Anda di halaman 1dari 36

-;;o;; ;; ;;o;; ;; ;;o;; ;;; ;;o;; ;; ;;o;; ;; ;;o;; ;;; .;;.;;.;;.;;.;;.;; .;;.;;.;;.;; .;;.;;.;;; .;;.;;.;;.;;.;;.;; .;;.;;.;;; .;;.;;.;;.;;.;;.

.;;.;;.;;.;; ;;;;;;o;;;;; .;;.;;.;;.;;.;;.;; ;.;;.;;; .;;.;;.;;.;;.;;.;; .;;.;;.;;; .;;.;;.;;.;;.;;.;;

.;;.;;.;;; );;.;;.;;.;;.;;.;;

.;;.;;.;;; .;;.;; .;

.;;.;;.;;;-;;o;; ;; ;;o;; ;; ;;o;; ;;; ;;o;; ;; ;;o .;;.;;.;;; .;;.;;.;;.;;.;;.;; .;;.;;.;;;;;o;;;;;;o;;;; .;;.;;.;;;-;;o;;;;;;o;;;;;;o;; .;;.;;.;;; .

.;;.;;.;;; .;;.;;.;;.;;.;;.;;

.;;.;;.;;;;;.;;.;;.;;.;;.;;

.;;.;;.;;; .;;.;;.;;.;;.;;.;;

;;o;;;;;;;o;;;;;;o;;;;;;o;;;;;;;o;;;;;;o;;;;;;o;;;;; );;.;;.;;.;;.;;.;; ;;;;;o;;;;;;o;;;;;;o;;;;; .;;.;;.;;.;;.;;.;; ;;.;;.;;.;;.;;.;; ;.;;.;;.;; ;;

.;;.;;.;;;;;o;;;;;;o;;;;;;o;;;;; .;;.;;.;;.;;.;;.;;

.;;.;;.;;; ;;o;; ;; ;;o;; ;; ;;o;; ;;; ;;o;; ;; ;;o;; ;; ;;o;; ;;; ;;o;; ;; ;;o;; ;; ;;o;; ;;; .;;.;;.; .;;.;;.;;; .;;.;;.;;.;;.;;.

.;;.;;.;;;;;o;;;;;;o;;;;;;o;;;;;;;o;;;;;;o;;;;;;o;;;;; .;;.;;.;;.;;.;;.;;

.;;.;;.;;; ;;o;; ;; ; ;o;; ;; ; ;o;; ;;; ; ;o;; ;; ; ;o;; ;; ; ;o;; ;;; ; ;o;; ;; ; ;o;; ;; ; ;o;; ;;; ; ;o;; ;; ; ;o;; ; ; ; ;o;; ; ;; ; ;o;; ;; ; ;o;; ;; ; ;o;; ;;; KATA PENGANTAR Alhamdulillah, puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah

melimpahkan taufik dan hidayahnya, sehingga kami dapat menyusun dan menyajikan makalah ini. Permasalahan yang kami akan kemukakan adalah mengenai Gigi Tiruan Alternatif. Dari kasus ini dapat kita simpulkan bahwa diperlukannya suatu piranti yang dapat mengembalikan kembali fungsi estetik, fonetik dan mastikasi pasien. Ada beberapa hal yang akan kami bahas,selain berbagai jenis dari gigitiruan alternatif, pada makalah ini akan dibahas cara mendiagnosa dalam bidang Prosthodontic, perawatan dan jenis gigi tiruan yang ditawarkan pada pasien hingga instruksi pasca perawatan. Kami menyadari dengan sepenuhnya bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kami mengharapkan saran dan kritik untuk penyempurnaan makalah ini. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa selalu memberikan kita dengan rahmat-Nya dan makalah ini kami sampaikan dengan harapan dapat memenuhi apa yang diharapkan.

Makassar, 15 Oktober 2012

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...1 DAFTAR ISI...2 BAB I PENDAHULUAN... LATAR BELAKANG...3 TUJUAN PENULISAN...4 BAB II PEMBAHASAN...5 FAKTOR PENYEBAB PERUBAHAN WARNA PADA GIGITIRUAN...5 PENYEBAB GIGI 11, 23 MENGALAMI KERUSAKAN MAHKOTA YANG PARAH...6 PENYEBAB KERUSAKAN TULANG DISEKITAR AKAR GIGI 11 DAN 23 ...7 CARA MENDIAGNOSA DAN DIAGNOSA PADA KASUS...8 CARA PEMBUATAN SURAT RUJUKAN...12 RENCANA PERAWATAN DAN ALTERNATIF PERAWATAN...15 INDIKASI DAN KONTRAINDIKASI PERAWATAN ...21

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN PERAWATAN...24 GAMBAR DESAIN PERAWATAN...27 PROGNOSIS PADA KASUS.28 FORMAT SURAT PERINTAH KERJA...28 INSTRUKSI PASCA PERAWATAN...29 BAB III PENUTUP...31 KESIMPULAN...31 DAFTAR PUSTAKA...32

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Kehilangan dan kerusakan gigi anterior, khususnya anterior rahang atas karena kelainan bentuk, posisi, warna, dan susunan gigi, dapat menimbulkan gangguan estetik tidak saja pada gigi geligi tetapi juga penampilan wajah. Perawatan untuk memperbaiki estetis secara teoritis dalam hal penentuan desain, pemilihan warna, bentuk dan ukuran serta penyusunan gigi dapat menghasilkan gigitiruan sebagian lepasan secara estetis sesuai dengan keinginan dan kondisi pasien. Gigitiruan sebagian lepasan terdiri atas konvensional dan imidiat. Secara konvensional, gigitiruan dibuat dan dipasang setelah luka bekas pencabutan sembuh sedangkan secara imidiat, gigitiruan dibuat sebelum gigi asli yang mempunyai kelainan dicabut dan segera dipasangkan setelah pencabutan. Motivasi utama pasien dibuatkan gigitiruan sebagian imidiat pada gigi anterior, karena paseien tidak mau kelihatan ompong yang dapat menyebabkan terjadinya perubahan pada penampilan wajah. Gigitiruan imidiat dibuat pada pasien dengan keadaan gigi
3

asli yang tidak dapat dipertahankan untuk keperluan estetis terutama kelainan pada gigi anterior sehingga pasien menghendaki gigi dicabut. Dalam Glossaryof prosthodontic,gigitiruan secara estetik baik adalah gigitiruan yang dapat meningkatkan penampilan, kecantikan, rasa percaya diri dan cirri-ciri alami pasien. Pembuatan gigitiruan imidiat pada kerusakan gigi anterior merupakan suatu perawatan pilihan, karena dapat memperbaiki estetis pasien. Estetik berhubungan dengan komponen warna, bentuk, ukuran dan posis gigi. Pemilihan elemen gigitiruan sangat penting untuk mendapatkan estetis pada pembuatan gigitiruan sebagian. Penentuan warna gigi terdiri atas komponen hue, chroma dan value. Hue adalah kualitas warna yang membedakan satu warna dengan yang lainnya. Chroma adalah intensitas warna yang membedakan warna kuat dan lemah, sedangkan value adalah kualitas warna yang membedakan gelap terangnya warna. Bentuk gigi tergantuk pada kepribadian, umur, warna kulit, dan jenis kelamin. Untuk memperoleh estetis yang optimal selama perawatan, pasien diikutsertakan dalam pemilihan macam gigitiruan serta mencoba gigitiruan untuk melihan keharmonisan gigitiruan dengan bibir dan wajah. 1.2 Tujuan Penulisan 1.2.1 Tujuan Instruksional Umum Setelah pembelajaran modul ini selesai, mahasiswa dapat membuat diagnosis kehilangan gigi pasien, berdasarkan pemeriksaan klinis kondisi dalam mulut, pengamatan gambaran foto ronsen dan pemeriksaan model studi, yang kemudian ditindak lanjuti dengan proses pembuatan gigi tiruan yang sesuai dengan indikasinya. 1.2.2 Tujuan Instruksional Khusus Setelah pembelajaran dengan modul ini, mahasiswa diharapkan dapat : Menjelaskan beberapa jenis gigi tiruan alternatif dan tahap pembuatannya. Menjelaskan pemilihan GT sesuai dengan kasus yang dihadapi Menjelaskan pemeriksaan klinis kondisi dalam mulut Menjelaskan pembuatan konsul

