Anda di halaman 1dari 19

KANKER SERVIKS A.

PENGERTIAN Kanker serviks adalah penyakit akibat tumor ganas pada daerah mulut rahim sebaga i akibat dari adanya pertumbuhan jaringan yang tidak terkontrol dan merusak jari ngan normal di sekitarnya (FKUI, 1990; FKKP, 1997). B. ETIOLOGI Penyebab kanker serviks belum jelas diketahui namun ada beberapa faktor resiko d an predisposisi yang menonjol, antara lain : 1. Umur pertama kali melakukan hubungan seksual Penelitian menunjukkan bahwa semakin muda wanita melakukan hubungan seksual sema kin besar mendapat kanker serviks. Kawin pada usia 20 tahun dianggap masih terla lu muda 2. Jumlah kehamilan dan partus Kanker serviks terbanyak dijumpai pada wanita yang sering partus. Semakin sering partus semakin besar kemungkinan resiko mendapat karsinoma serviks. 3. Jumlah perkawinan Wanita yang sering melakukan hubungan seksual dan berganti-ganti pasangan mempun yai faktor resiko yang besar terhadap kankers serviks ini. 4. Infeksi virus Infeksi virus herpes simpleks (HSV-2) dan virus papiloma atau virus kondiloma ak uminata diduga sebagai factor penyebab kanker serviks 5. Sosial Ekonomi Karsinoma serviks banyak dijumpai pada golongan sosial ekonomi rendah mungkin fa ktor sosial ekonomi erat kaitannya dengan gizi, imunitas dan kebersihan perseora ngan. Pada golongan sosial ekonomi rendah umumnya kuantitas dan kualitas makanan kurang hal ini mempengaruhi imunitas tubuh. 6. Hygiene dan sirkumsisi Diduga adanya pengaruh mudah terjadinya kankers serviks pada wanita yang pasanga nnya belum disirkumsisi. Hal ini karena pada pria non sirkum hygiene penis tidak terawat sehingga banyak kumpulan-kumpulan smegma. 7. Merokok dan AKDR (alat kontrasepsi dalam rahim) Merokok akan merangsang terbentuknya sel kanker, sedangkan pemakaian AKDR akan b erpengaruh terhadap serviks yaitu bermula dari adanya erosi diserviks yang kemud ian menjadi infeksi yang berupa radang yang terus menerus, hal ini dapat sebagai pencetus terbentuknya kanker serviks. C. Klasifikasi pertumbuhan sel akan kankers serviks Mikroskopis 1. Displasia Displasia ringan terjadi pada sepertiga bagaian basal epidermis. Displasia berat terjadi pada dua pertiga epidermihampir tidak dapat dibedakan dengan karsinoma insitu. 2. Stadium karsinoma insitu Pada karsinoma insitu perubahan sel epitel terjadi pada seluruh lapisan epidermi s menjadi karsinoma sel skuamosa. Karsinoma insitu yang tumbuh didaerah ektoserv iks, peralihan sel skuamosa kolumnar dan sel cadangan endoserviks. 3. Stadium karsinoma mikroinvasif. Pada karksinoma mikroinvasif, disamping perubahan derajat pertumbuhan sel mening kat juga sel tumor menembus membrana basalis dan invasi pada stoma sejauh tidak lebih 5 mm dari membrana basalis, biasanya tumor ini asimtomatik dan hanya ditem ukan pada skrining kanker. 4. Stadium karsinoma invasif Pada karsinoma invasif perubahan derajat pertumbuhan sel menonjol besar dan bent uk sel bervariasi. Petumbuhan invasif muncul diarea bibir posterior atau anterio r serviks dan meluas ketiga jurusan yaitu jurusan forniks posterior atau anterio r, jurusan parametrium dan korpus uteri. 5. Bentuk kelainan dalam pertumbuhan karsinoma serviks Pertumbuhan eksofilik, berbentuk bunga kool, tumbuh kearah vagina dan dapat meng isi setengah dari vagina tanpa infiltrasi kedalam vagina, bentuk pertumbuhan ini mudah nekrosis dan perdarahan.

Pertumbuhan endofilik, biasanya lesi berbentuk ulkus dan tumbuh progesif meluas ke forniks, posterior dan anterior ke korpus uteri dan parametrium. Pertumbuhan nodul, biasanya dijumpai pada endoserviks yang lambatlaun lesi berub ah bentuk menjadi ulkus. Markroskopis 1. Stadium preklinis Tidak dapat dibedakan dengan servisitis kronik biasa 2. Stadium permulaan Sering tampak sebagian lesi sekitar osteum externum 3. Stadium setengah lanjut Telah mengenai sebagian besar atau seluruh bibir porsio 4. Stadium lanjut Terjadi pengrusakan dari jaringan serviks, sehingga tampaknya seperti ulkus deng an jaringan yang rapuh dan mudah berdarah. I. D. GEJALA KLINIS 1. Perdarahan Sifatnya bisa intermenstruit atau perdarahan kontak, kadang-kadang perdarahan ba ru terjadi pada stadium selanjutnya. Pada jenis intraservikal perdarahan terjadi lambat. 2. Biasanya menyerupai air, kadang-kadang timbulnya sebeluma ada perdarahan. Pad a stadium lebih lanjut perdarahan dan keputihan lebih banyak disertai infeksi se hingga cairan yang keluar berbau. E. Pemeriksaan diagnostik 1. Sitologi/Pap Smear Keuntungan, murah dapat memeriksa bagian-bagian yang tidak terlihat. Kelemahan, tidak dapat menentukan dengan tepat lokalisasi. 2. Schillentest Epitel karsinoma serviks tidak mengandung glycogen karena tidak mengikat yodium. Kalau porsio diberi yodium maka epitel karsinoma yang normal akan berwarna cokl at tua, sedang yang terkena karsinoma tidak berwarna. 3. Koloskopi Memeriksa dengan menggunakan alat untuk melihat serviks dengan lampu dan dibesar kan 10-40 kali. Keuntungan ; dapat melihat jelas daerah yang bersangkutan sehingga mudah untuk m elakukan biopsy. Kelemahan ; hanya dapat memeiksa daerah yang terlihat saja yaitu porsio, sedang kelianan pada skuamosa columnar junction dan intra servikal tidak terlihat. 4. Kolpomikroskopi Melihat hapusan vagina (Pap Smear) dengan pembesaran sampai 200 kali 5. Biopsi Dengan biopsi dapat ditemukan atau ditentukan jenis karsinomanya. 6. Konisasi Dengan cara mengangkat jaringan yang berisi selaput lendir serviks dan epitel ge peng dan kelenjarnya. Konisasi dilakukan bila hasil sitologi meragukan dan pada serviks tidak tampak kelainan-kelainan yang jelas. II. F. KLASIFIKASI KLINIS Stage 0:Ca.Pre invasif Stage I: Ca. Terbatas pada serviks Stage Ia ; Disertai invasi dari stroma yang hanya diketahui secara histopatologi s Stage Ib : Semua kasus lainnya dari stage I Stage II : Sudah menjalar keluar serviks tapi belum sampai kepanggul telah menge nai dinding vagina. Tapi tidak melebihi dua pertiga bagian proksimal Stage III : Sudah sampai dinding panggul dan sepertiga bagian bawah vagina Stage IIIB : Sudah mengenai organ-organ lain. G. Terapi 1. Irradiasi Dapat dipakai untuk semua stadium Dapat dipakai untuk wanita gemuk tua dan pada medical risk Tidak menyebabkan kematian seperti operasi.

