Anda di halaman 1dari 31

Tugas Rangkuman

Bank & Lembaga Keuangan Lainnya

Disusun Oleh

Nama : Miftahul Huda Nim : 2011210888 Kelas : MNP02/501

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI NOBEL INDONESIA 2012/2013

BAB I
SISTEM MONETER

Dunia bisnis merupakan dunia yang paling ramai dibicarakan pada saat ini. Ramainya pembicaraan masalah ini karena salah satu tolak ukur kesejahteraan suatu negara adalah dari kemajuan ekonominya dan tulang punggung dari kemajuan ekonomi adalah dunia bisnis. Namun berkecimpung didalam dunia bisnis tidak semudah membalikkan telapak tangan, masalah pokok dan paling sering dihadapi oleh setiapa perusahaan yang berkecimpung dalam bidang bisnis adalah kebutuhan akan dana (modal) untuk membiayai usahanya. Dan perusahaan yang bergerak dalam bidang keuanganlah yang memegang peranan sangat penting dalam memenuhi akan kebutuhan dana tersebut. Defenisi secara umum yang dimaksud dengan lembaga keuangan adalah setiap perusahaan yang bergerak dibidang keuangan, menghimpun dana, menyalurkan dana atau kedua-duanya. Artinya kegiatan yang dilakukan oleh lembaga keuangan selalu berkaitan dengan bidang keuangan, apakah kegiatannya hanya menghimpun dana atau hanya menyalurkan dana atau kedua-duanya menghimpun dan menyalurkan dana. Dalam praktiknya lembaga keuangan di golongkan ke dalam dua golongn besar, yaitu: partama lembaga keuangan bank dan kedua lembaga keuangan lainnya (lembaga pembiayaan). Lembaga keuangan bank atau bank merupakan lembaga kuangan yang memberikan jasa keuangan paling lengkap. Usaha keuangan yang dilakukan selain menyalurkan dana atau memberikan pinjaman (kredit) juga melakukan usaha menghimpun dana dari masyrakat luas dalam bentuk simpanan. Dalam praktiknya lembaga keuangan terdiri dari:

Bank sentral Bank Umum Dan Bank Perkreditan rakyat

Bank Sentral di Indonesia dilaksanakan oleh bank Indonesia dan memegang fungsi sebagai bank sirkulasi, bank to bank, dan lender of the last resort. Tujuan utama bank indonesia sebagai bank sentral adalah mencapai dan memelihara kesetabilan nilai rupiah. Untuk mencapai tujuan tersebut bank sentral mempunyai tugas menetapkan dan melaksanakan kewajiban moneter, mengatur dan menjaga kelancaran sistem devisa serta mengatur dan mengawasi bank. Kemudian bank umum merupakan bank yang bertugas melayani seluruh jasajasa perbankan dan melayani segenap lapisan masyarakat, baik masyarakat perorangan maupun lembaga-lembaga lainnya. Bank umum juga dikenal dengan nama bank komersil dan dikelompokkan kedalam dua jenis, yaitu bank umum devisa dan bank umum non devisa. Bank umum yang berstatus devisa memiliki produk yang lebih luas dari pada bank yang berstatus bank non devisa, antara lain dapat melaksanakan jasa yang berhubungan dengan seluruh mata uang asing atau jasa uang luar negeri. Sedangkan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) merupakan bank yang khusus melayani masyarakat kecil di kecamtan dan pedesaan. Jenis produk yang ditawarkan oleh Bank Perkreditan Rakyat relatif sempit jika dibandingkan dengan bank umum, bahkan ada beberapa jenis pelayanan yang tidak boleh diselenggarakan oleh bank perkreditan rakyat, seperti pembukuan rekening giro dan kliring. Berikutnya kita beralih ke jenis-jenis lembaga keuangan lainnya yang ada di Indonesia saat ini antara lain sebagai berikut: Pasar Modal Pasar Uang dan Valas Koperasi Simpan Pinjam