Menginterpretasi gambaran foto ronsen untuk kebutuhan perawatan prostodonsi Menjelaskan cara persiapan kondisi dalam mulut sesuai dengan gigi tiruan pilihan Menjelaskan cara membuat rancangan GT alternatif Menjelaskan cara pengiriman model master ke tekniker gigi disertai SPK

BAB II PEMBAHASAN Skenario: Seorang pasien wanita, umur 34 tahun, pekerjaan sebagai salesgirl, datang ke klinik dental ingin dibuatkan gigi tiruan untuk mengganti gigi tiruan yang lama. Pasien masih memakai gigi tiruan lepasan anterior untuk menggantikan gigi 12, 21, 22 yang sudah dipakai selama 2 tahun. Kondisi gigi tiruan sudah mengalami perubahan warna, masih terdapat gigi 11 dan 23 dengan kerusakan mahkota yang parah. Gambaran foto ronsen memperlihatkan adanya kerusakan tulang di sekitar akar gigi anterior tersebut. Kata/kalimat kunci yang didapatkan dari hasil diskusi, yaitu: GT sudah mengalami perubahan warna Masih terdapat 11 dan 23 dengan kerusakan tulang
5

Wanita umur 34 tahun, bekerja sebagai sales girl Gambaran ronsen foto adanya kerusakan tulang pada gigi anterior Memakai gigi tiruan lepasan anterior 12, 21, 22 (2 tahun)

FAKTOR PENYEBAB PERUBAHAN WARNA PADA GIGITIRUAN


Menurut Crispin dan Caputo (cited from Muetia R) perubahan warna pada gigitiruan dapat disebabkan oleh beberapa faktor yaitu : a. Pencemaran bahan pada waktu proses pembuatan bahan atau pengolahannya. b. Kemampuan penyerapan (permeabilitas) cairan pada bahan. Proses absorpsi dan adsorpsi cairan tergantung pada keadaan lingkungannya. c. Akibat reaksi kimia di dalam bahan itu sendiri dan berbagai teknik pengolahan yang mengakibatkan terjadinya porositas pada permukaannya sehingga memudahkan penumpukan kotoran. d. Lingkungan sekitar tempat gigitiruan di dalam mulut yang kurang baik. Kebiasaan makan dan minum sesuatu yang banyak mengandung zat warna dan minuman tersebut. Menurut Annusavice, perubahan warna yang terjadi pada resin dapat bervariasi, hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain adalah ukuran sampel, mikroporositas sampel dan lamanya kontak antara bahan. Semakin luas ukuran sampel maka semakin besar perubahan fisik pada bahan tersebut dapat terjadi. Mikroporositas menentukan terjadinya penempelan partikel warna daerah yang poreus. Semakin banyak porositas maka akumulasi dari zat warna yang terabsorbsi melalui proses difusi juga akan semakin banyak. Lama kontak antara bahan resin dan zat berwarna mempengaruhi perubahan warna, hal ini karena semakin lama bahan resin direndam maka semakin besar perubahan warna yang terjadi. Selain itu, stabilitas warna dan kekasaran permukaan mempunyai hubungan yang erat antara satu sama lain. Ini karena kekasaran permukaan akan mempengaruhi retensi plak dan akumulasi stain pada bahan restorasi. Makin kasar sesuatu permukaan maka makin mudah akumulasi stain dan akhirnya menyebabkan perubahan warna pada bahan restorasi. Bahan-bahan yang menyebabkan perubahan warna pada basis gigitiruan antara lain zat atau bahan pewarna sintetis maupun alami yang bisa didapat dari makanan dan minuman. Umumnya makanan atau minuman dapat memiliki warna karena lima hal yaitu :

a.

Pigmen yang secara alami terdapat pada tanaman dan hewan, sebagaicontoh klorofil yang

memberi warna hijau, karoten yang memberi warna jingga sampai merah, dan mioglobin yang memberi warna merah pada daging. b. Reaksi karamelisasi yang timbul bila gula dipanaskan. Reaksi ini akan memberikan warna cokelat sampai kehitaman, contohnya pada kembang gula karamel, atau pada roti bakar. c. Reaksi Maillard yaitu reaksi antara gugus amino protein dengan gugus karbonil gula pereduksi, reaksi ini memberikan warna gelap misalnya pada susu bubuk yang disimpan lama. d. Reaksi senyawa organik dengan udara (oksidasi) yang menghasilkan warna hitam, misalnya warna gelap atau hitam pada permukaan buah-buahan yang telah dipotong dan dibiarkan di udara terbuka beberapa waktu. Reaksi ini dipercepat oleh adanya kontak dengan oksigen. e. Penambahan zat warna, baik alami maupun sintetik. Zat warna sintetik termasuk ke dalam zat adiktif atau bahan tambahan makanan yang penggunaannya tidak bisa sembarangan.

PENYEBAB GIGI 11, 23 MENGALAMI KERUSAKAN MAHKOTA YANG PARAH Dapat disebabkan dari penggunaan GTS pasien. Pada pemakaian gigitiruan tersebut, dapat terdapat celah dan sisa makanan menumpuk pada celah, sehingga dapat menyebabkan terjadinya karies dan penyakit periodontal. Seiring berjalannya waktu, adanya host/gigi, mikroorganisme dan makanan / substrat merupakan faktor utama penyebab karies gigi. Pasien yang nampaknya kurang memperhatikan oral hygiene dengan baik sehingga membiarkan kerusakan gigi yang berada disebelah gigitiruan yaitu gigi 11 dan 23 berlarut-larut hingga mengalami kerusakan yang parah pada mahkota. Terjadinya penyakit periodontalpun dapat disebabkan oleh distribusi gaya kunyah yang berlebihan,yang dapat mempengaruhi keadaan mahkota gigi, yaitu gigi 11 dan 23 sehingga mengalami kerusakan parah, dalam hal ini gigi tersebut digunakan sebagai sandaran klamer. Distribusi gaya kunyah yang berlebihan pun dari gaya fungsional yang disalurkan oleh GTS ke jaringan yang berkontak dan berada dibawahnya, lalu diteruskan ke tulang alveolar dapat menyebabkan terjadinya penyakit periodontal, dan apabila keadaan ini terus menerus terjadi, maka terjadilah reabsorpsi tulang alveolar yang berlebihan

PENYEBAB KERUSAKAN TULANG DISEKITAR AKAR GIGI 11 DAN 23 Pemakain gigi tiruan lepasan (GTL).