2. Dosis Penyinaran ditujukan pada jaringan karsinoma yang terletak diserviks 3. Komplikasi irradiasi Kerentanan kandungan kencing Diarrhea Perdarahan rectal Fistula vesico atau rectovaginalis 4. Operasi Operasi Wentheim dan limfatektomi untuk stadium I dan II Operasi Schauta, histerektomi vagina yang radikal 5. Kombinasi Irradiasi dan pembedahan Tidak dilakukan sebagai hal yang rutin, sebab radiasi menyebabkan bertambahnya v askularisasi, odema. Sehingga tindakan operasi berikutnya dapat mengalami kesuka ran dan sering menyebabkan fistula, disamping itu juga menambah penyebaran kesis tem limfe dan peredaran darah. 6. Cytostatika : Bleomycin, terapi terhadap karsinoma serviks yang radio resiste n. 5 % dari karsinoma serviks adalah resisten terhadap radioterapi, diangap resi sten bila 8-10 minggu post terapi keadaan masih tetap sama. Pengobatan 1) Stadium O : Dilakukan elektro koagulasi Cryosurgery atau las er jika penderila masih muda dan penambahan anak masih diinginkan . pada wanita usia tua dan penambahan anak tidak diinginkan lagi dilakukan histerektomi total. 2) Stadium IA : Dilakukan histerektomi total ditambah aplikasi r adium 3) Stadium IB, IIA, IIB : Dilakukan operasi radikal ata pe nyinaran 4) Stadium III : Pengobatan berupa radiasi, kemoterapi 5) Stadium IV A : Penyinaran hanya bersifat pasiatif 6) Stadium IV B : Bila ada simplom dapat dibcrikan radiasi pasiati f dan bila mungkin dilanjutkan dcngan kemoterapi Pemeriksaan fisik a. Keadaan umum : Lemah, sedang b. Tanda tanda vital : TD normal / meningkat, nadi normal / men ingkat, nafas normal / meningkat, suhu normal / meningkat c. Kepala / rambul : Rambut rontok, kulit kepada biasanya kot or d. Mata : Conjunctiva biasanya anemia e. Mulut : Mukosa mulut kering dan pucat f. Leher : Kemungkinan ada pembesaran KGB g. Thorax : Pernafasan dan nadi biasanya meningkat h. Abdomen : Nyeri token, terdapat distensi abdomen / kandung kemih. i. Genitalia : keluar cairan (keputihan/darah), laserasi dan be rbau j. Ekstremitas : Kelemahan, edema ntervensi Dx.l. Gangguan rasa nyaman ; nyeri b/d proses penyakit (destruktif jaringan sa raf) Tujuan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan nyeri berkurang Kriteria hasil: - klien tenang, - nyeri berkurang, - TTV normal. INTERVENSI 1. Tentukan riwayat nyeri (lokasi, frekuensi, durasi, intensitas) R : Informasi memberikan data dasar untuk mengevaluasi kebutuhan / k eefektifan intervensi 2. Berikan tindakan kenyamanan dasar (massage, perubahan posisi) R : Meningkatkan relaksasi dan membantu memfokuskan kembali perhatia n 3. Ajarkan dan anjurkan klien untuk teknik relaksasi

