Anda di halaman 1dari 44

DAFTAR ISI

NAMA PERCOBAAN
Halaman
1.

PERCOBAAN MELDE

2. RESONANSI

3. KISI DIFRAKSI

10

4. HUKUM FARADAY

13

5. GAYA LORENTZ

18

6. TRANSFORMATOR

21

7. RANGKAIOAN R-L-C

27

8. HUKUM BIOT SAVART

31

PERCOBAAN MELDE
(P.1)
A.Standar kompetensi
1. Menerapkan konsep dan prinsip gejala gelombang dalam
menyelesaikan masalah
B. Tujuan percobaan

Menentukan hubungan tali (F) dengan cepat rambat


gelombang (v)

Menentukan hubungan massa persatuan paqnjang tali


() dengan cepat rambat gelombang

Mengukur frekuensi getar/ frekuensi listrik PLN

C. Alat dan Bahan :


1. Vibrator
2. Benang kasur
3. Katrol Statif
4. Beban gantung 55 g s/d 75 g
5. Neraca analitis
6. Power Suply AC
7. Mistar Ukur

D. Landasan teori
Gelombang merupakan hetaqran energi yang merambat.
Gelombang yang perambatannya membutuhkan mdium
disebut gelombang mekanik. Mediumnya dapat berupa zat
padat , cair dan gas. Dalam percobaan ini mdium yang
digunakan adalah zat padat berupa tali , atau sering disebut
melde
Menurut melde ,cepat rambat gelombang pada tali dipengaruhi
oleh tegangan dan massa persatuan panjang tali. Dengan
persamaan matematis
V = .
Cara Kerja :
1. Pasang alat alat seperti gambar dibawah.
2. Variasi massa beban yang dapat digantungkan adalah
50, 55, 60, 65, 70 ( dalam gram )
3. Gunakan tali yang sudah disediakan dalam beberapa
ukuran panjang. Usahakan tidak memotong atau
mengurangi panjang tali.

4. Gunakan tegangan AC masukan dengan nilai


secukupnya. Mulailah dari 3 Vac. Jika belum cukup
barulah gunakan nilai nilai yang lebih tinggi.
5. Jika rangkaian telah siap, nyalakan vibrator, kemudian
lakukan penggeseran letak vibrator mendekati atau
menjauhi beban sampai diperoleh gelombang tranversal
stasioner yang baik. Usahakan untuk mendapatkan 2
dalam tali.
6. Dengan menggeser letak vibrator kearah beban,
dapatknlah nilai 2 , 1 , 1 , dan .
7. Lakukan percobaan sesuia langkah 1 s/d 6 sekali lagi,
tetapi dengan massa beban dan panjang tali yang
berbeda. Isikan data yang kau dapat dalam tabel 2.

Catu B
Day
a

Vibrator
Sebelum melakukan percobaan, hitung panjang tali dan massa
tali.

Data pengamatan
No

Massa beban

Jumlah

Jumlah

Panjang

(kg)

simpul

perut

A-B

1
2
3
4
Kesimpulan
1. Dari hasil olah data pengamatan, apakah massa beban
mempengaruhi jumlah simpul dan perut pada dawai ?
..........................................................................................
....................................
2. tentukan panjang gelombang yang terjadi untuk tiap
massa beban
1= ...........

2=............
4=.............

3=............

=
=..............
4
3. Dari olah data diatas, berapa besar cepat rambat
gelombang pada tali
5

V1=............

v2 =...........
v4=....................

v3=............

v =
v =..............
4
Bagaimana hubungan antara v , F dan massa beban secara
matematis !!!
......................................................................................................
...........

