Anda di halaman 1dari 20

KERJA BANGKU 2.1.

1 Catok (ragum) Ragum adalah suatu alat penjepit untuk menjepit benda kerja yang akan dikikir, dipahat, digergaji, di tap, di snei, dan lain lain. Ragum ini dibuat dengan cara di cor dan dituang untuk ragum ukuran besar. Cara penggunaannya dengan cara memutar tangkai (handle) ragum maka mulut ragum akan menjepit atau membuka/melepas benda kerja yang sedang dikerjakan.

Gambar 2.1. Catok Mekanik

Gambar 2.2. Mulut Catok Catok-catok dilengkapi dengan baja yang dikeraskan yang disekrupkan pada mulut-mulutnya, permukaannya ada yang dibuat halus atau berbintik-bintik tergantung dari kebutuhannya. Mulut yang berbintik-bintik dapat mencengkam benda kerja dengan kuat tetapi bekasnya akan ketihatan pada benda kerja. Catokcatok mekanik digerakkan oleh batang ulir yang menembus mur dan semua penyetelan dilakukan dengan jalan memutar batang ulir, lihat Gambar 2.3.

Gambar 2.3. Catok penjepitan cepat

Gambar 2.4. catok mekanik dalam keadaan dipotong 2.1.2 Catok tangan Alat ini berguna sekali untuk memegang benda kerja kecil yang akan dibor pada mesin bor, dikeling atau pengerjaan lainnya yang serupa. Ukuran catok tangan diambil dari panjangnya dan batasannya dari 100 mm sampai 150 mm.

Gambar 2.5. Macam-macam catok tangan 2.1.3 Jepitan Pembuat Perkakas Gambar dari jepitan ini diperlihatkan pada gambar 2.6, jepitan ini banyak kegunaannya, misalnya, untuk memegang bagian-bagian yang akan diberi tanda atau dibentuk pada mesin atau dikerjakan pada mesin bor.

2.1.4 Gergaji-gergaji besi Terbuat dari rangka yang ukurannya tetap atau bisa diatur, bisa dipakai untuk mata gergaji yang panjangnya sekitar 200 mm atau 300 mm dan mata gergaji ditegangkan dengan mur kupu-kupu. Pada kedua tipe rangka ini daun gergaji bisa diputar 90 sehingga pemotongan panjang bisa dilakukan.

Gambar 2.6. Jepitan pembuat perkakas dan gergaji besi Daun gergaji besi ukuran giginya biasanya berkisar antara 14, 18, 24 dan 32 tiap 25 mm yang terdapat pada satu atau kedua sisinya dan terbuat dan baja tungsten rendah atau baja potong cepat. Pengerjaan panas diperlukan untuk menghasilkan daun gergaji yang fleksibel atau seluruhnya keras, bagian yang fleksibel hanya dikeraskan pada sisi potongnya saja sedangkan daun gergaji yang seluruhnya keras berarti keseluruhannya dikeraskan. Daun gergaji fleksibel biasanya tahan patah sehingga cocok untuk pekerjaan-pekerjaan berat. Semua daun gergaji yang digunakan gigi-giginya menghadap menjauh dan tangan dan harus dipegang dengan kuat. Mula-mula dipasang longgar dulu, lalu dikencangkan dengan tiga kali putaran mur kupu-kupu. Ukuran gigi harus disesuaikan dengan benda kerja yang akan dipotong, sebagai berikut: a. 14 gigi, Cocok untuk memotong benda pejal yang penampangnya besar dan untuk benda-benda baja lunak, rnisalnya, aluminium, tembaga, kuningan dan juga baja lunak. b. 18 gigi, Cocok untuk digunakan secara umum dan untuk bahan dengan penampang kecil seperti aluminium, tembaga, kuningan dan baja tuang. c. 24 gigi, Cocok untuk pelat dengan ketebalan sekitar 6 mm dan untuk pipa yang dindingnya tebal, profil sudut yang besar, dan lain-lain. Daun gergaji dan baja potong cepat (HSS) dengan 24 gigi cocok untuk paduan baja tahan karat dan