R : Memungkinkan klien untuk berpartisipasi secara aktif dan meningkatkan ra sa control 4. Jelaskan penyebab nyeri pada klien R : Diharapkan klien mengetahui penyebab nyeri dan dapat beradaptasi dengan rasa nyeri 5. Alihkan perhatian klien dari rasa nyeri R : Dengan pengalihan dapat mengurangi perhatian klien terhadap rasa nyeri 6. Kolaborasi dengan tim medis dalam pemberian terapi analgetik R : Analgetik menekan pusat ransangan nyeri sehingga rasa nyeri berk urang Dx.2. Perubahan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh b/d intake yang tida k adekuat. Tujuan : setelah dilakukan tindakan keperawatan kekurangan nutrisi tubuh dapat d iatasi Kriteria hasil : Nafsu makan meningkat Diet yang diberikan habis Nilai Hb normal INTERVENSI 1. Kaji tingkat kebutuhan nutrsi klien R : memberikan informasi untuk memudahkan intervensi 2. Jelaskan pentingnya nutrisi bagi tubuh R : dapat memotivasi klien untuk menghabiskan dietnya 3. Anjurkan klien makan selagi hangat R : diet yang hangat dapat menambah selera makan dan mengurangi mual 4. Anjurkan klien makan sedikit tapi sering R: makan sedikit memudahkan proses pencernaan 5. 5. Anjurkan klien untuk makan diet TKTP R : diet TKTP dapat memulihkan pemasukan yang adekuat. 6. Kolaborasi dcngan tim gizi tentang diet bervariasi sesuai dengan kondisi klien R : diet yang bevariasi dapat membantu memperbaiki gizi klien Dx.3. Gangguan rasa aman : cemas b/d kurangnya pengetahuan tentang penyakit dan pengobatan Tujuan : setelah dilakukan tindakan keperawatan rasa cemas berkurang /hilang Kriteria hasil : - Klien tampak rileks dan tenang - Klien mengerti / memahami penyakit dan pengobatannya INTERVENSI 1. Bina HAM yang baik dengan klien dan keluarga R : memudahkan untuk melakukan intervensi 2. Dorong klien untuk mengungkapkan perasaanya R : memberikan kesempatan, menilai rasa takut / cemas klien 3. Pertahankan kontak sering dengan klien, bicara dengan menyentuh klien R : memberi keyakinan bahwa klien tak sendiri atau ditolak 4. Jelaskan tentang penyakit, prosedur pengobatan, berikan kesempatan untuk bertanya R : informasi akurati memungkinkan klien menghadapi situasi lebih efektif dengan realita sehingga mengurangi cemas / ansietas 5. Berikan informasi yang dapat dipercaya dan dukungan orang terdekat R : memungkinkan untuk intraksi interpersonal lebih baik dan mengurangi cemas /ansietas 6. Libatkan orang terdekat bila keputusan mayor akan dibuat R : menjamin system pendukung untuk klien dan menghasilkan orang terdekat terlib at dengan tepat.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kanker servik adalah suatu proses keganasan yang tcrjadi pada servik, dimana ter dapatnya sekelompok sel yang abnormal terbentuk dari sel jaringan yang lumbuh to rus menerus dan tidak terbatas, tidak terkoordinasi sehingga sel - sel sekitarny a tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Keadaan tersebut biasanya disertai dengan adanya perdarahan (Luckman Sorengen, 1995). Kanker servik berkembang secara lambat namun pasti, dalam tahap perkembangannya kanker servik berkembang secara lambat namun pasti, dalam tahap perkembangannya kanker servik berkembang tidak dalam hitungan mingguan. atau bulanan, tapi dalam hitungan tahunan . Pada stadium sangat dini kanker servik tidak menunjukkan gejala. Gejala baru mun cul dan dapat dideteksi bila kanker sudah pada stadium I. Pada prinsipnya kanker servik dapat dicegah dengan mengendalikan penyebab serta faktor resiko dan melakukan deteksi dini terhadap kemungkinan timbulnya penyakit . Sampai saat ini deteksi dini yang paling efektif untuk menekan angka kematian akibat kanker servik adalah Pap smoar. Pap smoar test adalah suatu metode pemeri ksaan sel sel yang diambil dari leher rahim dan kemudian diperika dibawah mikros kop untuk melihat perubahan perubahan yang terjadi dari sel-sel tersebut. Berdasarkan uraian diatas jelaslah bahwa kanker servik memerlukan penanganan yan g serius dari tenaga kesehatan. Perawat sebagai tenaga kesehatan dituntut untuk mampu memberikan asuhan keperawatan pada klien dengan kanker serviks. B. Tujuan 1. Tujuan umum Untuk mendapatkan gambaran tentang penerapan asuhan keperawatan pada Ny. S denga n kanker servik di bangsal Gynaekologi RSUP DR M Djamil Padang. 2. Tujuan khusus a. Mampu melakukan pengkajian pada klien kanker servik b. Mampu menganalisa data dan merumuskan diagnosa keperawatan pada klien ka nker servik c. Mampu menyusun rencana tindakan keperawatan berdasarkan masalah yang di temukan pada klien kanker servik. d. Mampu melaksanakan tindakan keperawatan sesuai dengan masalah yang dipri oritaskan. e. Mampu menilai dan mengevaluasi hasil tindakan sesuai dcngan tujuan yang telah ditetapkan.

BAB II TINJAUAN TEORITIS A. Konsep Dasar 1. Definisi Kanker servik adalah sejenis tumor ganas gynekologi yang sering dijumpai pada us ia antara 30 sampai 60 tahun (Gynarkologi Fakultas Kedokteran). Kanker leher rah im yang paling dominan menyerang dengan / variasi usia penderitanya berkisar ant ara 30-45 tahun, yaitu masih dalam usia muda dan reproduktif. Kanker leher rahim adalah kanker yang terjadi pada servik uterus, suatu daerah p ada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk kearah rahim yang terlela k antara rahim (uterus) dengan liang senggama (vagina). (Kedaruratan Obstetric & Gymaekologi, Jakarta.GGC) 2. Etiologi

