Anda di halaman 1dari 10

Diagnosisnya? - Definisi Bronkitis adalah suatu peradangan pada bronkus (saluran udara ke paru-paru).

Penyakit ini biasanya bersifat ringan dan pada akhirnya akan sembuh sempurna. Tetapi pada penderita yang memiliki penyakit menahun (misalnya penyakit jantung atau penyakit paru-paru) dan pada usia lanjut, bronkitis bisa bersifat serius.

Etiologi Etiologinya adalah semua hal yang mengakibatkan batuk berdahak berkepanjangan. Polusi Udara (BK Primer) Penyebab utama dan tersering. Seperti asap, debu, gas, maupun uap. Paling sering adalah asap rokok, dilanjutkan dengan asap kendaraan bermotor lalu asap buangan industri Debu misalnya debu batu bara, semen dan lainnya yang semakin kecil partikelnya akan semakin cepat sampai ke alveolus. Gangguan sistem imunitas paru (BK Primer) Berupa defisiensi IgA, defisiensi C3 dan C4 serta Immotile Cilia Syndrom (Penurunan komplemen, opsonisasi penurunan kemampuan fagositosis makrofag) yang kesemuanya akan mengganggu fungsi pembersihan saluran pernafasan. Karena itu kuman akan lebih mudah masuk. Ada yang bersifat kongenital ada yang didapat akibat konsumsi alkohol dan obat obat kortikosteroid jangka panjang yang menyebabkan ruskanya atau menurunnya sel sel makrofag. Sekrit Bronkus yang Berlebihan (BK Sekunder)

Mudahnya terjadi infeksi akibat berlebihnya sekrit bronkus dikarenakan gangguan yang bersifat kongenital yaitu mukovidosis atau defisiensi enzim alfaantitripsin (yang dihasilkan oleh hati) Radang Akut Ssaluran Pernafasan yang Berkepanjangan (BK sekunder) Setiap radang akut saluran pernafasan yang tidak berhasil disembuhkan dengan sempurna dapat pula mengakibatkan timbulnya bronkitis kronis dalam jangka panjang. ISPA dan ISPB yang tak sempat sembuh dengan sempurna akan mengakibatkan adanya sekrit setempat yang dengan gaya berat bumi akan cenderung turun ke dalam paru dan menimbulkan iritasi kronis yang berpotensial menimbulkan infeksi sekunder. Sehingga menyebabkan hipersekresi. Radang Kronis Saluran Pernafasan (BK sekunder) Sinusitis kronis dapat menimbulkan BK Infeksi Sekunder (BK Sekunder) Oleh Streptococcuspneumoniae, Haemofilus Influinzae, Morraxella catarrhalis dan pseudomonas. Penyakit bronkitis biasanya bersifat ringan dan pada akhirnya akan sembuh sempurna. Tetapi pada penderita yang memiliki penyakit menahun (misalnya penyakit jantung atau penyakit paru-paru) dan pada usia lanjut, bronkitis bisa bersifat serius.

a.

Penyebab bronchitis sampai sekarang masih belum diketahui dengan jelas. Pada kenyataannya kasus-kasus bronchitis dapat timbul secara congenital maupun didapat. Kelainan congenital Dalam hal ini bronchitis terjadi sejak dalam kandungan. Factor genetic atau factor pertumbuhan dan factor perkembangan fetus memegang peran penting. Bronchitis yang timbul congenital ini mempunyai ciri sebagai berikut : Bronchitis mengenai hampir seluruh cabang bronkus pada satu atau kedua paru. Bronchitis konginetal sering menyertai penyakit-penyakit konginetal lainya, misalnya : mucoviscidosis ( cystic pulmonary fibrosis ), sindrom kartagener ( bronkiektasis konginetal,sinusitis paranasal dan situs inversus ), hipo atau agamaglobalinemia, bronkiektasis pada anak kembar satu telur ( anak yang satu dengan bronkiektasis, ternyata saudara

kembarnya juga menderita bronkiektasis ), bronkiektasis sering bersamaan dengan kelainan congenital berikut : tidak adanya tulang rawan bronkus, penyakit jantung bawaan, kifoskoliasis konginetal. b. Kelainan didapat Kelaianan didapat merupakan akibat proses berikut : Infeksi Bronchitis sering terjadi sesudah seseorang menderita pneumonia yang sering kambuh dan berlangsung lama, pneumonia ini merupakan komplikasi pertusis maupun influenza yang diderita semasa anak, tuberculosis paru dan sebagainya. Obstruksi bronkus

Obstruksi bronkus yang dimaksud disini dapat disebabkan oleh berbagai macam sebab : korpus alineum, karsinoma bronkus atau tekanan dari luar terhadap bronkus

