Anda di halaman 1dari 24

PEMAHAMAN ORGANISASI A.

Definisi Organisasi
Definisi dan Komponen Organisasi Terdapat beberapa teori dan perspektif mengenai organisasi, ada yang cocok sama satu sama lain, dan ada pula yang berbeda.Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerja sama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya (uang, material, mesin, metode, lingkungan), sarana-parasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi. Menurut para ahli terdapat beberapa pengertian organisasi sebagai berikut. 1. Organisasi Menurut Stoner Organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan manajer mengejar tujuan bersama. 2. Organisasi Menurut James D. Mooney Organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama. 3. Organisasi Menurut Chester I. Bernard Organisasi merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih. 4. Organisasi Menurut Stephen P. Robbins Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan. 5. Organisasi Menurut Matthias Aroef Suatu organisasi terjadi apabila sekelompok orang bekerja bersama sama untuk mencapai tujuannya

6. Organisasi Menurut Bakke Organisasi merupakan pemindahan sebuah sistem yang kontinue dari penggunaan, manusia yang dibebankan dan

aktivitas-aktivitas

dikoordinasikan, sehingga membentuk suatu kumpulan tertentu yang terdiri dari manusia, material, kapital, gagasan, dan sumber daya alam ke dalam suatu keseluruhan pemecahan persoalan 7. Organisasi Menurut Allen Organisasi adalah suatu proses identifikasi dan pembentukan serta pengelompokan kerja, mendefinisikan dan mendelegasikan wewenang maupun tanggung jawab dan menetapkan hubungan - hubungan dengan maksud untuk memungkinkan orang-orang bekerjasama secara efektif dalam menuju tujuan yang ditetapkan. Sebuah organisasi dapat terbentuk karena dipengaruhi oleh beberapa aspek seperti penyatuan visi dan misi serta tujuan yang sama dengan perwujudan eksistensi sekelompok orang tersebut terhadap masyarakat. Organisasi yang dianggap baik adalah organisasi yang dapat diakui keberadaannya oleh masyarakat disekitarnya, karena memberikan kontribusi seperti; pengambilan sumber daya manusia dalam masyarakat sebagai anggota-anggotanya sehingga menekan angka pengangguran. Orang-orang yang ada di dalam suatu organisasi mempunyai suatu keterkaitan yang terus menerus. Rasa keterkaitan ini, bukan berarti keanggotaan seumur hidup. Akan tetapi sebaliknya, organisasi menghadapi perubahan yang konstan di dalam keanggotaan mereka, meskipun pada saat mereka menjadi anggota, orang-orang dalam organisasi berpartisipasi secara relatif teratur.

Pengertian organisasi Organisasi (Yunani: , organon - alat) adalah suatu kelompok orang dalam suatu wadah untuk tujuan bersama. Dalam ilmu-ilmu sosial, organisasi dipelajari oleh periset dari berbagai bidang ilmu, terutama sosiologi, ekonomi, ilmu politik, psikologi, dan manajemen. Kajian mengenai organisasi sering disebut studi organisasi (organizational studies), perilaku organisasi (organizational behaviour), atau analisis organisasi (organization analysis). Organisasi adalah wadah berkumpulnya sekelompok orang yang memiliki tujuan bersama, kemudian mengorganisasikan diri dengan bekerja bersama-sama dan merealisasikan tujuanya. Organisasi adalah wadah yang memungkinkan masyarakat dapat meraih hasil yang sebelumnya belum dapat dicapai oleh individu secara sendiri-sendiri. (James L. Gibson, 1986). Sehingga dari beberapa konsep organisasi diatas yang telah dijelaskan oleh para ahli sehingga dapat disimpulakan bahwa: Organisasi adalah sekelompok orang (dua atau lebih) yang secara formal dipersatukan dalam suatu kerjasama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Pengorganisasian adalah merupakan fungsi kedua dalam Manajemen dan pengorganisasian didefinisikan sebagai proses kegiatan

penyusunan struktur organisasi sesuai dengan tujuan-tujuan, sumbersumber, dan lingkungannya. Dengan demikian hasil pengorganisasian adalah struktur organisasi. Struktur organisasi adalah susunan komponen-komponen (unit-unit kerja) dalam organisasi. Struktur organisasi menunjukkan adanya pembagian kerja dan meninjukkan bagaimana fungsi-fungsi atau kegiatan-kegiatan yang berbeda-beda tersebut diintegrasikan

