereja sehingga menjadi pemuka dan pengurus gereja. Kecintaanku pada agama Kristen demikian kuat mengakar dan terus bertambah kuat seiring pertumbuhanku menjadi wanita dewasa. Kebijakan ini untuk memberikan kesempatan pada peserta lain untuk menjadi pemenang. yaitu pengakuan setelah seseorang dewasa tentang kepercayaan akan iman kristen di depan jemaat gereja.

mempersiapkan acara.tingkat yang lebih besar yaitu kegiatan persekutuan antar siswa Kristen dari sekolah-sekolah se-kota Magelang. topik. pembicara. Aku tidak pernah bosan . membuat undangan dan menyebar undangan. Bahkan aku juga ditunjuk menjadi ketua persekutuan remaja di gereja. Setiap minggu aku disibukkan dengan kegiatan persekutuan. juga persekutuan remaja di gereja.

aku kembali aktif di kegiatan keagamaan (Kristen). Entah mengapa. Ternyata keaktifanku dalam kegiatan keagamaan ini semakin masuk ke dalam ketika aku diajak bergabung dengan pelayanan “Para Navigator”. Reaksiku? Jelas marah dan kutolak mentah-mentah. Pernah juga aku dipinjami Al-Qur’an dan diminta untuk membacanya oleh seorang teman. Aku sering mengajak teman-teman-teman satu kos untuk menyanyi bersama lagu-lagu gerejawi di kos. aku meneruskan kuliah di FKG UGM. Sungguh aku sangat marah terhadapnya sampai-sampai aku tak ingin berbicara dengannya. Paskah.mengundang rekan-rekan untuk hadir. Di sini kami juga diajarkan dan diminta untuk menghafal ayat-ayat Alkitab –dengan diberikan panduan berupa kartu yang berisi ayat untuk dihafalkan-. Aku sangat senang dan menikmati kegiatanku tersebut saat itu. sehingga orang-orang yang terlibat di dalamnya akan berkembang dan bertambah banyak. terkadang kami pun diajarkan dan dianjurkan untuk berdakwah mengajak orang lain mengenal dan mengikuti ajaran Kristen. perayaan Natal. mengadakan diskusi pemahaman Alkitab setiap minggu dengan menggunakan buku panduan seperti kurikulum yang bertingkat dari dasar ke tingkat tinggi. dibimbing oleh pembimbing rohani dalam satu kelompok. panitia lomba vokal grup lagu gerejawi dan lainnya aku ikuti. Akhirnya aku dapat menyelesaikan paket kurikulum dan diminta membimbing anak rohani. dan setiap minggu harus bertambah ayat yang kami hafal. Kali ini aku mengikuti kegiatan persekutuan mahasiswa di FKG dan di tingkat UGM. Walaupun aku tahu ada di antara mereka yang malas hadir. Betapa semangatnya aku saat itu… Setelah lulus SMA. mulai ada beberapa teman (muslim) yang mendekati dan ingin memperkenalkan Islam kepadaku. Bermacam-macam aktifitas. Kalau teman-teman lain ingin . berdiskusi pemahaman kitab dan lainnya. Dalam pelayanan ini. Di sini kami belajar banyak hal tentang kekristenan. setelah aku masuk stase (tingkatan) klinik. Pesertanya sebagian besar mahasiswa. kemudian berkembang dengan masing-masing anggota yang akan memiliki anak-anak lain untuk dibimbing. belajar berkelompok. Sampai akhirnya aku bertemu dengan dia –sebut saja A– yang alhamdulillah kini telah menjadi suamiku. aku tetap memberikan undangan kepada mereka. Metode pelayanan ini biasa dikenal dengan metode sel. Dan seperti sebelum-sebelumnya.

Dan aku sangat antusias saat itu. Kesempatan emas! Pikirku.memperkenalkan Islam dengan cara langsung dengan Al-Qur’an dan halhal lainnya yang jelas-jelas berbau Islam. bahkan ia katakan . A juga banyak bertanya tentang Bible. maka dia akan mengikuti agama Kristen. maka A mengenalkan Islam dari sisi yang beraroma Kristen. Apalagi ia menyatakan bahwa jika Kristen lebih benar dari Islam.

Namun. Namun diskusi itu terus berlanjut. aku mencari dan menghubungi pendeta yang terkenal. yang terkadang pertanyaan itu begitu mudah. menangis. Banyak bentrok di antara kami dalam diskusi tersebut. Ternyata sejak kecil ia bersekolah di sekolah Katholik dan mempelajari agama Katholik serta sejarahnya. jengkel. Akhirnya A mengusulkan agar meminta pendeta yang ahli untuk diajak diskusi bersama. kami masih terus melanjutkan diskusi tentang agama Kristen yang telah kami lakukan sebelumnya. Kadang bahkan membuat aku marah. Dengan sebab tersebut. Banyak pertanyaan-pertanyaan yang diajukan olehnya dan berkaitan dengan agamaku. Keluargaku pun ikut bersemangat dan sangat mendukung rencanaku ini.telah tamat membaca Alkitab Perjanjian Baru sebanyak tiga kali! Aku pikir. yang terjadi selanjutnya ternyata di luar dugaanku. Wah!! Betapa senangnya aku mendengar sarannya itu. senior dan sangat berkualitas di Jogja. pengenalan tentang agama Islam yang dilakukan dengan cara tidak langsung. Begitu pula A. Namun. aku bersyukur bapak pendeta ini mau dan bersedia membantu rencanaku. Aku saja belum pernah membaca dari awal hingga akhir kitab tersebut secara berurutan. Aku berharap pendeta X dapat membantuku ‘memberi pelajaran’ tentang Kristen kepada A. kami melakukan diskusi . Sebut saja pendeta X. Orang ini benar-benar bersemangat belajar Kristen. Aku semakin bersemangat saat itu. dan ketika ia kuliah di UGM. Rasanya bahagia jika aku berhasil membuat ia mengikuti iman Kristen. jengkel dan marah yang berbaur menjadi satu. hanya saja dia bekerja di Jakarta. Aku pun telah lulus kuliah dan bekerja. Akhirnya. Banyak yang dia ketahui tentang Alkitab Kristen dan tentang Kristen. Masih ada rasa penasaran. Aku sangat berharap akhirnya nanti dia bisa beragama Kristen. ia juga terkadang berkunjung ke toko buku Kristen untuk membaca. Diskusi-diskusi yang kami lakukan membuat kami menjadi dekat. A memang banyak tahu tentang agamaku. Dari diskusi-diskusi itulah ia terkadang memasukkan sentilan Islam secara tidak langsung dan tidak aku sadari (karena pertanyaan dan hal-hal yang didiskusikan sebenarnya telah jelas jawabannya di Islam). Ya… masih berlanjut seperti itu. orang ini benar-benar tertarik akan agama Kristen. Saat itu. namun aku sangat kesulitan menjawabnya. Namun… banyak sekali pertanyaan darinya yang tidak bisa aku jawab. namun ia juga memiliki pengetahuan tentang Islam.

bertiga. Kondisi saat itu. Walaupun tidak ada pernyataan sebagaimana yang A lakukan bahwa jika Islam lebih benar aku akan mengikuti agamanya. Beberapa pertanyaan yang A ajukan antara lain adalah: . Mulailah kami berdiskusi setiap pekan di hari Sabtu. Tidak. Keadaannya saat itu. baik A maupun aku sama-sama sebagai orang yang belajar dan mencari kebenaran. bukanlah sebagaimana seseorang yang ingin saling berdebat antar agama.

“Mengapa dalam injil dikatakan ada surga rendah dan surga tinggi?” 6. yaitu perhitungan hari orang Yahudi berbeda dengan kita. Siapakah dia? 7. heran namun akhirnya tersenyum mengerti bahwa sebenarnya pertanyaan ini tidak dapat dijawab oleh sang pendeta. padahal minggu pagi –sebelum matahari terbit. “Jelas ramalan untuk Yesus setelah kematian di kayu salib dan dikubur di gua.” Lalu kami bertanya. Mengapa orang Kristen sekarang tidak? Pendeta menjawab. 2. hasil perhitungan itu adalah dua hari dua malam atau maksimal adalah tiga hari dua malam dengan konsekuensi memasukkan hari minggu sebagai satu hari penuh. Padahal kejadian nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam di dalam gua selama tiga hari tiga malam mestinya lebih bisa menjawab ramalan tersebut. pendeta sudah memiliki jawaban. Dan berkali-kali. 3. orang Yahudi termasuk Yesus dikhitan. “Tidak. Waktu itu kami tercengang. Apakah surga itu bertingkat-tingkat menurut Kristen? 5. Terdapat ramalan dalam Alkitab tentang kedatangan anak manusia ‘Ia akan berada di perut bumi tiga hari tiga malam’ seperti kejadian nabi Yunus di dalam perut ikan.” Akhirnya kami bertiga sama-sama menghitung. dalam Kristen hal itu tidak perlu karena di dalam tubuh kita juga ada najis.. 4. pertanyaan tersebut ditunda untuk didiskusikan pekan berikutnya. Mengapa orang Kristen tidak mengenal najis? Padahal hal najis di Taurat lebih berat daripada hukum Islam. kubur Yesus telah kosong. Pendeta menjawab.1. Kapan dan bagaimana cara Yesus berpuasa? Mengapa orang Kristen tidak berpuasa? Tentang penghapusan hukum Taurat (Yesus menolak membasuh tangan sebelum masuk rumah). tetapi untuk alasan kesehatan. . Pendeta menjawab. Karena perhitungan tersebut tidak cocok dengan ramalan tiga hari tiga malam. orang Kristen ada yang berkhitan tapi bukan untuk mengikuti hukum Tuhan (Taurat). dalam Kristen surga tidak bertingkattingkat. Saat kami datang pekan berikutnya. Benarkah kisah yang menceritakan Yesus berdoa dengan bersujud? Dan bagaimana orang Kristen berdoa saat ini? Dahulu. Pendeta menjawab.

A tidak pernah mendebat dengan dalildalil Islam. itupun banyak yang tidak terjawab. saudariku… sebenarnya masih banyak pertanyaan-pertanyaan yang kami diskusikan saat itu. Namun. Bukan tentang trinitas ataupun ketuhanan Yesus. Kiranya ini cukup untuk menggambarkan diskusi yang terjadi saat itu. Al-Qur’an . Dan dalam diskusi ini.Ah. Pertanyaan-pertanyaan kami bukanlah pertanyaan yang berat yang berkaitan dengan akidah.

Setelah diskusi berlangsung beberapa kali. akhirnya aku mendatangi pendeta X seorang diri. kami agak kesulitan menemui beliau. dan pertanyaan-pertanyaan yang kami ajukan berkesan layaknya konfirmasi. menyalahkan atau mempermalukan beliau. Sehingga memang terkesan bahwa kami berdua sedang berguru kepada pendeta tersebut. “Mengapa seperti ini”. Namun. dan tampak jawabannya dipaksakan. Pendeta pertama adalah seorang yang dulunya beragama Islam namun keluar (murtad) dari agama Islam dan menjadi pendeta. aku malah mendapati. Aku menceritakan semua hal berkenaan dengan latar belakang diskusi ini dan aku memohon kepada beliau untuk membantuku meneruskan proses . Karena proses diskusi ini (yang tadinya aku berharap begitu banyak para pendeta ini dapat memberi pelajaran pada A) ternyata sedikit terhambat. pendeta tersebut minta maaf karena tidak bisa melanjutkan diskusi lagi karena akan pergi ke luar negeri selama beberapa waktu. Saat kami mendatangi rumah pendeta ini. pendeta tersebut menganjurkan agar kami membaca buku karangan seorang Pastor yang berjudul Gelar-Gelar Yesus. Saat itu. Pendeta kedua adalah seorang doktor teologia ahli perbandingan agama dan memiliki kedudukan yang cukup tinggi di sebuah universitas. Pendeta kedua ini menyarankan agar kami kembali berdiskusi dengan pendeta X.dan hadits. Dan jika kami tahu sebenarnya beliau tidak dapat menjawab pertanyaan kami. “Apakah ini benar”. maka kami hanya tersenyum dan tidak memperpanjang pembahasan hal tersebut. si pengarang justru mengatakan bahwa di Alkitab tidak ada yang secara langsung menyebutkan bahwa Yesus itu Tuhan dan dia tidak pernah menyatakan diri sebagai Tuhan. Kami tidak pernah berdebat. dari pembicaraan dengannya terkesan bahwa beliau menolak dan menghindar dengan alasan yang tidak jelas. kemudian menilai jawaban yang pendeta tersebut berikan. Ketika akhirnya kami berhasil menemuinya. ternyata beliau keberatan dan tidak bersedia berdiskusi bersama kami dengan alasan sibuk. Beliau merekomendasikan dua orang pendeta untuk menggantikan posisi beliau selama beliau tidak ada. Kami tetap hormat. Karena kesibukan dan kedudukan beliau inilah. tidak logis (seperti tentang ramalan tiga hari tiga malam). dan semacamnya. Sehingga anjuran ini justru menjadi semakin menambah pertanyaanku dan memperbesar keraguanku akan iman Kristen.

pendeta tersebut masih sempat berpesan kepadaku. Sebagaimana harapan besar lainnya – yang jika tertumpu pada seseorang namun ternyata tidak dipenuhi oleh orang tersebut-.diskusi dengan A. . maka kekecewaan yang besar pun kurasakan waktu itu. Ketika aku pamit pulang. Sayangnya… ternyata beliau menolak permintaanku dengan alasan yang tidak jelas –bahkan bisa dikatakan tanpa alasan-.

semua bergumul menjadi satu setelah mendapat berbagai penolakan dari pihakpihak yang aku harapkan dapat membantuku memberi penjelasan tentang agama Kristen ini kepada A.“Apapun yang terjadi.” Gundah. yaitu pada Matius 7:21. Kesan pertama yang kudapatkan dalam penilaianku adalah. Kalau dia tidak mau masuk agama Kristen. Suatu ketika. Doktrin yang telah aku cintai sejak kecil dan telah kuikat secara sungguh-sungguh. pertahankan imanmu (iman Kristen). Namun.” Aku termenung seakan-akan tak percaya yang aku baca. jangan sampai kamu menikah dengan dia (A). yang isinya. Perlahanlahan ‘ku tutup Alkitab yang sedang kubaca tersebut. ‘Apa yang jelek dari Islam? Kelihatannya ajarannya ok ok saja. Aku simpulkan bahwa sebenarnya mereka tidak memiliki argumen dan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut dan aku merasakan bahwa ada sesuatu yang kurang dari agama ini (Kristen). sedih. A mengajukan suatu ayat dalam Alkitab yang mengatakan. aku tetap terus membaca Alkitab Kristen. dari sinilah aku mulai membuka diri dengan selain Kristen. Berat dan tertekan.” Kata-kata ini terpatri dalam benakku. . Aku pun merasakan sesuatu yang janggal dari pesan terakhir dari pendeta X. Bahkan pihak-pihak ini adalah orang yang kuanggap pakar dan ahli sehingga dapat membantuku menjawab dan menjelaskan tentang agama Kristen kepada A. dan aku berusaha berada pada posisi netral seakan-akan sedang menjadi juri untuk keduanya. dan kekecewaan yang menumpuk.’ Sambil melakukan ini.”Jangan sampai kita sudah setiap hari menyeru ‘TuhanTuhan. bingung. Malam harinya. ‘Tuhan. “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku. melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-ku yang di sorga. Sejak itulah. aku berusaha melihat dan menilai Islam dan Kristen sebagai dua agama yang sejajar kedudukannya. Itu yang aku rasakan ketika harus bergumul dan berusaha keras untuk melepaskan diri dari doktrin Kristen. aku mencari ayat itu dalam Alkitab dan menemukannya. Tuhan!’ akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Aku baru bisa mulai mempelajari seperti apa Islam sebenarnya.’ tetapi tidak selamat seperti yang tertulis dalam Injil.

Untuk meyakinkan diriku.Keesokan harinya dan hari-hari sesudahnya terasa seperti hari penuh perenungan untuk pikiran dan benakku. Walaupun aku (berusaha) beraktifitas seperti biasa. ‘ku baca kembali ayat tersebut berulang-ulang. namun ternyata aku justru menjadi ketakutan setelah . namun pikiranku tidak tenang memikirkan ayat tersebut.

Aku masih belum mengetahui tentang pembagian sholat yang lima waktu. Dengan melihat orang sholat di televisi dan memperhatikan teman sholat. Sepertinya ayat ini sangat berkaitan dengan apa yang telah aku lakukan selama ini. Dan ketika keyakinan ini bertambah kuat. Namun. Tentu saja segala sesuatunya masih kacau saat itu. Ya! Aku sholat! Hanya dengan tiga kalimat yang aku ketahui. Aku masih terus berdiskusi. Aku belajar tentang Islam dari pengajian-pengajian masjid di desa yang terdengar dari pengeras suara atau acara desa dan kecamatan yang biasanya terdapat sentilan tentang ajaran Islam. takut dan masih menutup diri. Aku masih sendirian saat itu. aku mulai tertarik dengan Islam dan menjadikannya alternatif pengganti agamaku. Sendirian… tanpa sanak saudara ataupun teman dekat dan sahabat yang dapat kuajak diskusi tentang Islam. . aku merasa ada kebutuhan mendesak yang harus kulakukan. dan berdiri tidak mengetahui harus menghadap kemana. Aku lakukan ini berkali-kali tanpa diketahui oleh siapapun. menjadi kepala Puskesmas. Dengan hanya memakai piyama tidur (tanpa tahu ada aturan harus menutup seluruh aurat saat shalat) menggelar selimut untuk dijadikan sajadah. Rasanya melegakan karena aku melepaskan keinginan untuk menyembah satu Ilah dan hanya Ilah inilah yang harus aku sembah. dan aku takut ternyata aku termasuk yang pada akhirnya tidak masuk surga. Sampai pada akhirnya. aku sama sekali belum bisa cara beribadah yang ada pada Islam. Rasanya keyakinanku akan sia-sia dan terasa hampa jika tidak ada aktifitas ibadah yang harus aku lakukan untuk menyembah Allah. akhirnya aku berusaha meniru gerakan sholat. dan akupun menyetujuinya walaupun tidak langsung melaksanakannya. aku sholat. dan aku pun masih merahasiakan statusku dari siapapun termasuk staf di kantor bahkan Si A tidak tahu kalau aku melakukan sholat karena aku masih malu. Dan tentu saja tak ketinggalan. A menawarkanku untuk masuk Islam. bismillahirrahmanirrahim. Jangan-jangan apa yang kulakukan selama ini walaupun dengan kecintaan dan kesungguhan dan penuh perjuangan adalah hal sia-sia. Sejak itu. yaitu aktifitas menyembah Allah. allahu akbar.memikirkan makna yang terkandung di dalamnya. Aku mulai bekerja di luar kota Yogyakarta di sebuah Puskesmas di Banjarnegara. belajar dan berpikir sehingga aku benar-benar merasa yakin dan mantap untuk memeluk agama Islam. dan alhamdulillah dan dengan gerakan yang tanpa urutan dan aturan. aku belajar dari diskusi yang sangat sangat banyak dengan A.

