Anda di halaman 1dari 60

BAB 2 Tinjauan Pustaka. 2.1. Karet Alam (KA).

Karet adalah polimer hidrokarbon yang terbentuk dari emulsi kesusuan (dikenal sebagai latex) yang diperoleh dari getah beberapa jenis tumbuhan karet tetapi dapat juga diproduksi secara sintetis .Sumber utama dari latex yang di gunakan untuk menciptakan karet adalah pohon karet Hevea brasiliensis (Euphorbiaceae). Ini dapat dilakukan dengan cara melukai kulit pohon

sehingga pohon akan memberikan respon yang menghasilkan lebih banyak latex lagi seperti yang dapat dilihat pada Gambar 2.1.

Gambar.2.1.Karet Alam Karet alam merupakan senyawa hidrokarbon yang mengandung atom

karbon (C) dan atom hidrogen (H) dan merupakan senyawa polimer dengan isoprena sebagai monomernya. Rumus empiris karet alam adalah (C5 H 8)n. Dengan perbandingan atom-atom karbon dan hidrogen adalah 5 : 8 dan n menunjukkan banyaknya monomer dalam rantai polimer,yang berat molekul rataratanya tersebar antara 10.000 – 400.000. Karet mempunyai warna putih hingga kuning kecoklatan,ban mobil berwarna hitam karena karbon yang berallotrop dengan karbon hitam ditambahkan untuk memperkuat polimer.Bila sepotong vulkanisir,karet yang berikatan silang seperti pita karet diulur kemudian dilepas maka ikatan silang itu akan menarik rantai-rantai polimer kembali ke bentuk semula.Tanpa proses vulkanisasi ,rantai-rantai polimer akan meluncur lepas ke satu monomer yang lainnya.

Universitas Sumatera Utara

Karet alam adalah jenis karet pertama yang dibuat sepatu. Sesudah penemuan proses vulkanisasi oleh Charles Goodyear yang membuat karet menjadi tahan terhadap cuaca dan tidak larut dalam minyak, maka karet mulai digemari sebagai bahan dasar dalam pembuatan berbagai macam alat untuk keperluan dalam rumah ataupun pemakaian di luar rumah seperti sol sepatu dan bahkan sepatu yang semuanya terbuat dari bahan karet. Dalam bentuk bahan mentah, karet alam sangat disukai karena mudah menggulung pada roll sewaktu diproses dengan open mill/penggiling terbuka dan dapat mudah bercampur dengan berbagai bahan-bahan yang diperlukan di dalam pembuatan kompon. Dalam bentuk kompon, karet alam sangat mudah dilengketkan satu sama lain sehingga sangat disukai dalam pembuatan barangbarang yang perlu dilapisi sebelum vulkanisasi dilakukan. Keunggulan daya lengket inilah yang menyebabkan karet alam sulit disaingi oleh karet sintetik dalam pembuatan karkas untuk ban radial ataupun dalam pembuatan sol karet yang sepatunya diproduksi dengan cara vulkanisasi langsung. Karet alam adalah merupakan salah satu komoditi alam Indonesia yang sangat berlimpah .Aplikasi dari karet alam banyak digunakan dalam pembuatan ban dan juga banyak dikembangkan sebagai pengganti karet sintetik pada material termoplastik elastomer (TPE).Banyak juga dilakukan penelitian tentang termoplastik vulkanisasi (TPVs) berdasarkan karet alam (KA) dan polipropilena (PP). Untuk menghasilkan bahan TPE yang baik (Anoma

Thitithammawong,2007), meneliti pengaruh dari berbagai jenis dan konsentrasi peroksida pada sifat reologi, mekanik dan morfologi dari KA/ PP 60/40 TPVs . Faktor utama yang mempengaruhi sifat-sifat TPVs adalah: ikatan silang ,suhu, efisiensi dan jumlah relatif dari dekomposisi masing-masing peroksida, dalam kombinasi dengan degradasi PP terhadap peroksida.DCP ( Dikumil Peroksida) dan DTBPIB(Di(tert-butylperoxyisopropyl)benzene ) memiliki suhu silang khas dekat dengan suhu pencampuran, memberikan efisiensi ikatan silang tinggi, dan radikal yang sangat reaktif. Sebagian besar TPVs berdasarkan KA telah difokuskan pada pencampuran dengan polipropilena dan polietilena . Selain KA

Universitas Sumatera Utara

baku, bentuk modifikasi dari KA juga telah banyak digunakan untuk mempersiapkan TPVs. Ini termasuk karet alam terepoksidasi (EKA) , maleat karet alam (MKA) dan grafting kopolimer dengan monomer vinil KA, seperti metilmetakrilat dan stirena .( Skulrat Pichaiyut, Charoen Nakason,2008) (Bahrudin ,2008) meneliti pembuatan TPE dari campuran karet alam dan polipropilena dengan meningkatkan kompatibilisasi dan sifat-sifat campuran KA/PP dengan memanipulasi parameter-parameter yang meliputi komposisi KA,komposisi sulfur sebagai agen ikatan silang pada reaksi vulkanisasi ,modifikasi KA dengan pencangkokan gugus OH dan penambahan maleat polipropilena (AM-g-PP) sebagai bahan kompatibiliser .Dari hasil penelitian menunjukkan KA/PP dengan fasa KA tervulkanisasi dinamik dan termodifikasi gugus OH bersifat tidak dapat campur .Dengan penambahan AM-g-PP dapat menurunkan nilai energi bebas pencampuran ,namun masih tetap bernilai positif . Penambahan (AM-g-PP) dapat meningkatkan sifat mekanik paduan KA/PP dengan fasa KA termodifikasi gugus OH,dan pencampuran dengan internal mixer lebih baik dibandingkan dengan menggunakan single –screw extruder . (Yulihastiwi,2008) Meneliti bahan TPE dari campuran karet alam (KA) dan Polipropilena.Dengan mempelajari pengaruh perlakuan awal fasa KA dengan penambahan Potasium Permanganat (KMnO4) terhadap kompatibilitas campuran yang ditunjukkan dari sifat mekanik ,termal dan morfologi.Selanjutnya KA yang sudah teroksidasi dicampur dengan bahan kuratif sulfur sehingga menghasilkan kompon KA dengan menggunakan Two Roll Mixing .Dari penelitian diperoleh dengan penambahan KMnO4 ternyata tidak kompatibel antara KA/PP namun dapat memudahkan proses. (Nor Hayati Muhammad,2003).Melakukan campuran antara KA/PP dengan

memakai HVA-2 sebagai bahan kompatibiliser dan menghasilkan peningkatan kekuatan impak (Methew dan Tinker 1986). HVA-2 kompatibiliser yang baik dalam campuran PP dan karet alam selama proses untuk memberikan perekatan antara muka yang lebih baik di antara fasa PP dan fasa karet alam. Pembentukan ikatan silang dalam fasa getah juga dipengaruhi oleh HVA-2. Jadi kedua-dua keadaan ini dapat menyebabkan kekuatan impak gabungan KA/PP meningkat.

Universitas Sumatera Utara

sedangkan elastisitas energi yang diukur segera dikembalikan oleh karet setelah diberikan input energi kepadanya. sifat-sifat mekaniknya menyerupai kulit binatang sehingga harus dimastikasi untuk memutus rantai molekulnya agar menjadi lebih pendek. Sifat-sifat ini memberi kesan bahwa karet alam adalah suatu bahan semi cairan alamiah atau suatu cairan dengan kekentalan yang sangat tinggi namun begitu. Elastisitas menunjukkan jarak diantara ujung-ujung rantai poli isoprena. karet tidak berbentuk kristal padat dan juga tidak berbentuk cairan. Perbedaan karet dengan benda-benda lain. Universitas Sumatera Utara . yaitu: 1. Hal ini terjadi pada tekanan yang rendah 2. Sifat-sifat mekanik yang baik dari karet alam menyebabkannya dapat digunakan untuk berbagai keperluan umum seperti sol sepatu dan telapak ban kendaraan.fleksibel dan elastik. Sifat fisik karet mentah dapat dihubungkan dengan dua komponen yaitu viskositas dan elastisitas yang bekerja secara serentak. Terlepasnya seluruh ikatan rantai poli isoprena dan satu monomer dengan monomer yang lain saling tindih akan membentuk kristal. Pada suhu kamar. Proses mastikasi ini mengurangi keliatan atau viskositas karet alam sehingga akan memudahkan proses selanjutnya saat bahan-bahan lain ditambahkan. Sifat -Sifat Karet Alam. 2. Terlepasnya ikatan di dalam atau antara rantai poli isoprena seperti terlepasnya benang-benang yang telah dirajut. morfologi fasa serta kekuatan kohesif fasa karet alam.1. baik dalam bentuk karet atau kompon maupun dalam bentuk vulkanisat. Terjadinya aliran pada karet yang disebabkan oleh adanya tekanan/ gaya disebabkan oleh dua hal.Menurut Bucknal (1977) kekuatan impak sesuatu campuran dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti perekatan antara fasa. Viskositas diperlukan untuk mengukur ketahanan terhadap aliran (deformasi). Dengan demikian komponen viskositas adalah irreversible dan dihitung sebagai aliran dingin (cold flow) dari karet mentah.1. tampak nyata pada sifat karet yang lembut. Banyak sifat-sifat karet alam ini yang dapat memberikan keuntungan atau kemudahan dalam proses pengerjaan dan pemakaiannya.

0 2.3-1. Kompon karet dapat dibuat sesuai dengan formulasi yang dibutuhkan .1.2 Komponen dalam latex kering (%) 92-94 2.ataupun kompon yang dikerjakan sesuai dengan kriteria akhir yang dibutuhkan .Beberapa Jenis Kompon Karet. Pembuatan kompon dilakukan dengan cara pencampuran karet dengan bahan kimia sesuai dengan formulasi yang dibutuhkan Universitas Sumatera Utara .2.seperti kompon untuk karet vulkanisir .kompon karet silikon dengan berbagai pilihan warna. (c) a.2.1.Kompon Karet. Dalam bentuk kompon.Tabel.2.4 Persenyawaan Anorganik Air 0. Komposisi Karet Alam (Surya I.6 1.2006) No 1 2 3 4 5 6 7 Komponen Karet Hidrokarbon Protein Karbohidrat Lipida Komponen dalam Latex segar (%) 36 1. Karet kompon b.1-0.5 0.5 58.2.5 Persenyawaan Organik Lain 0.5-3. Kompon karet silikon Pembuatan dan pembentukan kompon karet merupakan tahap awal dari produksi barang jadi karet.6 2.5-3. Kompon karet vulkanisir c. karet alam sangat mudah dilengketkan satu sama lain sehingga sangat disukai. (a) (b) Gambar.5 0.4 1.

2. Tetra Metil Thiura Disulfarat (TMTD) dan bahan pemercepat anorganik.3. Gambar. Marcapto Banzhoathizole (MBT).Bahan Tambahan.di dalam mesin pencampur dan pembentukan dilakukan di dalam mesin pembentuk setelah terlebih dahulu dilunakkan. bahan penstabil (stabilizer). flame retardant dsb. 2.2. maka bahan tambahan atau bahan pembantu proses dapat dikelompokkan menjadi : bahan pelunak (plasticizer).3. bahan pelumas (lubricant). Timah hitam. dan Diphenil Guanidin (DPG). dan lain-lan. pewarna (colorant). Mesin two roll mill mampu menghasilkan kompon yang homogen dengan cara memasukkan dan mendispersikan bahan-bahan pencampur kedalam karet sehingga mudah diolah . Marcapto Benzhoathizole Disulfida (MBTS). Berdasarkan fungsinya .1. misalnya Karbonat. bahan pengisi (filler). Beberapa jenis bahan pemercepat antara lain bahan pemercepat organik. Universitas Sumatera Utara . Misalnya.1. maka dalam proses pembuatannya selain bahan baku utama diperlukan juga bahan tambahan atau aditif. Mesin pembentuk mampu melunakkan kompon dengan cara menggesek dan memanaskannya di dalam silinder dan lalu dibentuk dalam cetakan .1. Magnesium. antistatic agent. Untuk membuat barang-barang plastik dan karet agar mempunyai sifatsifat seperti yang dikehendaki. Dalam proses pencampuran dan pembentukkan kompon diperlukan gaya geser yang cukup besar untuk melunakkan bahan dan ditambah lagi dengan energi panas . Bahan pemercepat berfungsi untuk membantu mengontrol waktu dan temperatur pada proses vulkanisasi dan dapat memperbaiki sifat vulkanisasi karet. Penggunaan bahan tambahan ini beraneka ragam tergantung pada bahan baku yang digunakan dan mutu produk yang akan dihasilkan. Menunjukkan beberapa bahan pemercepat untuk karet alam. blowing agent.Pemercepat (Acceleator).3.