(koordinasi). Selain daripada itu struktur organisasi juga menunjukkan

spesialisasi-spesialisasi pekerjaan, saluran perintah dan penyampaian laporan. Pada dasarnya orang tidak bisa hidup sendiri. Sebagian besar tujuannya dapat terpenuhi apabila ada interaksi sosial dengan orang lain. Sebagai mahluk sosial, manusia tidak bisa hidup sendiri karena manusia memiliki kebutuhan terhadap manusia lainnya. Karena itulah biasanya manusia berkumpul dan membentuk kelompok, yang disebut dengan organisasi. Karang Taruna, perusahaan, kerajaan, negara, adalah bentuk-bentuk dari organisasi. Bahkan sebuah organisasi kejahatan pun pada dasarnya juga adalah sebuah organisasi, dimana mereka bergabung dan berkumpul karena memiliki tujuan dan kepentingan yang sama. Organisasi yang paling kecil yang kerap kita jumpai adalah keluarga. Keluarga pada hakikatnya adalah sebuah organisasi. Keluarga adalah satuan organisasi terkecil yang pertama setiap manusia. Banyak motivasi yang mendorong seseorang masuk dalam sebuah organisasi. Diantara beberapa motivasi atau tujuan seseorang bergabung ke dalam suatu kelompok organisasi adalah : 1. Kelompoks atau organisasi sering dipakai untuk memecahkan masalahmasalah. 2. Mencegah kesepian dan kerenggangan 3. Kelompok dapat memberikan bantuan pada saat kesusahan / menjumpai masalah 4. Kelompok dapat memberikan tujuan dan nilai hidup yang lebih baik, perilaku, dan kesetaraan kelompok 5. Kelompok sosial , kerja dan bermacam-macam kelompk lainnya memberikan prestige, status dan pengakuan. Sebuah organisasi tidak akan bisa lepas dengan yang namanya struktur organisasi. Karena struktur organisasi adalah cara suatu aktivitas organisasi dibagi, di organisir, dan dikoordinasikan. kali dikenal oleh

Menurut ERNEST DALE, sebuah struktur organisasi harus memuat tentang 5 hal sebagai berikut: 1. Daftar pekerjaan yang perlu dilakukan untuk mencapai tujuan organisasi 2. Membagi jumlah beban kerja dalam tugas-tugas atau biasa disebut pembagian kerja (devision of work) 3. Menggabungkan tugas-tugas dalam keadaan yang logis dan efisien atau departementalisasi (departmentalization) 4. Menetapkan mekanisme untuk koordinasi 5. Memonitor efektivitas struktur organisasi dan melakukan penyesuaian apabila diperlukan Komponen Organisasi Komponen penting organisasi meliputi : 1. Tujuan Merupakan motivasi, misi, sasaran, maksud dan tujuan yang akan dicapai dalam rentang waktu tertentu, Tujuan berdasarkan rentang dan cakupanya dapat di bagi dala beberapa karakteristik antara lain : 1) Tujuan Jangka panjang 2) Tujuan Jangka menengah dan 3) Tujuan Jangka pendek

2. Struktur Struktur organisasi adalah susunan komponen-komponen (unit-unit kerja) dalam organisasi. Struktur organisasi menunjukkan adanya

pembagian kerja dan meninjukkan bagaimana fungsi-fungsi atau kegiatankegiatan yang berbeda-beda tersebut diintegrasikan (koordinasi). Selain daripada itu struktur organisasi juga menunjukkan spesialisasi-spesialisasi pekerjaan, saluran perintah dan penyampaian laporan. Struktur Organisasi sangat penting untuk dapat dipahami oleh semua komponen dalam rangka menciptakan sistem kerja yang efektif dan efesien. Struktur organisasi merupakan deskripsi bagaimana organisasi membagi

pekerjaan dan melaksanakan tugas atau pekerjaannya dalam rangka mencapai tujuan organisasi. Struktur organisasi juga mengatur siapa yang melaksanakan tugas dan pekerjaan itu. Selain membagi dan mengatur tugas dan pekerjaan yang diemban oleh organisasi, struktur organisasi juga menggambarkan hubungan organisasi secara internal maupun eksternal.

3. Sistem Setiap organisasi baik formal maupun informal, akan menganut suatu sistem yang mengatur bagaimana cara organisasi mencapai tujuannya. Untuk itulah setiap organisasi memiliki peraturan-peraturan yang

merefleksikan kepentingan-kepentingan organisasi. Sistem pada organisasi itu dapat berupa anggaran dasar, anggaran rumah tangga, peraturan khusus, prosesdur dan peraturan lainnya. Pada organisasi yang paling

kecil, yaitu keluarga, pada dasarnya juga memiliki peraturan-peraturan sekalipun tidak sekompleks peraturan pada organisasi besar. Sistem yang dianut oleh organisasi inilah yang mengatur setiap gerak dan tindak tanduk organisasi. Pada organisasi monarki, sistem itu berupa kekuasaan mutlak yang berada di tangan raja. Raja mengatur segala aspek dan membuat peraturan-peraturan. Raja berperan sebagai pusat (sentral) segala aspek di dalam organisasi kerajaan. Organisasi demikian dapat disebut dengan organisasi yang diatur oleh orang (ruled by person). Pada organisasi yang maju, seperti halnya Muhammadiyah dan TAPAK SUCI, segala aspek di dalam organisasi diatur oleh sistem. sehingga disebut dengan organisasi yang ruled by system. Sekalipun sistem itu dibuat oleh orang perorang, namun setiap orang memiliki komitmen yang tinggi untuk mengikuti sistem tersebut. Apabila sistem tersebut dipandang perlu untuk diperbaiki, maka sistem tersebut bisa diperbaiki agar kembali sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan organisasi. Organisasi yang diatur oleh sistem (ruled by system), memiliki sistem yang berkesinambungan sekalipun ada orang yang keluar/masuk ke dalam organisasi.

