Anda di halaman 1dari 20

Oleh : Drs. Jisman M. Lubis MM.

Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen Semester II Universitas Darma Agung Medan 2012
1

Pengertian Koperasi
Kata koperasi, berasal dari bahasa Inggris: co-operation, cooperative, atau bahasa Latin: coopere, atau dalam bahasa Belanda: cooperatie, cooperatieve, yang kurang lebih berarti bekerja bersama-sama, atau kerja sama, atau usaha bersama atau yang bersifat kerja sama. Dari berbagai definisi yang ada mengenai koperasi, terdapat hal-hal yang menyatukan pengertian tentang koperasi, antara lain yaitu:
1.

Koperasi adalah perkumpulan orang-orang yang mempunyai kebutuhan dan kepentingan ekonomi yang sama, yang ingin dipenuhi diawasi secara demokratis secara bersama melalui pembentukan perusahaan bersama yang dikelola dan Koperasi adalah perusahaan, di mana orang-orang berkumpul tidak untuk menyatukan modal atau uang, melainkan sebagai akibat adanya kesamaan kebutuhan dan kepentingan ekonomi. Koperasi adalah perusahaan yang harus memberi pelayanan ekonomi kepada anggota anggotanya

2.

3.

Organisasi Buruh Sedunia (ILO), dalam resolusinya nomor 127 yang dibuat pada tahun 1966, membuat batasan mengenai ciri-ciri utama koperasi yaitu: 1. Merupakan perkumpulan orang-orang; 2. Yang secara sukarela bergabung bersama; 3. Untuk mencapai tujuan ekonomi yang sama; 4. Melalui pembentukan organisasi bisnis yang diawasi secara demokratis dan;
5.

Yang memberikan kontribusi modal yang sama dan menerima bagian resiko dan manfaat yang adil dari perusahaan di mana anggota aktif berpartisipasi.
2

Menurut UU No. 25/1992, Koperasi didefinisikan sebagai : Suatu badan usaha yang beranggotakan orang seorang, atau Badan Hukum Koperasi, dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip-prinsip Koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan azas kekeluargaan . Moh. Hatta, mendefinisikan bahwa : Koperasi adalah usaha bersama untuk memperbaiki nasib penghidupan ekonomi berdasarkan tolong menolong .

Pengertian Manajemen
Ilmu Manajemen adalah suatu ilmu yang mempelajari bagaimana cara mencapai tujuan dengan efektif dan efisien dengan menggunakan bantuan/melalui orang lain. Menurut George Terry,mendefinisikan bahwa: Manajemen adalah suatu proses tertentu yang terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan penggunaan suatu ilmu dan seni yang bersama-sama menyelesaikan tugas untuk mencapai tujuan .

Pengertian Manajemen Koperasi


Manajemen Koperasi dapat diartikan sebagai suatu proses untuk mencapai tujuan melalui usaha bersama berdasarkan azas kekeluargaan. Dengan kata lain bahwa sukses tidaknya suatu organisasi koperasi tergantung dari komitmen para seluruh anggotanya. Untuk mencapai tujuan Koperasi, perlu diperhatikan adanya sistim Manajemen yang baik, agar tujuannya berhasil, yaitu dengan diterapkannya fungsi-fungsi Manajemen.
3

Fungsi Manajemen
Fungsi-fungsi Manajemen menurut George Terry :
1.

Planning (Perencanaan)

2. Organizing (Pengorganisasian) 3. Actuating (Penggerakan untuk bekerja)


4.

Controlling (Pengawasan/Pengendalian)

1. Planning (Perencanaan)
Perencanaan adalah menetapkan suatu cara untuk bertindak sebelum tindakan itu sendiri dilaksanakan. Dengan kata lain bahwa dalam perencanaan hendaknya orang harus berfikir dahulu tentang apa yang akan dilakukan, bagaimana cara melakukannya serta tanggung jawab terhadap kegiatan tersebut. Oleh karena itu perencanaan sangat penting bagi organisasi dalam rangka mencapai tujuannya.

