Anda di halaman 1dari 37

9

BAB II

LANDASAN TEORI

A. Pengertian Pengendalian Manajemen

Pengendalian manajemen merupakan suatu istilah yang umum dan

makin banyak digunakan dalam berbagai variasi kepentingan dan pengertian.

Kadang-kadang digunakan untuk pemeriksaan rutin intern, misalnya pada

penyusunan kembali pembukaan. Biasanya interprestasi yang lebih sempit ini

ternyata merupakan salah satu kegiatan daripada struktur pengendalian

manajemen yang luas itu.

Ada berbagai macam definisi mengenai pengendalian manajemen.

Berikut ini akan disajikan beberapa definisi tersebut :

Menurut Arief Suadi, Ph.D :

Pengendalian Manajemen adalah semua usaha untuk


menjamin bahwa sumber daya perusahaan digunakan secara
efektif dan efisien untuk mencapai tujuan perusahaan.

Atau :

Proses untuk mempengaruhi orang lain dalam sebuah


perusahaan agar secara efektif dan efisien mencapai tujuan
perusahaan melalui strategi tertentu.1)

Menurut Anthony, Dearden dan Bedford :

Pengendalian Manajemen adalah semua metode, prosedur dan


strategi organisasi, termasuk sistem pengendalian manajemen

1 )
Arief Suadi, Ph.D, 1996, Sistem Pengendalian Manajemen, edisi 4,
Yogyakarta, BPFE, hal. 1.
10

yang digunakan oleh manajemen untuk menjamin bahwa


pelaksanaan sesuai dengan strategi dan kebijakan perusahaan.2

Selain definisi-definisi di atas, berikut ini juga akan disajikan

definisi-definisi dari sistem pengendalian manajemen.

Menurut Arief Suadi, Ph.D. :

Sistem Pengendalian Manajemen adalah sebuah sistem yang


terdiri dari beberapa anak sistem yang berkaitan, yaitu :
pemrograman, penganggaran, akuntansi, pelaporan dan
pertanggungjawaban untuk membantu manajemen
mempengaruhi orang lain dalam sebuah perusahaan agar mau
mencapai tujuan perusahaan melalui strategi tertentu secara
efektif dan efisien.3)

Menurut Anthony, Dearden dan Bedford :

Sistem Pengendalian Manajemen adalah struktur dan proses


yang sistematis serta terorganisir yang digunakan manajemen
di dalam pengendalian manajemennya.4)

Dari definisi-definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa :

- Pengendalian manajemen adalah semua usaha perusahaan yang mencakup

metode, prosedur dan strategi perusahaan yang mengacu pada efisiensi

dan efektivitas operasional perusahaan, agar dipatuhinya kebijakan

manajemen serta tercapainya tujuan perusahaan.

- Sistem pengendalian manajemen adalah struktur dan prosedur-prosedur

yang saling berkaitan dan disusun dengan skema yang utuh dan

menyeluruh, untuk membantu manajemen di dalam melakukan

pengendaliannya. Dengan kata lain, sistem pengendalian manajemen


2 )
Robert N. Anthony, John Dearden, Norton M. Bedford, 1996, Sistem
Pengendalian Manajemen, Jakarta, Erlangga, hal. 4.
3)
Arief Suadi, Ph.D, 1996, Sistem Pengendalian Manajemen, Op.cit hal. 2.
4)
Roberth N. Anthony, John Dearden, Norton M. Bedford, Ibid, hal. 4
11

adalah sarana bagi pengendalian manajemen yang akan menunjang

pelaksanaan pengendalian di dalam perusahaan.

Di atas telah disebutkan bahwa pengendalian manajemen adalah

proses untuk mempengaruhi orang lain dalam perusahaan agar secara efektif

dan efisien mencapai tujuan perusahaan. Penentuan tujuan perusahaan dan

strategi untuk mencapainya dilakukan dalam suatu proses yang dinamakan

Perencanaan Strategis. Perencanaan strategis adalah suatu proses untuk

menentukan tujuan perusahaan, dan strategi untuk mencapai tujuan tersebut.

Oleh karena perencanaan strategis tidak dapat lepas dari lingkungannya, maka

perencanaan strategis dapat juga dikatakan sebagai reaksi perusahaan terhadap

lingkungan. Lingkungan perusahaan adalah : karyawan, pemegang saham,

pesaing, pelanggan, pemasok, lembaga keuangan, pemerintah, dan masyarakat.

Tujuan perusahaan merupakan arah yang akan ditempuh perusahaan.

Pada saat perusahaan didirikan, perencanaan baru dapat dilakukan

setelah tujuan dan strategi pencapaian tersebut ditentukan. Sebaliknya, setelah

perusahaan berjalan, realisasi yang efektif dan efisien namun tidak mencapai

tujuan perusahaan dapat menimbulkan evaluasi terhadap program, strategi atau

tujuan perusahaan, dan hal ini dapat terjadi berulang kali.

Selain memerlukan pengendalian manajemen, untuk mencapai

tujuan perusahaan diperlukan pengendalian yang lain yaitu : pengendalian

tugas”. Pengendalian tugas adalah : proses untuk menjamin bahwa sebuah

pekerjaan dilakukan dengan cara yang efektif dan efisien. Efisiensi


12

menunjukkan perbandingan ntara keluaran (output) dengan masukan (input)

yang favourable. Sedangkan efektivitas menunjukkan perbandingan antara

keluarga dengan tujuan.

B. Tujuan dan Fungsi Manajemen

Tujuan pengendalian manajemen adalah untuk memotivasi dan

memberi semangat kepada para anggota organisasi, dan selanjutnya mencapai

tujuan organisasi. Ini merupakan proses mendeteksi dan memperbaiki

kesalahan-kesalahan yang tidak disengaja dan ketidakberesan yang disengaja,

seperti pencurian atau penyalahgunaan sumber daya. Karena fokusnya pada

manusia dan implementasi rencana, pertimbangan psikologis menjadi dominan

dalam pengendalian manajemen. Kegiatan-kegiatan seperti komunikasi,

meyakinkan, mendesak, memberi semangat, dan memberi kritik adalah bagian

penting dalam proses ini.

Adapun fungsi pengendalian manajemen adalah pengukuran dalam

perbaikan terhadap pelaksanaan tujuan dan rencana perusahaan dapat dicapai.

Pengendalian manajemen juga dapat berfungsi untuk mengembangkan dan

merevisi norma-norma (standard) yang memuaskan sebagai ukuran pelaksanaan

dan menyediakan pedoman serta bantuan kepada para anggota manajemen yang

lain dalam menjamin adanya penyesuaian hasil pelaksanaan yang sebenarnya

terhadap norma standard. Disini pengendalian manajemen mencoba agar

pelaksanaan sesuai dan cocok dengan rencana atau standard. Juga dalam fungsi

ini, controller dapat membantu. Dia tidak memaksakan pengendalian, kecuali


13

dalam departemennya sendiri, tetapi dia menyediakan informasi yang akan

digunakan oleh pimpinan fungsional untuk mencapai pelaksanaan yang

diharuskan.

