Anda di halaman 1dari 17

PERCOBAAN I ANALISIS MULTI KOMPONEN CAMPURAN KOBALT DAN KROM

I. TUJUAN PERCOBAAN Mengetahui cara analisis multi komponen campuran kobalt dan krom

II. TINJAUAN PUSTAKA Kromium dan ion kobalt menyerap cahaya tampak meskipun maximal absorbansi mereka cukup baik dipisahkan. Dengan mengukur absorbansi pada dua panjang gelombang yang berbeda dari larutan yang mengandung ion, adalah mungkin untuk secara bersamaan menentukan konsentrasi dari setiap ion dalam larutan. Sebuah larutan tidak diketahui mengandung spesies dianalisis menggunakan spektrofotometer (Saputri, 2010). Spektrofotometri merupakan suatu metoda analisa yang didasarkan pada pengukuran serapan sinar monokromatis oleh suatu lajur larutan berwarna pada panjang gelombamg spesifik dengan menggunakan

monokromator prisma atau kisi difraksi dengan detektor fototube. Benda bercahaya seperti matahari atau bohlam listrik memancarkan spektrum yang lebar terdiri atas panjang gelombang. Panjang gelombang yang dikaitkan dengan cahaya tampak itu mampu mempengaruhi selaput pelangi mata manusia dan karenanya menimbulkan kesan subyektif akan ketampakan (vision). Dalam analisis secara spektrofotometri terdapat tiga daerah panjang gelombang elektromagnetik yang digunakan, yaitu daerah UV (200 380 nm), daerah visible (380 700 nm), daerah inframerah (700 3000 nm) (Khopkar, 1990). Absorbansi (A) larutan didefinisikan sebagai log negatif dari transmitansi (T) dari larutan. Absorbansi berbanding lurus dengan panjang jalan melalui larutan dan konsentrasi dari spesies menyerap. That is, A= bc

where Artinya, A = bc mana absorptivitas. has units of M -1 cm -1 when b memiliki satuan M -1 cm -1 ketika b dan c dinyatakan dalam cm dan mol per liter masing-masing. Hubungan antara serapan (A) dan bc dikenal sebagai Hukum Beer's. Hukum Beer's berhasil dalam menggambarkan perilaku penyerapan encer larutan saja. Pada konsentrasi tinggi, jarak rata-rata antara spesies yang bertanggung jawab untuk penyerapan berkurang ke titik di mana setiap dampak distribusi muatan dari tetangga (Saputri,2010). Terdapat dua kemungkinan apabila dua komponen yang berlainan dicampurkan dalam satu larutan. Adanya interaksi akan mengubah spectrum absorpsi dimana absorpsi dua larutan campuran akan mengubah jumlah aljabar dari absorpsi dua larutan masing-masing komponen yang terpisah. Jadi, spectrum absorpsinya merupakan campuran bersifat aditif (Khairuddin, 2010) Kobal adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Co dan nomor atom 27. Kromium adalah sebuah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Cr dan nomor atom 24. Kromium trivalen (Cr(III), atau Cr3+) (Anonim, 2010).

III. ALAT DAN BAHAN 3.1 Alat 1. Spektrofotometri visible 2. Labu ukur 25 ml 3. Pipet tetes 4. Botol semprot 5. Kuvet 6. Gelas ukur 10 ml 7. Rak tabung 3.2 Bahan 1. Larutan krom (III) klorida 2. Larutan kobalt (II) klorida 3. Akuades 4. Tissue IV. PROSEDUR KERJA A. Keaditifan absorbans larutan Cr+3 dan Co+2 1. Menyiapkan larutan a) 0,02 M Cr+3 b) 0,075 M Co+2 c) Larutan campuran Cr+3 + Co+2 yang mengandung 0,02 M Cr+3 dan 0,075 M Co+2 2. Mengukur absorbansi ketiga larutan di atas pada panjang gelombang 375-625 nm, tiap kenaikan 20 nm dengan air sebagai blanko. Membuat dalam satu kertas grafik spectrum absorpsi masing-masing dari ketiga larutan tersebut berdasarkan data yang diperoleh, kemudian

