Anda di halaman 1dari 10

Samuel Freiherr von Pufendorf (16321694)

Teori Politik Internasional

Samuel von Pufendorf


Ernis Cahyaningtyas (10/299126/SP/24061) Hubungan Internasional UGM

Page 1

Samuel Freiherr von Pufendorf (16321694)

Samuel Freiherr von Pufendorf (16321694) merupakan seorang filosof pencerahan yang mencoba menggebrak dogma agama ketika itu.

Ia dianggap sebagai the important thinker dalam teori politik internasional melalui tulisannya yang terpengaruh dari munculnya modern-states berdasarkan sistem internasional.

Teori Politik Internasional

Page 2

Samuel Freiherr von Pufendorf (16321694)

MORALITY
Satu hal menarik dari pemikiran Pufendorf adalah mengenai moral itu sendiri. Baginya, moral bukanlah suatu benda fisik belaka, tetapi erat dengan imposition of values dengan didasari oleh akal budi manusia dan alasan-asalan yang mendukungnya. Ia juga menambahkan bahwa, It was at once real and natural in that man's fundamental nature demanded it. Tindakan moral merupakan tindakan yang berdasarkan hukum atau sesuatu yang mengaturnya. Dalam hal ini, jika seseorang percaya pada moral tertentu, maka moral itu sendiri pasti merujuk pada hukum atau adanya supreme sovereign yang mengatur. Disini terlihat bahwa Pufendorf menyanggah
Teori Politik Internasional

religius seperti Aquinas dan Grotius yang sarat teologi dan percaya pada hukum alam, bahwa Rasio Tuhan sebagai satusatunya sumber pemikiran.

The very idea of law entails the 'bidding of a superior' and its imposition by a power which can enforce it with sanctions ( Law of Nature, I. ii. 6)

gagasan

pemikir-pemikir
Page 3

Samuel Freiherr von Pufendorf (16321694)

Menurutnya,

hukum alam adalah hasil dari pemikiran manusia sendiri yang lahir dari tuntutannya untuk melindungi dirinya sendiri dan menciptakan kedamaian dengan tidak mengganggu kenyamanan orang lain.
Dont bother other people till that people feel that his/her right is taken

Dari sinilah Pufendorf menyampaikan pemikirannya tentang hukum alam yang lebih rasional.

If God created us of His own free will, and chose to assign to us the natures which we possess, 'How, then, can an action of man be accorded any quality, if it takes its rise from an extrinsic and absolute necessity, without the imposition and pleasure of God?' ( Law of Nature, I. ii. 6).

Teori Politik Internasional

Page 4

Samuel Freiherr von Pufendorf (16321694)

Pufendorf ingin menyatakan bahwa watak alami manusia adalah untuk menjadi damai, dan bahwa hukumhukum dasar yang berkaitan dengan watak ini bukanlah dari manusia yang membuat dan di luar kemampuan mereka untuk mengubahnya.

Yang dapat ditekankan dalam pemikirannya terhadap moral adalah bahwa Pufendorf memposisikan moral dalam tatanan yang universal, dimana setiap manusia memiliki hutang kewajiban satu sama lain sebagai human being.

Teori Politik Internasional

Page 5

Samuel Freiherr von Pufendorf (16321694)

STATE OF NATURE
Dalam gagasannya mengenai state of nature, berbeda dengan pemikiran Hobbes yang individual dan dipenuhi konflik, Pufendorf lebih melihat bahwa dibalik sifat dasar manusia yang seperti itu, ada kesempatan pula untuk bekerja sama. Tuhan menciptakan dunia ini dengan kebaikan dan keburukannya, dan bergantung pada manusia sendiri untuk memilih mana yang baik dan buruk. Oleh karena itulah Pufendorf lebih mengedepankan rasionalitas. Pufendorf berpendapat akan lebih baik jika dalam natural state tersebut ditanamkan hukum beserta praktek riilnya, meskipun tidak dipungkiri bahwa masih ada ketidaksempurnaan dari para penguasa itu sendiri.
Teori Politik Internasional

The principle of self-preservation does not absolve us from the obligations that the Natural Law impels us to perform towards other people ( Natural State of Men, # 9)

Page 6

Samuel Freiherr von Pufendorf (16321694)

THE STATE

Bagi Pufendorf, tingkah laku negara dapat dilihat dari tingkah laku masyarakatnya sendiri, bagaimana sebagai human beings, mereka menunjukkan diri mereka sebagai makhluk sosial. Dalam teori hukum alam Pufendorf, politik adalah bentuk etika sosial.

Pufendorf menyanggah pandangan Aristoteles yang melihat bahwa manusia memang memiliki hasrat untuk bekerja sama. Bagi Pufendorf yang lebih melihat kerasionalan, manusia memang tidak sengaja bekerja sama karena kehendak dari hukum alam itu sendiri.

It is a defensive and precautionary response to such emergent conditions, a kind of cooperative scheme (conspiratio) or mutual protection association created as needed against the growing threat posed by other human beings. (DJN VII.2.12)

Teori Politik Internasional

Page 7

Samuel Freiherr von Pufendorf (16321694)

not necessarily eliminate other human motives but only suppresses or overrules them, the state as guarantor of mutual security may actually allow them to function again in their proper (subordinate) contexts.

Pufendorf mengidentifikasi kedaulatan (imperium) sebagai menghidupkan dan mempertahankan jiwa dari negara itu sendiri.

This means both that the state's minimalist function as a mutual protection agency may not be controlled or overridden by other, substantive (e.g., religious, ethical) ends, but also that since fear does
Teori Politik Internasional

It is a new moral quality that emerges from the respective commitments of rulers and ruled, consisting of the former's right to command and the latter's duty to obey. (DJN VII.3.12: Pufendorf 1994a, pp. 21718; VII.4.12)
Page 8

Samuel Freiherr von Pufendorf (16321694)

WAR
Dalam pandangannya mengenai perang, Pufendorf menegaskan bahwa pada dasarnya keadaan yang natural adalah ketika dunia dalam keadaan damai, sebaliknya, perang merupakan hal yang tidak natural.

It (war) is not consistent with human nature and is permissible 'in defect of a more appropriate means' of securing one's rights ( Elements, def. III. 6)

Pufendorf menggarisbawahi bahwa perang bukanlah suatu instrument kebijakan (seperti yang dipercayai Thucydides, Machiavelli, dan Hobbes), tetapi merupakan usaha untuk menjaga hak setiap manusia ---> just war.
Teori Politik Internasional Page 9

Samuel Freiherr von Pufendorf (16321694)

References: Boucher, David. 1998. Political Theories of International Relations:From Thucydides to the Present. Oxford: Oxford University Press. Seidler, Michael, "Pufendorf's Moral and Political Philosophy", The Stanford

Encyclopedia of Philosophy (Summer 2011 Edition), Edward N. Zalta(ed.),

<http://plato.stanford.edu/archives/sum20 11/entries/pufendorf-moral/>

***

Teori Politik Internasional

Page 10