Kegiatan dalam bidang pengendalian ini menghabiskan waktu yang

cukup banyak. Sebagian informasi disediakan dari jam ke jam atau dari hari ke

hari. Data lain disiapkan dari minggu ke minggu atau dari bulan ke bulan,

sesuai dengan kebutuhan keadaan. Sebagai contoh, pada perusahaan yang lebih

besar, informasi per jam atau per hari tentang pelaksanaan belum mungkin

berguna, atau biaya-biaya pengolahan per minggu mungkin dibutuhkan.

Dalam pendekatan masalah-masalah yang berhubungan dengan

fungsi pengendalian manajemen, suatu pandangan yang luas biasanya akan

banyak membantu. Hasil akhir dari fungsi pengendalian tidak hanya berupa

suatu laporan atau prestasi kerja, melainkan seharusnya juga mencakup

pertimbangan – pertimbangan berikut ini :

1. Bantuan terhadap norma-norma untuk pengendalian.

2. Evaluasi terhadap norma standard, termasuk analisa yang berhubungan

dengan hal itu.

3. Pelaporan tentang prestasi pelaksanaan jangka pendek yang

sesungguhnya dibandingkan dengan kerja yang telah distandardkan.

Pengembangan trend dan hubungan-hubungan untuk membantu para

pimpinan operasional.
14

4. Memastikan bahwa melalui tujuan yang berkesinambungan, sistem dan

prosedur dapat menyediakan data yang diperlukan dan yang paling

berguna atas basis yang paling praktis dan ekonomis.

Disini jenis pengendalian yang baik adalah yang melihat ke depan.

Ini harus diingat oleh manajemen apabila dia berpartisipasi dalam fungsi

pengendalian manajemen dengan memberikan pemikiran yang terus menerus

terhadap langkah-langkah yang mungkin perlu diambil sebelum dimulai

tindakan operasi untuk menjamin adanya pelaksanaan yang sesuai dengan

norma atau yang diinginkan. Ini dapat dinamakan sebagai “preventive control”

(pengendalian preventive).

C. Pengertian Kas dan Tujuan Pengelolaan Kas

1. Pengertian Kas

Pada awal bab satu telah dijelaskan bahwa yang dimaksud

dengan kas bukan hanya meliputi uang tunai, tetapi juga meliputi pos

wesel, berbagai macam cek, serta dana-dana yang tersimpan di bank.

Menurut PSAK No. 2 dalam buku Standar Akuntansi Keuangan,

memberikan pengertian kas sebagai berikut :

Kas terdiri dari saldo kas (cash on hand) dan rekening


giro, (PSAK No. 2 : Standar Akuntansi Keuangan).5)

5
Ikatan Akuntansi Indonesia, PSAK No. 2 1995, Standar Akuntansi Keuangan,
Jakarta, Salemba Empat.
15

Adapun beberapa pendapat para ahli lainnya mengenai

pengertian kas, antara lain yaitu :

Menurut Soemarso S.R. :

Dari segi akuntansi, yang dimaksud dengan kas adalah :


segala sesuatu (baik yang berbentuk uang atau bukan)
yang dapat tersedia dengan cara dan diterima sebagai alat
pelunasan kewajiban pada nilai nominalnya.6)

Menurut Fess, Niswonger dan Warren :

Uang kas merupakan alat tukar yang diterima bank pada


nilai nominalnya. Uang kas ini mencakup rekening bank,
uang tunai, cek, giro dan wesel.7)
Berdasarkan uraian dari beberapa definisi di atas, maka

penulis dapat menyimpulkan bahwa kas adalah uang dalam bentuk

tunai maupun rekening bank yang dipunyai perusahaan, yang dapat

diuangkan pada setiap saat tanpa mengurangi nilai simpanan tersebut.

Maksudnya tanpa mengurangi nilai simpanan adalah, kas tersebut

mengalir dalam suatu daur yang dimulai dari digunakannya kas tersebut

untuk memberi aktiva, aktiva tersebut kemudian digunakan untuk

menghasilkan keuntungan (laba), dan pada akhirnya modal dan

keuntungan tersebut kembali lagi dalam bentuk kas.

Yang termasuk sebagai kas adalah rekening giro di bank dan

uang kas yang ada di perusahaan. Diterima pada nilai nominal sewaktu

diuangkan merupakan petunjuk untuk menentukan apakah suatu surat

6 )
Soemarso S.R., 1992, Akuntansi Suatu Pengantar, edisi 4, Jakarta,
Rineka Cipta, hal. 323.
7 )
Philip E. Fress, C. Rollin Niswonger abd Carl S. Warren, 1997, Prinsip-
Prinsip Akuntansi, edisi 16, Jakarta, Erlangga, hal. 55.
16

berharga dapat dianggap sebagai kas. Oleh karena itu, giro mundur,

walaupun telah ditandatangani bukan merupakan kas. Sebab giro tersebut

tidak dapat diuangkan sebelum tanggal yang telah ditentukan. Demikian

juga halnya dengan deposito berjangka dan kas bon untuk suatu

pembayaran dimuka (misalnya untuk biaya perjalanan) yang diambil oleh

pegawai perusahaan. Wesel yang belum diinkasokan juga bukan

merupakan kas.

Kriteria lain untuk dapat dianggap sebagai kas adalah dapat

digunakan segera. Artinya, apabila diminta segera dapat dikeluarkan.

Dalam hal ini kas yang telah disisihkan untuk tujuan penggunaan tertentu

(dalam akuntansi disebut sebagai fund), misalnya uang yang disisihkan

untuk pembayaran deviden, hutang dan lain-lain tidak dapat digolongkan

sebagai kas.

Sesuai dengan definisinya, di neraca kas disajikan pada nilai

nominalnya. Uang kas dalam bentuk valuta asing pada umumnya

dikonversikan ke dalam rupiah pada nilai tukar yang berlaku di pasaran

pada tanggal neraca.

2. Tujuan Pengelolaan Kas

Pengelolaan kas dapat dianggap sebagai suatu fungsi

keuangan yang mendasar dalam kebanyakan perusahaan. Fungsi tersebut

biasanya diarahkan oleh seorang pejabat keuangan senior, umpamanya

direktur keuangan atau kepala bagian keuangan meskipun kadang-kadang


17

dapat juga controller, bergantung pada besar dan struktur organisasi

perusahaan.

Tujuan pengelolaan kas menurut James D. Willson, Jhon B.

