Anda di halaman 1dari 14

Pengaruh Kecerdasan Emosional dan Spritual Auditor Terhadap

Kinerja Auditor Dalam Kantor Akuntan Publik


Oleh:
Fathul Huda Sufnawan
Dosen Pembimbing:
Iwan Triyuwono SE,.M.Ec.Ak.PhD.
ABSTRAKSI
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kecerdasan emosional dan spiritual
terhadap kinerja auditor dalam Kantor Akuntan Publik. Pengukuran kecerdasan emosional dan
kinerja menggunakan instrumen kuisioner yang di adopsi dari Cooper dan Sawaf (1998),
sedangkan untuk pengukuran kecerdasan spiritual menggunakan instrumen yang diadopsi dari
Khavari (2000). Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Regresi Berganda, uji F
digunakan untuk mengetahui pengaruh kecerdasan emsional dan spiritual auditor secara
bersama-sama terhadap kinerja auditor, dan uji t digunakan untuk mengetahui pengaruh
kecerdasan emosional dan spiritual auditor secara terpisah terhadap kinerja auditor.
Hasil analisis meunujukkan bahwa kecerdasan emosional dan spiritual auditor berpengaruh
signifikan terhadap kinerja auditor baik secara bersama-sama ataupun secara terpisah. Akan
tetapi kecerdasan spiritual memberikan kontribusi dan pengaruh yang lebih besar terhadap
kinerja auditor dibandingkan dengan kecerdasan emosional auditor (Beta 0,744 > Beta 0,251).
Berdasarkan hasil analisis, juga menunjukkan pengaruh yang sangat besar dalam mendorong
kinerja optimal auditor yaitu 76,8% (R Square = 0,768). Sedangkan 23,2% dapat di sebabkan
oleh variabel lain di luar penelitian ini seperti: Kecerdasan intelektual auditor, sarana dan
prasarana dalam Kantor Akuntan Publik dan lain-lain. Besarnya pengaruh tersebut, dapat
disebabkan, dalam tempat kerja selain permasalahan tekhnis pekerjaan, juga banyak terdapat
permasalahan yang menyangkut konflik dan dilemma etis, dan berbagai ragam persolaan yang
terkait dengan kondisi mental kejiwaan auditor. Sehingga dalam menyelesaikan permasalahan
tersebut diatas harus lebih banyak dengan memakai pendekatan kecerdasan emosional dan
spiritual dari pada keahlian intelektual, karena permasalahan tersebut tidak dapat di atasi hanya
dengan kecerdasan intelektual auditor semata.
Kata kunci: Pemetaan Kecerdasan, Kecerdasan Emosional, Kecerdasan Spiritual dan Kinerja
The Effect of Emotional and Spiritual Quotient
Upon Auditors Performance In Public Accountant Office
(Kantor Akuntan Publik)
By:
Fathul Huda Sufnawan
Advisory Lecturer:
Iwan Triyuwono SE,.MEc. Ak. PhD.
ABSTRACT
This research was aimed at analyzing the effect of emotional and spiritual quotient upon
auditors’ performance in Public Accountant Office. The emotional quotient and performance
instruments, which measure the variables are adopted from Cooper and Sawaf (1998), otherwise
spiritual quotient instruments are adopted from Khavari (2000). Multiple Regression analysis was
applied in the research, F test was employed to examine the effect of all independent variables
upon auditors’ performance, and t test was employed to examine the partial effect.
The result show that the auditors performance significantly affected by emotional and
spiritual quotient, both together and partial. But spiritual quotient give more contribution influence
to auditors’ performance than emotional quotient (Beta 0,744 > 0,251). Base on the result,
emotional and spiritual quotient also show very significantly influence, in case to increase auditors’
optimum performance until 76,8% in Public Accountant Office (R Square = 0, 768). The rest, 23,2
% was cause by other variables from out side this research like: auditors’ intelligence quotient,
Public Accountant Office facility, and etc. This cause there are to much conflict and ethical
dimentional problem, and various psychological problem which have to face by auditor in the
Public Accountant Office, beside some job technical problem. So in this case auditor must used
emotional and spiritual quotient approach more than intelligence skill, because that problem
cannot be solve by auditor intelligence quotient only.
Key word: Quotient Mapping, Emotional Quotient, Spiritual Quotient and Performance.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Semakin mengglobalnya arus informasi dan transportasi yang disertai makin meningkatnya
pula perdagangan dipelbagai belahan dunia, yaitu dengan dibentuknya berbagai macam bentuk
perjanjian perdagangan multilateral dan internasional yang bersifat bebas
(GATT,WTO,AFTA,APEC).Mengakibatkan banyak terjadinya perpindahan tenaga kerja asing dari
negara maju seperti: Eropa, Jepang dan Amerika menuju negara lain di Asia termasuk di
Indonesia. Hingga saat ini tidak dapat kita pungkiri bahwa globalisasi ekonomi dibidang liberalisasi
perdagangan telah mulai banyak membawa pesaing ataupun tenaga ahli yang kompeten
dibidangnya dari pelbagai mancanegara memasuki pasar domestik dengan kandungan
pengetahuan tingkat dunia.
