Anda di halaman 1dari 5

KETERAMPILAN MEMBACA Membaca merupakan jendela dunia, yang artinya dari membacalah semua informasi di seantero dunia ini

dapat ditangkap dan dicerna dengan cepat dan mudah. Untuk memiliki kemampuan membaca yang baik diperlukan tentang teknik-teknik membaca yang baik. Di samping itu, sangat diperlukan latihan-latihan yang cukup sesuai dengan tujuan membaca yang dilakukan. Setelah mengikuti mata kuliah ini Anda diharapkan memiliki wawasan yang luas tentang hakikat dan proses membaca, jenis-jenis membaca, langkah-langkah kegiatan membaca, faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan membaca, membaca intensif dan ekstensif, serta pengembangan kemampuan membaca skimming dan scanning. Secara rinci, tujuan yang ingin dicapai yaitu agar Anda dapat: 1. Menjelaskan hakikat dan proses membaca, 2. Menjelaskan jenis-jenis membaca, 3. Menjelaskan langkah-langkah kegiatan membaca, 4. Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan membaca, 5. Menjelaskan membaca intensif dan ekstensif, 6. Menjelaskan pengembangan kemampuan membaca skimming dan scanning. Sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai maka penjelasan materi ini difokuskan pada 1. Hakikat dan proses membaca, 2. Jenis-jenis membaca, 3. Langkah-langkah kegiatan membaca, 4. Faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan membaca, 5. Membaca intensif dan ekstensif, 6. Pengembangan kemampuan membaca skimming dan scanning. JENIS-JENIS MEMBACA Kegiatan Belajar 1: Membaca Berdasarkan Terdengar Tidaknya Suara Pembaca Ditinjau dari terdengar dan tidaknya suara si pembaca pada waktu membaca, kita dapat membagi membaca menjadi dua jenis yakni membaca dalam hati (silent reading) dan membaca nyaring atau membaca bersuara (oral reading or aloud reading). Pada tataran yang paling rendah membaca nyaring merupakan aktivitas membaca sebatas melafalkan lambang-lambang bunyi bahasa dengan suara yang cukup keras, sedangkan pada tataran yang lebih tinggi membaca nyaring merupakan proses pengkomunikasian isi bacaan (dengan nyaring) kepada orang lain (pendengar). Membaca dalam hati merupakan proses membaca tanpa mengeluarkan suara. Yang aktif bekerja hanya mata dan otak atau kognisi saja. Untuk menanamkan kemahiran kedua jenis membaca ini diperlukan adanya proses latihan secara terencana dan sungguh-sungguh di bawah asuhan guru-guru profesional. Kegiatan Belajar 2: Membaca Berdasarkan Cakupan Bahan Bacaan Dilihat dari sudut cakupan bahan bacaan yang dibaca, secara garis besar membaca dapat kita golongkan menjadi dua: membaca ekstensif (extensive reading) dan membaca intensif (intensif reading). Membaca ekstensif program membaca secara luas, baik jenis maupun ragam teksnya dan tujuannya sekadar untuk memahami isi yang penting- penting saja dari bahan bacaan yang dibaca dengan menggunakan waktu secepat mungkin. Ada tiga jenis membaca, yakni membaca survei (survei reading), membaca sekilas skimming), membaca dangkal (superficial reading). Membaca intensif merupakan program kegiatan membaca yang dilakukan secara seksama. Dalam membaca ini, para siswa hanya membaca satu atau beberapa pilihan dari bahan bacaan yang ada dan bertujuan untuk menumbuhkan serta mengasah kemampuan membaca secara kritis. Secara garis besar membaca intensif terbagi dua, yakni membaca telaah isi (content study reading) dan membaca telaah bahasa I (linguistik study reading). Membaca telaah isi dibagi lagi menjadi membaca telaah teliti (close reading), membaca pemahaman (reading for understanding). Membaca kritis (outical reading) dan membaca ide (reading for ideas). Membaca telaah bahasa dibagi menjadi membaca bahasa asing reading) dan membaca sastra (literary readi(foreign language ng).

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEMAMPUAN MEMBACA Kegiatan Belajar 1: Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kemampuan Membaca Pemahaman terhadap teks yang dibaca dipengaruhi oleh banyak faktor, di antaranya faktor karakteristik materi bacaan dan karakteristik pembaca itu sendiri. Teks bacaan sangat berpengaruh terhadap pemahaman pembaca, ada teks yang tingkat kesulitannya rendah, sedang, dan tinggi. Oleh karena itu, tingkat keterbacaan teks (readibility) adalah salah satu syarat yang harus diperhatikan dalam memilih teks. Selain itu, kemenarikan dan keotentikan teks juga merupakan syarat untuk memilih teks yang baik. Karakteristik pembaca juga dapat mempengaruhi pemahaman pembaca terhadap teks. Karakteristik pembaca yang dapat mempengaruhi pemahaman teks adalah: IQ, minat baca, kebiasaan membaca yang jelek, dan minimnya pengetahuan tentang cara membaca cepat dan efektif. Kegiatan Belajar 2: Teknik Meningkatkan Kemampuan Membaca Cepat