Campbell dalam bukunya Controllership, menguraikan sebagai berikut :

1. Penyedia kas yang cukup untuk operasi jangka pendek atau


jangka panjang.
2. Penggunaan dana perusahaan secara efektif pada setiap waktu.
3. Penetapan tanggung jawab untuk penerimaan kas dan
pemberian perlindungan yang cukup sampai dana disimpan.
4. Penyelenggaraan pengendalian untuk menjamin bahwa
pembayaran-pembayaran hanya dilakukan untuk tujuan yang
sah.
5. Pemeliharaan saldo Bank yang cukup, bilamana cocok untuk
mendukung hubungan yang layak dengan bank komersial.
6. Penyelenggaraan catatan-catatan kas yang cukup.8)

Kas merupakan aktiva yang paling likuid atau merupakan salah satu

unsur modal kerja yang paling tinggi likuiditasnya, berarti bahwa semakin besar

jumlah kas yang dimiliki oleh suatu perusahaan, akan semakin tinggi pula

tingkat likuiditasnya. Tetapi suatu perusahaan yang mempunyai tingkat

likuiditas yang tinggi karena adanya kas dalam jumlah yang besar berarti

tingkat perputaqran kas tersebut rendah dan mencerminkan adanya over

investment dalam kas, dan berarti pula bahwa perusahaan kurang efektif dalam

mengelola kas. Jumlah kas yang relatif kecil akan diperoleh tingkat perputaran

kas yang tinggi dan keuntungan yang diperoleh akan lebih besar.

Adapun bila mempunyai uang kas yang tidak cukup dalam

perusahaan< dapat membahayakan. Sebab, ada kemungkinan tidak dapat


8 )
James D. Willson, Jhon B. Campbell, 1993, Controllership, edisi II,
Jakarta, Erlangga, hal. 393.
18

memenuhi kewajiban-kewajiban yang telah jatuh tempo. Tetapi mempunyai

terlalu banyak kas juga tidak sehat. Uang kas yang menganggur tidak

menghasilkan apa-apa. Oleh karena itu manajemen perusahaan perlu

melakukan perencanaan terhadap pengelolaan penerimaan dan pengeluaran kas.

Termasuk di dalamnya merencanakan sumber-sumber penerimaan yang bisa

diperoleh apabila suatu saat mengalami kekurangan kas, dan merencanakan

pemanfaatannya apabila mengalami kelebihan kas.

Perencanaan arus kas dapat dilakukan dengan membuat anggaran

kas untuk periode – periode tertentu. Misalnya satu tahun, enam bulan, tiga

bulan satu bulan, di masa mendatang. Anggaran kas dapat digunakan sebagai

alat pengendali penerimaan dan pengeluaran kas. Pada kala tertentu, anggaran

kas dibandingkan dengan realisasinya. Apabila terjadi penyimpangan-

penyimpangan mencolok, manajemen perusahaan segera melakukan perbaikan.

D. Sumber-Sumber Penerimaan dan Pengeluaran Kas

Suatu perusahaan yang hanya mengejar keuntungan (rentabilitas)

tanpa memperhatikan likuiditasnya, akhirnya perusahaan tersebut dalam

keadaan likuid, apabila sewaktu-waktu ada tagihan. Dari uraian tersebut dapat

disimpulkan bahwa kas sangat berperan dalam menentukan kelancaran kegiatan

perusahaan. Oleh karena itu kas harus direncanakan dan diawasi dengan baik,

baik dalam penerimaannya (sumbernya) maupun penggunaannya

(pengeluarannya). Pemerimaan dan pengeluaran kas suatu perusahaan ada yang

terus menerus. Berikut ini akan diuraikan sumber-sumber penerimaan dan


19

pengeluaran kas menurut S. Munawir dalam bukunya Analisa Laporan

Keuangan dapat berasal dari :

1. Hasil penjualan investasi jangka panjang, aktiva tetap, baik yang


berwujud maupun yang tidak berwujud (intangible asset), atau
adanya penurunan aktiva tidak lancar yang diimbangi dengan
penambahan kas.
2. Penjualan atau adanya emisi saham maupun adanya penambahan
modal oleh pemilik perusahaan dalam bentuk kas.
3. Pengeluaran surat tanda bukti hutang baik jangka pendek (wesel)
mapun jangka panjang (hutang obligasi, hutang hipotik atau hutang
jangka panjang lain) serta bertambahnya hutang yang diimbangi
dengan penerimaan kas.
4. Adanya penurunan atau berkurangnya aktiva lancar selain kas yang
diimbangi dengan adanya penerimaan kas, misalnya penurunan
piutang karena penerimaan pembayaran, berkurangnya persediaan
barang dagangan karena adanya penjualan secara tunai, adanya
penurunan surat berharga (efek), karena adanya penjualan, dan
sebagainya.
5. Adanya penerimaan kas karena sewa, bunga atau divident dari
investasinya, sumbangan atau hadiah maupun adanya pengembalian
kelebihan pembayaran pajak pada periode-periode sebelumnya.9)

Sedangkan penggunaan atau pengeluaran kas dapat disebabkan

adanya transaksi-transaksi sebagai berikut :

1. Pembelian saham atau obligasi sebagai investasi jangka pendek


maupun jangka panjang serta adanya pembelian aktiva tetap
lainnya.
2. Penarikan kembali saham yang beredar maupun adanya
pengambilan kas persediaan oleh pemilik perusahaan.
3. Pelunasan atau pembayaran angsuran hutang jangka pendek
maupun jangka panjang.
4. Pengembalian barang dagangan secara tunai, adanya pembayaran
biaya operasi yang meliputi upah dan gaji, pembelian supplies
kantor, pembayaran sewa, bunga, premi asuransi, advertensi dan
adanya persekot-persekot biaya maupun persekot pembelian.

9 )
S. Munawir, 1995, Analisa Laporan Keuangan, edisi 4, Yogyakarta,
Liberty, hal. 159.
20

5. Pengeluaran kas untuk pembayaran dividen (bentuk pembagian laba


lainnya secara tunai), pembayaran pajak, denda, dan lain
sebagainya.10

Aliran kas masuk dan aliran kas keluar akan terjadi terus menerus

seumur hidupnya perusahaan. Dari uraian tersebut di atas, maka dapat

disimpulkan bahwa secara umum sumber-sumber penerimaan dan pengeluaran

kas perusahaan berasal dari tiga aktivitas, yaitu : (1) aktivitas operasi, (2)

aktivitas investasi, dan (3) aktivitas pendanaan.

1. Aktivitas Operasi

Penerimaan dan pengeluaran kas dari aktivitas operasi

merupakan sumber arus ks yang paling berkaitan dengan kegiatan

operasional perusahaan. Hal ini dikarenakan arus kas dari aktivitas

operasi ditujukan untuk menghasilkan laba bersih. Selain itu, jumlah arus

kas yang berasal dari operasinya perusahaan dapat menghasilkan arus kas

yang cukup untuk melunasi pinjaman perusahaan, memelihara

kemampuan operasi perusahaan, membayar dividen, dan melakukan

investasi baru tanpa terlalu mengandalkan sumber pendanaan dari luar.