Sampailah waktunya… .Sehingga tidak ada seorangpun yang dapat mengajariku.

tidak percaya mengelegak keluar. aku . Ibu dan adikku menemuiku di Banjarnegara. Dapat dibayangkan apa yang terjadi. keluarga besar lainnya tentu akan datang bertubi-tubi menekan mereka. Beberapa waktu kemudian. Aku pun memahami jika akan seperti ini. Jawabanku pun tetap sama.” Pikiranku terus berkecamuk. Yesus akan marah?’ Berkutat pada kebimbangan antara perkataan orangtuaku dan apa yang telah kupelajari dalam Islam. “APA KAMU SANGGUP MENGHIANATI YESUS!!! TEGANYA ENGKAU DENGAN YESUS!!!” Rasanya hatiku teriris mendengar teriakan marah dan kekecewaan yang luar biasa dari kedua orangtuaku tersebut.Aku dan A memberanikan diri datang kepada orangtuaku. “Aku ingin masuk Islam. Derai air mata sejak itu masih terus mengalir. sering berkhotbah di gereja. “Aku ingin masuk Islam. Dan… aku yang diperkirakan juga akan mengabdi dengan sesungguhnya pada agama Kristen ternyata menjadi orang pertama yang masuk ke agama Islam. Dengan keputusanku yang tidak berubah ini. Sebuah kemarahan yang aku belum pernah menyaksikan sebelumnya. aku meminta A menemaniku. ‘Benarkah itu? Benarkah aku harus menyembah Yesus? Benarkah jika aku memeluk Islam. Bapak. Ibu berkata. Di situ. marah. Kekagetan luar biasa.” Betapa orangtuaku marah mendengarnya. “Sanggupkah engkau mengkhianati Yesus.” Mereka tetap tidak percaya dan memintaku memikirkannya kembali. Tentu ini hal yang sangat berat terutama untuk kedua orangtuaku. dan aku pun mengatakan hal yang sama.” “Tegakah pada Tuhan Yesus. Menanyakan kembali keputusan akhirku. Aku kembali ke Banjarnegara dan A juga kembali ke Jakarta tempat ia bekerja. Tidak ada satupun yang beragama lain. karena seluruh keluarga besar beragama Kristen dan hampir seluruhnya adalah aktivis-aktivis gereja. akhirnya hubunganku dengan keluarga menjadi agak renggang. A mengutarakan keinginanku untuk memeluk agama Islam kepada orangtuaku. Anggapan-anggapan negatif baik dari pihak keluarga. Dalam puncak kebingunganku. Aku sempat ragu ketika mengingat perkataan ibuku. Saat itu. karena aku dalam kondisi sangat takut dan kalut. jemaat gereja. Orangtua memintaku mengutarakan sendiri hal tersebut.

bermimpi… Aku hendak pergi tidur. Tiba-tiba… terdengar ketukan dari jendela kayu yang bersebelahan dengan tempat tidurku. Kubuka jendela tersebut dan aku kaget karena ternyata di depanku ada sesosok Yesus (wajahnya memang tidak jelas. namun berjubah dan dalam mimpi itu aku dipahamkan bahwa itu adalah Yesus). Sosok itu tidak berbicara apa-apa .

A yang hampir selalu hadir dalam perjalananku menggapai hidayah Islam ini akhirnya melamarku. Mulai saat itulah aku lebih terpacu lagi untuk belajar dengan membaca dan memahami Al-Qur’an. Aku baru menyadari dan memahami betapa Allah mengatur segala sistem dalam tubuh kita dengan begitu rapi. Aku banyak termenung saat menyadari hal itu. Waktupun berlalu dan aku semakin mengokohkan keputusanku untuk memeluk agama Islam. Dan pemahaman ini ternyata suatu perkembangan. Setelah lima tahun sejak aku masuk ke dalam agama Islam. Rasa haru dan bahagia menyelimutiku saat itu. namun juga menjadikanku banyak bertanya kepada dosen pakar saat itu. Sampai aku telah dapat melakukan shalat sendiri. tanpa kita sadari. perlu waktu bertahun-tahun untuk aku memahami bahwa hanya Allah-lah Ilah yang BERHAK untuk disembah. teratur. Dia-lah pencipta. Dan A terus mendampingiku dan mengajarkanku shalat lima waktu. tidak marah dan mengulurkan tangannya (seperti) hendak menyalamiku. berproses dan bermekanisme dengan sendirinya. Sosok tersebut tidak berbicara namun aku dipahamkan bahwa maksud beliau adalah mengucapkan selamat kepadaku. Dahulu aku telah mengetahui bahwa Allah-lah. dan . Aku pun terbangun dalam keadaan bingung dan takut. semakin kita belajar mengenal Rabb kita. aku melanjutkan studi S2 di FK UGM. Dan proses belajar itu terus berlangsung sampai sekarang. beralasan dan sempurna sampai ke tahap molekuler. Dan tidak mungkin semua itu berjalan. ‘Apa maksud mimpi ini?’ pikirku. jurusan Ilmu Kedokteran Dasar dan Biomedis (minat Histologi dan Biologi Sel) dan aku seperti tersentak untuk kedua kalinya. Apakah ini suatu tanda bahwa pilihanku benar. A baru bisa menjalankan kewajibannya untuk shalat di masjid. Perjalananku dalam memahami Islam tentu saja tidak berhenti sampai di situ. insya Allah semakin bertambahlah pemahaman dan ketauhidan kita. pemelihara yang sedemikian rupa rumitnya. Ilah yang disembah dalam agama Islam. Subhanallah. Alhamdulillah…akhirnya orangtuaku pun mengizinkan kami menikah. Kami menikah dengan wali dari KUA. Setelah itu sosok tersebut berlalu. Namun. canggih. Hubungan kami dengan keluargaku sudah baik kembali sampai saat ini. pengatur. aku langsung minta dibelikan mukena dan minta diajarkan shalat.namun tampak seperti tersenyum. Setelah menikah.

Kini aku sedikit lebih paham (karena masih banyak hal yang belum aku pahami). mengapa hanya Allah yang harus aku sembah. yang berkuasa) yang melazimkan bahwa hanya Dia-lah yang berhak disembah dan mengapa . Dari proses pembelajaran inilah aku semakin memahami siapakah Allah yang selama ini aku sembah. tentang kekuatan rububiyah Allah (sebagai pencipta.akan semakin sadar bahwa masih banyak sekali hal yang tidak kita ketahui.

sehingga agama-agama lain menjadi sangat lemah untuk menjadi pembandingnya. . Saudariku… agama Islam terlalu tinggi. dengan konsepnya yang sangat jelas. canggih dan terlalu sempurna.aku tidak boleh mempersekutukan-Nya karena jika aku melakukan kesyirikan maka ia akan menjadi dosa yang tak terampuni (jika tidak bertaubat). termasuk agama Kristen yang aku anut dahulu.

Lc. At Tahrim: 6) Dan hal ini dapat diwujudkan dengan memberi pendidikan kepada anak dengan pendidikan yang baik sesuai Al Qur’an dan As sunnah sebagai bekal perjalanan di dunia maupun di akherat. Subhan Khadafi. dan wanita adalah penanggung jawab terhadap rumah suaminya dan akan dimintai tanggungjawabnya serta pembantu adalah penanggungjawab atas harta benda majikannya dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. dambaan disetiap keinginan orang tua serta penyejuk hati bagi keletihan jiwa orang tua. diasuh dan dirawat dengan baik oleh orangtua. Karena setiap amanat akan dimintai pertanggungjawaban sebagaimana hadist sahih yang diriwayatkan Imam Bukhari dari Ibnu Umar yang berkata: Aku mendengar Rasulullahshallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Setiap kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. penjaganya malaikat-malaikat yang kasar yang keras yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkanNya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. Anak adalah buah hati setiap orang tua. peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. Anak tidak lahir begitu saja. anak terlahir dari buah cinta sepasang hamba Allah subhanahu wa ta’ala yang merupakan amanat wajib untuk dijaga. Sebagaimana .”(Muttafaqun ‘alaihi) Pertanggung jawaban orang tua tersebut baik di dunia ataupun di akherat. namun tatkala anak sudah baligh maka mereka bertanggung jawab atas diri mereka sendiri.AKHLAQ UNTUK BUAH HATI Penyusun: Ummu Aufa Muroja’ah: Ust. seorang imam adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya dan seorang laki-laki adalah pemimpin dalam keluarga dan akan dimintai tanggungjawab atas kepemimpinannya.” (QS. Salah satu contoh dari pertanggung jawaban tersebut adalah dengan memelihara diri dan keluarga dari api neraka: “Hai orang-orang yang beriman.

apakah sudah kamu didik anakmu dan kamu akan ditanya kebaikanmu kepadanya dan ketaatan anakmu kepadamu. “Didiklah anakmu karena kamu akan ditanya tentang tanggungjawabmu.” . apakah sudah kamu ajari anakmu.perkataan Abdullah bin Umar radhiyallahu’anhu.

Ibnu Majah. Karena doa orangtua atas anaknya termasuk doa yang mustajab. Namun sangat disayangkan . 1536) Sebagaimana para nabi dan rosul dahulu yang selalu berdo’a kepada Allah untuk kebaikan anak cucu mereka. Bahkan akhlak yang sesederhana sekalipun misalnya memberikan wajah berseri saat bertemu dengan saudara muslim yang lain. doa orang yang teraniaya. “Ada tiga doa yang mustajab dan tidak diragukan. Abu Daud. doa orang yang sedang bepergian dan doa orangtua atas anaknya. Al Baqoroh: 128) Sungguh islam adalah agama yang sempurna hingga pendidikan anakpun diperhatikan dengan serius.Pendidikan tersebut banyak cabangnya satu diantaranya adalah pendidikan akhlak. Do’a Nabi Zakaria ‘alaihissalam sebagaimana firman Allah: “Ya Rabbku. Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda. Disamping ikhtiar dengan pendidikan akhlak yang bagus hendaknya orangtua selalu mendo’akan anak-anaknya agar mereka tumbuh dengan naungan kasih sayang Allah subhanahu wa ta’ala pula. Sesungguhnya Engkau Maha pendengar doa. Ali Imran: 38) Doa Nabi Ibrahim dan Ismail ‘alaihimussalam: “Ya Rabb kami jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) diantara anakcucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau. berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik.” (HR. akhlak anak yang baik dapat menyenangkan hati orang lain baik orangtua atau orang-orang di lingkungan. Ibnu Hibban.” (QS. dihasankan oleh syaikh Al Albani dalam Shohih dan Dho’if Sunan Abu Daud hadist no.” (QS. Tirmidzi.

orangtua zaman sekarang jarang memperhatikan pendidikan akhlak bagi buah hatinya lantaran kesibukan mereka atau kejahilan (ketidakmengertian) mereka. Adalagi pendapat bahwa kebahagiaan adalah tatkala si anak tidak kekurangan apapun didunia. orang yang berpendapat seperti ini maka akan menggebu-gebu untuk mencarikan tempat les dimana-mana. Namun kebahagiaan yang semacam apa yang ingin diwujudkan oleh sebagian para orangtua tersebut?! Ada yang berpendapat bahagia tatkala anaknya bisa mendapatkan sekolah yang favorit dan menjadi bintang kelas. Prinsip yang mereka pegang adalah Membahagiakan anak. orangtua tipe ini akan berambisi untuk mencari materi dan materi untuk memuaskan si anak tanpa disertai pendidikan akhlak bagaimana cara mengatur serta memanfaatkan harta yang baik. Dan ada pula sebagian yang . hingga lupa menyisakan waktu untuk mengenalkan islam kepadanya.

ibunya telah mengandungnya dalam keadaan yang lemah yang bertambah dan menyapihnya dalam dua tahun. Dan sederhanakanlah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. ‘Hai anakku janganlah kamu mempersekutukan (Allah) sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar kezhaliman yang besar. (Lukman berkata). Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara adalah suara keledai. suka membantah . Kebanyakan diantara mereka sependapat dengan tipe 1 dan 2. padahal telah dicontohkan oleh lukman mengenai wasiat yang terbaik.lain bahwa kebahagiaan adalah buah dari keimanan kepada Allah dengan bentuk ketenangan dalam hati. hanya kepadaKulah kembalimu.’” (QS. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. Dan tatkala mereka tiada. Namun jarang ditemukan orangtua yang sependapat dengan tipe ketiga ini. kemudian hanya kepadaKu-lah kembalimu. Hai anakku. di waktu ia memberi pelajaran kepadanya. Luqman: 13-19) Tatkala anak tumbuh menjadi anak pembangkang. dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. mereka akan berlomba-lomba untuk mewasiatkan harta ini dan itu. Bukan sekedar harta atau perhiasan dunia melainkan sesuatu hal yang lebih berharga dari keduanya. Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjaln dimuka bumi dengan angkuh. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman melalui lisan lukman: “Dan (ingatlah) ketika Lukman berkata kepada anaknya. maka janganlah kamu mengikuti keduanya dan pergaulilah keduanya didunia dengan baik dan ikutilah jalan orang yang kembali kepadaKu. bersyukurlah kepadaKu dan kepada ibu bapakmu. ‘Hai anakku sesungguhnya jika ada (suatu perbuatan) seberat biji sawi dan berada dalam batu atau dilangit atau didalam bumi niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasnya). Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah). maka kuberitahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. bersabar tatkala mendapat musibah dan bersyukur tatkala mendapatkan nikmat.’ Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orangtua ibu bapaknya. Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.

kepada orangtua bahkan durhaka kepada orangtua. tidak bermorallah atau alasan-alasan yang lain. si anak menjadi seperti itu namun hendaknya orangtua mawas diri terhadap pendidikan akhlak si anak. banyak diantara orangtua yang menyalahkan si anak. salah bergaullah. Bukan… bukan lantaran karena anak salah bergaul saja. Sudahkah dibina sejak kecil? Sudahkah dia diajari untuk memilih lingkungan yang baik? Sudahkah dia tahu cara berbakti kepada orangtua? Atau sudahkah si anak tahu bagaimana beretika dalam kehidupan sehari- .

” Mungkin saat si anak masih kecil belum akan terasa dampak dari arti pentingnya akhlak bagi orangtua namun saat dewasa kelak maka akan sangat terasa bahkan sangat menyakitkan bagi kedua orangtua. tidur dan berbaur dengan perbuatan dosa. Apabila engkau perhatikan dengan seksama maka kebanyakan anak rusak berpangkal dari orangtua.hari dari bangun tidur hingga tidur kembali? Jika jawabannya belum. Dan perlu ditekankan bahwa akhlak yang baik dari seorang anak adalah harta yang lebih berharga daripada sekedar harta yang kini sedang para orangtua obsesikan. dari hal yang sederhana: 1. “Hendaknya anak dijauhkan dari berlebihan dalam makanan.” (Muttafaqun ‘alaih) . sebab kerugian akan didapat dari hal-hal itu dan menjadi penyebab hilangnya kebaikan dunia dan akhirat. “Sebutlah nama Allah dan makanlah dengan tangan kananmu serta makanlah dari makanan yang paling dekat denganmu. Berapa anak tercinta menjadi rusak akibat keteledoran dalam pendidikan dan pembinaan bahkan orangtua membantu mereka terjerat dalam syahwat dengan anggapan hal itu sebagai ungkapan perhatian dan rasa kasih sayang kepada anak padahal sejatinya telah menghinakan dan membinasakan anak sehingga orangtua tidak mengambil manfaat daria anak dan tidak meraih keuntungan dari anak baik didunia maupun diakhirat. Seperti perkataan Ibnul Qoyyim rahimahullah. Memperhatikan etika dalam makan. Dengan memberi contoh mengucapkan salam. Dari umar bin Abu Salamah radhiyallahu’anhu bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wasallambersabda kepadaku. maka pantaslah jika orangtua menuai dari buah yang telah mereka tanam sendiri. Anak harus dijauhkan dari bahaya syahwat perut dan kemaluan sebab jika anak sudah dipengaruhi oleh kotoran syahwat maka akan rusak dan hancur. Dan maukah kalian aku tunjukkan kepada sesuatu jika kalian mengerjakannya maka kalian akan saling mencintai? Tebarkan salam diantara kalian. Muslim) 2. Sebelum terlambat mulailah saat ini menanamkan akhlak tersebut. berbicara.”(HR. Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu berkata bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wasallambersabda: “Tidaklah kalian masuk surga hingga kalian beriman dan kalian tidak beriman hingga kalian saling mencintai.

Maraji’: Begini Seharusnya Mendidik Anak -Panduan Mendidik Anak Sejak Masa Kandungan Hingga Dewasa-.3. menghadiri undangan dan mendoakan orang yang bersin.” (HR. karya Al Maghribi bin As Said Al Maghribi . Dan hindarilah dusta karena kedustaan menunjukkan kepada kejahatan dan kejahatan menunjukkan kepada neraka. “Hak seorang muslim atas muslim lainnya ada lima. Seseorang selalu berdusta dan terbiasa berbuat dusta hingga tertulis di sisi Allah sebagai pendusta. misalnya dengan menjenguk orang sakit. Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu bahwa Nabi shallallahu’alaihi wasallam bersabda. “Peganglah kejujuran karena sesungguhnya kejujuran menunjukkan kepada kebaikan dan kebaikan menunjukan kepada surga. Mengajarkan kejujuran. berbakti kepada kedua orangtua dan memperhatikan hak-hak bagi saudara muslim yang lain. Mengajarkan rasa kebersamaan dengan saudara muslim yang lain. Dari Abu Hurairoh radhiyallahu’anhu berkata bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wasallambersabda. Seseorang selalu jujur dan memelihara kejujuran hingga tercatat di sisi Allah termasuk orang yang jujur. mengiringi jenazah. menjawab salam. Bukhari Muslim) Akhlak yang baik dari seorang anak akan melahirkan generasi yang baik pula. Wallohu a’lam bishowab.”(Muttafaqun ‘alaihi) 4. menjenguk orang sakit. generasi pemuda yang taat kepada Allah.