Layaknya semua kanker, kanker servik atau leher rahim terjadi ditandai dengan adanya pertumbuhan sel sel pada leher rahim yang tidak lazim (abnormal) Faktor f aktor yang menyebabkan kanker servik yaitu : a. Perkawinan dalam usia muda (16th) Perkawinan pada usia muda kurang dari 20 tahun mcmperbesar resiko kemungkinan me nadpat kanker leher rahim, karena hubungan seksual yang tidak stabil yang dapat mcnimbulkan perlukaan pada mulut rahim. b. Pasangan seksual yang berganti ganti Berhubungan lebih dari satu pasangan sangal berpotensi besar terjadinya kanker s ervik. c. Sering melahirkan dengan jarak pendek. d. Hygiene seksual yang jelek e. Riwayat infeksi virus human papiloma virus (HPV) f. Pengaruh zat karsinogen g. Keturunan (Hanafi Wiknyosastro, 1999) 3. Tanda dan Gejala a. Keputihan berbau busuk b. Siklus menstruasi yang tidak teratur c. Materagia dan monoragia d. Perdarahan pada post senggama dan rasa sakit saat berhubungan e. Pengeluaran dari vagina yang tidak normal f. Nyeri pada daerah pelvis, lumbal g. Perdarahan saat buang air kecil h. Anemia (Hanafi Wiknyosastro, 1999) 4. Klasifikasi Tahapan stadium klinis dari kanker servik menurut the International Federation o f Gynaekologie and Obstetrics (FIGO) tahun 1978 yang berdasrkan pada pemeriksaan klinis, radiology, lenretase endoserviks dan biopsy yaitu : a. Karsinoma pre invasive Stadium O : Karsinoma In Situ (KIS), karsinoma intra epitel, membran e basalis masih utuh b. Karsinoma invasive Stadium I : Karsinoma terbatas pada servites Stadium IA : Karsinoma micro invasive bila membrane basalis sudah rus ak dan sel tumor sudah memasuki stroma > 3 mm dan sel tumor tidak terdapat dalam pembuluh limpe atau pembuluh darah. Stadium IB : Stadium sebelum terdeteksi OCC atau occulf lancer should atau tersembunyi Secara klinis sudah diduga adanya tumor yag histologik menunju kkan invasi kedalam stroma servik uteri Stadium II : Karsinoma meluas kebawah servik tetapi tidak meliatkan d inding panggul, melibatkan dinding vagina 2/3 proleksimal Stadium II A : Penyebaran hanya ke vagina, parametrium masih terbebas d ari infiltrate tumor Stadium II B : Penyebaran ke parametrium uni /bilateral Stadium III : Penyebaran telah sampai ke 1/3 bagian distal vagina atau parametrium sampai dinding panggul Stadium III A: Penyebaran sampai 1/3 bagian distai vagina, namun tidak sampai k e dinding panggul Stadium III B : Penyebaran sudah sampai dinding panggul, sudah ada gangg uan fungsi ginjal Stadium IV : Meluas ke mukosa kandung kemih dan rectum Stadium IV A : Kanker menyebar ke daerah organ sekitarnya Stadium IV B : Kanker menyebar ke organ lain yang lebih jauh seperti paru paru otak, tulang dan hepar. 5. Patosiologi Kanker servik timbul diantara epitel yang melapisi ekstoserviks (persio) dan end oserviks kanalis servik yang disebut sebagai squamocolumnar junction (SCJ) Pada awal perkembangannya kanker serviks tidak memberi tanda tanda dan keluhan.

Pada pemeriksaan dengan speculum, tampak sebagian pursio yang erosit (metaplag skuamosa) yang fisiologik / patologik. Tumor dapat tumbuh: a. Eksofisik : mulai dari SCJ kearah lumen vagina sebagai masa proliterasi f yang mengalami infeksi sekunder dan nekrosis b. Endofisik : mulai dari SCJ tumbuh kedalam stroma serviks dan cendrung un tuk mengadakan infiltrasi menjadi ulkus. c. Ulcetatif: mulai dari SCJ dan cenderung merusak struktur jaringan servi ks dengan melibatkan awal fornises vagina untuk menjadi ulkus yang luas (Hanafi. W, 1999)

6. Pencegahan a. Pencegahan Primer 1) Mengetahui factor resiko 2) Tidak melakukan hubungan seksual sebelum usia 20 tahun 3) Tidak berganti pasangan 4) Jangan merokok, hindari asap rokok (perokok pasif) Bila pencegahan primer tak berhasil dilakukan pemeriksaan sekunder dengan c ara deteksi dini kemungkinan timbulnya kanker, artinya penyakit ini harus ditemu kan pada stadium insitu sehingga ada kemungkinan upaya penyembuhan. b. Pencegahan Sekunder 1) Pemeriksaan IV A (infcksi visual asetat) 2) Melakukan Pap smear, hanya di RS dengan media sediaan lender serviks unt uk diperiksa lebih lanjut 3) Kalposkopi : pemeriksaan dengan alat menggunakan sediaan jaringan 4) Immunisasi HPV (human papiloma virus) c. Pencegahan Tertier Mengobati secara dini dan mencegah komplikasi berdasarkan stadium penyakit. Bias anya stadium awal belum melakukan motartase (penyebaran) lain halnya dengan stad ium lanjut. Pencegahan ini juga dapat secara kimia yaitu kemoterapi dan mencegah kanker dengan antioksidan, mengkonsumsi asam folat, tempedan kacang hijau. Peme riksaan khusus 1) USG 2) Radiology 3) Laparaskopi 4) Hypetoskopi 7. Pengobatan 1) Stadium O : Dilakukan elektro koagulasi Cryosurgery atau laser jika penderila masih muda dan penambahan anak masih diinginkan . pada wanita usia tua dan penambahan anak tidak diinginkan lagi dilakukan histerektomi total. 2) Stadium IA : Dilakukan histerektomi total ditambah aplikasi radium 3) Stadium IB, IIA, IIB : Dilakukan operasi radikal ata penyinaran 4) Stadium III : Pengobatan berupa radiasi, kemoterapi 5) Stadium IV A : Penyinaran hanya bersifat pasiatif 6) Stadium IV B : Bila ada simplom dapat dibcrikan radiasi pasiati f dan bila mungkin dilanjutkan dcngan kemoterapi 8. 1) 2) 3) sia 4) 5) c Pemeriksaan Penunjang Pap smear : Displasia Biopsy : Neoplasma intra epitel Kolposkopi : Untuk melihat daerah yang terkena proses metapla Laboratorium : Pemeriksaan darah rutin, kimia darah Radiology Pelvic limphagiografi, menunjukkan adanya gangguan pada saluran pelvi

