Anda di halaman 1dari 27

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Finishing Istilah finishing berasal dari bahasa Inggris yaitu finish yang berarti akhir atau pengakhiran.Yang dalam hal ini, finishing mempunyai pengertian dari tahap akhir dalam pengerjaan sebuah proyek bangunan, Yang fungsinya adalah untuk memberikan rasa nyaman dari bangunan dan menjadikanya lebih indah.

Dengan perkembangan teknologi industri konstruksi yang semakin pesat pada saat ini, maka pekerjaan finishing juga mengalami perkembangan baik pada pekerjaan finishing dinding, finishing lantai, maupun finishing plafond.

Material finishing yang dapat digunakan harus mempertimbangkan kualitas akustik, ketahanan terhadap api, nilai insulasi thermal. Permukaan atau tekstur dari pengerjaan finishing haruslah memiliki pengaruh kritis terhadap kualitas estetika suatu ruang. Untuk pilihan dan fungsi material finishing, yang harus diperhatikan yaitu warna, tekstur, pola, dan Pertemuan antara sambungan antara material yang satu dengan material lainya.

Namun perlu diperhatikan pada saat akan mengerjakan suatu pekerjaan finishing harus diperhitungkan dengan matang agar tidak terjadi kesalahan dalam pekerjaan yang akan menimbulkan kerusakan, dan kerusakan tentunya akan menimbulkan kerugian bagi pemilik bangunan selain kerugian secara materi, kesan dari bangunan yang sudah pernah mengalami kerusakan akan berkurang dibandingkan dengan bangunan yang tidak mengalami kerusakan. Pekerjaan

finishing juga memerlukan perhatian yang serius agar tidak terjadi pengulangan pekerjaan yang menyebabkan terjadinya penambahan biaya pembangunan sehingga menjadi tidak efisien lagi.

Dengan berkembangnya teknologi bahan, maka kita dapat melakukan efisiensi maupun variasi dari suatu pekerjaan finishing bangunan. Perkembangan teknologi bahan akan berpengaruh pada pola kerja dan peralatan yang digunakan agar mendapatkan suatu hasil yang memuaskan dan sesuai dengan keinginannya.

Pekerjaan finishing dapat dibedakan menjadi dua kelompok sesuai dengan cara pengerjaanya :

a. Pekerjaan Finishing Basah Pekerjaan ini adalah pekerjaan yang berhubungan dengan air dalam pengolahanya seperti : Pekerjaan pemasangan bata indah Pekerjaan plesteran Pekerjaan acian Pekerjaan tegel atau keramik Pekerjaan granit atau marmer Pekerjaan pengecatan Pekerjaan batu alam

b. Pekerjaan Finishing Kering Pekerjaan ini adalah pekerjaan yang tidak berhubungan dengan air Pekerjaan dinding partisi Pekerjaan dinding kaca Pekerjaan dinding wall paper Pekerjaan granit cara tipis Dll

2.2 Klasifikasi Pekerjaan Finishing Bangunan

Pekerjaan finishing bangunan diklasifikasikan menjadi empat kelompok yaitu pekerjaan finishing fasade, finishing lantai, finishing dinding hunian, dan pekerjaan finishing plafond. 7

2.3 Pekerjaan Finishing

2.3.1

Pekerjaan Finishing Fasade

Fasade adalah sisi luar ( eksterior ) sebuah bangunan, umumnya bagian depan tapi terkadang juga bagian samping dan belakang bangunan.

a.

Bahan Finishing Precast pada Fasade Jenis jenis bahan finishing pada dinding penutup bangunan ( fasade ) yang biasa digunakan yaitu dinding precast, dinding plester, dinding batu alam dinding kaca, dinding plastic , dinding polimer, dan dinding keramik. Pada Proyek Apartemen Grand Emerald Kelapa Gading ini menggunakan dinding precast untuk finishing fasade.

Dinding precast merupakan bahan bangunan yang menggunakan beton bertulang / tidak

bertulang yang dicetak / dibuat di pabrik atau di tempat lain dan jadi sebelum dipasang.

Gambar 2.4 Dinding Precast ( sumber : dokumentasi pribadi )

Ada beberapa syarat untuk menggunakan precast, yaitu : 1. Bentuk gedung yang direncanakan bersifat typical. 2. Site yang tersedia cukup untuk meletakkan komponen komponen beton precast. 3. Site yang tersedia mampu menampung peralatan untuk pengangkatan precast, seperti tower crane, dan lain lain.