.

istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. sehingga ketika beliau telah menyangka (mengetahui) bahwa beliau telah membasahi kulit kepalanya. Dalil yang mendasari pensyariatannya adalah firman Allah Ta’ala. Al Maidah: 6) Ada beberapa hal yang menjadikan al Ghaslu menjadi wajib.” (QS. lantas membasuh anggota tubuh yang lainnya. “Aku lantas mendatangi beliau dengan membawa kain. “Dan jika kamu junub maka mandilah. 3. Beliau lalu membasuh kemaluannya. beliau mencuci kedua tangannya dan berwudhu sebagaimana wudhu untuk shalat.” Maimunah berkata. mengatakan.” (HR. 5. beliau mengguyurkan air sebanyak 3 kali. meskipun tidak terjadi inzal (keluarnya air mani). Ketika orang kafir masuk Islam. Beliau lantas mengguyur air di atas kepalanya. Apabila keluar mani disertai memancar meski dalam keadaan tidur. Adapun menurut syariat adalah meratakan air yang suci ke seluruh bagian badan dengan tata cara yang khusus. Adapun tata cara mandi wajib adalah berdasarkan hadist berikut ini. 2. Kemudian beliau membasuh anggota tubuh yang lain. beliau lantas menuangkan (air) dengan tangan kanannya pada tangan kirinya sebanyak 2 atau 3 kali.AL GHASLU Penulis: Ummu Salamah Al Ghaslu adalah meratakan air ke seluruh bagian badan. akan tetapi beliau tidak . Beliau lalu menjauh dan mencuci kedua kakinya. “Kebiasaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. “Aku meletakkan air untuk mandi janabah bagi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sedangkan dari hadist Maimunah binti Al Harist radhiyallahu ‘anha. Bukhari dalam Al Ghusl (285)). apabila hendak mandi karena janabah. antara lain: 1. memasukkan air ke dalam hidung. 4. Meninggal dunia bukan karena syahid di medan perang. Bertemunya dua kemaluan (senggama). membasuh wajah dan kedua lengannya. ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata. Beliau menepukkan tangannya pada tanah atau tembok-sebanyak 2 atau 3 kalibeliau lantas berkumur-kumur. Berhentinya darah haidh dan nifas. Kemudian menyela-nyela rambutnya dengan kedua tangannya.

yaitu mengenai membasuh kaki. Dari dua hadist di atas. apakah di awal atau . akan tetapi ada perbedaan antara dua hadist tersebut. hadist kedua menjelaskan hadist pertama.” (HR. Beliau kemudian mulai mengusap air dengan kedua tangannya. Bukhari dalam Al Ghusl (274)).menghendakinya.

insya Allah. kemudian basahilah tubuhmu dengan air. maka engkau telah bersuci. Muslim). Dalil yang mengatakan tidak wajibnya membuka pintalan rambut ketika mandi junub adalah hadist yang diriwayatkan oleh Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha. pendapat ini yang dipilih oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah. namun wajib ketika mandi haidh. Hadist Bukhari Muslim Pilihan (Syaikh Abdul Ghani Al Maqdisi) . sesungguhnya aku seorang wanita yang sangat baik mengepang rambutku.” Dan Ibnu Qayyim rahimahullah menyatakan. Kemudian apakah ada perbedaan antara mandi wajib karena haidh dan junub? Wanita tidak wajib membuka pintalan rambutnya ketika mandi wajib. Sedangkan mengguyur air ke seluruh tubuh wajibnya cuma sekali. “Demikian inilah yang dipahami para ulama. beliau berkata. aku pernah bertanya. Yaitu bila seorang wanita mandi dari janabah. Imam at-Tirmidzi rahimahullah mengatakan.” Maraji’: Majalah As Sunnah edisi 11/IX/1427/2006 M Majalah As Sunnah edisi 11/X/1428/2007 M Umdatul Ahkam. cukuplah bagimu menuangkan air ke kepalamu tiga kali caukan. menyatakan boleh di awal atau di akhir. “Wahai Rasulullah. “Hadist Ummu Salamah ini menunjukkan bahwa wanita tidak wajib melepas kepang rambutnya untuk mandi junub. lalu tidak melepas kepang rambutnya maka mandinya sah setelah menyiram air di atas kepalanya. Lalu apakah aku melepasnya untuk mandi janabah? Beliau menjawab.” (HR.di akhir? Pendapat yang lebih kuat. “Tidak usah.

.

AL WALA’ WAL BARO’: KUNCI SEMPURNANYA TAUHID Penyusun: Ummu ‘Abdirrahman Allah ‘Azza wa Jalla telah menetapkan kebahagiaan hakiki bagi orang yang mengikuti dan melaksanakan agama Islam dengan sungguhsungguh sebagaimana Allah ‘Azza wa Jalla telah menetapkan kesengsaraan dan kehinaan bagi orang yang memerangi agama Islam. tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Allah. Sesungguhnya pokok agama Islam adalah kalimat tauhid Laa ilaha illallah. sedangkan secara istilah berarti memberikan permusuhan dan menjauhkan diri. yaitu orang-orang mukmin yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Orang yang mendapat wala’ secara mutlak. hendaklah engkau wala’ terhadap ketaatan dan orang-orang yang melakukan ketaatan dan baro’ terhadap maksiat dan kesyirikan dan orang-orang yang mempraktekkannya. Dan al baro’ secara bahasa berarti terbebas atau lepas. dipaparkan keindahan surga dan panasnya neraka. Siapa yang Berhak Mendapatkan Wala’ dan Baro’ ? 1. menjalankan . sedangkan hal yang dibenci Allah adalah kemaksiatan (pelanggaran terhadap larangan Allah) dan orangorang yang melakukan kemaksiatan dan kesyirikan. Dan tidaklah tauhid seseorang sempurna sampai ia mencintai karena Allah dan membenci karena Allah. sedangkan secara istilah berarti memberikan pemuliaan penghormatan dan selalu ingin bersama yang dicintainya baik lahir maupun batin. Dengan mengucapkan dan mengamalkan kalimat inilah dibedakan muslim dan kafir. Mengenal Al Wala’ dan Al Baro’ Al Wala’ secara bahasa berarti dekat. Inilah yang disebut al wala’ wal baro’. ketahuilah bahwa seorang muslimah yang mencintai Allah dituntut untuk membuktikan cintanya kepada Allah yaitu dengan mencintai hal yang Allah cintai dan membenci hal yang Allah benci. Oleh karena itu. Wahai saudariku. Hal yang dicintai Allah adalah ketaatan terhadap perintah Allah dan orang-orang yang melakukan ketaatan. memberi karena Allah dan tidak memberi karena Allah.

kewajiban dan meninggalkan larangan di atas tauhid .

memuji dan mendukung mereka dalam menyempitkan umat Islam. Tidak mengangkat orang-orang kafir sebagai pemimpin dan orang kepercayaan untuk menjaga rahasia dan bertanggungjawab terhadap pekerjaan yang penting. Tidak memintakan ampunan kepada Allah bagi mereka dan tidak bersikap lunak terhadap mereka.2. Wajib memprioritaskan bergaul dengan kaum muslimin. melakukan kesyirikan. Tidak boleh menolong. Tidak berhukum kepada mereka atau ridha dengan hukum mereka . tidak mengambil harta dengan cara yang bathil. 3. Di Antara Tanda Al Baro’ 1. tidak curang dalam muamalah. 2. Lemah lembut dan berbuat baik terhadap kaum muslimin. 3. Sebagian Tanda Al Wala’ 1. walau dengan menyembunyikan kebencian tersebut. 5. 2. 7. Wajib mencintai saudara muslim sebagaimana mencintai diri sendiri dan senang kebaikan ada pada mereka sebagaimana senang kebaikan ada pada diri sendiri serta tidak dengki dan angkuh terhadap mereka. 5. tidak bergaul dan bersahabat dengan mereka. 6. Hijrah. Tidak meniru mereka dalam hal yang merupakan ciri dan kebiasaan mereka baik yang berkaitan dengan keduniaan (misalnya cara berpakaian. dari lingkungan maksiat ke lingkungan orang-orang yang taat. 3. cara makan) maupun agama (misalnya merayakan hari raya mereka). mengiring jenazah. mendoakan dan memintakan ampun kepada Allah bagi mereka. yaitu muslim yang bermaksiat. Menunaikan hak mereka: menjenguk yang sakit. Bergabung dengan jama’ah mereka dan senang berkumpul bersama mereka. yaitu orang musyrik dan kafir serta muslim yang murtad. 6. menyepelekan sebagian kewajiban dan melakukan sebagian yang diharamkan. 4. dsb. 4. Orang yang mendapat baro’ secara mutlak. Orang yang mendapat wala’ dari satu segi dan mendapat baro’ dari satu segi. meninggalkan shalat wajib dan pembatal keislaman lain. Tidak memberikan kasih sayang kepada orang kafir. Membenci kesyirikan dan kekufuran serta orang yang melakukannya. yaitu pindah dari lingkungan syirik ke lingkungan islami.

sementara mereka meninggalkan hukum Allah dan Rasul-Nya. .

Ibnu Hibban. Al Wala’ wal Bara’ (Ustadz Afifi Abdul Wadud) . Abu Dawud dan Tirmidzi. Seorang muslimah yang memiliki orang tua kafir hendaknya tetap berbuat baik pada orang tua. Ahmad) 4. 2. Hakim) 2 Mendapatkan naungan ‘Arsy Allah pada hari kiamat “Sesungguhnya Allah berfirman pada hari kiamat: ‘Mana orang-orang yang saling mencintai karena kemuliaan-Ku? Hari ini Aku lindungi mereka di bawah naunganKu pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Ku. “Telah menjadi wajib kecintaanKu bagi orang-orang yang saling mencintai karena Aku. Dan tidak diperbolehkan menaati orang tua dalam meninggalkan perintah Allah dan melanggar larangan-Nya. Maraji: 1. hendaklah dia mencintai seseorang yang mana dia tidak mencintainya kecuali karena Allah. memberi dan menahan karena Allah maka telah sempurnalah imannya. Loyalitas dalam Islam (Syaikh Sholeh Fauzan) 2. Diharamkan bagi muslimah untuk menikah dengan laki-laki kafir karena agama seorang wanita mengikuti agama suaminya.‘ (HR. Hadits Hasan) Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Al Wala’ wal Baro’ 1. Mendapatkan kecintaan Allah “Allah berfirman. Meraih manisnya iman ‘Barangsiapa yang ingin meraih manisnya iman.” (Hadits Qudsi riwayat Muslim) 3. Ahmad.” (HR.Buah Al Wala’ wal Baro’ 1.” (HR. Malik. Muslim) 5. Masuk surga “Tidaklah kalian masuk surga sehingga kalian beriman dan tidaklah kalian beriman sehingga kalian saling mencintai. Menyempurnakan iman “Barangsiapa yang mencintai dan membenci.” (HR.

Berdasarkan firman Allah: ِ ُ ُ ْ َ ِ ّ ِ َ ِْ َ ّ ِ ْ ُ ْ ‫َ َ َل‬ ‫وما خَقت الجن والنس إل ليعبدون‬ . Saya bersaksi bahwa tidak ada Ilah yang haq selain Allah semata. maka tidak ada yang bisa menyesatkannya dan barangsiapa yang disesatkan oleh Allah. Muhammad bin Jamil Zainu Bab 1: Hak Allah Atas Hamba-Nya Soal 1: Mengapa dan untuk apa Allah menciptakan kita? Jawab 1: Allah menciptakan kita agar kita beribadah kepada-Nya dan tidak mempersekutukan sesuatu pun dengan-Nya. sebab ‘Aqidah Tauhid merupakan dasar kebahagiaan menusia di dunia maupun di akhirat.AMBILLAH AQIDAHMU DARI AL-QUR’AN DAN AS-SUNNAH (1): HAK ALLAH ATAS HAMBANYA Oleh: Syaikh Muhammad Bin Jamil Zainu Muqoddimah ‫بسم ا ل الر حمن ا لر حيم‬ Segala puji hanya bagi Allah ‘azza wa jalla tempat memuji. maka tidak ada yang bisa memberinya petunjuk. Kita berlindung dari kejahatan hawa nafsu dan kejelekan perbuatan kita. tidak ada sekutu bagi-Nya. Saya memohon kepada Allah agar risalah ini bermanfaat kaum muslimin menjadikannya amalan yang ikhlas karena Allah. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah. Saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Tulisan yang ada di tangan pembaca ini saya susun dalam bentuk tanya jawab yang didasari dengan dalil dari Al-Qur’an dan Al-Hadits dengan harapan akan memantapkan pembaca dalam memperoleh jawaban yang benar dalam ‘aqidah. minta pertolongan dan mohon ampun.

Adz-Dzariyat: 56) .Artinya: “Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku.”(Terj.

” (Hadits shohih riwayat Bukhari dan Muslim).” (Hadits Qudsi riwayat Bukhari) Soal 3: Bagaimana kita beribadah kepada Allah ? Jawab 3: Beribadah kepada Allah adalah sebagaimana yang diperintahkan Allah dan Rasul-Nyashallallahu ‘alaihi wa sallam: ‫يا أيها الذين آمنوا أطيعوا ال وأطيعوا الرسول ول تبطلوا أعمالكم‬ ُ َ َ ْ َ ُِ ْ ُ َ َ َ ُ ّ ُ ِ ََ ّ َ ُ ِ َ َُ َ ِ ّ َ َّ َ . hidupku dan matiku hanya untuk Allah Pencipta alam semesta ini.Dan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: ‫حق ال على العباد أن ي عبدوه ول يشركوا به شيئا‬ Artinya: “Hak Allah atas hamba-Nya adalah supaya hamba itu beribadah kepada-Nya dan tidak mempersekutukan sesuatu pun denganNya. seperti berdo’a.” (Al-An’am: 162) Dan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: ‫و ما تقرب إلي عبدي بشيء أحب إلي مما افتر ضته عليه‬ Artinya: “Tidaklah mendekatkan diri hamba-Ku kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada apa yang telah Aku wajibkan kepada-Nya. Allah berfirman: َ ِ َ َ ْ ّ َ ِ ِ َ َ َ َ َ ْ َ َ ِ ُ َُ ِ َ َ ّ ِ ْ ُ ‫قل إن صلتي ونسكي ومحياي ومماتي ل رب العالمين‬ ّ Artinya: “Katakanlah: “Sesungguhnya shalatku. shalat. kurbanku. baik perkataan maupun perbuatan (lahir dan batin). Soal 2: Apakah ibadah itu? Jawab 2: Ibadah adalah kata atau istilah yang meliputi semua perkara yang dicintai oleh Allah. menyembelih hewan (kurban) dan sebagainya.

”(Hadits shohih riwayat Abu Dawud).”(Hadits shohih riwayat Muslim). As-Sajdah: 16) Dan sabda Rasulullah: ‫أسأل ال الجنة و أعوذ به من النار‬ Artinya: “Aku memohon surga kepada Allah dan aku berlindung kepada-Nya dari neraka.” (Terj. Soal 5: Apa yang dimaksud ihsan dalam beribadah? Jawab 5: Al-Ihsan adalah meyakini bahwa dirinya senantiasa diawasi oleh Allah dalam beribadah.Artinya: “Hai orang-orang yang beriman. taatilah Allah dan taatilah Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam dan janganlah kalian rusak amalan kalian!” (Terj. Allah berfirman: ‫الذي يراك حين تقوم وتقلبك في الساجدين‬ ِِ ّ ِ َ َ َّ َ َ ُ ُ َ َ ِ َ َ َ ِ ّ . Muhammad: 33) Dan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: ‫من عمل عمل ليس عليه أمرنا فهو رد‬ Artinya: “Barangsiapa yang beramal tanpa ada perintah dari kami. maka tertolak. Soal 4: Haruskah kita beribadah kepada Allah dengan rasa takut dan harap? Jawab 4: Ya. demikianlah kita beribadah kepada-Nya sebagaimana Allah mensifati orang-orang mukmin: ً َ َ َ ً ْ َ ْ ُ َّ َ ُ ْ َ ِ ِ َ َ ْ ِ َ ْ ُ ُ ُُ َ َ َ َ ‫تتجافى جنوبهم عن المضاجع يدعون ربهم خوفا وطمعا‬ Artinya: “Mereka berdo’a kepada Allah dengan rasa takut dan harap.

Artinya: “Dialah yang melihatmu ketika kami berdiri (untuk sholat) dan (melihat pula) perubahan gerak-gerik badanmu diantara orang-orang yang sujud. sebagaimana firman Allah: َ ُ ّ ْ ُ ِ َ ْ َ ّ ْ ُ ُ ْ ِ َ ً ُ ّ ٍ ّ ُ ّ ُ ِ َ ْ َ َ ْ َ ََ ‫ولقد بعثنا في كل أمة رسول أن اعبدوا ال واجتنبوا الطاغوت‬ Artinya: “Dan sungguh telah kami utus kepada setiap umat itu seorang rasul (agar menyeru kepada umat-nya): Beribadahlah kalian kepada Allah dan jauhilah thaghut.” (Terj.” (Hadits shohih riwayat Bukhori) Soal 2: Apa yang dimaksud dengan Tauhid Rububiyah? . An-Nahl: 36) Dan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: ‫ألنبياء إخوة …… ودينهم واحد }حديث صحيح متفق عليه‬ Artinya: “Para Nabi itu bersaudara dan dien mereka satu. Asy-Syu’ara: 218-219) Dan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: ‫ألحسان أن تعبد ال مأنك تراه فان لم تكن تراه فانه يراك‬ Artinya: “Ihsan itu adalah kamu beribadah kepada Allah seakanakan kamu melihat-Nya. sesungguhnya Dia melihatmu.” (Hadits shohih riwayat Muslim) (2): MACAM-MACAM TAUHID DAN FAEDAHNYA Soal 1: Apa maksud Allah mengutus para Rasul? Jawab 1: Allah mengutus para Rasul supaya mereka berda’wah mengajak manusia untuk beribadah kepada Allah dan menjauhi syirik. Dan jika kamu tidak bisa melihat-Nya.”(Terj.