- Klasifikasi Bronchitis terjadi ketika saluran-saluran udara dalam paru-paru anda meradang dan membuat terlalu banyak lendir. Ada dua tipe dasar dari bronchitis: Bronchitis Akut adalah lebih umum dan biasanya disebabkan oleh infeksi virus. Bronchitis akut mungkin juga disebut chest cold. Episode-episode dari bronchitis akut dapat dihubungkan ke dan dibuat lebih buruk oleh merokok. Tipe bronchitis ini seringkali digambarkan sebagai lebih buruk daripada selesma yang biasa namun tidak seburuk pneumonia. Bronchitis Kronis adalah batuk yang bertahan untuk dua sampai tiga bulan setiap tahun untuk paling sedikit dua tahun. Merokok adalah penyebab yang paling umum dari bronchitis kronis. - Factor resiko

- Gejala klinis
1. batuk berdahak (dahaknya bisa berwarna kemerahan) 2. sesak nafas ketika melakukan olah raga atau aktivitas ringan 3. sering menderita infeksi pernafasan (misalnya flu) 4. bengek 5. lelah 6. pembengkakan pergelangan kaki, kaki dan tungkai kiri dan kanan 7. wajah, telapak tangan atau selaput lendir yang berwarna kemerahan 8. pipi tampak kemerahan 9. sakit kepala 10. gangguan penglihatan. Bronkitis Akut seringkali dimulai dengan gejala seperti pilek, yaitu hidung meler, lelah, menggigil, sakit punggung, sakit otot, demam ringan dan nyeri tenggorokan. Batuk biasanya merupakan tanda dimulainya bronkitis. Pada awalnya batuk tidak berdahak, tetapi 1-2 hari kemudian akan mengeluarkan dahak berwarna putih atau kuning. Selanjutnya dahak akan bertambah banyak, berwarna kuning atau hijau. Pada bronkitis berat, setelah sebagian besar gejala lainnya membaik, kadang terjadi demam tinggi selama 3-5 hari dan batuk bisa menetap

selama beberapa minggu. Sesak nafas terjadi jika saluran udara tersumbat. Sering ditemukan bunyi nafas mengi, terutama setelah batuk. Bisa terjadi pneumonia. (www.medicastore.com) Bronkitis Kronik : Batuk persisten disertai banyak dahak , terutama sewaktu bangun pagi (PATOLOGI FKUI)

Bronkitis infeksiosa seringkali dimulai dengan gejala seperti pilek, yaitu hidung meler, lelah, menggigil, sakit punggung, sakit otot, demam ringan dan nyeri tenggorokan. Batuk biasanya merupakan tanda dimulainya bronkitis. Pada awalnya batuk tidak berdahak, tetapi 1-2 hari kemudian akan mengeluarkan dahak berwarna putih atau kuning. Selanjutnya dahak akan bertambah banyak, berwarna kuning atau hijau. Pada bronkitis berat, setelah sebagian besar gejala lainnya membaik, kadang terjadi demam tinggi selama 3-5 hari dan batuk bisa menetap selama beberapa minggu. Sesak nafas terjadi jika saluran udara tersumbat. Sering ditemukan bunyi nafas mengi, terutama setelah batuk. Bisa terjadi pneumonia. - Patofisiologi pertahanan tubuh pada saluran nafas (paru). Infeksi saluran nafas terjadi apabila telah terjadi pemaparan bahan-bahan penyebab infeksi pada saluran nafas, umumnya berasama udara inhalasi atau cara lain, dan sistem pertahanan tubuh pada saluran nafas (paru0 telah gagal mengeliminasi bahan tersebut. Bronkitis akut timbil umunya (sering) didahului oleh infeksi

saluran nafas bagian atas (oleh virus). Infeksi dapat pula langsung mengenai bronkus (infeksi primer), misalnya pertussis. Bronkitis akuta dapat pula timbul merupakan sekunder infeksi terhadap kasus dengan kelainan paru kronik, misalnya pada bronkitis kronis, emfisema paru, asma bronkial, bronkiektasis dsb.
Sumber : Pasiyan Rahmatullah. Bronkitis Akut. Ilmu Penyakit Paru (Pulmologi). Buku I. FKUNDIP.