Keuntungan : 1. Volume produksi 2. Pengendalian mutu maksimum 3. Mengoptimalkan penggunaan bahan. 4. Waktu konstrulsi yang lebih cepat, sejak pekerjaan struktur di tapak, konstruksi pondasi dan pendirian komponewn

prefabrikasi. 5. Jumlah material yang dibutuhkan tidak berkurang 6. Produksi unit precast dalam skala luas menjadikan menggunakan lebih mesin praktis dan untuk karenanya

kebutuhan jumlah pekerja yang terlalu banyak dapat diatasi 7. Pengurangan kebutuhan tenaga kerja

manusia dan menuntut memiliki keahlian yang lebih 8. Kualitas yang dihasilkan lebih baik

sebagai hasil proses pabrik yang selalu di bawah pengawasan yang ketat dan tetap,

penggunann nmesin dan lingkungan kerja yang rapih 9. Pekerjaan konstruksi dapat dilaksanakan tanpa tergantung pada kondisi cuaca

Kerugian : 1. Terjadi kesalahan pada saat pemasangan. 2. Terjadi diproduksi. 3. Transportasi komponen dari pabrik ke site 4. Kesulitan dalam penanganan di lapangan khususnya dalam erection (pendirian), lifting (pengangkatan) dan connecting (penyambungan konstruksi 5. Pelaksanan yang demikian berarti ada tambahan biaya dan problem teknis pada saat finalisasi ketidaktepatan pada saat

2.3.2

Pekerjaan Finishing Lantai

Gambar 2.2 Lantai (Sumber: http://www.google.co.id/images)

Lantai adalah bagian bawah (alas, dasar) suatu ruangan atau bangunan (terbuat dr papan, semen, ubin, dsb) yang dijadikan sebagai tempat berpijak.jenis lantai sangat beragam keberadaanya

10

mulai dari corak yang simple dengan proses pengerjaan yang secara tradisional, hingga lantai dengan motif yang rumit dengan proses pengerjaan yang modern, adapun berbagai macam bahan pembuat lantai adalah batu,kayu,logam dan bahan-bahan lain yang dapat menahan berat dari suatu benda. Lantai juga dapat menjadi penambah nilai estetik suatu rumah sehingga dapat menambah nilai jual bangunan rumah. Tinggi lantai di atas permukaan tanah bergantung pada desain dan selera pemilik rumah dan keadaan lingkungan setempat. Ada yang menyukai lantai rata dengan tanah, tetapi ada pula yang menyukai lantai tinggi. Di daerah yang sering terkena banjir ataupun terhadap jalan raya, sebaiknya lantai dibuat lebih tinggi dari permukaan tersebut. Penggunaan lantai bermacam-macam. Untuk dalam

ruangan (interior) sebaiknya digunakan bahan lantai yang mempunyai warna, pola, dan dimensi, serta tekstur yang halus. Sedangkan untuk luar ruangan (eksterior) digunakan lantai yang bertekstur kasar supaya tidak licin apabila terkena air. a. Bahan Finishing Lantai Keramik Jenis-jenis bahan lantai yang biasa digunakan yaitu lantai tegel, lantai teraso, lantai keramik, lantai marmer, lantai granit, dan lantai kayu. Pada Proyek Apartemen Grand Emerald Kelapa Gading ini menggunakan material keramik untuk finishing lantai. Lantai keramik merupakan jenis bahan lantai yang paling banyak digunakan masyarakat pada saat ini karena sifatnya yang cocok dengan iklim di Indonesia.

11

Selain itu, warna, corak, dan ukuran yang ada di pasaran juga beraneka ragam pilihannya. Saat ini keramik bukan merupakan bahan yang mahal karena produk lokal pun kini mulai banyak ada di pasaran dengan kualitas yang tidak kalah dengan keramik impor. Pengerjaan lantai keramik relatif mudah, sama seperti pemasangan teraso dan tegel.

Lantai keramik juga tidak mudah tergores dan jika terkena kotoran atau cairan tidak membekas.