baja perak dan untuk baja perkakas yang di annealing (pemanasan, diikuti dengan pendinginan secara perlahan-lahan). d. 32 gigi, Umumnya untuk profil sudut yang kecil dan profil-profil lain, pipa-pipa kecil yang dindingnya tipis dan pelat tipis. Gergaji besi ini sering digunakan untuk profil-profil yang kecil. Cara penggunaan gergaji besi Pedoman pemilihan ukuran gigi yang benar yaitu paling sedikit ada tiga buah gigi yang kontak dengan benda kerja. Hal ini mempermudah gerakan gergaji, menghindari kerusakan benda kerja, dan patahnya daun gergaji. Pemotongan baru dimulai jika permukaan benda kerja rata dan sedikit dimiringkan. Gerakan yang panjang dan kokoh sangat diperlukan dan pemotongan harus diusahakan sedekat mungkin dengan garis untuk mengurangi pekerjaan pengikiran. Tegangan yang berlebih pada daun gergaji, pemotongan yang terlalu cepat dan tekanan yang berlebihan akan

menyebabkan daun gergaji patah, malah buku jari akan luka bila membentur sudut catok. Sewaktu mengggergaji posisi badan harus selalu diperhatikan. Telapak kaki sebaiknya ditempatkan seperti terlihat dalam Gambar 2.7, dan badan sedikit dicondongkan ke depan.

Gambar 2.7. a. Posisi penggergajian, b. Pemilihan ukuran gigi gergaji Hal yang harus diperhatikan saat menggergaji yaitu kaki kanan harus selalu lurus dan kaki kiri sedikit memebekuk pada lutut, sehingga

keseimbangan badan bisa diatur dan berat badan membantu tekanan pada gergaji sesuai dengan yang dibutuhkan. Pergerakan kokoh dan penuh sepanjang gergaji akan menghasilkan pekerjaan yang lebih baik daripada pergerakan cepat yang pendek.

Macam-macam Gergaji 1. Gergaji pelat Pada gergaji ini mata gergajinya ditempatkan sepanjang sisi pelat yang kuat, dan digunakan untuk memotong logam pelat untuk segala ukuran.

Gambar 2.8. Penggunaan gergaji pelat 2. Gergaji besi yunior Gergaji besi yunior adalah gergaji besi ukuran kecil yang daun gergajinya diikat dengan rangka pegas baja. Gergaji ini berguna sekali untuk pekerjaan-pekerjaan kecil dan pipa-pipa yang dindingnya tipis. 3. Kikir tarik Kikir tarik biasanya dijepit pada rangka gergaji besi dengan sengkang khusus, kikir tank Abrafile berbentuk bulat, kecil dan sejajar, sangat berguna untuk membuat bentuk-bentuk kurva. Walaupun perkakas ini

merupakan kikir, tetapi bisa berfunsi sebagai gergaji, sebab bisa memotong logam untuk bentuk tertentu.

Gambar 2.9. Beberapa bentuk dari susunan perkakas Abrafile 4. Gergaji kecil Menggunakan potongan-potongan pendek dan daun gergaji besinya berguna untuk rnenernbus lubang yang sisi-sisinya lurus dan untuk pekerjaan lainnya. 2.1.5 Palu Palu ada berbagai macam, antara lain : 1. Palu mekanik Palu berpuncak bulat adalah palu yang sangat umum digunakan. Kepala palu biasanya dibuat dari baja tuang yang dibentuk seperti kubah, maksudnya untuk menghindari terjadinya bekas yang tidak baik pada benda kerja dan untuk menjamin bahwa tenaga pukulan palu benar-benar tersalurkan melalui pusat dan muka palu serta tidak melalui pinggirannya yang akan mengakibatkan terjadinya keretakan. Palu sebaiknya dipegang dekat ke ujung tangkai dan diayunkan dengan titik tumpu siku. Berat palu umumnya antara 112 gr dan 900 gr. Tangkai pegangannya terbuat dan kayu biasa untuk palu-palu kecil, tetapi untuk palu yang lebih berat atau palu besar biasanya terbuat dari kayu hickory, yaitu sejenis kayu yang sangat kuat, dan juga ada yang terbuat dari logam.

