Anda di halaman 1dari 11

MODUL 05 EFEK TERMOELEKTRIK

Imam Wijaya, Aziz Ainunnajib, Zam zam Multazam, Rachmat M, Parlin OWT 10210022, 10210048, 10210012, 10210101, 10210006 Program Studi Fisika, Institut Teknologi Bandung, Indonesia E-mail : robiah.wijaya239@gmail.com Asisten : Pribadhi Mumpuni(10208069) Tanggal Praktikum : 6-11-2012

Abstrak Termoelektrik adalah suatu alat yang dapat mengubah energy termal dari gradient temperature tertentu menjadi energy listrik dan sebaliknya dari energy listrik menjadi gradient temperature. Untuk menghasilkan listrik, material termoelektrik cukup diletakkan dalam rangkaian yang dihubungkan dengan sumber panas dan dingin. Termoelektrik dipengaruhi oleh tiga efek yaitu Efek Seebeck, Efek Peltier, dan Efek Thompson. Pada praktikum kali ini kita ingin mengetahui koefisien seebeck serta mencari tegangan ambang pada pemutaran kincir, serta melihat efek peltier, metode praktikum kali ini praktikan melakukan pengamatan dan pengambilan data dengan menggunakan peragkat computer. Dari data yang kita ambil menggunakan computer kita akan mendapatkan koefisien seebek dan besarnya tegangan ambang. Kata kunci: Efek peltier, efek seebeck, efek Thomson, Koefisien seebeck, Termoelektrik I. Pendahuluan Tujuan pada praktikum kali ini adalah untuk menentukan koefisien seebeck dan tegangan ambang pada proses pemutaran kincir.Teori yang berkaitan dengan percobaan kali ini yaitu : Efek seebeck, efek peltier, dan efek Thomson. Termoelektrik adalah suatu alat yang dapat mengubah energy termal dari gradient temperature tertentu menjadi energy listrik dan sebaliknya dari energy listrik menjadi gradient temperature. Untuk menghasilkan listrik, material termoelektrik cukup diletakkan dalam rangkaian yang menghubungkan sumber panas dan dingin. Dari rangkaian itu akan dihasilkan sejumlah listrik sesuai dengan jenis bahan yang dipakai. Thermoelektrik dipengaruhi oleh beberapa efek yaitu : 1. Efek seebeck Jika dua buah logam yang berbeda disambungkan pada salah satu ujungnya, kemudian diberikan beda suhu pada sambungan itu, maka terjadi perbedaan tegangan pada ujung yang satu dengan ujung yang lain. Tegangan yang dihasilkan ini sebanding dengan pembedaan temperatur diantara dua junction. Semakin besar perbedaan temperatur, semakin besar tegangan di antara junction. Dari fenomena ini, kita dapat menentukan koefisien Seeback, yaitu: S= (1)

Gambar 1. Skema Seebeck effect

2. Efek Peltier Penemuan Seebeck memberikan inspirasi pada Jean Charles Peltier untuk melihat kebalikan dari fenomena tersebut. Dia mengalirkan listrik pada dua buah logam yang direkatkan dalam sebuah rangkaian. Ketika arus listrik dialirkan, terjadi penyerapan panas pada sambungan kedua logam tersebut dan pelepasan panas pada sambungan yang lainnya. Pelepasan dan penyerapan panas ini saling berbalik begitu arah arus dibalik. Penemuan yang terjadi pada tahun 1934 ini kemudian dikenal dengan efek Peltier.

positif. Karena satu elektron bergerak, dia meninggalkan sebuah hole yang kemudian akan diisi oleh elektron lain. Satu elektron berpindah untuk mengisi hole tadi dan meninggalkan hole baru. Hal ini mengakibatkan hole tampak bergerak ke arah yang berlawanan dengan arah elektron. Dalam semikonduktor tipep, pembawa muatan mayoritas adalah hole.