- Penegakan Diagnosis
Pemeriksaan: Pada pemeriksaan menggunakan stetoskop (auskultasi), terdengar ronki,wheezing dengan berbagai gradasi (perpanjangan ekspirasi hingga ngik-ngik) dan krepitasi (suara kretek-kretek dengan menggunakan stetoskop). Biasanya para dokter menegakkan diagnosa berdasarkan riwayat penyakit dan pemeriksaan fisik. Itu sudah cukup. Adapun pemeriksaan dahak maupun rontgen dilakukan untuk membantu menegakkan diagnosa dan untuk menyingkirkan diagnosa penyakit lain. Pulmo : nampak gambaran infiltrat dan seterusnya corakan ramai pada hemithorax kanan dan kiri dan seterusnya. Pulmo adalah jaringan paru. Nah, corakan ramai inilah yang kerap menimbulkan tanda tanya penderita, bahkan tak jarang penderita ketakutan, sampai-sampai ada yang tidak bisa tidur, sebelum mendapatkan penjelasan dokter. Apa pasal ? Ya itu tadi, ada yang menganggap kata corakan identik dengan krowok (bahasa jawa: berlubang). Padahal sejatinya corakan ramai adalah terjemahan dari peningkatan bronchovascular pattern yang artinya gambaran pembuluh darah disekitar bronkus. Dalam keadaan normal, bronchovascular pattern tidak melebihi setengah dari garis vertikal salah satu bagian paru-paru (hemithorax). Pada keadaan tertentu, bronchovascular pattern meningkat melebihi setengah garis vertikal salah satu bagian paru (paru kanan atau paru kiri), termasuk pada bronkitis.

- Pencegahan
Jika Anda telah sering mengalami serangan bronkitis atau berulang, ppenyebabnya mungkin sesuatu di lingkungan Anda. Lokasi yang dingin, lembab - khususnya dikombinasikan dengan polusi udara atau asap rokok - dapat membuat Anda lebih rentan terhadap bronkitis akut. Ketika masalah menjadi berat, Anda mungkin perlu untuk mempertimbangkan perubahan di mana dan bagaimana Anda hidup dan bekerja. Langkah-langkah ini juga dapat membantu menurunkan risiko bronkitis dan melindungi paru-paru secara umum: 1. Hindari merokok dan menjadi perokok pasif. Asap tembakau meningkatkan risiko bronkitis kronis dan emphysema. 2. Cobalah untuk menghindari orang-orang yang telah pilek atau flu. Semakin sedikit Anda terkena virus yang menyebabkan bronkitis, semakin rendah risiko Anda mendapatkannya. Hindari kerumunan orang selama musim flu. 3. Dapatkan vaksin flu tahunan. Banyak kasus bronkitis akut hasil dari influenza, virus. Mendapatkan vaksin flu tahunan dapat membantu melindungi Anda dari flu, yang pada gilirannya, dapat mengurangi risiko bronkitis. 4.Tanyakan kepada dokter tentang pneumonia shot. Jika usia Anda lebih dari 60 tahun atau Anda memiliki faktor risiko seperti diabetes, penyakit jantung dan paru-paru, perlu dipertimbangkan melakukan shot bronkitis. Selain itu, dikenal sebagai vaksin Prevnar dapat membantu melindungi anak-anak terhadap pneumonia. Kami menganjurkan untuk semua anak di bawah usia 2 tahun dan untuk anaku usia 2 hingga 5 tahun yang berada pada risiko tertentu penyakit pneumokokus, seperti mereka yang memiliki kekurangan sistem kekebalan tubuh, asma, penyakit jantung atau anemia sel sabit. Efek samping dari vaksin pneumokokus biasanya kecil dan ringan termasuk rasa nyeri atau bengkak di tempat suntikan. Jika Anda memiliki radang paru-paru atau lebih lima tahun yang lalu menjalankan shot, dokter anda dapat merekomendasikan bahwa Anda mendapatkan satu lagi.

5. Cuci tangan atau menggunakan sanitizer tangan secara teratur. Untuk mengurangi risiko terkena infeksi virus, sering mencuci tangan anda dan membiasakan menggunakan sanitizer tangan. Dan jangan menggosok hidung atau mata Anda. 6.Ketika praktek, memakai masker. Jika Anda harus menghabiskan banyak waktu di sekitar orang lain yang batuk dan bersin, ide yang baik untuk memakai masker yang menutupi mulut dan hidung untuk mengurangi risiko infeksi.

- Penatalaksanaan
Pengelolaan pasien bronchitis terdiri atas dua kelompok : A. Pengobatan konservatif, terdiri atas : 1. Pengelolaan umum Pengelolaan umum ditujukan untuk semua pasien bronchitis, meliputi : a. Menciptakan lingkungan yang baik dan tepat untuk pasien : Contoh : Membuat ruangan hangat, udara ruangan kering. Mencegah / menghentikan rokok Mencegah / menghindari debu,asap dan sebagainya.

b. Memperbaiki drainase secret bronkus, cara yang baik untuk dikerjakan adalah sebagai berikut : Melakukan drainase postural