Membaca dengan kecepatan optimal dan memahami teks yang dibaca, itulah konsep membaca cepat. Banyak manfaat membaca cepat, antara lain: 1) banyak informasi penting dapat diserap dalam waktu yang cepat, 2) membaca memperluas wawasan, 3) membaca cepat meningkatkan kemahiran berbahasa yang lain, 4) membaca cepat membantu Anda menghadapi ujian/tes, dan 5) membaca cepat meningkatkan pemahaman terhadap teks yang dibaca. Ada beberapa langkah yang dapat dipraktikkan untuk mengukur kecepatan membaca seseorang. Dan ada beberapa teknik yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan membaca cepat. Kegiatan Belajar 3: Teknik Meningkatkan Kemampuan Membaca Nyaring (Membaca Teks untuk Orang Lain) Membaca nyaring adalah kegiatan membacakan teks untuk orang lain. Kompetensi membaca nyaring dalam Kurikulum 2004 mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia, antara lain sebagai berikut: membacakan beragam teks berita; membacakan beragam teks laporan; membacakan beragam teks percakapan; membacakan beragam teks pengumuman; dan membacakan beragam teks perangkat upacara. Kompetensi membaca nyaring adalah salah satu kecakapan hidup yang diperlukan sebagai bekal siswa untuk dapat bersaing di dunia kerja dan juga berguna dalam kehidupan siswa. Kompetensi membaca nyaring ini perlu dikuasai oleh semua mahasiswa calon guru (Bahasa dan Sastra Indonesia. Kompetensi yang andal dalam melaksanakan kegiatan membaca nyaring adalah salah satu prasyarat menjadi guru yang profesional, guru masa depan yang dapat melaksanakan pembelajaran tuntas (mastery learning) dan membelajarkan siswa agar dapat menguasai kompetensi secara tuntas pula (Depdiknas, 2003). Beragam kegiatan yang dapat dilatihkan untuk meningkatkan kemampuan dalam membaca nyaring adalah sebagai berikut: memahami isi teks dan memberikan tanda jeda pada teks, berlatih membacakan teks dengan intonasi, lafal, dan pemenggalan yang tepat, berlatih mengomentari hasil pembacaan, berlatih meningkatkan performansi pembacaan teks, misalnya: latihan vokal, intonasi, melafalkan kata-kata yang sulit, menyerasikan gerak dan ucapan, dan pernafasan.

. MEMBACA INTENSIF DAN EKSTENSIF Kegiatan Belajar 1: Memahami Hakikat dan Karakteristik Membaca Intensif Membaca intensif adalah membaca secara cermat untuk memahami suatu teks secara tepat dan akurat. Kemampuan membaca intensif adalah kemampuan memahami detail secara akurat, lengkap, dan kritis terhadap fakta, konsep, gagasan, pendapat, pengalaman, pesan, dan perasaan yang ada pada wacana tulis. Membaca intensif sering diidentikkan dengan teknik membaca untuk belajar. Dengan keterampilan membaca intensif pembaca dapat memahami baik pada tingkatan lateral, interpretatif, kritis, dan evaluatif. Aspek kognitif yang dikembangkan dengan berbagai teknik membaca intensif tersebut adalah kemampuan membaca secara komprehensif. Membaca kompres-hensif merupakan proses memahami paparan dalam bacaan dan menghubungkan gambaran makna dalam bacaan dengan skemata pembaca guna memahami informasi dalam bacaan secara menyeluruh. Kemampuan membaca intensif mencakup 1) kemampuan pemahaman literal, 2) pemahaman inferensial, 3) pemahaman kritis, dan 4) pemahaman kreatif. Karakteristik membaca intensif mencakup 1) membaca untuk mencapai tingkat pemahaman yang tinggi dan dapat mengingat dalam waktu yang lama, 2) membaca secara detail untuk mendapatkan pemahaman dari seluruh bagian teks, 3) cara membaca sebagai dasar untuk belajar memahami secara baik dan mengingat lebih lama, 4) membaca intensif bukan menggunakan cara membaca tunggal (menggunakan berbagai variasi teknik membaca seperti scanning, skimming, membaca komprehensif, dan teknik lain), 5) tujuan membaca intensif adalah pengembangan keterampilan membaca secara detail dengan menekankan pada pemahaman kata, kalimat, pengembangan kosakata, dan juga pemahaman keseluruhan isi wacana, 6) kegiatan dalam membaca intensif melatih siswa membaca kalimat-kalimat dalam teks secara cermat dan penuh konsentrasi. Kecermatan tersebut juga dalam upaya menemukan kesalahan struktur, penggunaan kosakata, dan penggunaan ejaan/tanda baca, 7) kegiatan dalam membaca intensif melatih siswa untuk berpikir kritis dan kreatif, dan 8) kegiatan dalam membaca intensif melatih siswa mengubah/menerjemahkan wacana-wacana tulis yang mengandung informasi padat menjadi uraian (misalnya: membaca intensif tabel, grafik, iklan baris, dan sebagainya) Teknik-teknik membaca intensif dapat berupa SQ3R, OPQRST, dan KWLU. Teknik tersebut melatih dan membekali pembaca dengan suatu metode studi (belajar) yang sistematis. Teknik-teknik membaca intensif ini didasari oleh teori skemata. Teori skemata ini mencetuskan gagasan bahwa inti dari pemahaman dimainkan oleh suatu struktur kognitif yang disebut skemata. Kegiatan Belajar 2: Memahami Hakikat dan Karakteristik Membaca Ekstensif Membaca ekstensif adalah membaca untuk kesenangan dengan penekanan pada pemahaman umum. Dalam program membaca ekstensif seseorang dituntut untuk dapat mengakses sebanyak mungkin judul buku/artikel/berita dengan topik-topik yang sudah populer. Dalam program membaca ekstensif kemampuan dan kemauan membaca seseorang diamati secara teratur baik dengan catatan formal maupun tidak formal oleh pembaca sendiri. Catatan harian dan buku laporan digunakan bersama dengan catatan judul dan komentar terhadap apa yang dibaca. Membaca ekstensif dilakukan dalam rangka menumbuhkan kesenangan dan kemauan membaca beragam wacana tulis dalam bahasa target