Dengan jumlah penduduk lebih dari 220 juta jiwa, dan termasuk dalam salah satu negara
dengan jumlah penduduk yang terbesar di dunia, serta posisi yang potensial dalam kawasan Asia
Tenggara, menjadikan Indonesia sebagai ladang bisnis yang menjanjikan sebagai sasaran pasar
berbagai produk dan jasa. Sehingga diperkirakan ketika terwujudnya perjanjian multi lateral AFTA
(Asean Free Trade Center Area) dan APEC, Indonesia akan dibanjiri oleh banyak produk dan
pekerja (auditor) profesional dari luar negeri.
Dalam menghadapi Indonesia baru yang mampu bersaing dalam era globalisasi yaitu AFTA
dan APEC, diperlukan Sumber Daya Manusia, terutama sekali auditor dalam negeri yang
berkualitas, yang diharapkan mampu bersaing dengan auditor dari luar negeri. Akan tetapi jika
kita melihat praktek yang terjadi tidaklah demikian. Hal ini tercermin dari sikap pemerintah
Indonesia yang lebih suka menggunakan jasa auditor asing, yang dipandang lebih mampu secara
teknis dan indepeden dalam melaksanakan jasa audit terhadap beberapa perusahaan yang
terkena kasus. Tantangan lain yang harus dihadapi dalam abad 21 maraknya terjadi skandal
manipulasi dan kecurangan atas laporan keuangan, serta berbagai kasus pelanggaran etika
lainnya yang secara langsung atau tidak langsung melibatkan para auditor didalamnya, baik
dalam maupun luar negeri1. Berbagai bukti tersebut diatas menunjukkan kepada kita bahwa
adanya: 1).Penurunan kualitas citra Sumber Daya Manusia akuntan atau auditor, 2).Persaingan
antara auditor dan Kantor Akuntan Publik dalam dan luar negeri yang sudah semakin ketat, dan
3).Mulai adanya peralihan kepercayaan terhadap kinerja auditor dan Kantor Akuntan Publik di
Indonesia. Dimana masalah-masalah tersebut harus segera diatasi.
Memasuki abad 21, legenda atau paradigma lama tentang anggapan bahwa IQ
(Intelligence Quotient) sebagai satu-satunya tolok ukur kecerdasan, yang juga sering dijadikan
parameter keberhasilan dan kesuksesan kinerja Sumber Daya Manusia, digugurkan oleh
munculnya konsep atau paradigma kecerdasan lain yang ikut menentukan terhadap kesuksesan
dan keberhasilan seseorang dalam hidupnya. Hasil survei statistik dan penelitian yang dilakukan
Lohr, yang ditulis oleh Krugman dalam artikel “On The Road on Chairman Lou“ (The New York
Times 26/6/1994), menyebutkan bahwa IQ ternyata sesungguhnya tidak cukup untuk
menerangkan kesuksesan seseorang. Ketika skor IQ dikorelasikan dengan tingkat kinerja dalam
karier mereka, taksiran tertinggi untuk besarnya peran selisih IQ terhadap kinerja hanyalah
sekitar 25%, bahkan untuk analisis yang lebih seksama yang dilakukan American Psycological
Press (1997) angka yang lebih tepat bahkan tidak lebih dari 10% atau bahkan hanya 4%. Hal ini
berarti bahwa IQ paling sedikit tidak mampu 75%, atau bahkan 96% untuk menerangkan
pengaruhnya terhadap kinerja atau keberhasilan seseorang. Serta menurut penelitian yang
dilakukan Goleman menyebutkan pengaruh IQ hanyalah sebesar 20% saja, sedangkan 80%
dipengaruhi oleh faktor lain termasuk di dalamnya EQ. Sehingga dengan kata lain IQ dapat
dikatakan gagal dalam menerangkan atau berpengaruh terhadap kesuksesan seseorang
(Goleman, 2000).
1 Kasus besar yang paling menarik perhatian dan menimpa dunia akuntansi di awal abad 21
adalah kasus manipulasi laporan keuangan dan persediaan pada Enron corp. dengan KAP multi
nasional Arthur Andersen & Partners yang merupakan anggota dari the big five atau KAP dengan
salah satu jaringan dan omzet pendapatan terbesar di seluruh dunia, yang berakibat bubarnya
Arthur Andersen & partners. Di Indonesia juga pernah terjadi hal yang sama yaitu pada kasus
PT.Kimia Farma Tbk, terjadinya overstated pada laba bersih per 31 Desember 2001.
