Anda di halaman 1dari 10

ACARA TANGGAL PRATIKUM TUJUAN

: Deskripsi gulma : 12 0ktober 2011 : Mengetahui pengelompokan jenis-jenis gulma berdasarkan kesamaan sifat.

TINJAUAN PUSTAKA

Pada kenyataannya tanaman untuk dapat menghasilkan ssperti yang di harapkan menghadapi banyaj gangguan, salah satu diantaranya adalah adanya gulma. Gulma dapat menyebabkan kerugian baik secara kuantitatif seperti penurunana produk, maupun secara kualitatif seperti terpacunya hasil biji dengan biji gulma, warna daun yang pucat dan sebagainya. Gulma dapat didefinisikan sebagai tumbuhan yang salah tempat, tumbuhan yang tidak dikehendaki manusia, tumbuhan yang tidak diusahakan oleh manusia, tumbuhan yang belum diketahui manfaatnya, tumbuhan yang merugikan manusia, tumbuhan yang tumbuh ditempat dan waktu yang tidak diinginkan. Untuk memudahkan dalam pengendaliannuya gulma dikelompokkan diantaranya atas dasar kesamaan daur hidup, sifat morfologi dan habitatnya. Berdasarkan daur hidupnya terdapat gulma semusim ialah gulma yang untuk menyelesaiakan satu siklus hidupnya kurang dari satu tahun dan memperbanyak diri dengan biji sehingga populasi lebih cepat. Contohnya eleusin indica, ageratum conyzoides, cyperus compressus. Gulma dwi musim ialah gulma yang umurnya 1-2 tahun, tahun pertama membentuk organ perbanyakan vegetatif, dan tahun kedua membentuk organ perbanyakan generatif. Contoh typhonium trilobatum dan ciperus difformis. Gulma tahunan ialah gulma yang umumnya lebih dari 2 tahun, dapat memperbanyak diri dengan secara generatif dan vegetatif. Contoh imperata cylindrical eupatorium odoratum, cyperus rotundus.

Berdasarkan sifat morfologi terdapat gulma rumputan (grasses) yaitu gulma yang termasuk family gramineae. Contoh panicum repens, paspalum conjugatum, imperata cylindrical. Gulma tekian (sedges) yaitu gulma yang termasuk dalam family cyperaceae. Contoh cyperus kylingia, cyperus rotundus. Gulma daun lebar (broadleaf weeds) yaitu gulma selain gulma tekian dan rumputan. Contoh borreria alata, amaranthus spinosus. Berdasarkan habitatnya terdapat gulma darat (terrestrial weeds) yaitu gulma yang tidak tahan terhadap genangan air. Contoh cyperus rotundus, imperata cylindrical, eupatorium odoratum. Gulma air (aquatic weeds) yaitu gulma yang sebagian atau seluruh daur hidupnya berada di air. Contoh polygonum barbatum, eichhornia crassipes. Aerial weeds yaitu gulma yang hidupnya menumpang pada atanaman lain. Contoh loranthus sp, dan cuscuta sp. Pengendalian dapat berbentuk pencegahan dan pemberantasan. Mencegah biasanya lebih murah tetapi tidak selalu lebih mudah. Di negaranegara yang sedang membangun kegiatan pengendalian yang banyak dilakukan orang adalah pemberantasan. Pengendalian gulma dapat dilakukan dengan cara-cara : Preventif (pencegahan) yaitu Cara ini teruatama ditujukan terhadap species-species gulma yang sangat merugikan dan belum terdapat tumbuh di lingkungan kita. Species gulma asing yang cocok tumbuh di tempat-tempat baru dapat menjadi pengganggu yang dahsyat (eksplosif). Misalnya kaktus di Australia, eceng gondok di Asia-Afrika. Cara-cara pencegahan masuk dan menyebarkan gulma baru antara lain adalah : Dengan pembersihan bibit-bibit pertanaman dari kontaminasi biji-biji gulma, Pencegahan pemakaian pupuk kandang yang belum matang, Pencegahan pengangkutan jarak jauh jerami dan rumput-rumput makanan ternak, Pemberantasan gulma di sisi-sisi sungai dan saluran-saluran pengairan, Pembersihan ternak yang akan diangkut, Pencegahan pengangkutan tanaman