penstabil terhadap sinar ultra violet (UV Stabilizer) dan antioksidan. Hal ini dikarenakan sinar matahari mengandung sinar ultra violet dengan panjang gelombang 3000-4000A yang mampu memecah sebagian besar senyawa kimia terutama senyawa organik.3.3. Bahan pengaktif yang bisa digunakan adalah ZnO.Beberapa bahan pemercepat. PbO. baik selama proses. Penstabil (Stabillizer) Stabilizer berfungsi untuk mempertahankan produk plastik dari kerusakan.Marcapto Banzhoathizole 2. Bahan pengaktif adalah bahan yang dapat meningkatkan kerja dari bahan pemercepat.2.3. UV stabilizer.Tetra Metil Thiura Disulfarat (TMTD) (b) (b). Umumnya bahan pemercepat tidak dapat bekerja baik tanpa bahan pengaktif. Ada 3 jenis bahan penstabil yaitu : penstabil panas (heat stabilizer). dalam penyimpanan maupun aplikasi produk. bahan pemercepat dan belerang (S) disebut sistem vulkanisasi dari kompon (vulcanising system of the coumpond).Pengaktif (Activator). Campuran bahan pengaktif.(a) Gambar.1. Oksidasi merupakan suatu reaksi kimia yang mentransfer elektron dari satu zat ke oksidator . Antioksidan adalah molekul yang mampu memperlambat ataupun mencegah oksidasi molekul lain .1. (a). asam stearat.3. MgO dan sebagainya. 2. Reaksi oksidasi dapat Universitas Sumatera Utara . UV stabilizer berfungsi mencegah kerusakan barang plastik akibat pengaruh sinar matahari. Antioksidan (Antioxidan).2.

nitrogen. putih.Model pengisian ruang antioksidan glutasion Bahan yang digunakan sebagai antioksidan pada karet alam adalah sunproof dan wingstay L. besi dan mangan. Gambar.askorbat ataupun polifenol. hidrogen. manakala bola merah. cuaca dan sebagainya. dan karbon secara berturut-turut.antioksidan sering kali merupakan reduktor seperti senyawa tiol. dan kelabu mewakili atom oksigen. Fungsi bahan ini adalah untuk melindungi benang karet dari kerusakan karena pengaruh oksigen maupun ozon yang terdapat di dalam udara. akibatnya dapat menyebabkan karet mudah lengket.2. radiasi. ozon.menyebabkan kerusakan sel tubuh Antioksidan menghentikan reaksi berantai dengan melengkapi kekurangan elektron yang dimiliki radikal bebas dan menghambat reaksi oksidasi lainnya dengan sendirinya teroksidasi.menghasilkan radikal bebas dan memicu reaksi rantai . Proses oksidasi dapat terjadi karena panas. biru. Antioksidan dapat memperlambat pengrusakan pada produk barang jadi karet. Tanda-tanda yang terlihat apabila produk plastik rusak adalah Universitas Sumatera Utara . oksigen. Penambahan bahan antioksidan diperlukan karena kadar antioksidan alam dari karet cukup rendah. keras.4.(Wikipedia). retak-retak dan rapuh. Antioksidan berfungsi mencegah atau mengurangi kerusakan produk plastik karena pengaruh oksidasi yang dapat menyebabkan pemutusan rantai polimer. Bahan antioksidan adalah bahan yang digunakan untuk mengurangi proses oksidasi pada vulkanisat. Oleh karena itu . Bola kuning merupakan atom sulfur yang memberikan aktivitas antioksidan. Model pengisian ruang antioksidan dan glutasion. Bahan kimia ini biasanya juga tahan terhadap pengaruh ion – ion tembaga.

Ada perbedaan jumlah karet stirena butadiena yang digunakan pada ban truk . 2.2004) Ban terdiri dari tiga komponen utama yaitu karet. Ban terdiri dari bahan karet atau polimer yang sangat kuat diperkuat dengan serat-serat sintetik dan baja yang sangat kuat yang menghasilkan suatu bahan yang mempunyai sifat-sifat unik seperti kekuatan tarik yang sangat kuat . biasanya dari karet alam / karet isoprena yang digunakan untuk ban truk dan ban mobil penumpang seperti pada sabuk tapak.Inisiator. Peroksida organik mudah diuraikan dan dapat dipercepat dengan pemanasan. • Kecepatan alir polimer tidak stabil dan cenderung menjadi lebih tinggi. dan innerliner.• Polimer menjadi rapuh.Huat. Ban adalah material komposit.Inisiator organik seperti benzoil peroksida banyak digunakan sebagai perekat yang bahagiannya sama dari suatu inisiator dan suatu cairan seperti dibutil flatat.Penambahan dalam jumlah sedikit dari amina tersier seperti : C6H6N(CH2)2 atau N. Inisiator sering digunakan untuk membentuk radikal bebas.1.fleksibel . carcassply.4.K.3. Sebahagian besar polimer sintetik dihasilkan melalui proses polimerisasi reaksi rantai yang sering disebut polimerisasi adisi . dan serat.(Bujang B. sidewall.2. baja.ketahanan pergeseran yang tinggi . Ban.Karet memberikan kontribusi terbesar bahan ban (lebih kurang 60% berat). • Sifat kuat tariknya berkurang. 2. Untuk menggiling ban menjadi serbuk karet dilakukan dengan proses Ambien atau cryogenic grinding . • Terjadi retak-retak pada permukaan produk.N-dimetil aniline atau dengan garam-garam organik dari logam-logam kuat seperti kobal naphthenat. Jenis bahan antioksidan diantaranya Butilated Hidroksi Toluen (BHT) dan PhenilBeta-Naphthyl-amine (PBN). • Terjadi perubahan warna .dimana jumlah karet Universitas Sumatera Utara .

stirena butadiena lebih tinggi dibandingkan dengan penggunaan karet styrene butadiene pada carcassply .polyester .2009). tali baja . (Exposure Riserch.manik-manik baja .2.5 .2 .Produksi karet alam . delapan jenis karet alam .(Situs Kimia Indonesia) Sebuah ban mengandung 30 jenis karet sintesis .silika dan 40 jenis bahan kimia .2009) No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Nama Bahan Acetone Nickel Aniline flame retardants Phenol Barium Polycyclic aromatic Hydrocarbons Benzothiazole Methyl ethyl ketone Styrene –butadene Chromium toluene Copper Halogenated Nylon Latex No 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 Nama Bahan Pigments Manganese Polyester Chloroethane isobutyl Methyl Cobalt trichloroethylene Arsenic Isoprene Benzene Lead Cadmium Mercury Rayon Naphthalene Universitas Sumatera Utara . dasar tapak .nilon .2009) Enviromental Protection Agency (EPA) mengidentifikasikan bahwa di dalam sebuah ban mempunyai bahan campuran dan material seperti yang ditunjukkan pada Tabel. (Carl Thodesen.2 Table 2.minyak dan pigmen .delapan jenis karbon hitam. Gambar 2. Bahan-bahan dalam ban (Exposure Riserch.

benzothiazole dan turunannya).Filler Penguat. antioksidan (1%).2005) Menurut (Wik dan Dave.minyak aromatic extender (15-20%). 2. 3.3. Berat ban-ban mobil sebesar 7.Sulfur (Lievana Emilliano Julian.10-15 % baja dan bahan-bahan kimia . Tabel. Universitas Sumatera Utara . 2. Komposisi ban di Eropah. 4. Komposisi dari ban-ban di Negara Eropah adalah seperti ditunjukkan pada Tabel 2.Zinc oksida 6.2008). Ban bekas mempunyai komposisi diantaranya adalah : 1. Serbuk ban bekas (Crumb rubber). Bahan Mobil (%) Truk (%) Karet/Bahan elastomer 48 43 Karbon Blak 22 21 Logam 15 27 Tektil 5 Zinc oksida 1 2 Sulfur 1 1 Bahan Aditif 8 6 (Sumber : Lievana Emilliano Julian. 5.2009.Khususnya mengandung 85% hidrokarbon .1. Pada ban dilakukan proses vulkanisasi yaitu suatu teknik pembekuan sehingga ban tahan lama (WBCSD.2010) Karet ban komposisinya terdiri dari 40-60% karet polimer .Karet alam dan karet sintetis .Xiaolin .seperti plastizer dan softener) .bahan vulkanisasi aditif (4%.5-9 kg dan berat ban truk 50-80 kg .Akselerator 7.2.2. dan tidak larut dalam tanah ataupun air tanah. Serbuk karet atau yang sering disebut dengan “tire crumb” atau “crumb rubber” adalah produk yang ramah lingkungan karena diperoleh dari ban bekas.Antioksidan.3.2005).sebagai contoh zink oksida .dan bahan pembantu prosesing (<1%.Minyak.agen penguat seperti karbon black (2035%).

6. Serbuk Ban Bekas (Crumb Rubber) Serbuk –serbuk ban bekas adalah suatu jaringan tiga dimensi atau suatu produk ikatan silang dari karet alam dan karet sintetis. Sifat-sifat serbuk ban bekas yang dapat mempengaruhi interaksi dalam proses pembuatan yakni ukuran partikel .2.Selain mengurangi jumlah limbah karet yang terbuang ke lingkungan. 1992). campuran aspal untuk mengurangi keretakan dan menambah daya tahan pada jalan raya / jalan tol. konstruksi bangunan.lapangan atletik serta tempat-tempat rekreasi.htm. pemakaian kembali limbah produk karet tertentu. Aplikasi umum dari serbuk ban bekas adalah untuk. arena pacuan kuda dll. ) . menunjukkan serbuk ban bekas (Crumb Rubber). lapangan olah raga. Gambar 2. karet kompon.( karet-serbuk-rubber-powder-crumb-rubber. Hal ini meningkatkan kekentalan binder yang dimodifikasi (Steven Manolis and Simon Hesp.spesifikasi area permukaan . karpet karet.(Exposure Research. Serbuk ban bekas diperoleh dari ban yang melalui beberapa proses yaitu: Universitas Sumatera Utara . dapat menekan harga karet sebagai salah satu komponen penting penentu harga produk jadi yang dihasilkan.2009). sol sepatu karet.6. Gambar.2001 ) Serbuk ban bekas berbentuk butiran-butiran kecil dari ban bekas yang dibuat dalam ukuran tertentu yang digunakan untuk modifikasi bahan aspal paving atau sebagai filler . dan komposisi kimia (Heitzamn. diperkuat dengan karbon black yang menyerap minyak encer dari semen aspal selama reaksi" yang dapat mengalami pengembangan (Swelling) dan pelunakan (Softenning) dari serbuk ban bekas. seperti penutup tanah pada peralatan tempat bermain.

adalah suatu metode proses dimana ban bekas tersebut diparut .7. Pada Gambar.digiling yang diproses pada temperatur ruang Cryogenic grinding.Sistim Ambient grinding Ambient grinding. menunjukkan sistim Ambient grinding.2.1. adalah proses yang menggunakan nitrogen cair menjadi rapuh untuk membekukan ban bekas sehingga dan kemudian dengan menggunakan sebuah hammer mill untuk menghancurkan karet yang beku tersebut menjadi partikel-partikel yang halus . 3. Gambar.Sistim Ambient grinding 2.Sistim Wet-Ambient grinding.8.2.8.Sistim Cryogenic grinding.Sistim Cryogenic grinding. Universitas Sumatera Utara . Gambar.7. Pada Gambar2.2.menunjukkan sistim cryogenic grinding.

Caltrans.007 ) 4.(Cal Recovery. Proses ambient menghasilkan bentuk partikel yang tidak teratur dengan luas permukaan yang relatif besar menghasilkan reaksi antara semen aspal lebih cepat .52% untuk ukuran sedang . 2. 2003). sementara proses cryogenic menghasilkan suatu permukaan yang rata yang dapat mengurangi kecepatan reaksi dengan aspal semen. Pertama-tama ban bekas dipotong-potong kecil dengan ukuran 2x2 inci atau 1x1 inci dalam bentuk cip.Besar atau kasar (3/8 dan 1/4 inci ) .pemakaiannya 14% untuk ukuran kasar .Sedang (10–30 mesh atau 0. (Roberts et al.keset kaki . Dari hasil penelitian dan literatur menyatakan bahwa 1/4-20 mesh adalah baik digunakan untuk aplikasi dalam bidang olah raga .2. Michael R.Baik (40–80 mesh atau 0. Ukuran partikel dan distribusi ukuran tergantung dari kebutuhan serbuk ban bekas dan penggunaannya .bahan untuk tempat bermain dan hasil campuran (molded).003).22 % untuk ukuran baik dan 12% untuk ukuran sangat baik .Proses Pemotongan Dan Penghalusan. Untuk ukuran baik (40-80 mesh) sangat berpotensial untuk menghasilkan komposit yang baik dengan proses pencetakan . Duffey. Selanjutnya karet bekas dipekecil ukurannya dengan menggunakan alat ambient Universitas Sumatera Utara .2. Serbuk ban bekas diukur dalam mesh atau inci dan umumnya karet ukurannya 3/8 inci atau lebih kecil . 2. baja dan nilon-nilon halus yang terdapat pada ban dapat dihilangkan dengan magnet dan alat peniup . atau proses melarutkan dapat digunakan untuk menghasilkan ukuran partikel karet antara 200-500 mesh . 1989.2003) . Pada proses cryogenic memberikan elastisitas yang lebih kecil dibandingkan dengan proses ambient .Wet-Ambient grinding. Ukuran serbuk dapat diklasifikasikan dalam empat kelompok yaitu : 1. Kemudian suatu magnet pemisah dan sebuah alat pemisah serat digunakan untuk menghilangkan baja dan serat polyester.tanah berumput .( Nongnard Sunthonpagasit.079 –0.Sangat baik (100–200 mesh atau 0..039 ) 3. Dari data penjualan pada industri serbuk ban bekas .016 –0.006 – 0.2004) Pada ketiga proses .