Pemakaian gigi tiruan diketahui merupakan salah satu faktor local yang dapat menyebabkan resorpsi residual ridge. Menurut Weinmann dan Sicheer (1955) menyatakan jika terjadi tekanan langsung pada jaringan tulang yang mempunyai pembuluh darah seperti periosteum, maka sirkulasi darah pada tulang tersebut akan terganggu sehingga menyababkan resorpsi tulang. Penyakit periodontal Pemakaian GTL dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan penumpukan plak di sekitar akarkarena sulit dalam pembersihan sehingga menyebabkan kelainan periodontal. Kerusakan pada tulang alveolar yang diakibatkan penyakit periodontal merupakan keadaan yang membahayakan untuk gigi, yang akhirnya dapat menyebabkan hilangnya gigi. Kerusakan tulang pada penyakit periodontal bukan proses nekrosis tulang, tetapi melibatkan aktivitas sel-sel yang hidup sepanjang tulang alveolar yang hidup (bukan nekrosis). Nekrosis dan pus pada penyakit periodontal hanya melibatkan dinding jaringan lunak saku periodontal, dan bukan di sepanjang tepi tulang alveolar yang mengalami resorbsi. Perusakan tulang disebabkan trauma karena oklusi Trauma tanpa inflamasi : Perubahan yang disebabkan trauma karena oklusi tanpa adanya inflamasi bervariasi: mulai dari meningkatnya kompresi/himpitan dan tarikan (tension) pada ligament periodontal dan peningkatan osteoklasis tulang alveolar, sampai ke nekrosis ligamen periodontal dan resorpsi tulang dan substansi gigi. Perubahan tersebut adalah reversibel, artinya dapat mengalami perbaikan apabila tekanan yang berlebihan dihilangkan. Trauma karena oklusi yang menetap mengakibatkan pelebaran berbentuk cerobong asap (membesar kearah atas) pada bagian ligamen periodontal yang dekat ke krista tulang alveolar, disertai resorpsi tulang alveolar yang berbatasan. Perubahan yang dapat menyebabkan krista tulang alveolar berbentuk angular, adalah merupakan adaptasi dari jaringan periodontal yang bertujuan menyiapkan bantalan bagi tekanan oklusal yang

meningkat. Namun sebaliknya, perubahan pada bentuk tulang yang terjadi akan memperlemah dukungan gigi dan menyebabkan timbulnya mobilitas /kegoyangan gigi. Trauma berkombinasi dengan inflamasi : Trauma karena oklusi bila berkombinasi dengan inflamasimemperparah perusakan tulang yang disebabkan inflamasi dan menyebabkan pola tulang yang angular. Adanya karies. Jika tidak dilakukan perawatan maka karies akan mencapai pulpa, kemudian terjadi resesi gingiva, sehingga gigi menjadi mobile. Kemudian dilakukan pencabutan, sehingga hal ini mempengaruhi jaringan periodontium yang dimana tulang alveolar termasuk di dalamnya

CARA MENDIAGNOSA DAN DIAGNOSA PADA KASUS Anamnesis Anamnesis adalah riwayat yang lalu dari suatu penyakit atau kelainan, berdasarkan pada ingatan penderita pada waktu dilakukan wawancara dan pemeriksaan medical / dental. Nama penderita Untuk membedakan pasien yang satu dengan pasien yang lainnya, dismping mengetahui asal suku atau rasnya. Hal terakhir ini penting, karena ras antara lain berhubungan dengan penyusunan gigi depan. Alamat Dengan mengetahui alamatnya, penderita dapat di hubungi segera bila terjadi sesuatu yang diharapkan, umpamanya kekeliruan pemberian obat. Pekerjaan Modifikasi jenis perawatan mungkin perlu dilakukan karena faktor jenis pekerjaan. Dengan memahami pekerjaan pasien, keadaan sosial ekonominya juga dapat diketahui. Pada umumnya lebih tinggi kedudukan sosial seseorang lebih besar tuntutannya terhadap faktor estetik.
9

Jenis kelamin Secara jelas sebetulnya tidak terdapat karakteristik konkrit yang berlaku untuk pria dan wanita. Wanita cenderung lebih memperhatikan faktor estetik dibandingkan pria. Sebaliknya pria membutuhkan protesa yang lebih kuat, sebab mereka menunjukkan kekuatan mastikasi yang lebih besar. Pria juga lebih mementingkan rasa enak / nyaman, disamping faktor fungsional gigi tiruan yang dipakai. Usia Pengaruh lanjutnya usia pada perawatan prostodontik harus selalu menjadi bahan pertimbangan. Proses menua mempengaruhi toleransi jaringan, kesehatan mulut, koordinasi otot, mengalirnya saliva,. Usia juga menentukan bentuk, warna, serta ukuran gigi seseorang. Pencabutan terakhir gigi Waktu dan gigi dibagian mana yang dicabut terakhir perlu diketahui. Apakah gigi tersebut sengaja dicabut atau tanggal sendiri. Lama jangka waktu antara pencabutan terakhir dengan saat dimulainya pembuatan gigi tiruan akan mempengaruhi hasil perawatan. Pengalamn memakai gigi tiruan Seorang penderita yang sudah pernah memakai gigi tiruan sudah mempunyai pengalaman, sehingga adaptasinya terhadap gigi tiruan baru akan lebih mudah dan cepat. Keadaan umum Keadaan umum pasien dapat diketahui dengan melihat kondisi tubuh pasien sewaktu sewaktu masuk ke klinik. Selain itu, kita perlu menanyakan riwayat penyakit umum yang pernah di derita, misalnya : Diabetes Mellitus Hipertensi Kelainan jantung

Epilepsi AIDS Tuberkulosis Hepatitis Alergi Pemeriksaan Ekstra Oral Pemeriksaan ektra oral dapat meliputi : Profil Harus memperhatikan gambar pasien secara menyeluruh, karena hal ini menjadi pegangan yang sangat penting untuk mendapatkan nilai estetik dalam pembuatan gigi tiruan. Cara pemeriksaan profil wajah dapat dilakukan: Tentukan 3 titik khayal pada wajah, yaitu glabela 9 dahi ), dasar hidung dan tepi dagu dibedakan menjadi 3 jenis profil wajah : Profil normal ( lurus ) bila ketiga titik berada pada garis lurus Profil protrusi ( cembung ) bila titik titik glabela dan tepi dagu berada lebih kebelakang dari pada titik dasar hidung Profil wajah dapat memberikan gambaran hubungan RA dan RB dalam arah vertikal pada pembuatan gigi tiruan. Ada 3 macam bentuk wajah manusia : square ( persegi ), tappered ( lancip ), oval ( lonjong ) Mata Pemeriksaan mata dilakukan pada sat pasien duduk tegak dengan mata memandang lurus kedepan, lalu periksa keadaan simetris tidaknya karena hal ini penting untuk menentukan apakah garis bantu interpupil dapat digunakan untuk bilang horizontal daerah anterior dan kesejajaran galengan gigit RA bagian depan serta posisi garis median.
11

Hidung Periksa hidung simetris atau tidak dan adanya kebiasaan bernafas yang tidak benar. Hidung dapat dipergunakan untuk dapat membantu menetukan posisi garis median dan sebagai patoakan mendapatkan bidang antero-posteior pada galengan gigit RA, diman galengan gigit atas akan dipotong sejajr dengan garis nasoauricular yang dibentuk oleh hidung dan telinga. Telinga Periksa dan bandingkan simetris tidaknya telinga kiri dan kanan. Telinga digunakan bersama hidung untuk mendapatkan garis naso-auricular yang digunakan untuk mendapatkan kesejajaran dataran oklusal pada galengan gigit RA yang diperlukan pada penyusunan gigi posterior. Bibir Garis ketawa adalah garis tepi bawah bibir atas, waktu bibir naik setinggi mungkin, misalnya pada waktu tersenyum dan tertawa. Tandai pada permukaan labial pada biterin dan digunakan untuk mentukan jumlah gigi yang nampak pada kondisi normal dan panjang gigi yang akan dipakai. Kelenjar Pada kelenjar limfe yang ada disekitar rahang dengan melakukan palpasi yaitu kelenjar submandibulari dan submentalis. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui adanya peradangan didalam mulut yang di tandai dengan membesarnya kelenjar. Dalam keadaan normal kelenjar kelenjar tersebut hampir tidak teraba. Sendi rahang Dapat diperiksa dengan meminta pasien membuka dan menutup mulut lalu meraba bagian di depan tragus dari telinga. Kebiasaan buruk Kebiasaan buruk pada pasien dapat mengganggu pembuatan gigi tiruan, misalkan bruxism, kebiasaan menggigit pada salah satu rahang.