Gambar 2.10. Palu mekanik Jika tangkai pegangan palu rusak harus segera diperbaiki sebab akan rnenyebabkan kecelakaan dan sewaktu penggantian harus dibuat sekokoh rnungkin. Bentuk kepala yang tidak baik atau pada permukaannya ada serpihan-serpihan harus diperbaiki sebab berbahaya, yaitu palu akan terpental ketika dipukulkan atau serpihan-serpihan logamnya akan beterbangan. 2. Palu-palu lunak Jenis palu ini antara lain palu tembaga, timbel dan kulit yang biasanya digunakan untuk perakitan sehingga perrnukaan berda kerja tidak akan terluka atau rusak. Menggunakannya harus hati-hati dan pemukulan harus pelan-pelan supaya bentuk palu tidak cepat berubah atau rusak.

Gambar 2.11. Palu - palu lunak 3. Pahat-pahat dingin Pahat-pahat dingin biasanya terbuat dari baja karbon tinggi yang ditempa yang berbentuk segi enam atau segi delapan, ukurannya bermacam-macam, dan ada empat bentuk mata pahat, yaitu pahat rata, pahat potong siliang, titik intan dan pahat setengah lingkaran. Semua ini diperlihatkan dalam Gambar 2.12 dan dikenal dengan pahat-pahat dingin sebab digunakan untuk

memotong logam logam dingin. Setelah penempaan dan penggerindaan mata pahat, hanya bagian mata pahatnya saja yang dikeraskan dan ditempa, sedangkan badannya dibiarkan tetap lebih lunak untk menghindari terjadinya keretakan sewaktu digunakan. Mata pahat biasannya mempunyai sudut 60.

Gambar 2.12. Pahat-pahat dingin Baja-baja krom nikel dapat digunakan juga untuk pahat-pahat yang sangat kuat sehingga kecil kemungkinannya untuk pecah. Pahat-pahat bisa ditempa dan dikeraskan tanpa memerlukan alat khusus dan bisa diasah dengan sebuah kikir halus. Pada Gambar 2.13 diperlihatansebuah pahat dengan kepala berbentuk kubah terbuat dan baja krom nikel 3 persen. Kepala yang sudah diperkuat hanya akan sedikit mengembang bila terjadi pemukulan terusterusan sehingga pahat akan lebih tahan lama.

Gambar 2.13. Pahat dengan kepala cembung

Gambar 2.14. Pemotongan logam lembaran pada catok menggunakan pahat 4. Pahat rata Pahat rata biasanya dibuat dengan ukuran panjang 100 mm ke atas dan lebarnya 6 sampai 25 mm, pahat rata ini berguna untuk macam macam pekerjaan sheet, pelat, dan logam-logam tuangan. Pelat dan sheet bisa

dipotong miring seperti Gambar 2.14. Pahat dipegang miring supaya bisa menggunting/memotong dan sudutnya harus dijaga supaya pahat tidak meleset dari pemotongan. Pahat rata bisa gunakan untuk pemotongan dingin di atas paron dan untuk menghilangkan serpihan-serpihan bekas pengeboran. 2.1.6 Kikir A. Klasifikasi dan Pemotongan Kikir terbuat dari baja karbon tinggi yang ditempa dan disesuaikan dengan ukuran panjang, bentuk, jenis dan gigi pemotongnya. Adapun fungsi utama dari kikir adalah untuk mengikir dan meratakan permukaan benda kerja, Ukuran panjang sebuah kikir adalah panjang badan ditambah dengan tangkainya. Kikir-kikir di bengkel umum dikenal sebagai kikir mekanik, terbuat dari baja karbon tinggi dengan bentuk yang bermacam-rnacam, disesuaikan

dengan jenis pekerjaan. Pengerjaan panas akhir untuk kikir yaitu dipanaskan antara 760C dan 780 C didalam sebuah bak lalu didinginkan secara mendadak ke dalam air garam. Tidak ada pengerjaan pelunakan, dan tangkainnya yang tidak ikut dicelupkan akan tetap lunak sehingga kecil kemungkinannya untuk retak.