Gambar 2.3 Lantai Keramik (Sumber: http://www.google.co.id/images)

Untuk ruang yang terkena air sebaiknya menggunakan lantai keramik yang bertekstur kasar agar tidak licin. Sedangkan untuk ruangan lain seperti ruang tamu, ruang tidur, ruang keluarga, sebaiknya menggunakan lantai bertekstur halus. Keramik biasanya juga digunakan untuk dinding pada kamar mandi atau WC karena sifatnya yang tidak menyerap air dan mudah dibersihkan.

12

Pelapisan lantai menggunakan material keramik memiliki beberapa keuntungan & kerugian sebagai berikut Keuntungan : Harga relative murah Mudah dalam perawatan Tersedia dalam berbagai motif & ukuran Kuat Tidak mudah tergores Mudah dalam pengerjaan :

Kerugian b.

Retak apabila pemasanganya salah

Teknik Pemasangan Lantai Keramik Pada intinya, cara pemasangan semua jenis bahan lantai sama, kecuali kegiataan persiapan untuk pemasangan lantai kayu yang perlu diberi obat anti rayap terlebih dahulu. Kemudian

dilakukan pengukuran bentuk dan ukuran ruangan, penentuan tinggi rendah lantai, pengisian nat pada sela-sela lantai dan finishing.

Untuk

menghitung

kebutuhan

ubin,

khususnya keramik yang terpakai dalam sebuah ruangan, tidaklah semudah membagi dan

mengalikan ukuran. Dalam pemasangan sering terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya ubin pecah-pecah atau ujungnya gompal. Belum lagi jika sudut-sudut ruangan mengharuskan ubin dipotong, sehingga sisanya tidak bisa dipakai lagi. Ini harus 13

diantisipasi

dengan

melebihkan

jumlah

ubin

keramik yang harus dibeli. Tetapi kelebihan lantai keramik jangan sampai terlalu banyak yang mengakibatkan pemborosan. Untuk pemasangan biasa secara lurus, biasanya dilebihkan 1% - 2% dari kebutuhan. Sementara itu, jika pemasangan dilakukan secara diagonal lantai yang dilebihkan banyaknya 4%. Satu kotak lantai keramik umumnya untuk menutupi seluas 1 m2. Misal, sebuah ruangan seluas (4 x 4) m atau 16 m2, membutuhkan ubin keramik 16 kotak. Untuk kelebihannya, jika dipasang lurus berarti 1% dari 16 kotak yaitu 0,16 kotak, karena tidak memungkinkan membeli kotak atau kotak maka untuk kasus kelebihannya dihitung satu kotak. Jadi total ubin yang harus dibeli adalah 17 kotak. 1. Cara pemasangan lantai keramik Berikut teknik memasang keramik lantai : 1. Rendam keramik di dalam air. Hal ini akan membuat keramik menjadi lebih elastis dan lebih mudah menempel pada saat

pemasangan. 2. Perhatikan kualitas keramik. Keramik kualitas rendah akan susah dipasang secara presisi. Untuk itu, nat keramik harus dipasang longgar karena masing-masing keramik memiliki selisih 0,20,5 mm sehingga tidak saling bertubrukan. 3. Oleskan air semen. Bilaskan semen yang sudah dicampur air sedikit ke bawah

14

keramik. Hal ini akan membuat daya rekat keramik ke adukan benar-benar lengket. 4. Bersihkan dari kerikil. Adukan dan dasar lantai yang akan dipasang harus bersih dari kerikil, batu, atau ganjalan lain yang akan membuat rongga di bawah keramik. 5. Padatkan secara rata. Ketuk keramik yang baru dipasang dan pastikan tidak ada yang kopong atau bagian dasar berongga karena akan membuat keramik lepas di kemudian hari. Periksa ketinggiannya apakah sudah sama rata dengan benang yang ditarik untuk menentukan ketinggian lantai. 6. Nat keramik dipasang belakangan. Jangan pasang semen oker atau nat pada sisi keramik saat itu juga. Biarkan selama dua atau tiga hari. Hal ini akan membuat sisa udara yang mengendap akan keluar melalui nat yang belum ditutup. Setelah itu baru diberi semen nat dan jangan lupa

membersihkan nat yang masih kosong dari kotoran yang mengendap. 7. Jangan diinjak-injak. Amankan area keramik yang baru dipasang dari lalu-lalang orang selama 23 hari. Keramik akan ambles karena adukan di bawahnya masih belum kuat untuk dibebani. 8. Periksa kembali. Dalam sebuah areal

pemasangan (3 x 3) m biasanya terdapat 35 keramik yang kopong. Untuk itu segera bongkar dan ulangi pemasangannya.