Sistem organisasi terbagi dalam komponen penyusun yang saling berikatan yaitu : Input Proses Output Feedback

PRINSIP-PRINSIP ORGANISASI
Prinsip-prinsip organisasi banyak dikemukan oleh para ahli, salah satunya A.M. Williams yang mengemukakan pendapatnya cukup lengkap dalam bukunya Organization of Canadian Government Administration (1965), bahwa prinsip-prinsip organisasi meliputi : 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) 10) 11) 12) Prinsip bahwa Organisasi Harus Mempunyai Tujuan yang Jelas, Prinsip Skala Hirarkhi, Prinsip Kesatuan Perintah, Prinsip Pendelegasian Wewenang, Prinsip Pertanggungjawaban, Prinsip Pembagian Pekerjaan, Prinsip Rentang Pengendalian, Prinsip Fungsional, Prinsip Pemisahan, Prinsip Keseimbangan, Prinsip Fleksibilitas, Prinsip Kepemimpinan.

berikut penjelasannya: 1) Organisasi Harus Mempunyai Tujuan yang Jelas. Organisasi dibentuk atas dasar adanya tujuan yang ingin dicapai, dengan demikian tidak mungkin suatu organisasi tanpa adanya tujuan. Misalnya, organisasi pelayanan kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas sebagai suatu organisasi, mempunyai tujuan yang ingin dicapai antara lain, memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan lain lain. 2) Prinsip Skala Hirarkhi. Dalam suatu organisasi harus ada garis kewenangan yang jelas dari pimpinan, pembantu pimpinan sampai pelaksana, sehingga dapat mempertegas dalam dan pendelegasian akan menunjang wewenang efektivitas dan jalannya

pertanggungjawaban,

organisasi secara keseluruhan. 3) Prinsip Kesatuan Perintah. Dalam hal ini, seseorang hanya menerima perintah atau bertanggung jawab kepada seorang atasan saja. 4) Prinsip Pendelegasian Wewenang. Seorang pemimpin mempunyai kemampuan terbatas dalam

menjalankan pekerjaannya, sehingga perlu dilakukan pendelegasian wewenang kepada bawahannya. Pejabat yang diberi wewenang harus dapat menjamin tercapainya hasil yang diharapkan. Dalam

pendelegasian, wewenang yang dilimpahkan meliputi kewenangan dalam pengambilan keputusan, melakukan hubungan dengan orang lain, dan mengadakan tindakan tanpa minta persetujuan lebih dahulu kepada atasannya lagi. 5) Prinsip Pertanggungjawaban. Dalam menjalankan tugasnya setiap anggota harus bertanggung jawab sepenuhnya kepada atasan. 6) Prinsip Pembagian Pekerjaan. Suatu organisasi, untuk mencapai tujuannya, melakukan berbagai aktivitas atau kegiatan. Agar kegiatan tersebut dapat berjalan optimal

maka dilakukan pembagian tugas/pekerjaan yang didasarkan kepada kemampuan dan keahlian dari masing-masing pegawai. Adanya kejelasan dalam pembagian tugas, akan memperjelas serta dalam

pendelegasian

wewenang,

pertanggungjawaban,

menunjang

efektivitas jalannya organisasi. 7) Prinsip Rentang Pengendalian. Artinya bahwa jumlah bawahan atau staf yang harus dikendalikan oleh seorang atasan perlu dibatasi secara rasional. Rentang kendali ini sesuai dengan bentuk dan tipe organisasi, semakin besar suatu organisasi dengan jumlah pegawai yang cukup banyak, semakin kompleks rentang pengendaliannya. 8) Prinsip Fungsional. Bahwa seorang pegawai dalam suatu organisasi secara fungsional harus jelas tugas dan wewenangnya, kegiatannya, hubungan kerja, serta tanggung jawab dari pekerjaannya. 9) Prinsip Pemisahan. Bahwa beban tugas pekerjaan seseorang tidak dapat dibebankan tanggung jawabnya kepada orang lain. 10) Prinsip Keseimbangan. Keseimbangan antara struktur organisasi yang efektif dengan tujuan organisasi. Dalam hal ini, penyusunan struktur organisasi harus sesuai dengan tujuan dari organisasi tersebut. Tujuan organisasi tersebut akan diwujudkan melalui aktivitas/ kegiatan yang akan dilakukan. Organisasi yang aktivitasnya sederhana (tidak kompleks) contoh koperasi di suatu desa terpencil, struktur organisasinya akan berbeda dengan organisasi koperasi yang ada di kota besar seperti di Jakarta, Bandung, atau Surabaya. 11) Prinsip Fleksibilitas Organisasi harus senantiasa melakukan pertumbuhan dan

perkembangan sesuai dengan dinamika organisasi sendiri (internal factor) dan juga karena adanya pengaruh di luar organisasi (external

