Anda di halaman 1dari 12

BAB I ILUSTRASI KASUS

IDENTITAS PASIEN Nama Umur Jenis kelamin Suku bangsa : Bayi M : 3 hari : Laki-laki : Minang

Tanggal masuk : 1 Juli 2008 Alamat : Jl. Piai tangah no. 271

ANAMNESIS Keluhan Utama: Neonates BBLSR 1050 gram dan post asfiksia sedang

Riwayat Penyakit Sekarang:


- Neonatus BBLSR BBL : 1050 gram PBL : 34 cm

- Ibu abortus provokatus, leukositosis, ketuban jernih - Nilai Apgar menit 1 : 4 , menit ke 5 : 6 (Asfiksia Sedang) - Taksiran Maturitas 28-29 minggu (SMK) - Jejas persalinan tidak ada - Kelainan kongenital tidak ada Riwayat kehamilan:
1

G5P4A0H4 Presentasi Bayi letak kepala HPHT : 20-12-2007 Taksiran Partus : 27-09-2008

Penyakit selama hamil tidak ada Komplikasi saat hamil tidak ada Pemeriksaan terakhir saat hamil :

Tekanan darah : 120/80 Suhu : 37,5 0C Hb : 10,9 Leukosit : 20.300 Trombosit : 371.000

Kebiasaan Ibu saat hamil : Makanan : kualitas dan kuantitas cukup Obat-obatan tidak ada Merokok tidak ada

Riwayat Persalinan:
-

Persalinan dilakukan di RS. DR. Djamil Padang, dipimpin oleh Dokter Jenis persalinan Spontan Komplikasi persalinan : Ibu : tidak ada Anak : tidak langsung menangis kuat

Kondisi air ketuban : Jernih

Jumlah air ketuban : 300 cc

Keadaan Bayi saat lahir :

- Lahir tanggal 1 juli 2008 jam 01.10 WIB - Jenis kelamin Laki-laki - Kelahiran tunggal - Kondisi saat lahir hidup - Nilai apgar 1 menit pertama : 4, menit ke 5 : 6, menit ke 10 : 7 - Riwayat resusitasi pembersihan jalan napas dan perangsangan - Medikasi pada bayi : Vit K 0,5 mg

1. PEMERIKSAAN UMUM Keadaan umum Berat badan Panjang badan Frekuensi napas Frekuensi jantung Suhu Sianosis Ikterus : kurang aktif : 1050 gram : 34 cm : 50x/menit : 140x/menit : 36,2 0C : tidak ada : tidak ada

2. PEMERIKSAAN FISIK Kepala Bentuk normal, Ubun-ubun besar : 1,5 x 1,5 cm, ubun-ubun kecil : 0,5 x0,5 cm
3

Jejas parsalinan tidak ada Mata Konjungtiva anemis, sclera tidak ikterik Telinga Tidak ada kelainan Hidung Napas cuping hidung tidak ada Mulut Sianosis sirkum oral tidak ada Leher Tidak ada kelainan Dada Paru I : normochest, retraksi (-) P : Tidak dapat dinilai Pk: Tidak dilakukan A: Bronkovesikuler, ronkhi -/- , wheezing -/Jantung I : iktus tidak terlihat P : iktus teraba 1 jari med LMCS RIC V Pk: Tidak dilakukan A: irama teratur, bising (-) Perut
4

I : permukaan datar P : kondisi lemas, Hati x , limpa tidak teraba Pk : tidak dilakukan A: bising usus (+) normal Umbilikus Tidak ada kelainan Alat kelamin Tidak ada kelainan, Desensus testis Anus (+) Anggota gerak Akral hangat, refilling kapiler baik Refleks Neonatal Moro (-) Rooting (-) Isap (-) Pegang (-) Ukuran ukuran : Lingkaran kepala : 27 cm Lingkaran dada : 20 cm Lingkaran perut : 21 cm Simpisis kaki : 14 cm Kepala simpisis : 20 cm
5

Panjang lengan : 13 cm Panjang kaki : 13 cm

3. PEMERIKSAAN LABORATORIUM Darah Hb Leukosit : 13,6 gr% : 3500/mm3

Hitung jenis : 0/0/6/40/45/9 Gula darah : 213 mg/dl Trombosit : 248.000

4. DIAGNOSIS KERJA
- Bayi kurang bulan (premature) dengan BBLSR 1050 gram, post asfiksia sedang

5. TERAPI - IVFD Dextrosa 10 % 4 tts/menit, mikro - Ampisilin 2 x 50 mg - Gentamisin 1 x 5 mg


- Aminofilin 5 mg

6. RENCANA AGD, elektrolit, GDR Kultur darah


6

Rawat incubator

7. FOLLOW UP
1 Juli 2008 (hari I perawatan)

01.20 S/ cukup aktif Demam tidak ada Sesak tidak ada Kejang tidak ada O/ cukup aktif BB : 1050 garm HR : 122x/menit RR : 46x/menit Sianosis tidak ada Kulit : kemerahan Dada : retraksi tidak ada, jantung dan paru dalam batas normal Abdomen : distensi (-), hepar x , limpa S0 Ekstremitas : perfusi baik Terapi S/ IVFD Dextrosa 10 % 4 tts/menit mikro Ampisilin 2 x 5 mg Gentamisin 1 x 5 mg Aminofilin 5 mg Rencana
7