Pemeriksaan Intra Oral Pemeriksaan intra oral meliputi : Pemeriksaan gigi tetangga Jaringan lunak OH Jaringan periodontal

Rongen Foto

Pada bagian ini di tulis unsur gigi yang di foto. Guna dari rongen foto pada perawatan gigi tiruan adalah untuk melihat pembekakan patologis dan hal lain yang mencurigakan. Diagnosis dari kasus ialah: Partial edentulous RA gigi 12,21,22 Pada kerusakan mahkota yang parah : Karies Kerusakan tulang disekitar akar gigi posterior 11 dan 23: Periodontitis kronis

CARA PEMBUATAN SURAT RUJUKAN


13

Format penulisan surat rujukan yaitu : Tempat perawatan awal pasien Tempat perawatan pasien yang akan dirujuk Alamat tempat perawatan awal pasien Nomor surat rujukan Bagian yang ingin dirujuk Nama pasien yang dirujuk Umur pasien Jenis kelamin pasien Jenis perawatan yang diberikan Tanda tangan dokter gigi yang merujuk Contoh surat rujukan: SURAT RUJUKAN Yth. T.S DOKTER AHLI :........................ RS:....................... Mohon pemeriksaan / pengobatan lebih lanjut terhadap penderita. Nama Pasien Hub. Keluarga Nama Peserta Alamat Rumah Telp Anamnesis Pemeriksaan Fisik : ................................................................................................................................................ ........................................................................................................................................................ Indikasi : .................................................................................................................... : P/I/S/A : : : : ........................................................................................................................... Umur : ..................th Jenis Kelamin : L / P

.................................................................................................................................................

Rujukan : ........................................................................................................................................... ............................................................................................................................................................ . Terapi / Obat yang telah diberikan : .......................................................................................................................................... ............................................................................................................................................................ .. PPK Pengiriman : ....................................................................................................................................... ............................................................................................................................................................ ..... Salam Sejawat (.....................) Lembar 1 : Untuk Dokter Spesialis ditujui Lembar 2 : Untuk Apotek Lembar 3 : Untuk Peserta Lembar 4 : Arsip PPK Pengirim

JAWABAN RUJUKAN ................................20....... Nama Pasien Hub. Keluarga Nama Peserta Nomor KPK Alamat Rumah Telp : ................................................................................. : P / I / S / Umur :.............Th. : Jenis Kelamin : L / P ................................................................................

: ................................................................................. : ................................................................................. : ..................................................................................

Keterangan ( diisi oleh konsultasi )

15

Konsul selesai Perlu kontrol kembali ( sebutkan )...................................................................................... Perlu konsul kedokter lain ( sebutkan )............................................................................... Perlu tindakan medis lain ( sebutkan )................................................................................ Perlu dirawat dengan indikasi ( sebutkan )......................................................................... Hasil .......... Diagnosa : ........................................................................................................................... Terapi ........... Anjuran: ..................................................................................................................................... ........ PPK Pengiriman : ................................................................................ Tanggal dan Catatan konsul/kontrol selanjutnya : Tgl. 1............... 2............... 3............... 4............... Keterangan Untuk dikembalikan kepada Dokter Pengirim setelah selesai konsul Surat Rujukan ini berlaku 1 bulan untuk kasus yang memerlukan konsul ulang Catatan Konsul/kontrol selanjutnya : ........................................................... ........................................................... ........................................................... ........................................................... ................................................. ................................................. ................................................. ................................................. Salam Sejawat, (......................................) yang dilakukan : .................................................................................................................................. PemeriksaanPenunjang Diagnostik ...................................................................................................................................

RENCANA PERAWATAN DAN ALTERNATIF PERAWATAN Perawatan Tindakan yang akan dilakukan untuk gigi 11 dan 23 yang berdasarkan hasil pemeriksaan ro-foto mengalami kerusakan tulang di sekitar akar gigi yaitu berupa : Alternatif I rujuk pasien ke bagian periodonsia untuk dilakukan penanganan pada kerusakan tulang tersebut jika memungkinkan kerusakan tulang ini dapat diperbaiki. Namun dalam perawatan ini akan membutuhkan biaya yang sebab bahannya yang mahal dan teknik aplikasinya yang sulit. Alternatif II Pada gigi 11 dan 23 tidak di rujuk ke bagian perio namun langsung dilakukan perawatan imidiat, tindakan ini diambil dengan beberapa pertimbangan yaitu : Sosial ekonomi pasien yang kurang mendukung jika dilakukan alternative perawatan yang pertama, sebab biaya perawatannya sangat mahal sedangkan pasien yang berkerja sebagai salesgirl hanya berpenghasilan cukup. Kondisi gigi pasien, dimana pada pemeriksaan klinis terdapat kerusakan mahkota gigi yang parah dan pada hasil pemeriksaan penunjang(ro-foto) terdapat kerusakan tulang di sekitar akar gigi. Hal ini mendukung dilakukannya pencabutan sebab gigi tersebut sudah kehilangan dukungan baik dari jaringan periodontium disekitarnya maupun dukugan dari gigi itu sendiri. Profesi pasien yang bekerja sebagai salesgirl sangat membutuhkan perbaikan pada fungsi fonetik dan estetiknya saat berinteraksi dengan pelanggannya. Olehnya itu diperlukan perawatan yang efisien untuk memperbaiki fungsi fonetik maupun estetiknya dalam waktu yang singkat.

Sebelum dilakukan pencabutan gigi pada gigi 11 dan 23, dilakukan pencetakan fisiologis. Kemudian, setelah gigitiruan imidiat telah selesai dibuat pasien dating kembali dengan ekstraksi gigi 11 dan 23 yang kemudian dipasangkan gigitiruan imidiat. Kemudian perawatan selanjutnya yaitu dilakukan penggantian pada gigi tiruan yang telah mengalami
17

perubahan warna yaitu pada gigi 12, 21, 22 dengan membuatkan kembali basis GTL yang baru yang mengalami perubahan warna (rebasing).