Devulkanisasi Karet Alam dan Karet Ban Bekas Vulkanisasi adalah proses termo kimia dengan menggabungkan sulfur dan ikatan silang sulfur ke dalam suatu campuran molekul-molekul karet dalam meningkatkan elastisitas dan sifat –sifat yang lain yang diinginkan sesuai dengan pembuatan hasil karet. secara mekanik dan secara kimia dicampur. atom sulfur secara kimia diikat oleh molekul-molekul karbon dari molekul karet dan terjadi ikatan silang (ikatan kimia) antara molekul karet sulfida. Dengan cara cryogenic diperoleh serbuk ban bekas yang baik dengan ukuran 30-100 mesh.Perbedaan tipe proses devulkanisasi juga mengubah Universitas Sumatera Utara .ground mill atau dapat dijadikan menjadi partikel-partikel yang sangat baik dengan membekukan partikel dan dipotong.Melalui proses devulkanisasi dimungkinkan limbah karet dapat direvormulasi atau direvulkanisasi langsung untuk membuat produk baru. Devulkanisasi adalah proses pemecahan secara total ataupun sebahagian terhadap ikatan poli.disini terjadi proses pemecahan ikatan S-C dan S-S dalam elastomer . Dalam proses. dikarenakan ikatan tersebut lebih lemah dari pada ikatan C-C pada rantai utama .diproses dan divulkanisasikan lagi . Proses vulkanisasi adalah proses irreversible pada keadaan temperatur dan tekanan atmosfir standar. Cara yang dapat digunakan untuk memperoleh karet dengan mesh yang baik adalah dengan mendinginkan ban bekas di dalam cairan nitrogen dibawah temperatur translasi glass dan menghaluskannya menjadi bubuk dalam suatu penggiling.2.di.2004) 2.3. Devulkanisasi adalah pemecahan antara ikatan-ikatan molekul seperti carbon –sulfur (C-S) atau sulfur-sulfur (S-S) dan selanjutnya memperpendek rantai yang terjadi . (Cal Recovery.Secara ideal devulkanisasi karet dapat divulkanisasikan kembali dengan atau tanpa menggunakan senyawa lain . Proses vulkanisasi juga menggunakan percepatan primer dan sekunder terutama sulfur yang mengandung senyawa organik dan aktivator seperti zinc oksida dan asam stearik Reclaiming adalah vulkanisasi karet bekas suatu prosedur dimana karet ban bekas atau diubah . dan monosulfida yang terbentuk pada proses vulkanisasi .

Hall (1858). rodococcus. Proses Devulkanisasi secara Termal Keterangan Karet dipanaskan pada temperatur tinggi dalam waktu lama untuk memutuskan ikatan sulfur dan ikatan rantai polimer. baik dalam komposit dengan aspal (sebagai filler) maupun komposit dalam proses pencampuran dan komposit dengan material lainnya. Dalam beberapa tahun terakhir. beberapa metode yang dikembangkan dalam proses devulkanisasi karet termoset menjadi termoplastik dapat dilihat pada Tabel 2. Konversi kimia . Beberapa metode devulkanisasi. Dalam beberapa penelitian terdahulu menunjukkan bahwa kualitas bahan komposit karet ban bekas dengan material lain sangat ditentukan dari derajat devulkanisasi dan aktivasi permukaan bahan. and sulfolobus.4.mekanis ataupun bilogi pada proses devulkanisasi memerlukan ukuran partikel yang kecil sehingga akan menciptakan luas permukaan yang memungkinkan untuk dipakai oleh bahan pendevulkanisasi pada reaksi devulkanisasi .4.(Cal Recovery. Proses ini pertama sekali dipatenkan oleh H.L. Bubuk halus karet disinari dengan gelombang ultrasonik 50kHz sesudah Devulkanisasi secara mekanik Devulkanisasi dengan bakteri Devulkanisasi dengan ultrasonik Universitas Sumatera Utara .sifat-sifat lain dari karet .2004) . yakni bagaimana meningkatkan daya rekat (compatibilising) antara permukaan serbuk ban bekas dengan material lain. Tabel 2. Tahap berikutnya setelah proses penghalusan karet ban bekas adalah proses pemutusan ikatan silang (cross-linking) atau disebut proses devulkanisasi. Pemutusan ikatan sulfur dalam matriks polimer dengan cara mastifikasi (penggilingan) dengan menggunakan mesin two-roll mill. Proses ini memungkinkan akan tetapi sangat kompleks. Bubuk halus karet dimasukkan dalam suspensi air yang ditanami bakteri pemakan sulfur seperti thiobacillus. Proses ini juga dapat menyebabkan pengurangan beberapa sifat dari karet aslinya .panas .

Devulkanisasi dengan kimia

Devulkanisasi dengan mikrowave

ditreatment selama 20 menit .Proses ini akan memutuskan ikatan antara C-S,S-S,tapi tidak carbon-carbon (C-C). Proses ini pertama sekali dilakukan oleh Okudo dan Hatono (1987). Bubuk halus ban bekas dan agen devulkanisasi dimasukkan ke dalam suatu mixer kemudian dipanaskan pada satu ekstruder ,disaring dan dikeringkan .Proses ini pertama sekali dilakukan sejak 1960 . (Alan C.Lloyd) Bubuk halus ban bekas dimasukkan ke sistim mikrowave ,kemudian didinginkan . (Ratu,Eddiyanto,2009)

2.2.4 Aktivasi Permukaan . Aktivasi permukaan merupakan modifikasi suatu material guna

meningkatkan daya rekat permukaan suatu material dengan material lainnya, seperti antara permukaan parutan karet dengan aspal atau dengan polipropilena. Cara inivatif ini diharapkan dapat memanfaatkan serbuk ban bekas sebagai bahan pengisi termodifikasi. Dalam beberapa penggunaan material termodifikasi, permukaan serbuk ban bekas diaktifkan dengan metode grafting atau penempelan gugus fungsional yang berfungsi sebagai gugus pengikat, seperti maleic anhidrida (MA) atau senyawa epoxide seperti glycidyl methacrylate (GMA).

2.2.4.1.Pembentukan Kopolimer Grafting. Ada tiga metode grafting yakni : 1.Grafting from yaitu polimer backbone membawa site aktif yang digunakan untuk menginisiasi polimerisasi monomer 2.Grafting to yaitu polimer backbone membawa gugus fungsional X reaktif yang terdistribusi secara random, bereaksi dengan polimer lain yang membawa gugus fungsi Y 3.Grafting through yaitu adanya makromer dengan BM rendah dan site yang tidak jenuh, polimer yang sedang tumbuh dapat bereaksi pada site yang tidak jenuh menghasilkan kopolimer graf (Kumar, A., Gupta, R.K, 1998).

Universitas Sumatera Utara

Diperlukan 3 komponen untuk berlangsungnya grafting lewat transfer rantai : polimer, monomer, inisiator. Fungsi inisiator adalah untuk

mempolimerisasi monomer sehingga membantu radikal, ion atau kompleks koordinasi polimerik yang kemudian bisa menyerang polimer asal atau biasa, rasio reaktivitas monomer-monomer juga perlu dipertimbangkan untuk

memastikan grafting akan terjadi. Juga perlu untuk memperhatikan frekuensi transfer untuk menetapkan jumlah grafting. Biasanya, campuran homopolimerhomopolimer terjadi bersamaan dengan kopolimer grafting. Grafting biasanya terjadi pada letak-letak yang bisa menerima reaksireaksi transfer, seperti pada karbon-karbon yang bersebelahan dengan ikatan rangkap dua dalam polidiena atau karbon-karbon yang bersebelahan dengan gugus karbonil. Radiasi adalah yang paling banyak dipakai untuk memberikan letakletak aktif untuk kopolimerisasi grafting. Proses ini dikerjakan dengan radiasi ultraviolet atau cahaya tampak, dengan atau tanpa potosensitizer tambahan atau dengan radiasi ionisasi. Reaksi-reaksi radikal bebas terlibat dalam semua kasus. Kesulitan utama adalah bahwa radiasi menimbulkan grafting. Hal ini sampai batas tertentu telah dihilangkan dengan pra radiasi polimer sebelum penambahan monomer baru. Salah satu metode adalah mempraradiasi polimer tersebut ketika hadir udara atau oksigen untuk membentuk gugus-gugus hidroperoksida diatas kerangkanya. Penambahan monomer berikutnya dan pemanasan akan

menghasilkan polimerisasi radikal pada letak-letak peroksida yang disertai dengan beberapa homopolimerisasi dan homopolimerisasi ini di inisiasi oleh radikalradikal hidroksi yang terbentuk selama homolisis hidroperoksida. Pra radiasi bisa juga dikerjakan ketika tidak ada udara untuk membentuk radikal-radikal bebas yang ditangkap dalam matriks polimer yang kental. Kemudian monomer ditambahkan. Metode ini sangat tidak efisien karena rendahnya konsentrasi radikal yang bisa ditangkap dan homopolimerisasi masih bisa terjadi melalui reaksi-reaksi transfer rantai. Radiasi langsung monomer dan polimer sekaligus telah digunakan secara ekstensif. Karena kopolimerisasi mungkin terjadi. Monomer dan polimer harus dipilih dengan hati-hati. Pada umumnya, kombinasi terbaik adalah antara

Universitas Sumatera Utara

polimer yang sangat sensitif terhadap radiasi, yakni polimer yang membentuk konsentrasi radikal yang tinggi dan monomer yang tidak sangat sensitif. Homopolimerisasi bisa dikurangi dengan memberikan radiasi yang sekejap sedangkan monomer dibiarkan berdifusi melewati polimer. Grafting radiasi terhadap emulsi-emulsi polimer juga merupakan cara efektif untuk

meminimumkan homopolimerisasi, karena medium reaksi tetap fluid bahkan pada tingkat konversi yang tinggi. Metode lain dari grafting radiasi melibatkan radiasi terhadap campuran homopolimer. Lepas dari fakta bahwa sebahagian besar polimer bersifat inkompatibel. Teknik ini pemakaiannya terbatas, karena ikat silang antara rantai-rantai polimer demikian bisa terjadi dengan kemungkinan yang sama (Steven MP, 2001).

2.2.4.2. Proses Reaksi Grafting Proses reaksi grafting berlangsung dalam ekstruder ialah : 1.Granular polimer dilelehkan pada daerah awal umpan ekstrudernya. 2. Katalis peroksida diinjeksikan kedalam ekstruder, membentuk loka aktif pada rantai utama polimer. 3. Monomer diinjeksikan ke dalam granular yang telah dilelehkan , terkadang katalis dan monomernya tercampur. 4. Komponen-komponen dicampur dengan laju geser tinggi. 5. Monomer dan produk samping dikeluarkan dari campuran lelehan pada daerah pengatsiran vakum. 6. Lelehan reaksi diekstruksi dan dipeletkan sebagai bahan baku granul dan dibentuk menjadi produk akhir. (Hartomo AJ, 1993). Reaksi proses Grafting yaitu: Dekomposisi dari inisiator ROOR Inisiasi : Penyerapan dari hidrogen RO. + . OR

Universitas Sumatera Utara

Siska Evriani.2002.Pemutusan rantai Propagasi : Grafting anhidrida maleat Transfer rantai. Proses reaksi grafting Polipropilena (Bettini SHP. 2. Ikatan Silang (Cross linking) Gambar.2009) Universitas Sumatera Utara .9. Terminasi.

Kopolimer blok Kopolimer blok mengandung blok dari satu monomer yang dihubungkan dengan blok monomer yang lain.Kopolimer Graft. 2.Kopolimerisasi .Acrylonitrile Butadiene Styrene (ABS).3.3.Kopolimer Blok. 3.Skema kopolimer yang berbeda. Gambar. Pencampuran Polimer (Polymer Blends/Composite) . dua sifat fisik yang khas yang dimiliki dua homopolimer tetap terjaga -A-A-A-A-A----------B-B-B-B-BA m B n Poli(A-b-B) Universitas Sumatera Utara .Kopolimer acak 1.2.2.(Herausgegeben) Jenis kopolimer adalah : 1.Kopolimer bergantian 4. Sebagai contoh Ethylene Propylene Copolymer (EPC) . Untuk meningkatkan kinerja dari bahan polimer ada beberapa teknik yang dilakukan yaitu : 2. Kopolimerisasi adalah suatu proses reaksi polimerisasi dari dua jenis monomer atau lebih untuk memperoleh polimer tertentu dengan sifat-sifat yang lebih unggul dari homopolimer sebagai dasarnya .10.1. Untuk polimer ini. Kopolimer blok biasanya terbentuk melalui proses polimerisasi ionik.

13.12.2.Gambar.2.11.2.2. yang ditunjukkan pada Gambar.wikipedia. Universitas Sumatera Utara .a dan b.14.13. (http://en. Untuk contoh.Kopolimer blok Kristal. Kopolimer graft (tempel/cangkok) Kopolimer graft biasanya dibuat dengan mengikatkan bersama dua polimer yang berbeda. homopolimer yang diturunkan dari monomer A dapat diinduksi untuk bereaksi dengan homopolimer yang diturunkan dari monomer B untuk menghasilkan kopolimer graft. A B B B B A A B B B B B A A A Poli(A-g-B) Gambar.org/wiki/Thermoplastic_elastomer) 2.Kopolimer Graft Perkembangan selanjutnya ada yang berbentuk kopolimer sisir (comb copolymer) dan bintang (star copolymer) seperti pada Gambar2.Kopolimer blok Gambar.

Kopolimer Acak Dalam kopolimer acak.2.Gambar 2.Gambar 2. A B A B B A B poli(A-co-B) Gambar.14.Kopolimer sisir b.Kopolimer Acak 2. Kopolimer bergantian (alternating) Kopolimer yang teratur yang mengandung sequensial (deretan) bergantian dua unit monomer. Kopolimer acak sering terbentuk jika jenis monomer olefin mengalami kopolimerisasi lewat proses jenis radikal bebas. tidak ada sequensial yang teratur.2.3. Polimerisasi olefin yang terjadi lewat mekanisme jenis ionik dapat menghasilkan kopolimer jenis ini. Sifat kopolimer acak sungguh berbeda dari homopolimernya.Kopolimer bintang.Kopolimer bergantian. A B A B Poli(A-alt-B) Gambar.16.Kopolimer sisir dan bintang a.15.Blending. 3.15 menunjukkan kopolimer bergantian.2. Proses berlangsung secara fisik berupa kontak permukaan yakni terjadi interaksi antar molekul polimer . 4. Blending adalah suatu metode pencampuran antara dua atau lebih bahan . Yang memegang penting dalam proses ini adalah Universitas Sumatera Utara .16 menunjukkan kopolimer acak.2.(a) (b) Gambar.