Perum Pegadaian Perusahaan Sewa Guna Usaha Perusahaan Asuransi Perusaah Anjak Piutang Modal Ventura Dana Pensiun Kartu Plastik

Pasar modal merupakan pasar tempat pertemuan dan melakukan transaksi antara para pencari dana (emiten) dengan para penanam modal (investor). Dalam pasar modal yang diperjual belikan adalah efek-efek seperti saham dan obligasi dimana jika diukur dari waktu modal yang diperjual belikan merupakan modal jangka panjang. Pasar uang (money market) sama seperti halnya pasar modal, yaitu pasar tempat memperoleh dana dan investasi dana. Hanya bedanya modal yang ditawarkan dipasar uang adalah berjangka waktu pendek dan dipasar modal berjangka waktu panjang. Dalam pasar uang transaksi lebih banyak dilakukan dengan media elektronik sehingga nasabah tidak perlu datang secara langsung. Koperasi simpan pinjam merupakan koperasi yang menghimpun dana dari para anggotanya kemudian menyalurkan kembali dana tersebut kepada para anggota koperasi dan masyarakat umum. Perusahan pegadaian merupakan lembaga keuangan yang menyediakan fasilitas pinjaman dengan jaminan tertentu. Jaminan nasabah tersebut akan digadaikan dan kemudian ditaksir oleh pihak pegadaian untuk menilai besarnya nilai jaminan. Perusahaan sewa guna usaha (leasing) bidang usahanya lebih ditekankan kepada pembiayaan barang-barang modal yang diinginkan oleh nasabahnya. Sebagai contoh jika seseorang ingin memperoleh barang-barang secara kredit ,

maka kebutuhan ini pembayarannya ditutup oleh perusahaan leasing. Pembayaran oleh nasabah diangsur sesuai dengan keputusan yang telah dibuat. Perusahaan Asuransi merupakan perusahaan yang bergerak dalam usaha pertanggungan. Setiap nasabah dikenakan polis asuransi yang harus dibayar sesuai dengan perjanjian dan perusahaan asuransi akan menaggung kerugian dengan menggantikannya apabila nasabah terkena musibah atau terkena resiko sepertiyang telah diperjanjikan. Perusahaan asuransi dibagi dalam beberapa jenis seperti, asuransi kredit, asuransi jiwa, asuransi kebakaran, asuransi beasiswa, asuransi hari tua, asuransi kecelakaan, asuransi kehilangan dan jenis lainnya. Perusahaan anjak piutang (factoring), merupakan perusahaan yang usahanya mengambil alih pembayaran kredit suatu perusahaan dengan cara membali kredit bermasalah perusahaan lain atau dapat pula mengelola penjualan kredit perusahaan yang memebutuhkannya. Keuntungan yang diperolah dari usaha ini adalah memperoleh fee yang telah disepakati bersama atau keuntungan dari harga jual dengab hasil penagihan yang dilakukan. Perusahaan modal ventura merupakan pembiayaan oleh perusahaanperusahaan yang usahanya mengandung resiko tinggi. Usahanya lebih banyak memberikan pembiayaan dalam bentuk kredit tanpa jaminan yang umumnya tidak dilayani oleh lembaga keuangan lainnya. Dana pensiun merupakan perusahaan yang kegiatannya mengelola dana pensiun suatu perusahaan pemberi kerja atau perusahaan itu sendiri. Penghimpunan dana pensiun melalui iuran yang dipotong dari gaji karyawan. Terakhir perusahaan yang bergerak dalam bidang kartu plastik atau lebih dikenal dengan nama uang plastik atau kartu kredit. Kartu plastik digunakan sebagai pengganti uang tunai yang dapat digunakan sebagai keperluan lainnya. Dari uraian diatas jelaslah perbedan antara lembaga keuangan bank dan lembaga keuangan lainnya. Perbedaan utamanya adalah dari ragam produk yang ditawarkannya. Kegiatan utama pihak perbankan disamping menyalurkan dana juga