Pemeriksaan intravena urografi, dilakukan pada kanker serviks tahap l anjut. Thorax dilakukan pada kanker serviks tahap lanjut. 6) Test schiler : Menggunakan iodine solution yang diusapkan pada permukaan serviks B. Asuhan Keperawatan Teoritis A) Pengkajian 1. Identitas klien 2. Riwayat Kesehatan a. Riwayat Kesehatan Dahulu Adanya riwayat penyakit yang berhubungan dengan kanker, terdapatnya riwayat infe ksi virus, hygiene seksual yang jelek b. Riwayat Kesehatan Sekarang Adanya keluhan keputihan, siklus menstruasi tidak teratur, tidak menstruasi s ama sekali, pengeluaran dari vagina yang tidak normal, rasa nyeri yang berawal d ari lumbal menjalar ke panggul bagian depan dan belakang, perdarahan pada saat B AK. c. Riwayat Kesehatan Keluarga Adanya riwayat keluarga yang menderita kanker, riwayat pasangan yang menderita i nfeksi reproduksi d. Riwayat Obsrotri Riwayat haid : Adanya keluhan tentang haid, siklus tidak teratur jumlah nya, lamanya. Riwayat pcrkawinan : Umur waktu kawin (kawin muda), sering berganti pasanga n, jumlah anak yang banyak Riwayat KB : Kontrasepsi yang dipakai 3. Pemeriksaan fisik a. Keadaan umum : Lemah, sedang b. Tanda tanda vital : TD normal / meningkat, nadi normal / men ingkat, nafas normal / meningkat, suhu normal / meningkat c. Kepala / rambul : Rambut rontok, kulit kepada biasanya kot or d. Mata : Conjunctiva biasanya anemia e. Mulut : Mukosa mulut kering dan pucat f. Leher : Kemungkinan ada pembesaran KGB g. Thorax : Pernafasan dan nadi biasanya meningkat h. Abdomen : Nyeri token, terdapat distensi abdomen / kandung kemih. i. Genitalia : keluar cairan (keputihan/darah), laserasi dan be rbau j. Ekstremitas : Kelemahan, edema 4. Aktivitas Sehari Hari a. Makan dan minum : biasanya kurang, mual muntah, nafsu makan menurun b. Eliminasi: kadang adanya konstipasi, hematuri c. Istirahat dan tidur : biasanya terganggu karma sakit d. Personal hygiene : biasanya terganggu karma kelemahan fisik 5. Data Psikologis Klien konker servik biasanya selalu cemas dan merasa rendah diri dengan keadaan penyakitnya. Klien takut dan cemas akan kcsembuhan penyakitnya, tindakan pengob atan dan perawatan yang dijalaninya. 6. Data Social Ekonomi Kanker serviks dapat mengenai berbagai tingkat ekonomi. Bagaimana hubungan klie n dengan orang lain. Klien berasal dari golongan ekonomi mana, biaya pengobat an ditanggung oleh siapa 7. Data Spiritual Kepercayaan yang dianut klien, bagaimana kegiatan ibadah klien, bagaimana peneri maan klien tentang penyakitnya

B) Kemungkinan Diagnosa Keperawatan 1. Gangguan rasa nyaman : Nyeri b/d proses pcnyakit (destruksi kompresi) 2. Perubahan nutrisi :Kurang dari kebutuhan tubuh b/d intake yang tidak ade linat 3. Resiko tinggi terjadinya anemia b/d perdarahan 4. Gangguan konsep diri : Harga diri rendah b/d perasaan tidak berguna 5. Ketakutan /ansietas b/d krisis situasi (kanker) : ancaman atau perubahan status kesehatan, ancaman kematian 6. Resiko tinggi terhadap kekurangan volume cairan b/d kehilangan berlebi han (perdararahan, status hipermetabolik, kerusakan masukan cairan) 7. Resiko tinggi infeksi b/d ketidak adekuatan pertahanan sekunder dan imun osupresi 8. Resiko tinggi terhadap konstipasi / diare b/d intasi mukosa dan kemotera pi atau radiasi, masukan cairan buruk 9. Resiko tinggi terhadap kerusakan integritas kulit /jaringan b/d efek rad iasi dan kemoterapi C) Intervensi Dx.l. Gangguan rasa nyaman ; nyeri b/d proses penyakit (destruktif jaringan sa raf) Tujuan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan nyeri berkurang Kriteria hasil: - klien tenang, - nyeri berkurang, - TTV normal. INTERVENSI 1. Tentukan riwayat nyeri (lokasi, frekuensi, durasi, intensitas) R : Informasi memberikan data dasar untuk mengevaluasi kebutuhan / k eefektifan intervensi 2. Berikan tindakan kenyamanan dasar (massage, perubahan posisi) R : Meningkatkan relaksasi dan membantu memfokuskan kembali perhatia n 3. Ajarkan dan anjurkan klien untuk teknik relaksasi R : Memungkinkan klien untuk berpartisipasi secara aktif dan meningkatkan ra sa control 4. Jelaskan penyebab nyeri pada klien R : Diharapkan klien mengetahui penyebab nyeri dan dapat beradaptasi dengan rasa nyeri 5. Alihkan perhatian klien dari rasa nyeri R : Dengan pengalihan dapat mengurangi perhatian klien terhadap rasa nyeri 6. Kolaborasi dengan tim medis dalam pemberian terapi analgetik R : Analgetik menekan pusat ransangan nyeri sehingga rasa nyeri berk urang Dx.2. Perubahan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh b/d intake yang tida k adekuat. Tujuan : setelah dilakukan tindakan keperawatan kekurangan nutrisi tubuh dapat d iatasi Kriteria hasil : Nafsu makan meningkat Diet yang diberikan habis Nilai Hb normal INTERVENSI 1. Kaji tingkat kebutuhan nutrsi klien R : memberikan informasi untuk memudahkan intervensi 2. Jelaskan pentingnya nutrisi bagi tubuh R : dapat memotivasi klien untuk menghabiskan dietnya 3. Anjurkan klien makan selagi hangat R : diet yang hangat dapat menambah selera makan dan mengurangi mual 4. Anjurkan klien makan sedikit tapi sering R: makan sedikit memudahkan proses pencernaan 5. 5. Anjurkan klien untuk makan diet TKTP