Gambar 3. Skema ilustrasi terjadinya peltier effect pada material semikonduktor[1] 3. Efek Thompson Efek Thomson menyatakan bahwa terdapat penyerapan atau pelepasan panas bolak-balik dalam penghantar homogen yang terkena perbedaan panas dan perbedaan listrik secara simultan. Didapat bahwa gradien potensial hasil dari perbedaan temperatur adalah positif searah dengan gradien temperatur. Pada praktikum ini digunakan material semikonduktor yang saling terhubung. Dalam semikonduktor tipen, elektron bertidak sebagai pembawa muatan mayoritas. Sebaliknya, pada semikonduktor tipep, jumlah elektron sangat sedikit. Ketika electron berpindah ke tingkat energi yang lebih tinggi, tempat yang ditinggalkan electron kemudian disebut sebagai hole. Hole bertindak sebagai pembawa muatan

Gambar 4. Penampang thermoelectric[2] II. Metode Percobaan Pada percobaan modul ini akan diamati efek seebeck dan efek peltier. Untuk pengamatan terhadap seebeck,kita akan mencoba menghitung perbedaan potensial (tegangan) terhadap perbedaan temperatur dari air panas dengan air dingin. Langkah percobaan yang dilakukan yaitu memasukkan air panas dan air dingin (es) ke dalam masingmasing gelas yang berbeda kemudian dimasukkan Reversible Thermoelectric Demonstrator ke dalam kedua gelas tadi. Pastikan tiap kaki dariReversible Thermoelectric Demonstrator terbenam ke dalam air panas dan dingin sehingga akan ada perbedaan suhu antara kaki yang satu dengan yang lainnya. Setelah itu dicatat perubahan tegangan terhadap perubahan perbedaan temperatur dari air dingin dengan air panas, dan kaki dingin dengan kaki panas Reversible Thermoelectric Demonstrator dengan interval pengambilan data 5 sekon selama 3 menit. Kemudian langkah berikutnya adalah mengamati efek seebeck terhadap putaran kincir. Dimasukkan kembali air dingin dan panas ke dalam gelas seperti langkah sebelumnya. Kemudian pasang kincir

pada Reversible Thermoelectric Demonstrator kemudian amati arah gerak rotasinya. Pada pengamatan efek peltier proses langkah pengamatan kita balik. Kedua gelas diisi dengan air dengan suhu kamar kemudian dipasangkan Reversible Thermoelectric Demonstrator. Setelah itu pada Reversible Thermoelectric Demonstrator diberikan tegangan 6 Vdc dengan arus kurang dari 2 Ampere selama 30-45 menit. Setelah itu lepaskan sumber tegangan dan catat perubahan tegangan terhadap perubahan temperatur air panas dengan air dingin dan kaki panas dengan kaki dingin Reversible Thermoelectric Demonstratordengan interval pengambilan data 5 sekon selama 3 menit. III. Data dan Pengolahan

Gambar 7. Hasli percobaan effect peltier diukur pada air . Persamaan regresi grafik tersebut 2 adalah y = 0.2224x - 195 dengan R =0.8179

Gambar 5. Hasli percobaan effect seebeck diukur pada air. Persamaan regresi grafik tersebut adalah y = 0.02027x 0.4371 dengan 2 R =0.9524

Gambar 8. Hasli percobaan effect peltier diukur pada kaki . Persamaan regresi grafik tersebut adalah y = 0.03827x 0.08229 dengan 2 R =0.9202 Tabel 1. Hasil koefisien seebeck Percobaan Koefisien seebeck 1a 0.02027 1b 0.005053 2a 0.2224 2b 0.03827 Tabel 2. Hasil V ambang pada perputaran kincir Percobaan t S Vambang 1a 63.67 0.02027 -1.29 1b 0.005053 -0.322 2a 32.28 0.02027 -0.654 2b 0.005053 -0.16311

Gambar 6. Hasli percobaan effect seebeck diukur pada kaki . Persamaan regresi grafik tersebut adalah y = 0.005053x + 0.5546 dengan 2 R =0.9672

