Anda di halaman 1dari 18

Membuat sabun bening di rumah

oleh
Pak de jongko
08176540345
Tentang Sabun
• Sabun secara umum sudah dikenal sebagai bahan
pembersih, ditinjau dari istilah kimia hanya terbatas pada
persenyawaan garam dan asam lemak atau senyawa
asam lemak yang terbentuk dari unsur organik tertentu
• Sabun didefinisikan sebagai produk dari proses
saponifikasi atau netralisasi lemak, minyak, lilin, rosin
dengan basa organik tertentu atau yang anorganik
• Tidak semua sabun merupakan bahan pembersih,
hanya sabun yang larut dalam air saja yang dapat
dikatakan sebagai pembersih. Sabun yang tidak larut
dalam air dinamakan sabun logam (metallic soap),
walaupun tidak larut dalam air tetapi larut dalam pelarut
yang lain.
Sabun Transparan
• Pembuatannya dengan melarutkan sabun kering dalam
alkohol dengan berat yang sama. Kemudian sebagian
alkohol diuapkan. Apabila sabun sudah cukup kental dan
tetesan cairan didapat dengan cepat menjadi masa yang
keras, maka sudah didapat sabun transparan
• Diketahui bahwa sabun opaque bila dicampur dengan
alkohol dalam kondisi tertentu akan menjadi transparan
• Faktor lain yang mempengaruhi transparansi sabun
adalah kandungan alkohol, gula, dan glyserin dalam
sabun. Ketika sabun akan dibuat jernih dan bening maka
hal yang paling essensial adalah kualitas gula, alkohol
dan glyserin
Klasifikasi Sabun Transparan

• Penampilan transparan yang menawan.


• Mempunyai fungsi pelembab.
• Daya bersih yang efektif tanpa
meninggalkan busa sabun.
• Lebih terasa lunak karena tidak ada alkali
( sodium ) yang tertinggal.
• Merupakan komposisi yang homogen
dengan kandungan seperti emollien,
moisturizer dan antiseptik.
PENGETAHUAN KANDUNGAN
• Kandungan Utama
– Minyak; minyak kelapa, sawit, zaitun, castor
– Sodium Hidroksida
– Alkohol
– Glyserin
– Gula
– Stearic Acid
– Pewangi
– Pewarna
Kandungan Tambahan
• Humectan
– Propilen glykol
– Sorbitol.
• Anti Oksidan
– Tokoferol.
– BHT ( dibutil hydroxytoluen ).
– BHA ( butil hydroxyanisol ).
– Ester asam gallat.
– NDGA ( Nordihydroxyquaiaretic acid ).
• Agen Sequestering
– EDTA ( paling sering dipakai ).
– Asam Phosporat.
– Asam Sitrat.
– Asam Askorbat.
– Asam Suksinat.
– Asam Glukonat.
Bahan Tambahan dengan
kegunaan Khusus
• Whitening Agen ( agen Pemutih ).
– Arbutin.
– Kojic Acid.
– Vitamin C dan derivatifnya
• Skin Care Agen ( Agen Perawatan kulit )
– Anti inflamantori agent
– Astringent.
– Refrigerant.
– Vitamin A, B, D, E.
– Hormon.
– Anti Histamin.
• Anti Acne ( Anti Jerawat ).
– AHA ( Alfa hydroxy Acid )
– Estradiol, Estron, Ethinil estradiol, penghambat sekresi sebum.
– Anti bakteri, benzolkonium klorit, benzethorium klorida, halocarban
• Anti Perspiran dan Anti Deodoran
– Anti perspiran (Aluminium hydroklorit, Aluminium klorit, Seng Oksida)
– Anti bakteri (Benzolkonium klorit, Benzethorium klorida).
– Deodoran ( Seng Oksida ).
Perangkat Kerja
• Alat Ukur
– Termometer, timbangan, pH
meter, beaume meter
• Alat Memasak
– Kompor, panci double boiler,
pengaduk kayu
• Cetakan ( mold )
– Pipa pvc, panci stailess,
kotak kayu
• Pemotong
PROSEDUR PEMBUATAN
SABUN TRANSPARAN
Pembuatan sabun transparan dapat melalui
berbagai macam metode yaitu langsung dan
tidak langsung. Kedua metode itu menggunakan
proses semi panas, dengan pemanasan uap
atau pemanasan air. Pemanasan secara
langsung akan membakar sabun itu sendiri.
Panas yang digunakan biasanya tidak lebih dari
80 derajat, kecuali hanya jika digunakan untuk
melumerkan sabun base saja panas bisa
mencapai 90 derajat celsius.
METODE LANGSUNG
METODE TIDAK LANGSUNG
RESEP SABUN TRANSPARAN
Bahan tambahan aktif untuk kecantikan
FORMULASI SABUN BEAUTY
• Formula Tambahan untuk Sabun Pemutih

• Transparan deodorant soap


PEWANGI DAN PEWARNA
• Pewangi
– Ada dua jenis pewangi, esensial oil dan fragrant oil. Esensial oil
merupakan cairan yang didapatkan dari ekstrak tumbuhan, sedangkan
fragrant oil merupakan minyak wangi sintetis, ada yang mengandung
bahan yang berbahaya.
Pewarna ( colorant )
• pewarna yang terbaik adalah pewarna yang tidak
menimbulakan efek samping terhadap pengguna
atau gunakan pewarna alami seperti beta karoten,
karthamin, kochineal, asam karminat dan lainnya