” (Hadits shohih riwayat Bukhari dan Muslim) Dan dalam riwayat Bukhari: . menyembelih kurban.” (Terj.” (Hadits shohih riwayat Bukhari dan Muslim) Soal 3: Apa yang dimaksud Tauhid Uluhiyah? Jawab 3: Tauhid Uluhiyah adalah mentauhidkan Allah dalam beribadah seperti berdo’a. Al-Baqarah: 163) Dan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: ‫فليكن أول ماتدعوهم إليه شهادة أن لإله إل ال‬ Artinya: “Maka hendaklah yang pertama kamu serukan kepada mereka adalah persaksian bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Allah. Allah berfirman: َ ِ َ َ ْ ّ َ ّ ُْ َ ْ ‫الحمد ل رب العالمين‬ Artinya: “Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam. tidak ada Ilah yang berhak disembah kecuali Dia yang Maha Pengasih dan Penyayang. Allah berfirman: ُ ِ ّ ُ َ ْ ّ َ ُ ّ ِ َ َِ ّ ٌ ِ َ ٌ َِ ْ ُ ُ ََِ ‫وإلعهكم إله واحد ل إله إل هو الرحمن الرحيم‬ Artinya: “Dan Ilahmu itu adalah ilah yang satu. bernadzar dan sebagainya.Jawab 2: Tauhid Rububiyah adalah mentauhidkan Allah dalam seluruh perbuatan-Nya seperti menciptakan. AlFatihah: 2) Dan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: ‫أنت رب اسموات ولرض‬ Artinya: “Engkaulah Rabb langit dan bumi. memelihara dan sebagainya.” (Terj.

‫إلي أن يواحدوا ال‬ Artinya: “Sampai mereka mentauhidkan Allah.” .

tamtsil.” (Terj. Padahal pada hakekatnya semua itu adalah tahriif. (*) 1. Ahlul bid’ah sengaja menyebut diri mereka ahli ta’wil untuk melariskan kebid’ahan mereka.” (Hadits shohih riwayat Muslim) Maksudnya. dan tanpa ta’thil (*).Soal 4: Apa yang dimaksud dengan Tauhid Asma’ wa Shifatillah? Jawab 4: Tauhid Asma’ dan Sifat adalah menetapkan semua sifat yang Allah tetapkan bagi diri-Nya dalam kitab-Nya atau sebagaimana RasulNya shallallahu ‘alaihi wa sallam mensifati-Nya dalam hadits shohih sesuai dengan hakekatnya tanpa ta’wil. 2. tafwidh. sedang Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat. seperti istiwa’. Semua ini adalah tahriif. turunnya Allah itu sesuai dengan kemuliaan-Nya. Arti tahriif adalah merubah lafazh (teks) dan makna (pengertian) nama-nama atau sifat-sifat Allah. seperti pernyataan golongan Jahmiyah (pengikut Jahm bin Sofwan) mengenai Istawa yang mereka ubah menjadi Istawla(menguasai). Tafwidh artinya menyandarkan makna atau interpretasi dari kalimat- . Yang pertama tahriif lafzhi (tekstual) dan yang berikutnya adalah tahriif secara makna. dan sebagian ahli bid’ah lain yang menyatakan arti al-ghadhab (marah) bagi Allah adalah kehendak untuk menyiksa. dan lain-lain yang menuju pada kesempurnaan-Nya. dan makna ar-rahmah adalah kehendak memberi nikmat. Ta’wil di sini yang dimaksud sesungguhnya adalah tahriif. Allah berfirman: ُ ِ َ ُ ِ ّ َ ُ َ ٌ ْ َ ِ ِْ ِ َ َ ْ َ ‫ليس كمثله شيء وهو السميع البصير‬ Artinya: “Tidak ada sesuatu pun yang menyerupai Dia. turun (ke langit dunia). Asy-Syura: 11) Dan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: ‫ينزل ال في كل ليلة في سماء الدنيا‬ Artinya: “Allah turun ke langit dunia pada setiap malam. tidak menyerupai turunnya salah satu dari makhluk-Nya.

Misalnya. Pernyataan ini adalah ucapan ahlul . yang mengetahui maknanya adalah Allah.kalimat yang menunjukkan nama dan sifat Allah Ta’ala kepada Allah. kalimat ‫( يعععذ الععع‬tangan Allah).

Sedangkan prinsip Ahlus Sunnah dalam menyatakan bahwa Zat Allah tidak sama seperti zat kita atau mirip zat kita dan seterusnya. Bahkan seperti yang ditegaskan oleh Imam Malik ketika ditanya. Maksudnya menetapkan adanya sifat-sifat Allah dan menyatakan sifa-sifat itu sama dengan sifat makhluk-Nya. 5. Kita tidak akan mengatakan tangan-Nya seperti tangan kita. Maryam: 65) Adapun maksud kedua ayat ini adalah bahwasanya tidak ada satupun yang menyerupai dan menyamai-Nya. beriman bahwa Allah istiwa’ (bersemayam) di atas ‘Arsy hukumnya wajib. Ahlus Sunnah tidak mengatakan bahwa sifat Allah seperti sifat yang ada pada kita. Pendapat mereka ini sangat jelas kebaitlannya. bagaimana istiwa’ itu? Beliau menjawab. Jahmiyah dan orang-orang yang mengikutinya melakukan hal ini. Begitupula dengan sifat-Nya. Tidak mungkin di dunia ini ada satu zat yang tidak mempunyai sifat. 4.bid’ah yang paling buruk. Al-Qur’an dan As-Sunnah menyebutkan adanya sifat-sifat Allah itu dan sesuai dengan keagungan dan kemuliaan-Nya. Kami tambahkan di sini satu prinsip lagi yang belum disebutkan Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu yaitu At-Takyiif yang artinya mempertanyakan ‘bagaimana bentuk hakekat’ sifat Allah yang . Namun wajib atas setiap mu’min untuk tetap berpedoman dengan firman Allah: ‫ليس كمثله شي ء‬ Artinya: “Tidak ada satupun yang serupa dengan-Nya. kaki-Nya seperti kaki kita dan seterusnya. al-kaifu (bagaimana hakekatnya) tidak dikenal. 3. Tidak ada satupun salafus shaleh yang berbuat demikian. istiwa’ sudah kita ketahui maknanya. Karena itulah mereka dinamakan juga Mu’aththilah (pelaku ta’thil). Mempertanyakan bagaimana (hakekat bentuknya) adalah bid’ah. Tamtsil artinya menyerupakan atau menyamakan. Ta’thil artinya meniadakan dan menghapus atau mengingkari semua sifat dari Allah.” (Terj. AsySyura: 11) Dan: ‫هل تعلم له سميا‬ Artinya: “Adakah kamu tahu ada yang sama dengan-Nya?” (Terj.

sebagaimana Allah mempunyai Zat yang tidak kita ketahui hakekat bentuknya. maka demikian pula sifat-sifat-Nya.sesungguhnya. Maka diantara prinsip Ahlus Sunnah dalam masalah sifat ini adalah tidak mempertanyakan: Bagaimana istawa’ Allah. Dan juga karena tidak . kita tidak mengetahui bagaimana hakekat dan bentuk atau wujud sifat itu sesungguhnya. bagaimana tangan-Nya. bagaimana wajah-Nya? Dan seterusnya. Sehingga. Karena membicarakan sifat itu sama halnya dengan membicarakan zat.

Thaaha: 5) Dan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: ‫إن ال كتبا …… فهو عنده فوق العرش‬ Artinya: “Sesungguhnya Allah telah menuliskan takdir. seperti firman Allah: ‫قال ل تخافا إنني معكما أسمع وأرى‬ َ ََ ُ َ ْ َ َ ُ َ َ ِ ّ ِ َ َ َ َ َ َ Artinya: “Janganlah kamu berdua takut.ada yang mengetahui hal itu kecuali Allah. dan kitab catatan takdir itu ada di sisi-Nya di atas ‘Arsy. Soal 5: Dimana Allah? Jawab 5: Allah itu tinggi di atas ‘Arsy di atas langit. karena sesungguhnya Aku bersama kamu berdua (Musa dan Harun) sedangkan aku mendengar dan melihat. penglihatan-Nya dan ilmu-Nya (**). wallahu a’lam -ed).” (Hadits shohih riwayat Bukhari dan Muslim) Soal 6: Apakah Allah bersama kita? Jawab 6: (Ya). arti kata dari sifat itu kita ketahui tapi hakekat bentuk atau wujudnya seperti apa kita tidak tahu. (Maksudnya. Thaha: 46) Dan sabda Rasulullah: ‫(إنكم تدعون سميعا قريبا وهو معكم (أي بعلمه‬ Artinya: “Sesungguhnya kalian berdo’a kepada yang Maha Mendengar lagi Maha Dekat. dan Dia senantiasa bersama kalian (yakni. Firman Allah: ‫الرحمن على العرش استوى‬ َ َ ْ ِ ْ َ ْ ََ ُ َ ْ ّ Artinya: “Ar-Rahman (yang Maha Pengasih) yang tinggi di atas ‘Arsy.” (Terj. maka semua itu harus diiringi pula dengan keimanan kita terhadap hakekat maknanya.” (Terj. dengan ilmu- . Allah bersama kita dengan pendengaran-Nya.

” (Hadits riwayat Muslim) .Nya).

Sebagaimana disebutkan dalam shahih dari Ibnu Mas’ud ketika dibacakan ayat ini. Allah mendengar semua pembicaraan (rahasia maupun terang-terangan).(**) Maksudnya di sini. mereka mengadu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (Hadits shohih riwayat Bukhari dan Muslim) . siapa dari mereka yang selamat dari kezhaliman? Tapi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan: ‫ليس كما تقولون ، ألم تسمعوا قول لقمان‬ Dan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: ‫حق العباد على ال أن ل يعذب من ل يشرك به شيأ‬ Artinya: “Hak hamba atas Allah adalah bahwa Allah tidak akan mengadzab orang yang tidak berbuat syirik sedikitpun kepadaNya. Firman Allah: َ ُ َ ْ ّ ُ َ ُ ْ َ ُ ُ َ َ ِ َْ ُ ٍ ْ ُ ِ ُ َ َ ِ ْ ُ ِ ْ َ ْ ََ ْ ُ َ َ ِ ّ ‫الذين آمنوا ولم يلبسوا إيمانهم بظلم أولعئك لهم المن وهم مهتدون‬ Artinya: “Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik). Al-An’am: 82) “Kezaliman” yang dimaksud dalam ayat ini adalah kesyirikan. mendapatkan hidayah (petunjuk) Allah di dunia dan menutup atau menghapus dosa-dosa.” (Terj. mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. melihat dan mengetahui semua tindak tanduk hamba-hamba-Nya. wallahu a’lam. Soal 7: Apa faedah tauhid? Jawab 7: Faedah tauhid adalah untuk memperoleh keamanan dan keselamatan dari siksa di akhirat.

.

yaitu: 1. AlKahfi: 107) Dan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: ‫قل آمنت بال ثم استقم‬ Artinya: “Katakanlah aku beriman kepada Allah kemudian tetaplah istiqomah (teguh di atas al-haq).” (Hadits riwayat Muslim) 2.” (Terj. Firman Allah: ً ُ ُ ِ ْ َ ْ ِ ْ ُ َّ ْ ُ َ ْ َ َ ِ َ ِ ّ ‫إن الذين آمنوا وعملوا الصالحات كانت لهم جنات الفردوس نزل‬ ُِ َ َ ُ َ َ ِ ّ ّ ِ Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh bagi mereka surga Firdaus menjadi tempat tinggalnya. Beriman kepada Allah dan mentauhidkan-Nya. AlHasyr: 7) Dan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: ‫من عمل عمل ليس عليه أمرنا فهو رد‬ . Az-Zumar: 2) 3.” (Terj.(3): SYARAT-SYARAT DITERIMANYA AMAL Soal 1: Apa syarat-syarat diterimanya amal? Jawab 1: Syarat diterimanya suatu amal di sisi Allah ada tiga. maka tinggalkanlah. Allah berfirman: ‫وما آتاكم الرسول فخذوه وما نهاكم عنه فانتهوا‬ ُ َ َ ُ َْ ْ ُ َ َ َ َ ُ ُ ُ َ ُ ُ ّ ُ ُ َ َ َ Artinya: “Dan apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia dan apa yang dilarangnya bagimu. Sesuai dengan apa yang diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. yaitu beramal karena Allah bukan karena ingin dilihat atau didengar orang lain.” (Terj. Ikhlas. Allah berfirman: َ ّ ُ ّ ً ِْ ُ ّ ِ ُ ْ َ ّ َ ْ ِ َ َ ِ ْ َ ْ َِ َ ْ َ َ ّ ِ ‫إنا أنزلنا إليك الكتاب بالحق فاعبد ال مخلصا له الدين‬ َ Artinya: “Beribadahlah kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya.

Artinya: “Barangsiapa yang beramal tanpa ada perintah dari kami.”(Hadits shohih riwayat Muslim) . maka tertolak.

” (Hadits shohih riwayat Bukhari dan Muslim) Kata ‫( ندا‬tandingan) pada hadits tersebut bermakna “sekutu”. syafa’at. Firman Allah: ً ْ َ ِ ِ ْ ُ ِ ْ ُ َ َ ّ ْ ُ ُْ َ ‫واعبدوا ال ول تشركوا به شيئا‬ Artinya: “Beribadahlah kepada Allah dan jangan kamu sekutukan . seperti berdo’a kepada selain Allah. meminta berkah (keberuntungan.(4): SYIRIK AKBAR Soal 1: Apa dosa yang paling besar di sisi Allah? Jawab 1: Dosa yang paling besar adalah syirik kepada Allah. ِّ Soal 2: Apakah syirik akbar itu? Jawab 2: Syirik Akbar (besar) adalah beribadah kepada selain Allah. Dalilnya adalah firman Allah: ٌ ِ َ ٌ ْ ُ َ َ ْ ّ ّ ِ ّ ِ ْ ِ ْ ُ َ ّ َ ُ َ ُ ُ ِ َ َ ُ َ ِ ِ ْ ِ ُ َ ْ ُ َ َ ْ َِ ‫وإذ قال لقمان لبنه وهو يعظه يا بني ل تشرك بال إن الشرك لظلم عظيم‬ ِ Artinya: “Dan ketika Luqman berkata kepada anaknya. wahai anakku janganlah kamu mempersekutukan (syirik) kepada Allah dan sesungguhnya syirik itu merupakan kezaliman yang paling besar. Luqman: 13) Dan sabda Rasulullah ketika beliau ditanya: ‫أي الذنب أعظم? قال أن تجعل ل ندا وهو خلقكز‬ Artinya: “Dosa apa yang palng besar? Beliau berkata: (Yaitu) kamu mengadakan tandingan bagi Allah padahal Dialah yang telah menciptakanmu.” (Terj. perlindungan dan lain-lain) kepada orang yang mati atau masih hidup tapi tidak berada di tempat orang yang meminta (tidak ada di dekatnya).

An-Nisa’: 36) .” (Terj.Dia dengan sesuatu apapun.

” (Hadits shohih riwayat Tirmidzi) Soal 4: Apa hukum berdo’a kepada orang yang mati atau ghaib? Jawab 4: Berdo’a kepada orang yang mati atau ghaib itu termasuk syirik akbar. sehingga segolongan besar dari umatku bergabung dengan orang-orang musyrik dan ikut menyembah berhala.” (Terj. dalilnya adalah firman Allah: َ ُ ِ ْ ّ ُ َ ّ ِ ّ ِ ْ ُ ُ َْ َ ُ ِ ْ ُ َ َ ‫وما يؤمن أكثرهم بال إل وهم مشركون‬ Artinya: “Dan kebanyakan dari mereka tidak beriman kepada Allah.” (Hadits riwayat Bukhari) Soal 3: Apakah syirik itu bercokol pada umat sekarang ini? Jawab 3: Benar. sebab jika kamu melakukan (yang demikian) itu. maka sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang zalim. sebagaimana firman Allah: َ ِ ِ ّ َ ّ ً ِ َ َِّ َ ْ َ َ َِ َ ّ ُ َ َ َ َ ُ َ َ َ َ ّ ِ ُ ِ ُ ْ َ َ َ ‫ول تدع من دون ال ما ل ينفعك ول يضرك فإن فعلت فإنك إذا من الظالمين‬ Artinya: “Dan janganlah kamu berdo’a kepada selain Allah sesuatu yang tidak memberimu manfaat dan memberimu madharat. Yunus: 106) . kecuali mereka dalam keadaan berbuat syirik. Yusuf: 106) Dan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: ‫ل تقوم الساعة حتى تلحق قبائل من أمتي بالمشركين، و حتى تعبد الوثان‬ Artinya: “Tidak akan terjadi hari kiamat.Dan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: ‫من أكبر الكبائر الشرك بال‬ Artinya: “Diantara dosa-dosa besar yang paling besar adalah berbuat syirik kepada Allah.” (Terj.

sebagaimana firman Allah: َ ِ ِ َ َ ّ َ َ َ ُُ ْ َ َ ِ َ َ ِ ْ َ َ ُ ِ ْ َ ْ َ َ ِ ّ ّ ِ ْ ُ َ ْ ِ َ ْ َ ِ ُ ْ ُ ُ ّ َ َ َ َ ‫وقال ربكم ادعوني أستجب لكم إن الذين يستكبرون عن عبادتي سيدخلون جهنم داخرين‬ Artinya: “Berdo’alah kepada-Ku akan kupenuhi permintaanmu.” (Terj. do’a itu ibadah. dalilnya firman Allah: ُ ِ ْ ُ َ َ َ ْ َ ْ ُ ِ ْ ُ َ َ ِّ ‫إنك ل تسمع الموتى ول تسمع‬ Artinya: “Sesungguhnya kamu tidak dapat menjadikan orang-orang yang mati mendengar. Dan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: ‫من مات وهو يدعو من دون ال ندا دخل النار‬ Artinya: “Barangsiapa yang mati sedang dia menyeru atau berdo’a kepada tandingan selain Allah. An-Naml: 80) ِ ُُ ْ ِ ّ ٍ ِ ْ ُ ِ َ َ َ َ ‫وما أنت بمسمع من في القبور‬ Artinya: “Dan kamu sekali-kali tidak sanggup menjadikan orang . Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembahKu akan masuk neraka jahannam dalam keadaan hina dina. beliau berkata bahwa hadits tersebut hasan shohih) Soal 6: Apakah orang mati itu bisa mendengarkan do’a? Jawab 6: Mereka tidak bisa mendengar. Ghafir: 60) Dan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: ‫الدعاء هو العبادة‬ Artinya: “Do’a itu ibadah.” (hadits shohih riwayat Bukhari) Soal 5: Apakah do’a itu ibadah? Jawab 5: Ya. pasti dia masuk neraka.” (Terj.” (Hadits shohih riwayat Ahmad dan AtTirmidzi.Yang dimaksud ‫( الظعععالمين‬orang-orang yang zhalim) dalam ayat َ ِِ ّ tersebut adalah orang-orang yang musyrik.