Kikir diklasifikasikan pada: (1) panjangnya. (2) penampang dan bentuk, dan (3) bidang pemotong. Panjang kikir diukur sepanjang bidang potongnya, dalam gambar 2.15 diperlihatkan penampang dan bentuk kikir.

Gambar 2.15. Bentuk penampang kikir

Gambar 2.16. Bentuk pemotong kikir dan kikir khusus Pemotong (bentuk gigi) pada kikir terdiri dari banyak tipe yang berbedabeda dan dikelompokkan menjadi 2 kelompok utama yaitu pemotong tunggal dan pemotong ganda. Pada kikir pemotong tunggal (kadang-kadang disebut float), sebaris gigi dibuat menyilang bidang kikir dengan sudut tertentu dan

kikir ini biasa digunakan untuk pekerjaan ringan atau menghaluskan. Pada kikirkikir pemotong ganda, dua baris gigi dibuat bersilangan satu sama lain dengan sudut bervariasi antara 30o dan 87o. Sejumlah kikir-kikir pemotong ganda khusus tersedia untuk berbagai jenis logam dan beberapa tingkat kekasaran seperti yang diperlihatkan pada gambar 2.16 diatas. Tingkat pemotongan ada hubungannya dengan ukuran kikir, jadi hasil pengikiran kikir 300 mm akan lebih kasar daripada kikir 200 mm, dan per1u diperhatikan bahwa kikir khusus untuk kuningan tidak boleh digunakan pertama untuk baja, sebab nantinya tidak akan bisa mengikir kuningan dengan baik. Banyak orang yang menggunakan kikir untuk kuningan terlebih dahulu dan baru digunakan untuk baja. B. Jenis-jenis Kikir kikir-kikir tangan rata ; Kikir-kikir ini penampangnya berbentuk segiempat, lebarnya sejajar, ketebalannya ditiruskan. Kedua bidang mempunyai

pemotong ganda dan hanya satu sisinya yang mempunyai potong tunggal. Sisi yang tanpa pemotong dikenal sebagai safe edge (sisi aman), dan kikir ini sering dikenal sebagai kikir sisi aman tangan (hand safe edge files). Sisi aman sangat berguna sewaktu pengikiran sudut. Kikir rata-rata ; Penampang kikir ini adalah segi-empat, kedua bidangya adalah pemotong ganda dan kedua sisi pinggirnya pemotong tunggal, kitac harus bisa membedaan kikir-kikir ini dengan kikir-kikir tangan rata. Kikir-kikir setengah ; Satu bidangnya rata, tebal dan lebarnya tirus sekitar sepertiga kali panjangnya. Bidang yang rata mempunyai pemotong ganda dan bidang cembung mempunyai pemotong tunggal. Kikir-kikir bulat ; Ketirusannya sekitar sepertiga dari panjangnya. Kikir bulat bisa digunakan pekerjaan tusuk, memperbesar lubang dan untuk membulatkan sudut. Bagian dari kikir-kikir bulat yang lebih kecil sering dikenal sebagai ekor tikus. kikir bujur-sangkar ; Ketirusannya sama dengan kikir bulat, digunakan untuk mengerjakan sudut-sudut dan alur-alur di mana kikir-kikir rata tidak bisa

digunakan . Hati-hati jangan menggunakan kikir yang terlalu besar untuk lubang-lubang alur sebab dapat menyebabkan macet atau patah. Kikir-kikir warding ; adalah kikir-kikir kecil yang serupa dengan kikir rata,. Mempunyai pemotong ganda pada satu atau kedua bidangnya dan pada sisi-sisi pinggir adalah pemotong tunggal. Digunakan oleh tukang-tukang kunci untuk pemotongan kunci atau untuk pengikiran pekerjaan-pekenjaan lain yang berupa lubang-lubang alur kecil. Kikir-kikir tiang ; Bentuknya serupa dengan kikir tangan tetapi penampangnya lebih kecil. kikir segi-tiga ; Penampangnya berbentuk segi-tiga, ketirusannya sekitar sepertiga dari panjangnya dan biasanya digunakan untuk pengikiran sudutsudut. Kikir ini serupa dengan kikir gergaji, tetapi kikir ini biasa dibuat hanya dengan pemotong tunggal.