IV. Pembahasan Pada percobaan 1a, 1b, 2a, 2b diperoleh koefisien seebeck yang nilainya seperti pada tabel 1. Hubungan antara tegangan dan perbedaan temperatur adalah linear, sehingga koefisien seebeck adalah nilai dari kemiringan garisnya. Koefisien seebeck hasil percobaan bernilai positif. Jika ujung dari junction dengan temperatur yang lebih tinggi memiliki beda potensial yanag lebih rendah, maka nilai koefisien seebeck positif, dan sebaliknya. Pada saat nilai koefisien seebeck ini positif, medan listrik akan berarah ke arah yang sama dengan gradien temperatur. Muatan sendiri arah geraknya bergantung pada arah medan listrik. Elektron bergerak ke arah yang berlawanan dengan arah medan listrik sedangkan hole bergerak ke arah yang searah dengan medan listrik. Jadi, untuk bahan jenis p murni yang hanya memiliki muatan positif bebas (hole) , maka nilai S>0, karena medan listrik dan gradien temperatur mengarah ke arah yang sama. Sebaliknya untuk bahan tipe n, medan listrik dan gradien temperatur mengarah ke arah yang berlawanan sehingga nilai S<0. Nilai dari tiap koefisien seebeck dari percobaan berbeda semua. Data yang diperoleh juga fluktuatif dan tidak terlalu bagus. Hal ini dikarenakan sistem pengukuran tidak terisolasi. Alat ukur termoelektrik sangat sensitif terhadap perubahan kondisi lingkungan, misalnya jika saat pengukuran kelembaban udara berubah maka akan mempengaruhi pembacaan suhu termoelektrik, akibatnya suhu yang dibaca termokopel bukan murni suhu dari sistem yang kita ukur tapi juga suhu dari perubahan lingkungan, sehingga nilai nya tidak akurat. Kemudian untuk menghasilkan data yang lebih bagus dan galat lebih kecil baiknya perbedaan suhu antara air panas dan dingin cukup jauh sehingga pengaruh kecil lingkungan tidak terlalu mengganggu sistem. Metode yang paling baik menurut saya dalam pengukuran koefisien seebeck adalah percobaan 1.b. yaitu pengukuran suhu pada kaki sel termoelektriknya. Hal ini karena jika kita melakukan pengukuran suhunya pada air, maka suhu air bukan suhu yang diinput ke dalam sel

termoelektrik. Hal ini karena saat kaki sel termoelektrik dimasukkan ke dalam air, suhu dari kaki sel belum tentu sama dengan suhu air karena logam dari termoelektrik membutuhkan waktu agar terjadi kesetimbangan termal antara air dan kaki sel, dan sesuai prinsip seebeck bahwa beda suhunya itu terletak pada batang logam, bukan pada lingkungan batang. Dalam semkonduktor ada dua buah tipe yaitu tipe n dan tipe p. Proses pergerakan elektron atau hole dalam semikonduktor yaitu sebagai berikut, semikonduktor tipe n memiliki muatan mayoritas elektron dan tipe p hole. Saat elektron berpindah ke tingkat energi yang lebih tinggi maka dia akan meninggalkan hole, kemudian hole tersebut akan diisi oleh elektron lain disekitarnya. Elektron yang mengisi hole tadi akan meninggalkan hole baru dan demikian seterusnya. Dalam bahan thermoelektrik terdapat dua buah carier yaitu carrier elektron dan hole dimana keduanya menyimpan muatan dan panas. Kita misalkan elektron dan hole dalam semikonduktor berperilaku seperti partikel gas bermuatan. Jika gas normal (tidak bermuatan) ditempatkan pada kotak dengan gradient temperatur, dimana satu sisi panas dan sisi lainnya dingin, maka molekul gas pada sisi panas akan bergerak atau bergetar lebih cepat daripada sisi dingin . Begitu juga perilaku elektron dan hole dalam semikonduktor, jika di kenai suhu yang lebih tinggi maka pergerakan carrier elektrn atau hole lebih cepat. Carrier pada bagian yang lebih panas akan berdifusi lebih banyak daripada pada bagian yang dingin sehingga akan timbul perbedaan densitas pada ujung bagian dingin. Gradien densitas akan mendorong carrier untuk berdifusi balik ke bagian panas. Dengan demikian pada keadaan steady state gradien dari densitas akan mengimbangi efek yang ditimbulkan dari gradien temperatur sehingga secara total tidak ada aliran carrier. Jika carrier diberi muatan, maka densitas yang terjadi akan menimbulkan gaya elektrostatic sehingga menimbulkan potensial listrik. Jika muatan bebas bahan adalah positif(material tipe p) maka pada pada ujung