2. Organizing (Pengorganisasian)
Organisasi adalah sekelompok manusia yang bekerjasama, dimana kerjasama tersebut dicanangkan dalam bentuk struktur organisasi atau gambaran skematis tentang hubungan kerja dalam rangka mencapai tujuan tertentu DWIGHT WALDO, mendefinisikan bahwa : Organisasi adalah struktur hubungan antar manusia berdasarkan wewenang dan kelanggengan dalam sebuah sistem administrasi .

3. Actuating (Penggerakan untuk bekerja)


Koperasi hakekatnya dibangun untuk memberdayakan masyarakat dari kesulitan, kekurangan, kelemahan dan kemiskinan. Misi ini sangat erat kaitannya dengan pola pengaturan kelembagaan dari masyarakat itu ( komunitas
4

anggota koperasi) sendiri membangun kesejahteraan secara bersama-sama (goal). Untuk mencapai tujuan koperasi tersebut maka koperasi harus menunjukkan jati dirinya yang mandiri. Controlling (Pengawasan/Pengendalian)

4.

Pengawasan adalah merupakan tindakan atas proses kegiatan untuk mengetahui hasil pelaksanaan, kesalahan, kegagalan, kemudian dilakukan perbaikan dan mencegah terulangnya kembali kesalahan tersebut.

H. Koontz dan CO Donnel, mengatakan bahwa :


Perencanaan dan Pengawasan ibarat kedua sisi dari mata uang yang sama (planning and controlling are the Two sides of the same coin).

Fungsi Pengawasan ;
1. 2. 3.

Mencegah terjadinya berbagai penyimpangan dan kesalahan Memperbaiki berbagai penyimpangan atau kesalahan yang terjadi. Untuk mendinamisir organisasi/koperasi serta segenap kegiatan manajemen lainnya

4. Untuk mempertebal rasa tanggung jawab

Manfaat Manajemen pada Koperasi


Keuntungan Ekonomis 1. Peningkatan skala usaha (menjual dan membeli) 2. Pemasaran (menampung hasil produksi) 3. Pengadaan barang dan jasa (menyediakan untuk anggota) 4. Fasilitas kredit (memberi kemudahan kepada anggota) 5. Pembagian SHU (berdasar transaksi dan partisipasi anggota)
5

Keuntungan Sosial :
1.

Keuntungan kelompok (kepentigan banyak orang) keterampilan) serta Kaderisasi yang berkesinambungan.

2. Pendidikan dan pelatihan (meningkatkan pengetahuan, kesadaran dan 3. Program sosial lainnya (kesetiakawanan antar anggota)

Landasan Koperasi
Di samping melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip-prinsip koperasi yang berlaku secara universal, keberadaan koperasi Indonesia adalah juga berdasarkan landasan idiil, yaitu Pancasila dan landasan struktural, yaitu Undang-Undang Dasar1945, Landasan Mental yaitu Kekeluargaan dan Landasan Operasional yaitu UU RI No. 25 tahun 1992.

Nilai-Nilai Koperasi
Koperasi bekerja berdasarkan nilai-nilai

1. Nilai-nilai organisasi
1. Menolong diri sendiri 2. Tanggungjawab sendiri 3. Demokratis 4. Persamaan 5. Keadilan 6. Kesetiakawanan 2. Nilai-nilai etis 1. Kejujuran 2. Tanggung jawab sosial 3. Kepedulian terhadap orang lain.

Prinsip-Prinsip Koperasi
Prinsip-prinsip koperasi, pada umumnya diartikan sebagai landasan bekerja bagi koperasi dalam melakukan kegiatan organisasi dan bisnisnya, sekaligus merupakan ciri khas dan jati diri koperasi yang membedakannya dari perusahaan-perusahaan non koperasi.
1.

Menjual barang yang mumi, tidak dipalsukan, dengan timbangan yg benar;

2. Menjual dengan tunai; 3. Menjual dengan harga umum (pasar); 4. Pembagian keuntungan seimbang dengan pembelian anggota dari koperasi; 5. Satu suara bagi seorang anggota; 6. Tidak membeda-bedakan aliran dan agama anggota Kongres ICA tahun 1966, di Wina yang memutuskan 6 (enam) prinsip koperasi, yaitu: 1. Keanggotaan yang terbuka dan sukarela (Voluntary and open membership);
2. 3. 4.