RESONANSI
(P.2)
6

A. Standar Kompetensi
1. Menerapkan konsep dan prinsip gejala gelombang dalam
menyelesaikan masalah
B. Tujuan percobaan
Menentukan cepat rambat gelombang bunyi diudara
C. Alat dan bahan
1. Tabung resonansi
2. Sumber bunyi
3. Mistar ukur, termomenter jangka sorong dan air
D. Landasan teori
Resonansi adalah peristiwa ikut bergetarnya suatu benda
akibat getaran benda lain. Syarat terjadinya resonansi adalah
kedua benda harus memiliki nilai frekuensi yang sama atau
kelipatannya.
Dalam percobaan ini, siswa diharapkan menganalisa terjadinya
resonansi pada kolom udara. Bila diatas permukaan tabung
resonansi terdapat sumber getar, maka molekul-molekul udara
dalam kolom tabung akan ikut bergetar, sehingga akan timbul
suara yang nyaring. Hal ini terjadi jika. Tepat paa permukaan
air terbentuk simpul gelombang, sementara ujung tabung
bagian atas sebagai perut gelombangnya.
Cara kerja dan data pengamatan

Lakukan percobaan untuk menentukan cepat rambat bunyi


diudara melalui tabung resonansi.
Susun alat resonansi seperti pada gambar

speaker

turun kan air dalam tabung resonansi secara perlahan


catat kedalaman air setiap tabung berdering keras,
ulangi hingga mendapatkan 4 nilai L, untuk tiap
frekuensi .catat frekuensi audio pada AFG

reservoir
Data pengamatan
Panjang kolom udara
No
L0
L1
L2

F
Sumber
Hz

1
2
3
4
Kesimpulan
1. dari hasil olah data diatas, tentukan panjang gelombang
bunyi untuk tiap-tiap frekuensi sumber
1 =........
4 =.................

2 =..............

3 =.................

AFG
AFG

2. dari hasil olah data percobaan, hitunglah cepat rambat


bunyi diudara pada saat percobaan ini
v1 =........
=................
vrata-rata =

v2 =...............
v4=...............

v3

v1 + v2 + v3 + v4
=..................
4

3. Apakah data panjang kolom udara dalam tabung hasil


percobaan, sesuai dengan teori resonansi bunyi dalam
tabung ? jelaskan disertai rumus menentukan panjnag
kolom ( L )!
..........................................................................................
....................
..........................................................................................
....................
..........................................................................................
....................
4. Buktikan bahwa nilai = 2 (L2 L1)
..........................................................................................
....................
..........................................................................................
....................
5. Jika frekuensi sumber belum diketahui, bagai mana caranya
menentukan frekuensi sumber?
9

.........................................................................................
...........................
.........................................................................................
...........................
.........................................................................................
...........................
E. Kesimpulan
..........................................................................................
..........................
.........................................................................................
...........................
.........................................................................................
...........................
.......................................................................................

KISI DIFRAKSI
( P.3 )
A. Standar Kompetensi
1. Menerapkan konsep dan prinsip gejala gelombang dalam
menyelesaikan masalah
B. Tujuan percobaan
Menentukan panjang gelombang cahaya monokromatis
melalui kisi difraksi
10

C. Alat dan bahan


1. lampu

1 buah

2. catu daya

1 buah

3. Mistar

1m

4. Kisi

1 buah

5. Lensa dengan f= 6 cm

2 buah

6. Filter warna

1 buah

D. Landasan Teori
Kisi difraksi adalah alat yang sangat berguna untuk
menganalisis sumber-sumber cahaya. Kisi terdiri dari banyak
cahaya sejajar berjarak sama. Sebuah kisis dibuat dengan
membuat goresan garis-garis sejajar pada sekeping kaca dengan
menggunakan teknik mesin yang presisi. Celah diantara
goresan adalah transparan terhadap cahaya dan karena itu
berfungsi sebagai pemisah. Sebuah kisi dapat memiliki ribuan
garis/ goresan percenti. Dari data itu kita dapat menentukan
jarak antar celah atau tetapan kisi (d). jika terrdapat N garis
pesatuan panjang, maka tetapan kisi d adalah kebalikan dari N.
Atau
d=
Gambar rangkaian percobaan

11

1
,
N

d Sin = n

Cara kerja
1. Susun rangkaian seperti gambar
2. sebelum kisi terpasang, atur lampu dan lensa hingga
terbentuk bayanhgan tajam dan terang pada layar. Putar
lampu agar bayangan filamen vertikal
3. tentukan tetapan kisi yang akan dipakai dengan membaca
angka yang tertera pada masing-masing jendela kisi
4. pasang dan ukur jarak kisi kelayar
5. ukur jarak terang pusat keterang kiri dan terang kanan
6. ulangi kegiatan diatas dengan variasi orde dan jarak kisi
kelayar.
12