2 SQ dapat dinamakan juga dangan Religius Quotient (kecerdasan religius atau kecerdasan
ruhaniah), karena dalam penerapannya SQ adalah tidak dapat dipisahkan dengan keyakinan
beragama seseorang walaupun antar agama mempunyai konsep yang berbeda tentang bentuk
SQ, akan tetapi esensinya sama yaitu keyakinan akan keberadaan dan peran serta Tuhan dalam
setiap aktivitas kehidupan manusia.
3 Integritas mengharuskan auditor jujur dan terus terang dalam batasan kerahasiaan obyek
pemeriksaan Kode Etik Akuntan Indonesia.Prinsip objektivitas menetapkan suatu kewajiban bagi
auditor untuk tidak memihak, jujur secara intelektual dan bebas dari konflik
kepentingan.Pedoman Kode Etik Akuntan Indonesia.Appendix A 1994. hal:346.
4 Prof.Dr.Muhammad Yacub M.Ed. dalam jurnalnya yang berjudul: “Suatu opini mengenai
reformasi sistem pendidikan nasional” berpendapat dan juga menekankan akan pentingnya
reformasi dan perubahan sistem pendidikan nasional yang mensinergikan IQ, EQ, CQ dan SQ
dalam segala bidang mulai dari filsafat/tujuan pendidikan sampai ke pemerintahan dan
manajemen pendidikan, kurikulum, metode pembelajaran, dan substansi pengajaran secara
nasional, regional dan lokal.Selengkapnya lihat http:// www.depdiknas.org. 2001
Terjadinya pergeseran atau perubahan paradigma dimana kesuksesan seseorang tidaklah
lagi ditentukan oleh IQ atau kemampuan tekhnis, ICCA mengeluarkan satuan tugas khusus “The
Skill for 21 century task force” untuk meneliti masalah yang berhubungan dengan perubahan
kualifikasi para akuntan di abad 21. Satuan tugas tersebut menemukan bahwa di abad 21 ini para
akuntan (auditor) yang dibutuhkan, haruslah memiliki beberapa kompetensi dan kualifikasi antara
lain, sebagai berikut (Bulo, 2002:22):
• Keterampilan akuntansi: Kemampuan untuk menganalisa data keuangan, pengetahuan
perpajakan, audit, sistem teknologi informasi dan pengetahuan tentang pasar modal.
• Keterampilan komunikasi: Kesanggupan mendengar dengan efektif, berbicara dan
menulis dengan jelas, mengerti kebutuhan orang lain, kemampuan mengungkapkan,
mendiskusikan mempertahankan pandangan, memiliki empati dan mampu
berhubungan dengan orang dari negara, budaya dan latar belakang sosio ekonomi yang
berbeda.
• Keterampilan negosiasi.
• Keterampilan interpersonal: Untuk memotivasi dan mengembangkan orang lain,
mendelegasikan tugas, menyelesaikan konflik, kepemimpinan, mengelola hubungan
dengan orang lain dan berinteraksi dengan berbagai macam orang.
• Kemampuan intelektual: Logika, deduktif dan pemikiran abstrak, mengidentifikasi dan
menyelesaikan masalah dan sanggup menyelesaikan dilema etis.
• Pengetahuan manajemen dan organisasi: Untuk memahami aktivitas organisasi bisnis
pemerintah, organisasi nirlaba, memahami budaya bisnis, dinamika kelompok, serta
manajemen sumber daya.
• Atribut personel: Integritas, keadilan etika dan komitmen untuk, belajar seumur hidup
karena product life cycle pengetahuan yang semakin pendek.
Di Indonesia, Ainun Na’im (1996) dalam Laela (1997) dalam makalahnya yang berjudul
“Perubahan faktor-faktor kontekstual profesi akuntan publik” menyebutkan dalam memasuki
profesi akuntansi, dan dalam menghadapi perubahan tantangan globalisasi, para akuntan
Indonesia khususnya, diharuskan memiliki suatu competitive advantage skill yang lebih
dibandingkan akuntan lain untuk dapat tetap mampu bertahan (exist) dalam menjalankan
profesinya dimasa depan, diantaranya yaitu kemampuan intelektual, interpersonal dan emosional,
lebih lengkapnya bentuk kualifikasi yang disyaratkan, dapat kita lihat pada gambar dibawah ini :
Sumber: Na’im (1996) dalam Laela (1997).
Gambar 1.1
Profil Profesi Akuntan.