Gambar 2.17. Kikir pemotong Kikir dengan gigi yang di frais ; kikir ini dijual dengan merk millinicut dan dreadnought yang sangat berguna untuk pengikiran logam lunak seperti alluminium yang bisa dengan cepat meyumbat kikir lain. Terbuat dari baja paduan dan tersedia ukuran-ukuran pemotong untuk kayu dan karet, timbel, logam lunak lainnya, kuiningan , batu tulis, marmer, besi tuang, baja tahan karat dan baja karbon tinggi. Kikir jarum, bentuknya ramping yang panjangnya berukuran dari 12 sampai 18 mm. Dibuat dengan penampang yang umum bersama-sama dengan pisau, crossinng, baret, pipin, round edge joint dan slitting. Kikir-kikir ini

digunakan untuk pekerjaan yang sangat kecil misalnya pembuatan hiasan, penempaan perak, dan model keteknikan. Kikir alur ; kikir ini adalah kikir bengkok kecil yang dibentuk dengan

pegangan di bagian tengah, Jenis penampangnya bermacam-macam, disesuaikan dengan bentuk yang sulit yang tidak bisa dikerjakan oleh kikir biasa.

C. Pemeliharaan kikir Karena sangat keras, daun kikir menjadi rapuh dan giginya mudah rusak kalau penyimpanannya tidak hati-hati atau pemakaiannya kasar. sewaktu penggunaanya jangan sembarang lempar saja ke atas meja tetapi sebaiknya disimpan seara berdampingan, jangan dibiarkan bergesekan dengan mulut catok, baja yang dikeraskan atau digunakan untuk baja perkakas yang dikeraskan. Jangan menggunakan kikir tanpa pegangan sebab bisa melukai tangan, ukuran pegangan harus sesuai dengan ukuran kikir dan kokoh. Sewaktu pemasangan bisa dengan jalan memanaskan dulu tangkainya sampai merah lalu dimasukkan pada pegangan kayu sehingga membentuk lubang yang pas. Hal yang harus diperhatikan pada saat mengikir : a. Tinggi ragum terhadap orang yang bekerja. b. Pencekaman benda kerja. c. Pemegangan kikir. d. Posisi kaki dan badan. e. Gerakan kikir. f. Kebersihan kikir.

D. Pengikiran 1. Pengikiran menyilang Kikir merupakan perkakas dasar yang memerlukan latihan yang benarbenar dan hati-hati. Sewaktu pengikiran posisi sangat penting (seperti akan menggergaji) dan harus dipelajari dari permulaan, tempatkanlah benda

kerja ke dalam rnulut catok untuk menghindari terjadinya getaran, ditempatkan kira-kira setinggi siku.

Gambar 2.18. cara memegang kikir Cara mernegang kikir diperlihatkan dalam Gambar 2.18, pemula harus berlatih mengikir dengan gerakan panjang dan kokoh, jaga supaya permukaan kikir selalu menempel pada benda kerja. Hal ini memerlukan keterampilan pergelangan tangan untuk mengimbangi pergerakan kikir. Bila kikir diserongkan sedikit melintasi benda kerja, maka kontak perrnukaannya akan lebih lebar dan juga bila digerakkan sedikit menyamping sepanjang permukaan, akan membantu menghasilkan pinggiran yang rata. Pengikiran hendaknya dimulai dengan kikir kasar untuk menghilangkan kotoran logam dengan cepat, baru kemudian dilakukan pengikiran dengan kikir halus.

2. Pengikiran tarik Pengikiran tarik adalah proses penyelesaian yang dilaksanakan setelah pengikiran silang dan berguna untuk menghaskan suatu permukaan yang halus. Sebuah kikir halus dipegang menyilang pada benda kerja secara tepat dengan kedua tangan, ditarik ke muka dan kebelakang sepanjang permukaan sampai garis-garis kasarnya hilang. Jadi cara ini hanya untuk menghilangkan cacat-cacat kecil atau menghaluskan saja.