Data pengamatan
Ord Jara Jumla
o ke
k
h
n
kisi goresa
ke
n
laya (m-1)
r
(m)
n
L
d=
1/N

Jarak
teran
g
dikiri
(m)

Jarak
teran
g di
kana
n
(m)

Jarak
teran
g
ratarata
(m)

P1

P2

Sin

kir
i

(m
)

kana
n

1
2
3

Kesimpulan
1. dari data hasil percobaan, tentukan nilai dari panjang
gelombang cahaya pada sumber?
..........................................................................................
....................
..........................................................................................
.................

13

2. faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi jarak-terang


ordo ke n dari terang pusat....
..........................................................................................
.................
..........................................................................................
....................

HUKUM FARADAY
(P.4 )
A. Standar kompetensi
14

2. Meneraqpkan konsep kelistrikan dan kemagnetan dalam


berbagai penyelesaian masalah dan
produk teknologi
B. Tujuan percobaan

Menunjukan adanya gaya gerak listrik (ggl)pada saat


terjadi perubahan fluk magnetik didalam suatu
kumparan.

Membuktikan bahwa besarnya ggl bergantung pada laju


perubahan fluk magnetik

C. Alat dan bahan


1. Magnet batang ( 2 buah)
2. Kumparan 500 lilitan
3. Kumparan 1000 lilitan
4. Kumparan 1500 lilitan
5. Kumparan 2000 lilitan atau
kelipatannya
6. Voltmeter
7. Papan rangkaian
8. Kabel penghubung.
D. . Landasan Teori
Gaya gerak listrik imbas atau disingkat ggl imbas
adalah sumber beda potensial yang dibangkitkan dari
perubahan fluks magnetik. Gejala ini dijelaskan oleh Faraday
15

yang kemudian dikenal dengan hukum Faraday. Pada intinya,


hukum

Faraday

menjelaskan

bahwa

ggl

imbas

yang

ditimbulkan tergantung pada jumlah lilitan dan perubahan fluk


magnetik dalam setiap detik.
Contoh penggunaan prinsif hukum Faraday ini dapat
kita jumpai pada alat yang sederhana, yaitu dinamo sepeda,
dapat kita perhatikan semakin cepat roda sepeda berputar
semakin terang nyala lampu sepeda.
E. Kerja dan Data Pengamatan :
Kegiatan 1
1. Susun rangkaian seperti pada gambar

16

2. hubungkan kumparan 500 dengan volmeter menggunakan


kabel penghubung
3. gerakan magnet kedalam kumparan, amati gerakan jarum
volmeter
1) kearah mana jarum menyimpang?...................
17

2) berapa besar simpangannya (V)?...................


4. gerakan magnet keluar kumparan, amati gerakan jarum
voltmeter
1) kearah mana jarum menyimpang?...................
2) berapa besar simpangannya (V)?...................
5. Baliklah kutub-kutub magnet, gerakan lagi seperti langkah
3 dan 4, amati kembali apa yang terjadi dengan jarum
voltmeter ?. Jelaskan !, apa arti dari perubahan yang terjadi
pada

jarum

votmeter ?. .............................................................................
.......................................................
6. Ulangi langkah-langkah di atas dengan kumparan 1000,
1500 dan 2000,catat hasil percobaan
7. ulangi langkah- langkah diatas tetapi dengan irama yang
lebih cepat saat magnet masuk
Amati

kembali

apa

yang

lalu keluar
terjadi

kumparan.

dengan

jarum

voltmeter ?. ............................................................................
........................................
8. Jelaskan !, apa yang terjadi di dalam kumparan saat
itu ?. .......................................................................................
.............................

18

9. Jelaskan tentang hasil pengamatan dari kegiatan 1 di


atas !. .....................................................................................
................................................................................................
.............................................
Tabel.1 hasil pengamatan
Jumlah
lilitan

Skala maksimum simpangan jarum


Gerakan biasa saat
Gerakan cepat saat
magnet
Masuk
Keluar
kumparan

kumparan

magnet
Masuk
Keluar
kumparan

kumparan

500
1000
1500
2000
Kegiatan 2 :
2. Berikutnya lakukan percobaan dengan menggunakan
kumparan 500 lilitan, sedangkan kedua magnet yang
disediakan digabung menjadi satu. Seperti gambar
berikut !.