Dalam perkembangan untuk menciptakan peningkatan kinerja Sumber Daya Manusia yang
optimal, dan dalam menyikapi tantangan di abad 21, menurut Prof. Dadang Hawari guru besar
dan pakar psikologi UI, kemampuan intelektual (IQ) dan interpersonal (EQ) saja tidaklah cukup,
tanpa disertai dengan kemampuan religiusitas (SQ). Beliau menyatakan bahwa pada umumnya,
syarat atau kualifikasi yang diutamakan untuk menciptakan Sumber Daya Manusia, yang unggul
menuju Indonesia baru adalah:
KETERAMPILAN SIFAT-SIFAT
Berfikir Wajar
Menyelesaikaan masalah Etik
Mendengar Mempunyai motivasi
Menulis Bersikap profesional
Menggunakan komputer Percaya diri
Melakukan analisis kuantitatif Tampil profesional
Berbicara Sifat menyenangkan
Melakukan penelitian Tegas
Berhubungan Interpersonal Sifat kepemimpinan
PENGETAHUAN
Hukum
Sosial Ekonomi
Psikologi
Akuntansi

1. Sumber Daya Manusia tersebut memiliki tingkat kecerdasan (IQ: Intelligence Quotient)
yang tinggi. Namun dalam perkembangan masa depan (Indonesia Baru) untuk menjadi
Sumber Daya Manusia yang sukses dalam arti bermanfaat bagi masyarakat, bangsa
dan negara daripada kepentingan pribadi dan golongannya; maka syarat IQ saja tidak
lagi memenuhi kriteria.
2. EQ (Emotional Quotient: tingkat emosional atau kepribadian).
3. CQ (Creativity Quotient: tingkat kreativitas) dan
4. RQ (Religious Quotient): Tingkat religiusitas atau keimanan dan ketakwaan terhadap
Tuhan YME). Sumber Daya Manusia dengan tingkat RQ tinggi adalah tidak sekedar
beragama tetapi terutama beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Sumber Daya Manusia yang beriman adalah seorang yang percaya bahwa Tuhan Maha
Melihat, Mendengar dan Mengetahui apa-apa yang diucapkan, diperbuat bahkan isi hati
atau niat manusia. Sumber Daya Manusia yang beriman adalah seorang yang percaya
adanya malaikat yang mencatat segala perbuatan yang baik maupun yang tercela,
serta tahu mana yang salah atau haram.2
Dalam praktek nyata, pentingnya kemampuan personal dan interpersonal serta tingkat religiusitas
sebagai benteng dalam pelaksanaan tanggung jawab dan pekerjaan audit bagi para auditor di
Indonesia khususnya seperti yang telah disebutkan diatas, bisa kita lihat pada pedoman kode etik
akuntan 1994 yang diterbitkan oleh lembaga IAI (Ikatan Akuntan Indonesia). Pasal 1 ayat (2)
Kode Etik Akuntan Indonesia, menegaskan bahwa setiap anggota harus mempertahankan
integritas dan obyektifitas3 yang tinggi dalam menjalankan setiap tugasnya. Dengan
mempertahankan integritas, setiap anggota akan tetap mempunyai kejujuran, komitmen, tegas,
dan tanpa pretensi. Dengan mempertahankan obyektifitas, maka diharapkan bagi setiap anggota
akan bertindak adil tanpa dipengaruhi oleh tekanan atau permintaan tertentu maupun
kepentingan pribadinya.
Tanpa adanya pengendalian atau kematangan emosi (EQ) dan keyakinan terhadap Tuhan
Yang Maha Esa (keimanan dan ketakwaan) (SQ), sangat sulit bagi seorang auditor untuk dapat
bertahan dalam menghadapi tekanan frustasi, stress, menyelesaikan konflik yang sudah menjadi
bagian atau resiko profesi, dan memikul tanggung jawab seperti apa yang disebutkan dalam
Pedoman Kode Etik Akuntan Indonesia, serta untuk tidak menyalahgunakan kemampuan dan
keahlian yang merupakan amanah yang dimilikinya kepada jalan yang tidak dibenarkan. Sehingga
akan berpengaruh terhadap hasil kinerja mereka (mutu dan kualitas audit) atau terjadinya
penyimpangan-penyimpangan, kecurangan dan manipulasi terhadap tugas yang diberikan. Karena
seseorang yang memiliki kecerdasan emosional yang baik akan mampu untuk mengetahui serta
menangani perasaan mereka dengan baik, mampu untuk menghadapi perasaan orang lain dengan
efektif. Selain itu juga seseorang akuntan yang memiliki pemahaman atau kecerdasan emosi dan
tingkat religiusitas yang tinggi akan mampu bertindak atau berperilaku dengan etis dalam profesi
dan organisasi (Ludigdo dan Maryani, 2001).
Karena itulah perlu adanya perubahan akan makna dalam sistem pendidikan kita, dalam
menyikapi makin beratnya tantangan di era globalisasi dan dalam rangka membentuk pribadi
yang berkualitas dan memiliki etos kerja yang tinggi4. Sehingga peran lembaga pendidik
termasuk perguruan tinggi sebagai pencetak Sumber Daya Manusia dalam perusahaan dan Kantor
Akuntan Publik diharapkan mampu mengangkat nilai-nilai: kejujuran, komitmen, amanah,
integritas, bertanggung jawab, keyakinaan terhadap sifat-sifat Tuhan YME dan keteguhan hati
merupakan bagian pengajaran yang diberikan kepada para calon auditor (mahasiswa) (Ludigdo,
2004).