factor), sehingga organisasi mampu menjalankan fungsi dalam mencapai tujuannya. 12) Prinsip Kepemimpinan. Dalam organisasi apapun bentuknya diperlukan adanya kepemimpinan, atau dengan kata lain organisasi mampu menjalankan aktivitasnya karena adanya proses kepemimpinan yang digerakan oleh pemimpin organisasi tersebut. Dalam perspektif Max Weber, terdapat 7 prinsip dasar yang perlu diterapkan dalam membangun organisasi agar dapat mencapai tujuannya. Ketujuh prinsip tersebut adalah (Stephen Robbin): Pembagian Kerja. Pekerjaan dipecah-pecah sehingga jelas pembagian masing-masing anggota. Hirarki kewenangan yang jelas. Struktur organisasi disusun bertingkat dan memastikan jabatan yang lebih rendah berada di bawah supervisi dan kontrol dari yang lebih tinggi. Garis komando dan garis koordinasi diciptakan untuk meperjelas alur pelaporan diantara anggota organisasi. Formalisasi yang tinggi. Untuk mengatur perilaku anggota organisasi, perlu disusun peraturan dan prosedur formal sebagai sebuah sistem. Poin ini sangat relevan dengan besaran organisasi. Semakin organisasi tumbuh besar, maka perlu ada formalisasi agar semua hal berjalan standar. Impersonal. Tindakan dan keputusan yang berlaku di dalam organisasi tidak melibatkan perasaan pribadi. Tidak diperbolehkan konflik kepentingan berperan dalam pengambilan keputusan Keputusan personalia berdasarkan kemampuan. Keputusan tentang

promosi, seleksi, didasarkan atas kualifikasi, keberhasilan atau prestasi. Organisasi harus menciptakan merit sistem berjalan secara sesuai. Adanya jenjang karir bagi anggota organisasi. Prinsip ini mengasumsikan bahwa keanggotaan organisasi seseorang adalah seterusnya (continuous basis). Dengan jenjang karir diharapkan anggota dapat mengejar karir dan

10

menjaga komitmen terhadap organisasi. Pemisahan yang jelas kehidupan pribadi dan organisasi. Dalam organisasi ideal, pengambilan keputusan dilakukan semaksimal mugkin berjalan rasional. Artinya, anggota organisasi harus dapat memisahkan kehidupan organisasi dan kehidupan organisasi. Prinsip dari organisasi menawarkan petunjuk untuk menciptakan efisiensi dan efektifitas struktur organisasi. Dengan kata lain, prinsip-prinsip ini adalah kriteria dari proses organisasi yang efisien. Pakar manajemen (Henry Fayol, FW Taylor, UL Urwick dan lainnya) telah menulis beberapa statement khusus yang terkait dengan fungsi organisasi dalam manajemen. Beberapa prinsip itu antara lain: Henry Fayol mengusulkan empat belas prinsip yang menurutnya dapat digunakan secara universal dan dapat diajarkan di sekolah-sekolah dan universitas-universitas. Banyak dari prinsip organisasi tersebut, meskipun kurang keuniversalannya, diikuti secara luas oleh para manajer dewasa ini: 1) Pembagian kerja, Prinsip ini sama dengan pembagian kerja Adam Smith. Spesialisasi menambah hasil kerja dengan cara membuat para pekerja lebih efisien. 2) Wewenang, Manajer harus dapat member perintah. Wewenang

memberikan hak ini kepadanya,. Tetapi wewenang berjalan seiring dengan tanggung jawab. Jika wewenang digunakan, timbullah tanggung jawab. Agar efektif, wewenang seorang manajer harus sama dengan tanggung jawabnya. 3) Disiplin, Para pegawai harus mentaati dan menghormati peraturan yang mengatur organisasi. Disiplin yang baik merupakan hasil dari

kepemimpinan yang efektif, suatu saling pengertian yang jelas antara manajemen dan para pekerja tentang peraturan organisasi serta penerapan hukuman yang adil bagi yang menyimpang dari peraturan tersebut. 4) Kesatuan komando, Setiap pegawai seharusnya menerima perintah hanya dari seorang atasan.

11

5) Kesatuan arah, Setiap kelompok aktivitas organisasi yang mempunyai tujuan sama harus dipimpin oleh seorang manjer dengan menggunakan sebuah rencana. 6) Mendahulukan kepentingan umum di atas kepentingan individu. Kepentingan seorang pegawai atau kelompok pegawai tidak boleh mendahulukan kepentingan organisasi secara keseluruhan. 7) Remunarasi, Para pekerja harus digaji sesuai dengan jasa yang mereka berikan. 8) Sentralisasi, ini merujuk kepada sejauh mana para bawahan terlibat dalam pengambilan keputusan. Apakah pengambilan keputusan itu disentralisasi bawahan) (pada manajemen) proporsi yang atau tepat. disentralisasi Kuncinya (pada terletak para pada

adalah

bagaimana menemukan tingkat sentralisasi yang optimal untuk setiap situasi. 9) Rantai scalar, Garis wewenang dari manajemen puncak sampai ke tingkat yang paling rendah merupakan rantai scalar. Komunikasi harus mengikuti rantai ini. Tetapi, jika dengan mengikuti rantai tersebut malah tercipta kelambatan, komunikasi silang dapat diizinkan jika disetujui oleh semua pihak, sedangkan atasan harus diberitahhu. 10) Tata tertib, Orang dan bahan harus ditempatkan pada tempat dari waktu yang tepat. 11) Keadilan, Para manajer harus selalu baik dan jujur terhadap para bawahan 12) Stabilitas masa kerja para pegawai, Perputaran (turnover) pegawai yang tinggi adalah tidak efisien. Manajemen harus menyediakan perencanaan personalia yang teratur dan memastikan bahwa untuk mengisi kekosongan harus selalu adda pengganti 13) Inisiatif, Para pegawai yang diizinkan menciptakan dan melaksanakan rencana-rencana akan berusaha keras 14) Esprit de corps, Mendorong team spirit akan mmembangun keselarasan dan persatuan di dalam organisasi (dari sebuah sumber buku)