Faathir: 22) .yang di dalam kubur dapat mendengar.” (Terj.

dengan rahmat-Mu aku ber-istighatsah (meminta pertolongan). tidak dapat membuat sesuatu apapun.” (Terj. sebagaimana firman Allah: .” (Hadits riwayat Tirmidzi) Soal 2: Bolehkah kita melakukan isti’anah (minta perotolongan) kepada selain Allah? Jawab 2: Tidak boleh. wahai yang Maha Berdiri sendiri.حديث حسن رواه الترمذي‬ Artinya: “Wahai yang Maha Hidup. tidak hidup. An-Nahl: 20-21) Dan firman Allah: ْ ُ َ َ َ َ ْ َ ْ ُ َّ َ ُ ِ َ ْ َ ْ ِ ‫إذ تستغيثون ربكم فاستجاب لكم‬ Artinya: “Ingatlah ketika kamu mohon pertolongan kepada Rabbmu. Al-Anfaal: 9) Dan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: ‫يا حي يا قيوم برحمتك أستغيث . أموات غير أحياء وما يشعرون أيان يبعثون‬ Artinya: “Dan berhala-berhala yang mereka seru selain Allah. dan berhala-berhala itu tidak dapat mengetahui kapankah penyembah-penyembahnya akan dibangkitkan.(5): MACAM-MACAM SYIRIK AKBAR (A) Soal 1: Bolehkah kita ber-istighatsah (meminta keselamatan dari kesulitan dan kebinasaan) kepada orang mati atau ghaib? Jawab 1: Tidak boleh. Berhala-berhala itu adalah benda mati. maka Dia mengabulkan permintaanmu.” (Terj. sebagaimana firman ‘Azza wa Jalla: َ ُ َ ْ ُ َ ّ َ َ ُ ُ ْ َ َ َ َ ْ َ ُ ْ َ ٌ ْ َ َ ُ َْ ُ ْ ُ َ ً ْ َ َ ُ ُْ َ َ ّ ِ ُ ِ َ ُ ْ َ َ ِ ّ َ ‫والذين يدعون من دون ال ل يخلقون شيئا وهم يخلقون . Berhala-berhala itu sendiri dibuat orang.

أموات غير أحياء وما يشعرون أيان يبعثون‬ .‫َ ّ ِ َ َ ْ ُ َ ِ ُ ِ ّ َ َ ُْ ُ َ َ ْ ً َ ُ ْ ُ َْ ُ َ َ ْ ٌ َ ْ ُ َ ْ َ َ َ َ ْ ُ ُ َ َ ّ َ ُ ْ َ ُ َ‬ ‫والذين يدعون من دون ال ل يخلقون شيئا وهم يخلقون .

Artinya: “Dan berhala-berhala yang mereka seru selain Allah. Al-Fatihah: 5) Dan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: ‫إذا سألت فسأل ال، وإذا استعنت فاستعن بال. sesuai dengan firman Allah: ِ َ ْ ُ ْ َ ِ ْ ِ ََ ْ ُ َ َ َ َ َ َ ْ ّ َ ّ ْ ََ ْ ُ َ َ َ َ ‫وتعاونوا على البر والتقوى ول تعاونوا على الثم والعدوان‬ Artinya: “Tolong-menolonglah dalam berbuat baik dan taqwa dan janganlah kamu tolong-menolong dalam dosa dan permusuhan.” (Terj.حديث صحيح رواه الترمذي‬ Artinya: “Apabila kamu meminta.حديث صحيح رواه مسلم‬ Artinya: “Allah itu akan menolong hamba-Nya selama hamba itu . An-Nahl: 20-21) Dan firman Allah: ُ ِ َ ْ َ َ ِّ ُ ُْ َ َ ِّ ‫إياك نعبد وإياك نستعين‬ Artinya: “Hanya kepada-Mu kami beribadah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan. Berhala-berhala itu sendiri dibuat orang. Berhala-berhala itu adalah benda mati.” (Hadits riwayat Tirmidzi: hasan shohih) Soal 3: Bolehkah kita minta pertolongan kepada orang hidup? Jawab 3: Boleh.” (Terj. dan berhala-berhala itu tidak dapat mengetahui kapankah penyembah-penyembahnya akan dibangkitkan. tidak hidup. maka mintalah kepada Allah dan bila kamu meminta pertolongan maka mintalah pertolongan kepada Allah.” (Terj. selama dalam batas kemampuannya. tidak dapat membuat sesuatu apapun. AlMaidah: 2) Dan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: ‫وال في عون العبد، ما كان العبد في عون أخيه.

”(Hadits shohih riwayat Muslim) .menolong saudaranya.

sesungguhnya aku manadzarkan kepada-Mu apa yang ada di dalam perutkku menjadi penjaga Baitil Maqdis. maka janganlah bermaksiat kepada-Nya.حديث صحيح رزاه البخاري‬ Artinya: “Barangsiapa yang bernadzar kepada Allah untuk mentaatiNya.” (Hadits shohih riwayat Bukhari) Soal 5: Bolehkah kita menyembelih kurban untuk selain Allah? Jawab 5: Tidak boleh. maka taatilah dan barangsiapa yang bernadzar untuk bermaksiat kepada-Nya.رواه مسلم‬ Artinya: “Allah melaknat orang yang menyembelih kurban untuk selain Allah. dalilnya firman Allah: ْ َ ْ َ َ َّ ِ ّ َ َ ‫فصل لربك وانحر‬ Artinya: “Maka shalatlah karena Rabb-mu dan berkurbanlah.Soal 4: Bolehkah kita bernadzar untuk selain Allah? Jawab 4: Tidak boleh.” (Terj. dalilnya firman Allah: ً ّ َ ُ ِ ْ َ ِ َ َ َ ُ ْ َ َ ّ ِ ّ َ َ َ ْ ِ ُ ََ ْ ِ َ َ ْ ِ ‫إذ قالت امرأة عمران رب إني نذرت لك ما في بطني محررا‬ Artinya: “Ya Rabb-ku.” (Hadits riwayat Muslim) . Ali Imran: 35) Dan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: ‫من نذرا عن يطيع ال فليطعه، ومن نذر أن يعصيه فل يعصه . Al-Kautsar: 2) Dan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: ‫لعن ال من ذبح لغير ال.” (Terj.

”(Hadits shohih riwayat Muslim) . Al-Baqoroh: 102) Dan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: ‫اجتنبوا السبع المبيقات الشرك بال و السحر….” (Terj. dalilnya firman Allah: َ ْ ّ َ ّ َ ُ َّ ُ ْ ُ َ َ َ ِ ْ ّ ّ ِ ََ ‫ولعكن الشياطين كفروا يعلمون الناس السحر‬ Artinya: “Akan tetapi syetan itulah yang kafir. sihir.حديث صحيح رواه إبن ماجه‬ Artinya: “Barangsiapa yang thawaf di Ka’bah tujuh kali dan shalat dua raka’at.حديث صحيح رزاه مسلم‬ Artinya: “Jauhilah tujuh hal yang membinasakan (yaitu) syirik kepada Allah. Al-Hajj: 29) Dan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: ‫من طاف بالبيت سبعا و صلى ركعتين، كان كعتق رقبلة .Soal 6: Bolehkah kita melakukan thawaf di kuburan? Jawab 6: Tidak boleh kita thawaf kecuali di Ka’bah. mereka mengajarkan sihir kepada manusia..” (Hadits riwayat Ibnu Majah: shohih) Soal 7: Apa hukum sihir? Jawab 7: Sihir termasuk kufur (perbuatan kekafiran). . …. dalilnya firman Allah: ِ َِ ْ ِ ْ َْ ِ ُ ّ ّ ََْ ‫وليطوفوا بالبيت العتيق‬ Artinya: “Dan berthawaflah di rumah yang kuno (Ka’bah) ini.” (Terj. adalah pahalanya seperti memerdekakan seorang budak.

Jin: 26-27) Dan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: ‫ل يعلم الغيب إل ال .” (Terj.حديث صحيح رواه أحمد‬ Artinya: “Barangsiapa yang mendatangi para peramal dan dukun.” (Terj. Allah berfirman: ‫عالم الغيب فل يظهر على غيبه أحدا .Soal 8: Bolehkah kita membenarkan (mempercayai) (apranormal) dan dukun tentang ilmu ghaib? Jawab 8: para peramal َ ُ َ ْ ُ َ ّ َ َ ُ ُ ْ َ َ َ ّ ّ ِ َ ْ َ ْ ِ ْ َْ َ ِ َ َ ّ ‫قل ل يعلم من في السماوات والرض الغيب إل ال وما يشعرون أيان يبعثون‬ ُ ِ َ ُ َْ َ ّ ُ Artinya: “Katakanlah: Tidak ada seorangpun di langit dan yang di bumi yang mengetahui tentang yang ghaib itu kecuali Allah.حديث حصن رواه الطبراني‬ Artinya: “Tidak ada yang mengetahui Allah. kemudian dia membenarkan apa yang dikatakannya.” (Hadits riwayat Thabrani: hasan) perkara ghaib kecuali . إل من ارتضى من رسول فإنه يسلك من بين يديه ومن خلفه رصدا‬ َ َ ِ ِ ْ َ ْ ِ َ ِ ْ َ َ ِ ْ َ ِ ُ ُْ َ ُ ّ َِ ٍ ُ ّ ِ َ َ ْ ِ َ ّ ِ ً َ َ ِ ِ ْ َ ََ ُ ِ ْ ُ َ َ ِ ْ َ ْ ُ ِ َ Artinya: “Dialah yang mengetahui yang ghaib dan tidak seorangpun yang diberitahu tentang keghaiban itu kecuali orang yang dikehendakiNya daripara Rasul. maka ia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad. AnNaml: 65) Dan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: ‫من أتى عرافا، أو كاهنا، فصدقه بما يقول، فقد كفر بما أنزل على محمد .” (Hadits riwayat Ahmad: shohih) Soal 9: Adakah yang dapat mengetahui perkara ghaib? Jawab 9: Tidak ada satupun yang mengetahui tentang yang ghaib kecuali orang yang dikehendaki oleh Allah dari rasul-rasul-Nya.

Soal 10: Bolehkah kita memakai benang dan kalung untuk mengobati penyakit (tolak bala)? Jawab 10: Tidak boleh. dalilnya firman Allah: َ ُ ّ ِ ُ َ َ ِ َ َ َ ّ ُ ِ ّ َ ْ َ ْ َ َِ ‫وإن يمسسك ال بضر فل كاشف له إل هو‬ Artinya: “Jika Allah menimpakan kepadamu musibah. Al-An’am: 17) Dan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: ‫من علق تميمة فقد أشرك.حديث صحيح رواه الحاكم و صحيحه‬ ‫و وافقه الذهبي‬ Artinya: “Ketahuilah. Al-An’am: 17) Dan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: ‫أما إنها ل تزيدك إل وهنا، إنبذها عتك، فإنك لو مت ما أفلحت أبدا . maka . sesungguhnya semua itu hanya akan menambah kelemahan daja.” (Terj. maka tidak ada yang bisa menolaknya kecuali Dia.” (Hadits riwayat Hakim: shohih) (5): MACAM-MACAM SYIRIK AKBAR (B) Soal 11: Bolehkah sejenisnya? menggantungkan jimat-jimat atau yang lain yang Jawab 11: Tidak boleh.” (Terj. dalilnya firman Allah: َ ُ ّ ِ ُ َ َ ِ َ َ َ ّ ُ ِ ّ َ ْ َ ْ َ َِ ‫وإن يمسسك ال بضر فل كاشف له إل هو‬ Artinya: “Jika Allah menimpakan kepadamu musibah. maka kamu akan merugi selamanya.حديث صحيص رواه أحمد‬ Artinya: “Barangsiapa yang menggantungkan diri pada jimat. buanglah ia karena sesungguhnya jika kamu mati sedang kamu masih memakainya. maka tidak ada yang bisa menolaknya kecuali Dia.

dia telah musyrik.”(Hadits riwayat Ahmad) .

susuk. maka mintalah perlndungan kepada Allah. maka mintalah . dengan dalil firman Allah: َ ُ ِ َ ْ ُ ُ َ ِ َْ ُ َ ّ َ َ َ َ ِ ُ ْ َ ْ ّ َ َ ‫ومن لم يحكم بما أنزل ال فأولعئك هم الكافرون‬ Artinya: “Barangsiapa yang tidak berhukum dengan apa yang diturunkan Allah. Soal 12: Apa hukumnya beramal berdasarkan undang-undang atau aturan yang menyelisihi hukum Islam? Jawab 12: Melakukannya adalah kafir apabila ia mengizinkannya atau meyakini kebenarannya.” (Hadits riwayat Ibnu Majah dan yang lainnya: hasan) Soal 13: Bagaimana menolak gangguan syetan yang menanyakan: Siapa yang menciptakan Allah? Jawab 13: Apabila syetan membisikkan pertanyaan itu pada salah seorang diantara kamu.” (Terj. Dalilnya adalah firman Allah: ُ َِ ْ ُ ِ ّ َ ُ ُ ّ ِ ّ ِ ْ ِ َ ْ َ ٌ ْ َ ِ َ ْ ّ َ ِ َ ّ َ َ َ ّ َِ ‫وإما ينزغنك من الشيطان نزغ فاستعذ بال إنه هو السميع العليم‬ ِ Artinya: “Dan jika syetan itu mengganggumu. mereka itu adalah orang kafir. Al-Ma’idah: 44) Dan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: ‫وما لم تحكم ألؤئمتكم بكتاب ال، ويتخيروا مما أنزل ال، إل حعل ال بأسهم بينهم .حديث دحسن رواه إبن‬ ‫ماحه و غيره‬ Artinya: “Dan apabila para pemimpin mereka tidak menghukumi dengan kitab Allah dan tidak pula memilih dari apa yang diturunkan Allah melainkan Allah akan menimpakan kekerasan yang terjadi antara sesama mereka. dan sejenisnya) adalah segala sesuatu yang digantungkan atau dipergunakan untuk menangkal ‘ain (gangguan akibat pandangan mata).‫( التميمععة‬jimat.

sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Fushshilat: 36) .perlindungan kepada Allah.” (Terj.

Ahmad. Allah itu Maha Esa. Al-Ma’idah: 72) Dan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: ‫و من لقي ال يشرك به شيئا دخل النار .” Maka dia akan terbebas dari godaan syetan. pasti dia akan masuk neraka. dengan dalil firman Allah: ُ ِّ ْ ُ َّ َ َّ ّ ْ ُ ُْ َ ِ َ ْ ِ ِ َ َ ُ ِ َ ْ َ َ َ َ َ ْ َ ُ ْ ُ ِ َ ْ َ ُ ّ ّ ِ ْ ُ َ َ ِ ّ َ َ َ ْ َ َ ‫لقد كفر الذين قالوا إن ال هو المسيح ابن مريم وقال المسيح يا بني إسرائيل اعبدوا ال ربي وربكم إنه‬ ‫من يشْرك بال فقد حرم ال عليه الجنة ومأواه النار وما للظالمين من أنصار‬ َ َ ْ ِ َ ِ ِ ّ ِ َ َ ُ ّ ُ َ ْ َ َ َ ّ َ ْ ِ ََ ّ َ ّ َ ْ َ َ ّ ِ ْ ِ ُ َ Artinya: “Sesungguhnya orang yang musyrik kepada Allah maka Allah mengharamkan surga baginya dan tempat tinggalnya adalah neraka dan tidak ada seorang penolongpun bagi orang-orang yang zalim. Muslim.يذهب عنه‬ Artinya: “Aku beriman kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya. dan Abu Dawud. Allah tempat bergantung.حديث صحيح رواه مسلم‬ Artinya: “Barangsiapa yang menghadap Allah dalam keadaan berbuat syirik.‫آمنت بال و رسوله، ال أحد، ال الصمد، ام يلد، ولم يولد، ولم يكن له كفوا أحد‬ ‫ليتفل عن يساره ثلثا، وليستعذ من الشيطان، وليمته، فإن ذلك‬ ‫ثم‬ ‫.” (Hadits shohih riwayat . Ini adalah ringkasan hadits-hadits shohih yang dikeluarkan oleh Bukhari.Dan sabda mengajarkan pada mengucapkan: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah kita cara menolak tipu daya syetan dengan .” (Terj. tidak beranak dan tidak diperanakkan dan tidak seorangpun yang menyamai-Nya ‘ Kemudian meludah ke kiri tiga kali. Soal 14: Apa bahaya syirik besar? Jawab 14: Syirik besar menyebabkan kekal di neraka.

Muslim) .

AlAn’am: 88) Dan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits Qudsi: ‫قال ال تعالى أنا أغنى الشركاء عن الشرك.” (Terj.” (Hadits shohih riwayat Muslim) . niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan. maka akan Kutinggalkan dia bersama sekutunya.Soal 15: Bermanfaatkah amal yang disertai syirik? Jawab 15: َ َُ ْ َ ْ ُ َ ّ ُ ْ َ ‫َِ َ ُ َ ّ َ ْ ِ ِ ِ َ َ َ ء ِ ْ ِ َ ِ ِ ََ ْ َ ْ َ ُ ْ َ َ ِط‬ ‫ذلك هدى ال يهدي به من يشا ُ من عباده ولو أشركوا لحب َ عنهم ما كانوا يعملون‬ Artinya: “Seandainya mereka mempersekutukan Allah. من عمل عمل أشرك معي فيه غيري تركته و شركه . barangsiapa beramal dengan suatu amalan dan mempersekutukan Aku dengan yang lainnya dalam amalan itu.حديث‬ ‫صحيح رواه مسلم‬ Artinya: “Allah berfirrman: Aku tidak butuh pada sekutu-sekutu itu.

