Anda di halaman 1dari 17

BAB III OBAT- OBAT GANGGUAN SISTEM PENCERNAAN

PENGERTIAN Sistem pencernaan makanan dimulai didalam mulut dimana makanan dihaluskan sambil diaduk dengan ludah yang mengandung suatu enzim amilase yaitu ptialin, yang berfungsi menguraikan karbohidrat. Setelah itu ditelan dan adukan dilanjutkan dengan gerakan peristaltik ke lambung dengan bantuan getah lambung yang terdiri dari asam lambung dan pepsin, yaitu suatu enzim proteolitik yang disekresi oleh selaput lendir lambung. Pencernaan dilanjutkan didalam usus yang dibantu oleh enzimenzim pencernaan yang dihasilkan oleh pancreas dan mukosa usus. Setelah terbentuk zat-zat gizi yang sangat halus dan mudah diserap oleh tubuh maka sisa makanan masuk ke usus besar dan diolah oleh flora normal usus hingga siap untuk dibuang. Di seluruh lambung usus inilah dapat timbul pelbagai gangguan penyakit baik yang disebabkan oleh terganggunya produksi enzim pencernaan maupun yang disebabkan oleh infeksi-infeksi usus oleh kuman dan cacing. Yang akan dibahas pada bab ini adalah : A. Antasida B. Digestiva C. Anti diare D. Pencahar / laxativa E. Anti spasmodika F. Kolagoga G. Protektor hati

A.

ANTASIDA

Pengertian Antasida (anti = lawan, acidus = asam) adalah basa-basa lemah yang digunakan untuk menetralisir kelebihan asam lambung yang menyebabkan timbulnya penyakit tukak lambung atau sakit maag, dengan gejala nyeri hebat yang berkala. Tujuan pengobatan adalah menghilangkan gejala, mempercepat penyembuhan, dan mencegah komplikasi lebih lanjut. Penggolongan. Berdasarkan mekanisme kerjanya, obat-obat antasida dapat digolongkan menjadi dua yaitu. 1) Anti Hiperaciditas Obat dengan kandungan aluminium dan atau magnesium ini bekerja secara kimiawi dengan mengikat kelebihan HCl dalam lambung. Magnesium atau aluminium tidak larut dalam air dan dapat bekerja lama di dalam lambung sehingga tujuan pemberian antasida sebagian besar dapat tercapai. Sediaan yang mengandung magnesium dapat menyebabkan diare (bersifat pencahar) sedangkan sediaan yang mengandung aluminium dapat menyebabkan konstipasi (sembelit) maka biasanya kedua senyawa ini dikombinasikan. Persenyawaan molekul antara Mg dan Al disebut hidrotalsit. (aluminium hidroksida, magnesium karbonat, magnesium trisilikat, kompleks aluminium magnesium hidrotalsit). Obat dengan kandungan natrium bikarbonat merupakan antasida yang larut dalam air, dan bekerja cepat. Tetapi bikarbonat yang terabsorbsi dapat menyebabkan alkalosis bila digunakan dalam dosis berlebih, terlepasnya CO2 dapat menyebabkan sendawa. Obat dengan kandungan bismut dan kalsium dapat membentuk lapisan pelindung pada luka di lambung tetapi sebaiknya dihindari karena bersifat neurotoksik sehingga dapat menyebabkan encefalopatia (kerusakan otak dengan gejala kejang-kejang dan kekacauan) juga