15

c.

Perawatan Lantai Keramik Cara merawat ubin tegel, teraso, dan keramik, cukup dengan dipel dengan cairan khusus

pembersih lantai secara rutin. Sedangkan perawatan lantai marmer dan granit sebelum pemasangan diberi coating untuk menghindari tetesan air yang masuk ke pori-pori. Apabila terkena noda, cukup dibersihkan dengan cara dipel dengan air hangat dan hindari bahan pembersih lantai dengan bahan kimia tinggi. Proses coating dilakukan 2-4 tahun sekali.

2.3.3

Pekerjaan Finishing Dinding Dalam pengertian umum, dinding adalah bagian dari bangunan yang berfungsi sebagai pemisah antara ruangan luar dengan ruangan dalam, melindungi terhadap intrusi dan cuaca, penyokong atap dan sebagao pembatas ruang satu dengan ruangan lainnya, berfungsi pula sebagai penahan cahaya panas dari matahari, menahan tiupan angin dari luar, dan untuk menghindari gangguan binatang liar. Serta dalam pengertian kamus, dinding adalah suatu struktur padat yang membatasi dan kadang melindungi suatu area.. Tiga jenis utama dinding struktural adalah dinding bangunan, dinding pembatas (boundary), serta dinding penahan (retaining). Fungsi dinding adalah : 1. Sebagai pemikul beban di atasnya. 2. Sebagai pembatas ruang, mempunyai sifat privasi, indah dan bagus dalam skala, warna, tekstur, dapat dibuat transparan sebagai peredam terhadap bunyi, baik dari dalam maupun dari luar.

16

3. Perlindungan terhadap gangguan dari luar ( sinar matahari ), isolasi terhadap suhu, air hujan dan kelembapan, hembusan angin, serta gangguan dari luar lainnya 4. Sebagai pemisah antar ruangan. 5. Sebagai pemisah ruangan yang bersifat pribadi, dan bersifat umum. 6. Sebagai penahan cahaya, angin, hujan, banjir, dan lain lain yang bersumber dari alam. 7. Sebagai pembatas dan penahan struktur ( untuk fungsi tertentu seperti dinding lift, resovoar, dan lain lain ). 8. Sebagai penahan kebisingan. Fungsi dinding dalam konstruksi adalah : 1. Sebagai pemikul. Itulah sebabnya konstruksinya harus kuat dan kokoh agar mampu menahan beban super struktur, bebannya sendiri serta beban horizontal. 2. Sebagai pembatas / partisi, tidak perlu kokoh tetapi harus kaku sehingga perlu kolom penguat ( kolom praktis ) Dinding bangunan memiliki dua jenis, dinding penutup bangunan ( fasade )dan dinding pembentuk ruang. 1. Dinding Penutup Bangunan Dinding penutup bangunan berfungsi untuk

melindungi bagian dalam bangunan dari cuaca dan intrusi. Jenis jenis bahan finishing pada dinding penutup bangunan yang biasa digunakan yaitu dinding precast, plester, dinding keramik, dinding marmer, dinding granit alam, dinding gypsum, dinding karpet, wallpaper, dan dinding kayu.

17

Gambar 2.4 Dinding Precast ( sumber : dokumentasi pribadi )

2.

Dinding Pembentuk Ruang Dinding pembentuk ruang adalah dinding yang terdapat di dalam bangunan. Dinding ini berfungsi untuk membatasi ruang-ruang yang ada. Dinding jenis ini dapat berupa dinding permanen atau dinding semi permanen. Contoh dinding ini adalah, dinding bata, dinding bata ringan, dinding dinding batako, dinding GRC dan dinding gypsum. a. Bahan Finishing Dinding Pembentuk Ruang Jenis jenis bahan finishing pada dinding pembentuk ruang yang biasa digunakan yaitu dinding plester, dinding keramik, papan

kalsium,papan triplek / multiplek, dinding gypsum. Pada Proyek Apartemen Grand Emerald Kelapa Gading ini menggunakan dinding plester, dinding keramik, dan dinding gypsum untuk finishing pembentuk ruangan.