menjumlahkan spectrum absorpsi Cr+3 dan Co+2, memeriksa keaditifannya B. Nilai k 1. Menentukan nilai atau letak puncak maksimum spectrum Cr3+ dan Co+2 dari grafik di atas 2. Menyiapkan larutan Cr+3 dan Co+2 dengan konsentrasi Cr+3 : 0,01 M; 0,02 M; 0,03 M; 0,04 M; 0,05 M Co+2 : 0,0188 M; 0,0376 M; 0,0564 M; 0,0752 M Mengukur absorbans masing-masing pada Cr dan Co, membuat 4 buah kurva standar : Cr+3 pada Cr Cr+3 pada Co Co+2 pada Cr Co+2 pada Co Menghitung nilai k pada masing-masing panjang gelombang tersebut

V. HASIL PENGAMATAN 1. Keaditifan absorbans larutan Cr+3 dan Co+2 (nm) Cr+3 400 420 440 460 480 500 520 540 560 580 600 620 Cr+3 [Cr+3] 0,01 0,02 0,03 0,04 0,05 Co+2 [Co+2] 0,0188 0,0376 0,0564 0,075 A (maks Cr = 560 nm) 0,071 0,074 0,092 0,114 A (maks Co =500 nm) 0,089 0,198 0,306 0,382 A (maks Cr = 560 nm) 0,119 0,320 0,367 0,484 0,584 A (maks Co =500 nm) 0,056 0,106 0,195 0,189 0,253 0,256 0,292 0,289 0.207 0,583 0,231 0,132 0,736 0,770 0,254 0,300 0,262 Absorbansi (A) Co+2 0,12 0,106 0,175 0,261 0,322 0,386 0,381 0,250 0,130 0,043 0,030 0,035 Campuran Cr+3 + Co+2 0,119 0,649 0,198 0,279 0,231 0,260 0,260 0,225 0,196 0,151 0,167 0,132

2. Penentuan nilai k

VI. ANALISA DATA 1. Keaditifan absorbans larutan Cr+3 dan Co+2 a. Cr+3
1 A 0.8 b s 0.6 o s 0.4 r i b 0.2 a 0 n

400 420 440 460 480 500 520 540 560 580 600 620 Panjang Gelombang (nm)

Panjang gelombang maksimum Cr+3 adalah 560 nm b. Co+2


0.5 A 0.4 b s 0.3 o s 0.2 r i b 0.1 a 0 n

400 420 440 460 480 500 520 540 560 580 600 620 Panjang gelombang (nm)

Panjang gelombang maksimum Co+2 adalah 500 nm c. Campuran Cr+3 dan Co+2
0.7 A 0.6 b 0.5 s 0.4 o s 0.3 r i 0.2 b 0.1 a 0 n

400 420 440 460 480 500 520 540 560 580 600 620 Panjang gelombang (nm)

2. Penentuan nilai k Kurva standar Cr+3 pada Cr


0.7 A b s o r b a n s i 0.6 0.5 0.4 0.3 0.2 0.1 0 0.01 0.02 0.03 0.04 0.05 konsentrasi Cr+3 (M)

Perhitungan regresi x 0,01 0,02 0,03 0,04 0,05 x= 0.15 = x= y 0,119 0,320 0,367 0,484 0,584 y =1.874
0.3748 0.03

x.y 0.00119 0.0064 0.01101 0.01936 0.0292 x.y = 0.06716

X2 0.0001 0.0004 0.0009 0.0016 0.0025 x = 0.0055


2

( ( ( (

) ) ) )

( (

)( ) ( ) )( ( ) )

y = + b (x x ) y1 = 0.3748 + 10.94 (0,01 - 0.03)

= 0.156 y2 = 0.3748 + 10.94 (0,02 - 0.03) = 0.2654 y3 = 0.3748 + 10.94 (0,03 - 0.03) = 0.3748 y4 = 0.3748 + 10.94 (0,04 - 0.03) = 0.4842 y5 = 0.3748 + 10.94 (0,05 - 0.03) = 0,5936 Setelah regresi
0.7 A b s o r b a n s i 0.6 0.5 0.4 0.3 0.2 0.1 0 0.01 0.02 0.03 konsentrasi Cr+3 (M) 0.04 0.05