Pasien dilelatakan dengan posisi tubuh sedemikian rupa sehingga dapat dicapai drainase sputum secara maksimum. Tiap kali melakukan drainase postural dilakukan selama 10 20 menit, tiap hari dilakukan 2 sampai 4 kali. Prinsip drainase postural ini adalah usaha mengeluarkan sputum ( secret bronkus ) dengan bantuan gaya gravitasi. Posisi tubuh saat dilakukan drainase postural harus disesuaikan dengan letak kelainan bronchitisnya,

dan dapat dibantu dengan tindakan memberikan ketukan pada pada punggung pasien dengan punggung jari. Mencairkan sputum yang kental

Dapat dilakukan dengan jalan, misalnya inhalasi uap air panas, mengguanakan obat-obat mukolitik dan sebagainya. Mengatur posisi tepat tidur pasien untuk memudahkan

Sehingga diperoleh posisi pasien yang sesuai drainase sputum. c. Mengontrol infeksi saluran nafas.

Adanya infeksi saluran nafas akut ( ISPA ) harus diperkecil dengan jalan mencegah penyebaran kuman, apabila telah ada infeksi perlu adanya antibiotic yang sesuai agar infeksi tidak berkelanjutan. 2Pengobatan simtomatik Pengobatan ini diberikan jika timbul simtom yang mungkin mengganggu atau mebahayakan pasien. a. Pengobatan obstruksi bronkus Apabila ditemukan tanda obstruksi bronkus yang diketahui dari hasil uji faal paru ( % FEV 1 < 70% ) dapat diberikan obat bronkodilator.

b. Pengobatan demam. Pada pasien yang mengalami eksaserbasi inhalasi akut sering terdapat demam, lebih-lebih kalau terjadi septikemi. Pada kasus ini selain diberikan antibiotic perlu juga diberikan obat antipiretik.

Antitusif Antitusif bekerja menghentikan batuk secara langsung dengan menekan refleks batuk pada sistem saraf pusat di otak. Dengan demikian tidak sesuai digunakan pada kasus batuk yang disertai dengan dahak kental, sebab justru akan menyebabkan dahak sulit dikeluarkan. Ekspektoran

Golongan ini tidak menekan refleks batuk, melainkan bekerja dengan mengencerkan dahak sehingga lebih mudah dikeluarkan. Dengan demikian tidak rasional jika digunakan pada kasus batuk kering, sebab hanya akan membebani tubuh dengan efek samping. Obat golongan ini harus digunakan secara hati-hati pada penderita tukak lambung. Antihistamin Golongan kedua ini merupakan kelompok CTM (chlor-trimeton) .Di kemasan obat, ia lebih sering tampil bergaya dengan nama panjangnya, klorfeniramin maleat. Histamin sendiri merupakan substansi yang diproduksi oleh tubuh sebagai mekanisme alami untuk mempertahankan diri atas adanya benda asing. Adanya histamin ini menyebabkan hidung kita berair dan terasa gatal, yang biasanya dikuti oleh bersin-bersin. Selain berfungsi melawan alergi, antihistamin juga punya aktivitas menekan refleks batuk, terutama difenhidramin dan doksilamin. Sayangnya, obat golongan ini bisa menyebabkan Anda mengantuk pada saat rapat. Dekongestan Di antara beberapa jenis dekongestan, PPA (phenyl propanolamine) merupakan obat yang paling banyak diributkan setelah Ditjen POM (Sekarang Badan POM) menarik obatobat flu yang mengandung PPA lebih dari 15 mg. Di Amerika Serikat, obat ini selain dipakai di dalam obat flu dan batuk, juga digunakan sebagai obat penekan nafsu makan yang dijual bebas. Dalam dosis tinggi, PPA bisa meningkatkan tekanan darah. Jika digunakan terus-menerus, dapat memicu serangan stroke. Untuk mencegah efek buruk inilah, Dirjen POM membuat kebijakan membatasi PPA di dalam obat flu dan obat batuk, maksimal 15 mg per takaran. Tabel-1 berikut bisa Anda jadikan sebagai panduan ringkas dalam memilih obat batuk. Jika batuk Anda Pilihlah yang Contoh obat mengandung Kering (tanpa disertai dahak) Antitusif Dekstrometorfan, atau noskapin Disertai dahak Ekspektoran Bromheksin, gliseril guajakolat (GG, atau guaifenesin), ambroksol, karbosistein, atau ammonium klorida Akibat alergi dan disertai Antihistamin Difenhidramin, klorfeniramin (CTM), dengan hidung meler doksilamin, feniramin, atau tripolidin Disertai dengan napas yang Dekongestan Fenil propanol amin, efedrin, tidak lega pseudoefedrin, etilefedrin, atau fenilefrin Ekspetorasi dahak (sputum) Umumnya sputum mukoid / putih . bila tjd infeksi sekunder pd saluran nafas, sputum berubah mjd mukopurulent atau purulent dan kental. Sering2 ada hemoptysis ringan