Motivasi utama pasien dibuatkan gigi tiruan imidiat pada gigi anterior karena pasien tidak mau kelihatan ompong yang dapat menyebabkan terjadinya perubahan pada penampilan wajah (estetik buruk) dimana hal ini sangat berfungsi bagi pasien pada kasus dalam skenario yang sangat membutuhkan estetik dalam pekerjaannya (salesgirl). Immediat Gigitiruan Immediat dapat didefinisikan sebagai gigitiruan yang dibuat atau

dikonstruksikan terlebih dahulu sebelum gigi alami dicabut, dan segera diinsersikan setelah pencabutan gigi tersebut. Gigitiruan imediat dapat berupa gigitiruan penuh atau gigitiruan sebagian. Penggantian immediat untuk gigi anterior merupakan jenis yang paling sering dari gigitiruan imediat. Ada dua macam bentuk gigitiruan imediat, yaitu gigitiruan imediat dengan sayap atau labial flanged dan gigitiruan imediat tanpa sayap atau open face/socketing. Gigitiruan imediat dengan sayap lengkap dikhususkan sebagai terapi kepada penderita dengan rahang yang prognathi dengan gigi-gigi yang protrusi, ekstrusi dan mungkin diastema, yang memerlukan rehabilitasi estetik dengan disertai pengurangan tulang. Persiapan pembuatan Rekaman pra-ekstraksi Data-data gigi yang akan dicabut dan perlu dicantumkan dalam rekaman ini, antara lain warna, bentuk dan ukuran serta posisi/inklinasi gigi Model studi Model studi yang dibuat sebelum geligi dicabut, sangat membantu penelaahan segala sesuatu mengenai geligi yang akan diganti. Preparasi pendahuluan dalam mulut Hal ini dilaksanakan sebelum pencetakan kedua dilaksanakan, untuk memperoleh model kerja yang lebih akurat. Preparasi ini biasanya meliputi:

Tempat sandaran oklusal Permukaan oklusal maupun aksial bidang bimbing, sehingga pemasangan dan pengeluaran protesa menjadi lebih mudah. Bidang proksimal gigi yang akan dicabut, sehingga batas antara gigi yang akan dicabut dengan tetangganya lebih jelas. Dengan cara ini pembuatan jadi lebih cepat. Model kerja Model kerja didapati dengan pengecoran cetakan kedua yang dibuat setelah semua preparasi pendahuluan selesai dilaksanakan. Prosedur laboratories Setelah model kerja dibuat tahap berikutnya yaitu mengikis (meradir) permukaan model kerja ini. Macam pengikisan yang dilakukan bergantung pada macam gigi tiruan imidiat yang akan dibuat dan hal ini biasanya menentukan tingkat keberhasilan atau kegagalan protesa tadi. Untuk gigi tiruan imidiat gigi depan tanpa sayap (dengan soket). Pelaksanaan pengikisan model untuk gigi geligi tiruan dilakukan sebagai berikut : Model kerja diberi tanda dengan pinsil merah sebatas servikal atau sedalam poket gingival dari gigi yang akan dicabut. Gigi kemudian dipotong habis sampai tanda pinsil. Tepat pada bagian bekas pinsil tadi, dibuat kantung (socket) dengan kedalaman 5 mm bagian labial dan 3 mm bagian palatalnya; ujung kantung dibulatkan. Arah kantung ini dipilih sesuai dengan akar gigi yang bersangkutan. Elemen dari resin akrilik dibuat dengan bagian servikal dan akar mengisi kantungnya yang tadi dibuat. Prosedur selanjutnya sama seperti pembuatan protesa lainnya. Alternatif Perawatan SEBELUM dilakukan alternatif perawatan tersebut, pasien dirujuk ke :
19

Spesialis periodontik untuk mengatasi keadaan tulang alveolar pada pemeriksaan rontgen foto gigi 11 dan 23 yang disekitar akarnya telah mengalami reabsorpsi tulang alveolar. Spesialis endodontik untuk dilakukan perawatan saluran akar pada gigi 11 dan 23 yang mengalami kerusakan mahkota parah. Alternatif perawatan yang kami sarankan : OVERDENTURE dengan retensi magnet MAHKOTA PASAK

OVERDENTURE Overdenture (OD) adalah gigi tiruan sebagian atau lengkap lepasan yang menutupi dan bersandar pada satu atau lebih gigi asli, akar-akar gigi, dan/atau dental implants. OD dewasa ini sering digunakan karena perawatan periodontik, endodontik, dan teknik-teknik pengontrolan karies dapat diandalkan. Dengan mempertahankan elemen gigi asli dan/atau akarnya, keuntungan yang didapat adalah peningkatan stabilitas dan retensi gigi tiruan, serta mempertahankan rangsang sensoris dan dimensi vertikal. Klasifikasi dapat dibuat berdasarkan berapa lama protesa diperkirakan akan digunakan: Overdenture Immediate Overdenture Transisional Overdenture Definitif Jenis overdenture yang dibuat di atas ditentukan oleh seberapa jauh prognosa bagi gigi yang tersisa. Overdenture Immediate (overdenture sementara jangka pendek) Bila prognosa untuk gigi yang tersisa sangat buruk keadaannya, akar penyangga tanpa koping akar maupun elemen retentif digunakan untuk struktur pendukung bagi protesa transisi jangka pendek sampai GTL diperlukan. Bagian lepasan overdenture sementara

dirancang sedemikian rupa sehingga dapat dengan mudah dirubah menjadi GTL. Overdenture Transisional (overdenture sementara jangka sedang) Elemen retentif yang terpasang langsung pada gigi penyangga digunakan untuk mendukung maupun menahan GT merupakan perawatan untuk jangka pendek hingga sedang pada kasus dimana prognosa gigi sisa pada marginal. Bagian lepasan overdenture ini tidak menutupi gusi baik fasial dan proksimal dan diperoleh melalui coran diperkuat dengan kerangka logam yang disesuaikan. Overdenture Definitif (overdenture sementara jangka panjang atau tetap) Coran dowel koping dengan elemen retentif digunakan sebagai struktur pendukung dan pertahanan untuk perawatan jangka menengah hingga jangka panjang bila prognosa untuk gigi yang tersisa adalah baik. Bagian lepasan overdenture tetap dapat dibuat dengan ruang supragingiva terbuka baik pada sekeliling gigi penyangga maupun hanya pada permukaan fasial dan proksimal, overdenture harus diperkuat dengan coran kerangka logam yang disesuaikan. Mempertahankan beberapa gigi asli merupakan nilai psikologis bagi pasien. OD merupakan pertahanan paling akhir untuk mencegah agar pasien tidak kehilangan gigi. Dengan demikian fugsi kunyah masih berfungsi dengan baik serta mencegah resorpsi tulang alveolar. Pasien yang memakai OD rentan terhadap karies, terutama pada gigi-gigi yang terletak dibawah basis, banyak juga dijumpai retensi dan stabilisasinya kurang. Untuk mempertahankan sisa gigi/ akar gigi asli dibawah basis OD agar tetap sehat dan menambah retensinya, maka salah satu alternatif untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan menempatkan coping (soft magnetic root keeper) pada permukaan akar gigi (root surface), serta pemasangan magnet pada basis OD. Contoh overdenture : dengan menempatkan coping (soft magnetic root keeper) pada permukaan akar gigi (root surface), serta pemasangan magnet pada basis OD.

Magnet adalah suatu logam yang dapat menark logam lain. Dalam bidang
21

kedokteran gigi magnet yang sering dipakai adalah rare earth magnets, yaitu cobaltSainarunz dan ne0-dymz'um-iron.-boron. Kedua magnet tersebut me-rnilik kelebihan yaitu dapat dibentuk dalam ukuran kecil serta menghasilkan kekuatan tarik menarik yang besar.