Pengelolaan yang demokratis (Democratic Administration). Pembatasan bunga atas modal (Limited interest on capital) Pembagian SHU kepada anggota sesuai partisipasi usahanya cara tunai

5. Penyelenggaraan pendidikan bagi anggota, pengurus, pengawas dan staf 6. Kerja sama antar koperasi (Cooperation among the cooperatives).

Fungsi dan Peran Koperasi


Fungsi Koperasi antara lain adalah: 1. Memenuhi kebutuhan anggota untuk memajukan kesejahteraannya; 2. Membangun sumber daya anggota dan masyarakat; 3. Mangembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota;
7

4. Mengembangkan

aspirasi

ekonomi

anggota

dan

masyarakat

di

lingkungan kegiatan koperasi; 5. Membuka peluang kepada anggotanya untuk mengaktualisasikan diri dalam bidang ekonomi secara optimal. Peran Koperasi antara lain adalah sebagai: 1. Wadah peningkatan tarat hidup dan ketangguhan berdaya saing para anggota koperasi dan masyarakat di lingkungannya 2. Bagian integral dari sistem ekonomi nasional 3. Pelaku stategis dalam sistem ekonomi rakyat 4. Wadah pencerdasan anggota dan masyarakat di lingkungannya

Perbedaan Koperasi dengan Badan Usaha Non Koperasi


1. Koperasi adalah kumpulan orang, bukan kumpulan modal sebagaimana perusahaan non koperasi. 2. Kalau di dalam suatu badan usaha lain yang non koperasi, suara ditentukan oleh besarnya jumlah saham atau modal yang dimiliki oleh pemegang saham, dalam koperasi setiap anggota memiliki jumlah suara yang sama, yaitu satu orang mempunyai satu suara dan tidak bisa diwakilkan (one man one vote, by proxy). 3. Pada koperasi, anggota adalah pemilik sekaligus pelanggan (owner-user), oleh karena itu kegiatan usaha yang dijalankan oleh koperasi harus sesuai dan berkaitan dengan kepentingan atau kebutuhan ekonomi anggota. Hal yang demikian itu berbeda dengan badan usaha yang non koperasi. Pemegang saham tidak harus menjadi pelanggan. Badan usahanyapun tidak perlu harus memberikan atau melayani kepentingan ekonomi pemegang saham.

4. Tujuan badan usaha non koperasi pada umumnya adalah mengejar laba yang setinggi-tingginya. Sedangkan koperasi adalah memberikan manfaat pelayanan ekonomi yang sebaik-baiknya (benefit) bagi anggota. 5. Anggota koperasi memperoleh bagian dari sisa basil usaha sebanding dengan besarnya transaksi usaha masing-masing anggota kepada koperasinya sedangkan pada badan usaha non koperasi, pemegang saham memperoleh bagian keuntungan sebanding dengan saham yang dimilikinya.

Perangkat Organisasi Koperasi


Perangkat organisasi koperasi ada (3) bagian :
1. 2. 3.

Rapat Anggota Pengurus Pengawas

1. Rapat Anggota
Rapat anggota adalah wadah aspirasi anggota dan pemegang kekuasaan tertinggi dalam koperasi. Sebagai pemegang kekuasaan tertinggi, maka segala kebijakan yang berlaku dalam koperasi harus melewati persetujuan rapat anggota terlebih dahulu, termasuk pemilihan, pengangkatan dan pemberhentian personalia pengurus dan pengawas Tugas dan wewenang Rapat Anggota : 1. Membahas dan mengesahkan pertanggung jawaban Pengurus dan Pengawas untuk tahun buku yang bersangkutan. 2. Membahas dan mengesahkan Rencana Kerja dan RAPB tahun buku berikutnya. 3. Membahas dan menetapkan AD, ART dan atau Pembubaran Koperasi. 4. Memilih dan memberhentikan Pengurus dan Pengawas.