Subhanallah. Anda akan melihat seorang anak yang selalu mendengarkan suara adzan mengulang-ngulang lantunan adzan. melantunkannya pula. Sungguh indah andaikata seorang ayah adalah pribadi yang slelu berbuat baik kepada kedua orangtuanya dengan berdo’a untuk mereka dan memohon ampunan kepada Allah bagi keduanya. dan bertasbih. Begitu pula seorang anak yang dibiasakan untuk mengirim sedekah pada malam hari karena diutus oleh orangtuanya kepada fakir miskin secara rahasia. dan Allahu akbar. selalu memenuhi kebutuhan keduanya dan memperbanyak berdo’a dengan ungkapan: Robbigh firli waliwali dayya “Ya Allah ampunilah aku dan kedua orangtuaku” Dia akan selalu mengucapkan: Robbbirhamhuma kama robbayani shoghiro “Ya Allah. bertahmid. dan Anda akan melihat seorang anak yang selalu mendengarkan lagu yang dilantunkan orangtuanya. selalu menanyakan keadaannya dan tenang berada bersama keduanya. ikut serta dalam shalat berjama’ah di masjid jelas akan berbeda dengan seorang ayah yang melihat ayahnya berada di tempat perjudian atau bioskop serta tempat-tempat hiburan yang lainnya. maka dia pun akan mudah untuk mengucapkan: Laa ilaaha illalloh. Seorang anak yang selalu melihat ayahnya berpuasa senin dan kamis. jelas akan berbeda dengan seorang anak yang disuruh oleh orangtuanya pada malam hari untuk membeli narkoba atau rokok.ANAK-ANAK MENGIKUTI PERBUATAN YANG DILAKUKAN ORANGTUA Diketik ulang oleh: Ummu ‘Aisyah Seorang anak yang melihat ayahnya selalu berzikir dan bertahlil. kasihanilah mereka berdua sebagaiaman mereka telah mendidikku diwaktu kecil” .

dia telah dihiasi dengan rasa malu dan sikap menjaga kehormatan. dan sealu melakukn sesuatu yang biasa dilakukan oleh kedua orangtunya kepada kakek dan neneknya. maka dengan izin Allah anak itu akan meniru apa yang dilakukan orangtuanya. kesucian dirinya telah menjadikan dirinya mulia. Dia akan selalu memohon kepada Allah ampunan bagi kedua orangtuanya. dan bercampur baur. juga memberi kepada orang-orang yang selalu diberi oleh keduanya. musik atau sepak bola. Demikian pula anak perempuan yang melihat ibunya selalu berhijab dan menutup diri dari laki-laki lain. Jika seorang anak melihat perangai orangtuanya yang sedemikain. Sedangkan anak perempuan yang melihat ibunya selalu berhias diri di depan setiap laki-laki. bersedekah untuk keduanya. bersalaman. niscaya dia akan berfikir kenapa ayahnya menangis? Kenapa dia melakuakn shalat? Dan kenapa dia meninggalkan tempat tidur yang empuk lagi hangat? Kenapa dia memilih air wudhu yang dingin ?! Kenapa dia meninggalkan tempat tidurnya dengan memilih memohon kepada Rabbnya dengan rasa takut dan harap? Semua pertanyaan ini akan selalu tertanam di dalam pikiran seorang anak dan selalu memikirkannya yang pada akhirnya si anak dengan izin Allah akan meniru apa saja yang dilakukan oleh kedua orangtuanya. Seorang anak yang dididik shalat oleh orangtuanya jelas akan berbeda dengan seorang anak yang biasa diajarkan menonton film. menjaga kehormatan dan kesucian dari ibunya. menghubungkan kekerabatan dengan orang-orang yamg dekat dengan keduanya.Dia pun berziarah ke makam kedua orangtuanya. tertawa dan . Sesungguhnya jika seoarang anak melihat kedua orangtuanya melakukan shalat malam dengan menangis karena takut kepada Allah juga dengan membaca alqur’an. Jika ibunya demikian niscaya anaknya juga akan belajar menanamkan rasa malu.

Maka bertakwalah kalian wahai para ibu dan ayah! Jagalah anakanak kalian. jadilah kalian sebagai suri tauladan dengan memegang teguh agama Allah juga Nabi-Nya. Mushthafa al-’Adawi . Maroji’: Ensiklopedi Pendidikan Anak hal 38 (Fiqh Tarbiyatil Abnaa’ wa Thaa-ifatun min Nashaa-ihil Athibba’).tersenyum dengan laki-laki lain bahkan berdansa dengan mereka. maka anaknya pun akan belajar yang demikian itu darinya. Sebelum itu semua. dan jadilah kalian sebagai suri tauladan bagi mereka dnegna perangai yang baik dan tabiat yang mulia.

Sebagaimana dalam ayat. Aris Munandar Kondisi fisik seorang wanita dalam menghadapi kehamilan dan saatsaat menyusui memang berbeda-beda. “Maka jika di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka). pada dasarnya. Kedua kondisi terakhir.ANTARA QADHA DAN FIDYAH BAGI IBU HAMIL DAN MENYUSUI Penyusun: Ummu Ziyad Murajaah: Ust. kalori yang dibutuhkan untuk memberi asupan bagi sang buah hati adalah sama. karena keduanya seperti orang sakit yang takut akan kesehatan dirinya. “Kami tidak mengetahui ada perselisihan di antara ahli ilmu dalam masalah ini. Al Baqarah[2]:184) Berkaitan dengan masalah ini. Untuk Ibu Hamil dan Menyusui yang Mengkhawatirkan Keadaan Dirinya dan Buah . Ada yang merasa tidak bermasalah dengan keadaan fisik dirinya dan sang bayi sehingga dapat menjalani puasa dengan tenang. Ibnu Qudamah rahimahullah mengatakan.”(Qs. memiliki konsekuuensi hukum yang berbeda bentuk pembayarannya. Kondisi inilah yang menimbulkan konsekuensi yang berbeda bagi para ibu dalam menghadapi saat-saat puasa di bulan Ramadhan. Keadaan ini disamakan dengan orang yang sedang sakit dan mengkhawatirkan keadaan dirinya. Namun. maka wajib baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. untuk keadaan ini maka wajib untuk mengqadha (tanpa fidyah) di hari yang lain ketika telah sanggup berpuasa. Ada pula para ibu yang memiliki kondisi fisik yang lemah yang mengkhawatirkan keadaan dirinya jika harus terus berpuasa di bulan Ramadhan begitu pula para ibu yang memiliki buah hati yang lemah kondisi fisiknya dan masih sangat tergantung asupan makanannya dari sang ibu melalui air susu sang ibu. yaitu sekitar 2200-2300 kalori perhari untuk ibu hamil dan 2200-2600 kalori perhari untuk ibu menyusui.” (al-Mughni: 4/394) 2. Untuk Ibu Hamil dan Menyusui yang Mengkhawatirkan Keadaan Dirinya Saja Bila Berpuasa Bagi ibu. 1.

. sang ibu dalam keadaan ini wajib mengqadha (saja) sebanyak hari-hari puasa yang ditinggalkan ketika sang ibu telah sanggup melaksanakannya.Hati Bila Berpuasa Sebagaimana keadaan pertama.

Imam Nawawi rahimahullah mengatakan. Oleh karena itulah. maka sedemikian pula (hendaklah) dia berbuka dan mengqadha. Dalil yang digunakan adalah sama sebagaimana kondisi pertama dan kedua. (Al Furqon. Abu Dawud) Dan perkataan Ibnu ‘Umar radhiallahu’anhu ketika ditanya tentang seorang wanita hamil yang mengkhawatirkan anaknya. kekhawatiran bahwa jika sang ibu berpuasa akan membahayakan si buah hati bukan berdasarkan perkiraan yang lemah.Untuk Ibu Hamil dan Menyusui yang Mengkhawatirkan Keadaan si Buah Hati saja Dalam keadaan ini. Pendapat ini dipilih oleh Syaikh Bin Baz dan Syaikh As-Sa’di rahimahumallah Dalil ulama yang mewajibkan sang Ibu untuk membayar fidyah saja. sebenarnya sang ibu mampu untuk berpuasa. Patokan lainnya bisa berdasarkan diagnosa dokter terpercaya – bahwa puasa bisa membahayakan anaknya seperti kurang akal atau sakit -. yakni sang wanita hamil atau menyusui ini disamakan statusnya sebagaimana orang sakit. edisi 1 tahun 8) Untuk kondisi ketiga ini. apabila keduanya khawatir dengan puasanya dapat membahayakan dirinya.” ( HR.’” (al-Majmu’: 6/177. ‘Orang yang hamil dan menyusui. “Wanita hamil dan menyusui. “Para sahabat kami (ulama Syafi’iyah) mengatakan. namun telah ada dugaan kuat akan membahayakan atau telah terbukti berdasarkan percobaan bahwa puasa sang ibu akan membahayakan. dinukil dari majalah Al Furqon) 3 . yaitu perkataan Ibnu Abbas radhiallahu’anhu. maka mereka berbuka dan memberi makan seorang miskin. Dalil ulama yang mewajibkan sang ibu untuk membayar qadha saja. ulama berbeda pendapat tentang proses pembayaran puasa sang ibu. Berikut sedikit paparan tentang perbedaan pendapat tersebut. Tidak ada fidyah karena dia seperti orang yang sakit dan semua ini tidak ada perselisihan (di antara Syafi’iyyah). jika takut terhadap anak-anaknya. tanpa ada perselisihan (di antara Syafi’iyyah). maka beliau . Apabila orang yang hamil dan menyusui khawatir dengan puasanya akan membahayakan dirinya dan anaknya. maka dia berbuka dan mengqadha. Dalill yang digunakan adalah sama sebagaimana dalil para ulama yang mewajibkan qadha dan fidyah.

” (al-Baihaqi dalam Sunan dari jalan Imam Syafi’i. “Berbuka dan gantinya memberi makan satu mud gandum setiap harinya kepada seorang miskin. “Dan wajib bagi orang yang berat menjalankannya (jika mereka .berkata. sanadnya shahih) Dan ayat Al-Qur’an yang dijadikan dalil bahwa wanita hamil dan menyusui hanyaf membayar fidyah adalah.

” (HR.tidak berpuasa) membayar diyah (yaitu) membayar makan satu orang miskin. Sedangkan dalil pembayaran fidyah adalah para ibu pada kondisi ketiga ini termasuk dalam keumuman ayat berikut. . Semoga dapat menjadi landasan bagi kita untuk beramal. “…Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah. maka mereka berbuka dan memberi makan seorang miskin. Abu Dawud. Begitu pula jawaban Ibnu ‘Umar radhiallahu’anhu ketika ditanya tentang wanita hamil yang khawatir terhadap anaknya. yaitu wajibnya bagi orang yang tidak berpuasa untuk mengqadha di hari lain ketika telah memiliki kemampuan.” Adapun perkataan Ibnu Abbas dan Ibnu ‘Umar radhiallahu’anhuma yang hanya menyatakan untuk berbuka tanpa menyebutkan wajib mengqadha karena hal tersebut (mengqadha) sudah lazim dilakukan ketika seseorang berbuka saat Ramadhan. jika takut terhadap anak-anaknya. (yaitu) memberi makan seorang miskin…” (Qs. Al-Baqarah [2]:184) Hal ini juga dikuatkan oleh perkataan Ibnu Abbas radhiallahu’anhu. Al-Baqarah [2]: 184) Hal ini disebabkan wanita hamil dan menyusui yang mengkhawatirkan anaknya dianggap sebagai orang yang tercakup dalam ayat ini. Demikian pembahasan tentang qadha dan fidyah yang dapat kami bawakan.” (Qs. Pendapat ini adalah termasuk pendapat yang dipilih Syaikh Salim dan Syaikh Ali Hasan hafidzahullah. dishahihkan oleh Syaikh Al Bani dalam Irwa’ul Ghalil). “Wanita hamil dan menyusui. Para ulama berpendapat tetap wajibnya mengqadha puasa ini karena tidak ada dalam syari’at yang menggugurkan qadha bagi orang yang mampu mengerjakannya. beliau menjawab. Dalil ulama yang mewajibkan sang Ibu untuk mengqadha dengan disertai membayar fidyah Dalil sang ibu wajib mengqadha adalah sebagaimana dalil pada kondisi pertama dan kedua. “Hendaklah berbuka dan memberi makan seorang miskin setiap hari yang ditinggalkan.

kita tidak berhak memaksakan atau menganggap saudari kita tersebut melakukan suatu kesalahan. .Adapun ketika ada perbedaan pendapat dikalangan ulama. maka ketika saudari kita menjalankan salah satu pendapat ulama tersebut dan berbeda dengan pendapat yang kita pilih.

Majalah As Sunnah Edisi Khusus Tahun IX/1426H/2005M 2.Semoga Allah memberikan kesabaran dan kekuatan bagi para Ibu untuk tetap melaksanakan puasa ataupun ketika membayar puasa dan membayar fidyah tersebut di hari-hari lain sambil merawat para buah hati tercinta. Maraji’: 1. Majalah Al Furqon Edisi Khusus Tahun VIII 1429/2008 . Majalah Al Furqon Edisi 1 Tahun VII 1428/2008 3. Wallahu a’alam.

disiksa oleh suaminya sendiri. Fir’aun pun memerintahkan para algojonya untuk memasang tonggak. kelemahan itu tak harus melunturkan keteguhan iman.” Berkatalah mereka kepadanya.“Bunuhlah dia!” Alangkah beratnya ujian wanita ini. kemudian dibawanya wanita tersebut di bawah sengatan terik matahari. Dialah Asiyah binti Muzahim. Allah tidak membebankan tanggung jawab nafkah di pundak wanita. Kemudian keluarlah sang suami yang dzalim ini kepada kaumnya dan berkata pada mereka. Sebagaimana keteguhan salah seorang putri. yang dusta lagi kufur kepada Rabbnya.ASIYAH. tidak mengherankan kiranya jika Allah Tabaroka wa Ta’ala dengan segala hikmah-Nya mengamanahkan kaum wanita kepada kaum laki-laki. Diikatlah kedua tangan dan kaki Asiyah pada tonggak tersebut. Dengan keimanan dan keteguhan hati. Ketika mengetahui keimanan istrinya kepada Allah. WANITA YANG DITAMPAKKAN SURGA UNTUKNYA Penulis: Ummu Uwais Herlani Clara Sidi Pratiwi Muraja’ah: ustadz Abu Ukkasyah Aris Munandar Wanita. sosok lemah dan tak berdaya yang terbayangkan. Dimulailah siksaan itu. Belum cukup sampai disitu siksaan yang . Dengan kebengkokannya sehingga Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk bersikap lembut dan banyak mewasiatkan agar bersikap baik kepadanya. Dengan lemahnya fisik. maka murkalah Fir’aun. Seorang suami yang angkuh atas kekuasaan yang ada di tangannya.“Sesungguhnya dia menyembah Tuhan selainku. meski mendapat ancaman dan siksaan dari suaminya. yang disiksa karena keimanannya kepada Allah Dzat Yang Maha Tinggi. istri Fir’aun. “Apa yang kalian ketahui tentang Asiyah binti Muzahaim?” Mereka menyanjungnya. Putri yang akhirnya harus disiksa oleh tangan suaminya sendiri. wanita shalihah tersebut tidak goyah pendiriaannya. Mereka adalah sosok yang mudah mengeluh dan tidak tahan dengan beban yang menghimpitnya. Oleh karena itu. istri dari seorang suami yang menjadi musuh Allah Rabb alam semesta.Lalu Fir’aun berkata lagi kepada mereka. Namun. memberi banyak keringanan dalam ibadah dan perkara lainnya.

mampukah kita menghadapi siksaan semacam itu? Siksaan yang lebih layak ditimpakan kepada seorang laki-laki yang lebih kuat secara fisik dan bukan ditimpakan atas diri wanita yang bertubuh lemah . Subhanallah…saudariku. Kedua tangan dan kaki Asiyah dipaku dan di atas punggungnya diletakkan batu yang besar.ditimpakan suaminya.

maka berbahagialah wanita mulia ini. wanita mulia ini senantiasa berdo’a memohon untuk dibuatkan rumah di surga. Di tengah beratnya siksaan yang menimpanya.tak berdaya. Saudariku. Maka tibalah saat-saat terakhir di dunia. Berakhir sudah penderitaan dan siksaan dunia. Ia tak peduli lagi dengan siksaan Fir’aun dan algojonya. para malaikat pun datang menaunginya. “Ya Rabbku. Maka Allah pun tidak menyia-nyiakan keteguhan iman wanita ini. Bagaimana mungkin orang yang disiksa akan tetapi malah tertawa riang? Sungguh terasa aneh semua itu baginya. At-Tahrim:11) Ketika melihat rumahnya di surga dibangun. Jika seandainya apa yang dilihat wanita ini ditampakkan juga padanya. Akan tetapi. Ketika Fir’aun dan algojonya meninggalkan Asiyah. apapun yang menimpanya tidak sebanding dengan harapan atas apa yang dijanjikan di sisi Allah Tabaroka wa Ta’ala..” (Qs. Siksaan yang apabila ditimpakan atas wanita sekarang. maka kekuasaan dan kerajaannya tidak ada apa-apanya. Allah mencabut jiwa suci wanita shalihah ini dan menaikkannya menuju rahmat dan keridhaan-Nya. Allah mengabulkan doa Asiyah. akankah siksaan itu menggeser keteguhan hati Asiyah walau sekejap? Sungguh siksaan itu tak sedikitpun mampu menggeser keimanan wanita mulia itu. maka disingkaplah hijab dan ia melihat rumahnya yang dibangun di dalam surga.tidakkah kita iri dengan kedudukan wanita mulia ini? Apakah kita tidak menginginkan kedudukan itu? Kedudukan tertinggi di . bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya dan selamatkan aku dari kaum yang dzalim. siksaan-siksaan itu justru semakin menguatkan keimanannya. Iman yang berangkat dari hati yang tulus. Semakin hari semakin kuat kerinduan hatinya untuk memasukinya. siksaan dari suami yang tak berperikemanusiaan. Namun. mugkin akan lebih memilih menyerah daripada mengalami siksaan semacam itu. Ia malah tersenyum gembira yang membuat Fir’aun bingung dan terheranheran. Diabadikanlah doa wanita mulia ini di dalam al-Qur’an.

. Tidak ada kemuliaan diraih dengan memanjakan diri dan kemewahan. Akan tetapi adakah kita telah berbuat amal untuk meraih kemuliaan itu? Kemuliaan yang hanya bisa diraih dengan amal shalih dan pengorbanan.sisi Allah Yang Maha Tinggi.