Terdapat dua jenis alloy yang digunakan untuk menghasilkan magnet kedokteran gigi dengan ukuran kecl, yatu magnet cobalt-Samariurn dan neodyrniurn-iron-boron. Kedua magnet tersebut memilik daya tarik yang tnggi, tetapi resistensinya sangat rendah terhadap karat atau dengan keberadaan Streptococcus Sangus. Untuk mengatasi masalah ini, magnet tersebut ditempatkan pada kapsul baja anti karat, titanium atau palladium.T Berdasarkan penyebaran mnedan magnetnya, dikenal adanya magnet dengan medan magnet terbuka (open field magnet) dan medan magnet terkendali (close eld magnet). Magnet jenis medan magnet terbuka umumnya terdiri atas magnet tunggal (diameter 5 mm dan tebal 2 mm), memlik induksi magnetk sebesar 95 mT pada tepi magnet dan 30 mT pada jarak 1 em berbentuk reverse Split pole, yaitu magnet tunggal dibelah menjadi dua magnet baru yang sama besar (1er111'Secf'0ned), kemudian disusun kembali dengan posisi kutub tidak senama salng berdekatan dan di antara kedua magnet diberi air gap. Akhimya pada kedua sisi kutub diberi keeper setebal 0,74 mm. Dari hasl penelitian, nlai induks pada tepi magnet sebesar 10 ml", dan 0,04 mT jarak lcm dari tepi magnet. Keamanan penggunaan magnet ini telah diteliti dengan seksama. Dampak pada jangan biologis menunjukkan bahwa medan magnet stats

nampak tidak menyebabkan perubahan pada pulpa gigi atau jangan disekitar malgnet.E Sebuah kajian in vitro pada Osteoblas tidak menunjukkan adanya perubahan pada kultur sel ketika diekspos. OD merupakan perawatan dengan pendekatan preventif dan konservatif. OD telah berkembang menjadi suatu prosedur klinis yang bermanfaat. Hasil perawatan menunjukkan bahwa perawatan dasar periodontal dan konservasi sangat penting untuk melestarikan gigi-gigi asli yang tersisa, sehingga dapat membantu meningkatkan retensi dan stabilisasi protesa. Jaringan mulut yang masih tersisa dan gigi tiruan dapat tetap terpelihara dengan perawatan rutin serta kontrol periodik minimal 6 bulan ke dokter gigi.

MAHKOTA PASAK Gigi tiruan pasak adalah gigi tiruan yang mengganti gigi yang belum dicabut tetapi mahkota gigi sudah rusak dan syaraf gigi sudah terinfeksi atau sudah mati, tetapi akar giginya masih utuh. Untuk membuat gigi pasak, terlebih dulu harus dilakukan perawatan syaraf dahulu sampai steril dalam beberapa kunjungan, sesudah itu baru dilakukan pembentukan konstruksi pasak. Gigi tiruan pasak terdiri dari bagian logam yang ditanam ke dalam akar gigi serta bagian di luar gigi sebagai pendukung mahkota. Setelah disemen ke dalam akar gigi, dibuat mahkota jaket seperti yang telah dikemukakan sebelumnya.

23

INDIKASI DAN KONTRAINDIKASI PERAWATAN Indikasi pemakaian gigi tiruan imidiat : Bila penderita mengalami karies yang parah pada gigi anterior Mengalami perubahan warna yang hebat pada gigi anterior yang disebabkan oleh faktor ekstrinsik maupun intrinsic Gigi yang mengalami kelainan periodontal yang parah ditandai dengan hilangnya perlekatan periodontal dan kerusakan pada tulang alveolus sehingga menyebabkan kegoyangan yang hebat Kelainan posisi dan susunan gigi anterior seperti protrusi, retrusi, berdesakan, gigitan terbalik, dapat pula disertai dengan kelainan bentuk rahang.

Kontraindikasi pemakaian gigi tiruan imidiat : Bila penderita mengalami abses periapikal atau abses periodontal Penyakit diabetes yang tidak terkontrol Penyakit hemophilia Terdapat riwayat penyakit rematik dengan kerusakan jantung Terdapat kista atau gigi yang impaksi Riwayat pencabutan gigi yang sukar Kesehatan mulut yang buruk serta pasien yang tidak kooperatif Indikasi perawatan Overdenture (OD): OD dapat dikonstruksi pada hampir semua kasus yang rencana perawatannya menunjukkan bahwa beberapa/semua gigi asli yang tersisa akan dicabut. Biasanya berapa gigi yang masih ada dapat dipertahankan untuk mendukung OD, khususnya apabila OD tersebut

mempunyai antagonis gigi asli atau gigi tiruan sebagian lepasan. Bila mobilitas gigi-gigi pendukung gigi tiruan sebagian lepasan meningkat akibat rasio mahkota : akar kurang menguntungkan, atau pada kasus atrisi yang parah, perawatan endodontik harus dilakukan dan tinggi mahkota dikurangi, serta dibuatkan OD untuk menutup gigi-gigi penyangga, agar prognosis gigi-gigi di bawah OD menjadi lebih baik. Tersisa paling sedikit satu gigi yang masih dapat dipertahankan. Kebersihan mulut yang cukup baik untuk menghambat atau mencegah karies yang cepat atau kerusakan jaringan periodontal. Jika prognosa untuk pemakaian gigi tiruan lengkap yang buruk karena adanya resorpsi linggir yang berat, xerostomia, refleks muntah yang berat, kemampuan belajar yang kurang, faktor psikologis dll. Kerusakan gigi tersisa akan menjadi lebih parah oleh tipe perawatan yang lain. Tidak ada tipe perawatan prostetik yang menjanjikan hasil perawatan yang lebih baik, sebanding dengan biaya yang dikeluarkan. Kontraindikasi OD: Masih bisa diberi perawatan lain dengan hasil yang lebih baik. Pasien sudah jenuh dengan perawatan perawatan untuk sisa giginya Pasien memiliki keterbatasan untuk memelihara kesehatan gigi dan jaringan periodonsium. Indikasi Mahkota Pasak Indikasi . Perubahan warna Macam Gigi dan . Gigi anterior Perawatan . Mahkota jaket atau

kemungkinan gigi fraktur . Gigi posterior setelah perawatan

mahkota berlapis porselain di atas inti pasak. . Mahkota berlapis porselain diatas inti dan pasak

. Gigi vital dimana retensi . Gigi anterior dan posterior


25

. Mahkota porelain diatas inti dan pasak setelah

untuk mahkota tidak cukup

devitalisasi dan perawatan saluran akar (gigi-gigi molar dapat dirawat dengan cara yang sama tetapi biasanya cukup memuaskan bila dilakukan restorasi dengan inti amalgam dan pasak, jadi menghindari perawatan endodontik yang sulit). Gigi anterior

yang . Mahkota porselain atau dalam posisi aksial lebih mengalami pergeseran dan mahkota berlapis porselain diatas inti dan pasak cor dari 1 mm tidak sesuai untuk setelah devitalisasi dan perawatan ortodonsi karena perawtan saluran akar. usia atau kerja sama pasien yang buruk . Hilangnya mahkota asli . Gigi anterior pada gigi yang telah dirawat . Gigi posterior saluran akar . Mahkota jaket porselain atau pasak . Mahkota berlapis porselain di atas inti dan pasak. . Gigi yang telah dirawat . Gigi anterior dan posterior saluran akar yang akan digunakan penyangga jembatan sebagai . Mahkota berlapis porselain diatas inti emas cord an pasak, dengan diafragma dan bevel. mahkota berlapis porselain di atas inti dan

Perubahan

diperlukan .