Reaktif Blending. bumper mobil dan bumper removal.tingkat polaritas polimer juga penting. Dalam beberapa tahun terakhir. Fungsionalisasi dapat dilakukan sebelum pencampuran polimer atau sekaligus dalam proses pencampuran (extruder) sehingga dalam mesin pencampur akan terbentuk blok atau graft-kopolimer. Metode ini biasanya lebih murah dan hanya memerlukan waktu singkat untuk menghasilkan bahan polimer baru dibandingkan dengan metode polimerisasi dengan penemuan polimer baru dari monomer baru Keuntungan lain dari pencampuran polimer adalah sifat-sifat bahan dapat disesuaikan dengan menggabungkan komponen polimer dengan cara mengubah komposisi campuran.parameter solubility (kelarutan) antar polimer yang akan dicampur. yakni dengan cara menambahkan polimer yang sudah difungsionalisasi sehingga mampu meningkatkan interaksi tertentu dan/atau bereaksi secara kimia. Jika suatu bahan bersifat polar sedangkan yang lain bersifat non polar maka perlu ditambahkan bahan penyerasi atau kompatibiliser . dan lai-lain. Untuk meningkatkan daya rekat permukaan bahan pada proses blending dan menstabilkan kondisi morfologi dalam campuran polimer. formasi hydroperoksida. pengembangan metode baru menggunakan sistem blending polimer dan curing yakni penggunaan zat pengikat (compatibilizer) seperti senyawa urethane berkembang pesat terutama untuk produk sederhana seperti compressing molding. penyeberangan jalan kereta api. Disamping parameter tersebut . sulfonasi. Tujuan blending adalah menghasilkan suatu bahan dengan spesifikasi sifat yang diinginkan dimana diharapkan kualitas bahan yang dihasilkan akan lebih baik dari bahan asli. ada dua metode untuk meningkatkan kompatibilitas immiscible blends: a. tikar. Pencampuran polimer adalah cara yang paling sesuai untuk pengembangan material baru karena dapat menghasilkan bahan baru yang mempunyai sifat yang unggul dibandingkan masing-masing materi pembentuknya. Secara umum. Metode ini biasa digunakan untuk menghasilkan produk berkapasitas tinggi dengan teknologi sederhana seperti produk alas kaki. berbagai metode telah dikembangkan beberapa saat yang lalu. halogenasi. dan alas karpet atletik. Perkembangan terakhir dalam Universitas Sumatera Utara .

atau graft-kopolimer sebagai zat kompatibiliser didasarkan pada sifat kereaktifan dan kemudah-campuran (miscibility) dengan campuran polimer. b. 2.Pencampuran secara mekanik. Penentuan pilihan blok. Termoplastik Elastomer ( TPE). epoxy.Latex blending. sistem katalis.4. oxazoline.Fine powder mixing. yang memiliki interaksi spesifik dan/atau reaksi kimia dengan komponen campuran polimer. Biasanya polimer reaktif dapat dihasilkan oleh radikal bebas kopolimerisasi atau disebut reaktif grafting kepada rantai induk polimer. Pembuatan polimer campuran dapat dilakukan dengan : 1. Disamping itu usaha untuk meningkatkan kompatibilitas campuran polimer dapat dilakukan dengan penambahan senyawa reaktif dengan berat molekul rendah.atau graft-kopolimer dan zat reaktif dengan berat molekul rendah termasuk dalam kategori ini. 5. Fungsionalisasi polimer yang mempunyai kemiripan struktur dengan salah satu jenis polimer campuran dapat digunakan sebagai zat kompatibiliser dalam pencampuran polimer. 3.Menggunakan monomer sebagai pelarut. cross linking agent (vulkanisasi dinamis ). Blok. 2. Gugus fungsional.dibuat film secara casting selanjutnya dibekukan atau dikeringkan secara penyemprotan. dan penambahan fillers reaktif sebagai kompatibiliser .Pelarutan dalam larutan (solvent) . 4.Penambahan zat kompatibiliser.produksi campuran polimer menggunakan metode reaktif blending bergantung pada pembentukan langsung kopolimer atau interaksi polimer. yang terikat pada rantai induk polimer sering dipilih untuk reaktif blending. monomer bifunctional/ multifungsi. Berbagai prosedur dapat dibedakan berupa : peroksida. seperti anhydride. Termoplastik Elastomer (TPE) yang sering disebut dengan termoplastik – karet adalah suatu kelas kopolimer atau secara fisik campuran dari polimer (biasanya plastik dan karet) yang sifat-sifatnya sesuai dengan keduanya yakni Universitas Sumatera Utara .

yang dapat digunakan untuk dicampur dengan karet menjadi bahan TPE. Atau dengan kata lain. tetapi juga tersedia dalam daerah indeks leleh yang luas dan mikrostruktur.sedangkan ikatan silang pada polimer termoplastik elastomer adalah suatu dipol yang lemah atau ikatan hidrogen atau ditempatkan pada suatu fase dari material .termoplastik dan elastomer. Termoplastik elastomer dapat diproses seperti termoplastik konvensional tanpa perlu dilakukan proses vulkanisasi.Ikatan silang pada polimer termoset adalah suatu ikatan kovalen yang timbul selama proses vulkanisasi. dan bagian kaku (rigid) yang g mempunyai suhu leleh (T ) atau T tinggi. Daya-daya ini akan terputus apabila elastomer termoplastik dipanaskan melebihi suhu tertentu dan terbentuk kembali apabila didinginkan. Termoplastik elastomer adalah kopolimer blok yang mempunyai sifat elastik dari suhu kamar sampai kira-kira 70 0C.17. polypropylene (PP) dan polyvinyl chloride (PVC) tidak hanya murah. namun dapat dilelehkan seperti termoplastik pada suhu tinggi. Pada daur ulang. Universitas Sumatera Utara . TPE m g mempunyai sifat dan fungsi yang mirip dengan karet vulkanisasi pada suhu ambien. Berbagai plastik secara komersial sekarang telah tersedia.termoplastik relatif mudah digunakan dalam pembuatannya dengan injeksi molding. Sebenarnya sifat elastik ini disebabkan sifat ikatan silang fisik yang dihasilkan dari daya antara molekul seperti ikatan hidrogen. seperti industri otomotif . polimer termoplastik yang paling umum adalah PE. Karakteristik yang unik tersebut membuatnya sangat berguna dan menarik sebagai alternatif dari elastomer konvensional dalam berbagai aplikasi dan pasar. Pada umumnya. Pada Gambar 2. PP dan PVC.menunjukkan struktur jaringan secara fisik pada TPE dari tipe kopolimer blok.Termoplastik seperti polietilena (PE). Sebahagian besar elastomer adalah termoset .Secara prinsip perbedaan antara termoplastik elastomer dan termoset elastomer adalah tipe ikatan silang pada strukturnya . TPE merupakan material yang mengandung bagian lunak (soft) yang mempunyai suhu transisi glass (T ) rendah.

Gambar. Universitas Sumatera Utara .17. TPE tersebut dikembangkan dalam dua jenis produk yang berbeda yakni : (a)Termoplastik elastomer olefin (TEO) adalah campuran sederhana didasarkan ASTM D5593. yaitu sama seperti pemrosesan bahanbahan termoplastik. serta meningkatkan sifat tertentu dan memperoleh sifat yang tidak terdapat di dalam polimer tunggal serta kelebihan-kelebihan apabila digunakan (Ultracki.2. Struktur jaringan pada TPE dari tipe kopolimer blok. 1990. Folkes & Hope. pembuatan TPE dari campuran karet dan bahan termoplastik polyolefin berkembang dengan pesat. Dari segi penggunaannya TPE mempunyai kelebihan diantaranya: (a) Sebahagian besar TPE telah diformulasikan sepenuhnya serta dapat digunakan tanpa perlu dilakukan pengadunan. Hal ini menjadikan pemrosesan TPE lebih cepat dan memerlukan biaya yang lebih rendah.(Lievana. (b) Pemrosesan TPE adalah mudah. (b)Termoplastik vulkanisir (TPV) adalah fasa karet yang divulkanisasi dinamik didasarkan pada ASTM D5046. Amthew et al. 1993. Pada tahun 1972 produk TPV yang pertama sekali dipasarkan adalah campuran polipropilena dan karet sintetik ethylene-propylene-diene monomer (PP/EPDM) yang divulkanisasi dinamik dengan peroksida. TPE mempunyai beberapa kelebihan diantaranya ialah memperoleh sifat yang dikehendaki berdasarkan kegunaan akhir.2005) Akhir-akhir ini.. 1998).

Kedua peralatan dan metode ini secara normal digunakan untuk extrusion atau injection moulding dari suatu termoplastik konvensional yang umumnya sesuai untuk TPE.disamping itu para pemakai hanya membutuhkan sedikit energi dan menghasilkan kualitas yang baik .TPE dapat juga dihasilkan dengan proses cetakan tiup ( blow molding). Jadi produktiviti untuk karet TPE adalah lebih tinggi.stabilitas termal rendah . dimana sifat karetnya hilang (b) Pada penggunaan extended menimbulkan sifat creep (deformasi).tekanan tinggi .tahan panas. TPE telah menggantikan karet konvensional dalam berbagai aplikasi termasuk applience. (f) TPE dengan mudah dapat diwarnai dengan cara mencelupkan TPE.(c) Masa fabrikasi TPE adalah jauh lebih pendek dan lebih cepat dibandingkan fabrikasi karet konvensional.pemanasan (thermoforming ) dan mengelas (heat welding). Masa pencampuran TPE dalam beberapa saat sampai beberapa menit untuk penggadukan dan pemvulkanisasian karet termoset. industri otomotif. rekayasa. Ada beberapa kelemahan dari TPE yaitu : (a) Melunak atau meleleh pada suhu tinggi. (d) Setiap langkah pemprosesan karet termoset terdapat skrap yang terpaksa dibuang. (e) Pada TPE hanya sedikit dibutuhkan agen penguat . Ada dua metode pembuatan TPE yakni extrusion dan injeksi moulding. Sebaliknya skrap produk TPE dapat digunakan kembali dan sudah tentu akan menurunkan biaya . produk dibentuk . (d) Secara kimia lemah.Pembuatan dengan injection molding dapat dilakukan dengan cepat dan secara ekonomi tinggi. Dalam beberapa tahun terakhir. Dapat juga digunakan untuk menghasilkan kayu buatan untuk lanscape .karet ini akan melindungi plastik dari kerusakan sinar Universitas Sumatera Utara .stabiliser atau sistim curing. (c) Karet konvensional atau termoset harganya relatif mahal dari bahan-bahan mentah.umumnya tidak mampu untuk mengisi TPE dengan filer yang berharga murah seperti karbon black. medis.

jaket/isolasi bahagian dalam. penyegel.18. penggunaan TPEs juga tumbuh lebih cepat dibandingkan elastomer lainnya atau polimer pada umumnya karena kemampuan untuk mengendalikan morfologi dengan menyesuaikan struktur polimer (Manh Hieu Nguyen . Styrene blok kopolimer digunakan juga untuk tapak sepatu yang mudah diproses. Kopolyester TPE digunakan pada mobil traktor yang dipakai di daerah salju (snowmobile) dimana tahan terhadap kekentalan dan aberasi pada premium.org/wiki/Thermoplastic_elastomer) Universitas Sumatera Utara .18..dan secara luas digunakan sebagai bahan perekat (adhesives).TPE juga banyak digunakan untuk kabel listrik . Secara keseluruhan.TPE juga secara luas digunakan untuk pipa yang dimasukkan kedalam tubuh (catheters) dimana nylon blok kopolimer memberikan kelembutan yang cocok untuk pasien . 2005) Aplikasi utama TPEs dalam aplikasi di bawah-kap-otomotif di tiga bidang utama. Beberapa Contoh TPE Sumber (http://en.2. Gambar.Polyolefin cairan elastomer juga dapat digunakan di fascias bumper depan dan belakang dan panel instrumen.2. tahan panas dan bahan resistance.2008) TPE digunakan karena elastomer konvensional tidak dapat memberikan sifat-sifat fisik yang sesuai dengan kebutuhan.wikipedia.UV (Shadhan.TPE biasanya digunakan untuk membuat ring penggantung roda mobil karena ketahanan deformasinya sangat tinggi jika dibandingkan dengan ring dari karet biasa . Material-material ini sangat luas aplikasinya dalam sektor otomotif dan sektor peralatan rumah seperti yang ditunjukkan pada Gambar .