cenderung menyebabkan konstipasi. Kalsium dapat menyebabkan sekresi asam lambung berlebih, kelebihan menyebabkan hiper kalsemia. 2) Perintang reseptor H2 (antagonis reseptor H2) Semua antagonis reseptor H2 menyembuhkan tukak lambung dan duodenum dengan cara mengurangi sekresi asam lambung sebagai akibat hambatan reseptor H2. Contoh perintang reseptor H2 adalah ratinidin dan simetidin sekarang dikenal senyawa baru famotidin dan nizatidin. Pengobatan dengan obat-obatan antasida bertujuan untuk mengurangi rasa sakit, membuat penderita lebih tenang dan dapat beristirahat, juga agar penderita tidak mengalami kembung. Antasida sering dikombinasikan dengan: a) Anti kolinergik, yaitu zat yang menekan produksi getah lambung dan melawan kejang- kejang (contohnya ekstrak belladonae). b) Obat penenang / sedativ, yaitu untuk menekan stress karena dapat memicu sekresi asam lambung (contohnya klordiazepoksida) c) Spasmolitik, yaitu untuk melemaskan ketegangan otot lambung usus dan mengurangi kejang-kejang (contohnya papaverin) d) Dimetikon (dimetilpolisiloksan) berfungsi memperkecil gelembung gas yang timbul sehingga mudah diserap dengan demikian dapat dicegah masuk angin, kembung, dan sering buang angin (flatulensi). Obat generik, indikasi, kontra indikasi dan efek samping. 1. Aluminium Hidroksida Indikasi Nyeri radang lambung dan usus 12 jari. Kontra indikasi Hipofosfatemia. Efek samping Sediaan Antasida DOEN (generik ) tablet, suspensi, tablet kunyah. Cara penyimpanan Pada suhu kamar.

2. Simetidin Indikasi Kontra indikasi Efek samping Sediaan 3. Famotidin Indikasi Kontra indikasi Efek samping Sediaan 4. Ranitidin Indikasi Kontra indikasi Efek samping Sediaan

Tukak lambung dan usus 12 jari sindrom Zollinger-Ellison Pusing, ruam kulit,mengubah kebiasaan buang air besar Cimetidin (gererik) tablet 200mg

lihat simetidin lihat simetidin Famotidin (generik) tablet 20mg, 40 mg

Tukak lambung, usus 12 jari, tukak akibat anti inflamasi non steroid lihat simetidin Ranitidin (generik) tablet 150mg, 300mg.

Spesialite obat-obat antasida. NO GENERIK DAGANG 1 Aluminium Alukol hidroksida 2 Kombinasi Al(OH)3 Maag tab dan MG(OH) Aludona 3 Simetikon/Dimeticho Diloxan ne (Dimethylpolosiloxa Disflatyl ne) Aeroson 4 Antasida Maalok

PABRIK PIM Erela

Bernofarm Pharos Soho Rhone P

Antasida DOEN NO 5 6 GENERIK Simetidin Famotidin DAGANG Corsamet Ulsikur Facid Famos Gaster Zantac Rantin B. DIGESTIVA

Indo Farma PABRIK Corsa Kalbe farma Kalbe farma Dankos Novartis Glaxo Wellcome Kalbe Farma

Ranitidin (Ranitidini)

Pengertian Digestiva adalah obat-obat yang digunakan untuk membantu proses pencernaan lambung usus terutama pada keadaan defisiensi zat pembantu pencernaan. Disebut juga obat-obat pencernaan. Penggolongan 1) Obat yang bekerja pada kandung empedu Empedu terdiri dari asam empedu (asam kolat) dan asam kenodeoksikolat serta kolesterol dan fosfolipid. Guna empedu yang berhubungan dengan pencernaan dan absorbsi lemak yaitu : membantu proses emulsifikasi dan absorpsi lemak mempertinggi daya kerja lipase membantu peroses absrobsi vitamin yang larut dalam lemak (A, D, E, K) Guna preparat empedu peroral adalah : membantu pencernaan dan penyerapan dalam usus (lemak) merangsang pengeluaran empedu dari hati (cholereatic) melarutkan & mengeluarkan batu empedu (cholagoga)

mengobati dan melindungi hati terhadap penyakit kuning dan hati yang mengeras.