Gambar 2.19. Pengikiran tarik 3. Penempelan Kadang-kadang partikel-partikel logam menempel pada kikir dan rnenyumbat gigi-giginya. Hal ini terjadi untuk semua logam dalam beberapa hal, terutama terjadi pada logam-logam yang lunak. Sebuah kapur kecil yang digosokkan sekitar kikir akan membantu menghindari terjadinya

penempelan ini, dan bila masih terjadi penyumbatan, kikir harus cepatcepat dibersihkan. Kikir sewaktu-waktu bisa dibersihkan dengan disikat sepanjang deretan gigi-gigi dengan sikat baja khusus (file card), tetapi akan lebih baik apabila menggunakan strip tembaga atau kuningan yang runcing digoreskan di antara gigi-gigi kikir.

Gambar 2.20. Sikat kikir 4. Pengikiran Lengkungan Untuk mernbulatkan sudut-sudut luar, pertama kita memotong logam dengan gergaji sebanyak mungkin, lalu permukaan-permukannya dikikir sampai menyentuh garis lengkungan, demikian juga sudut-sudut runcingnya

dikikir sampai rnendekati bentuk lengkungan yang sebenarnya. Dan terakhir diselesaikan seperti diperlihatkan pada Gambar 2.21. Kikir-kikir bulat dan setengah bulat bisa membentuk lengkungan dalam yang kecil, tetapi jika menggunakan kikir rata, gerakan-gerakan ke sampingnya akan membuat cacat, dengan kikir setengah bulat akan menghasilkan lengkungan yang baik. Beberapa jenis lengkungan bisa diperhalus dengan pengikiran tarik (draw-filing) dengan sebuah kikir tangan yang kecil.

Gambar 2.21. Sudut-sudut yang dilengkungkan 2.1.7 Kain Ampelas Amarie adalah bahan pengasah alam dan pada pembuatan kain ampelas tingkat kekasarannya di tentukan dengan nornor, yaitu: No. 4 (sangat kasar), 3, 21/2, 2, 11/2, 1, F, FF, 0 dan 2, yang paling halus dikenal dengan flour. Untuk pengerjaan permukaan-permukaan yang telah dikikir tarik secara halus, bisa diampelas dengan tingkat F yang bisa menghilangkan bekas-bekas kikiran. Goresan-goresan hasil ampelas ini bisa dihilangkan lagi dengan ampelas yang lebih halus, demikian selanjutnya. Penggunaan ampelas halus untuk benda yang masih kasar akan rnenghasilkan perrnukaan yang bekas goresan-goresannya masih kelihatan. 2.1.8 Pengikisan

Pengikisan dengan tangan untuk perrnukaan-permukaan telah banyak digantikan dengan pengasahan presisi, tetapi pengikisan rnasih umum digunakan untuk penyesuaian akhir bagian-bagian mesin, misalnya luncuran-luncuran mesin bubut. Pengikisan menggunakan perkakas yang bentuknya bermacam-macam dan terbuat dari baja-baja paduan yang dikeraskan dengan pisaunya yang diruncingkan, beberapa di antaranya diperlihatkan dalam Gambar 2.22.

Gambar 2.22. Alat pengikikis dan penggunaannya Sewaktu pengikisan permukaan-permukaan rata, benda kerja dicek dengan menempelkannya pada pelat rata, yang sudah ditaburi dengan engineers blue. Sewaktu benda kerja digeserkan di atas pelat rata, bagian-bagian yang tinggi akan menarik zat warna tersebut dan bagian ini akan dikikis lagi. Pekerjaan ini diulangi lagi sampai permukaan benda keja tersebut bisa menjadi biru secara merata. Pengikisan bagian dalam yang silindiris dibuat dengan pengikis segi-tiga dan setengah bulat, misalnya untuk mengepaskan bantalan-bantalan belah dengan porosnya. 2.1.9 Mesin Gerinda Mesin gerinda tangan merupakan mesin yang berfungsi untuk menggerinda benda kerja. Awalnya mesin gerinda hanya ditujukan untuk benda kerja berupa logam yang keras seperti besi dan stainless steel. Menggerinda dapat bertujuan untuk mengasah benda kerja seperti pisau dan pahat, atau dapat juga bertujuan untuk membentuk benda kerja seperti merapikan hasil pemotongan, merapikan hasil las, membentuk lengkungan pada benda kerja yang bersudut, menyiapkan permukaan benda kerja untuk dilas, dan lain-lain.