Pada proses pengolahan karet ada dua macam bahan pengisi yaitu : Universitas Sumatera Utara .Sifat-sifat komposit adalah fungsi dari sifat-sifat zatnya .dan polimer. (Callister.2000).2000). Penjerapan polimer ke atas permukaan pengisi dipengaruhi oleh luas permukaan . maka sifat campuran tersebut biasanya meningkat . Yang diamksud dengan geometri fasa tersebar adalah bentuk partikel. Bahan Pengisi.ukuran partikel . Interaksi antara matrik polimer dan pengisi dipengaruhi oleh ukuran partikel. (d) Peningkatan ketahanan terhadap kerusakan yang diakibatkan fluida (seperti minyak panas) (e) Dapat digunakan pada suhu yang lebih tinggi.Tingkat penguatan campuran polimer bergantung pada kekuatan interaksi antara polimer dan pengisi .1.muatan serta jenis polimer dalam campuran .Kekuatan interaksi didominasi oleh penjerapan fisika polimer (Bound Polimer) (Hanafi. Bahan pengisi pada komposit akan memodifikasi atau memperbaiki sifatsifat bahan atau menggantikan kandungan matrik dengan bahan yang lebih murah .keramik . Ada beberapa sifat –sifat perbaikan yang dapat diperoleh diantaranya adalah : (a) Pengurangan permanent set dan peningkatan elastisitas.Secara umum bahan pengisi bersifat sebagai penguat .Interaksi tersebut memberi kesan yang tampak pada sifat mekanik . (f) Peningkatan stabilitas morfologi fasa pada kondisi leleh (g)Peningkatan kekuatan leleh bahan.jumlah zat yang sesuai dan geometri fasa tersebar. 2.taburan orientasinya (Callister.kandungan gel . Bahan pengisi dapat berupa logam.persentase serbuk yang terjerap dan sifat termal campuran pengisi.2000).Jika partikel karet cukup kecil dan tervulkanisasi dengan baik. Bahan pengisi adalah merupakan bahagian yang sangat penting pada komposit. (c) Peningkatan ketahanan fatique.4.aktivasi permukaan dan kekutupan polimer.aktivitas permukaan . (b) Peningkatan sifat mekanik.

Sedangkan untuk campuran yang semi kompatibel akan menunjukkan dua Tg yang terpisah dimana posisi puncak tergantung pada interaktif kekuatan antara batas fasa.( O.homogen dan ukuran partikel antara 5-10 nm.R.Campuran dikatakan sepenuhnya kompatibel apabila menunjukkan transisi gelas tunggal . kalsium karbonat.Campuran polimer yang tidak menunjukkan pemisahan yang jelas. c. banyak perhatian ditujukan pada daerah permukaan antara fase dimana terjadi interaksi antara fase dan tenaga pendorong untuk pemisahan fasa Hal ini umumnya dinyatakan sebagai tegangan antar muka antara fase . aluminium silikat. silica.ketahanan sobek. Bahan ini mampu menambah kekerasan . Biasanya bahan pengisi yang tidak aktif lebih banyak digunakan untuk menekan harga karena bahan ini harganya lebih murah contohnya kaolin. tanah liat. Kadang – kadang bahan pengisi aktif dan tidak aktif diberikan dalam campuran sebagai alternatif penghematan biaya.a.2. Bahan pengisi ini menambah kekerasan dan kekuatan pada bahan jadi yang dihasilkan.. Olabisi.Bahan pengisi yang menguatkan (Aktif).1979) Dalam campuran multifase.ini merupakan perilaku mekanik dari sistem multifasa yang juga Universitas Sumatera Utara . 1.1978) . tetapi sifat lainnya menurun. b.Micibility dari dua atau lebih polimer pada skala molekul. contohnya karbon hitam. 2. Kompatibilisasi campuran polimer dapat didefinisikan sebagai: a.Bahan pengisi tidak aktif. dan magnesium silikat. Bahan pengisi yang digunakan dalam pembuatan benang karet adalah titanium dioksida (TiO2) yang berbentuk tepung dan bewarna putih bersih. barium sulfat.Bahan pengisi yang menguatkan (Aktif).Campuran polimer yang memenuhi sifat-sifat sepenuhnya kompatibel. 2.4. Bahan pengisi aktif atau penguat. magnesium karbonat. b. Paul.Bahan pengisi tidak aktif.semi kompatibel dan non kompatibel (D.Kompatibilisasi. serta tegangan putus pada barang yang dihasilkan. ketahanan kikisan.

Ukuran optimum adalah dari 0. terlepas dari apakah secara teoritis larut atau bercampur [Utracki. apakah dengan penambahan komponen ketiga (kompatibiliser) atau dengan menginduksi dalam reaksi kimia antara komponen campuran (reaktif blending). Proses memodifikasi sifat antarmuka dari polimer campuran untuk pembuatan campuran polimer disebut kompatibilisasi [Utracki. 1990].Memperoleh dispersi yang baik selama campuran .Mengurangi energi antar muka dan memperbaiki adesi antara fase dengan mengumpulkan pada batas layar .Ketegangan antar muka harus dioptimalkan.tergantung pada karakteristik antarmuka dan kemampuannya untuk mengatur tegangan dari satu fase ke fase lain. 1994). telah memainkan peran penting dalam pengembangan polimer campuran [Utracki. batas fasa adalah titik lemah dalam materi. 3. Kompatibilisasi berguna untuk : 1. 1990].(Manh Hieu Nguyen. 1981 mengembangkan teori yang menjelaskan ketegangan antarmuka campuran. Kompatibilisasi dapat digambarkan sebagai suatu proses untuk mengurangi entalpi dari campuran atau membuatnya semakin kecil . 1990]. Universitas Sumatera Utara .Secara normal.Menstabilkan dispersi yang baik terhadap agglomeration (penumpukan) selama berlangsungnya proses . Poster dan Sanchez. Persyaratan dasar untuk kompatibiliser sebagai aditif dan dalam proses reaktif yakni: 1. Kompatibilisasi digunakan untuk campuran polimer yang sifat praktis berguna. 4. Untuk mencapai campuran yang kompatibel.sehingga memperkecil fase disperse ukuran partikel 2. Dengan demikian.Mencapai suatu morfologi yang seimbang yang akan memberikan tegangan halus yang ditransfer dari satu fase ke fase yang lain dan digunakan untuk menahan gangguan (kerusakan) tegangan yang lebih besar.5µm -1 µm. adhesi antara fase memiliki pengaruh penting tentang bagaimana campuran akan merespon terhadap stres (Datta.2008).

Jika polimer A dan B tidak mampu bereaksi secara langsung satu sama lain. 7. 4.2. Misalnya.1. 3. 5. Morfologi yang halus dan meningkatnya adhesi antarmuka akan menghasilkan sifat fisik yang baik . Blok A yang sesuai atau cangkok kopolimer berisi segmen yang larut dengan satu campuran komponen dan segmen lain dengan yang lain.Harus ada cukup pencampuran untuk mencapai kehalusan yang diinginkan morfologi tekstur. 6.Penambahan Blok Non-Reaktif dan Graf Kopolimer Blok dan graft kopolimer dapat digunakan sebagai kompatibiliser untuk campuran polimer. Antar muka grafting aktif atau blok kopolimer jenis A-B atau A-C mungkin polimer yang kompatibel yang bercampur A dan B asalkan C juga larut atau mampu berinteraksi kuat dengan B.2.4. dengan fungsional kelompok C (dimana C adalah kelompok fungsional yang reaktif melekat pada rantai utama) dapat kompatibel Universitas Sumatera Utara .4.Para adesi antara fase dalam keadaan padat harus ditingkatkan. penambahan kopolimer AC tipe tertentu.Penambahan Blok Reaktif dan Kopolimer Cangkok.Reaksi harus terjadi cukup cepat selesai selama pemrosesan di extruder atau mixer dalam waktu yang wajar.2. Lokasi kopolimer akan mengurangi ketegangan antarmuka antar komponen. 2. mengurangi resistensi terhadap jarak yang kecil selama pencampuran sehingga mengurangi ukuran fasa terdispersi.Reaksi kompatibilisasi harus cepat dan ireversibel. Ada beberapa pendekatan dalam kompatibilisasi campuran yaitu: 2.2. Jumlah signifikan kopolimer diharapkan akan berada pada antarmuka antara fase campuran . namun mungkin biasanya akan kompatibel dengan menambahkan polimer ketiga yang mampu bereaksi dengan satu atau keduanya.Obligasi terbentuk sebagai hasil dari pencampuran reaktif harus cukup stabil untuk bertahan pengolahan selanjutnya. dan menstabilkan dispersi terhadap koalesensi.Beberapa molekul polimer harus berisi kelompok kimia yang dapat bereaksi untuk membentuk ikatan primer selama proses pencampuran.

( Sia Choon Siong.2006 mempelajari vulkanisasi dinamis dengan memadukan karet alam / high-density polyethylene .2008) Syarat untuk mendapatkan kompatibiliser yang tepat yaitu mempunyai struktur yang sederhana . Segmen non-reaktif dari polimer kompatibiliser sering memiliki kimia yang berbeda dan identitas struktural dari komponen A.2008) Meneliti penggunaan kombinasi bahan sambung silang DCP dan HVA-2 pada proses vulkanisasi dinamik campuran PP/KA (70/30 w/w)dan dihasilkan telah meningkatkan sifat kekuatan tarik campuran jika dibandingkan dengan penggunaan bahan sambung silang yang lain .selanjutnya dibandingkan dengan perlakuan secara ultrasonik terhadap serbuk ban bekas.Dengan campuran AM-g-PP/Serbuk ban bekas diperoleh sifatsifat mekanik dan morfologi yang baik. kekuatan tarik jauh lebih tinggi dari pada tidak diberikan bahan kompatibiliser. 1996).Suatu kompatibiliser biasanya hanya dalam waktu yang singkat menumpuk pada suatu permukaan dan menembus ke dalam matrik dan ke dalam fase dispersi. tetapi masih mampu menghasilkan tingkat miscibility tertentu.kekuatan tarik dan modulus campuran juga akan meningkat. Teknik kompatibilisasi digunakan untuk meningkatkan kualitas bahan termoplastik elastomer untuk memenuhi persyaratan struktural dalam beberapa Universitas Sumatera Utara .sepasang polimer A dan B dengan ketentuan bahwa C adalah kimia reaktif dengan B .Dihasilkan bahwa dengan maleation. Suatu kompatibiliser tidak harus tinggi daya larutnya dengan salah satu polimer homogen. Naskar et al.2002 menggunakan maleat anhidrida dan dicumil peroksida (DCP) sebagai kompatibiliser GTR dengan HDPE. (Halimatuddahliana dkk. karena ini akan mengakibatkan kerusakan pada batas permukaan. Dalam hal ini. Berat molekul blok dari kompatibiliser dan berat molekul dari polimer homogen yang sesuai harus kurang lebih sama besarnya (Brandrup. (Kuk Kim J. menggunakan resin fenolik sebagai kompatibilisers reaktif. hidrofilisitas dari GTR dan energi permukaan GTR meningkat . Nakason et al.2006) Melakukan penelitian efek bahan kompatibiliser SEBS-g-MA terhadap campuran LDPE/serbuk ban bekas dan campuran AM-g-PP /serbuk ban bekas .

Pada Gambar 2.2001).PP). Jenis kedua dari interaksi terdiri dari co-crystallization tinggi. larutan dan tekanan (tekanan reaktif).aplikasi. Kelompok maleic anhidrid bereaksi dengan kehadiran golongan fungsional terhadap permukaan dari pengisi untuk mengurangi tegangan antar muka dan meningkatkan adhesi interaksi kutub yang spesifik yaitu ikatan hidrogen atau gaya Van der Waals . Faktor Biaya dalam skala tinggi dalam pembuatannya juga harus dipertimbangkan . Oleh karena itu.Liu.19. Dengan pemilihan bahan yang tepat dan teknik kompatibilisasi diperoleh campuran yang cocok (H. Ditemukan bahwa MFI (Melt Flow Indeks) PP adalah faktor utama mengendalikan sifat mekanik dari campuran. 2.20.3. memperlihatkan struktur dari AM.g -PP . Okulasi (pencangokan) PP dengan maleic anhidrid dapat dibuat secara langsung dengan menggunakan berbagai teknik mencakup termal. Grafted PP dengan banyak kelompok Universitas Sumatera Utara .S. Anhidrida Maleated Grafted Polipropilena (AM. berbagai fungsionalitas permukaan tersedia untuk asam atau anhidrid untuk saling berhubungan. pengisi dan matriks polimer oleh dua jenis Gambar 2. Struktur zat penyerasi dari AM-g-PP. berat molekular dengan rantai molekular dari matriks polimer memberi rintangan fisik. Menggambarkan mekanisme dari tindakan kompatibiliser AM-g-PP . Struktur kimia dari grafted PP memainkan satu peranan penting dalam kinerja sebagai sebuah agen kopling. Tergantung pada jenis bahan pengisi. kompatibiliser harus kompatibel dengan fase tunggal (secara umum tanpa kutub) dan harus menciptakan interaksi spesifik dengan tahap lain.4. adesi antar muka antara bahan interaksi.19.g. Gambar 2.

Mekanisme kerja fungsionalisasi dari polar AM-g-PP (Lim Jian Wei . (2010) penambahan AM-g-PP dapat meningkatkan kekuatan tarik. Gambar . ) mempelajari efek dari berat molekular dan maleic anhidride (MA) . et al. dan morfologi serta kompatibilisasi antara matrik dan bahan pengisi pada campuran PP dengan recycle dacrylonitrile butadiene rubber (NBRr)/ rice husk powder ( R H P ) . Oleh karena itu.2006) Menurut Ragunathan Santiagoo. Banyak penelitian telah dilakukan secara ekstensif terhadap pengaruh AM-g-PP terhadap sifat-sifat PP nanokomposit termasuk konsentrasi AM-g-PP.menyelidiki pengaruh kompatibiliser AM-g-PP Universitas Sumatera Utara . menjadi co-crystallization terbatas dengan matriks PP.maleated polipropilena terhadap peleleh pencampuran polipropilena/ organoclay nanocomposites dengan AM-gPP sebagai compatibilizers .anhidrid terpasang akan dibentuk dalam berbagai lokasi untuk mengikat permukaan pengisi. Di sisi lainnya. berat molekular dan tingkat pencangkokan maleic anhidride . Hanafi Ismail and Kamarudin Hussin. pencangkokan terjadi pada berbagai lokasi sepanjang molekul PP . derajat okulasi dan struktur kimia dari AM-g-PP memainkan peranan penting dalam kinerjanya sebagai sebuah kompatibiliser. (Lim Jian Wei 2006. kelompok homo polymerized anhidrid boleh saja mengurangi jumlah lokasi reaktif yang tersedia untuk bereaksi dengan pengisi sedemikian rupa sehingga. Sampai saat ini. S.2. AM-g-PP digunakan secara luas sebagai sebuah zat penyerasi (agent compatibilizing) untuk menghasilkan PP nanokomposit. Grafting pada satu molekul PP.20. PP Chongprakobkit.2007.