2) Enzym pencernaan. Yang sering digunakan adalah : Asam hidroklorida (HCl) Enzym lambung (pepsin) Enzym pankreas (pancreatin) Penggantian enzym pankreas (pankreatin suplemen) diperlukan bila sekresi pankreas terganggu (dapat karena pembedahan pankreas, tersumbatnya pankreas atau karena kancer pankreas). Enzym ini terdiri dari : 1. Amylase (pencernaan K- hidrat) 2. Trypsin-chemotrypsin (pencerna protein) 3. Lipase (pencerna lemak dengan bantuan empedu) Asam klorida (HCl) adalah suatu cairan yang dikeluarkan oleh dinding lambung yang memiliki fungsi utama: mengubah pepsinogen yang dihasilkan selaput lambung menjadi pepsin membuat suasana lambung jadi asam sehingga mempermudah penguraian protein menjadi peptida membantu proses absorpsi garam kalsium dan besi membantu merangsang pengeluaran getah lambung, pankreas dan hati. Pada keadaan kekurangan asam lambung disebabkan aklorhidri, sehingga sebagai pengganti perlu diberikan HCl dari luar. Pemakaian HCl tersebut harus dalam keadaan cukup encer agar tidak menghancurkan selaput lendir lambung. Pepsin adalah enzym yang disekresi mukosa lambung berfungsi menguraikan protein menjadi peptida, enzym ini disebut juga protease.

Spesialite obat digestiva. NO GENERIK 1 Pankreatin, empedu sapi, ekstrak lambung. 2 Pancreatin, empedu sapi, bromealin 3 Pancreatin, lipase, amilase C. ANTI DIARE

DAGANG Panzynorm Nutrizym Pancreon comp

PABRIK Nordmark E.Merk Kimia Farma

Pengertian. Antidiare adalah obat-obatan yang digunakan untuk menanggulangi atau mengobati penyakit yang disebabkan oleh bakteri atau kuman, virus, cacing atau keracunan makanan. Gejala diare adalah buang air besar berulang kali dengan banyak cairan kadang-kadang disertai mulas (kejang-kejang perut) kadang-kadang disertai darah atau lendir. Diare terjadi karena adanya rangsangan terhadap saraf otonom di dinding usus sehingga menimbulkan reflek mempercepat peristaltik usus, rangsangan ini dapat ditimbulkan oleh : infeksi oleh bakteri patogen misalnya bakteri colie infeksi oleh kuman thypus (kadang-kadang) dan kolera infeksi oleh virus misalnya influenza perut dan travellers diarre akibat dari penyakit cacing (cacing gelang, cacing pita) keracunan makanan atau minuman gangguan gizi pengaruh enzym tertentu pengaruh saraf (terkejut, takut dan sebagainya)

Diare juga dapat merupakan salah satu gejala penyakit seperti kanker pada usus

Penggolongan Obat obat yang diberikan untuk mengobati diare ini dapat berupa : 1. Kemoterapi 2. Obstipansia 3. Spasmolitik Sebelum diberikan obat yang tepat maka pertolongan pertama pengobatan diare akut seperti pada gastro enteritis ialah mencegah atau mengatasi pengeluaran cairan atau elektrolit yang berlebihan (dehidrasi) terutama pada pasien bayi dan usia lanjut, karena dehidrasi dapat mengakibatkan kematian. Gejala dehidrasi : haus, mulut dan bibir kering, kulit menjadi keriput (kehilangan turgor), berkurangnya air kemih, berat badan turun dan gelisah. Pencegahan dehidrasi dilakukan dengan pemberian larutan oralit, yaitu campuran dari : NaCl 3,5 gram KCl 1,5 gram NaHCO3 2,5 gram Glukosa 20 gram Atau dengan memberikan larutan infus secara intra vena antara lain Larutan NaCl 0,9 % ( normal saline ) Larutan Na. Laktat majemuk ( ringer laktat ) Setelah itu dapat diberikan obat-obatan lain yang dipilih berdasarkan jenis penyebab diare melalui pemeriksaan yang teliti. 1) Kemoterapi Untuk terapi kausal yaitu memusnahkan bakteri penyebab penyakit digunakan obat golongan sulfonamida atau antibiotika 2) Obstipansia Untuk terapi simptomatis dengan tujuan untuk menghentikan diare, yaitu dengan cara :