2. Ulangi langkah 2 hingga 7 seperti pada kegiatan 1.


3. Catat hasil pengamatanmu pada tabel berikut
19

Tabel.2 hasil pengamatan


Jumlah
Skala maksimum simpangan jarum
Gerakan biasa saat
Gerakan cepat saat
lilitan
magnet
magnet
Masuk
Keluar
Masuk
Keluar
kumparan

kumparan

kumparan

kumparan

500
1000
1500
2000
3. Tuliskan pendapat kalian tentang data pada tabel 2 di
atas !. ...............................................................................
..........................................................................................
..........................................................................................
..........................................................................................
...............................................
F. Kesimpulan.
Dari seluruh hasil pengamatan kalian, faktor apa sajakah
yang
mempengaruhi
besar
kecilnya
ggl
imbas?. ...................................................................................
................................................................................................
................................................................................................
................................................................................................
.............................................................................................
20

Tulis dalam bentuk persamaan, hasil pengamatan kalian


berikut
keterangannya !.

.....................................................................

..................................................

21

GAYA LORENTZ
( P. 5)
A. Standar kompetensi
2. Menerapkan konsep kelistrikan dan kemagnetan dalam
berbagai penyelesaian masalah dan
produk teknologi
B. Tujuan percobaan
Menyelidiki terjadinya gaya lorentz
C. Alat dan Bahan
1. papan rangkaian
1 buah
2. saklar 1 kutub
1 buah
3. kabel penghubung merah dan hitam masing-masing
1 buah
4. magnet batang

2 buah

1 buah
5. penjepit steker
1 buah
6. catu daya
D. Landasan Teori

22

atau magnet U

Gaya lorentz adalah gaya yang timbul pada kawat berarus


yang terletak didalam medan magnet. Arah geya ini dapat
di tentukan dengan menggunakan kaidah
tangan kanan
Dengan

I= arah kuat arus


B=arah kuat medan magnet
F= arah gaya lorentz

Besarnya gaya lorentz secara matematis


Dapat ditulis

F = Bil sin

Aplikasi gaya lorentz ternyata sudah banyak dimanfaatkan


untuk sains dan teknologi, duiantaranya pada motor listrik,
galvanometer, siklotron , spektrometer dan yang lainnya.
E. Cara Kerja dan data pengamatan
1. Susunlah rangkaian seperti gambar

alumunium foil
batang magnet
papan rangkaian

23

2. tekan saklar pada posisi ON, amati gerakan alumunium


folil, kemana arah gerakannya. OF kan Saklar.
3. balikan arah kutub magnet, ON kan kembali saklar,
amati kembali gerakan aluminium folil. OF kan saklar
4. balikan arah kuat arus dengan menukar tempat kabel
hitam pada etmpat kabel merah dan sebaliknya, amati
kembali gerakan aluminium foil ,kemana arak
gerakannya
Hasil pengamatan
Tabel .1
No

Posisi

magnet
Magnet tidak

diputar
Magnet

Arah arus sama


Arah gerakan

Arah arus dibalik


Arah gerakan

aluminium

aluminium

diputar
F. Kesimpulan
Dari data hasil percobaan tuliskan persamaan untuk
menentukan arah gaya lorentz berikut penjelasanya?

24

................................................................................................
.................
................................................................................................
.................
................................................................................................
....................
Tuliskan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi besar
nilai gaya lorentz
................................................................................................
.................
................................................................................................
.................
................................................................................................
.................

25

TRANSFORMATOR
(P.6)
A. Standar Kompetensi.
2. Menerapkan konsep kelistrikan dan kemagnetan dalam
berbagai penyelesaian masalah
dan produk teknologi
B. Tujuan Percobaan :
Mempelajari prinsif kerja dari tansfrmator
C. Alat dan Bahan

Kumparan 300 lilitan

Kumparan 600 lilitan

Kumparan 1200 lilitan

Kumparan 12000 lilitan

Kabel penghubung

Voltmeter AC 0-100 VAC (2 buah)

Teras besi lunak

Power supply

D. Landasan Teori

26

Kita tidak bisa langsung menggunakan tegangan listrik


yang dihasilkan pembangkit tenaga listrik, karena tegangan
yang dihasilkan pembangkit sangat besar sekali sekitar puluhan
bahkan ratusan kilovolt. Untuk itu diperlukan suatu alat yang
dapat

menyesuaikan

kebutuhan

tegangan

listrik

dalam

kehidupan sehari-hari, alat tersebut dinamakan transformator.