Sumber-sumber penerimaan dan pengeluaran kas dari

aktivitas operasi antara lain mencakup :

a. Penerimaan kas :

- Hasil penjualan tunai barang atau jasa.

- Penagihan piutang.

10)
S. Munawir, Ibid, halaman 159.
21

- Hasil claim asuransi.

- Penerimaan bunga dan dividen.

- Penerimaan lain-lain.

b. Pengeluaran kas :

- Pembelian persediaan, baik bahan mentah, bahan setengah

jadi, ataupun barang jadi.

- Pembayaran gaji dan upah.

- Pembelian supplies kantor.

- Biya-biaya penjualan.

- Biaya administrasi dan umum.

- Pembayaran pajak.

- Pengeluaran lain-lain.

Beberapa transaksi, seperti penjualan peralatan pabrik, dapat

menimbulkan keuntungan atau kerugian yang dimasukkan dalam

perhitungan rugi laba bersih. Arus kas yang menyangkut transaksi

semacam itu dikategorikan sebagai penerimaan kas dari aktivitas

investasi.

2. Aktivitas Investasi
22

Penerimaan dan pengeluaran kas dari aktivitas investasi

merupakan arus kas yang berkaitan dengan pengadaan atau penjualan

kekayaan perusahaan seperti aktiva tetap atau aktiva tak terwujud. Dalam

pelaporan arus kas dari aktivitas investasi pada Laporan Arus Kas, jika

arus kas masuk melebihi arus kas keluar, maka arus kas bersih dapat

dinyatakan sebagai “Arus kas bersih yang diberikan oleh aktivitas

investasi”. Jadi arus kas keluar melebihi arus kas masuk, maka

perbedaannya dapat dinyatakan sebagai “Arus kas bersih yang digunakan

untuk aktivitas investas”.

Sumber-sumber penerimaan dan pengeluaran kas dari

aktivitas investasi antara lain mencakup :

a. Penerimaan kas :

- Penjualan kekayaan, pabrik dan peralatan perusahaan.

- Penjualan surat hutang atau ekuitas dari kesatuan/pihak lain.

- Penerimaan pelunasan pinjaman dari kesatuan/ pihak lain.

- Perolehan saham atau instrumen keuangan perusahaan lain.

- Penerimaan-penerimaan lain.

b. Pengeluaran kas :

- Pembelian kekayaan, pabrik dan peralatan perusahaan.

- Pembelian sekuritas hutang dan ekuitas dari kesatuan / pihak

lain.

- Pinjaman kepada kesatuan / pihak lain.


23

- Pengeluaran lain-lain.

3. Aktivitas Pendanaan

Penerimaan dan pengeluaran kas dari aktivitas pendanaan

merupakan jenis sumber arus kas yang berkaitan dengan masalah

kewajiban dan ekuitas pemilik atau pemasok modal perusahaan.

Disamping itu, kegiatan-kegiatan keuangan lain seperti penerbitan surat

hutang (obligasi dan wesel) dan akuisisi aktiva tetap juga termasuk dalam

aktivitas ini.

Dalam pelaporan arus kas dari aktivitas pendanaan pada

Laporan Arus Kas, jika arus kas masuk lebih besar daripada arus kas

keluar, maka arus kas bersih dapat disebut sebgai “Arus kas bersih yang

diberikan dari aktivitas pendanaan (keuangan)”. Dan sebaliknya, jika arus

kas keluar yang lebih besar daripada arus kas masuk, maka perbedaannya

dapat disebut sebagai “Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas

pendanaan (keuangan)”.

Sumber-sumber penerimaan dan pengeluaran kas dari

aktivitas pendanaan antara lain mencakup :

a. Penerimaan kas :

- Penerbitan obligasi atau sekuritas ekuitas.

- Penambahan modal oleh pemilik perusahaan dalam bentuk

kas.

- Penambahan hutang yang diimbangi dengan penerimaan kas.


24

- Penerimaan lain-lain.

b. Pengeluaran kas :

- Pembayaran dividen.

- Akuisisi kembali saham modal.

- Pembelian saham atau obligasi.

- Pengambilan kas oleh pemilik perusahaan.

- Pembayaran atau pelunasan angsuran hutang.

- Pengeluaran lain-lain.

E. Pengendalian Manajemen atas Penerimaan dan Pengeluaran Kas.

Pengendalian manajemen atas penerimaan dan pengeluaran kas

dalam sub bab ini, dibagi menjadi beberapa elemen berikut ini yang dapat

mempermudah pembahasan mengenai pengendalian manajemen dalam

penerimaan dan pengeluaran kas, serta yang menggambarkan beberapa

kerjasama yang saling berhubungan dengan berbagai fungsi manajemen.

Elemen-elemen tersebut antara lain :

1. Anggaran Kas sebagai alat perencanaan dan pengendalian manajemen.

2. Penyusunan Anggaran Kas.

3. Penyusunan Laporan Arus Kas.

4. Pengendalian Posisi Kas.

Berikut ini akan diuraikan masing-masing elemen tersebut di atas.

1. Anggaran Kas sebagai Alat Perencanaan dan Pengendalian

Manajemen
25

Anggaran kas merupakan perencanaan atas arus uang masuk

dan arus uang keluar, serta saldo terakhirnya pada periode tertentu.

Dengan kata lain, anggaran kas adalah estimasi terhadap posisi kas untuk

suatu periode yang ditentukan pada masa yang akan datang.

Salah satu tanggung jawab utama manajemen adalah

membuat perencanaan, melajukan pengendalian, dan menjaga sumber

daya yang terdapat dalam perusahaan. Ada 2 jenis sumber daya yang

terdapat dalam setiap usaha yaitu Arus Kas Masuk (misalnya pemasukan

uang) dan Arus Kas Keluar (misalnya pengeluaran uang). Perencanaan

dan pengendalian arus masuk dan arus keluarnya kas, dan pembiayaan

yang terkait penting bagi semua perusahaan.

Pembuatan anggaran kas merupakan suatu cara yang efektif

untuk merencanakan dan mengendalikan arus kas, yaitu memperkirakan

kebutuhan uang dan secara efektif menggunakan uang yang berlebih.

Tujuan utamanya adalah merencanakan posisi likuiditas perusahaan

sebagai dasar untuk menentukan pinjaman di masa datang dan investasi

yang dilakukan.

Menurut Glenn A. Welsch, Ronald W. Hilton and Paul N. Gordon,

perencanaan arus uang masuk dan arus uang keluar akan menunjukkan :

1. Kebutuhan untuk membiayai kekurangan kas yang mungkin


terjadi.
26

2. Kebutuhan terhadap perencanaan investasi yaitu untuk


menanamkan kelebihan uang pada penggunaan yang
menguntungkan.11)

2. Penyusunan Anggaran Kas

Tujuan dasar dari penyusunan anggaran kas adalah untuk

merencanakan kas yang diperlukan perusahaan, baik ditinjau dari segi

jangka pendek maupun jangka panjang, serta dalam penjagaan

likuiditasnya. Dengan menyusun anggaran kas akan dapat diketahui

kapan perusahaan akan dalam keadaan defisit kas atau surplus kas.