menekan peristaltik usus, misalnya loperamid menciutkan selaput usus atau adstringen, contohnya tannin pemberian adsorben untuk menyerap racun yang dihasilkan bakteri atau racun penyebab diare yang lain misalnya, carbo-adsorben, kaolin pemberian mucilagountuk melindungi selaput lendir usus yang luka. 3) Spasmolitika Zat yang dapat melemaskan kejang-kejang otot perut (nyeri perut) pada diare misalnya Atropin sulfat Obat generik , indikasi, kontra indikasi, dan efek samping 1. Oralit Indikasi Pencegahan dehidrasi pada diare atau kolera dengan cara menggantikan cairan tubuh yang hilang Kontra indikasi Obstruksi dan perforasi usus Efek samping Hiper kalemia Sediaan Oralit (generik),serbuk Cara penyimpanan Ditempat kering 2. Kaolin Indikasi Kontra indikasi Efek samping Sediaan

Pengobatan diare, bersifat adsorben Generik (-) Umumnya yang beredar adalah kombinasi kaolin dan pectin

3. Carbo adsorben Indikasi Kontra indikasi Efek samping Sediaan

Pengobatan diare, bersifat menyerap racun Karbo Absorben (Kimia Farma) Di Indonesia beredar Attapulgit

Ada beberapa penyakit infeksi usus lain yang menyebabkan diare, antara lain: Kolera Penyakit infeksi usus disebabkan bakteri Vibrio cholarae asiatica atau Vibrio cholerae eltor. Gejala-gejala kolera adalah diare seperti air beras, muntah-muntah dan kejang-kejang, anuria (terhentinya pengeluaran air seni). Pengobatannya adalah dengan pemberian oralit atau teh susu untuk menghindari bahaya dehidrasi disusul dengan pemberian antibiotik (tetrasiklin, kloramfenicol) sebagai terapi kausal. Disentri basiler Disebut juga shigellosis adalah penyakit infeksi usus yang diakibatkan oleh beberapa jenis basil gram negatif genus shigella. Ciri-ciri penyakit : - Kejang dan nyeri perut - Mulas waktu buang air besar - Diare berlendir dan berdarah Obat-obat yang biasa dipakai antara lain : - Golongan sulfonamida (sulfadiazin dan derivatnya serta kotrimoksazol) - Golongan antibiotik (ampisilin, tetrasiklin) Thypus Disebabkan oleh salmonella typhosa yang menyerang usus penderita dengan gejala demam tinggi secara berkala, nyeri kepala, lidah menjadi putih dan bila terjadi perforasi usus, terjadi diare berdarah. Pengobatan thypus : - Chloramfenicol : merupakan obat pilihan (drug of choice) . Efek samping mengakibatkan anemia aplastis - Kotrimoksazol merupakan obat pilihan lainnya pada pemakaian lama (lebih dari 14 hari) dapat menimbulkan gangguan darah.

- Antibiotik lain seperti ampisilin amoksisilin dan tetrasiklin, baru digunakan bila terjadi resistensi terhadap chlorampenicol atau kotrimoksazol. Spesialite obat anti diare NO GENERIK DAGANG PABRIK 1 Oralit Bioralit Indofarma Corsalit Corsa 2 Kaolin Kaopectate Up John Indonesia Neo Diaform Corsa Neo Kalbe Farma Enterostop 3 Attapulgit Biodiar Novartis Indonesia. 4 Loperamid HCL Imodium Johnson &Johnson Lodia Sanbe 5 Arang Jerap (Carbo Bekarbon Kimia Farma Adsorbens) DOEN

D.