(C. Gambar. Dengan penambahan AM-g-KA kedalam komposit paper sludge akan dapat meningkatkan kekuatan tarik dan modulus dibandingkan dengan tanpa AM-g-KA (H.sifat ini berhubungan dengan sifat inti komponen PA6. Grafting karet alam dengan maleic anhidrid dapat dibuat secara langsung dengan menggunakan berbagai teknik mencakup termal.2005).Tg meningkat dengan meningkatnya konsentrasi monomer yang digunakan dalam kopolimerisasi.Banyak penelitian dilakukan dalam grafting karet alam dan maleat anhidrida (AM-g-KA) diantaranya . Benzoil peroksida (BPO) digunakan untuk memulai kopolimerisasi radikal bebas .Suhu transisi gelas (Tg) maleat karet alam (MKA) lebih tinggi dari pada suhu KA murni. Anhidrida Maleat Grafted Karet Alam (AM-g-KA).Maleat Karet alam.21.21.Struktur dari AM-g-KA ditunjukkan pada Gambar 2. Universitas Sumatera Utara .4. 2.Nakason .Peningkatan waktu reaksi dan suhu reaksi menyebabkan peningkatan jumlah MA yang dicangkokkan . Pengaruh konsentrasi monomer dan inisiator bersama dengan pengaruh suhu reaksi dan waktu reaksi juga diteliti.4.2003) melakukan grafting anhidrida maleat (MA) ke Karet alam (KA) atau AM-g-KA dengan sintesis dalam larutan toluena. larutan dan tekanan (tekanan reaktif). Penambahan AM-g-PP dapat meningkatkan adesi antarmuka dan kekuatan tarik dari campuran dan meningkatkan homogenitas dari fase dispersi PA6 dalam matrik.terhadap blend PP/PA6.Ismail.2.Laju kristalisasi PP lebih tinggi dibandingkan dengan PP murni.

yang berfungsi dalam reaksi adisi . (Charoen Nakason. dan tidak berwarna atau berwarna putih padat dengan bau yang tajam.merupakan bahan mentah dalam sintesa resin poliester. sehingga dapat meningkatkan sifat-sifat blend.Ikatan karet meningkat dengan meningkatnya kadar MA yang menunjukkan peningkatan interaksi pengisi-karet.Tegangan geser.Maleat Anhidrida Maleat anhidrida (cis-butenadioat anhidrida. Maleat anhidrida mempunyai sifat kimia khas yaitu adanya ikatan etilenik dengan gugus karbonil di dalamnya .5.( Kannika Sahakaro. dari hasil penelitian menunjukkan dengan meningkatkan jumlah MA maka viskositas dan waktu kuring meningkat namun perbedaan torsi dan tingkat indeks kuring menurun .plastisizer dan kopolimer.5dioksofuran) adalah sebuah senyawa organik dengan rumus kimia C4H2O3. anhidrida toksilat. 2.Hal ini terjadi karena kompatibilisasi antara AM-g-KA dan PP terbentuk.kekuatan tarik dan sifat kekerasan meningkat dengan peningkatan jumlah MA yang digrafting.Diteliti pengaruh MA termoplastik vulkanisasi.viskositas geser .bahan aditif dan minyak pelumas . Dalam keadaan murninya.pelapisan permukaan karet . Terdapat banyak reaksi kimia yang dapat dilakukan oleh maleat anhidrida: Universitas Sumatera Utara .4.Maleat anhidrida secara tradisional dimanufaktur dari oksidasi benzena atau senyawa aromatik lainnya. dihidro-2.deterjen . Maleat anhidrida adalah senyawa vinil tidak jenuh .Grafting kopolimer anhidrida maleat dan karet alam dapat dilakukan pada fasa cair dengan memvariasikan komposisi dari MA dan sebagai filler ditambahkan silika.2008).2008) Penggunaan kompatibiliser maleate anhydride (MA) yang di-graft ke molekul KA pada blend maleated karet alam (MKA)/PP dapat memperkecil ukuran partikel KA yang terdistribusi dalam matriks PP. AM-g-KA dicampur dengan PP dan memvariasikan komposisi MA dan fenol polipropilen dengan menggunakan sistim vulkanisasi belerang.

2. Maleat anhidrida dengan berat molekul 98.22. larut dalam air.5.1995) Universitas Sumatera Utara .Sifat-sifat maleat anhidrida. Maleat anhidrida dapat dibuat dari asam maleat.• Hidrolisis.1 torr 25oC Larut dalam air. Org) • • Maleat anhidrida digunakan dalam penelitian polimer.6. mendidih pada 2020 C dan spesifik grafity 1.600 C.06 g/mol 202 oC 52.06. Tabel. cis-HO2CCH = CHCO2H.5. ( HSDB . menghasilkan setengah ester. seperti reaksi dibawah ini : Gambar 2.2. menghasilkan asam maleat.eter. meleleh pada temperatur 57.Pembentukan Maleat Anhidrida.klorofom .g/cm3.asetat.etil asetat. cis-HO2CCH = CHCO2CH3. Dengan alkohol. Ada beberapa sifat-sifat maleat anhidrida seperti pada Tabel.8 oC 0. misalnya Pt(PPh3)2(MA) dan Fe(CO)4(MA) (Wikipedia.benzena. Sifat Deskripsi Bentuk molekul Berat molekul Titik didih Titik Cair Tekanan Kelarutan Keterangan Berwarna atau padatan putih C4H2O3 98. Maleat anhidrida merupakan dienofil dalam reaksi Diels-Alder Maleat anhidrida (MA) adalah ligan yang baik untuk kompleks logam bervalensi rendah.aseton.

pakaian tahan panas . densitas 0. Struktur Polipropilena.5. adalah polimer termoplastik yang dibuat oleh industri kimia . Polipropilena merupakan polimer hidrokarbon yang termasuk ke dalam polimer termoplastik yang dapat diolah pada suhu tinggi. Polipropilena biasanya didaur ulang (Wikipedia).(Gachter.2. basa dan asam.alat tulis menulis .12 W/m) kristalinitasnya sangat rentan terhadap laju Universitas Sumatera Utara .tekstil (tali.peralatan laboratorium .komponenkomponen otomotif dan perlengkapan elektronik .karpet). Penggunaan bahan pengisi dan penguat memungkinkan polipropilena memiliki mutu kimia yang baik sebagai bahan polimer dan tahan terhadap pemecahan karena tekanan (stress-cracking) walaupun pada temperatur tinggi.23. 1990).2. Polipropilena merupakan polimer kristalin yang dihasilkan dari proses polimerisasi gas propilena.90 – 0.polimer ini mempunyai keseimbangan sifat yang baik sehingga dapat digunakan dalam berbagai pemakaian seperti : pembungkus makanan . akan terdapat adhesi yang baik. memiliki kekerasan dan kerapuhan yang paling tinggi dan bersifat kurang stabil terhadap panas dikarenakan adanya hidrogen tersier. Polipropilena PP atau sering disebut dengan polypropene. Polimer yang memiliki konduktivitas panas rendah seperti polipropilena (konduktivitas = 0. Sifat-sifat fisik dan sifat kimia polipropilena. Propilena mempunyai specific gravity rendah dibandingkan dengan jenis plastik lain. Dengan bantuan pengisi dan penguat. permukaannya tidak rata serta memiliki sifat resistan yang tidak biasa terhadap kebanyakan pelarut kimia. Polimer adisi yang terbuat dari propilena monomer. Polipropilena. Polipropilena merupakan jenis bahan baku plastik yang ringan.92. o Kerapuhan polipropilena dibawah 0 C dapat dihilangkan dengan penggunaan bahan pengisi. Struktur molekul propilena adalah : Gambar.loudspeaker .

Polipropilena juga mempunyai sifat isolator yang baik mudah diproses dan sangat tahan terhadap air karena sedikit sekali menyerap air. bagian tengah akan menjadi lebih lambat dingin dari pada bagian luar.pendinginan. Misalnya dalam suatu proses pencetakan termoplastik membentuk barang jadi yang tebal dan luas.dan dapat dibuat tembus cahaya jika tidak diberi warna tapi tidak transparan seperti polistirena . Polipropilena dapat dipertimbangkan secara ekonomi . akan terjadi perbedaan derajat kristalinitas pada permukaan dengan bagian tengahnya. 1983) Secara komersial kebanyakan polipropilena adalah isotaktik dan mempunyai tingkat kristalinitas antara LDPE dan HDPE . (Almaika. alkohol dan sebagainya. Seperti polyolefin lain.akrilik atau plastik yang lain . Polipropilena tahan terhadap kelelahan .Polipropilena isotaktik mempunyai titik lebur 171 oC (340oF). Sifat kristalinitasnya yang tinggi menyebabkan daya regangannya tinggi. deterjen. dan sifat kekakuan yang tinggi. kekuatan benturan (impact strength) yang tinggi dan ketahanan yang tinggi terhadap pelarut organik.(Wikipedia) Titik lebur atau titik cair ditentukan dengan menemukan temperatur tertinggi dari differential scanning calorimetry (DSC) . (a) Universitas Sumatera Utara . Tetapi polipropilena dapat terdegradasi oleh zat pengoksidasi seperti asam nitrat dan hidrogen peroksida. Polipropilena mempunyai tegangan (tensile) yang rendah. Polipropilena secara normal tangguh dan fleksibel terutama jika berpolimerisasi dengan etilena. polipropilena juga mempunyai ketahanan yang sangat baik terhadap bahan kimia anorganik non pengoksidasi. yang bersentuhan langsung dengan cetakan. S. kaku dan keras. Polipropilena dapat digunakan pada pembuatan plastik yang berhubungan dengan bahan-bahan ABS . Akibatnya.

Sindiotaktik.24. Dengan peningkatan proses peleburan . b. serta menghilangkan selektivitas katalis sehingga panjang rantai yang tersisa adalah ataktik.MFI) diukur dari berat molekul polipropilena .Isotaktik. untuk ataktik tergantung pada bahan dan kristalinitas. katalis yang menghasilkan polipropilena isotaktik bisa dibuat.Karena salah satu ujung dari tiap rantai berada di dalam sebuah kristal sedang sebagian besar panjangnya berada dalam Universitas Sumatera Utara . a. Setelah katalis menghasilkan polimer pendek yang mampu berkristalisasi. Kecepatan peleburan (melt flow rate.(b) (c) Gambar 2.MFR) atau indeks kecepatan peleburan (melt flow index. Polipropilena syndiotaktik dengan kristalinitas 30% mempunyai titik lebur 130oC (266 oF). Hasilnya adalah bahan yang pada umumnya amorf dengan kristal-kristal kecil tersisip di dalamnya. cahaya dengan frekwensi yang tepat digunakan untuk memecahkan ikatan yang lemah ini. Polipropilena dengan MFR yang tinggi adalah plastik yang mudah dicetak dengan proses injeksi atau tiupan (blow). Ataktik.beberapa sifat fisik seperti kekuatan impak akan menurun . tapi dengan gugus organik yang mempengaruhi taktisitas yang ditahan di tempat oleh sebuah ikatan yang relatif lemah. (Wikipedia).Struktur tiga dimensi dari polipropilena. Secara komersial polipropilena isotaktik mempunyai titik lebur antara 160166oC (320-331 oF). Pengukuran membantu untuk menentukan bagaimana mudahnya bahan melebur selama proses. dan c. Untuk menghasilkan polipropilena yang elastis.

Random copolymer dikenali terutama dari kebeningannya dan kelenturannya yang tinggi.Polipropilena Homopolimer : Polipropilena yang disusun hanya oleh monomer yang sejenis . Polipropilena Random Copolimer : PP yang disusun oleh monomer propilena dan etilena yang tersusun acak dalam rantai PP.mobi/id/berkas ) Secara umum. maka wilayah kristalin mempunyai kegunaan yang sama dengan vulkanisasi. alat pemotong. botol kecil. Metode ekstrusi (peleleran) umumnya menghasilkan serat pintal ikat (spun bond) dan tiup (hembus) leleh untuk membentuk gulungan yang panjang yang dapat diubah menjadi beragam produk yang berguna seperti masker muka. ICP dapat dikenali dari sifatnya yang memiliki ketahanan impak yang sangat baik . penyaring. Teknik pembentukan yang paling umum adalah pencetakan suntik. dan suku cadang otomotif seperti baterai. yang digunakan untuk berbagai peralatan seperti cangkir.polipropilena dapat dibedakan menjadi : 1.(http://wapwdia. 3.yang bahkan juga dimiliki pada temperatur tinggi . perabotan. PP memiliki sifat mekanis yang baik dengan massa jenis yang rendah .sehingga jenis PP ini bersifat getas pada temperatur rendah .tahan terhadap panas dan kelembaban . Sifat utama jenis polipropilena ini adalah kekakuannya . Namun kekuatan dan kekerasannya kurang jika dibandingkan oleh PP homopolimer . wadah. Pada sifat optis .(Buku Saku. popok dan lap. Berdasarkan monomer penyusunnya . topi. Pengolahan untuk melelehkan polipropilena dapat dilakukan dengan cara ekstrusi dan pencetakan.jenis PP ini memiliki tingkat kebeningan sedang (translucent) .bentuk amorf dan lunak.serta memiliki kesetabilan dimensi yang baik.Wikipedia). Teknik pencetakan tiup dan injection-stretch blow molding yang digunakan melibatkan ekstrusi dan pencetakan.Polipropilena Impact Copolimer (ICP) yaitu Polipropilena yang disusun oleh monomer propilena dan etilena yang tersusun dalam dua blok fasa yaitu PP homopolimer dan etilen-propilena –rubber (EPR). Universitas Sumatera Utara . 2. Jenis PP ini memiliki temperatur transisi gelas 0oC .termasuk pada temperatur rendah (temperatur transisi gelas -30oC) dan berwarna putih susu doff.