R : diet TKTP dapat memulihkan pemasukan yang adekuat. 6. Kolaborasi dcngan tim gizi tentang diet bervariasi sesuai dengan kondisi klien R : diet yang bevariasi dapat membantu memperbaiki gizi klien Dx.3. Gangguan rasa aman : cemas b/d kurangnya pengetahuan tentang penyakit dan pengobatan Tujuan : setelah dilakukan tindakan keperawatan rasa cemas berkurang /hilang Kriteria hasil : - Klien tampak rileks dan tenang - Klien mengerti / memahami penyakit dan pengobatannya INTERVENSI 1. Bina HAM yang baik dengan klien dan keluarga R : memudahkan untuk melakukan intervensi 2. Dorong klien untuk mengungkapkan perasaanya R : memberikan kesempatan, menilai rasa takut / cemas klien 3. Pertahankan kontak sering dengan klien, bicara dengan menyentuh klien R : memberi keyakinan bahwa klien tak sendiri atau ditolak 4. Jelaskan tentang penyakit, prosedur pengobatan, berikan kesempatan untuk bertanya R : informasi akurati memungkinkan klien menghadapi situasi lebih efektif dengan realita sehingga mengurangi cemas / ansietas 5. Berikan informasi yang dapat dipercaya dan dukungan orang terdekat R : memungkinkan untuk intraksi interpersonal lebih baik dan mengurangi cemas /ansietas 6. Libatkan orang terdekat bila keputusan mayor akan dibuat R : menjamin system pendukung untuk klien dan menghasilkan orang terdekat terlib at dengan tepat. D) Implementasi Setelah rencana keperawatan tersusun, selanjutnya dilaksanakan dalam tindkaii ya ng nyata untuk mencapai hasil yang diharapkan . tindakan keperawatan harus cukup mendetail dan bersifat khusus agar semua tenaga kepcrawatan dapat melaksanakan dengan baik dalam waktu yang ditentukan sehingga menjamin intcraksi antara pcraw at dan klien E) Evaluasi Evaluasi merupakan tahap akhir dari asuhan keperawatan untuk mengidentifikasi ya ng diharapkan dan mengevaluasi sejauh mana masalah klicn dapat diatasi. Hal ini dilakukan dengan membandingkan hasil yang didapat dengan criteria hasil yang tel ah ditetapkan BAB III TINJAUAN KASUS A. Pengkajian Awal 1. Identitas Klien Nama : Umur : Jenis Kelamin : Agama : Suku Bangsa : Pekerjaan : Pendidikan : Status Perkawinan : Alamat : M.R : 2. Identitas Suami Nama :

Ny.S. 34 tahun Perempuan Islam Minang Ibu Rumah Tangga SD Kawin Jln. Kampung baru Berok Kurao Pagang 613829 Tn. A

Umur : 43 tahun Pekerjaan : Tani Agama : Islam Suku Bangsa : Minang 3. Informasi medik Tanggal Masuk : 08 November 2008 Diagnosa Medik : Ca Serviks Ruang Rawat : Gynaaekologi Cara masuk : Melalui IGD Alasan Masuk : Keluar darah merah kehitaman bercampur lender dari kemaluun se jak 1 minggu yang lalu Suhu : 36,4o C Nadi : l00 x/i Pernafasan : 24x / i Tekanan Darah : 130/70 mmHg Alergi : Tidak ada B. Pengkajian Data Dasar 1. Riwayat Kesehatan a. RKK Tidak ada anggota keluarga yang menderita penyakit seperti ini b. R.K.D Klien tidak memiliki riwayat penyakit hipertensi jantung c. R.K.S Klien masuk ruang Gynackologi RSUP Dr M.Djamil Padang tanggal 08 11 2008 dengan keluhan keluar darah merah kehitaman bercampur lendir sejak 1 minggu yang lain. Pada saat dilakukan pengkajian tgl 10 11 - 2008 klien mengatakan nyeri pada peru t bagian bawah, pinggang dan panggul, tambah nyeri bila ditekan, klien mengataka n badannya lemah, nafsu makan tidak ada, mual, muntah 2x dan susah tidur. 2. Riwayat Obstetri a. Riwayat menstruasi Menarche : Umur 14 tahun Lamanya : 4 5 hari Banyaknya : 3 - 4x ganti duk sehari Warnanya : Merah Tua Dismenor : Tidak ada Siklus : Teratur b. Riwayat perkawinan dan persalinan Kawin berapa kali : 1 kali, tahun 1998 Umur waktu kawin : 29 tahun Jumlah anak : 3 orang I : Tahun 1999, spontan, cukup bulan, ditolong bidan II. : Tahun 2002 spontan, cukup bulan, ditolong bidan III : Tahun 2005, spontan, cukup bulan, ditolong bidan. c. Riwayat keluarga berencana Klien ikut KB yaitu dengan menggunakan pil KB 3. Pemeriksaan Fisik a. Keadaan Umum : klien tampak lemah, kesadaran komposmentis b. Tanda tanda vital : TD : 130/70 mmHg Nadi : 100x/i Pernafasan : 24 x/i Suhu : 36,4C c. Kepala : Hygiene kepala bersih, tidak berketombe, rambu t tidak rontok d. Wajah : Wajah tampak pucat dan meringis, ekspresi wajah tegang e. Mata : Simetris kiri dan kanan, konjungtiva tidak anemi s, selera tidak iktorik, palpebra tidak edema, pupil reflek cahaya (+) f. Mulut dan gigi : Mukosa mulut basah, gigi ada aeries, tidak bersih, ton

sil tidak meradang. g. Leher : Tidak ada pembesaran kelenjar getah bening dan tiroid. h . h. Dada / thorax Paru paru : I = Simetris kiri dan kanan P = Fremitus sama kiri dan kanan P = Sonor A = Vesicular Jantung : I = Ictus tcrlihat 1 jari LMCS RIC V P = Ictus tcraba 1 jari LMCS RIC V P = Batas jantung normal A = Irama tcratur, bising tidak ada i. Abdomen : I = Tidak membuncit , ada bekas luka jahitan operasi di perut bagian ba wah P = Hepar dan lion tidka teraba, nyeri tekan pada perut bagian bawah P = Timpani A = Bising usus normal j. k. Genitourinaria Ekstremitas : Kateter terpasang, perdarahan tidak ada,