12

Tipe-Tipe Organisasi
Tipe Organisasi Secara garis besar organisasi dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu organisasi formal dan organisasi informal. Pembagian tersebut tergantung pada tingkat atau derajat mereka terstruktur. Namun dalam kenyataannya tidak ada sebuah organisasi formal maupun informal yang sempurna. Organisasi formal memiliki suatu struktur yang terumuskan dengan baik, yang menerangkan hubungan-hubungan otoritasnya, kekuasaan, akuntabilitas dan tanggung jawabnya. Struktur yang ada juga menerangkan bagaimana bentuk saluran-saluran melalui apa komunikasi berlangsung. Kemudian menunjukkan tugas-tugas terspesifikasi bagi masing-masing anggotanya. Hierarki sasaran organisasi formal dinyatakan secara eksplisit. Status, prestise, imbalan, pangkat dan jabatan, serta prasarat lainya terurutkan dengan baik dan terkendali. Selain itu organisasi formal tahan lama dan mereka terencana dan mengingat bahwa ditekankan mereka beraturan, maka mereka relatif bersifat tidak fleksibel. Contoh organisasi formal dalah perusahaan besar, badanbadan pemerintah, dan universitas-universitas (J Winardi, 2003:9). Organisasi informal Keanggotaan pada organisasi-organisasi informal dapat dicapai baik secara sadar maupun tidak sadar, dan kerap kali sulit untuk menentukan waktu eksak seseorang menjadi anggota organisasi tersebut. Sifat eksak hubungan antar anggota dan bahkan tujuan organisasi yang

bersangkutan tidak terspesifikasi. Contoh organisasi informal adalah pertemuan tidak resmi seperti makan malam bersama. Organisasi informal dapat dialihkan menjadi organisasi formal apabila hubungan didalamnya dan kegiatan yang dilakukan terstruktur dan terumuskan. Selain itu, organisasi juga dibedakan menjadi organisasi primer dan organisasi sekunder menurut Hicks: Mungkin setiap pengusaha ataupun perusahan mempunyai organisasi. Organisasi ini sendiri sangat penting bagi pemilik perusahaan yang di antara lain meliputi:

13

1. Organisasi Berdasarkan Tujuannya

Profit Oriented Organization Tujuan organisasi jenis ini adalah untuk mencari keuntungan sebanyakbanyaknya. Manfaat yang di dapat dari suatu perusahaan yang menganut jenis organisasi ini hanya untuk faktor internal. Artinya, hanya orang-orang yang bekerja sama dengan perusahaan tersebut yang akan memperoleh manfaatnya. Non Profit Oriented Organization (Organisasi Sosial) Tujuan organisasi jenis ini tidak untuk mencari keuntungan. Tujuan utama dari organisasi jenis ini adalah untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. dalam hal ini, masyarakatlah yang memperoleh manfaatnya. Organisasi sosial terbentuk dari norma-norma yang dianggap penting dalam hidup bermasyarakat. Terbentuknya organisasi sosial berawal dari individu yang saling membutuhkan, kemudian timbul aturan-aturan.

2. Organisasi Berdasarkan Tipe atau Bentuknya

1) Organisasi Lini (Line Organization) Diciptakan oleh Henry Fayol, Organisasi lini adalah suatu bentuk organisasi yang menghubungkan langsung secara vertical antara atasan dengan bawahan, sejak dari pimpinan tertinggi sampai dengan jabatanjabatan yang terendah, antara eselon satu dengan eselon yang lain masing-masing dihubungkan dengan garis wewenang atau komando. Organisasi ini sering disebut dengan organisasi militer. Organisasi Lini hanya tepat dipakai dalam organisasi kecil. Contohnya; Perbengkelan, Kedai Nasi, Warteg, Rukun tetangga. Ciri-ciri : Hubungan antara atasan dan bawahan masih bersifat langsung dengan satu garis wewenang Jumlah karyawan sedikit

14

Pemilik modal merupakan pemimpin tertinggi Belum terdapat spesialisasi Masing-masing kepala unit mempunyai wewenang & tanggung jawab penuh atas segala bidang pekerjaan Struktur organisasi sederhana dan stabil Organisasi tipe garis biasanya organisasi kecil Disiplin mudah dipelihara (dipertahankan) Keuntungan-keuntungan penggunaan organisasi tipe garis adalah : Ada kesatuan komando yang terjamin dengan baik Disiplin pegawai tinggi dan mudah dipelihara (dipertahankan) Koordinasi lebih mudah dilaksanakan Proses pengambilan keputusan dan instruksi-instruksi dapat berjalan cepat Garis kepemimpinan tegas, tidak simpang siur, karena pimpinan langsung berhubungan dengan bawahannya sehingga semua perintah dapat dimengerti dan dilaksanakan Rasa solidaritas pegawai biasanya tinggi Pengendalian mudah dilaksanakan dengan cepat Tersedianya kesempatan baik untuk latihan bagi pengembangan bakatbakat pimpinan. Adanya penghematan biaya Pengawasan berjalan efektif Kelemahan-kelemahan organisasi garis : Tujuan dan keinginan pribadi pimpinan seringkali sulit dibedakan dengan tujuan organisasi. Pembebanan yang berat dari pejabat pimpinan , karena dipegang sendiri Adanya kecenderungan pimpinan bertindak secara otoriter/diktaktor, cenderung bersikap kaku (tidak fleksibel). Kesempatan pegawai untuk berkembang agak terbatas karena sukar untuk mengabil inisiatif sendiri Organisasi terlalu tergantung kepada satu orang, yaitu pimpinan