(bahasa yang sedang dipelajari). Dengan membaca ekstensif seseorang dapat meningkatkan kemampuan dan minat bacanya. Membaca ekstensif memiliki beberapa karakteristik yang meliputi 1) membaca sebanyak mungkin wacana tulis (dilakukan di luar kelas), 2) topik dan bentuk wacana yang dibaca bervariasi, 3) pembaca memilih apa yang ingin dibaca (memperhatikan minat), 4) tujuan membaca berkaitan dengan kesenangan, memperkaya informasi, dan pemahaman umum terhadap isi teks/wacana, 5) dalam membaca ekstensif akan terjadi penguatan diri sendiri, 6) pembaca membuat jurnal apa yang telah dibaca dan bagaimana komentar terhadap yang dibaca, 7) bersifat individual dan bersifat membaca senyap, 8) Aspek kebahasaan tidak menjadi penghalang pemahaman (bacaan dipilih, 9) kecepatan membaca cukup (tidak cepat dan tidak lambat), 10) menggunakan teks yang tidak terlalu sulit (hanya satu dua kata yang sulit, 11) pembaca tidak diberi tes sesudah membaca (pembaca hanya memberikan respons personal/komentar terhadap apa yang dibaca), dan 12) membaca ekstensif membantu pembaca untuk mengenali beberapa fungsi teks dan cara pengorganisasian teks.

STRATEGI MENGINGAT BAHAN BICARA Mengingat Bahan Bicara S. Lenny Laskowski Ljlseminars Ada banyak cara untuk bisa mengingat bahan bicara. Setidaknya, empat cara berikut ini adalah cara yang paling umum dilakukan oleh banyak pembicara publik. Anda pilih sendiri mau yang mana, akan tetapi ingatlah bahwa beberapa cara ternyata merupakan cara yang salah. Anda bisa mengingat bahan bicara dengan: 1. Menghafal; 2. Membaca sepenuhnya; 3. Menggunakan catatan; 4. menggunakan alat bantu visual. 1. MENGHAFAL Inilah cara yang paling buruk menurut para pakar public speaking. Mengapa? Karena dengan menghafal, Anda akan disibukkan oleh berabgai kata atau kalimat, dan bukan ide yang ada di belakangnya. Padahal, apa yang penting adalah idenya, dan bukan kata atau kalimatnya. Cara ini menjadi cara terburuk untuk mengingat bahan bicara, karena Anda akan: - Kehilangan ide di belakang setiap kata dan kalimat; - Kehilangan infleksi suara (penekanan kata) yang normal dan alamiah; - Menciptakan mental block di mana audience Anda akan melihat orang yang sedang mengingat-ingat sesuatu, bukan orang yang sedang berbicara kepada mereka; - Lupa. Ini PASTI terjadi, persoalannya hanyalah KAPAN! 2. MEMBACA TOTAL Apa yang paling dibenci oleh audience Anda? Seorang pembicara yang membaca bicaranya! Mereka akan berkata, Kalo ngebaca sih, Gua juga bisa! Ini juga merupakan cara yang buruk untuk mengingat bahan bicara karena Anda akan: - Kehilangan ide di belakang setiap kata dan kalimat; - Kehilangan infleksi suara yang normal dan alamiah; - Kehilangan pause yang merupakan alat powerful dalam berbicara; - Kehilangan kontak mata sebagai elemen penting dalam berbicara; - Kehilangan bicara itu sendiri, karena biasanya bahasa tulisan berbeda dari bahasa lisan.