Pembebanan Bahan Pengujian mekanik diantaranya adalah : Uji tarik (Tensile Test) dan Uji Tekan (Compression Test). Bahan dapat dibebani dengan 3 cara : tarik. dan kekakuan.6. Gambar .6. Sedangkan pengujian yang sejenis dengan uji tekan adalah uji lentur (bending/flexural test). Stress (tegangan ) . Universitas Sumatera Utara . geser (gunting). Sifat mekanik : berkaitan dengan kekuatan. uji kelelahan (fatigue test).Strain ( regangan) . dan uji kelupas (peal test). Pengujian dan Karakterisasi .25. keuletan. kekerasan. Pengujian yang setipe dengan uji tarik adalah uji sobek (tear test). uji geser (shear test).2. Sifat mekanik bahan adalah : hubungan antara respons atau deformasi bahan terhadap beban yang bekerja. tekan.1. 2. Perilaku mekanika polimer termoplastik sebagai respon terhadap pembebanan secara umum dapat dijelaskan dengan mempelajari hubungan antara struktur rantai molekulnya dan fenomena yang teramati.2. Sifat-Sifat Mekanik.

(1) Perilaku Elastik. Secara umum perilaku termoplastik adalah elastik non-linear yang tergantung pada waktu (time-dependent) dan mekanisme yang terjadi pada daerah elastis. yaitu: (1) Distorsi keseluruhan bagian yang mengalami deformasi (2) Regangan dan distorsi ikatan-ikatan kovalennya.26. 2. (2) Perilaku Plastik. 2.Spesimen Uji Tarik dan Perilaku Polimer Termoplastik pada saat mengalami pembebanan pada Mesin Uji Tarik Pada polimer termoplastik perilaku mekanik secara umum dapat dikelompokkan menjadi 3 bagian.Kurva Hubungan Tegangan Terhadap Regangan . Universitas Sumatera Utara .27. yaitu: Perilaku Visko-Elastik.Gambar. dan (3) Gambar.

Gambar. Gelinciran rantai molekul polimer termoplastik dapat pula dilihat sebagai aliran viskos dari suatu fluida. Dengan demikian dapat dijelaskan bahwa ikatan sekunder sangat menentukan ketahanan polimer termoplastik terhadap deformasi plastik atau yang selama ini kita kenal dengan kekuatan (strength) dari polimer. Universitas Sumatera Utara . Selanjutnya akan terjadi gelinciran antara rantai molekul yang telah lurus pada arah garis gaya. Mula-mula akan terjadi pelurusan rantai liner molekul polimer yang keadaannya dapat diilustrasikan seperti ‘mie’ dengan ikatan sekunder dan saling kunci mekanik. Dari persamaan umum dapat dilihat bahwa tegangan geser akan menyebabkan gradien kecepatan antar rantai molekul yang dapat menyebabkan deformasi permanen tergantung pada viskositasnya.2. Perilaku plastis pada polimer termoplastik pada umumnya dapat dijelaskan dengan mekanisme gelinciran rantai (chain sliding).28.Perilaku Elastik Polimer Termoplastik. Kemudahan molekul polimer untuk dideformasi secara permanen dalam hal ini berbanding lurus dengan viskositas dari polimer. Ikatan sekunder sangat berperan dalam mekanisme ini sebagaimana diilustrasikan dalam Gambar 2-29.Perilaku elastik non-linear atau non-proporsional pada daerah elastis terutama berhubungan dengan mekanisme distorsi dari keseluruhan rantai molekulnya yang linear atau linear dengan cabang. Ikatan sekunder dalam hal ini akan berperan sebagai seamcam ‘tahanan’ dalam proses gelincir atau deformasi geser (shear) antar rantai molekul yang sejajar searah dengan arah garis gaya.

1. Hal ini berhubungan dengan ketergantungan perilaku bahan terhadap waktu pada saat deformasi elastis dan plastis.Gambar 2-29. Universitas Sumatera Utara .30. Hal ini disebabkan karena pada saat terjadi penciutan akan terjadi kristalisasi yang menyebabkan penguatan lokal pada daerah tersebut dan penurunan laju deforamsi. Visko-elastisitas berhubungan dengan perilaku polimer termoplastik saat dideformasi yang terjadi dengan deformasi elastis dan aliran viskos ketika beban diaplikasikan pada bahan.Penciutan dan Kristalisasi Polimer Termoplastik amorphous pada Pengujian Tarik. Gambar .Kekuatan Tarik.2.1.Perilaku Plastik Polimer Termoplastik Perilaku penciutan (necking) dari polimer termoplastik amorphous agak sedikit berbeda dengan perilaku penciutan logam pada umumnya.6. 2.

bahan uji ditarik sampai putus. Dalam pengujiannya.2002) : σm = dengan: Pm A0 (2.Pengujian tarik (tensile test) adalah pengujian mekanik secara statis dengan cara sampel ditarik dengan pembebanan pada kedua ujungnya dimana gaya tarik yang diberikan sebesar P (Newton). Regangan merupakan ukuran untuk kekenyalan suatu bahan yang harganya biasanya dinyatakan dalam persen . Tujuannya untuk mengetahui sifat-sifat mekanik tarik (kekuatan tarik) dari komposit yang diuji. Universitas Sumatera Utara . ε= dengan: l − l0 ∆l × 100% = × 100% l0 l0 (2.2) σ m = Tegangan tarik maksimum (Nm-2) Pm A0 = Gaya tarik maksimum (N) = Luas penampang awal (m2) Gaya amksimum adalah besarnya gaya yang masih dapat ditahan oleh sampel sebelum putus. Tegangan perpatahan adalah perbandingan gaya perpatahan mula-mula. Pertambahan panjangnya (Δl) yang terjadi akibat gaya tarikan yang diberikan pada sampel uji disebut deformasi. Dan regangan merupakan perbandingan antara pertambahan panjang dengan panjang mula-mula yang dinyatakan dalam persamaan (2. Gaya perpatahan adalah besarnya gaya saat sampel putus. Tegangan tarik maksimum adalah suatu kekuatan tarik (tensile strength) suatu bahan ditetapkan dengan membagi gaya tarik maksimum dengan luas penampang mula-mula.1) ε ∆l l0 = regangan (%) = pertambahan panjang (m) = panjang mula-mula (m) = panjang akhir (m) l Perbandingan gaya pada sampel terhadap luas penampang lintang pada saat pemberian gaya disebut tegangan (stress). dengan persamaan sebagai berikut (Roger Brown .1).

maka bahan itu dikatakan kenyal (ductile).Kurva Tegangan-Regangan Bahan Kenyal . Titik a merupakan batas plastis yang didefenisikan sebagai tegangan terbesar yang dapat ditahan oleh suatu bahan tanpa mengalami regangan permanen apabila beban ditiadakan. Penambahan beban sehingga melampaui titik a akan sangat menambah regangan sampai tercapai titik c dimana bahan menjadi putus. apabila beban ditiadakan di sebarang titik o dan a. Grafik ini menunjukkan bahwa dari bagian awal kurva tegangan-regangan mulai dari titik o sampai a merupakan daerah elastis.Persamaan dapat dituliskan sebagai berikut : σu = dengan: Pu A0 (2. Dari titik a sampai c dikatakan bahan mengalami deformasi plastis. Pada daerah antara titik o dan a berlaku hukum Hooke dan besarnya modulus Universitas Sumatera Utara . Dengan demikian.31. Jika jarak titik o dan a besar.3) σu Pu = tegangan perpatahan (Nm-2) = gaya perpatahan (N) = luas penampang awal (m2) A0 Gambar. dimana daerah ini berlaku hukum Hooke. Titik c merupakan titik putus/patah. Jika pemutusan terjadi segera setelah melewati batas elastis maka bahan itu dikatakan rapuh. Titik b merupakan tegangan tarik maksimum yang masih bisa ditahan oleh bahan. kurva akan menelusuri jejaknya kembali dan bahan yang bersangkutan akan kembali ke panjang awalnya. 2.

2.1.6) Is = kekuatan impak (J/m2) Universitas Sumatera Utara . Besarnya kekuatan impak dari benda uji dengan luas penampang lintang (A) adalah : Is = diamna : Es A (2. Dalam pengujian impak.elastisitas pada daerah ini dapat ditulis dengan persamaan : E= σ × 100% ε (2. Secara mekanik besarnya energi yang diserap sampel (Es) dihitung dengan menggunakan rumus : Es = mgh (cos θ f − cos θ i ) dimana : m = massa pendulum (kg) g = percepatan gravitasi (kg/m2) h = tinggi pengangkatan pendulum dari titik setimbang (m) (2.5) θ f = sudut yang dibentuk lengan pedulum setelah melewati kesetimbangan θ i = sudut awal yang dibentuk lengan pendulum dengan sumbu vertical.4) dengan: E = modulus elastisitas atau modulus Young (Nm-2) σ = tegangan (Nm-2) ε = regangan (%) Modulus Young adalah ukuran suatu bahan yang diartikan ketahanan material tersebut terhadap deformasi elastik.Kekuatan Impak . Makin besar modulusnya maka semakin kecil regangan elastik yang dihasilkan akibat pemberian tegangan .6. impraktor yang dipergunakan dalam bentuk pendulum yang diayunkan dari ketinggian (h) dengan massa (m).2 .

Es = energi yang diserap sampel setelah tumbukan (J) A = luas penampang lintang sampel (m2). Sifat-sifat yang berkaitan dengan energi pemutusan pada dasarnya meningkat dengan bertambahnya ikatan silang dan meningkatnya histerisis. Ketahanan Sobek. Crescent Universitas Sumatera Utara . 2.3. atau barang-barang karet teknis lainnya. maka sifat-sifat yang berkaitan dengan energi pemutusan akan naik hingga mencapai rapat ikatan silang tertentu kemudian turun kembali( Nuyah 2009). Pengujian dilakukan hanya pada bagian yang terdiri dari karet.Hasil pengujian digunakan rumus : TR = F/A Dengan : TR = Ketahanan Sobek ( N/ mm2). Ketahanan sobek berkaitan dengan energi pemutusan. jadi tidak pada karet yang dilapisi kanvas. tetapi karena histerisis turun selama vulkanisasi yang membentuk ikatan silang.uji sampel sepanjang 5 mm tegak lurus pada arah tarikan.6.1. Ketahanan sobek adalah beban yang diperlukan untuk menarik sampai putus suatu sampel yang telah dilubangi memakai pons ditengah-tengah . seperti ban mobil. Sifat-sifat tersebut dapat ditingkatkan dengan menambah ikatan silang hingga mencapai tingkat kerapatan tertentu. berubah menjadi panas selama deformasi. Pengujian ini diamksudkan untuk menguji ketahanan sobek suatu sampel karet tervulkanisasi. Sifat lainnya adalah histerisis yang mencerminkan besarnya energi yang hilang. F = Beban yang diperlukan untuk menarik sampel sampai putus (N). Histerisis juga semakin berkurang dengan bertambahnya ikatan silang. A = Luas penampang uji (mm2 ). ban sepeda. ban dalam.