4. a. Makan : Sehat : 3 x sehari, nasi + lauk + sayur, 1 porsi, tidak ada ke luhan Sakit : 3 x schari, nasi + lauk + sayur, 1/3 porsi, malas maka n Minum : Sehat : 8-9 gls/hr, air putih + susu, tidak ada keluhan Sakit : 6-7 gls/hari, air putih + susu, tidak ada keluhan b. Eliminasi BAB : Sehat : 1 x sehari, kekuningan, padat, tidak ada keluhan Sakit : 1 x 3 hari, kecoklatan, keras, sedikit dan susah BAB. BAK Sehat : 8 - 9 x sehari, wama jernih, tidak ada keluhan Sakit : 1000 cc/hr, warna kemerahan, klien pasang keteter. c. Istirahat dan tidur sehat: 7-8 jam sehari, nyenyak, tidak ada keluhan sakit: 5-6 jam sehari, sering terbangun karena sakit dan bising lingkungan d. Personal hygiene Mandi : sehat: 2 x sehari, pakai sabun mandi sakit: 1 x sehari, dilaporkan oleh kelompok / petugas di tempat tidur Gosok gigi, sehat : 2 x sehari, pakai odol sakit : 1 x sehari, pakai odol, di bantu keluarga Cuci rumbut, sehat : 3 x seminggu, pakai sampo sakit : 1 x 3 hari, di lap saja. 5. Data Psikologis Klien cemas dengan penyakitnya, sering menanyakan tentang penyakit dan pengobata n yang akan dijalani terhadap kesembuhan penyakitnya. 6. Data sosial ekonomi

keluar cairan kekuningan dari vagina : Tidak ada kelemahan otot dan edema Ekstremitas atas kuning dapat bergerak bebas karena terpasang infuse. Aktivitas Sehari Hari Makan dan minurn

Hubungan klien dengan keluarga harmonis, klien selalu ditunggui oleh anaknya. Klien berasal dari keluarga ekonomi menengah kebawah. Biaya pengobatan klien d itanggung jamkesmas (jaminan kesehatan masyarakat) 7. Data spiritual Klien seorang muslim, sewaktu sehat taat beribadah , selama sakit ibadah klien t erganggu 8. Data penunjang Hasil Labor tgl 9 November 2008 Hb 8,3 % Leucosit 92.000/ mm3 Trombosit 303.000 / mm3 HT 25 % Gula darah sewaktu 324 mg/dl Ureum 80 mg/dl Kreatinin 2,0 mg/dl Natrium 132 mg/dl Kalium 5,6 mg/dl Klorida 80 mg/dl Natrium 131 mg/dl Kalium 5,5 mg/dl Klorida 100 mg/dl Total protein 5,7 g/dl Globulin 2,5 g/dl Globubilicubin totallin 0,7 mg/dl SGOT 23 u/l SGPT 8 u/1 Hasil Labor tgl 10 November 2008 Gula darah sewaktu 445 mg/dl Total kolesterol 220 mg/dl HDL kolesterol 36 mg/dl LDL kolesterol 132 mg/dl Trigliserida 215 mg/dl Ureum 90 mg/dl Kreatinin 3,2 mg/dl PT 10,8 APTT 32,8 ANALISIS DATA Nama : Ny. S No. MR :61 38 29 No Data Masalah Etiologi 1 Do: Klien tampak meringis Klien tampak gelisah Nyeri tekan pada abdomen bagian bawah TD:130/70 mmHg N : 100 x / i P : 24 x / i DS : Klien mengatakan nyeri pada perut bagian bawah, pinggang dan panggul Gangguan rasa nyaman nyeri

Proses penyakit (destruksi jaringan saraf)

2 -

Do Klien tampak lemah muntah 2 x Diet yang diberikan tidak habis Klien mengatakan nafsu makan berkurang dan mual Klien mengatakan diet hanya habis 1/3 porsi Klien mengatakan badan nya terasa lemah Penambahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh Intake yang tidak adekuat

3 DS : -

Do : Klien gelisah Ekspresi wajah tegang Klien tampak cemas TD :130/70 mmHg N :100 x / i P : 24 x / i Klien mengatakan cemas dengan penyakitnya Klien sering menanyakan tentang pengobatan yang akan dijalaninya Gangguan rasa aman cemas Kurangnya pengetahuan tentang penyakit dan pengobatan

DAFTAR DIAGNOSA KEPERAWATAN No Tgl muncul Diagnosa Keperawatan Tangal Teratasi Tanda Tangan 1 10 November Gangguan rasa nyaman : nyeri b/d proses penyakit (destruksi jaringan saraf) 2 10 November 2008 Perubahan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh b/d intake yang tidak adekuat 3 10 November 2008 Gangguan rasa aman : cemas b.d kurangnya pengetahuan tentang pcnyakit dan pengobatan

PERENCANAAN KEPERAWATAN NO DIAGNOSA KEPERAWATAN TUJUAN INTERVENSI RASIONAL 1 Ganguan rasa nyaman : nyeri b/d proses penyakit (destruksi Jaringan saraf) Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2 x 24 jam nyeri yang dira sakan berkurang / klien da pat beradaptasi dengan nyeri kriteria hasil: - Klien tenang

- Nyeri berkurang - TTV normal 1. Tentukan riwayat nyeri (lokasi, frekuensi, durasi dan intensitas ) 2. 3. 4. Berikan tindakan ke nyamanan dasar (massase, perubahan posisi) Ajarkan dan anjur kan klien untuk teknik relaksasi (nafas dalam) Jelaskan penyebab dari nyeri pada klien

5.