Dengan mengetahui akan adanya definisi kas jauh

sebelumnya, maka dapatlah direncakan sebelumnya penentuan sumber

dana yang akan digunakan utnuk menutup defisit tersebut. Karena masih

cukupnya waktu, maka akan terdapat lebih banyak alternatif sumber dana,

dan makin banyaknya alternatif sumber dana berarti manajemen dapat

mengadakan pemilihan sumber dana yang biayanya paling rendah.

Sebaliknya, dengan mengetahui sejauh sebelumnya bahwa

akan terdapat surplus kas yang besar, maka jauh sebelumnya sudah dapat

direncanakan bagaimana menggunakan kelebihan dana tersebut secara

efektif dan efisien.

Anggaran kas dari kegiatan operasi menunjukkan

perencanaan penerimaan kas dari pendapatan dan perencanaan

pengeluaran kas untuk beban operasi. Anggaran kas dari kegiatn ini pada

1 1)
Gleen A. Welsch, Ronald W. Hilton and Paul N. Gordon, Anggaran
Perencanaan dan Pengendalian Laba, edisi lima, Jakarta, Salemba Empat.
27

umumnya meliputi transaksi-transaksi kas yang terdapat dalam ikhtisar

rugi laba yang direncanakan, dimana trasaksi-transaksi tersebut mencakup

transaksi kas yang dimasukkan di dalam penentuan laba bersih.

Misalnya : penerimaan dari penjualan tunai dan piutang, serta pembelian

bahan baku dan pembayaran gaji dan upah.

Anggaran kas dari kegiatan investasi menunjukkan

penerimaan kas dari penjualan aktiva tidak lancar atau aktiva tetap yang

direncanakan, serta pembayaran untuk mengakuisisi aktiva tidak lancar.

Disamping itu, penjualan investasi dan pembayaran kas untuk

memperoleh investasi yang direncanakan, juga termasuk dalam anggaran

kas dari kegiatan ini.

Sedangkan anggaran kas dari kegiataan pendanaan

menunjukkan perencanaan penerimaan kas dari penerbitan surat berharga,

mendapatkan modal dari pemilik, dan perencanaan pembayaran kas untuk

pembayaran saham treasuri, dividen dan pembayaran hutang.

3. Penyusunan Laporan Arus Kas

Tujuan penyusunan laporan arus kas adalah untuk

memberikan informasi yang relevan mengenai penerimaan dan

pengeluaran kas dari suatu perusahaan selama satu periode. Menurut

Philip E. Fress, C. Rollin Niswonger and Carl S. Warren, penerimaan

dan pengeluaran kas dibagi atas tiga jenis kegiatan :

a. Arus kas dari aktivitas operasi yang mencakup transaksi kas


yang dimasukkan dalam penentuan laba kas.
28

b. Arus kas dari aktivitas investasi yang mencakup penerimaan


dari penjualan investasi dan aktiva tetap, dan aktiva tak lancar
lainnya.
c. Arus kas dari aktivitas keuangan (pendanaan) yang mencakup
penerimaan dari penerbitan surat berharga ekuitas dan
hutang, dan pembayaran untuk deviden, pembelian kembali
surat berharga ekuitas, dan penebusan surat berharga hutang.1
2

Dengan mengklasifikasikan arus kas menjadi tiga kategori tersebut, maka

laporan arus kas mempunyai format dasar sebagai berikut :

Format Laporan Arus Kas

Arus kas dari Aktivitas Operasi xx

Arus kas dari Aktivitas Investasi xx

Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan xx

Kenaikan (Penurunan) bersih dalam kas xx

Kas pada awal tahun xx

Kas pada akhir tahun xx

==

a. Tahap-Tahap Penyusunan Laporan Arus Kas

Tanpa memperhatikan bagaimana kas diklasifikasikan,

laporan arus kas biasanya disusun dari : (1) Neraca komparatif, (2)

Perhitungan rugi laba, dan (3) Data transaksi terpilih. Penyusunan

laporan arus kas menurut Smith dan Skousen memerlukan tiga

tahap pokok, yaitu :

Tahap I ;
1 2)
Philip E. Fress, C. Rollin Niswonger and Carl S. Warren, 1997,
Intermediate Accounting, edisi II, Jakarta, Erlangga, hal. 143.
29

Mendefinisikan “dana” sebagai kas. Istilah yang biasanya


digunakan dengan pengertian yang sama seperti kas dalam
aktiva lancar, yaitu uang tunai yang ada dalam perusahaan dan
saldo bank yang dapat digunakan tanpa pembatasan. Juga pos-
pos yang dianggap sama dengan kas, misalnya sekuritas jangka
pendek yang segera jatuh tempo dan investasi sementara
lainnya yang sangat likuid.

Tahap II :
Menghitung jumlah perubahan kas bersih dengan menganalisa
perkiraan kas sebagaimana tercantum dalam neraca
komparatif. Jumlah kas harus sama dengan perhitungan angka
pengimbangan sebagaimana yang ditentukan dalam tahap III.
Tahap III :
Menganalisis perubahan-perubahan dalam setiap perkiraan
yang bukan kas dalam neraca komparatif tersebut bersama
dengan penjelasan yang tersedia untuk mengklasifikasi
perubahan kas dari operasi, investasi dan pembiayaan.
Hasilnya yang berupa kenaikan atau penurunan bersih harus
sama dengan jumlah yang dihitung pada tahap II.13

Berdasarkan uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa

didalam penyusunan laporan arus kas melibatkan tahap-tahap

sebagai berikut :

1. Menentukan kas yang disediakan dari aktivitas operasi.

2. Menentukan kas yang disediakan atau digunakan dalam

aktivitas investasi dan pendanaan.

3. Menentukan perubahan (kenaikan atau penurunan) dalam kas

selama periode tersebut.

4. Merekonsiliasi perubahan dalam kas dengan saldo awal dan

saldo akhir kas.

1 3)
Jay M. Smith, K. Fred Skousen, 1996, Akuntansi Intermediate, edisi 9,
Jakarta, Erlangga, hal. 492.
30

Laporan arus kas ini dapat disusun dengan hanya

mengklasifikasikan dan mengikhtisarkan penerimaan dan

pengeluaran kas, sebagaimana yang diharapkan dalam perkiraan

kas. Sekalipun demikian, laporan dimaksudkan untuk menonjolkan

kegiatan utama arus kas. Beberapa pos seperti penerimaan kas dari

pelanggan, pengeluaran kas untuk pembelian persediaan, dan

pengeluaran kas untuk beban operasi umumnya disajikan dalam

suatu kategori “Arus kas bersih dari operasi”.