Dalam proses transmisi tenaga listrik sampai ke rumah-rumah,
pabrik-pabrik dan sebagainya banyak sekali digunakan
transformator-transformator yang dapat menurunkan tegangan
yang dihasilkan pembangkit tenaga listrik sehingga besar
tegangan yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan rumah
tangga atau pabrik, tegangan yang dibutuhkan dalam rumah
tangga sekitar 220V, tranformator yang dapatdigunakan untuk
menurunkan tegangan disebut transformator step dwon.
Terkadang kitapun memerlukan tegangan yang lebih besar dari
tegangan yang ada dirumah, untuk itu kitamemerlukan
transformator yang dapat menaikan tegangan, transformator ini
disebut transformator step up.
Transformator memiliki dua bagian kumparan, yaitu
kumparan primer dan kumparan sekunder dan bekerja
berdasarkan prinsif induksi elektromagnetik. Perubahan arus
pada kumparan primer akan menimbulkan perubahan fluks
27

magnetik, sehingga timbul ggl induksi pada kumparan tersebut


yang kemudian melalui inti besi diteruskan ke kumparan
sekunder, sehingga dalam kumparan sekunderpun terjadi
perubahan fluks magnetik yang menghasilkan ggl induksi.
Pada tansformator ideal, daya listrik yang masuk pada
kumparan primer sama dengan daya kistrik yang dihasilkan
kumparan sekunder, sehingga berlaku :
Ps = Pp VpIp = VsIs
Pada kenyataannya, daya listrik yang dihasilkan pada
kumparan sekunder selalu lebih kecil dari pada daya listrik
yang masuk pada kumparan primer, hal ini disebabkan adanya
daya listrik yang berubah menjadi kalor. Perbandingan daya
listrik yang dihasilkan pada kumparan sekunder dengan daya
listrik yang dihasilkan kumparan primer disebut efisiensi
transformator, dirumuskan :

Ps
x100%
Pp

Untuk transformator ideal = 100% .


E. Kerja dan Data Pengamatan :
28

Kegiatan :

AC

DC

1) Susunlah alat-alat seperti gambar di atas, dengan


kumparan P terdiri dari 1200 lilitan dan kumparan S
terdiri dari 12000 lilitan. Hubungkan P pada tegangan
12 Vac. Berapa volt penunjukan jarum voltmeter pada
kumparan
S ?. ...................................................................................
......................................... Volt.
2) Ulangan langkah 1 dengan variasi jumlah lilitan dan
catat hasilnya ke dalam tabel berikut !.
Tabel :

29

No.

Np

Ns

1.

1200

12000

2.

1200

1200

3.

1200

600

4.

1200

300

Vp

Vs

Ns
Np

Vs
Vp

Ns / N p
Vs / V p

3) Bagaimana pendapatkalian tentang perbandingan :

Ns
Np

Vs
Vp
?. .....................................................................................
..........................................................................................
.........................................................................................
dan

4) Perhatikan kolom

Ns / N p

, bagaimana
Vs / V p
kecenderungannya ?. .......................................................
..........................................................................................
..........................................................................................
.............................

5) Berdasarkan definisi tentang efisiensi, carilah hubungan


antara jumlah lilitan dan kuat arus dalam tiap
kumparan !. ......................................................................
..........................................................................................
30

..........................................................................................
..........................................................................................
..........................................................................................
..........................................................................................
........
6) Bagaimana jika dalam percobaan di atas ujung-ujung
kumparan primer dihubungkan dengan sumber
DC ?. ................................................................................
..........................................................................................
..........................................................................................
..........................................................................................
..............................................