Penjelasan tersebut diatas secara langsung mengindikasikan dan membuktikan kepada kita
semua, bahwa para akuntan khususnya auditor di Indonesia dalam abad 21 perlu untuk
mengembangkan aspek atau berbagai keterampilan dan keahlian khusus dalam menjalankan
tugas dan pekerjaannya yang semakin komplek, termasuk didalamnya: keterampilan atau
keahlian profesi, kecerdasan emosional (Emotional Quotient) dan kecerdasan spiritual (Spiritual
Quotient).
Adapun beberapa karya ilmiah dan penelitian terdahulu yang telah dipublikasikan, baik
didalam negeri maupun diluar negeri, terkait dengan kecerdasan emosional antara lain yaitu:
Pertama. Pengaruh kecerdasan emosional (EQ) terhadap kinerja dalam perusahaan: Goleman
menjelaskan (1998) tentang penggunaan kecerdasan emosional terhadap pendorong kinerja,
dengan sampel manajer yang dikelompokkan kedalam 3 (tiga) bagian keahlian: tekhnikal,
koognitif dan kemampuan kecerdasan emosi murni seperti kemampuan memimpin dan
berhubungan dengan orang lain. Cooper dan Sawaf (1998) meneliti tentang pemetaan kecerdasan
emosional (EQ Map) dan pengaruhnya terhadap gaya kepemimpinan dan kinerja sejumlah
eksekutif manajer pada perusahan multinasional. Serta McClleland (1973) dalam Goleman (2000)
meneliti tentang pengaruh kecerdasan intelektual (IQ) dengan parameter prestasi akedemis yang
dicapai, terhadap kesuksesan seseorang di tempat kerja.
Kedua. Pengaruh kecerdasan emosional (EQ) terhadap kinerja auditor dan pendidikan akuntansi:
Surya dan Hananto (2004) meneliti tentang kinerja auditor dalam Kantor Akuntan Publik dengan
kecerdasan emosional auditor. Bulo (2002) dan Afufah dkk (2004) meneliti tentang pengaruh
pendidikan dalam jurusan akuntansi terhadap pembentukan kecerdasan emosional (EQ)
mahasiswa akuntansi. Serta Suryaningsum dkk (2003) dan Wijayanto (2005) meneliti tentang
pengaruh kecerdasan emosional (EQ) terhadap prestasi belajar mahasiswa ekonomi jurusan
akuntansi di universitas negeri dan swasta.
Sedangkan beberapa penelitian dan karya ilmiah terkait dengan kecerdasan spiritual
antara lain, di awali oleh Zohar dan marshal (2000) meneliti secara ilmiah dan membahas tentang
adanya kecerdasan spiritual yang dimiliki oleh setiap manusia, yang berpengaruh terhadap segala
aspek kehidupannya. Beberapa karya ilmiah penulis dan peneliti dari luar negeri yang senada
yang membahas tentang kecerdasan spiritual antara lain: Hendrick dan Ludeman (1998), Edward
(1999), Khavari (2000), Sinetar (2000), Wild (2000), Levin (2000) dan Wolman (2001) dalam
Sukidi (2002).Adapun penelitian dan karya ilmiah tentang kecerdasan spiritual yang dilakukan
dalam negeri antara lain yaitu:
Pertama. Kecerdasan spiritual (SQ) dan pengaruhnya terhadap kinerja dalam perusahaan:
Agustian (2001) membahas tentang pengaruh kombinasi kecerdasan emosional dan spiritual
(ESQ) yang dilandaskan pada nilai–nilai keislaman dalam membentuk kepribadian dan kinerja
yang sukses. Senada dengan Agustian, Tasmara (2002) juga membahas tentang pengaruh dan
penerapan nilai spiritual agama (SQ) terhadap pembentukan etos kerja yang positif dalam tempat
kerja. Sukidi (2002) membahas tentang pentingnya kecerdasan spiritual (SQ) dalam mengatasi
problema psikologi dalam kehidupan termasuk juga di antaranya dalam tempat kerja. Serta
Syahdani (2005) yang membahas tentang pendekatan unsur etika dan psikologi dengan
kematangan emosional dan spiritual (ESQ) dalam strategi mengelola perusahaan atau organisasi
dan untuk mencapai perestasi kerja yang optimal.
Kedua. Pengaruh kecerdasan spiritual (SQ) terhadap perilaku etis akuntan dan pendidikan
akuntansi: Ludigdo dan Maryani (2001) meneliti atas faktor-faktor yang mempengaruhi akuntan
dalam berperilaku etis yang sebagian besar dipengaruhi oleh faktor religiuistas. Serta Ludigdo
(2004) membahas adanya pergeseran paradigma sistem pendidikan dan profesi akuntansi mulai
dari yang berbasis kecerdasan intelektual menjadi berbasis kecerdasan intelektual, emosional dan
spiritual (IESQ).