Jangan sampai bujuk rayu setan dan bala tentaranya menggoyahkan keyakinana kita. istana dan segala kemewahannya dapat dengan mudah dinikmatinya. Marilah kita teladani Asiyah binti Muzahim dalam mempertahankan iman. Apapun keadaan yang menghimpit kita. dimana dia seorang istri raja. Janganlah penilaian manusia dijadikan ukuran. apa yang dipilihnya? Ia lebih memilih disiksa dan menderita karena keteguhan hati dan keimanannya. seberat apapun situasinya. mengorbankan aqidah kita. tapi jadikan penilaian Allah sebagai tujuan. gemerlap dunia mampu diraihnya. . Namun.Saudariku. Saudariku…jangan sampai karena alasan kondisi kita mengorbankan keimanan kita. surga dan kenikmatannya. Melenakan kita untuk meraih janji Allah Ta’ala. Ia lebih memilih kemuliaan di sisi Allah. bukan di sisi manusia.. Mudah-mudahan Allah mengaruniakan surga tertinggi yang penuh kenikmatan. Jangan sampailah dunia yang tak seberapa ini melenakan kita. hendaknya ridha Allah lebih utama.tidakkah kita menjadikan Asiyah sebagai teladan hidup kita untuk meraih kemuliaan itu? Apakah kita tidak malu dengannya.

.

Al-Baqarah: 275) Jual beli adalah sesuatu yang dihalalkan oleh Allah apabila terpenuhi syarat-syaratnya. yang artinya. JANGAN SAMPAI LUPA… Penyusun: Ummu Asma’ Muraja’ah: Ust.” Begitu pula. keluar untuk berbelanja. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman. “Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. kita akan banyak bertemu dengan kata pasar. Akad inilah yang akan menentukan sah atau tidaknya jual beli yang kita lakukan. Jika kita ingat pelajaran ekonomi. Islam tidak melarang wanita untuk keluar dari rumahnya karena pada asalnya keluar rumah adalah dibolehkan sebagaimana suatu kaidah. baik laki-laki maupun wanita pasti mengenalnya. Lalu apa hubungannya akad ini dengan belanja? Tentu saja ada hubungannya. supermarket.” (Qs. Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashr As-Sa’di dalam kitab beliau Manhajus Salikiin (Bab Kitab Jual-Beli hal.ASYIKNYA BELANJA. “Hukum sarana yang mubah itu tergantung tujuannya. Tidak dapat dipungkiri bahwa banyak orang tergila-gila belanja atau shopping hingga mereka rela menghabiskan waktu berjam-jam lamanya di mall. Istilah pasar didefinisikan sebagai tempat bertemunya penjual dan pembeli dalam rangka melakukan transaksi jual beli. swalayan atau bahkan pasar. Namun kaidah ini hanya berlaku apabila keluar rumah menjadi suatu kebutuhan yang mendesak atau sangat penting. dll. tidak campur baur laki-laki dan perempuan. Tentu saja kita mengetahui bahwa ketika ada aktivitas jual beli. yaitu: . Belanja memang merupakan kebutuhan yang mengharuskan wanita untuk keluar dari rumahnya. maka di sana terdapat akad atau perjanjian antara si penjual dengan pembeli yang dinamakan ijab dan qabul. 139) menyebutkan bahwa asal dari hukum jual beli adalah halal. Tentu saja tanpa melupakan hal-hal penting yang harus dipenuhi ketika seorang muslimah keluar dari rumahnya. tidak berhias (tabaruj). Aris Munandar Siapa tak kenal aktivitas yang satu ini? Dari anak kecil hingga lanjut usia. baik ke pasar maupun ke pusat-pusat perbelanjaan lainnya merupakan suatu hal yang terkadang sulit untuk dihindari. seperti menutup aurat.

Keridhaan kedua belah pihak yaitu penjual dan pembeli 2.1. Barang yang diperjualbelikan dapat diserahterimakan .

Tidak hanya pembeli yang ingin ambil untung. Begitu kita masuk pasar. “Ah.” (Qs. sungguh kasihan saudari-saudari kita ini yang tanpa sadar telah sukarela mempersilahkan laki-laki melihat kecantikan mereka dan menjadikan mereka sebagai obyek. Ada Setan! Kita dapat menyaksikan segala kejelekan di pasar dengan penglihatan dan pendengaran kita. apalagi bagi laki-laki! Sering dalam hati terbetik. (yaitu) orangorang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi. Pembeli akan berkata. yang artinya. Sepanjang perjalanan kita akan mengetahui ada saja orang yang menipu demi mendapatkan keuntungan. siapa bilang di mall. “Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang. 4. tak jarang kita melihat wanita-wanita muda berdandan cantik dan dengan PDnya berlenggang mengenakan busana yang serba “irit”. itu kan tergantung orangnya!” Namun yang jelas. maka ucapan-ucapan kasar bahkan umpatan penjual yang dagangannya tidak jadi dibeli akan mampir di telinga kita.3. Mereka tak peduli lagi meski aktivitas yang semula halal berubah menjadi haram akibat menabrak rambu-rambu syari’at. Akhirnya sampai di rumah pembeli merasa tertipu dan dirugikan. yaitu baligh dan melakukannya dengan sadar atau tidak gila. “Tadi saya membeli di penjual A dengan harga empat ribu.” mungkin ini pernyataan sebagian orang. Pelaku jual beli adalah orang yang memenuhi syarat. di supermarket atau toko kecil sekalipun setan tidak akan mengambil peran? Ketika kita berjalan-jalan di mall atau supermarket. Intinya. Tidak mengandung unsur riba 5. Tidak memperjualbelikan sesuatu yang haram secara syar’i Hati-hati. Padahal Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman. mereka benar-benar berusaha menerapkan prinsip ekonomi “Meraih keuntungan sebesar-besarnya dengan modal yang sekecil-kecilnya”. “Tapi mangga saya kan besar-besar dan dijamin manis! Boleh dicobain kok!” Padahal semua mangganyakarbitan dan ketika si pembeli mencicipi mangganya dipilihkan sampel yang manis dan tidak mewakili dagangannya. kok di sini enam ribu!” padahal penjual A tidak menjual dagangannya dengan harga empat ribu tapi tujuh ribu rupiah dan si pembeli ini tidak pernah menawar dagangan si A. Pemandangan ini saja sudah cukup mengganggu kita sebagai wanita. penjual pun tak kalah taktik. Muthaffifin: 1-2) “Itu kan di pasar. hati laki-laki mana yang tidak akan tergoda?? Padahal . Mungkin ada yang berdalih. Tapi.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman. yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal. “Hai Nabi. anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”.” (Qs. Katakanlah kepada isteri-isterimu. yang artinya. Al-Ahzab: 59) . dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. karena itu mereka tidak di ganggu.

2. tidak ada sekutu bagi-Nya. do’a naik kendaraan hingga do’a masuk pasar. Dialah Yang Menghidupkan dan Yang Mematikan. Adapun do’a masuk pasar yaitu: ،‫ل إلـه إل ال وحده ل شريك له، له الملك وله الحمد يحيي ويميت وهو حي ل يموت، بيده الخير‬ ُ ْ َ ْ ِ ِ َ ِ ُ ْ ُ َ َ ّ َ َ ُ َ ُ ْ ِ ُ َ ْ ِ ْ ُ ُ ْ َ ْ ُ ََ ُ ْ ُ ْ ُ َ ُ َ َ ْ ِ َ َ ُ َ ْ َ ُ ّ ِ َ َِ َ ُ ْ ‫وهو على كل شيء قد‬ ‫َ ُ َ ََ ُ ّ َ ْ ٍ َ ِير‬ “Tiada ilah yang berhak diibadahi secara benar melainkan Allah semata.” (HR. bahkan adab ketika di pasar. Hakim dan Ibnu Majah) Majdi bin ‘Abdul Wahhab Al-Ahmad dalam Syarh Hisnul Muslim-nya menjelaskan maksud dari “dan akan mengangkat derajatnya satu juta tingkatan” yaitu orang tersebut akan mendapatkannya di surga. Tirmidzi. “Do’a itu bermanfaat terhadap apa yang menimpa atau yang belum menimpa. Tidak menyaringkan suara dengan berbagai pertengkaran dan perdebatan. 1.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. ketika kita hendak berbelanja ada banyak pahala yang dapat kita raup melalui do’a dalam sekali perjalanan saja. Sedangkan maksud dari “diangkatnya derajat” adalah kedudukannya setelah membaca do’a lebih tinggi dari kedudukannya sebelum membaca do’a tersebut. At-Tirmidzi). Bahkan Allah telah memerintahkan kita untuk berdo’a dan menyebut orang yang enggan berdo’a sebagai orang yang sombong (Qs. Dia Maha Hidup Kekal. hendaklah kalian berdo’a. Al-Mu’min: 60). “Barangsiapa yang masuk pasar.” (HR. Sebagai seorang muslimah. maka Allah akan mencatat satu juta kebaikan baginya dan akan menghapus satu juta keburukan baginya. Dimulai dengan do’a keluar rumah. Di tangan-Nyalah segala kebaikan dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.Terlupa Karena Asyiknya Berbelanja Islam adalah agama yang penuh hikmah serta kesempurnaan. tidak pernah mati.Rasulullah juga bersabda. lalu mengucapkan do’a (tersebut). dan akan mengangkat derajatnya satu juta tingkatan. Hendaknya senantiasa berdzikir kepada Allah di saat masuk pasar. . sehingga Rasulullah pun telah mengajarkan kepada kita berbagai etika dalam kehidupan. Oleh karena itu wahai sekalian hamba Allah. Bagi-Nya segala kerajaan dan bagiNya segala pujian. Nah. Dan. tentunya keseharian kita tidak boleh lepas dari do’a.

Al-Bukhari) .Di antara sifat kepribadian Nabi shallallahu alaihi wa sallam adalah bahwasanya beliau bukanlah seorang yang keras kepala atau keras hati dan bukan pula orang yang suka teriak-teriak di pasar dan juga bukan orang yang membalas keburukan dengan keburukan. akan tetapi ia memaafkan dan mengampuni (HR.

” Maka Nabi bersabda. Menghindari penipuan. kecurangan dan pengkaburan serta berlebihlebihan di dalam menarik keuntungan. karena sumpah itu dapat melariskan barang dagangan kemudian menghilangkan barakahnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman. Menjaga agar selalu memenuhi akad dan janji serta kesepakatankesepakatan di antara dua belah fihak (pembeli dan penjual). “Kenapa bagian yang basah tidak kamu letakkan di paling atas agar dilihat oleh manusia? Barangsiapa yang curang terhadap kami. Al-Ma’idah: 1) 5. Menghindari perbuatan curang di dalam menakar atau menimbang barang dan tidak menguranginya. “Wahai orang-orang yang beriman. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman. maka jari-jemarinya basah. “Seorang muslim itu adalah saudara muslim lainnya. Muslim) 9.” (HR. yang artinya. “Terkena hujan. Ahmad dan dishahihkan oleh Al-Albani) 8.” (Qs. “Dan persaksikanlah apabila kamu berjual beli. Bersikap longgar dan memberikan kemudahan di dalam proses jual beli. “Allah akan belas kasih kepada seorang hamba yang bersikap longgar apabila menjual.Sesungguhnya Nabi shallallahu alaihi wa sallam pernah menjumpai setumpuk gandum. 4. terbuka dan tidak menyembunyikan cacat barang jualan. Allah berfirman. wahai Rasulullah. bersikap longgar apabila membeli dan bersikap longgar apabila membayar hutang.3. Pasar tidak boleh dicemari dengan kotoran dan sampah. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda. Jangan mudah mengobral sumpah di dalam berjual beli.” (HR. “Hindarilah banyak bersumpah di dalam berjual-beli. maka Nabi memasukkan tangannya ke dalam tumpukan tersebut. Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam bersabda. Al-Bukhari) 7.Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda. maka tidak halal bagi seorang muslim membeli dari saudaranya suatu pembelian yang ada cacatnya kecuali telah dijelaskannya terlebih dahulu. yaitu orang-orang yang . yang artinya. “Apa ini.” (HR. “Celakalah bagi orang-orang yang curang. Jujur. Maka beliau bersabda. penuhilah akad-akad itu. wahai si pemilik makanan?” Pemilik makanan menjawab.” (HR.” (Qs. karena hal tersebut dapat melumpuhkan arus jalanan dan menjadi sumber bau busuk yang mengganggu. Muslim) 10. maka ia bukan dari golongan kami. AlBaqarah: 282) 6. Mengukuhkan jual beli dengan persaksian atau catatan (dokumentasi). Menjaga kebersihan pasar. yang artinya.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda. Menghindari riba. Al-Muthaffifin: 1-3) 11. dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain. “Allah mengutuk . penimbunan barang dan segala perbuatan yang dapat merugikan orang banyak. mereka mengurangi.” (Qs.apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi.

dan (dari) mendirikan shalat. 14. sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (Qs. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman. Menundukkan pandangan mata dari wanita dan menghindar dari percampurbauran dan berdesak-desakan dengan mereka. Menghindari promosi-promosi palsu yang bertujuan menarik perhatian pembeli dan mendorongnya untuk membeli. kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka di antara kamu. “Hendaklah mereka menahan pandangannya. supaya aktivitas belanja kita lebih efektif dan bermanfaat. dan memelihara kemaluannya. “Tidak akan menimbun barang kecuali orang yang salah. An-Nur: 30-31) 17. (melaknat) pemakan riba. Barangbarang yang bagus.” (HR. “Hendaklah mereka menahan pandangannya. Allah berfirman. Muslim) 13. “Katakanlah kepada laki-laki yang beriman. dan dishahihkan oleh Al-Albani). An-Nur: 37).Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman. dan (dari) menunaikan zakat. yang artinya. dan memelihara kemaluannya. Maka tak heran jika setan pun betah berada di tempat-tempat seperti ini. Pada intinya. janganlah kamu saling memakan harta sesama kamu dengan jalan yang batil. 16. yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. pemberinya. ada beberapa tips yang mungkin dapat membantu. bahkan orang-orang yang berpenampilan menarik menggoda hati-hati yang lalai.” (Qs. Nah. Membersihkan pasar dari segala barang yang haram diperjual belikan. “Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingat Allah. Maka sebaik-baik manusia adalah orang yang keduniaannya tidak membuatnya lalai terhadap masalah-masalah akhiratnya atau sebaliknya. karena Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam telah melarang najasy (Muttafaqun’alaih).12. Najasy adalah semacam promosi palsu. Dan katakanlah kepada wanita yang beriman. dll).” (Qs. Selalu menjaga syi’ar-syi’ar agama (shalat berjama’ah. Dan Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda. saksi dan penulisnya. Ahmad.” (HR. Hindarilah penjualan barang rampasan (hasil ghashab) dan curian. tidak melalaikan shalat berjama’ah karena berjual-beli. yang artinya. ketika berada di pusat perbelanjaan mata kita akan disuguhi dengan pemandangan yang serba menarik. . yang artinya. Al-Nisa: 29) 15. “Wahai orangorang yang beriman.

mereka rela duduk di depan kaca selama berjam-jam dan memoles dirinya agar terlihat cantik.Tips 1. Perhatikan penampilan Ada sebagian wanita yang menjadikan shopping atau berbelanja sebagai sarana untukngeceng. Bertaqwalah wahai kaum wanita! Sesungguhnya setan telah menemukan banyak celah . Demi mendapatkan perhatian dari orang-orang. namun justru akan tersenyum bangga ketika laki-laki menggoda mereka karena dandanan mereka yang aduhai. Maka tidak mengherankan apabila mereka tidak merasa takut atau risih.

Jangan bawa uang berlebih! Peringatan untuk wanita yang hobi berbelanja! Jangan sekali-kali membawa uang lebih dari perkiraan harga seluruh belanjaan dalam list kita. Jangan salahkan apabila laki-laki tidak menghargaimu karena engkau pun tidak menghargai dirimu. kita tidak perlu menghabiskan waktu untuk mondar-mandir ke pasar atau supermarket setiap hari. . Daftar belanjaan juga akan membantu mengingatkan kita jika ada barang yang lupa dibeli. Apabila uang yang kita bawa hanya cukup untuk membeli barang yang kita perlukan. kita dapat membuat daftar kebutuhan kita dalam jangka panjang. Sungguh make-up ini akan membantu menjaga diri kita. Buat daftar belanjaan yang akan dibeli Sebelum kita memutuskan untuk keluar rumah. Membawa uang terlalu banyak akan merepotkan bagi kita yang mudah tergoda dengan barang-barang yang menarik.untuk menggoda manusia melalui dirimu. Tips 2. usahakan secukupnya saja sebagai jaga-jaga jikalau terjadi sesuatu dalam perjalanan. jangan lupa membuat daftar barang-barang yang akan kita beli. Hendaknya kita jaga diri kita dengan berhijab yang benar karena hijab itulah yang akan menyelamatkan kita dari pandangan khianat laki-laki yang tidak bertaqwa. selain itu juga menghindarkan kita dari belanja barang-barang yang terlihat begitu menarik ketika di toko. sesungguhnya kecantikanmu hanya akan ditemukan oleh laki-laki fasik bila engkau mengumbarnya di mana-mana. Setelah itu. mau diapakan barang tersebut. Kalaupun membawanya. Padahal Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memuliakan kita dengan syari’at-Nya. Dengan demikian. Wallahul musta’an. namun ternyata ketika sampai di rumah kita bingung sendiri. misalnya kebutuhan untuk sepekan. tentunya kita tidak mungkin akan membeli barang-barang lainnya. dua pekan atau bahkan bulanan. yaitu malu. Jangan lupa pula untuk membawa make-up kita yang paling berharga. Tips 3. Janganlah engkau ceroboh. Alangkah baiknya jika kita tengok terlebih dahulu kebutuhan apa saja yang habis sehingga bisa kita masukkan ke dalam daftar belanjaan kita. Jangan sampai engkau buat dirimu yang begitu berharga dan mulia tercampak menjadi sekerat daging yang hina.