Salah satu tujuan utama dari laporan arus kas adalah memberikan

informasi yang akan :

(1) Membantu investor atau kreditor meramalkan jumlah kas

yang mungkin mereka terima dalam bentuk dividen, bunga

dan pembayaran kembali utang pokok.

(2) Membantu mereka mengevaluasi resiko yang mungkin terjadi

karena adanya perbedaan waktu penerimaan dan pengeluaran

disatu pihak dengan kegiatan-kegiatan usaha yang

menimbulkan arus kas di pihak yang lain, maka penyajian

arus kas untuk suatu periode mempunyai kegunaan yang

terbatas.

b. Metode Penyusunan Laporan Arus Kas


31

Menurut PSAK No. 2 dalam buku Standar Akuntansi

Keuangan :

Untuk mengumpulkan data bagi keperluan laporan arus kas,


semua penerimaan dan pengeluaran kas untuk suatu periode
harus dianalisis dan kemudian dilaporkan menurut aktivitas
(operasi, investasi, atau pendanaan) pada laporan tersebut. 14)

Ada 2 metode di dalam membuat laporan arus kas, yaitu :

1. Metode Langsung

Sama halnya di dalam penyusunan anggaran kas

jangka pendek, metode langsung merupakan pendekatan

penerimaan dan pengeluaran kas, dimana di dalam

penyusunannya menggunakan perincian penerimaan dan

pengeluaran kas yang terjadi pada periode yang bersangkutan.

Di dalam pelaporan arus kas dari kegiatan operasi

menurut metode langsung, perbedaan (selisih) antara total

penerimaan kas dengan pembayaran kas adalah jumlah arus

kas bersih dari kegiatan operasi.

Pada Tabel 1 berikut ini, diilustrasikan mengenai

contoh penyajian laporan arus kas dengan metode langsung

dalam buku Standar Akuntansi Keuangan.

1 4)
Ikatan Akuntansi Indonesia, PSAK No. 2, 1995, Standar Akuntansi
Keuangan, Jakarta, Salemba Empat.
32

Tabel 1
Laporan Arus Kas
(dengan menggunakan Metode Langsung)

PT. ABC
Laporan Arus Kas
Tahun yang Berakhir 31 Desember 1992

Dalam Rupiah

Arus kas dari Aktivitas Operasi :


Penerimaan kas dari pelanggan 30.150
Pembayaran kas kepada pemasok dan karyawan ( 27.600 )
Pembayaran ks kepada pemasok dan karyawan 2.550
Kas yang dihasilkan operasi ( 270 )
Pembayaran bunga ( 500 )
Arus kas sebelum pos luar biasa 1380
Hasil dari asuransi karena gempa bumi 180
Arus kas dari aktivitas operasi 11.560

Arus kas dari Aktivitas Investasi :


Perolehan anak perusahaan X dengan kas (catatan A) ( 550 )
Pembelian tanah, bangunan dan peralatan (catatan B) ( 350 )
Hasil dari penjualan peralatan 20
Penerimaan bunga 200
Penerimaan deviden 200
Arus kas yang digunakan untuk aktivitas investasi ( 480 )

Arus kas dari Aktiva Pendanaan :

Hasil dari pinjaman jangka panjang 250


Pembayaran hutang sewa guna usaha keuangan ( 90 )
Pembayaran deviden ( 1200 )
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan ( 790 )

Kenaikan bersih kas 290


Kas pada awal periode (catatan C) 120
Kas pada akhir periode 410
====
33

Di dalam membuat laporan arus kas dengan metode

langsung, dilaporkan golongan utama penerimaan kas dari

kegiatan operasi, kemudian golongan pengeluaran kas untuk

kegiatan operasi pada golongan berikutnya. Keunggulan

utama dari penyusunan laporan arus kas dengan

menggunakan metode langsung ini adalah penyajian laporan

arus kas yang lebih informatif dan terperinci dari kegiatan

operasional perusahaan. Sedangkan kelemahan utamanya

adalah pengumpulan data yang banyak memakan waktu dan

biaya yang relatif lebih mahal.

2. Metode Tidak Langsung

Penggunaan metode tidak langsung didasarkan dari

informasi ikhtisar rugi laba yang menunjukkan laba bersih

yang terjadi pada periode yang bersangkutan. Disamping itu

juga diperlukan informasi dari neraca komparatif dan

penjelasan dari perkiraan – perkiraan tertentu. Pada

pendekatan ini, penyajian laporan arus kas, khususnya dari

aktivitas operasi tidak membutuhkan data yang rinci.

Kalaupun dibutuhkan rinciannya lebih sedikit tentang

transaksi arus kas yang masuk dan keluar. Pada penyusunan

laporan arus kas dari aktivitas operasi, laba bersih operasi

yang diperoleh dari ikhtisar rugi laba disajikan pada awal


34

perhitungan arus kas dari operasi, kemudian diikuti dengan

penyesuaian – penyesuaian dari kegiatan operasional lainnya.

Bila laporan arus kas dengan menggunakan metode

tidak langsung digunakan, maka pengaruh semua

penangguhan penerimaan dan pengeluaran kas di masa lalu

dan semua akrual dari penerimaan dan pengeluaran kas yng

diharapkan di masa mendatang, dihilangkan dari laba bersih

yang dilaporkan pada perhitungan rugi laba. Peniadaan ini

dilakukan dengan menyesuaikan jumlah yang dilaporkan

sebagai laba bersih ke atas dan ke bawah untuk menentukan

jumlah arus kas bersih dari kegiatan operasi.

Salah satu keunggulan utama dari metode tidak

langsung adalah, data yang diperlukan untuk penggunaan

metode ini pada umumnya lebih siap tersedia dan lebih murah

untuk diperoleh jika dibandingkan dengan data yang

diperlukan untuk laporan arus kas dengan metode langsung.

Sedangkan kelemahan utama dari metode ini adalah, kurang

terperincinya penyajian arus kas dari aktivitas operasi.

Untuk menentukan jumlah arus kas dari kegiatan

operasi, laba bersih dari dasar akrual, seperti yang dilaporkan

pada perhitungan rugi laba, harus dikonversikan menjadi

dasar kas. Jenis-jenis perkiraan yang harus dianalisis untuk


35

mengubah laba bersih dari dasar akrual menjadi dasar kas,

dapat dibagi menjadi dua kategori, yaitu :

a. Beban-beban yang mempengaruhi perkiraan tak lancar

tetapi bukan kas. Misalnya penyusutan dan beban

bunga.

b. Pendapatan dan beban yang mempengaruhi perkiraan

aktiva lancar dan kewajiban lancar dalam jumlah yang

berbeda dengan arus kas. Misalnya, penjualan sebesar $

10,000 secara kredit, dimana sebesar $ 8,000 telah

diterima kemudian. Dalam hal ini, untuk mengubah

pendaptan yang dilaporkan pada perhitungan rugi laba

($ 10,000) menjadi dasar kas, maka kenaikan dalam

piutang usaha sebesar $ 2,000 dapat dikurangkan dari

pendapatan sebesar $ 10,000 guna menghasilkan arus

kas sebesar $ 8,000.