Penentuan nilai k Tg = = = 10.94 K = 2,303 . Tg = 2,303 . 10.94 = 25.19482 Kurva standar Cr+3 pada Co
[ ]

0.3 A b 0.25 s 0.2 o r 0.15 b 0.1 a n 0.05 s 0 i

0.01

0.02

0.03 Konsentrasi Cr3+ (M)

0.04

0.05

Perhitungan regresi x 0,01 0,02 0,03 0,04 0,05 x= 0.15 = x=


0.03

y 0,056 0,106 0,195 0,189 0,253 y =0.799

x.y 0.00056 0.00212 0.00585 0.00756 0.01265 x.y = 0.02874

X2 0.0001 0.0004 0.0009 0.0016 0.0025 x2 = 0.0055

( ( ( (

) ) ) )

( (

)( ) ( ) )( ( ) )

y = + b (x x ) y1 = 0.1598 + 4.77 (0,01 - 0.03) = 0.0644 y2 = 0.1598 + 4.77 (0,02 - 0.03)

= 0.1121 y3 = 0.1598 + 4.77 (0,03 - 0.03) = 0.1598 y4 = 0.1598 + 4.77 (0,04 - 0.03) = 0.2075 y5 = 0.1598 + 4.77 (0,05 - 0.03) = 0.2552
0.3
A b s o r b a n s i

0.25 0.2 0.15 0.1 0.05 0 0.01 0.02 0.03 0.04 Konsentrasi Cr+3 (M) 0.05

Penentuan nilai k Tg = = = 4,77 K = 2,303 . Tg = 2,303 . 4,77 = 10,985 Kurva standar larutan Co+2 pada Cr
[ ]

0.12
A b s o r b a n s i

0.1 0.08 0.06 0.04 0.02 0 0.0188 0.0376 Konsentrasi 0.0564 Co+2 (M) 0.0752

Perhitungan regresi x 0,0188 0,0376 0,0564 0,075 x= 0.188 = x= ( ( ( ( ) ) ) ) ( ( ( )( ) ( ) )( ) ) y 0,071 0,074 0,092 0,114 y = 0.351 x.y 0.001335 0.002782 0.005189 0.008573 x.y = 0.0178788 X2 0.000353 0.001414 0.003181 0.005655 x2 = 0.0106032

y = + b (x x ) y1 = + 0.781914894 (0,0188 -0.08775)

= -0.006913032 y2 = + 0.781914894 (0, 0376 -0.08775)

= 0.007786968

y3 =

+ 0.781914894 (0, 0564 -0.08775)

= 0.022486968 y4 = + 0.781914894 (0, 075 -0.08775)

= 0.037186968
0.04 A b s o r b a n s i 0.035 0.03 0.025 0.02 0.015 0.01 0.005 0 -0.005 -0.01 0.0188 0.0376 0.0564 0.0752

Konsentrasi Co+2 (M)

Penentuan nilai k Tg = = = 0.7819 K = 2,303 . Tg = 2,303 . 0.7819 = 1.80075 Kurva standar Co+2 pada Co
[ ]

0.45 A b s o r b a n s i 0.4 0.35 0.3 0.25 0.2 0.15 0.1 0.05 0 0.0188 0.0376 0.0564 0.0752 Konsentrasi Co+2 (M)

Perhitungan regresi x 0,0188 0,0376 0,0564 0,075 x= 0.188 = x= ( ( ( ( ) ) ) ) ( ( ( )( ) ( ) )( ) ) y 0,089 0,198 0,306 0,382 y = 0.975 x.y 0.001673 0.007445 0.017258 0.028726 x.y = 0.0551028 X2 0.000353 0.001414 0.003181 0.005655 x2 = 0.0106032

y = + b (x x ) y1 = = 0.0957 y2 = = 0.1944 + 5.25 (0, 0376 -0.08775) + 5.25 (0,0188 -0.08775)

y3 = = 0.2931 y4 = = 0.3918
0.45 0.4 0.35 0.3 0.25 0.2 0.15 0.1 0.05 0

+ 5.25 (0, 0564 -0.08775)