dingin akan berkumpul muatan positif, sedangkan jika bahan dengan muatan bebas negatif (material tipe n) maka pada ujung dingin akan berkumpul muatan negatif . Potensial listrik atau tegangan yang dihasilkan karena perbedaan temperatur ini dinamakan efek seebeck. Kemudian jika kita memberikan beda potensial pada sel termoelektrik maka elektron pada bahan n akan bergerak berlawanan dengan arah arus sedangkan hole pada bahan p bergerak searah dengan arah arus. Potensial listrik eksternal yang diberikan ini memberikan panas pada muatan carrier, sehingga panas dapat dialirkan melalui aliran carrier dari satu sisi junction ke sisi lainnya. Hal ini menyebabkan satu sisi junction akan panas dan sisi lainnya akan dingin. Arah perputaran kincir searah dengan perputaran jarum jam. Perputaran dari kincir dinamo merepresentasikan kutub apa yang di pasangkan pada kaki-kakinya. Karena perputarannya searah jarum jam maka dapat kita simpulkan bahwa probe merah pada sel termoelektrik adalah kutub positif, dan probe hitam adalah kutub negatif. Jika kita tukar kaki yang menerima panas dan dingin, maka kutub (positif-negatif) pada probe juga akan berubah. Salah satu aplikasi system thermoelektrik adalah system hybrid pada kendaraan bermotor. System kendaraan bermotor pada system hybrit adalah gabungan system kendaraan bermotor dengan motor listrik. Energi listrik untuk menggerakkan motor, listrik diperoleh dari altenator dan juga dynamic brake, dimana energy gerak diubaha menjadi energy listrik.Keuntungan dari kendaraan hybrid yaitu dapat mengurangi konsumsi bahan bakar melalui tiga mekanisme yaitu: 1 pengurangan energy terbuang selama kondisi ideal atau keluaran rendah. 2 pengurangan ukuran dan tenaga mesin motor bakar, dalam halini kekurangan tenaga akan dipengaruhi oleh motor listrik. 3 menyerap energy yang terbuang. Sementara energy panas yang dibuang pada kendaraan bermotor yang akan dijadikan energilistrik. Konsep yang digunakan adalah konsep seebeck. Apabila terdapat dua

sumber temperature yang berbeda pada dua materialsemi konduktor maka akan mengalir arus listrik pada material tersebut. Dengan menerapkan teknologi thermoelektrik ini apabila diterapkan pada kendaraan bermotor dimana gasbuang pada mesin motor bakar berkisar antara 200-300 derajat C maka dengan adanya beda temperature ini akan diperoleh gaya geraklistrik yang kemudian dapat digunakan untuk menggerakkan motor listrik ataupun disimpan didalam baterai. V. Pustaka http://www.mpoweruk.com/semicon ductors.htm [2] http://majalahenergi.com/energi baru-dan-terbarukan/bentuk-energibaru/termoelektrik-pemanfaatanenergi-panas-menjadi-energi-listrik
[1]

LAMPIRAN

Tabel 1. Data hasil percobaan efek seebeck pengukuran pada air t(s) 0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50 55 60 65 70 75 80 85 90 95 100 105 110 115 120 125 130 135 140 145 150 155 160 165 170 175 T dingin 0.150741 0.150741 0.277691 0.182516 0.182516 0.309366 0.182516 0.309366 0.24599 0.182516 0.24599 0.24599 0.341277 0.309366 0.24599 0.214265 0.309366 0.309366 0.277691 0.182516 0.277691 0.372903 0.214265 0.341277 0.24599 0.341277 0.309366 0.277691 0.309366 0.341277 0.24599 0.341277 0.24599 0.372903 0.24599 0.24599 T panas 57.46364 57.49777 57.32736 57.29336 57.1573 57.05573 57.02192 57.05573 56.92065 56.85298 56.92065 56.92065 56.75207 56.61786 56.51719 56.45037 56.45037 56.45037 56.38365 56.31702 56.28375 56.21726 56.0843 56.0843 55.95198 55.91896 55.78683 55.78683 55.65534 55.62252 55.52394 55.52394 55.42583 55.36053 55.26275 55.19741 Tair 57.3129 57.34703 57.04967 57.11084 56.97479 56.74636 56.83941 56.74636 56.67466 56.67046 56.67466 56.67466 56.41079 56.3085 56.2712 56.23611 56.141 56.141 56.10596 56.13451 56.00606 55.84436 55.87004 55.74302 55.70599 55.57769 55.47747 55.50914 55.34597 55.28125 55.27795 55.18266 55.17984 54.98763 55.01676 54.95142 v(Volt) 0.716 0.716 0.717 0.717 0.716 0.716 0.715 0.715 0.715 0.714 0.714 0.713 0.712 0.708 0.707 0.705 0.704 0.702 0.705 0.7 0.7 0.698 0.695 0.691 0.692 0.687 0.687 0.686 0.686 0.684 0.683 0.68 0.678 0.676 0.675 0.673