Anda akan terjebak dalam model bahasa yang tinggi, rumit atau terlalu teknis. Efeknya, Anda akan kesulitan membacanya. Dan lebih parah lagi, audience Anda akan jauh lebih sulit mendengarkanya. Apa yang Anda ciptakan, hanyalah sedikit pergerakan, sedikit energi dan sedikit daya tarik. Anda mungkin terjebak dalam pola dan kebiasaan ini, karena tidak berani mencoba cara lain yang lebih baik. Maka tipsnya; paksakan saja! Catatan: Memang ada saatnya Anda harus membaca. Misalnya untuk kutipan ayat hukum atau kebijakan yang resmi sifatnya. Atau, jika batasan waktu Anda memang sangat ketat. Jika memang harus membaca, ikuti tips ini: - Jaga infleksi suara agar tetap alamiah dan normal; - Jaga pause agar alamiah dan normal; - Jaga agar suara Anda tetap sama dengan berbicara tanpa membaca. - Jaga agar gesture atau bahasa tubuh Anda tetap alamiah dan normal; - Jaga agar kontak mata Anda tetap efektif dan efisien; - Latih dengan mengucapkannya keras-keras. Ini akan mendekatkan Anda kepada gaya bicara Anda yang alamiah; - Saat menuliskannya, tulislah sejalan dengan bagaimana Anda akan mengucapkannya; - Tulislah dengan dobel spasi atau lebih. Sisipkan petunjuk bahasa tubuh di bawah setiap baris; - Jangan tulis dalam huruf besar semua, karena Anda akan lebih sulit membacanya; - Tulislah dengan paragraf pendek; - Jika lebih dari satu halaman, jangan pecah satu pokok pikiran ke dua halaman yang berbeda; - Jangan gunakan klip untuk menyatukannya; - Nomori skrip bicara Anda. Saat akan berganti halaman, cukup geser halaman yang sudah dibicarakan ke samping, untuk melihat halaman berikutnya. Cara ini akan meminimalisir kesan membaca Anda; - Geser bersamaan dengan waktu pause yang tepat. Saat itu, audience Anda sedang mencerna sehingga tidak terlalu memperhatikan gerakan Anda. 3. MENGGUNAKAN CATATAN Inilah cara yang paling banyak dipilih oleh para pembicara. Inilah cara pertengahan antara membaca dan berbicara. Infleksi suara yang normal dan alamiah bisa tetap dicapai. Kontak mata tetap bisa efektif dan efisien. Bahasa tubuh tetap bisa didemonstrasikan dengan enak terlihat. Perhatikan hal ini: - Jika catatan Anda letakkan di podium atau meja, Anda tidak bisa bergerak menjauhinya; - Jika catatan Anda pegang di tangan, Anda tidak bisa berbahasa tubuh dengan leluasa. Tips untuk menggunakan catatan: - Catat informasi yang penting saja. Kutipan, statistik, daftar atau angka; - Masukkan hanya pemicu ide, paragraf atau kalimat; - Jangan catat teks atau paragraf yang akan Anda ucapkan; - Nomori lembar catatan Anda (ini PENTING!); - Sesekali bergeraklah dengan normal, tidak usah takut menjauhi podium atau meja; - Jaga agar tidak terlalu banyak membaca; - Latihlah bicara Anda dengan memvisualisasikan sesi bicara. 4. MENGGUNAKAN ALAT BANTU VISUAL Slide Anda bisa membantu. Judul dan sub judul di slide Anda bisa mengingatkan Anda tentang suatu ide atau pokok bahasan. Berlatihlah membuat alat bantu visual yang baik, menarik dan membantu, tapi tidak menggantikan Anda sebagai pembicara. Keuntungan menggunakan alat bantu visual: 1. Anda tidak perlu khawatir tentang kelanjutan bicara Anda. Apa yang akan Anda bicarakan lebih lanjut sudah ada di sana. Apa yang Anda perlukan hanyalah kalimat transisi yang baik dan mulus; 2. Anda bisa bergerak dengan lebih leluasa. Pergerakan Anda akan memaksa audience mengikuti pembicaraan Anda; 3. Anda bisa tetap melakukan kontak mata dengan alamiah dan normal; 4. Anda tetap bisa bicara sesuai dengan track dan alur pemikiran yang telah Anda rencanakan; Catatan: Selalulah memperkenalkan alat bantu visual Anda sebelum mulai membahas isinya!