32. Uji kekerasan (hardness) dilakukan untuk mengetahui besarnya kekerasan vulkanisat karet dengan kekuatan penekanan tertentu.Ltd . Efek penguatan bahan pengisi tersebut ditentukan oleh ukuran partikel. 2. Pengujian Kekerasan .1. kekerasan karet tergantung terutama dari jumlah dan jenis bahan pengisi atau jumlah dan jenis bahan pelunak yang digunakan dalam penyusunan campuran (kompoun). Kekerasan kompon karet dipengaruhi oleh adanya jumlah optimum dari penambahan bahan pengisi penguat. Di dalam aplikasi manufaktur.33. Beberapa model sampel ketahanan Sobek Alat yang digunakan untuk menguji kekuatan sobek . Gambar. modulus.2. kehalusan butiran dan kerataan penyebaran.2 Sifat-Sifat Fisis. Penguji kekerasan dilakukan hanya pada karet yang divulkanisasi. Universal Testing Machine Orientec Co.2.6. ketahanan sobek.Model UCT-5T 2. Penambahan pengisi tidak aktif hanya akan meningkatkan kekerasan dan kekakuan barang jadi karet. 2. material terutama diuji untuk dua pertimbangan: yang merupakan riset karakteristik suatu material baru dan juga Universitas Sumatera Utara . keadaan permukaan dan bentuk. yang akan meningkatkan kekerasan.Delft Gambar.6. ketahanan kikis dan tegangan putus barang jadi karet.

maka untuk menghitung penambahan volume adalah : (L1 )3 − (L0 )3 Pertambahan volume = (L0 )3 X 100% diamna : L0 = Panjang sampel sebelum perendaman L1 = Panjang sampel sesudah perendaman Jika pengembangan kesegala arah tidak merata atau sisinya sukar diukur karena Universitas Sumatera Utara . Karet yang tidak divulkanisasi larut seluruhnya didalam Benzoil.dimana sampel yang berbeda dipotong pada ketebalan 1 mm. karosene dan tolune yang ditentukan sesuai dengan metoda ASTM D3010 . 1979 : 1978). Jika pengembangan rata kesegala arah ( yaitu jika panjang pada potongan melintang dan potongan memanjang setelah perendaman sama ) . sedangkan karet yang divulkanisasi hanya menunjukkan pengembangan. 2.2.2. Pengujian kekerasan adalah salah satu dari sekian banyak pengujian yang dipakai. Dimana berat karet vukanisat bertambah jika direndam dalam cairan resistan dari vulkanisasi dari minyak disel.sebagai suatu cek mutu untuk memastikan bahwa contoh material tersebut menemukan spesifikasi kualitas tertentu. sampel direndam pada masing-masing larutan diatas selama 24 jam . Uji pengembangan (swelling) dalam air bertujuan untuk menentukan apakah besar dan berat karet vulkanisat bertambah jika direndam dalam suatu cairan (Soewarti-Soeseno. karena dapat dilaksanakan pada benda uji yang kecil tanpa kesukaran mengenai spesifikasi. Sifat-sifat Pembengkakan (Swelling) . Presentasi swelling ditentukan dengan Penambahan berat = W2 − W1 x 100 % W1 W1 = berat sampel uji semula . Swelling adalah untuk menentukan besar dan berat .6.dengan demikian kekerasan suatu vulkanisasi dapat diatur. W2 = berat sampel sesudah direndam. Pengembangan ini tergantung dari tingkat vulkanisasinya dan dari banyaknya bahan pengisi yang terkandung .

Suatu bahan bila dipanaskan akan terjadi perubahan struktur yang mengakibatkan adanya perubahan dalam kapasitas panas atau energi termal bahan tersebut. Analisis Termal . Tanpa adanya pengetahuan data-data termal. oksidasi. Proses termal meliputi antara lain proses perubahan fase (transisi gelas). Dalam kaitannya dengan industri. maka rumus yang dipakai dapat di hitung dengan persamaan : Pertambahan volume = Dengan : W1 = Berat sampel uji di udara (sebelum diuji) W2 = Berat sampel didalam air W3 = Berat sampel uji di udara setelah direndam untuk pertambahan volume (W3 − W4 ) − (W1 − W2 ) X 100% (W1 − W2 ) W4 = Berat sampel uji di dalam air setelah direndam (sesudah diuji). Universitas Sumatera Utara . Analisa teramal secara umum didefinisikan sebagai sekumpulan teknik yang mengukur sifat fisis suatu bahan dan atau hasil-hasil reaksi yang diukur sebagai fungsi temperatur. Karakteristik termal memegang peranan penting terhadap sifat suatu bahan karena berkaitan erat dengan struktur dalam bahan itu sendiri. Teknik analisa termal digunakan untuk mendeteksi perubahan fisika (penguapan) atau kimia (dekomposisi) suatu bahan yang ditunjukkan dengan penyerapan panas (endotermik) dan pengeluaran panas (eksotermik). Sifat termal suatu bahan menggambarkan kelakuan dari bahan tersebut jika dikenakan perlakuan termal (dipanaskan atau di dinginkan). 2. Dengan demikian pengetahuan tentang sifat termal suatu bahan menjadi sangat penting dalam kaitannya dengan pemrosesan bahan menjadi barang jadi maupun untuk kontrol kualitas.bentuknya tidak teratur . Dengan memahami jenis perubahan struktur yang terjadi dapat ditentukan langkah proses yang sesuai.6. pelunakan. pemrosesan suatu bahan akan sangat sulit dilakukan. dan dekomposisi.3. teknik analisa termal digunakan untuk penentuan kontrol kualitas suatu produk atau bahan khususnya polimer. pelelehan.

memiliki efek kecil terhadap suhu dekomposisi awal. hanya dalam hal ini digunakan sampel dari polimer yang agak jauh lebih kecil Universitas Sumatera Utara .3. Tanpa adanya pengetahuan data-data termal. polimer yang bersangkutan akan terurai. polimer tersebut harus tidak terurai di bawah suhu 4000C dan harus mempertahankan sifatnya yang bermanfaat pada suhu dekomposisi. pemrosesan suatu bahan akan sangat sulit dilakukan. polimer-polimer demikian harus memiliki suhu transisi gelas atau peleburan kristal yang tinggi. Differential Scanning Calorimetry ( DSC).1 Stabilitas Termal.2. Dengan demikian pengetahuan tentang sifat termal suatu bahan menjadi sangat penting dalam kaitannya dengan pemrosesan bahan menjadi barang jadi maupun sebagai kontrol Ketika zat organik dipanaskan sampai suhu tinggi maka memiliki kecendrungan untuk membentuk senyawa-senyawa aromatik. Agar suatu polimer layak dianggap stabil panas atau tahan panas. Prinsip DSC tidak jauh berbeda dengan prinsip kalorimetri biasa .3. Stabilitas panas utamanya merupakan fungsi dari energi ikatan. dan kemungkinan putusnya dua ikatan dalam satu cincin lebih rendah. Ketika suhu naik ke titik dimana energi getaran menimbulkan putusnya ikatan. Sifat termal suatu bahan menggambarkan kelakuan dari bahan tersebut jika dikenakan perlakuan termal (dipanaskan / didinginkan). oleh karena itu putusnya ikatan utamanya merupakan sebuah proses termal bukan oksidatif. Dengan demikian polimer tangga atau semi tangga diharapkan memiliki stabilitas panas yang lebih tinggi dari pada polimer dengan rantai terbuka. Dalam kasus ini putusnya satu ikatan dalam satu cincin tidak menghasilkan penurunan berat molekul.2. Dekomposisi dalam udara adalah suatu ukuran untuk stabilitas termooksidatif bahan pada umumnya mengikuti mekanisme yang berbeda. Pada bahan polimer analisis termal digunakan untuk penentuan kontrol kualitas suatu bahan. 2. Akan tetapi adanya oksigen. hal ini mengikuti fakta bahwa polimer-polimer aromatik mesti tahan terhadap suhu tinggi.6.6.

Perbedaan tenaga listrik yang dibutuhkan antara pemanas sampel dan pemanas pemmbanding ini berbanding langsung dengan perubahan entalpi proses yang dialami sampel . pemanas sampel berusaha mengatur banyaknya kalor yang diberikan .2. 0 f) diukur sepanjang proses pemanasan. proses eksotermis dinyatakan sebagai – ΔH dan proses endotermis sebagai + ΔH .(maksimum 50 mg . Suhu lebur dan panas peleburan ( ∆H peleburan ∆H f dengan panas peleburan kristal murni∆H ( pada persamaan di bawah ini. misalnya 10 mg ) dan peralatan kalor lebih teliti . yakni plot perubahan entalpi (ΔH) terhadap kenaikan suhu. Skematik Pengujian Dengan DSC. Karena itu dalam termogram DSC . Gambar . teknik DSC menggunakan teknik pemanas individual masing-masing untuk sampel dan pembanding seperti diperlihatkan pada Gambar. (David I. Sampel dengan ASTM D 3895-98 pertama sekali dipanaskan dari 20 0C/menit sampai 200 0C dan dijaga pada suhu ini selama 10 menit untuk memastikan semua kristal telah melebur. Persentase kristaliniti (Xc) diukur dengan membagi panas f100%) dapat dilihat Universitas Sumatera Utara .34. 2002). bower.2. Analisa panas dilaksanakan dengan menggunakan alat DSC-7 Perkin elmer Differential Scanning Calorimeter. Suhu sampel dan pembanding selalu dipertahankan sama dengan menggunakan panas . Bila terjadi perubahan kapasitas kalor sampel selama kenaikan suhu .34. Berbeda dengan dengan teknik DTA .( Basuki Wirjosentono 1995).

35 . 2.4. Mirip dengan mikroskop optik. Model Ilustrasi Termogram DSC. N.P.2.% kristalinitas (Xkom) = Dimana : ∆ Hf kom ∆ H0f ∆Η fkom ∆Η of x 100% = entalpi peleburan komposit = entalpi peleburan standart PP 0 f Panas peleburan kristal murni ∆H ( 100%) untuk polipropilena adalah 209 J/g (Joseph. namun alih-alih menggunakan cahaya. Xpp = Dimana : Xpp Xkom = derajat kristalinitas PP di dalam komposit = derajat kristalinitas komposit X kom W f PP x 100%. (Cheremisinoff. SEM menggunakan elektron sebagai sumber pencitraan dan medan Universitas Sumatera Utara . © 1996) (a) (b) Gambar . dkk.6. Scanning Elektron Microscopy (SEM). Hasil pengujian DSC merupakan kurva termogram yang dapat digunakan untuk menentukan suhu transisi glass dan suhu leleh. 2003) sedangkan persentase untuk peleburan fasa PP di dalam komposit dapat dilihat pada Persamaan di bawah ini. SEM merupakan pencitraan material dengan mengunakan prinsip mikroskopi. W f pp = fraksi berat pp di dalam komposit.

akan mendefleksikan berkas electron menjadi sekumpulan array (berkas yang lebih kecil). Pada SEM. back-scattered electron dan secondary electron. Ini membuat material akan meradiasikan emisi meliputi sinar-X. Arah tersebut memberi informasi profil permukaan benda seperti seberapa landai dan ke mana arah kemiringan. komposisi dan informasi kristalografi permukaan partikel. (Cheremisinoff. ukuran dan susunan partikel. © 1996) . elektron Auger. Universitas Sumatera Utara . Elektron diemisikan dari katoda (elektron gun) melalui efek foto listrik dan dipercepat menuju anoda. Filamen yang digunakan biasanya adalah tungsten atau lanthanum hexaboride (LaB). sinyal yang diolah merupakan hasil deteksi dari secondary electron yang merupakan elektron yang berpindah dari permukaan sampel. Detektor di dalam SEM mendeteksi elektron yang dipantulkan dan menentukan lokasi berkas yang dipantulkan dengan intensitas tertinggi. akibat scattering dan absorpsi pada daerah interaksi dengan kedalaman 100 nm sampai 2 µm. Morfologi yang diamati oleh SEM berupa bentuk. disebut scanning beam dan lensa obyektif (magnetik) akan memfokuskannya pada permukaan sampel. SEM adalah salah satu jenis mikroskop elektron yang menggunakan berkas elektron untuk menggambar profil permukaan benda. Prinsip kerja SEM adalah menembakkan permukaan benda dengan berkas elektron berenergi tinggi seperti diilustrasikan pada Gambar 2. Permukaan benda yang dikenai berkas akan memantulkan kembali berkas tersebut atau menghasilkan elektron sekunder ke segala arah. Tetapi ada satu arah dimana berkas dipantulkan dengan intensitas tertinggi. N. morfologi. SEM dipakai untuk mengetahui struktur mikro suatu material meliputi tekstur.elektromagnetik sebagai lensanya.36. Scanning coil. Elektron kehilangan energi pada saat tumbukan dengan atom material.P.

Pada saat dilakukan pengamatan. Dalam SEM berkas elektron berenergi tinggi mengenai permukaan material. Untuk material bukan logam seperti isolator . Elektron pantulan dan elektron sekunder dipancarkan kembali dengan sudut yang bergantung pada profil permukaan material . (Mikrajuddin Abdullah. 2.agar profil permukaan dapat diamati dengan jelas dengan SEM maka permukaan material tersebut harus dilapisi dengan logam.Gambar 2. Film tipis logam dibuat pada permukaan material tersebut sehingga dapat memantulkan berkas elektron. Jika muka gelombang bidang tiba pada suatu celah sempit (lebarnya lebih kecil dari panjang gelombang). Umumnya tegangan yang digunakan pada SEM adalah puluhan kilovolt.2008). SEM memiliki resolusi yang lebih tinggi daripada mikroskop optik.36.Jika permukaan logam diamati di bawah SEM maka profil permukaan akan tampak dengan jelas.5. Kita dapat membatasi lokasi pengamatan dengan melakukan zoon-in atau zoom-out. Metode pelapisan yang umumnya dilakukan adalah evaporasi dan sputtering. Berdasarkan arah pantulan berkas pada berbagai titik pengamatan maka profil permukan benda dapat dibangun menggunakan program pengolahan gambar yang ada dalam komputer.XRD (X-ray Difraction). Makin kecil panjang gelombang yang digunakan maka makin tinggi resolusi mikroskop. lokasi permukaan benda yang ditembak dengan berkas elektron discan ke seluruh area daerah pengamatan. Logam pelapis yang umumnya digunakan adalah emas. maka gelombang ini akan mengalami lenturan Universitas Sumatera Utara . Hal ini disebabkan oleh panjang gelombang de Broglie yang dimiliki elektron lebih pendek daripada gelombang optik.6.

2. Peristiwa ini dikenal dengan difraksi.fsu.html) Universitas Sumatera Utara .edu/primer/java/interference/index.magnet. Difraksi merupakan pembelokan cahaya di sekitar suatu penghalang /suatu celah. Gambar.37.sehingga terjadi gelombang-gelombang setengah lingkaran yang melebar di belakang celah tersebut.micro.Proses terjadinya difraksi sinar-X (www.