15

Kurang tersedianya saf ahli

2) Organisasi Lini dan Staff (Line and Staff Organization) Merupakan kombinasi dari organisasi lini, asaz komando dipertahankan tetapi dalam kelancaran tugas pemimpin dibantu oleh para staff, dimana staff berperan memberi masukan, bantuan pikiranm saran-saran, data informasi yang dibutuhkan. Ciri-ciri : Hubungan atasan dan bawahan tidak bersifat langsung Pucuk pimpinan hanya satu orang dibantu staff Terdapat 2 kelompok wewenang yaitu lini dan staff Jumlah karyawan banyak Organisasi besar, bersifat komplek Adanya spesialisasi Keuntungan penggunaan bentuk organisasi garis dan staff : Asas kesatuan komando tetap ada. Pimpinan tetap dalam satu tangan. Adanya tugas yang jelas antara pimpian staf dan pelaksana Tipe organisasi garis dan staf fleksibel (luwes) karena dapat ditempatkan pada organisasi besar maupun kecil. Pengembalian keputusan relatif mudah, karena mendapat

bantuan/sumbangn pemikiran dari staf. Koordinasi mudah dilakukan, karena ada pembagian tugas yang jelas. Disiplin dan moral pegawai biasanya tinggi, karena tugas sesuai dengan spesialisasinya Bakat pegawai dapat berkembang sesuai dengan spesialisasinya. Diperoleh manfaat yang besar bagi para ahli Kelemahan-kelemahan dari bentuk Organisasi garis dan staff : Kelompok pelaksana terkadang bingung untuk membedakan perintah dan bantuan nasihat

16

Solidaritas pegawai kurang, karena adanya pegawai yang tidak saling mengenal Sering terjadi persaingan tidak sehat, karena masing-masing

menganggap tugas yang dilaksanakannyalah yang penting Pimpinan lini mengabaikan advis staf Apabila tugas dan tanggung jawab dalam berbagai kerja antara pelajat garis dan staf tidak tegas, maka akan menimbulkan kekacauan dalam menjalankan wewenang Penggunaan staf ahli bisa menambah pembebanan biaya yang besar Kemungkinan pimpinan staf melampaui kewenangan stafnya sehingga menimbulkan ketidaksenangan pegawai lini Kemungkinan akan terdapat perbedaan interpretasi antara orang lini dan staf dalam kebijakan dan tugas-tugas yang diberikan sehingga menimbulkan permasalahan menjadi kompleks.

3) Organisasdi Fungsional (Functional Organization) Diciptakan oleh Frederick W. Taylor, Organisasi ini disusun berdasarkan sifat dan macam pekerjaan yang harus dilakukan, masalah pembagian kerja merupakan masalah yang menjadi perhatian yang sungguhsungguh. Ciri-ciri : Pembidangan tugas secara tegas dan jelas dapat dibedakan Bawahan akan menerima perintah dari beberapa atasan Pekerjaan lebih banyak bersifat teknis Target-target jelas dan pasti Pengawasan ketat Penempatan jabatan berdasarkan spesialisasi. Keuntungan-keuntungan menggunakan organisasdi fungsional : Spesialisasi dapat dilakukan secara optimal Para pegawai bekerja sesuai ketrampilannya masing-masing Produktivitas dan efisiensi dapat ditingkatkan

17

Koordinasi menyeluruh bisa dilaksanakan pada eselon atas, sehingga berjalan lancar dan tertib Solidaritas, loyalitas, dan disiplin karyawan yang menjalankan fungsi yang sama biasanya cukup tinggi. Pembidangan tugas menjadi jelas Kelemahan-kelemahan organisasi fungsional : Pekerjaan seringkali sangat membosankan. Sulit mengadakan perpindahan karyawan/pegawai dari satu bagian ke bagian lain karena pegawai hanya memperhatikan bidang spesialisasi sendiri saja. Sering ada pegawai yang mementingkan bidangnya sendiri, sehingga koordinasi menyeluruh sulit dan sukar dilakukan