Gambar 2.23. Macam-macam mesin gerinda Mesin Gerinda didesain untuk dapat menghasilkan kecepatan sekitar 11.000 15.000 rpm. Dengan kecepatan tersebut batu gerinda yang merupakan komposisi aluminium oksida dengan kekasaran serta kekerasan yang sesuai, dapat menggerus permukaan logam sehingga menghasilkan bentuk yang diinginkan. Dengan kecepatan tersebut juga, mesin gerinda juga dapat digunakan untuk memotong benda logam dengan menggunakan batu gerinda yang dikhususkan untuk memotong. Pada umumnya mesin gerinda tangan digunakan untuk menggerinda atau memotong logam, tetapi dengan menggunakan batu atau mata yang sesuai kita juga dapat menggunakan mesin gerinda pada benda kerja lain seperti kayu, beton, keramik, genteng, bata, batu alam, kaca, dan lain-lain. Tetapi sebelum menggunakan mesin gerinda tangan untuk benda kerja yang bukan logam, perlu juga dipastikan agar kita menggunakannya secara benar karena penggunaan mesin gerinda tangan untuk benda kerja bukan logam umumnya memiliki resiko yang lebih besar. Bagian-bagian Mesin Gerinda 1. Power Transmission. Power Transmission gerinda dilindungi oleh pelindung tetap sebagai peredam getaran. Power Transmission gerinda berupa spindle. 2. Point Of Operation. Point Of Operation gerinda ini merupakan bagian mesin yang dirancang untuk mengasah atau mengikis benda kerja. 3. Pelindung yang Dapat Diatur.

Pelindung ini adalah safety glass, di mana dirancang untuk melindung bagian atas badan pekerja seperti bagian wajah dari percikan api. 4. Heavy wheel guard. Heavy wheel guard bertujuan untuk melindung gerinda pada saat berputar dan merupakan pelindung tetap. 5. Meja Benda. Meja benda bertujuan untuk mengontrol benda pada saat penggerindaan dan mempengaruhi hasil dari penggerindaan.

Bagian-Bagian dari Roda Gerinda Setiap roda gerinda mempunyai dua komponen : a. Abrasive berfungsi sebagai pemotong/pengasah. b. Bond berfungsi sebagai perekat yang mengikat butiran-butiran abrasive selama pemotongan. Diantara abrasive dan bond terdapat bagian-bagian kosong atau pori-pori dalam ukuran dan jumlah yang beraneka ragam, mempengaruhi roda-roda gerinda dalam pengasahannya. Langkah kerja penggunaan mesin gerinda Bekerja dengan mesin gerinda prinsipnya sama dengan proses pemotongan benda kerja. Pisau atau alat potong gerinda adalah ribuan keping berbentuk pasir gerinda yang melekat menjadi keping roda gerinda. Proses penggerindaan dilakukan oleh keping roda gerinda yang berputar menggesek permukaan benda kerja. Kecepatan kerja dalam kerja gerinda bukan faktor utama, hasil akhir dalam bentuk dan ketepatan ukuran lebih diutamakan. Urutan kerja gerinda umumnya adalah sebagai berikut : a. Pemahaman gambar kerja b. Pencekaman benda kerja c. Pemeriksaaan air pendingin d. Pemeriksaan ketajaman roda gerinda e. Pengaturan putaran f. Penyetelan panjang langkah dan dalamnya pemakanan

g. Pemeriksaan penggerindaan (jalan kosong) h. Penggerindaan benda kerja i. Pemeriksaan hasil gerinda