18

1. Dinding Plester menggunakan Bata Ringan

Gambar 2.5 Dinding Bata Ringan ( Hebel ) ( sumber : dokumentasi pribadi )

Dinding bata hebel adalah bahan bangunan pembentuk dinding dengan mutu yang relative tinggi. Penjualan bata jenis inipun tidak diretail pada setiap agen atau toko material. Pembelian biasanya harus dengan memesan terlebih dahulu, umumnya berukuran 10 cm x 19 cm x 59 cm. Bahannya terbuat dari pasir silica. Bata jenis ini harganya lebih mahal kurang lebih 16. 5 % dari harga dinding bata merah untuk setip 1 m2. Dinding jenis ini sering digunakann pada rumah rumah mewah, hotel, apartemen, monumen, gedung gedung mewah yang lain. Kelebihan dinding ini adalah cepatnya proses pemasangan, mudah dalam pemotongan karena hanya menggunakan gergaji, bahanya tahan api dan air serta kedap suara.

19

Pekerjaan pasangan hebel ini meliputi seluruh detail yang disebutkan dan ditunjukkan dalam gambar kerja.

Gambar 2.5 Dinding Bata Ringan ( Hebel ) ( sumber : google.com )

Keuntungan : 1. Memiliki kekuatan yang baik, dapat digunakan sebagai struktur dinding pemikul. 2. Dapat mengurangi resiko gempa. 3. Proses transportasi lebih ringan, pekerjaan menjadi lebih mudah meski dengan peralatan sederhana. 4. Meringankan biaya konstruksi dan biaya

operasional pada saat pembangunan. 5. Ukuran yang akurat. 6. Meredam kebisingan / kedap suara. 7. Tahan lama, stabil, dan awet. 8. Meningkatkan perlindungan teerhadap bahaya kebakaran. 9. Mengurangi tingkat kenaikan suhu. 10. Hemat energy. 11. Pengerjaannya mudah. 12. Ramah lingkungan.

20

Cara pengerjaan :

Gambar 2.6 Cara pengerjaan ( Hebel ) ( sumber : google.com )

Gambar 2.7 Cara pengerjaan hebel ( sumber : google.com )

21

Gambar 2.8 Cara pengerjaan hebel ( sumber : google.com )

Gambar 2.9 Cara pengerjaan hebel ( sumber : google.com )

22

Gambar 2.10 Cara pengerjaan hebel ( sumber : google.com )

Gambar 2.11 Cara pengerjaan hebel ( sumber : google.com )

23

Gambar 2.12 Cara pengerjaan hebel ( sumber : google.com )

Gambar 2.13 Cara pengerjaan hebel ( sumber : google.com )

24

Gambar 2.14 Cara pengerjaan hebel ( sumber : google.com )

Plester adalah teknik pelapisan pada permukaan pasangan batu bata atau dinding. Plesteran terbagi menjadi 2 macam 1. Plesteran biasa : Adalah plesteran yang menggunakan campuran semen dengan pasir sebanyak 3 : 1 2. Plesteran Trasram : Adalah plesteran yang menggunakan campuran semen dengan pasir sebanyak 5 : 1, pada plesteran trassram jauh lebih banyak membutuhkan campuran semen karena plesteran ini lebih ditujukan sebagai lapisan penahan rembesan air, yang biasanya lapisan ini dipergunakan setinggi 1,5 meter dan sering digunakan sebagai dinding kamar mandi atau wc.

25

Fungsi plesteran adalah : Sebagai pelindung cuaca Plesteran melindungi pasanganbatu

bata dari angin, hujan, suhu yang masuk / meresap kedalam pasangan bata sehingga udara dalam ruangan stabil serta nyaman untuk ditempati. Lapisan yang berfungsi untuk

pelindung ini disebut lapisan dasar dengan ketebalan 3 5 mm dan terbuat dari campuran 1pc : 2-2 pasir Untuk meratakan permukaan pasangan bata Setelah lapisan dasar, lapisan

berikutnya adalah suatu lapisan dengan tebal 10-20mm untuk meratakan permukaan

tembok, dibuat dengan campuran 1Kp : 1Sm : 2 Ps : Pc, lapisan ini akan berfungsi sebagai lapisan penghisap air apabila terkena hujan dan akan menguapkanya kembali pada saat matahari bersinar. Untuk menambah keindahan Karena pada lapisan inilah akan dilakukan pengecatan sehingga halus

kasarnya dan rapih tidaknya plesteran akan sangat berpengaruh pada hasil akhir sebuah dinding.