PENCAHAR (Laxativa)

Pengertian Pencahar atau laxantia adalah obat-obat / zat yang dapat mempercepat peristaltik usus sehingga mempermudah/ melancarkan buang air besar. Mekanisme kerjanya adalah dengan cara merangsang susunan saraf otonom para-simpatis agar usus mengadakan gerakan peristaltik dan mendorong isinya keluar. Penggunaan Obat pencahar digunakan untuk :

Pada keadaan sembelit (konstipasi) karena pengaruh efek samping obat kurang minum, kurang mengkomsumsi makanan berserat. Pada pasien dengan resiko pendarahan, pada angina pektoris atau resiko Pendarahan rektal pada hemoroid (wasir). Untuk membersihkan saluran cerna sebelum pembedahan dan prosedur radiologi. Untuk pengeluaran parasit setelah pemberian antelmentik. Penggunaan pencahar pada anak-anak harus dihindari kecuali diresepkan oleh dokter. Penggolongan Berdasarkan mekanisme kerja dan sifat kimianya, pencahar digolongkan sebagai berikut : 1) Zat-zat perangsang dinding usus - Merangsang dinding usus besar misalnya glikosida antrakinon (rhei, sennae, aloe, bisakodil, dantron) - Merangsang dinding usus kecil misalnya oleum ricini /minyak jarak (sudah tidak dipakai) dan kalomel 2) Zat-zat yang dapat memperbesar isi usus - Obat yang bekerja dengan jalan menahan cairan dalam usus secara osmosis (pencahar osmotik), contohnya magnesium sulfat (garam Inggris) , natrium fosfat. Enema fosfat bermanfaat dalam membersihkan usus sebelum prosedur radiologi, endoskopi dan bedah. Natrium sulfat harus dihindari karena pada individu yang rentan dapat menyebabkan retensi air dan natrium - Obat yang dapat mengembang dalam usus, misalnya agar-agar, carboksil metil cellulose (CMC) dan tylose. - Serat juga dapat digunakan karena tidak dapat dicernakan, seperti buah-buahan dan sayuran. Zat pelicin atau pelunak tinja

3)

Zat ini dapat mempermudah defikasi karena memperlunak tinja dan memperlicin jalannya defekasi. Contohnya paraffin cair, suppositoria dengan gliserin, klisma dengan larutan sabun dll.

Obat generik, indikasi, kontra indikasi dan efek samping 1. Bisakodil Indikasi Konstipasi (tablet bekerja dalam 10 12 jam, suppositoria bekerja dalam 20 60 menit) Kontra indikasi Efek samping Penggunaan jangka panjang dapat memicu atonia colon Sediaan Bisakodil (generik) tabl 5 mg 2. Dantron Indikasi Kontra indikasi Efek samping Sediaan 3. Glycerin Indikasi Kontra indikasi Efek samping Sediaan

Konstipasi pada pasien gagal jantung,pada orang tua Obstruksi usus, atonia colon. Dantron (generik) tablet 150 gr

Konstipasi Glyserin (generik), larutan

4. Magnesium sulfat /garam Inggris Indikasi Konstipasi, pengosongan usus yang cepat sebelum prosedur radiologi, endoskopi dan bedah. Kontra indikasi Penyakit saluran cerna akut; gangguan ginjal, gangguan hati, usia lanjut & pasien lemah Efek samping Kolik

Sediaan

Magnesium sulfat (generik) serbuk 30 gr garam Inggris (generik), serbuk

Spesialite obat-obat pencahar NO GENERIK DAGANG 1 Ispaghula Metamucil Sekam Mucofalk 2 Bisakodil Dulcolax

PABRIK Searle

3 4

Glyserin Garam Inggris

Darya Varia Schering Indonesia Laxamex Konimex Glyserin Cap Gajah Usaha Sekawan Proconsti Soho Garam Inggris cap Usaha sekawan Gajah

E.