5. Menetapkan Pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU).

2.Pengurus
Pengurus adalah badan yang dibentuk oleh rapat anggota dan disertai dan diserahi mandat untuk melaksanakan kepemimpinan koperasi, baik dibidang organisasi maupun usaha.Anggota pengurus dipilih dari dan oleh anggota koperasi dalam rapat anggota. Dalam menjalankan tugasnya, pengurus bertanggung jawab terhadap rapat anggota. Atas persetujuan rapat anggota pengurus dapat mengangkat manajer untuk mengelola koperasi. Namun pengurus tetap bertanggung jawab pada rapat anggota. Jumlah Pengurus sekurang-kurangnya tiga orang yang terdiri dari : 1. Unsur Ketua 2. Unsur Sekretaris 3. Unsur Bendahara

Tugas, fungsi, wewenang dan tanggungjawab Pengurus:


1. Memimpin organisasi dan kegiatan usaha 2. Membina dan membimbing anggota 3. Memelihara kekayaan koperasi 4. Menyelenggarakan rapat anggota 5. Mengajukan rencana RK dan RAPB 6. Mengajukan laporan keuangan dan pertanggung jawaban kegiatan 7. Menyelenggarakan pembukuan keuangan secara tertib 8. Memelihara buku daftar anggota, pengurus dan daftar pengawas.

3.Pengawas
Pengawas adalah suatu badan yang dibentuk untuk melaksanakan pengawasan terhadap kinerja pengurus. Anggota pengawas dipilih oleh anggota koperasi di rapat anggota. Dalam pelaksanaannya, pengawas berhak mendapatkan setiap

10

laporan pengurus, tetapi merahasiakannya kepada pihak ketiga. Pengawas bertanggung jawab kepada rapat anggota. Tugas dan wewenang perangkat organisasi koperasi diatur oleh AD/ART koperasi yang disesuaikan dengan idiologi koperasi. Dalam manajemen koperasi perangkat organisasi koperasi juga disebut sebagai tim manajemen Jumlah Pengawas sekurang-kurangnya tiga orang atau sesuai dengan AD Koperasi : 1. Ketua merangkap anggota , 2. Sekretaris merangkap anggota dan, 3. Anggota

Tugas, fungsi, wewenang dan tanggungjawab pengawas :


1. Bertugas melakukan Pengawasan dan Pemeriksaan sekurang-kurangnya tiga bulan sekali atas tata kehidupan Koperasi yang meliputi Organisasi, Manajemen, Usaha, Keuangan, Pembukuan dan kebijaksanaan Pengurus. 2. Pengawas berfungsi sebagai Pengawas dan Pemeriksa. Berwenang melakukan pemeriksaan tentang catatan dan atau harta kekayaan koperasi 3. Bertanggungjawab kepada Rapat Anggota .

Mekanisme Pendirian Koperasi


Mekanisme pendirian koperasi terdiri dari beberapa tahap.
1.

Pengumpulan anggota, karena untuk menjalankan koperasi membutuhkan minimal 20 anggota. Para anggota tersebut akan mengadakan rapat anggota, untuk melakukan pemilihan pengurus koperasi ( ketua, sekertaris, dan bendahara ).
11

2.

3.

Merencanakan anggaran

dasar dan anggaran

rumah

tangga koperasi

itu.Lalu meminta perizinan dari negara. Barulah bisa menjalankan koperasi dengan baik dan benar

Lambang Koperasi Indonesia

Rantai melambangkan persatuan dan persahabatan yang kokoh. Roda bergigi menggambarkan upaya keras yang ditempuh secara terus menerus. Kapas dan padi berarti menggambarkan kemakmuran rakyat yang

diusahakan oleh koperasi Timbangan berarti keadilan sosial sebagai salah satu dasar koperasi. Bintang dalam perisai artinya Pancasila, merupakan landasan ideal koperasi Pohon beringin menggambarkan sifat kemasyarakatan dan kepribadian Indonesia yang kokoh berakar

12

Koperasi Indonesia menandakan lambang kepribadian koperasi rakyat Indonesia. Warna merah dan putih menggambarkan sifat nasional Indonesia.