26

Gambar 2.15 detail plesteran

2. Dinding Kramik

Gambar 2.16 Dinding keramik ( sumber : dokumentasi pribadi )

Merupakan

salah

satu

teknik

finishing pada dinding dengan cara menutup permukaan dinding dengan

keramik.Keramik dibuat secara fabrikasi di pabrik 27

Keuntungan dinding keramik: Tersedia dalam berbagai motif dan warna Tidak mudah kotor dan tergores Perawatan yang mudah Kerugian dinding keramik: Mahal Ada kemungkinan terlepas Membutuhkan waktu lebih dalam

pemasangan 3. Dinding Gypsum

Gambar 2.17 Dinding gypsum ( sumber : dokumnetasi pribadi )

Merupakan

salah

satu

teknik

finishing pada dinding dengan cara menutup permukaan dinding dengan gypsum, gypsum biasanya berbentuk lembaran denagn ukuran yang telah ditentukan.

28

Papan gypsum adalah salah satu produk jadi setelah raw material gypsum diolah melalui proses pabrik. Papan gypsum digunakan sebagai salah satu elemen dari dinding partisi dan plafon. Dulu sebelum papan gypsum popular, masyarakat

menggunakan triplek sebagai bahan penutup plafon. Saat ini triplek menjadi material yang cukup mahal dikarenakan bahan baku pembuat triplek tersebut sudah sangat sulit didapat. Gipsum merupakan alternatif yang tepat untuk menggantikan triplek, Keuntungan dinding gypsum: Tahan api Tidak mengandung asbes ringan Mudah dalam pengerjaan

Kerugian dinding gypsum : Mahal Kurang kuat Bukan jenis peredam yang baik

Gambar 2.18 Papan gypsum (Sumber: http://www.google.co.id/images)

29

2.3.4

Pengerjaan finishing Plafond

Gambar 2.19 Plafond (Sumber: http://www.google.co.id/images)

Plafon adalah bagian konstruksi merupakan lapis pembatas antara rangka bangunan dengan rangka atapnya, sehingga bisa sebagai atau dapat dikatakan tinggi bangunan dibawah rangka atapnya. Fungsi plafon - Plafon merupakan bagian dari interior yang harus didesain sehingga ruangan menjadi sejuk dan enak dipandang (artistik). - Plafon sebagai batas tinggi suatu ruangan tentunya ketinggian dapat diatur sesuaikan dengan fungsinya ruangan yang ada. Umpamanya; untuk ruang tamu pada sebuah rumah tinggal cenderung tinggi plafon direndahkan, begitu juga ruang keluarga atau ruang makan, agar mempunyai kesan lebih familier dan bersahabat. -Plafon berfungsi juga sebagai isolasi panas yang datang dari atap atau sebagai penahan perambatan panas dari atap (aluminium foil). -Plafon dapat juga sebagai meredam suara air hujan yang jatuh diatas atap, terutama pada penutup atap dari bahan logam.

30

-Plafon sebagai finishing (elemen keindahan), mempunyai tempat untuk menggantungkan bola lampu, sedang bagian atasnya untuk meletakkan kabel - kabel listriknya (sparing instalasi). a. Bahan Finishing Pada Plafon Jenis jenis bahan finishing pada plafond yang biasa digunakan yaitu papan gypsum, papan kalsium, tripleks, asbes, papan kayu, hardboard, bahan GRC. Pada Proyek Apartemen Grand Emerald Kelapa Gading ini menggunakan papan gypsum dan papan kalsium untuk finishing plafond. 1. Gypsum board.

Gambar 2.21 Gypsum Board (Sumber: http://www.google.co.id/images)

Papan gypsum adalah salah satu produk jadi setelah raw material gypsum diolah melalui proses pabrik. Papan gypsum digunakan sebagai salah satu elemen dari dinding partisi dan plafon

31

2. Papan kalsium

Gambar 2.21 Kalsium Board (Sumber: http://www.google.co.id/images)

Papan kalsium silikat yang terbuat dari pasir silika, semen, ditambah serat selulosa. Yang membedakannya dengan fiber semen lain adalah dengan proses sistem

pengeringannya

autoclave, sehingga produk lebih ringan dengan muai susut sangat kecil. Papan Kasium silikat bisa

diaplikasikan untuk plafon ruang dalam ruang luar, partisi, daun pintu dan dinding luar (external cladding).

32