Alihkan perhatian klien dari rasa nyeri

6. kasi

Kolaborasi dengan tim medis dalam pemberian terapi analgetik sesuai indi

1. Informasi memberikan data dasar untuk meng evaluasi kebutuhan / Keefektifan intervensi 2. Meningkatkan relaksasi dan membantu memfokuskan kembali perhatian 3. Memungkinkan klien untuk berpartisipasi secara aktif dan meningkatkan ra sa kon trol 4. Diharapkan klien mengetahui penyebab nyeri dan dapat beradaptasi dengan rasa nyeri 5. Dengan pengalihan dapat mengurangi perhatian klien terhadap rasa nyeri 6. Analgetik menekan pusat ransangan nyeri sehingga rasa nyeri berkurang. 2

Perubahan nutrisi kurang dari kcbutu han tubuh b/d intake yang tidak ade kuat Setelah dilakukan tindakan keperawatan 3 x 24 jam kekurangan nutrisi tub uh dapat diatasi dengan kriteria hasil Nafsu makan meningkat

1. 2. 3. 4. 5.

Diet yang diberikan habis Kaji tingkat kebutuhan nutrisi klien Jelaskan pentingnya nutrisi bagi tubuh Anjurkan klien makan diet selagi hangat Anjurkan klien makan sedikit tapi sering Anjurkan klien untuk makan diet TKTP

6. Kolaborasi dengan tim gizi tentang diet bervariasi sesuai dengan kondi si klien 1. Memberikan informasi untuk melanjutkan intervensi 2. Dapat memotivasi klien untuk mengbabiskan dietnya 3. Diet yang hangat dapat menambah selera makan 4. Memudahkan proses pencemaan 5. 6. Diet TKTP dapat menggantikan asukapan nutrisi yang adekuat Diet yang bervariasi dapat membantu memperbaiki gizi klien.

3 Gangguan rasa aman : cemas b/d kurangnya pe ngetahuan tcn tang penyakit dan pengobatan Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2 x pertemuan rasa cemas klien hilang / berkurang dengan kriteria hasil Klien tampak rileks dan tenang Klien mengerti/ memahami penyakitnya 1. Bina HAM yang baik dengan klien dan keluarga 2. Dorong klien untuk mengungkapkan perasaan 3. Pertahankan kontak sering dengan klien, bicara dengan menyentuh klien 4. Jelaskan tentang penyakit, prosedur pengobatan, berikan kesempatan unt uk bertanya

5. 6.

Berikan informasi yang dapat dipercaya

dan

dukungan orang terdekat

Libatkan orang 1. Memudahkan untuk 2. Memberikan kesempatan 3. Memberi keyakinan bahwa

terdekat bila keputusan mayor akan dibuat. melakukan intervensi menilai rasa takut / cemas klien tak diri atau ditolak

4. Informasi akurat mungkinkan klien menghadapi situasi lebih efektif d engan realita sehingga mengurangi ansietas 5. Memungkinkan untuk interaksi interpersonal lebih baik dan menurunkan ansieta s 6. Menjamin sitempendukung untuk klien dan memungkinkan orang terdekat ter libat dengan tepat. IMPLEMENTASI DAN EVALUASI Nama : Ny. S No. MR :61 38 29 NO. Dx Tanggal / Jam 1.

IMPLEMENTASI

Tanggal / Jam

EVALUASI

2.

3. 10-11-08 Jam 08.00

10-11-08 Jam 11.00

10-11-08 Jam 15.00 1. menentukan riwayat nyeri (lokasi, frekuensi, durasi dan intensit as) 2. memberikan tindakan ke nyamanan dasar (massase, perubahan posisi) 3. mengajarkan dan anjur kan klien untuk teknik relaksasi (nafas dalam) 4. menjelaskan penyebab dari nyeri pada klien 5. mengalihkan perhatian klien dari rasa nyeri 6. Kolaborasi dengan tim medis dalam mememberian terapi analgetik sesuai in dikasi

1. 2. 3. 4. 5. 6. si klien

mengkaji tingkat kebutuhan nutrisi klien menjelaskan pentingnya nutrisi bagi tubuh menganjurkan klien makan diet selagi hangat menganjurkan klien makan sedikit tapi sering menganjurkan klien untuk makan diet TKTP Kolaborasi dengan tim gizi tentang diet bervariasi sesuai dengan kondi

1. Membina HAM yang baik dengan klien dan keluarga 2. mendorong klien untuk mengungkapkan perasaan 3. Mempertahankan kontak sering dengan klien, bicara dengan menyentuh klien 4. Menjelaskan tentang penyakit, prosedur pengobatan, berikan kesempatan untuk b ertanya 5. Memberikan informasi yang dapat dipercaya dan dukungan orang terdekat 6. Melibatkan orang terdekat bila keputusan mayor akan dibuat. 10-11-08 Jam 09.00

10-11-08 Jam 12.00

10-11-08 Jam 17.00 S: klien mengatakan nyeri sudah mulai berkurang O: - klien tenang - nyeri berkurang - TD = 120/80 mmHg - N = 80 x/i - RR = 20 x/i A: masalah teratasi sebagian P: intervensi dilanjutkan: - berikan tindakan ke nyamanan dasar (massase, perubahan posisi) - alihkan perhatian klien dari rasa nyeri - ajarkan dan anjur kan klien untuk teknik relaksasi (nafas dalam) - Kolaborasi dengan tim medis dalam mememberian terapi analgetik sesuai indika si S: O: A: P: n klien mengatakan nafsu makannya mulai meningkat - diit habis porsi masalah teratasi sebagian intervensi dilanjutkan anjurkan klien makan diet selagi hangat anjurkan klien makan sedikit tapi sering Kolaborasi dengan tim gizi tentang diet bervariasi sesuai dengan kondisi klie

S: Klien mengatakan sudah mengerti dan memahami penyakitnya O: Klien tampak rileks dan tenang A: masalah teratasi P: intervensi dihentikan