berikut tanahnya dan lain sebagainya. Apabila hal-hal tersebut di atas tidak dapat dilaksanakan dengan baik, maka harus dicegah pula agar jangan sampai gulma berbuah dan berbunga. Di samping itu juga mencegah gulma tahunan (perennial weeds) jangan sampai berbiak terutama dengan cara vegetatif. Pengendalian gulma secara fisik yaituPengendalian gulma secara fisik ini dapat dilakukan dengan jalan Pengolahan tanah yaitu Pengolahan tanah dengan menggunakan alat-alat seperti cangkul, garu, bajak, traktor dan sebagainya pada umumnya juga berfungsi untuk memberantas gulma. Efektifitas alat-alat pengolah tanah di dalam memberantas gulma tergantung beberapa faktor seperti siklus hidup dari gulma atau kropnya, dalam dan penyebaran akar, umur dan ukuran infestasi, macamnya krop yang ditanaman, jenis dan topografi tanah dan iklim. Pembabatan (pemangkasan, mowing) Yaitu Pembabatan umumnya hanya efektif untuk mematikan gulma setahun dan relatif kurang efektif untuk gulma tahunan. Efektivitas cara ini tergantung pada waktu pemangkasan, interval (ulangan) dan sebagainya. Pembabatan biasanya dilakukan di perkebunan yang mempunyai krop berupa pohon, pada halaman-halaman, tepi jalan umum, jalan kereeta pai, padang rumput dan sebagainya. Pembabatan sebaiknya dilakukan pada waktu gulma menjelang berbunga atau pada waktu daunnya sedang tumbuh dengan hebat. Penggenangan yaitu Penggenangan efektif untuk memberantas gulma tahunan. Caranya dengan menggenangi sedalam 15 - 25 cm selama 3 - 8 minggu. Gulma yang digenangi harus cukup terendam, karena bila sebagian daunnya muncul di atas air maka gulma tersebut umumnya masih dapat hidup. Pembakaran yaitu Suhu kritis yang menyebabkan kematian pada kebanyakan sel adalah 45 - 550 C, tetapi biji-biji yang kering lebih tahan daripada tumbuhannya yang hidup. Kematian dari sel-sel yang hidup pada suhu di atas disebabkan oleh koagulasi pada protoplasmanya. Pembakaran secara terbatas masih sering dilakukan untuk

membersihkan tempat-tempat dari sisa-sisa tumbuhan setelah dipangkas. Pada sistem peladangan di luar Jawa cara ini masih digunakan oleh penduduk setempat. Pembakaran umumnya banyak dilakukan pada tanah-tanah yang non pertanian, seperti di pinggir-pinggir jalan, pinggir kali, hutan dan tanahtanah industri. Keuntungan pembakaran untuk pemberantasan gulma dibanding dengan pemberantasan secara kimiawi adalah pada pembakaran tidak terdapat efek residu pada tanah dan tanaman. Keuntungan lain dari pembakaran ialah insekta-insekta dan hama-hama lain serta penyakit seperti cendawan-cendawan ikut dimatikan. Kejelekannya ialah bahaya kebakaran bagi sekelilingnya, mengurangi kandungan humus atau mikroorganisme tanah, dapat memperbesar erosi, biji-biji gulma tertentu tidak mati, asapnya dapat menimbulkan alergi dan sebagainya. Mulsa (mulching, penutup seresah) yaitu Penggunaan mulsa dimaksudkan untuk mencegah agar cahaya matahari tidak sampai ke gulma, sehingga gulma tidak dapat melakukan fotosintesis, akhirnya akan mati dan pertumbuhan yang baru (perkecambahan) dapat dicegah. Bahan-bahan yang dapat digunakan untuk mulsa antara lain jerami, pupuk hijau, sekam, serbuk gergaji, kertas dan plastik.

ALAT DAN BAHAN Alat Bahan :-

: preparat gulma.

CARA KERJA Mengamati preparat beberapa jenis gulma. Menggambar preparat gulma secara lengkap (akar, batang, daun, bunga/buah). Menuliskan nama spesies gulma. Membuat diskripsi gulma berdasarkan: Morfologi Habitat Daur hidup

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 1987. Weeds of rice in Indonesia. In M. Soerjani, J.G.H. Kostermans, and G. Tjitrosoepomo (Eds.). Balai Pustaka, Jakarta. Bahar, F.A. dan Z. Abidin. 1992. Kepentingan pengelolaan gulma dalam pembangunan pertanian di Indonesia Bagian Timur. Makalah Utama Kongres dan Seminar Nasional HIGI XI. Ujung Pandang. Barnes, D.E. and M.M. Chandapillai. 1972. Common Malaysian Weeds and Their Control. Ansul (M) Sdn Berhad, Kuala Lumpur.

Mengetahui

Yogyakarta, 12 oktober 2011

Co Ass

pratikan

( Nazar Widhyhasta)

(Anton Mulyadi)

LAPORAN RESMI PRATIKUM PENGELOLAAN OPT (GULMA)

Disusun Oleh :

Nama NIM Kelas Acara

: Anton Mulyadi : 10/13720/BP : F (SPKS_AA) : Deskripsi Gulma

Jurusan : Budidaya Pertanian Fakultas : Pertanian

Co. Ass : Nazar Widhyhasta

INSTITUT PERTANIAN STIPER YOGYAKARTA 2011