Anda di halaman 1dari 8

PENETAPAN KADAR PARASETAMOL MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETRI UV

Di Susun Oleh : KELOMPOK : C.1 ANGGOTA : Nadia Dika Septariani Agustina Kusumastuti Haikal Sofyan Arif Samrotul Chusna Nur Fitria Saraswati KOREKTOR : Rosita Melannisa, Apt., M.Si K 100 090 046 K 100 090 049 K 100 090 053 K 100 090 057 K 100 090 061

LABORATORIUM ANALISIS INSTRUMENT FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2010

Abstrak

II.1

PENDAHULUAN I.1 Tinjauan Pustaka I.2 Tujuan Mampu menetapkan kadar parasetamol menggunakan alat spektrofotometer UV dengan tahapan dan analisa data yang benar.

II.2

METODOLOGI II.1 Alat dan Bahan Alat : Spektrofotometer UV Neraca analitik kepekaan 0,1 mg Beker Glass Labu takar 10,0 ml ; 50,0 ml Pipet volume Pipete tetes Kuvet Mikropipet Kertas saring Corong

Bahan Baku Parasetamol Sampel Parasetamol HCl 0,1 N

II.2 Preparasi Sampel Pembuatan larutan stok baku 0,1 % parasetamol

Ditimbang 10,0 mg parasetamol murni Dimasukkan ke dalam labu takar 10,0 ml Ditambahkan pelarut HCl 0,1N ad 10,0 ml Diaduk sampai larut

Penentuan max

Diambil 60l larutan stok 0,1 % parasetamol Dimasukkan ke dalam labu takar 10,0 ml Ditambahkan pelarut HCl 0,1N ad 10,0 ml Dibaca serapannya pada 200-400 nm

Ditentukan max

Penentuan kurva baku

Dibuat 5 seri konsentrasi dari larutan stok 0,1 % parasetamol (0,0005 % ; 0,0007% ; 0,001% ; 0,0011% ; 0,0012% )

Diambil 5 seri volume ( 50l ; 70l ; 100l ; 110l ; 120l )

Dimasukkan dalam labu takar 10,0 ml Ditambahkan pelarut HCl 0,1N ad 10,0 ml

Dibaca serapannya pada 243 nm

Penetapan absorbansi sampel parasetamol

Ditimbang 100,0 mg sampel parasetamol

Dilarutkan dengan HCl 0,1N , dimasukkan ke dalam labu takar ad 50,0 ml (jika hasil keruh disaring ) Diambil 40l , dan dimasukkan ke dalam labu takar 10,0 ml Dilarutkan HCl 0,1N ad 10,0 ml

Dimasukkan ke dalam kuvet

Dibaca absorbansi pada 243 nm

II.3 Prosedur Resmi Asam , 245 nm , (Clarkes Analysis of Drugs and Poisons Third Edition, 2005 )

III. HASIL dan PERHITUNGAN Harga Larutan stok yang dibuat : 0,1 % Perhitungan : Pengenceran 1000x V1 x C1 = V2 x C2 V1 x 0,1% = 10ml x 0,001 % V1 = 0,1 ml = 100 l Penentuan max Konsentrasi larutan : A =xbxc 0,4 = 668 x 1 x c C= = 0,0006 % V1 x C1 = V2 x C2 10 ml x 0,0006% = V2 x 0,001 % V2 = 0,06 ml = 60 l Jadi , diambil 0,06 ml larutan stok (0,1 %) ditambah pelarut HCl 0,1N ad 10 ml. , pelarut HCl 0,1N

Data pencarian max = 243,0 nm , Absorbansi = 0,265 Berdasar data diatas , maka maks = 243 nm

Pembuatan Kurva Baku Dibaca pada = 243 nm Volume larutan stok (l) 50 70 100 110 120 Volume akhir larutan ( ml ) 10 10 10 10 10 Konsentrasi larutan (%) 0,0005 0,0007 0,0010 0,0011 0,0012 Abs . 1 0,210 0,289 0,454 0,458 0,643 Abs . 2 0,208 0,278 0,452 0,457 0,615 Abs . rata-rata 0,209 0,2835 0,453 0,4575 0,629

A = -0,084 B = 544,70 r = 0,965 Persamaan regresi linier : Y = Bx + A Y = 544,70x 0,084 Perhitungan konsentrasi sampel 1. Data Orientasi : Dibaca pada = 243 nm Berat kertas kosong Berat kertas + zat Berat kertas + zat sisa Berat zat Dilarutkan dalam 50 ml Larutan dibaca ( 40l ad 10 ml ) Pengenceran : 1000x Abs 1 Abs 2 Abs 3 = 0,444 =0,444 =0,443 = 243 mg = 346 mg = 246 mg = 100 mg

Konsentrasi sampel hasil orientasi : 0,4436 = 544,70x-0,084 0,5276 = 544,70 x x = 0,00097 2. Data replikasi Penimbangan sampel : Kertas kosong (mg) Kertas + zat Kertas + zat sisa Dibaca pada = 243 nm Dilarutkan dalam . ml 50 50 50 Larutan yang dibaca (.l adml) 40 l ad 10ml 40 l ad 10ml 40 l ad 10ml Y = 544,70x 0,084 Pengenceran (..X) 1000 1000 1000 Abs . 1 0,420 0,496 0,422 Abs . 2 0,419 0,496 0,418 Abs . 3 0,417 0,498 0,432 Abs ratarata 0,4186 0,4966 0,424 Replikasi 1 240,3 340,6 241,8 98,8 Replikasi 2 237,5 337,7 238 99,7 Replikasi 3 240,6 340,7 241,0 99,7

No . 1 2 3

Konsentrasi sampel : 1. 0,4186

0,4186 = 544,70x-0,084 0,5026= 544,70 x x = 0,00092 2. 0,4966 0,4966 = 544,70x-0,084 0,5806= 544,70 x x = 0,000106 3. 0,424 0,424 = 544,70x-0,084 0,508 = 544,70 x x = 0,00093 konsentrasi rata-rata =

Penentuan kadar , fp = 1000x

III.2