Meskipun setiap metode yang digunakan dalam

menyusun laporan arus kas mempunyai kelebihan dan

kekurangannya masing-masing (baik metode langsung

maupun tidak langsung), namun jumlah total arus kas bersih

dari ketiga aktivitas tersebut (operasi, investasi, dan

pendanaan) adalah sama.


36

Untuk mengetahui bagaimana bentuk penyajian laporan

arus kas dengan metode tidak langsung, berikut ini akan

diperlihatkan bentuk laporan arus kas dengan metode tidak

langsung pada tabel 2.

Tabel 2

Laporan Arus Kas


(dengan menggunakan Metode Tidak Langsung)

PT. ABC
Laporan Arus Kas
Tahun yang Berakhir 31 Desember 1992

Dalam Rupiah

Arus kas dari Aktivitas Operasi 3.350


Laba bersih sebelum pajak dan pos luar biasa
Penyesuaian untuk :
Penyusutan 450
Kerugian selisih kurs 40
Penghasilan investasi ( 500 )
Beban bung 400
Laba operasi sebelum perubahan modal kerja 3.740
Kenaikan piutang dagang dan piutang lain ( 500 )
Penurunan persediaan 1.050
Penurunan hutang dagang ( 1.740 )
Kas dihasilkan dari operasi 2.550
Pembayaran bunga ( 270 )
Pembayaran pajak penghasilan ( 900 )
Arus kas sebelum pos luar biasa 1.380
Hasil dari penyelesainan asuransi gempa bumi 180
Arus kas bersih dari aktivitas operasi 1.560
37

Arus kas dari Aktivitas Investasi :


Perolehan anak perusahaan X dengan kas (catatan A) ( 550 )
Pembelian tanah, bangunan dan peralatan (catatan B) ( 350 )
Hasil dari penjualan peralatan 20
Penerimaan bunga 200
Penerimaan deviden 200
Arus kas yang digunakan untuk aktivitas investasi ( 480 )
Arus kas dari Aktiva Pendanaan :
Hasil dari penerbitan modal saham 250
Hasil dari pinjaman jangka panjang 250
Pembayaran hutang sewa guna usaha keuangan ( 90 )
Pembayaran deviden ( 1200 )

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan ( 790 )


Kenaikan bersih kas 290
Kas pada awal periode (catatan C) 120
Kas pada akhir periode 410
===

4. Pengendalian Posisi Kas

Salah satu tanggung jawab utama manajemen adalah

membuat perencanaan, melakukan pengendalian dan menjaga sumber

daya yang terdapat dalam perusahaan. Ada 2 jenis arus sumber daya yang

terdapat dalam setiap usaha yaitu arus kas masuk dan arus kas keluar.

Perencanaan dan pengendalian arus kas masuk dan keluar kas dan

pembiayaan yang terkait penting bagi semua perusahaan. Tujuan

utamanya adalah merencanakan posisi likuiditas perusahaan sebagai dasar

untuk menentukan pinjaman di masa yang akan datang dan investasi yang

akan dilakukan.
38

Sistem pengendalian kas yang efektif penting karena

konsekuensi yang mungkin terjadi. Seringkali manajemen membuat

keputusan atau mengubah kebijaksanaan yang ada sehingga posisi kas

ditingkatkan. Misalnya suatu perubahan yang tidak diperkirakan dalam

melakukan operasi dapat menyebabkan kekurangan kas yang serius, tapi

manajemen mungkin dapat menghindari8 atau paling sedikit menekannya

sekecil mungkin. Situasi yang tidak dikehendaki ini dapat diatasi dengan :

a. Meningkatkan usaha untuk menagih piutang.

b. Mengurangi biaya kas.

c. Menunda pengeluaran untuk barang modal.

d. Mengurangi persediaan.

e. Mengubah jadwal operasi yang mempengaruhi kas.

Pengaruh keputusan seperti ini terhadap posisi kas tergantung

pada penentuan saatnya. Sering keputusan yang lebih awal, lebih besar

peluangnya untuk melindungi posisi kas. Oleh karena itu penting agar

manajemen sepenuhnya diberitahu sejauh mungkin tentang posisi kas

yang mungkin terjadi.

Perencanaan dan pengendalian posisi kas sebuah perusahaan

harus mencakup pertimbangan bagaimana meningkatkan arus kas.

Meningkatkan arus kas pada dasarnya mencakup peningkatan jumlah kas

yang tersedia sehari-hari. Untuk mencapai tujuan ini, manajemen harus

memperhatikan hal-hal berikut ini :

a. Proses penagihan kas untuk mempercepat penagihan kas.


39

b. Proses pembayaran kas untuk memperlambat pembayaran kas.

c. Kebijaksanaan investasi untuk segera menanamkan saldo kas yang

menganggur untuk memperoleh pendapatan bunga yang maksimal.

Kegiatan-kegiatan biasanya dinamakan manajemen kas yang hemat biaya.

Manajemen kas dalam perusahaan besar penting sehingga kebijaksanaan

dan proses yang terkait harus diperiksa oleh audit intern.

----------------
Contoh Skripsi Tesis Disertasi Dotcom…
Contoh Skripsi Tesis Disertasi Dotcom spesialis menyediakan kumpulan, koleksi,
daftar contoh ribuan skripsi, tesis dan disertasi yang sudah jadi dari berbagai disiplin
ilmu pengetahuan berikut kebutuhan terkait pembuatan tugas akhir kesarjanaan
mahasiwa program S1, S2, dan S3.
Anda bisa mendowload tanpa batas koleksi ribuan contoh skripsi, tesis dan disertasi
yang sudah jadi. Kumpulan skripsi, tesis, dan disertasi ini merupakan contoh-contoh
penelitian tingkat sarjana dan pasca sarjana dari berbagai disiplin ilmu pengetahuan
sosial dan pasti alam.
Skripsi

Administrasi Bisnis Niaga


Administrasi Negara
Administrasi Publik
Akuntansi
Arsitektur
Astronomi
Bahasa Inggris
Biologi
Bisnis dan Manajemen
Ekonomi
Ekonomi Manajemen
Ekonomi Pembangunan
Farmasi
Filsafat
40