4) Organisasi Lini dan Fungsional (Line and Function Organization) Suatu bentuk organisasi dimana wewenang dari pimpinan tertinggi dilimpahkan kepada perkepala unit dibawahnya dalam bidang pekerjaan tertentu dan selanjutnya pimpinan tertinggi tadi masih melimpahkan wewenang kepada pejabat fungsional yang melaksanakan bidang pekerjaan operasional dan hasil tugasnya diserahkan kepada kepala unit terdahulu tanpa memandang eselon atau tingkatan. Ciri-ciri : Tidak tampak adanya perbedaan tugas-tugas pokok dan tugas-tugas yang bersifat bantuan. Terdapat spesialisasi yang maksimal Tidak ditonjolkan perbedaan tingkatan dalam pemabagian kerja Kebaikan organisasi Lini dan fungsional : Solodaritas tinggi Disiplin tinggi Produktifitas tinggi karena spesialisasi dilaksanakan maksimal

18

Pekerjaan pekerjaan yang tidak rutin atau teknis tidak dikerjakan Kelemahan-kelemahan organisasi Lini dan Fungsional : Kurang fleksibel dan tour of duty Pejabat fungsional akan mengalami kebingungan karena dikoordinasikan oleh lebih dari satu orang Spesiaisasi memberikan kejenuhan

Mekanisme Dalam Organisasi


Pengertian Mekanisme (sosiologi)

Selama dekade terakhir telah ada minat yang tumbuh dalam mekanisme sosial dan mekanisme berbasis penjelasan, tidak hanya dalam sosiologi dan ilmu sosial tetapi juga dalam filsafat ilmu, terutama filsafat biologi. Meskipun banyak sosiolog menggunakan kata "mekanisme" mereka sering menggunakannya dalam arti off-tangan kasual tanpa komitmen untuk semua jenis mekanisme berbasis strategi jelas. Ide inti di balik pendekatan mekanisme telah dinyatakan sebagai berikut oleh Elster (1989: 3-4): "Untuk menjelaskan peristiwa adalah untuk memberikan penjelasan mengapa hal itu terjadi. Biasanya ... ini mengambil bentuk mengutip suatu peristiwa sebelumnya sebagai penyebab peristiwa yang kita ingin menjelaskan .... [Namun] untuk mengutip penyebabnya tidak cukup:. Mekanisme kausal juga harus disediakan, atau setidaknya menyarankan " Tidak ada konsensus tentang apa yang dimaksudkan oleh definisi yang ada berbeda banyak dari satu sama lain, tapi yang mendasari mereka semua adalah penekanan pada pembuatan dipahami keteraturan yang diamati dengan menentukan secara rinci bagaimana mereka membawa "mekanisme. ". Diskusi saat ini paling memuaskan dari konsep mekanisme ditemukan dalam Machamer, Darden dan Craver (2000). Mengikuti mereka, mekanisme dapat dikatakan terdiri dari entitas (dengan sifat mereka) dan kegiatan yang terlibat dalam entitas tersebut, baik sendiri atau dalam konser dengan entitas
19

lain. Kegiatan ini membawa perubahan, dan jenis perubahan yang dibawa tergantung pada sifat dan kegiatan dari entitas dan hubungan antara mereka. Sebuah mekanisme, sehingga didefinisikan, mengacu pada konstelasi entitas dan kegiatan yang terorganisir sedemikian rupa sehingga mereka secara teratur membawa jenis tertentu dari hasil, dan kami menjelaskan hasil yang diamati dengan mengacu pada mekanisme yang hasil tersebut secara teratur membawa (lihat juga Hedstrm dan Ylikoski 2010). Dalam melaksanakan kegiatan, sebuah organisasi memerlukan langkahlangkah yang sistematis untuk mempermudah pencapaian suatu tujuan dan meminimalkan tingkat kegagalan, hal ini sering disebut dengan mekanisme yang merupakan suatu proses cara kerja atau tata cara pelaksanaan suatu program atau rangkaian aktivitas yang dilaksanakan oleh sebuah organisasi untuk mendapatkan hasil dari apa yang telah direncanakan oleh badan organisasi tersebut. Menurut Poerwadarmita (2003:757) mendefinisikan Mekanisme adalah seluk beluk atau cara kerja suatu alat (perkakas) dan sebagainya. Secara umum mekanisme adalah mengetahui bagimana cara menggunakan suatu alat sehingga kita tahu sampai dimana kemampuan suatu alat tersebut bekerja. Selanjutnya menurut Yani (2000:275) mekanisme adalah cara kerja suatu badan atau organisasi atau perkumpulan hal saling bekerja. Moenir (2001:53) menjelaskan bahwa Mekanisme merupakan suatu rangkaian kerja subuah alat untuk menyelesaikan sebuah masalah yang berhubungan dengan proses kerja untuk mengurangi kegagalan sehingga menghasilkan hasil yang maksimal. Dari definisi tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa mekanisme adalah cara kerja suatu alat dalam sebuah badan atau organisasi yang saling berhubungan untuk menghasilkan yang maksimal sehinga tercapai sebuah tujuan yang telah di tetapkan oleh suatu organisasi.

