Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PRAKTIKUM TITRASI ASAM BASA

Ditujukkan untuk memenuhi salah satu tugas mata pelajaran Kimia

Created by : XI Science 5
Alnafieda FS Anggita MP Feisal Rosdiana Hoerunnisa Azzaqiah Iren Karina Rusyani Damhudi

SMA NEGERI 1 BANJAR


Jl. KH. Mustafa No.1 Banjar 46311 Telp(0265) 741192

Titration of acid-base

Daftar Isi

Pengantar.....................................................................................................................................................................3 Landasan Teori...........................................................................................................................................................4 Titrasi Larutan HCl dengan larutan standar NaOH........................................................................................8 Kesimpulan.................................................................................................................................................................10 Lampiran.....................................................................................................................................................................11

Page 2

Titration of acid-base

Pengantar

Assalamualaikum Wr.Wb Alhamdulillahirabbil alamin segala puja dan puji kami haturkan ke hadirat Ilahi Rabbi yang telah memberikan berbagai curahan rahmat,berkah dan kemudahan dalam menyelesaikan laporan praktikum ini.Kami selaku penulis berharap semoga apa yang kami tulis dapat memberikan manfaat khususnya bagi kami sendiri dan umumnya bagi anda sebagai pembaca. Kritik dan saran yang membangun sangat kami nantikan guna kebaikan dan kemajuan yang lebih berarti di masa yang akan datang. Wassalam

Penulis

Page 3

Titration of acid-base

Landasan Teori
Titrasi asam basa merupakan suatu prosedur penting dalam analisis kimia untuk menentukkan konsentrasi/kemolaran larutan asam basa.Titrasi dilakukan dengan menambahkan larutan standar asam-basa yang telah diketahui kemolarannya dalam larutan asam-basa yang akan ditentukkan kemolarannya.Prosedur tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan suatu alat yang disebut dengan buret yang akan dijepit atau ditopang oleh suatu alat yang disebut dengan statif. Penambahan larutan standar dilakukan sampai suatu titik dimana asam dan basa telah habis bereaksi yang disebut titik ekuivalen.Titik ekuivalen ditentukan menggunakan suatu indikator PH larutan seperti pnoftalein yang digunakan dalam percobaab/praktikum ini. Titik dimana perubahan warna indikator terjadi dikenal dengan titik akhir titrasi dan titrasi asam-basa pun telah selesai. Jenis-Jenis Titrasi Asam Basa Titrasi asam basa terbagi menjadi 5 jenis yaitu : 1. Asam kuat - Basa kuat 2. Asam kuat - Basa lemah 3. Asam lemah - Basa kuat 4. Asam kuat - Garam dari asam lemah 5. Basa kuat - Garam dari basa lemah Titrasi Asam Kuat - Basa Kuat

Page 4

Titration of acid-base
Contoh : - Asam kuat : HCl - Basa kuat : NaOH Persamaan Reaksi : HCl + NaOH NaCl + H2O Reaksi ionnya : H+ + OH- H2O

Titrasi Asam Kuat - Basa Lemah contoh : - Asam kuat : HCl - Basa lemah : NH4OH Persamaan Reaksi : HCl + NH4OH NH4Cl + H2O Reaksi ionnya : H+ + NH4OH H2O + NH4+ Titrasi Asam Lemah - Basa Kuat contoh : - Asam lemah : CH3COOH - Basa kuat : NaOH Persamaan Reaksi : CH3COOH + NaOH NaCH3COO + H2O Reaksi ionnya : H+ + OH- H2O Titrasi Asam Kuat - Garam dari Asam Lemah contoh : - Asam kuat : HCl - Garam dari asam lemah : NH4BO2 Persamaan Reaksi : HCl + NH4BO2 HBO2 + NH4Cl Reaksi ionnya : H+ + BO2- HBO2

Page 5

Titration of acid-base
Titrasi Basa Kuat - Garam dari Basa Lemah contoh : - Basa kuat : NaOH - Garam dari basa lemah : CH3COONH4 Persamaan Reaksi : NaOH + CH3COONH4 CH3COONa + NH4OH Reaksi ionnya : OH- + NH4- NH4OH

set alat titrasi

Indikator Asam Basa >> Indikator asam basa adalah asam lemah atau basa lemah (senyawa organik) yang dalam larutannya warna molekul-molekulnya berbeda dengan warna ion-ionnya >> Zat indikator dapat berupa asam atau basa yang larut, stabil, dan menunjukkan perubahan warna yang kuat. >> Indikator asam-basa terletak pada titik ekivalen dan ukuran dari pH Beberapa indikator asam basa Perubahan warna Indikator Thimol biru Metil kuning Metil jingga Metil merah Bromtimol biru Fenolftalein thimolftalein Asam Merah Merah Merah Merah Kuning Tak berwarna Tak Basa Kuning Kuning Kuningjingga Kuning Biru Merahungu biru Pelarut Air Etanol 90% Air Air Air Etanol 70% Etanol