.

dan memelihara kemaluannya. Selain itu. di jaman sekarang ini kita juga sering mendengar adanya produk-produk yang dijual di pasaran yang ternyata tidak jelas kehalalannya. Sesungguhnya wanita adalah saudara laki-laki. apa yang membuat saudaranya terfitnah maka hal itu juga dapat menimpanya. Jagalah pandangan Rumah adalah sebaik-baik tempat perlindungan bagi kaum wanita. Bekali diri dengan ilmu dan sabar Sebagai seorang muslimah. apabila wanita keluar dari rumahnya.” (Qs. Manhajus Salikiin. terkadang kita juga harus berhadapan dengan penjual yang kurang ramah dan wajah bersungut-sungut. An-Nuur: 31) Tips 6. yang artinya. Maraji’: 1. namun jangan sampai asyiknya berbelanja membuat kita terlena dan terjebak dalam hal yang siasia. namun merupakan suatu keutamaan menjadikan sabar sebagai obat ketika menghadapi situasi seperti ini. Allah berfirman. Tidak hanya bermasalah dengan keadaan barang dagangan. Wallahu a’lam bishshawab. Belanja memang menyenangkan. Syaikh Abdurrahman bin Nashr As-Sa’di . maka setan akan menghiasinya sehingga tampak begitu menarik hati. sesungguhnya setan dapat menancapkan panahnya pada setiap manusia yang lemah hatinya. tentunya kita harus mendasarkan segala perbuatan kita dengan ilmu agama. Wajar hati merasa kesal. Oleh karena itu. Jangan lupa berdo’a! Tips 5. “Katakanlah kepada wanita yang beriman. Demikian pula ketika berbelanja kita membutuhkan ilmu agar hak penjual maupun hak kita sebagai pembeli dapat terpenuhi. Demikian pula halnya dengan wanita yang dapat terfitnah oleh laki-laki disebabkan pandangan mata. “Hendaklah mereka menahan pandangannya. Jangan disangka hanya laki-laki saja yang dapat terfitnah oleh wanita.Tips 4. Sedangkan lakilaki mungkin pula hatinya tertimpa fitnah disebabkan pandangan mata wanita tersebut terhadapnya. Namun bukan berarti kaum wanita akan terhindar dari godaan sementara setan menempatkannya sebagai penggoda.

Darul Haq . Syarah Hisnul Muslim (terjemah).2. Etika Kehidupan Muslim Sehari-hari. Majdi bin ‘Abdul Wahhab Al-Ahmad 3.

” (Qs. yang artinya. berat hati ini untuk mengecewakan mereka. Terima kasihku yang tak terhingga untukmu wahai Ayah Ibu. betapa indahnya jika kita bisa membahagiakan orang tua kita. Akan tetapi. Sungguh hati ini tak tega bila sampai ada perbuatan kita yang menjadikan mereka bermuram durja. terlebih teringat besarnya jasa mereka. Di antara mereka bahkan ada yang menyuruh pada perbuatan yang dilarang Allah? Bagaimanakah seharusnya sikap kita? Jika teringat kewajiban kita untuk berbakti pada mereka. Allah berfirman. Tak semua anak yang melanggar perintah orang tua dikatakan anak durhaka. Karena ketaatan pada orang tua tidak bersifat mutlak. bagaimana jika orang tua melarang kita melakukan kebaikan berupa ketaatan pada Allah dan Rasul-Nya? Keistiqomahan kita. IBU… BIARKAN ANANDA ISTIQOMAH Penulis: Ummu Rumman Muroja’ah: Ustadz Abu Salman Duhai. Kaidah Birrul Walidain Saudariku. Orang tua yang telah membesarkan kita dengan penuh kasih sayang. anak-anaknya. dengan mendapatkan dukungan dari orangtuanya. bahkan bagaikan api yang menyulut kemarahan mereka. “Dan Rabbmu telah memerintahkan kepada manusia janganlah ia beribadah melainkan hanya kepada-Nya dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua dengan sebaikbaiknya. . Orang tua yang telah mendidik dan merawat kita sedari kecil.AYAH. durhaka atau tidaknya seorang anak tetaplah harus dipandang dari kacamata syariat. Orang tua yang telah mengerahkan segala yang mereka punya demi kebahagiaan kita. Al Israa’ 23) Alangkah bahagianya seorang anak yang bisa menjalankan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya. Tidak sebagaimana ketaatan pada Allah dan Rasul-Nya yang sifatnya mutlak.

Ada beberapa hal yang sering dianggap sebagai kedurhakaan pada orang tua. Antara lain: . padahal sebenarnya bukan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. 2. Akan tetapi jika yang diperintahkan orang tua melanggar syariat.” (Qs. menuntut ilmu syar’i. Tidak wajib bagimu taat pada mereka dalam bermaksiat pada Allah. orang tua menyuruh ngalap berkah pada kyai A. Anak tidak patuh atas larangan orangtua menjalankan syariat Islam Tidak disebut durhaka anak yang tidak patuh saat orangtuanya melarang sang anak menjalankan syariat Islam. Anak menolak perintah orangtua yang melanggar syariat Islam Pada asalnya. padahal di saat itu orang tua sedang tak membutuhkannya (misal karena orang tua sedang sakit atau saat keadaan darurat). dll. Maka janganlah engkau melakukan perkara yang haram dengan alasan ingin berbakti pada orang tuamu. Bahkan ini termasuk bakti kepada orang tua karena mencegah mereka dari perbuatan haram. orang tua menyuruh anak berjabat tangan dengan lelaki bukan mahrom. Dan di dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan pula bahwasanya ketaatan hanya dilakukan dalam perkara yang baik. Maka. “Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu. Orang tua yang marah atas keistiqomahan dan nasihat anaknya Seorang anak wajib menasihati orang tuanya saat mereka melanggar syariat Islam. Contoh konkritnya: melarang anaknya shalat jama’ah. dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik. Yaitu jika orang tua memerintahkan anak melakukan kesyirikan. maka janganlah kamu mengikuti keduanya. memakai jilbab. 3. “Tidaklah wajib mentaati makhluk yang memerintah agar maksiat kepada Allah.” (HR. Allah berfirman yang artinya. saat sang anak menolak hal tersebut tidaklah dikatakan durhaka. maka anak tidak boleh mentaatinya. Contoh konkritnya: orang tua memerintahkan anak memakai jimat. bid’ah dan maksiat. seorang anak wajib taat pada orangtuanya. padahal sang anak telah menggunakan adab yang baik dan perkataan yang .1. dll. berjenggot. Ahmad). seorang anak hendaknya tetap menggunakan adab dan perkataan yang baik. Apabila orang tua sakit hati dan marah. Dan terus mempergauli dan mendakwahi mereka dengan baik pula. Luqman: 15) Namun.

lembut. maka hal ini tidak termasuk durhaka pada orang tua. .

bukankah hati kedua orang tuamu berada di genggaman . bergantung pada kemurkaan kedua orang tua (HR. maka Allah akan ridha padanya dan Allah menjadikan orang yang memurkainya dalam meraih ridha Allah itu akan ridha pula padanya. aku telah membuat orang tuaku marah? Padahal bukankah keridhaan Allah bergantung pada keridhaan kedua orang tua. Tidakkah engkau khawatir Allah akan murka pada orangtuamu disebabkan mereka terus memerintahkanmu bermaksiat kepada-Nya. kemungkinan besar akan marah. Maka. marahnya orang tua atas keistiqomahan dan nasihat anak. Tirmidzi)? Saudariku. Sedangkan sebenarnya Allah Murka padamu. Maryam: 44). bisa jadi Allah justru akan membuat orang tuamu tetap murka pula kepadamu. sampai-sampai Allah akan menghiasi si hamba dan menghiasi ucapan dan amalannya di mata orang yang semula murka tersebut. Ath Thabrani) Subhanallah. agar orang tuamu ridha. Orang tua yang menolak kebenaran Islam kemudian mendapat nasihat dari anaknya. Dan siapa yang membuat Allah ridha sekalipun manusia murka padanya. Saudariku. maka ingatkan dirimu dengan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.Saat gundah menyapamu. “Wahai ayahku. Meski engkau telah menuruti keinginan mereka. Sesungguhnya syaithan itu durhaka kepada Allah Yang Maha Pemurah.” (Qs. Hadits di atas tidak berlaku secara mutlak. maka Allah akan murka padanya dan Allah menjadikan orang yang ingin ia peroleh ridhanya dengan membuat Allah murka itu akan murka padanya. Saudariku. bila orangtuamu marah atas keistiqomahanmu.” (HR. janganlah kamu menyembah syaithan. maka sejatinya perintah mereka akan terus berlanjut. “Siapa yang membuat Allah murka karena ingin memperoleh ridha manusia. saat engkau menuruti mereka dalam perbuatan maksiat pada Allah. Dan sadarkah engkau. Kemurkaan Allah. Tapi sang anak tetap tidak dikatakan durhaka. … Bagaimana ini. kita tetap harus melihat kaidah birrul walidain. Perhatikanlah hadits di atas! Ketika engkau menaati orang tuamu dalam bermaksiat pada Allah. Ingatlah saat Nabi Ibrahim menasihati ayahnya. tidaklah termasuk dalam hadits di atas.

yang terpenting bagimu adalah berusahalah meraih ridha Allah dengan keshalihan dan keistiqomahanmu.Allah. Semoga Allah menghiasi ucapan dan amalan kita sehingga orang tua kita pun -bi idznillah.akhirnya ridha kepada kita. Maka. Semoga dengan demikian Allah Ridha padamu. .

Akhirnya yang terjadi adalah kerenggangan di antara penghuni rumah tersebut. perhatianmu. kelembutanmu. Percaya atau tidak. Kita pun terlalu sibuk dengan dunia kita. sedangkan si anak berpegang teguh dengan kebenaran yang telah ia yakini. Padahal betapa banyak hati orang tua -bi idznillah. Kedekatanmu kepada mereka. Kita terlalu sibuk dengan tuntutan kita karena selama ini orangtua-lah yang banyak menuruti keinginan kita. Juga sibuk dengan temanteman kita. . namun alangkah indahnya jika seorang muslim apalagi seorang salafi bisa memadukan antara argumentasi yang kuat dengan akhlak yang mulia!. banyak dari kita yang justru melalaikan hal ini. akhlaq yang mulia adalah jalan terdekat menuju luluhnya hati orangtua. Lc dalam bukunya 14 Contoh Praktek Hikmah dalam Berdakwahberkata. sedang kita tidak wajib berbuat baik pada mereka. kitalah sebagai anak yang seharusnya lebih banyak mempergauli mereka dengan baik. namun karena terkesannya sang orang tua dengan akhlak dan budi pekerti anaknya yang semakin mulia setelah dia ngaji!! Penjelasan ini sama sekali tidak mengecilkan urgensi argumentasi yang kuat. Seakan-akan hanya orangtua-lah yang wajib berlaku baik pada kita. Hal itu semakin diperparah ketika si anak kurang bisa mencairkan suasana dengan mengimbangi kesenjangan tersebut dengan melakukan hal-hal yang bisa membahagiakan orangtuanya. Penarik Hati yang Banyak Dilalaikan Ustadz Abdullah Zaen. hati orang tua mana yang tidak menjadi terang. bahkan hanya sekedar wajah cerah dan senyummu di hadapan mereka adalah bagaikan sinar mentari yang menghangatkan hati mereka. “Kerenggangan antara orangtua dan anak itu seringkali terjadi akibat ‘benturan-benturan’ yang terjadi dampak dari orang tua yang masih awam memaksa si anak untuk menjalani beberapa ritual yang berbau syirik.” Maka. Padahal.Akhlaq Mulia. Sayangnya. Anak adalah mutiara hati orang tua. Saat mutiara itu bersinar.yang luluh untuk menerima kebenaran yang dibawa si anak bukan karena pintarnya anak beragumentasi. Padahal orang tua hanya butuh sedikit perhatian kita. Kenapakah kita begitu pelit mengirimkan satu sms saja untuk menanyakan kabar mereka tiap hari? Sedangkan berpuluh-puluh SMS kita kirimkan untuk sekadar bercanda ria dengan teman kita.

Kemudian, beratkah bagi kita untuk menyenangkan mereka dengan hadiah? Janganlah engkau remehkan meski sekedar membawa pulang oleh-oleh seplastik singkong goreng kesukaan ayah atau sebungkus siomay favorit ibu. Harganya memang tak seberapa, tapi hadiah-hadiah kecil yang menunjukkan bahwa kita tahu apa kesukaan mereka, apa yang

mereka tak suka, dan apa yang mereka butuhkan, jauh lebih berharga karena lebih menunjukkan besarnya perhatian kita. Dakwahku, Bukti Cintaku Kepada Ayah Ibu… Hakikat kecintaan kita terhadap seseorang adalah menginginkan kebaikan bagi dirinya, sebagaimana kita menginginkan kebaikan bagi diri kita sendiri. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Tidak akan sempurna keimanan salah seorang di antara kalian, sehingga dia mencintai bagi saudaranya sebagaimana dia mencintai bagi dirinya sendiri.” (HR. Bukhari dan Muslim). Maka, wujud kecintaan kita kepada orangtua kita adalah mengusahakan kebaikan bagi mereka. Tahukah engkau kebaikan apa yang dimaksud? Seorang ayah telah berbuat baik kepada anaknya dengan pendidikan dan nafkah yang diberikan. Sedangkan ibunya telah merawat dan melayani kebutuhan anak-anaknya. Maka sudah semestinya anaknya membalas kebaikan tersebut. Dan sebaik-baik kebaikan adalah mengajak mereka kepada kebahagiaan dan menyelamatkan mereka dari api neraka. Allah Ta’ala berfirman, yang artinya, “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya dari manusia dan batu.” (Qs. At Tahrim 6) Saudariku, jika engkau benar-benar mencintai orangtuamu, maka jadikanlah dakwahmu sebagai bakti terindahmu kepada mereka. Ingatlah lagi mengenai dakwah Nabi Ibrahim kepada orangtuanya. Bakti pada orang tua sama sekali tidak menghalangi kita untuk berdakwah pada mereka. Justru karena rasa cintalah, yang membuat kita menasihati mereka. Jika bukan kita, maka siapakah lagi yang akan mendakwahi mereka? Apakah harus dengan mengajak mereka mengikuti kajian? Jika bisa, alhamdulillah. Jika tidak, maka sesungguhnya ada banyak cara yang bisa engkau tempuh agar mereka bisa mengetahui ilmu syar’i dan mengamalkannya. Jadilah engkau seorang yang telaten dan tidak mudah menyerah dalam berdakwah kepada orang tuamu. Ingatlah ketika engkau kecil. Ketika engkau hanya bisa tidur dan menangis. Orangtuamulah yang mengajarimu, mengurusmu, memberimu makan, membersihkanmu dan memenuhi kebutuhanmu. Ketika engkau

mulai merangkak, kemudian berdiri, dengan sabar orangtuamu memegang tanganmu dan melatihmu. Dan betapa senangnya hati orangtuamu melihat langkah kaki pertamamu. Bertambah kesenangan mereka ketika engkau berjalan meski dengan tertatih-tatih. Saat engkau telah bisa berlari-lari, pandangan orangtuamu pun tak lepas darimu. Menjagamu dari melangkah ke tempat yang berbahaya bagimu.

yaitu mampu meletakkan segala sesuatu pada tempatnya. pada perkara apa saja kita harus menaati orang tua. Padahal dia justru sangat butuh pada ilmu tersebut agar dapat menyelesaikan permasalahannya. usahakanlah tetap menuntut ilmu meski hanya sekedar membaca buku. Sedangkan seorang anak yang ilmunya belum matang. yaitu pemahaman salafush shalih. Dengan ilmulah kita mengetahui hukum dari permasalahan yang kita hadapi dan bagaimana solusinya menurut syariat. Pada perkara apa sebaiknya kita bersikap lembut. Dan pada perkara apakah kita harus teguh layaknya batu karang yang tetap berdiri tegak meski berkali-kali dihempas ombak. Ya. ia tidak bisa berdakwah pada orang tuanya. Maka. Jangan lupa! Niatkanlah ilmu yang kau cari itu untuk . Dan segeralah kembali ke majelis ta’lim begitu ada kesempatan.Ketika engkau mulai merasa letih berdakwah. mendengar rekaman kajian atau bertanya kepada ustadz. Karena dengan ilmulah seorang mampu bersikap bijak. Landasi Semuanya Dengan Ilmu Seorang anak dengan sedikit ilmu. Sehingga orangtuanya justru makin antipati dengan dakwah anaknya. bisa jadi ia bersikap terlalu keras. Bahkan. Dengan ilmulah kita mengetahui. bekalilah dirimu dengan ilmu berdasarkan Al Qur’an dan Sunnah berdasarkan pemahaman yang benar. Dan yang tidak kalah pentingnya kita bisa berdakwah sesuai dengan yang dikehendaki Allah dan Rasul-Nya. bersabar atas kenakalanmu… Maka mengapakah engkau begitu mudahnya menyerah dalam berdakwah kepada mereka? Bukankah kewajiban kita hanyalah menyampaikan. Saat terjadi konflik dengan orang tua sehingga engkau kesulitan mendatangi majelis ilmu. Bertahun-tahun mereka mendidikmu. mendidikmu bertahuntahun tanpa kenal lelah. Maka teruslah berdakwah hingga datang waktunya Allah Membuka hati kedua orangtua kita. ingatlah bahwasanya orangtuamu telah membesarkanmu. Maka tidak benar jika saat terjadi benturan sang anak justru berputus asa dan tidak lagi menuntut ilmu syar’i. merawatmu. maka bisa jadi ia akan bersikap lemah dan mudah futur (putus asa) saat menghadapi rintangan dari orangtuanya yang sudah banyak makan garam kehidupan. sedangkan Allah-lah Yang Maha Pemberi Hidayah.

Karena merekalah kerabat yang paling berhak atas dakwah kita.menghilangkan kebodohan pada dirimu dan orang lain. terutama orangtuamu. .

Kajian Bahjah Qulub Al Abror oleh ustadz Abu Ukkasyah Aris Munandar. Sambil terus mendoakan ayah dan ibu. Dan sabarlah dalam berdakwah kepada orang tuamu. Durhaka kepada orang Tua oleh ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron. wahai saudariku…Istiqomahlah! Dan bingkailah keteguhanmu dengan ilmu dan amal shalih. Tetap istiqomah dan berdakwah. Amiin. Maraaji’: 1. majalah Al Furqon edisi 2 Tahun IV 2. Ustadz Abdullah Zaen. Lc.Karena itu. 14 Contoh Praktek Hikmah Dalam Berdakwah.Tegar dan sabarlah! Tegarlah dalam menghadapi rintangan yang datang dari orangtuamu. 3. Hiasilah dirimu di depan orangtuamu dengan akhlaq yang mulia. Hingga saat datangnya pertolongan Allah…Yaitu saat hati mereka disinari petunjuk dari Allah Insyaa Allah Teriring cinta untuk ibu dan bapak… Semoga Allah Mengumpulkan kita di surga Firdaus-Nya. tanggal 4 November 2007 .