Berbicara tentang penelitian dan karya ilmiah tentang kecerdasan emosional dan spiritual,
terutama sekali semenjak mulai dipopulerkannnya istilah kecerdasan emosional (EQ) oleh Daniel
Goleman pada tahun 1990-an, serta kecerdasan spiritual (SQ) oleh Zahar dan Marshal di
penghujung abad 20, sudah banyak diteliti oleh para peneliti dalam dan luar negeri. Akan tetapi
penelitian yang berhubungan dengan bidang akuntansi adalah sangat sedikit dan jarang sekali
dilakukan. Oleh karena itulah maka peneliti tertarik untuk membahasnya. Studi ini merupakan
replikasi yang disertai dengan pengembangan, dari penelitian yang sebelumnya telah dilakukan
oleh Surya dan Hananto (2004) yang meneliti pengaruh kecerdasan emosional terhadap kinerja
auditor di Jawa Tengah khususnya daerah Surakarta dan Semarang. Selain itu juga dimotivasi
oleh penelitian Ludigdo (2004) yang membahas pentingnya penyertaan kecerdasan emosional dan
spiritual (ESQ) disamping kecerdasan intelektual (IQ) dalam membentuk para calon akuntan dan
auditor (mahasiswa) dalam menghadapi makin beratnya tantangan profesi akuntansi dimasa
depan. Serta Syahdani (2005) yang membahas pemakaian pendekatan kecerdasan emosional dan
spiritual (ESQ) sebagai metode meningkatkan kinerja optimal dalam perusahaan.
Replikasi dan pengembangan atas penelitian sebelumnya, dilakukan dengan alasan:
1).Munculnya paradigma kecerdasan baru yaitu kecerdasan spiritual (SQ) yang merupakan
temuan ilmiah terbaru di abad ke 21, tentang kecerdasan lain yang tidak kalah penting dan
dimiliki manusia selain IQ dan EQ, bahkan menurut Zahar dan Marshal, SQ adalah pondasi
kecerdasan (Ultimate Intelligence). Sinergisitas kecerdasan emosional dan spiritual membuat
seseorang akan sukses dan berhasil termasuk diantaranya dalam tempat kerja (Agustian, 2001).
2).Faktor sosio-geografis dan perbedaan budaya berpengaruh erat terhadap perbedaan dan
pembentukan nilai, sikap dan keyakinan. Oleh karena sesuai dengan saran penelitian sebelumnya,
perlu dilakukan pengujian ulang atas responden pada Kantor Akuntan Publik yang berbeda (diluar
daerah Semarang dan Surakarta). Sebagai upaya dalam menguji kembali atas penelitian
pengaruh kecerdasan emosional terhadap kinerja (Surya dan Hanto, 2004).
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian yang terdapat pada latar belakang, maka yang menjadi pokok
permasalahan dalam penelitian ini adalah: “Adakah pengaruh kecerdasan emosional (EQ) dan
spiritual (SQ) auditor terhadap kinerja para auditor dalam Kantor Akuntan Publik?”
1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah untuk menguji dan mengetahui apakah
terdapat pengaruh antara kecerdasan emosional dan spiritual auditor terhadap kinerja auditor di
Kantor Akuntan Publik.
1.4 Manfaat Penelitian
1. Memberikan masukan bagi dunia akademisi khususnya dalam bidang pendidikan
akuntansi pada perguruan tinggi dalam mendidik, dan mendiskusikan mengenai
pentingnya kecerdasan emosional dan spiritual (ESQ) dalam pola pendidikan bagi para
mahasiswa, sebagai calon akuntan dan auditor dimasa yang akan datang, serta dalam
menyikapi semakin beratnya tugas dan tanggung jawab mereka dalam melaksanakan
pekerjaannya.
2. Memberikan masukan bagi Kantor Akuntan Publik agar dapat lebih meningkatkan
kemampuan auditor mereka dalam melaksanakan tugas dengan lebih memberikan
perhatian dan pelatihan terkait dengan pengembangan kecerdasan emosional dan
spiritual (ESQ), sehingga mereka bekerja dengan optimal, berintegritas dan
bertanggung jawab.
3. Memberi informasi bagi kelompok responden mengenai pentingnya kecerdasaan
emosional dan spiritual (ESQ), sehingga mereka dapat mengembangkan dan melatih
kecerdasan emosional dan spiritual secara mandiri sebagai bekal dalam menghadapi
dunia kerja, dan mampu bersaing dengan para auditor dari luar negeri.
4. Skripsi ini diharapkan dapat menjadi bahan perbandingan bagi riset-riset selanjutnya
terkait dengan penelitian kecerdasan emosional dan spiritual (ESQ) yang lebih
sempurna dan komperehensif.
1.5 Sistematika Penulisan Penelitian
Agar lebih mudah dipahami, skripsi ini disusun atas 5 (lima) bab, dengan tujuan agar
mempunyai suatu susunan yang sistematis, dapat memudahkan untuk mengetahui dan
memahami hubungan antara bab yang satu dengan bab yang lain sebagai suatu rangkaian yang
konsisten. Adapun sistematika yang dimaksud adalah:
BAB I: PENDAHULUAN
Berisi tentang latar belakang ditulisnya karya ilmiah ini, perumusan masalah, tujuan
penelitian, manfaat penelitian, batasan rumusan masalah serta sistematika penulisan
skripsi.