Page 6

Titration of acid-base
berwarna 90%

Titrasi Larutan HCl dengan Larutan standar NaOH


Untuk mendapatkan hasil titrasi dengan akurasi yang tinggi, ikuti tahapan titrasi berikut ini :

Membuat larutan asam HCl


1) Alat dan Bahan : a. Pipet 20 mL. b. Erlenmeyer. c. Gelas beker 50 mL. d. Larutan HCl. e. Air suling. f. Indikator Fenolftalein. 2) Cuci pipet dengan air suling kemudian dengan ~5 mL larutan HCl. 3) Cuci Erlenmeyer dengan air suling. (Erlenmeyer tidak perlu benar-benar kering karena air tidak akan mempengaruhi mol zat yang dilarutkan). 4) Tambahkan 20 mL larutan HCl ke dalam Erlenmeyer yang telah dicuci dengan air suling.Tambahkan 2 tetes indikator fenolftalein.Amati warna larutan.

Membuat larutan standar NaOH

1) Alat dan Bahan : a. Buret. b. Statif. c. Klem. d. Corong. e. Gelas beker kosong.

Page 7

Titration of acid-base
f. Air suling. 2) Cuci buret dengan air suling dan kemudian dengan 5-10 mL larutan NaOH. 3) Masukkan larutan NaOHke dalam buret menggunakan corong. Jepit buret pada statif menggunakan klem. 4) Letakan gelas beker di bawah buret dan buka keran buret beberapa saat, kemudian tutup kembali.Sisihkan gelas beker.

Melakukan Titrasi
1) Letakkan Erlenmeyer yang telah berisi larutan HCl dan fenolftalein di bawah buret.Pastikan ujung buret berada di dalam mulut erlenmeyer.Taruh selembar kertas putih di bawah erlenmeyer tersebut. 2) Baca volume awal buret (V
awal).

Catat pada tabel.

3) Mulai titrasi dengan menambahkan larutan NaOH secara perlahan dari buret ke dalam larutan HCl pada tabung Erlenmeyer.Goyang Erlenmeyer untuk mencampur kedua ;arutan tersebut dengan baik.Warna merah jambu akan tampak beberapa saat tapi akan hilang kembali sewaktu digoyang.Di dekat titik ekuivalen, warna merah jambu memerlukan waktu lebih lama untuk menghilang.Pada titik ini, mulai tambahkan larutan NaOH setetes demi setetes. 4) Lakukan titrasi sesuai prosedur hingga titik akhir titrasi dicapai, yakni sampai fenolftalein berubah warna menjadi merah jambu. Baca volume akhir buret (Vakhir). Catat dalam tabel. 5) Tentukan kemolaran larutan HCl. Ulangi titrasi hingga 3x untuk mendapatkan hasil yang akurat.

Tabel Hasil Pengamatan


Titrasi 1 2 3 Volume HCl (mL) 20 mL 20 mL 20 mL Volume NaOH standar (konsentrasi =...M) Vawal (mL) Vakhir(mL) V=Vakhir-Vawal (mL) 0 20,5 37,5 19,5 37,3 55 19,5 17,8 17,5 Kemolaran rata-rata Kemolaran HCl (M)

Page 8

Titration of acid-base

Kesimpulan

Dengan adanya praktikum ini,kita dapat menyimpulkan bahwa titrasi asambasa berfungsi untuk mengetahui kemolaran suatu larutan asam-basa yang belum diketahui dengan menambahkan larutan standar asam-basa kedalamnya, dan apabila terjadi perubahan warna pada larutan yang tidak diketahui kemolarannya maka titrasi tersebut telah mencapai titik akhir titrasi atau batas maksimum suatu larutan untuk bereaksi dengan larutan lainnya.

Page 9

Titration of acid-base

Lampiran

Statif

Buret

Pipet

Erlenmeyer

Page 10

Titration of acid-base

Larutan NaOH

Larutan HCl

Air suling

Page 11