F. Kesimpulan
Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil pengamatan dan
jawaban pertanyaan-pertanyaan, buatlah kesimpulan tentang
transformator !. ............................................................................
......................................................................................................
......................................................................................................
......................................................................................................
......................................................................................................
......................................................................................................
31

......................................................................................................
......................................................................................................
...........................................

32

RANGKAIAN R-L-C
(P.7)
A. Standar Kompetensi.
2. Menerapkan konsep kelistrikan dan kemagnetan dalam
berbagai penyelesaian masalah
dan produk teknologi
B. Tujuan Percobaan :
Menunjukan adanya hubungan antara tegangan resistor,
induktor dan tegangan kapasitor dengan tegangan total
C. Alat dan bahan
1.

kumparan 1000 lilitan

1 buah

2. Resistor 100 ohm

1 buah

3. kapasitor 1 mikrofarad

1 buah

4. papan rangkaian

1 buah

5. multimeter

1 buah

6.

jembatan penghubung

1 buah

7. inti besi saklar 1 kutub

1 buah

8. kabel penghubung

2 buah

9. audio generator

1 buah

D. Landasan teori

33

Rangkaian R-L-C ini termasuk dalam rangkaian arus bolak


balik. Rangkaian ini terdiri dari resistor R, induktor L, dan
kapasitor C yang disusun seri lalu ujung-ujung komponen
terhubung dengan beda potensial V. Jika nilai hambatan L
(XL )= hambatan kapasitor (Xc), maka nilai impedansi
rangkaian sama dengan nilai R, dengan demikian arus
rangkaian maksimum dan akan timbul resonansi. Jika nilai
XL lebih besar dari XC, maka rangkaian akan bersifat
induktif, artinya tegangan mendahului arus sebesar 90o dan
sebaliknya.
Hubungan antara tegangan total ,tegangan resistor dan
kedua tegangan yang lain dapat disederhanakan dalam satu
formula yaitu
VT = ...............................................
E. Kerja dan data pengamatan
1. susunlah rangkaian seperti gambar berikut ini

34

2. atur volmeter pada batas ukur 10 V ac


3. atur AFG dalam keadaan off: skala tegangan 10 x
10vrms, bentuk gelombang sinus soidal dan frekuensi
awal 100 hz (10 x 10)
4. hubungkan rangkaian keaudio AFG dengan kabel
penghubung
5. Nyalakan AFG,
6. On kan saklar, ukur VR, VL, dan VC, lalu ukur Vtotal (jika
tidak paham tanya pada instruktur)
35

7. Ulangi langkah ke 6 dengan mengubah frekuensi


menjadi 500 lalu 1000 hz
8. Isikan hasil pengamatanmu pada tabel
Tabel Data pengamatan
N

Frekuensi

Hz

100

500

1000

(VT)

(VR )

(VL)

(VC)
2

VR + (VL VC ) 2

Rata-rata
Pertanyaan dan kesimpulan
1. dari data, bandingkan hasil rata-rata nilai VT dengan
2

VR + (VL VC ) 2 ?apakah sama atau berbeda jauh

..
2. jika frekuensi diperbesar dua kali, maka nilai

dari
A. tegangan resistor ?...................
B. tegangan induktor ?......................
C. tegangan kapasitor?.....................

36

3. Gambarkan diagram fasor tegangan dan arus pada


rangkaian R-L-C
4. kesimpulan dari percobaan ini
adalah..............................................
..........................................................................................
...............
..........................................................................................
..................
..........................................................................................
...............

37

HUKUM BIOT-SAVART
(P.8)
A. Standar Kompetensi.
2. Menerapkan

konsep kelistrikan dan kemagnetan dalam

berbagai penyelesaian masalah


dan produk teknologi
B. Tujuan Percobaan :
Menentukan hubungan antara kuat arus listrik yang mengalir
pada suatu kawat penghantar terhadap kuat medan magnet.
C. Alat dan Bahan