20

Mekanisme Kerja Organisasi

Mekanisme kerja dalam suatu organisasi, adalah perwujudan atau penjabaran dari struktur organisasi yang telah ditentukan. Jelas di sini terdapat kaitan yang sangat erat antara struktur organisasi dengan mekanisrne kerja. Mekanisme kerja, bagaimanapun memang perlu ditetapkan, agar arus lalu lintas informasi maupun pendelegasian tugas dapat berjalan pada alur yang tepat. Bila mekanisme kerja yang telah disepekati dilanggar, akan dapat mengakibatkan hubungan yang kurang baik di antara para anggota staf atau antara staf dengan manajer/pimpinan. Seorang rekan, yang menjabat sebagai project officer di suatu LPSM, pernah bercerita: Dalam organisasi, telah disepakati bahwa laporan-laporan yang datang dari staf kepada pimpinan (baik tertulis maupun lisan) harus melewati dia sebagai project officer. Ketentuan ini juga merupakan salah satu bentuk perwujudan dari sistem desentralisasi dalam lembaganya. Akan tetapi pada suatu saat, karena pimpinan dari lembaga tersebut keburu ingin mendengar informasi dari lapangan, maka sang pimpinan langsung mencari informasi kepada staf. Yang menjadi masalah bukan pada pencarian informasi langsung tersebut, tetapi sang pemimpin langsung memberikan tanggapan kepada staf, dan tanggapan tersebut agak berbeda dengan yang telah digariskan oleh sang project officer. Akibat dari tindakan sang pimpinan tersebut staf menjadi bingung dan juga menyudutkan posisi project officer. Tentu, kasus di atas hanyalah merupakan salah satu contoh. Banyak kasus semacam itu yang dilakukan oleh seorang pimpinan (yang pada hakekatnya merupakan penyalahgunaan dari mekanisme kerja yang telah disepakati) dapat menimbulkan ketegangan-ketegangan yang sebetulnya tidak perlu terjadi. Untuk menghindari hal-hal tersebut di atas, beberapa hal perlu diperhatikan, antara lain: Mekanisme kerja yang sudah disepakati, betul-betul perlu dipahami oleh seluruh staf, sehingga tahu persis kepada siapa mereka harus memberikan informasi atau dari mana mereka harus menerima penugasan.

21

Akan lebih baik jika penyusunan dan penetapan mekanisme kerja dilakukan bersama-sama oleh seluruh staf, hingga mereka juga tahu persis alasan-alasan mengapa mekanisme tersebut yang digunakan. Mekanisme kerja, bagaimanapun juga akan menimbulkan birokrasi baru. Yang perlu dihindarkan di sini adalah polarisasi hubungan antar personal organisasi, yang dapat menjurus kepada kekakuan hubungan ataupun pergaulan. Dalam keadaan tertentu bisa saja terjadi penyimpangan-penyimpangan terhadap mekanisme kerja yang ditetapkan. Kalau hal tersebut terjadi bagi yang melakukan penyimpangan (siapapun mereka itu) perlu segera mengadakan koreksi untuk menanggulangi akibat negatif yang mungkin timbul.

22

Daftar Pustaka D, Ratna Wilis. Teori-Teori Belajar. Jakarta: Penerbit Erlangga. 1996. Etzioni, A. 1985. Organisasi-organisasi Modern. Jakarta: Universitas Indonesia. Horton, Paul B. dan Chester L. Hunt. Sociology. Edisi keenam. International Student Edition. Tokyo: Mc.Graw-Hill Book Company Inc. 1984. Kartono, K. Pemimpin dan Kepemimpinan: Apakah Kepemimpinan Abnormal Itu?. Jakarta: RajaGrafindo Persada. 2001. Keith Davis, Human Relations at Work, New York, San Francisco, Toronto, London: 1962. Mardikanto, T. 1993. Penyuluhan Pembangunan Pertanian. Surakarta: Sebelas Maret University Press. Robbins, S. P,. Perilaku organisasi. Jakarta: PT. Indeks Kelompok Gramedia. 2003. Singarimbun, Masri dan Sofyan Efendi. Understanding Practice and Analysis. New York: Random House. 1976. Stephen P.Robbins. Teori Organisasi Struktur, Desain, dan Aplikasi, Jakarta: Arcan: 1994, WS, Winkel. Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar. Jakarta : Gramedia. 1997. http://blog.mymusic-video.info/2012/04/7-prinsip-organisasi-ideal-maxweeber.html#axzz27VUzty9Q http://blog.mymusic-video.info/2012/04/7-prinsip-organisasi-ideal-maxweeber.html#ixzz27VaPtIwW http://blogbagi2.blogspot.com/2012/05/prinsip-prinsip-dalam-sebuahorganisasi.html#ixzz27VZ6pkoC http://carapedia.com/pengertian_definisi_organisasi_menurut_para_ahli_info48 4.html http://hmti.wordpress.com/2008/02/22/definisi-dan-pengertian-organisasi/ http://hmti.wordpress.com/2008/02/22/definisi-dan-pengertian-organisasi/ http://huartzimucz.blogspot.com/2011/11/jenis-jenis-organisasi.htmi

23

http://id.shvoong.com/social-sciences/sociology/2200853-pengertianmekanisme/#ixzz27h3vE2Ch http://id.wikipedia.org/wiki/Organisasi\ http://lorentfebrian.wordpress.com/definisi-organisasi-macam-macamorganisasi/ http://pptapaksuci.org/keorganisasian/245-definisi-dan-komponenorganisasi.html http://tkampus.blogspot.com/2012/03/definisi-organisasi.html http://yudhatri.wordpress.com/2011/11/10/tipe-tipe-organisasi/

24