180

0.341277 55.19741 54.85613

0.673

Tabel 2. Data hasil percobaan efek seebeck pengukuran pada kaki kaki T kaki dingin 13.91964 13.64644 13.39729 14.31563 14.29076 14.66056 15.05339 15.32247 15.37127 15.54211 15.73678 15.83418 15.68815 15.34687 14.80811 14.48816 14.38961 14.3403 14.38961 14.68514 14.83265 15.00423 15.1757 15.44444 15.54211 15.83418 15.80989 16.22227 16.31923 16.53682 16.63331 T kaki panas 42.36586 42.81028 43.04643 43.31016 43.31016 43.41576 43.46861 43.52151 43.70717 43.89333 43.97318 44.02646 44.07978 44.05311 44.02646 44.05311 43.97318 43.81337 43.65414 43.52151 43.46861 43.23085 43.07293 42.96762 42.81028 42.54857 42.26156 42.15762 42.00177 41.92407 41.89819

t(s) 0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50 55 60 65 70 75 80 85 90 95 100 105 110 115 120 125 130 135 140 145 150 155 160 165 170

Tkaki

29.56495 29.58356 29.47307 29.26452 28.83637 28.63596 28.22663 27.89723 27.52318 27.26816 26.71439 26.45167 25.93535 25.68254 25.38725 25.26488 0 0 0

v(Volt) 0.716 0.716 0.717 0.717 0.716 0.716 0.715 0.715 0.715 0.714 0.714 0.713 0.712 0.708 0.707 0.705 0.704 0.702 0.705 0.7 0.7 0.698 0.695 0.691 0.692 0.687 0.687 0.686 0.686 0.684 0.683 0.68 0.678 0.676 0.675

175 180

0 0

0.673 0.673

Tabel 2. Data hasil percobaan efek peltier pengukuran pada air t 0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50 55 60 65 70 75 80 85 90 95 100 105 110 115 120 125 130 135 140 145 150 155 160 165 170 175 T dingin 23.98745 23.94103 23.98745 23.96424 23.94103 23.98745 23.94103 24.01066 23.96424 23.94103 24.03386 23.98745 23.98745 24.03386 23.98745 24.01066 23.96424 23.98745 23.96424 23.96424 23.98745 23.98745 24.01066 24.08047 24.01066 24.08047 24.05726 24.08047 24.10367 24.12687 24.17328 24.21968 24.28947 24.26627 24.24288 24.21968 T panas 33.97207 33.90048 33.82873 33.63809 33.54267 33.51887 33.51887 33.51887 33.51887 33.51887 33.51887 33.54267 33.49508 33.54267 33.54267 33.49508 33.54267 33.49508 33.51887 33.49508 33.51887 33.51887 33.49508 33.54267 33.49508 33.47129 33.49508 33.49508 33.49508 33.47129 33.49508 33.49508 33.51887 33.54267 33.49508 33.47129 Tair 9.984624 9.959451 9.841282 9.673851 9.60164 9.531424 9.577843 9.508217 9.554633 9.577843 9.48501 9.555221 9.507631 9.508806 9.555221 9.484423 9.57843 9.507631 9.554633 9.53084 9.531424 9.531424 9.484423 9.462205 9.484423 9.390826 9.43782 9.414615 9.391411 9.344418 9.321803 9.275402 9.229409 9.276403 9.252202 9.251612 v(mV) 265.5 264.1 253.9 239.2 230.1 218 210.3 202.3 195 188.1 181.6 176.8 170.5 166.5 162.6 158.6 153.4 150.1 147.2 144.1 141 139.1 135.9 133.4 132 130.2 129.2 127.5 126.1 124.8 123.8 122.8 121.7 120.5 119.4 118.5

