Anda di halaman 1dari 2

APA YANG DIMAKSUD DENGAN ADHD?

ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) adalah gangguan perkembangan dalam peningkatan aktifitas motorik anakanak hingga menyebabkan aktifitas anakanak yang tidak lazim dan cenderung berlebihan.

Bagaimana Type ADHD?


Berdasarkan gejala yang terjadi, ADHD dapat dibedakan menjadi 3 type : Predominantly Inattentive Type : Individu yang termasuk type ini sulit dalam mengerjakan tugas-tugas dengan baik, tidak dapat melakukan perintah dan mendengarkan percakapan dengan baik, mudah lupa, tidak dapat melakukan sesuatu secara rutin. Predominantly Hyperactive-Impulsive Type : ditandai dengan terlihat selalu gelisah, berbicara banyak dan tidak tepat, tidak bisa diam dalam waktu lama, aktif bergerak, perbuatannya sering mengganggu orang lain. Combined Type : Merupakan gabungan antara kedua type diatas.

Penggunaan tembakau dan alkohol saat ibu hamil

Bagaimana Faktor Resiko Yang Meningkatkan Terjadinya ADHD


Gangguan pada masa kehamilan (Infeksi, genetic, keracunan obat/alkohol, rokok, serta stress psikogenik) Gangguan pada masa persalinanan (Premat ure, Postmatur, hanbatan persalinan, induksi, dan kelainan persalinan)

Bagaimana Gejala Klinis ADHD?


1. Inatensi Kurangnya kemampuan untuk memusatkan perhatian. Seperti, a. Jarang menyelesaikan perintah sampai tuntas. b. Mainan, dll sering tertinggal. c. Sering membuat kesalahan. d. Mudah beralih perhatian (terutama oleh rangsang suara). 2. Hiperaktif Perilaku yang tidak bisa diam. Seperti, a. Banyak bicara.

Hal ini ditandai dengan berbagai keluhan perasaan gelisah, tidak bisa diam, tidak bisa duduk dengan tenang, dan selalu meninggalkan keadaan yang tetap seperti sedang duduk, atau sedang berdiri. Beberapa kriteria yang lain sering digunakan adalah suka meletup-letup, aktifitas berlebihan, dan suka membuat keributan

Apa Penyebab ADHD?


Anak lahir dengan berat badan rendah/kurang Anak lahir premature Terjadi cedera pada otak Lingkungan eksprosur

b. Tidak dapat tenang/diam, mempunyai kebutuhan untuk selalu bergerak. c. Sering membuat gaduh suasana. d. Selalu memegang apa yang dilihat. e. Sulit untuk duduk diam. f. Lebih gelisah dan impulsif dibandingkan dengan mereka yang seusia. 3. Impulsive Kesulitan untuk menunda respon (dorongan untuk mengatakan/melakukan sesuatu yang tidak sabar), seperti: a. Sering mengambil mainan teman dengan paksa. b. Tidak sabaran. c. Reaktif. d. Sering bertindak tanpa dipikir dahulu.

2.

Tetapkan sebuah tugas sederhana untuk dilakukan oleh anak setiap hari, seperti; membereskan mainannya, meletakkan handuk di gantungan sehabis mandi, dll. Cara ini dapat melatih anak berkonsentrasi. Kembangkan ketrampilan anak mengatur waktu dengan mengajaknya membuat jadwal harian Mengatur rutinitas anak berolahraga

3.

4.

Bagaiman Cara Penanganan ADHD?


1.

Jika anak Anda diketahui mengidap ADHD, ada beberapa petunjuk praktis yang sangat disarankan oleh para ahli: Atur dan batasi kegiatan individual anak, seperti menonton televisi, bermain PS2, atau mendengarkan musik dengan earphone.

OLEH: MAHASISWA FAKULTAS KEPERAWATAN