Anda di halaman 1dari 4

Tugas Diskusi

Topikal Fluor

Oleh: Riska Hardiani Kumala (1601 1210 0001), Rizky Friskylia (1601 1210 0002), Areta Tera Lova (1601 1210 0007) Pembimbing: Meirina Gartika, drg., Sp.KGA (K) Maret, 2011

1.

Perbedaan Hasil dari Aplikasi Topical Fluor SnF, APF, NaF serta Peran MasingMasing Zat terhadap Fluor Terapi topikal fluor merupakan suatu terapi pencegahan karies gigi dengan menggunakan fluor dalam konsentrasi yang relatif tinggi dan diaplikasikan secara lokal atau topikal pada permukaan gigi. Adanya peningkatan konsentrasi fluor pada permukaan gigi dapat berfungsi membuat permukaan gigi lebih tahan terhadap perkembangan karies hal ini terjadi karena ada ikatan antara ion fluor dengan kristal hidroksiapatit, sehingga membuat kristal apatit menjadi lebih kompak dan stabil serta tahan terhadap kelarutan asam. Sebagian besar penelitian awal tentang aplikasi topikal fluor dilakukan dengan natrium fluorida (NaF). Natrium fluoride dapat meningkatkan ketahanan email dari kelarutan asam dan penurunan pH larutan natrium fluorida dapat meningkatkan perlindungan terhadap dekalsifikasi email. Efektifitas natrium fluoride yang diaplikasikan secara topikal terjadi karena pembentukan fluorhidroksiapatit yang terjadi jika natrium fluorida yang digunakan memiliki konsentrasi 100 ppm, akan tetapi jika natrium fluorida yang digunakan memiliki konsentrasi 2% (sedikit diatas 9000 ppm) akan membentuk kalsium fluorida. Senyawa fluorida kedua yang dipakai sacara topikal adalah SnF2. Reaksi SnF2 dengan email menghasilkan pembentukan senyawa yang mengandung timah yang memberikan efek kariostatik. Akumulasi terbesar dari hasil reaksi terjadi pada email yang mengalami kerusakan, hipomineralisasi dan telah terjadi dekalsifikasi karena proses karies. Pada daerah yang mengalami karies tampak terjadi pigmentasi (yang disebabkan oleh timah) dan tampak lebih terkalsifikasi oleh karena penggunaan SnF2. Pigmentasi yang terjadi sebagai indikasi bahwa efek kariostatik dari SnF2 telah berjalan dan berlangsung selama 6-12 bulan atau lebih. Senyawa fluorida ketiga yang dikembangkan dan digunakan secara luas adalah APF, yang ditambah dengan asam fosfat. Senyawa ini diteliti oleh Brudevord dan Cowokers, dari hasil penelitian ini menunjukkan berbagai reaksi kimia fluorida dengan email (hidroksiapatit) dan

menyimpulkan bahwa pH larutan yang dibuat asam dapat meningkatkan laju reaksi fluorida dengan email yang akan membentuk fluorhidroksiapatit, serta adanya asam fosfat dapat meningkatkan jumlah fluoride pada permukaan email dengan

meminimalkan pembentukan kalsium fluorida dan kehilangan fosfat email, berdasarkan hasil penelitian ini maka penggunaan APF semakin dikembangkan dan digunakan secara luas untuk mencegah karies. Pengendapan kalsium fluorida pada permukaan email tidak bersifat permanen, hal ini disebabkan karena kehilangan fluorida yang relatif cepat pada permukaan email dalam 24 jam pertama dan 15 hari berikutnya. Bentuk yang paling baik antara fluorida dengan email dalam mencegah karies gigi adalah

fluorhidroksiapatit, untuk menghasilkannya diperlukan waktu pemaparan yang lama terhadap email dengan konsentrasi fluor yang rendah. NaF tersedia dalam bentuk bubuk, gel dan cair. Senyawa ini

direkomendasikan untuk digunakan dalam konsentrasi 2% yang dapat dibuat dengan melarutkan 0,2 g bubuk dalam 10 ml air. Stannous Fluorida (SnF2) tersedia dalam bentuk bubuk, konsentrasi yang direkomendasikan adalah 8%, yang diperoleh dengan melarutkan 0,8 g bubuk dalam 10 ml air. Larutan ini cukup asam dengan pH sekitar 2,4 2,8. APF yang ditambah asam fosfat tersedia sebagai gel dan larutan yang bersifat stabil dan siap digunakan. Mengandung fluorida 1,23% (Cameron, 2005; Donley, 2003).