180 24.26627 33.49508 9.228813

117.5

Tabel 4. Data hasil percobaan efek peltier pengukuran pada kaki kaki T kaki T kaki t dingin panas tkaki v(mV) 0 25.95978 34.49861 8.538826 265.5 5 26.49319 35.07557 8.58238 264.1 10 27.1893 35.4132 8.223904 253.9 15 27.6537 35.58247 7.928778 239.2 20 27.86281 35.67919 7.816388 230.1 25 28.09523 35.72758 7.632358 218 30 28.18815 35.70339 7.515238 210.3 35 28.25804 35.70339 7.445343 202.3 40 28.351 35.65501 7.304008 195 45 28.25804 35.53414 7.2761 188.1 50 28.28128 35.50979 7.228506 181.6 55 28.28128 35.46149 7.180205 176.8 60 28.25804 35.29258 7.034539 170.5 65 28.28128 35.1478 6.866517 166.5 70 28.25804 35.02724 6.769195 162.6 75 28.18815 34.93103 6.742884 158.6 80 28.23481 34.93103 6.696226 153.4 85 28.21157 34.78666 6.575092 150.1 90 28.25804 34.61867 6.360625 147.2 95 28.18815 34.45069 6.262542 144.1 100 28.25804 34.35491 6.096868 141 105 28.23481 34.21117 5.976365 139.1 110 28.16492 34.09167 5.926753 135.9 115 28.18815 33.92434 5.736193 133.4 120 28.09523 33.80489 5.709662 132 125 28.072 33.63809 5.566094 130.2 130 28.11845 33.56647 5.448017 129.2 135 28.04877 33.44751 5.398735 127.5 140 28.00232 33.32844 5.32612 126.1 145 28.02555 33.23341 5.207866 124.8 150 27.9791 33.16218 5.18308 123.8 155 27.95568 33.06706 5.111371 122.8 160 27.95568 32.9959 5.040213 121.7 165 27.93246 32.92477 4.992309 120.5 170 27.93246 32.85348 4.921021 119.4 175 27.88602 32.78242 4.896398 118.5

T kaki dingin

T kaki panas

tkaki

v(mV)

180 27.83959 32.71139 4.871801

117.5

0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50 55 60 65 70 75 80 85 90 95 100 105 110 115 120 125 130 135 140 145 150 155 160 165 170 175 180

25.95978 26.49319 27.1893 27.6537 27.86281 28.09523 28.18815 28.25804 28.351 28.25804 28.28128 28.28128 28.25804 28.28128 28.25804 28.18815 28.23481 28.21157 28.25804 28.18815 28.25804 28.23481 28.16492 28.18815 28.09523 28.072 28.11845 28.04877 28.00232 28.02555 27.9791 27.95568 27.95568 27.93246 27.93246 27.88602 27.83959

34.49861 35.07557 35.4132 35.58247 35.67919 35.72758 35.70339 35.70339 35.65501 35.53414 35.50979 35.46149 35.29258 35.1478 35.02724 34.93103 34.93103 34.78666 34.61867 34.45069 34.35491 34.21117 34.09167 33.92434 33.80489 33.63809 33.56647 33.44751 33.32844 33.23341 33.16218 33.06706 32.9959 32.92477 32.85348 32.78242 32.71139

8.538826 8.58238 8.223904 7.928778 7.816388 7.632358 7.515238 7.445343 7.304008 7.2761 7.228506 7.180205 7.034539 6.866517 6.769195 6.742884 6.696226 6.575092 6.360625 6.262542 6.096868 5.976365 5.926753 5.736193 5.709662 5.566094 5.448017 5.398735 5.32612 5.207866 5.18308 5.111371 5.040213 4.992309 4.921021 4.896398 4.871801

265.5 264.1 253.9 239.2 230.1 218 210.3 202.3 195 188.1 181.6 176.8 170.5 166.5 162.6 158.6 153.4 150.1 147.2 144.1 141 139.1 135.9 133.4 132 130.2 129.2 127.5 126.1 124.8 123.8 122.8 121.7 120.5 119.4 118.5 117.5