Kontraaindikasi Mahkota Pasak Kontraindikasi . Kelainan periapikal yang menetap Perawatan lain atau pendahuluan

. Keluarkan bahan pengisi saluran akar . Pengisian saluran akar yang kurang yang alama. Bersihkan dan perbaiki saluran, masukkan bahan pengisi saluran sempurna (pendek, terlalu berlebih, akar yang baru sampai kira-kira 1 mm dari kondensasi yang tidak cukup) apeks. Mahkota pasak dapat dibuat pada saat ini. . Kebersihan mulut yang buruk . Pencabutan gigi dan pembuatan gigitiruan

. Motivasi buruk . Dukungan gigi posterior yang kurang . Buat geligi tiruan sebagian dahulu. Apabila gigitiruan telah memuaskan, buat mantap mahkota pasak. . Mahkota translusen sangat tipis, sulit . Bleaching disesuaikan dengan gigi-gigi disebelahnya . Mahkota asli masih mempunyai estetik . Penguatan pasak dari baja tahan karat yang cukup baik dengan hanya sedikit (stainless steel) atau chrome cobalt (kawat Wiptam) mungkin cukup sebagai tindakan struktur gigi yang hilang sementara.

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN PERAWATAN Kelebihan pemakaian gigi tiruan immidiat : Dipasang segera setelah gigi pencabbutan gigi,karena itu pasien tidak tampil atau merasakan periode tidak bergigi. Dengan demikian, pasien tidak mersakan adanya peribahan estetik, fungsi otot dan jaringan mulutnya. Fungsi mastikasi dan fonetik bahkan tinggi dan letak gigit pun dapat dibuat sama seperti semula. Karena luka bekas pencabutan langsung tertutup dengan geligi tiruan, perdarahan, pembengkakan, rasa sakit dan komplikasi akibat pencabutan jauh berkurang. Proses penyembuhan luka bahkan terjadi lebih cepat karena protesa bertindak sebahai splin penahan bekuan darah. Adapasi pasien dalam pemakaian geligi tiruan lebih baik karena pemakaian langsung setelah pencabutan. Pasien merasa sangat puas, karena tiadak adanya gangguang psikologi akibat kehilangan gigi Kekurangan dari perawatan immidiat ini adalah : Biaya pembuatan lebih besar daripada pembuatan gigi tiruan konvensional, karena perlu pelapisan kembali atau pembuatan geligi tiruan yang baru Diperlukan kerja sama dan waktu lebih lama antara dokter gigi, pasien dan laboratorim dental
27

Diperlukan perencanaan perawatan yang lebih cermat, sebab geligi tiruan ini tidak dapat dicobakan sebelum pencabutan gigi, sehingga tidak dapat dinilai sebelum protesa terpasang dalam mulut.

Adapun keuntungan overdenture antara lain ialah : Fungsi stabilitas yang lebih besar untuk menjaga bentuk linggir tersisa yang dekat dengan gigi sandaran(dengan atau tidak menggunakan kaitan) Peningkatan efisiensi pengunyahan karena stabilitas dan retensi yang lebih baik. Tekanan pada mukosa berkurang. Mudah beradaptasi. Merupakan latihan bagi penggunaan gigi tiruan lengkap di kemudian hari dengan menyiapkan lintasan pola refleks yang tepat. Perawatan yang mudah diterima oleh pasien. Gigi asli yang dipertahankan dalam mulut akan memberikan suatu kebahagiaan khusus, terutama pada pasien usia tua, karena pencabutan seluruh sisa gigi akan menyebabkan trauma mental. Mempertahankan tulang alveolar. Tulang alveolar sangat tergantung pada adanya gigigigi. Perawatan OD yang memanfaatkan retained teeth (RT), yaitu gigi-gigi asli yang dipertahankan dapat melindungi ridge dari tekanan dan membantu memper tahankan ketinggian tulang alveolar. Proprioseptor tetap berperan. Dengan dipertahankannya jaringan periodontal berikut reseptor di dalamnya, besar dan arah suatu gaya dapat dibedakan lebih baik. Juga perbedaan dimensi dan konsistensi makanan akan dirasakan lebih jelas. Proprioseptor yang dipertahankan akan menunjang kemampuan mengunyah dan akan membantu adaptasi protesa. Retensi dan stabilisasi yang baik, khususnya bila kaitan digunakan pada protesa di rahang bawah. Retensi dan stabilisasi protesa yang didukung oleh RT akan lebih baik karena ketinggian ridge masih terjaga, pembebanan pada mukosa berkurang dengan adanya

tumpuan vertikal pada elemen penyangga, sehingga mengurangi iritasi mukosa. Retensi dan stabilisasi bahkan dapat ditingkatkan dengan pemberian attachment ataupun magnit. Oklusi dan estetika yang baik. Kondisi akurat dan harmonis pada OD lebih mudah dipersiapkan dan dicapai, karena pengaruh kondisi retensi dan stabilitas yang memadai. Oklusi yang demikian akan menyempurnakan fungsi kunyah. Konstruksi open face pada OD mudah diterapkan, ka- rena pengaruh sayap labial pada retensi tidak begitu besar. Sedangkan OD un tuk penderita cleft palate lebih banyak ditujukan untuk rehabilitasi estetik dan oklusi. Desain open palate. Bila OD ditunjang oleh beberapa gigi anterior dan posterior, maka luas basis di palatal dapat dikurangi. Dengan alat bantu retensi seperti magnet, pengurangan basis di palatal dapat lebih banyak sehingga akan sangat menyenangkan penderita. Kekurangan pemakaian overdenture yaitu antara lain : Biaya yang lebih besar, hal ini berhubungan langsung dengan luasnya perawatan sebelum pembuatan protesa, penggunaan kaitan retentif dan usaha setelah pemasangan. Penghematan mungkin dilakukan dengan menggunakan elemen perlekatan yang dipasang secara langsung atau menyalurkan semuanya ke perlekatan-perlekatan. Dibutuhkan usaha yang lebih besar dari pasien dan dokter giginya untuk merawat protesa.Terdapat sejumlah faktor non klinis yang perlu diperhatikan dalam seleksi untuk overdenture. Di antaranya adalah sikap pasien terhadap kesehatan giginya, penggunaan gigi tiruan lepasan, kemampuan dan keinginan untuk bekerja sama serta situasi keuangannya. Pemakaian OD rentan terhadap karies dan kelainan periodontal pada sisa elemen gigi yang tertutup protesa; di samping itu akan terbentuk daerah tempat retensi plak, oleh karena itu harus dilakukan rangkaian usaha pencegahan. Prinsip dasarnya adalah pembersihan mulut yang baik dan kontrol periodik.

GAMBAR DESAIN PERAWATAN


29

Desain gigi tiruan: Basis gigi tiruan terbuat dari akrilik Lebih sering tissue borne tetapi bisa juga dengan tooth borne Basis gigi tiruan sekurang-kurangnya 3 mm dari tepi gingival Perluasan basis ke mukosa yang mudah bergerak di daerah fovea palatine Kawat stainless steel pada tepi distal gigi-gigi posterior untuk menyeimbangakan gerak ke depan dari gigi tiruan.

fLayoutInCell1fAllowOverlap1fBehindDocument1fHidden0fLayoutInCell1

Gambar desain perawatan gigitiruan imidiat PROGNOSIS PERAWATAN


Prognosis adalah suatu prediksi terhadap kemungkinan keberhasilan dalam suatu perawatan yang dibuat berdasarkan pengetahuan tentang pathogenesis penyakit dan faktor-faktor resikonya.Prognosis ditentukan sesudah diagnosis ditetapkan dan sebelum perawatan dilakukan. Dalam menentukan prognosis, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu: Faktor adaptif Adaptasi dan toleransi pasien Bicara pasien Kesehatan umum pasien Faktor anatomis Metabolisme tulang alveolar