2.

Indikasi dan Kontraindikasi Penggunaan Fluor Menurut Donley (2003): a. Indikasi - pasien anak di bawah 5 tahun yang memiliki resiko karies sedang sampai tinggi - gigi dengan permukaan akar yang terbuka - gigi sensitif - anak-anak dengan kelainan motorik, sehingga sulit untuk membersihkan gigi (contoh:Down syndrome) - pasien yang sedang dalam perawatan ortodontik b. Kontraindikasi - pasien anak dengan resiko karies rendah - pasien yang tinggal di kawasan dengan air minum berfluor - ada kavitas besar yang terbuka

3.

Mekanisme Kerja Fluoride a. Mencegah demineralisasi

Gigi yang diberi fluor memiliki penurunan daya larut enamel dalam asam rongga mulut. Dengan cara mengurangi permeabilitas enamel maka mineral yang terkandung dalam gigi tidak cepat terlarut dalam saliva, melainkan digantikan oleh ion-ion F bebas pada permukaan enamel. b. Memiliki sifat antibakteri Fluoride memiliki efek terhadap jalur glikolisis mikroorganisme rongga mulut sehingga mengurangi produksi asam dan mengganggu regulasi enzimatik metabolisme karbohidrat. Pada keadaan ph rendah, fluoride akan berdifusi ke dalam Hydrofluoric Acid. Hal ini menyebabkan fluoride menghambat metabolisme karbohidrat oleh bakteri kariogenik sehingga menghalangi pembentukan asam dari karbohidrat oleh mikroorganisme dalam mulut. Ini berlaku pula terhadap gigi yang mendapat fluor secara sistemik. Hal ini mengakibatkan berkurangnya akumulasi polisakarida intraseluler dan ekstraseluler (misalnya plak). c. Mempercepat remineralisasi Fluoride yang diberikan secara topikal berperan paling banyak saat proses remineralisasi. Dengan cara mengubah lingkungan permukaan enamel sehingga transfer ion antara saliva dan enamel dipercepat ke arah enamel. Keadaan ini mengakibatkan reionisasi pada permukaan yang terdemineralisasi menjadi lebih cepat. Fluoride dapat mencegah terjadinya kehilangan mineral pada permukaan kristal dan meningkatkan remineralisasi oleh grup kalsium dan fosfat. Ketika terjadi remineralisasi, email yang baru terbentuk lebih tahan terhadap karies daripada mineral aslinya dan efek ini berdampak bahkan pada keberadaan fluoride dengan konsentrasi rendah (kurang dari 1 ppm) melewati fase cairan yang mengelilingi matriks email. eberadaan fluoride berkonsentrasi rendah secara terus menerus pada lapisan terluar email-plak membantu proses remineralisasi pada enamel yang mengalami dekalsifikasi (Cameron, 2005). . 4. Dosis Suplementasi Fluor untuk Anak-Anak Dosis suplementasi fluor berdasarkan American Dental Association Council, 2010
KONSENTRASI FLIOR DALAM AIR MINUM (PPM)* USIA <0.3 0.3-0.6 >0.6

Lahir6 bulan

6 bulan3 tahun

0.25 mg/hari**

USIA

KONSENTRASI FLIOR DALAM AIR MINUM (PPM)*

36 years

0.50 mg/hari

0.25 mg/hari

616 years

1.0 mg/hari

0.50 mg/hari

*1.0 part per million (ppm) = 1 milligram per liter (mg/l) ** 2.2 mg natrium fluoride mengandung 1 mg ion fluoride.

5. Perbedaan Aplikasi Fluor secara Topikal dan Sistemik