Jenis Koperasi
Koperasi secara umum dapat dikelompokkan menjadi koperasi konsumen, koperasi produsen dan koperasi kredit (jasa keuangan). Koperasi dapat pula dikelompokkan berdasarkan sektor usahanya : 1. Koperasi Simpan Pinjam Koperasi Simpan Pinjam adalah koperasi yang bergerak di bidang simpanan dan pinjaman. 2. Koperasi Konsumen Koperasi Konsumen adalah koperasi beranggotakan para konsumen dengan menjalankan kegiatannya jual beli menjual barang konsumsi. 3. Koperasi Produsen Koperasi Produsen adalah koperasi beranggotakan para pengusaha kecil menengah(UKM) dengan menjalankan kegiatan pengadaan bahan baku dan penolong untuk anggotanya. 4. Koperasi Pemasaran Koperasi Pemasaran adalah koperasi yang menjalankan kegiatan penjualan produk/jasa koperasinya atau anggotanya. 5. Koperasi Jasa Koperasi Jasa adalah koperasi yang bergerak di bidang usaha jasa lainnya. 6. Koperasi Fungsional

Sumber Modal Koperasi


13

1. Simpanan Pokok
Simpanan pokok adalah sejumlah uang yang wajib dibayarkan oleh anggota kepada koperasi pada saat masuk menjadi anggota. Simpanan pokok tidak dapat diambil kembali selama yang bersangkutan masih menjadi anggota koperasi. Simpanan pokok jumlahnya sama untuk setiap anggota.

2. Simpanan Wajib
Simpanan wajib adalah jumlah simpanan tertentu yang harus dibayarkan oleh anggota kepada koperasi dalam waktu dan kesempatan tertentu, misalnya tiap bulan dengan jumlah simpanan yang sama untuk setiap bulannya. Simpanan wajib tidak dapat diambil kembali selama yang bersangkutan masih menjadi anggota koperasi.

3. Simpanan khusus / lain-lain


Misalnya:Simpanan sukarela (simpanan yang dapat diambil kapan saja), Simpanan Qurba, dan Deposito Berjangka.

4. Dana Cadangan
Dana cadangan adalah sejumlah uang yang diperoleh dari penyisihan Sisa Hasil usaha, yang dimaksudkan untuk pemupukan modal sendiri, pembagian kepada anggota yang keluar dari keanggotaan koperasi, dan untuk menutup kerugian koperasi bila diperlukan.

5. Hibah
Hibah adalah sejumlah uang atau barang modal yang dapat dinilai dengan uang yang diterima dari pihak lain yang bersifat hibah/pemberian dan tidak mengikat.

Sejarah Koperasi Dunia


Sejarah berdirinya koperasi Dunia

14

1. Gerakan

koperasi

digagas

oleh Robert

Owen (1771-1858),

yang

menerapkannya pertama kali pada usaha pemintalan kapas di New Lanark, Skotlandia. 2. Gerakan koperasi ini dikembangkan lebih lanjut oleh William King (1786 - 1865) dengan mendirikan toko koperasi di Brighton, Inggris. Pada 1 Mei 1828, King menerbitkan publikasi bulanan yang bernama The Cooperator, yang berisi berbagai gagasan dan saran-saran praktis tentang mengelola toko dengan menggunakan prinsip koperasi. 3. Koperasi akhirnya berkembang di negara-negara lainnya. Di Jerman, juga berdiri koperasi yang menggunakan prinsip-prinsip yang sama dengan koperasi buatan Inggris. Koperasi-koperasi di Inggris didirikan oleh Charles Foirer, Raffeinsen, dan Schulze Delitch Di Perancis, Louis Blanc mendirikan koperasi produksi yang mengutamakan kualitas barang. Di Denmark Pastor Christiansone mendirikan koperasi pertanian.

Sejarah Koperasi Indonesia

Koperasi tumbuh dari kalangan rakyat, ketika penderitaan dalam lapangan ekonomi dan sosial yang di timbulkan oleh sistem kapitalisme demikian memuncaknya. Beberapa orang yang penghidupannya sederhana dengan kemampuan ekonomi terbatas, terdorong oleh penderitaan dan beban ekonomi yang sama, secara sepontan mempersatukan diri untuk menolong dirinya sendiri dan manusia sesamanya. Pada tahun 1896 seorang PamongPraja Patih R.Aria Wiria

Atmaja di Purwokerto mendirikan sebuah Bank untuk para pegawai negri (priyayi). Ia terdorong oleh keinginannya untuk menolong para pegawai yang makin menderita karena terjerat oleh lintah darat yang memberikan pinjaman dengan bunga yang tinggi. Maksud Patih tersebut untuk mendirikan koperasi kredit model seperti di Jerman.
15

Setelah Indonesia merdeka, pada tanggal 12 Juli 1947, pergerakan koperasi di Indonesia mengadakan Kongres Koperasi yang pertama di Tasikmalaya. Hari ini kemudian ditetapkan sebagai Hari Koperasi Indonesia.