BAB II: TINJAUAN PUSTAKA
Membahas mengenai landasan teori yang mendasari tiap-tiap variabel, hubungan antar
variabel dan pembentukan hipotesa (hipotesis penelitian).
BAB III: METODOLOGI PENELITIAN
Menguraikan mengenai jenis penelitian dan pendekatan yang digunakan, penentuan
populasi dan sampel, metode pengumpulan data, operasionalisasi variabel, pengujian
data dan hipotesa.
BAB IV: PEMBAHASAN
Berisikan analisa penelitian, membahas tabulasi frekuensi pengaruh pengujian instrumen
kecerdasan emosional dan spiritual auditor terhadap kinerja auditor.
BAB V: PENUTUP
Bab ini berisi kesimpulan-kesimpulan yang diperoleh dari hasil pengolahan data
penelitian. Selain itu, dalam bab ini juga berisi saran-saran bagi perkembangan profesi
auditor di masa depan.
http://www.jurnalskripsi.com/10/25/pengaruh-kecerdasan-emosional-dan-spritual-auditor-terhadap-
kinerja-auditor-dalam-kantor-akuntan-publik.htm

http://www.jurnalskripsi.com/category/skripsi-akuntansi

----------------
Contoh Skripsi Tesis Disertasi Dotcom…
Contoh Skripsi Tesis Disertasi Dotcom spesialis menyediakan kumpulan, koleksi, daftar contoh ribuan
skripsi, tesis dan disertasi yang sudah jadi dari berbagai disiplin ilmu pengetahuan berikut kebutuhan
terkait pembuatan tugas akhir kesarjanaan mahasiwa program S1, S2, dan S3.
Anda bisa mendowload tanpa batas koleksi ribuan contoh skripsi, tesis dan disertasi yang sudah jadi.
Kumpulan skripsi, tesis, dan disertasi ini merupakan contoh-contoh penelitian tingkat sarjana dan pasca
sarjana dari berbagai disiplin ilmu pengetahuan sosial dan pasti alam.

Skripsi
Administrasi Bisnis Niaga
Administrasi Negara
Administrasi Publik
Akuntansi
Arsitektur
Astronomi
Bahasa Inggris
Biologi
Bisnis dan Manajemen
Ekonomi
Ekonomi Manajemen
Ekonomi Pembangunan
Farmasi
Filsafat
Fisika
Fisika Teknik
Geofisika
Hukum Acara
Hukum Perdata
Hukum Pidana
Hukum Tata Negara
Ilmu Hukum
Ilmu Keperawatan
Ilmu Komputer
Ilmu Komunikasi
Ilmu Pemerintahan
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kehidupan
Kedokteran
Kedokteran Hewan
Kesehatan Masyarakat
Kimia
Manajemen
Manajemen dan Keuangan
Matematika
Meteorologi
Oseanografi
Pendidikan Bahasa Indonesia
Pendidikan Bahasa Inggris
Pendidikan Biologi
Pendidikan Ekonomi
Pendidikan Fisika
Pendidikan Geografi
Pendidikan Kewarganegaraan
Pendidikan Matematika
Pendidikan Teknik Elektro
Pengembangan SDM
Penjaskes
Perencanaan Kota dan Wilayah
Perhotelan
Psikologi
Seni dan Desain
Sistem Informasi
Sistem Informasi Akuntansi
Sistem Komputer
Sosiologi
Syariah
Tarbiyah
Teknik Bahan
Teknik Dirgantara
Teknik Elektro
Teknik Geodesi dan Geomatika
Teknik Geofisika
Teknik Geologi
Teknik Industri
Teknik Informatika
Teknik Kelautan
Teknik Komputer
Teknik Lingkungan
Teknik Mesin
Teknik Metalurgi
Teknik Perminyakan
Teknik Pertambangan
Teknik Sipil
Teknik Telekomunikasi
Teknologi Pertanian
Teologi
Tesis
Administrasi Bisnis
Arsitektur
Astronomi
Biologi
Desain
Farmasi
Fisika
Fisika Teknik
Geofisika Terapan
Ilmu Pengetahuan Aktuaria
Ilmu Pengetahuan dan Teknik Bahan
Ilmu Pengetahuan Tanah
Instrumentasi dan Kontrol
Kimia
Matematika
MBA Teknologi
Oseanografi dan Ilmu Pengetahuan Atmosfir
Perencanaan Kota dan Wilayah
Seni
Sistem dan Teknik Jalan Raya
Studi Pembangunan
Tata Kota dan Wilayah
Teknik dan Manajemen Industri
Teknik Dirgantara
Teknik Elektro
Teknik Geodesi dan Geomatika
Teknik Geologi
Teknik Informatika
Teknik Kimia
Teknik Lingkungan
Teknik Mesin
Teknik Nuklir
Teknik Perkeretaapian
Teknik Perminyakan
Teknik Pertambangan
Teknik Sipil
Transportasi
Disertasi
Ilmu Pengetahuan Teknik
Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Sejarah Teori dan Kritik Seni

Jasa Pembuatan Skripsi Tesis


Kami juga menyediakan jasa pembuatan skripsi/tesis dengan rincian sebagai berikut:
I. Biaya Skripsi Rp. 2.800.000:
1. Proposal Rp. 300.000
2. Bab 1 Rp. 500.000
3. Bab 2 Rp. 500.000
4. Bab 3 Rp. 500.000
5. Bab 4 Rp. 500.000
6. Bab 5 Rp. 500.000
II. Biaya Tesis Rp. 3.300.000:
1. Proposal Rp. 300.000
2. Bab 1 Rp. 600.000
3. Bab 2 Rp. 600.000
4. Bab 3 Rp. 600.000
5. Bab 4 Rp. 600.000
6. Bab 5 Rp. 600.000
Syarat dan Ketentuan Pekerjaan:
1. Pekerjaan bisa dipilih per bab. Ini berarti pekerjaan hanya dilakukan untuk bab yang anda minta.
Misalnya, bila anda meminta bantuan bab 2, maka kami mengerjakan hanya bab 2; atau bila anda
meminta bantuan bab 5, maka kami mengerjakan hanya bab 5; begitu seterusnya.
2. Pekerjaan tidak mesti semua bab. Ini berarti anda bisa meminta bantuan hanya bab yang anda pilih.
Misalnya, anda bisa meminta bantuan bab1 saja tanpa perlu melibatkan bab 2, 3, 4, dan 5; anda bisa
meminta bantuan bab 4 saja tanpa perlu melibatkan bab 1, 2, 3, dan 5; atau anda bisa meminta bantuan
gabungan bab-bab tertentu saja tanpa perlu melibatkan gabungan bab-bab lainnya; begitu seterusnya.
3. Pekerjaan bab-bab dalam skripsi/tesis harus sambung-menyambung. Ini berarti bab yang anda minta
harus menyatu dengan bab-bab lain yang sudah anda miliki. Misalnya, bila anda meminta bantuan bab
2, maka anda harus memiliki bab sebelumnya (bab 1); atau bila anda meminta bantuan bab 5, maka
anda harus memiliki bab 1, 2, 3, dan 4; begitu seterusnya.
4. Pembayaran dilakukan per bab dan ditransfer penuh sebelum pekerjaan dimulai. Pembayaran dikirim
lewat transfer bank; sementara bahan maupun hasil kerja dikirim lewat email.
5. Pekerjaan dilaksanakan sampai tuntas. Tuntas berarti selesai dalam arti yang sebenar-benarnya. Bil-
amana perlu, segala upaya perbaikan, perombakan, penambahan atau pengurangan terhadap bab yang
sudah dikerjakan akan diupayakan semaksimalkan mungkin.
6. Tidak ada tambahan biaya untuk perbaikan, perombakan, penambahan, atau pengurangan terhadap
bab yang sudah dikerjakan.
7. Untuk kemudahan komunikasi kedua belah pihak, keanggotaan Paid Member dalam situs ini akan
diberikan secara otomatis kepada pemberi pekerjaan tanpa penambahan biaya. Misalnya, bila anda
meminta bantuan pembuatan proposal, pembuatan bab 5, atau pembuatan bab-bab lainnya, maka
dengan sendirinya status anda adalah Paid Member dalam situs ini dan berhak atas segala fasilitas yang
disediakan.
8. SKRIPSI/TESIS INI DIJAMIN ORISINIL ALIAS TIDAK PLAGIAT. SEPERTI HALNYA ANDA,
KAMI JUGA ANTI PLAGIARISME.

Olahdata Statistik
Situs Skripsi Tesis Disertasi Dotcom meyediakan layanan olahdata statistik:
* regresi linier (sederhana dan berganda)
* korelasi
* analysis of variance (anova)
* uji t
* uji F
* linieritas
* uji normalitas
* uji asumsi klasik (heteroskedastisitas, normalitas, multikolinearitas, autokorelasi),
* Kolmogorov Smirnov
* validitas dan reliabilitas
* one way
* dll
Program olahdata yang digunakan:
* SPSS
* Eviews
* Lisrel
* AMOS
* dll
Biaya:
* Rp. 500.000 (olahdata skripsi)
* Rp. 600.000 (olahdata tesis)
Untuk detilnya hubungi kami:
www.skripsitesisdisertasi.com
Email: raihanctym@hotmail.com
Jln. Waru 39 Rt. 007/07 Rawamangun Jakarta - Indonesia
Telp. 021 - 4705484
Hp. 08151151192 (Toto)
Hp.02195010199 (Roni)
Hp. 08164821885 (Ajir)