+ 5.25 (0, 075 -0.08775)

0.0188

0.0376

0.0564

0.0752

Penentuan nilai k Tg = = = 5.25 K = 2,303 . Tg = 2,303 . 5.25 = 12.09075


[ ]

VII. PEMBAHASAN Pada percobaan ini dilakukan analisis multikomponen campuran kobalt dan krom. Pencampuran antara kedua larutan dapat mengakibatkan perubahan spectrum serapannya dimana panjang gelombang maksimum ion Cr3+ terukur pada 560 nm sedangkan ion Co+2 mempunyai serapan maksimum pada panjang gelombang 500 nm. Namun setelah dicampurkan, panjang gelombang maksimum campuran larutan tersebut menjadi 420 nm. Interaksi ini, pada gilirannya, dapat mengubah kemampuan mereka untuk menyerap panjang gelombang tertentu radiasi. Karena luasnya interaksi tergantung pada konsentrasi, terjadinya fenomena ini menyebabkan penyimpangan dari hubungan linier antara serapan dan konsentrasi. Efek yang sama kadang-kadang diamati dalam larutan yang mengandung konsentrasi tinggi elektrolit. Kedekatan ion (selain faktor lain seperti temperatur) mengubah absorptivitas molar dari spesies menyerap. Hal ini terjadi disebabkan adanya interaksi antar molekul ion krom dan kobalt sehingga mempengaruhi jumlah aljabar dari absorpsi dua larutan masing-masing komponen yang terpisah. Dari nilai panjang gelombang maksimum yang diperoleh dapat dibuat kurva standar dengan mengukur serapan ion kromium dan kobalt dengan perbedaan konsentrasi pada panjang gelombang maksimum dari Cr+3 dan Co+2. Diperoleh empat grafik hubungan antara panjang gelombang dengan absorbansi Cr+3 dengan variasi konsentrasi dan Co+2 dengan variasi konsentrasi pada panjang gelombang maksimum Cr+3 dan Co+2 . Dari masing-masing grafik dapat dihitung nilai k. Nilai k dapat diperoleh dari kemiringan kurva standar. Nilai k diperoleh untuk masing-masing kurva yaitu kurva standar Cr+3 pada Cr, kurva standar Cr+3 pada Co, kurva standar Co+2 pada Cr, kurva standar Co+2 pada Co masing-masing adalah 25,19482, 10,985, 1.80075 dan 12.09075.

VIII. PENUTUP 7.1 Kesimpulan 1. Campuran kobalt dan krom dapat dianalisis dengan menggunakan spektroforometri visible 2. Adanya pencampuran menyebabkan perubahan pada spectrum absorbansi suatu larutan saat terpisah 3. Nilai k dapat diperoleh dari kemiringan kurva standar. 4. Nilai k diperoleh untuk masing-masing kurva yaitu kurva standar Cr+3 pada Cr, kurva standar Cr+3 pada Co, kurva standar Co+2 pada
Cr, kurva standar Co+2 pada Co masing-masing adalah 25,19482,

10,985, 1.80075 dan 12.09075. 7.2 Saran Diharapkan agar pada saat melakukan pengenceran dilakukan dengan hati-hati agar konsentrasi yang dihasilkan benar-benar tepat.

DAFTAR PUSTAKA Anonim, 2010, Kobalt, http://www.wikipedia.org diakses tanggan 27 Desember 2010 pukul 20.00 WITA. Anonim, 2010, Kromium, http://www.wikipedia.org diakses tanggan 27 Desember 2010 pukul 20.00 WITA. Khairuddin, 2010, Penuntun Praktikum Analisis Instrumen, FMIPA Universitas Tadulako, Palu. Khopkar, S, 1990, Konsep Dasar Kimia Analitik, Universitas Indonesia, Jakarta. Saputri, F, 2010, Analisis Multi Komponen Campuran Kobalt dan Krom, http://fatmakyoshiuzumaki.wordpress.com diakses tanggal 28 Desember 2010 pukul 19.00 WITA.