ANTI SPASMODIKA

Pengertian Antispasmodik ialah zat atau obat-obat yang digunakan untuk mengurangi atau melawan kejang-kejang otot, yang sering mengakibatkan nyeri perut (saluran pencernaan). Obat golongan ini mempunyai sifat sebagai relaksan otot polos. Termasuk senyawa yang memiliki efek anti kolinergik, lebih tepatnya anti muskarinik. Meskipun dapat mengurangi spasme usus tapi penggunaannya dalam sindrom usus pencernaan hanya bermanfaat sebagai pengobatan tambahan. Penggolongan Anti spasmodik digolongkan menjadi: Atropin dan kelompok alkaloid Antimuskarinik sintetik Obat generik, indikasi, kontra indikasi dan efek samping

Atropin Sulfat dan Alkaloid Beladona Indikasi Relaksan otot polos Kontra indikasi Glaukoma sudut sempit Efek samping Mulut kering, sulit menelan dan haus,dll Sediaan Atropin sulfat (generik), serbuk inj. ekstrak beladona (generik) tablet 10mg, 20mg Spesialite obat-obat anti spasmodik NO GENERIK DAGANG 1. Hiosin Buscopan Butilbromida Gitas Hyorex 2 3 Propantelin Bromida Mebeverine HCL Pro Banthine Duspatalin

PABRIK Schering Indonesia Interbat Rama Soho Kimia Farma

F. KOLAGOGA Pengertian Kolagoga adalah zat atau obat yang digunakan sebagai peluruh atau penghancur batu empedu. Batu empedu merupakan penyakit yang terjadi di saluran atau kandung empedu Faktor pencetusnya meliputi hiperkolesterolemia, penyumbatan disaluran empedu dan radang saluran empedu. Terdapat tiga jenis batu empedu yakni batu kolesterol, batu pigmen dan batu kalsium karbonat (kebanyakan yang terjadi batu empedu campuran). Terapi batu empedu dengan obat perannya relatif kecil bila dibandingkan dengan tehnik pembedahan atau endoskopi.dan laparoskopi.

Terapi dengan obat cocok untuk pasien: Yang gejalanya ringan Fungsi kandung empedu tidak terganggu Ukuran batu empedu kecil sampai sedang. Pencegahan jangka panjang mungkin diperlukan setelah batu empedunya melarut atau dibuang, karena dapat terjadi kembali pada sebagian pasien sesudah pengobatan dihentikan. Pengobatan Obat yang sering digunakan untuk membantu melarutkan batu empedu adalah asam kenodeoksikolat dan asam ursodeoksikolat. Pasien batu empedu dianjurkan melakukan diet kolesterol dan pengobatan dilanjutkan sampai 3 atau 4 bulan sesedah batunya melarut. Spesialite obat Kolagoga. NO GENERIK 1 Asam Kenodeoksikolat 2 Asam Ursodeoksikolat

DAGANG Chenofalk Estazor Pramur Urdafalk Ursochol

PABRIK Darya Varia Pratapa Nirmala Prafa Darya Varia Pharos

G.

PROTEKTOR HATI (HEPATOPROTEKTOR)

Obat-obat protektor hati adalah obat-obat yang digunakan sebagai vitamin tambahan untuk melindungi, meringankan atau menghilangkan gangguan fungsi hati kerena adanya bahan kimia, penyakit kuning atau gangguan dalam penyaringan lemak oleh hati. Pada umumnya obat-obat golongan ini mengandung asam-asam amino, kandungan dari tanaman kurkuma (kurkumin) dan zat-zat lipotropik seperti methionin dan cholin. Methionin memiliki peranan

penting dalam metabolisme hati sehingga digunakan untuk melawan keracunan yang disebabkan oleh hepatotoksin. Sedangkan choline adalah suatu zat yang dapat mencegah dan menghilangkan perembesan lemak kedalam hati dan juga bekerja melawan keracunan. Obat-obat ini sebaiknya jangan digunakan pada penderita penyakit hati yang berat karena pada dosis besar dapat memperparah keadaan. Spesialite obat protektor hati NO GENERIK DAGANG 1 Methionin dan Methicol Vitamin Methioson 2 Curcuma Curcuma Curson Heparviton Lanagogum 3 Asam-asam Amino Aminofusin Hepar

PABRIK Otto Soho Soho Soho Tempo Scan P Landson Baxter Kalbe