Fisika
Fisika Teknik
Geofisika
Hukum Acara
Hukum Perdata
Hukum Pidana
Hukum Tata Negara
Ilmu Hukum
Ilmu Keperawatan
Ilmu Komputer
Ilmu Komunikasi
Ilmu Pemerintahan
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kehidupan
Kedokteran
Kedokteran Hewan
Kesehatan Masyarakat
Kimia
Manajemen
Manajemen dan Keuangan
Matematika
Meteorologi
Oseanografi
Pendidikan Bahasa Indonesia
Pendidikan Bahasa Inggris
Pendidikan Biologi
Pendidikan Ekonomi
Pendidikan Fisika
Pendidikan Geografi
Pendidikan Kewarganegaraan
Pendidikan Matematika
Pendidikan Teknik Elektro
Pengembangan SDM
Penjaskes
Perencanaan Kota dan Wilayah
Perhotelan
Psikologi
Seni dan Desain
Sistem Informasi
Sistem Informasi Akuntansi
Sistem Komputer
Sosiologi
Syariah
Tarbiyah
41

Teknik Bahan
Teknik Dirgantara
Teknik Elektro
Teknik Geodesi dan Geomatika
Teknik Geofisika
Teknik Geologi
Teknik Industri
Teknik Informatika
Teknik Kelautan
Teknik Komputer
Teknik Lingkungan
Teknik Mesin
Teknik Metalurgi
Teknik Perminyakan
Teknik Pertambangan
Teknik Sipil
Teknik Telekomunikasi
Teknologi Pertanian
Teologi
42

Tesis

Administrasi Bisnis
Arsitektur
Astronomi
Biologi
Desain
Farmasi
Fisika
Fisika Teknik
Geofisika Terapan
Ilmu Pengetahuan Aktuaria
Ilmu Pengetahuan dan Teknik Bahan
Ilmu Pengetahuan Tanah
Instrumentasi dan Kontrol
Kimia
Matematika
MBA Teknologi
Oseanografi dan Ilmu Pengetahuan Atmosfir
Perencanaan Kota dan Wilayah
Seni
Sistem dan Teknik Jalan Raya
Studi Pembangunan
Tata Kota dan Wilayah
Teknik dan Manajemen Industri
Teknik Dirgantara
Teknik Elektro
Teknik Geodesi dan Geomatika
Teknik Geologi
Teknik Informatika
Teknik Kimia
Teknik Lingkungan
Teknik Mesin
Teknik Nuklir
Teknik Perkeretaapian
Teknik Perminyakan
Teknik Pertambangan
Teknik Sipil
Transportasi
43

Disertasi

Ilmu Pengetahuan Teknik


Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Sejarah Teori dan Kritik Seni
Jasa Pembuatan Skripsi Tesis

Kami juga menyediakan jasa pembuatan skripsi/tesis dengan rincian sebagai berikut:
I. Biaya Skripsi Rp. 2.800.000:
1. Proposal Rp. 300.000
2. Bab 1 Rp. 500.000
3. Bab 2 Rp. 500.000
4. Bab 3 Rp. 500.000
5. Bab 4 Rp. 500.000
6. Bab 5 Rp. 500.000
II. Biaya Tesis Rp. 3.300.000:
1. Proposal Rp. 300.000
2. Bab 1 Rp. 600.000
3. Bab 2 Rp. 600.000
4. Bab 3 Rp. 600.000
5. Bab 4 Rp. 600.000
6. Bab 5 Rp. 600.000
Syarat dan Ketentuan Pekerjaan:
1. Pekerjaan bisa dipilih per bab. Ini berarti pekerjaan hanya dilakukan untuk bab
yang anda minta. Misalnya, bila anda meminta bantuan bab 2, maka kami
mengerjakan hanya bab 2; atau bila anda meminta bantuan bab 5, maka kami
mengerjakan hanya bab 5; begitu seterusnya.
2. Pekerjaan tidak mesti semua bab. Ini berarti anda bisa meminta bantuan hanya bab
yang anda pilih. Misalnya, anda bisa meminta bantuan bab1 saja tanpa perlu
melibatkan bab 2, 3, 4, dan 5; anda bisa meminta bantuan bab 4 saja tanpa perlu
melibatkan bab 1, 2, 3, dan 5; atau anda bisa meminta bantuan gabungan bab-bab
tertentu saja tanpa perlu melibatkan gabungan bab-bab lainnya; begitu seterusnya.
3. Pekerjaan bab-bab dalam skripsi/tesis harus sambung-menyambung. Ini berarti bab
yang anda minta harus menyatu dengan bab-bab lain yang sudah anda miliki.
Misalnya, bila anda meminta bantuan bab 2, maka anda harus memiliki bab
44

sebelumnya (bab 1); atau bila anda meminta bantuan bab 5, maka anda harus
memiliki bab 1, 2, 3, dan 4; begitu seterusnya.
4. Pembayaran dilakukan per bab dan ditransfer penuh sebelum pekerjaan dimulai.
Pembayaran dikirim lewat transfer bank; sementara bahan maupun hasil kerja dikirim
lewat email.
5. Pekerjaan dilaksanakan sampai tuntas. Tuntas berarti selesai dalam arti yang
sebenar-benarnya. Bilamana perlu, segala upaya perbaikan, perombakan,
penambahan atau pengurangan terhadap bab yang sudah dikerjakan akan diupayakan
semaksimalkan mungkin.
6. Tidak ada tambahan biaya untuk perbaikan, perombakan, penambahan, atau
pengurangan terhadap bab yang sudah dikerjakan.
7. Untuk kemudahan komunikasi kedua belah pihak, keanggotaan Paid Member
dalam situs ini akan diberikan secara otomatis kepada pemberi pekerjaan tanpa
penambahan biaya. Misalnya, bila anda meminta bantuan pembuatan proposal,
pembuatan bab 5, atau pembuatan bab-bab lainnya, maka dengan sendirinya status
anda adalah Paid Member dalam situs ini dan berhak atas segala fasilitas yang
disediakan.
8. SKRIPSI/TESIS INI DIJAMIN ORISINIL ALIAS TIDAK PLAGIAT. SEPERTI
HALNYA ANDA, KAMI JUGA ANTI PLAGIARISME.

Olahdata Statistik

Situs Skripsi Tesis Disertasi Dotcom meyediakan layanan olahdata statistik:


* regresi linier (sederhana dan berganda)
* korelasi
* analysis of variance (anova)
* uji t
* uji F
* linieritas
* uji normalitas
* uji asumsi klasik (heteroskedastisitas, normalitas, multikolinearitas, autokorelasi),
* Kolmogorov Smirnov
* validitas dan reliabilitas
* one way
* dll
Program olahdata yang digunakan:
45

* SPSS
* Eviews
* Lisrel
* AMOS
* dll
Biaya:
* Rp. 500.000 (olahdata skripsi)
* Rp. 600.000 (olahdata tesis)
Untuk detilnya hubungi kami:
www.skripsitesisdisertasi.com
Email: raihanctym@hotmail.com
Jln. Waru 39 Rt. 007/07 Rawamangun Jakarta - Indonesia
Telp. 021 - 4705484
Hp. 08151151192 (Toto)
Hp.02195010199 (Roni)
Hp. 08164821885 (Ajir)