Usaha Kecil dan Menengah (UKM)


Usaha Kecil dan Menengah disingkat UKM adalah sebuah istilah yang mengacu ke jenis usaha kecil yang memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 200.000.000 tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. Dan usaha yang berdiri sendiri. Menurut Keputusan Presiden RI no. 99 tahun 1998 pengertian Usaha Kecil adalah: Kegiatan ekonomi rakyat yang berskala kecil dengan bidang usaha yang secara mayoritas merupakan kegiatan usaha kecil dan perlu dilindungi untuk mencegah dari persaingan usaha yang tidak sehat .

Kriteria UKM
Kriteria usaha kecil menurut UU No. 9 tahun 1995 adalah sbb: 1. Memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp. 200.000.000,- tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha 2. Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp. 1.000.000.000,(Satu Miliar Rupiah) 3. Milik Warga Negara Indonesia
4.

Berdiri sendiri, bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang tidak dimiliki, dikuasai, atau berafiliasi baik langsung maupun tidak langsung dengan Usaha Menengah atau Usaha Besar

16

5.

Berbentuk usaha orang perorangan , badan usaha yang tidak berbadan hukum, atau badan usaha yang berbadan hukum, termasuk koperasi.

Di Indonesia, jumlah UKM hingga 2005 mencapai 42,4 juta unit lebih. Pemerintah Indonesia, membina UKM melalui Dinas Koperasi dan UKM, di masing-masing Provinsi atau Kabupaten/Kota.

Kementerian Koperasi & UKM

Menurut Kementrian Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menegkop dan UKM), yang dimaksud dengan Usaha Kecil (UK), termasuk Usaha Mikro (UMI), adalah entitas usaha yang mempunyai memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 200.000.000, tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha, dan memiliki penjualan tahunan paling banyak Rp 1.000.000.000. Sementara itu, usaha menengah (UM) merupakan entitas usaha milik warga negara Indonesia yang memiliki kekayaan bersih lebih besar dari Rp 200.000.000 s.d. Rp 10.000.000.000, tidak termasuk tanah dan bangunan.

Badan Pusat Statistik (BPS) memberikan definisi UKM berdasarkan kuantitas tenaga kerja. Usaha kecil merupakan entitas usaha yang memiliki jumlah tenaga kerja 5-19 orang, sedangkan usaha menengah merupakan entitias usaha yang memiliki tenaga kerja 20-99 orang.

Kementerian

Keuangan

melalui

keputusan

menteri

nomor

316/KMK.016/1994 tanggal 27 Juni 1994, usaha kecil didefinisikan sebagai perorangan atau badan usaha yang telah melakukan kegiatan/usaha yang mempunyai penjualan/omset per tahun setinggi-tingginya Rp 600.000.000 atau aset/aktiva setinggi-tingginya Rp 600.000.000 (di luar tanah dan bangunan yang ditempati) terdiri atas: bidang usaha (Fa, CV, PT, dan

17

koperasi), dan perorangan (pengrajin/industri rumah tangga, petani, peternak, nelayan, perambah hutan, penambang, pedagang barang dan jasa). Pada 4 Juli 2008 ditetapkan Undang-undang No. 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Definisi UKM yang disampaikan oleh Undang-undang ini juga berbeda dengan definisi di atas. Menurut UU No 20 Tahun 2008 ini, yang disebut dengan usaha kecil adalah entitas yang memiliki kriteria sebagai berikut : 1. kekayaan bersih lebih dari Rp 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha; dan 2. Memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp 300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp 2.500.000.000,00 (dua milyar lima ratus juta rupiah). Sementara itu, yang disebut dengan Usaha Menengah adalah entitas usaha yang memiliki kriteria sebagai berikut : 1. kekayaan bersih lebih dari Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp 10.000.000.000,00 (sepuluh milyar rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha; dan 2. memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp2.500.000.000,00 (dua milyar lima ratus juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp 50.000.000.000,00 (lima puluh milyar rupiah).

===========================

18

19

20