Sumber arus searah

Amperemeter DC 0 5 A

Reostath

Kawat penghantar

Kabel penghubung

Magnet kompas
38

D. Landasan Teori
Hans Christian Oersted menganati bahwa jarum kompas
akan menyimpang bila berada di dekat kawat berarus listrik.
Hal ini membuktikan bahwa disekitar medan listrik terdapat
medan magnet. Medan magnet adalah medan vektor, artinya
besaran yang dilukiskan medan tersebut adalah besaran vektor.
Besaran vektor medan magnet ini biasanya disebut induksi
magnet yang dinyatakan dengan vektor B.
Seperti halnya medan listrik, medan magnet dapat
dilukiskan dengan garis-garis yang dinamakan garis induksi
magnet, yaitu garis yang arah garis singgung pada setiap
titiknya menyatakan arah induksi magnet B di titik tersebut.
Besar vektor induksi magnet B menyatakan rapat garis induksi,
yaitu banyaknya garis induksi magnet yang malalui satu satuan
luas bidang yang tegak lurus arah medan di titik itu, yang
disebut juga fluks magnet ( ) dan memiliki satuan Weber
(W), sedangkan banyaknya garis induksi magnet persatuan luas
inilah yang disebut induksi magnet atau rapat fluks magnet (B)
yang satuannya adalah Weber/meter2 atau Tesla (T).

39

Setelah penemuan Oersted, kemudian Biot dan Savart


merumuskan indusi magnet B disuatu titik yang ditimbulkan
oleh arus listrik. Perumusan Biot dan Savart ini selanjutnya
disebut Hukum Biot-Savart.
E. Kerja dan Data Pengamatan :
Kegiatan 1 :
1. Letakan magnet kompas sedemikian rupa sehingga
menunjukan arah utara selatan
2. Rentangkan kawat konduktor lurus dari bahan tembaga
diatas magnet kompas pada jarak sedekat mungkin.
Lihar gambar di bawah !.

Kawat penghantar
kompas
kabel penghubung

kaber

pengubung

40

Amperemeter DC

Power Suplly

Reostath
3. Alirkan arus listrik, kemudian amati, apa yang terjadi
dengan

jarum

kompas

?.

4. Dengan menentukan jarak antara magnet kompas


dengan kawat penghantar yang tetap (2 cm), variasikan
nilai arus listrik yang mengalir pada kawat penghantar
dengan cara menggeser-geser penggeser reostath (baca
penunjukan jarum amperemeter), amati perubahan besar
sudut simpangan dari magnet kompas. Isikan hasil
pengamatan kalian pada table berikut !.
Tabel 1.
Jarak magnet kompas terhadap kawat 2 cm.
Nilai

Simpangan

Arah

simpangan Arah arus listrik

Arus

magnet

magnet

(A)

jarus (o)

terhadap arah arus penghantar.


listrik.

jarum dalam

kewat

Nyatakan Nyatakan ke ke

ke Barat atau ke Utara


Timur

Selatan

41

atau

ke

Dari data dalam tabel 1 :


Semakin

besar

arus

yang

dialirkan,

semakin ............................... sudut simpangan magnet kompas.


Ini berarti bahwa semakin kecil arus yang dialirkan, akan
semakin .................... induksi magnet yang ditimbulkan.
Kegiatan 2 :
1. Dengan nilai arus tetap ( 2,5 Ampere) dan arah arus ke
Utara, variasikan jarak antara magnet kompas terhadap
kawat tembaga lurus
2. Isikan hasil pengamatan kalian pada taber 2.
Tabel 2
Kuat arus listrik = 2,5 A dengan arah ke Utara.
Jarak

Sudut simpangan magnet

Arah simpangan jarum

(cm)

kompas

megnet terhadap arus

(o)

listrik
42

Dari data dalam tabel 2 :


Semakin jauh jarak magnet kompas terhadap kawat berarus,
maka semakin ...................... sudut simpangan magnet kompas.
F. Kesimpulan.
Dari data dalam tabel 1 dan 2 dapat disimpulkan bahwa besar
induksi magnet (B) disuatu titik disekitar kawat berarus
ditentukan oleh :
1. ..........................................................................................
.................
2. ..........................................................................................
.................
43

Tuliskan hubungan diatas dalam bentuk persamaan dengan


konstanta k = 2 x 10-7 Wb A-1 m-1
......................................................................................................
.................
Tuliskan

satuan

dari

Induksi

magnet

(B) !. ...........................................................................
Jika arah arus dibalik, bagaimana dengan arah simpangan
magnet kompas ?.

44