AGD, elektrolit, GDR Kultur darah Rawat incubator Pindah NICU

Laboratorium Hb Leukosit : 13,6 gr% : 3500/mm3

Hitung jenis : 0/0/6/40/45/9 Gula darah : 213 mg/dl Trombosit : 248.000

15.00 Keluarga menolak dipindahkan ke NICU karena masalah biaya

2 Juli 2008 (hari II perawatan)

S/ Demam tidak ada Sesak tidak ada Muntah tidak ada O/ letargis HR T RR : 132 kali/menit : 36,3 0C : 30 kali/menit
8

Sianosis tidak ada Kulit : kemerahan Dada : retraksi tidak ada, jantung dan paru dalam batas normal Abdomen : distensi (-), hepar x , limpa S0 Ekstremitas : akral hangat, perfusi baik Kesan/ stabil

Terapi S/ coba minum ASI / SF 8x 3cc IVFD D 10% 90 cc/kgBB/hr = 4 tts/menit mikro Aminofilin 3 x 1,5mg IV Ampisilin 2 x 50 mg Gentamisin 1 x 5 mg

3 Juli 2008 (hari III perawatan)

S/ Demam tidak ada Kuning sampai dengan paha Sesak tidak ada Muntah tidak ada O/ letargis HR T RR : 148 kali/menit : 37 0C : 57 kali/menit
9

Sianosis tidak ada Kulit : kuning s/d paha Dada : retraksi tidak ada, jantung dan paru dalam batas normal Abdomen : distensi (-) Ekstremitas : akral hangat, perfusi baik Kesan/ ikterik grade III-IV

Terapi S/ coba minum ASI / SF 8x5cc IVFD D 12,5% D 40% : 8cc D 10 % : 84 cc NaCl 3 % : 5 cc KCl : 2 cc Ca Glukonas : 0,5 cc 4 tts/menit Aminofusin 20 cc Aminofilin 3 x 1,5mg IV Ampisilin 2 x 50 mg Gentamisin 1 x 5 mg Rencana Pemeriksaan Bilirubin Laboratorium
10

Bilirubin total 14,6 mg% Bilirubin indirek 11,4 mg% Bilirubin direk 3,2 mg%

BAB II DISKUSI

Telah dilaporkan seorang bayi berumur 3 hari dengan diagnosis bayi prematur dengan BBLSR ( berat badan lahir sangat rendah). Diagnosis berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik yang telah dilakukan. Pada anamnesis yang telah dilakukan bahwa riwayat persalinan lahir spontan dengan usia kehamilan 28-29 minggu. Dari data ini didapatkan bayi lahir prematur (kurang bulan) usia kehamilan 28-29 minggu karena kriteria bayi dikatakan cukup bulan apabila usia kehamilan 3711

42 minggu. Pada bayi ini didapatkan data bahwa nilai APGAR menit pertama 4, menit kelima 6 dan menit kesepuluh 7. Penilaian nilai APGAR bertujuan untuk menentukan derajat asfiksia yang dialami seorang bayi. Berdasarkan data diatas bayi tersebut mengalami asfiksia derajat sedang. Dikatakan derajat sedang apabila nilai APGAR 3-7. Pada Pemeriksaan fisik yang telah dilakukan didapatkan data berat badan lahir 1050 gram dengan panjang badan lahir 34 cm. Dari data tersebut bayi didiagnosis sebagai BBLSR (berat badan lahir sangat rendah). BBLSR ialah bayi baru lahir yang berat badan lahirnya dibawah 1500 gram sampai 1000 gram. Pada hari ke 3 perawatan bayi ini mengalami ikterik grade III-IV berdasarkan ditemukannya pada kulit kuning sampai dengan paha. Berdasarkan waktu timbulnya ikterik dapat digolongkan ikterik fisiologis tetapi dari hasil laboratorium kadar bilirubin total didapatkan 14,6 mg% sehingga bayi ini dapat digolongkan hiperbilirubinemia patologis. Iketrik fisiologis pada bayi preterm, kadar puncak bilirubin yaitu 10-14 mg%. Pada bayi prematur dan BBLSR mempunyai banyak resiko terjadi berbagai penyakit. Hal ini disebabkan oleh faktor pertumbuhan, misalnya belum maturnya organ-organ, belum sempurnanya reflex menelan dan lain-lain. Oleh karena itu pada bayi ini perlu dilakukannya pemantauan secara intensif untuk mencegah terjadinya komplikasi tersebut. Pemberian antibiotik terhadap anak ini (ampisilin dan gentamisin) sebagai pencegahan terhadap infeksi karena ditemukan bahwa leukosit ibu meningkat (leukositosis) dan pada bayi premature mempunyai kerentanan terhadap infeksi. Peningkatan leukosit pada ibu akan mengarahkan kita bahwa ibu mengalami infeksi sehingga harus dipikirkan telah terjadi transmisi infeksi terhadap bayi tersebut. Terapi cairan Aminofusin pada bayi ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan bayi tersebut dalam kebutuhan elektrolit dan metabolit bayi tersebut. Aminofilin berfungsi sebagai bronkodilator. Pada bayi ini fungsi dari aminofilin ialah dalam mengoptimalkan fungsi pernafasan. Dari berbagai penatalaksanaan yang telah dijelaskan diatas sebenarnya prinsip utama pada penanganan bayi premature dan BBLSR adalah upaya mencapai kebutuhan nutrisi dalam ketidakmaturnya organ-organ karena sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan dari bayi tersebut ataupun prognosisnya.

12