Kemampuan neuromuskular, hal ini diperkuat oleh adanya retensi gigi geligi pada kedua sisi rahang. Dukungan horizontal maupun vertikal dari geligi penyangga mempertinggi kestabilan geligi tiruan, dan karena itu memperlambat resorpsi tulang alveolar dan jaringan pendukung. Prognosis perawatan: SEDANG Dimana keadaan pasien menunjukkan:

Kerusakan tulang alveolar pada gigi anterior Tidak ada penyakit sistemik Kesehatan umum pasien baik Ada nya kebiasaan buruk yang menyebabkan GT berubah warna FORMAT SURAT PERINTAH KERJA Surat perintah kerja seharusnya merupakan surat yang ditulis dengan singkat, sederhana, jelas dan berisi informasi yang lengkap mengenai apa yang diinginkan. Sebuah surat perintah kerja hendaknya memuat : Nama dan alamat laboratorium teknik gigi. Nama dan alamat dokter gigi pemesanan. Tanggal pengiriman. Tanggal selesai pekertjaan yang diinginkan. Kolom untuk cirri-ciri pasien. Kolom untuk instruksi khusus. Gambar gigi serta lengkung gigi rahang atas dan rahang bawah. Tanda tangan dokter gigi. Beberapa ahli menganjurkan surat ini dibuat dalam rangkap dua, satu diserahkan kepada laboratorium dan satu lagi untuk arsip dokter pengirim pekerjaan. Mengingat pekerjaan restorasi dan dental sering kali tidak dapat selesai dalam satu kali pemgiriman, maka dianjurkan untuk setiap kali pengiriman dibuat surat perintah kerja baru.
31

INSTRUKSI PASCA PERAWATAN Setelah perawatan, penderita dianjurkan mengikuti instruksi berikut : Tidak melepas geligi tiruannya selama 24 jam. Pada hari kedua barulah protesa dilepas untuk pembersihan dengan sikat halus dan sabun. Untuk menghindari trauma pada daerah bekas pencabutan dianjurkan diaet lunak Makanan dan miniman panas dihindari untuk mencegah perdarahan. Setelah makan, mulut dapat dibersihkan dengan jalan kumur-kumur. Kumur keras-keras tidak dianjurkan karena dapat merusak atau melepas bekuan darah yang sudah terjadi Analgetika dapat diberikan untuk mengurangi rasa sakit. Kontrol Kontrol pasca-pemasangan dilakukan dua tahap; 24 jam dan 7 hari sesudahnya. Kontrol pertama Pasien harus kembali untuk kontrol sehari (24jam) setelah pemasangan/pembedahan. Geligi tiruan dibuka lalu diperiksa dengan cermat dan daerah operasi diirigasi lagi dengan larutan saline normal. Adanya tekanan pada jaringan lunak mulut terlihat dari adanya pembengkakan. Jika masih ada pembengkakan, oklusi belum dapat diperbaiki. Namun bagian protesa yang menyebabkan penekanan berlebih dapat langsung dikurangi. Pada kunjungan ini penderita diberi tahu cara-cara pemasangan dan pengeluaran geligi tiruan. Selain itu, intruksikan pula untuk pemakaian protesa ini siang dan malam hari, dalam minggu pertama. Penderita disarankan untuk tidak mengunyah makanan yang terlalu keras. Cara ini akan meningkatkan peredaran dan suplai darah, sehingga mempercepat kesembuhan. Salah satu obat kumur yang paling murah tapi efisien adalah laruta Saline normal hangat, satu setengah sendok the garam dapur dalam segelas air putih hangat. Jika setelah 24 jam daerah operasi sudah bersih dan koreksi yang dibutuhkan sedikit saja, kontrol

tahap kedua dilakukan tujuh hari setelah pencabutan. Sebaliknya, untuk kasus dimana banyak membutuhkan koreksi, kontrol berikut disarankan tiga hari sesudahnya. Kontrol kedua Tujuh hari setelah operasi, koreksi lanjutan dapat dilaksanakan dan benang jahitan dapat dibuang. Koreksi ini dapat berupa penghilangan gangguan oklusi dan artikulasi. Penderita diinstruksikan berlatih memanjangkan bibir atasnya setiap hari. Bila pada saat ini sudah terlihat adanya resorbsi, pelapisan kembali mungkin diperlukan. Selanjutnya kontrol dilakukan sebulan kemudian, lalu secara rutin sekali dalam enam bulan. Kontrol periodik bagi pemakai gigi tiruan imidiat maupun konvensional sama pentingnya.

BAB III PENUTUP KESIMPULAN Rencana perawatan pada pasien sesuai kasus yaitu :
33

Alternatif I rujuk pasien ke bagian periodonsia untuk dilakukan penanganan pada kerusakan tulang tersebut jika memungkinkan kerusakan tulang ini dapat diperbaiki. Namun dalam perawatan ini akan membutuhkan biaya yang sebab bahannya yang mahal dan teknik aplikasinya yang sulit. Alternatif II Pada gigi 11 dan 23 tidak di rujuk ke bagian perio namun langsung dilakukan perawatan imidiat. Namun tindakan ini diambil dengan beberapa pertimbangan yaitu : Sosial ekonomi pasien yang kurang mendukung jika dilakukan alternative perawatan yang pertama, sebab biaya perawatannya sangat mahal sedangkan pasien yang berkerja sebagai salesgirl hanya berpenghasilan cukup. Kondisi gigi pasien, dimana pada pemeriksaan klinis terdapat kerusakan mahkota gigi yang parah dan pada hasil pemeriksaan penunjang(ro-foto) terdapat kerusakan tulang di sekitar akar gigi. Hal ini mendukung dilakukannya pencabutan sebab gigi tersebut sudah kehilangan dukungan baik dari jaringan periodontium disekitarnya maupun dukugan dari gigi itu sendiri. Profesi pasien yang bekerja sebagai salesgirl sangat membutuhkan perbaikan pada fungsi fonetik dan estetiknya saat berinteraksi dengan pelanggannya. Olehnya itu diperlukan perawatan yang efisien untuk memperbaiki fungsi fonetik maupun estetiknya dalam waktu yang singkat.

DAFTAR PUSTAKA

Gunadi HA, Margo A, Burhan LK, Suryatenggara F, Setiabudi I. Buku Ajar Ilmu Geligi Tiruan Sebagian Lepasan Jilid I & II. Jakarta: Hipokrates; 1995. Habar, ID. Gigi Tiruan Sebagian Imidiat untuk Memperbaiki Estetik Gigi Anterior yang Mengalami Kelainan Periodontal. Makassar : Dentofasial Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin; 2007.

Fadryanti O. Gigi Tiruan Sebagian Imediat untuk Memperbaiki Estetis pada Gigi Anterior Atas. Padang : Dentika Dental Journal Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Baiturahmah; 2007.

Soesetijo, Ady. Dentka Dental Journal : Overdenture dengan Retensi Magnet, Vol 12, No. 1, Bagian Prostodonsia Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Jember. 2007.

Soesetijo, Ady . Overdenture : Perawatan dengan Pendekatan Preventif dan konservatif. Bagian Prostodonsia Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Jember.

Damayanti,Lisda. Makalah : Overdenture Untuk Menunjang Perawatan Prostetik. Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran Bandung. 2009

Basker RM, Davenport JC. Prosthetic Treatment of the Edentulous Patient. 4th ed. Munkgaard: Blackwell Publishing Company; 2002

McGivney GP, Castleberry DJ, McCrakens removable partial prosthodontics, 9th Ed. St Louis: Mosby Co; 1995

http://id.scribd.com/doc/88984877/Mahkota-pasak 35

http://id.scribd.com/doc/54433332/58/Overdenture