menghimpun dana, sedangkan lembaga keuangan lainnya lebih diarahkan kepada penyaluran dananya saja. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa fungsi dan peranan lembaga keuangan (terutama bank) adalah sebagai perantara antara masyarakat yang kelebihan dana dengan masyarakat yang kekurangan dana. Bagi masyarakat yang kelebihan dana dapat manyimpan uangnya dalam bentuk simpanan giro, tabungan, deposito atau dalam bentuk lainnya. Begitu pula masyarakat yang kekurangan dana dapat meminjam uang di lembaga-lembaga keuangan dalam bentuk kredit.

BAB II
UANG

A. Pengertian Uang
Pengertian uang secara luas adalah sesuatu yang dapat diterima secara umum sebagia alat pembayaran dalam suatu wilayah tertentu atua sebagai alat pembayaran utang atau sebagai alat untuk melakukan pembelian barang dan jasa. Denga kata lain, bahwa uang merupakan alat yang dapat digunakan dalam melakukan pertukaran baik barang maupun jasa dalam suatu wilayah tertentu saja. Untuk memenuhi kebutuhan akan uang, pemerintah negara yang bersangkutan melalui bank sentral berhak menciptakan uang, terutama uang kartal. Begitu pula dengan jumlah uang beredar perlu dijaga agar nilai uang selalu stabil. Kemudian kebutuhan akan uang giral biasanya di cetak oleh bank umum yang jumlahnya jauh melebihi jumlah uang kartal yang beredar. Manfaat uang: 1. Mempermudah untuk memperoleh dan memilih barang dan jasa yang diinginkan secara cepat; 2. 3. 4. Mempermudah dalam menentukan nilai (harga) dari barang dan jasa; Memperlancar proses perdagangan secara luas dan Digunakan sebagai tempat menimbun kekayaan

B. Kriteria Uang
Sesuatu agar dapat dikatakan sebagai uang haruslah memenuhi persyaratan sebagia berikut : 1. Ada Jaminan Setiap uang yang diterbitkan di jamin oleh pemerintah negara tertentu. Dengan adanya jaminan dari pemerintah tertentu, maka kepercayaan untuk

menggunakan uang untuk berbagai keperluan mendapat kepercayaan dari masyarakat luas. 2. Disukai Umum Artinya uang harus dapat diterima secara umum penggunaannya apakah sebagai alat tukar, penimbun kekayaan atau sebagai standar pencicilan utang. 3. Nilai yang Stabi Nilai uang harus memiliki nilai kesetabilan dan ketetapan serta di usahakan fluktuasinya sekecil mungkin. Apabila nilai mata uang sering mengalami ketidakstabilan, maka akan sulit di percaya oleh pihak yang mengunakannya. 4. Mudah Disimpan Uang harus mudah di simpan di berbagai tempat termasuk dalam tempat yang kecil namun dalam jumlah yang besar. Maksudnya uang harus mempunyai fleksibilitas, seperti bentuk fisiknya yang tidak terlalu besar, mudah di lipat dan memiliki nominal. 5. Mudah Dibawa Uang harus mudah dibawa kemanapun dengan kata lain mudah untuk dipindahkan dalam satu tempat ke tempat lain atau dari satu tangan ke tangan lainnnya. Uang juga harus mudah dibawa untuk keperluan sehari-hari. 6. Tidak Mudah Rusa Uang hendaknya tidak mudah rusak dalam berbagai kondisi, baik robek atau luntur terutama kondisi fisiknya, mengingat pemindahan frekuensi pemindahan tangan dari satu tangan satu ke tangan lainnya demikian besar. 7. Mudah Dibagi Uang mudah di bagi kedalam satuan unit tertentu dengan berbagai nominal yang ada guna kelancaran melakukan transaksi.

8. Suplai Harus Elastis

Agar perdagangan dan usaha menjadi lancar jumlah uang yang bererdar di masyarakat haruslah mencukupi. Tersedianya uang dalam jumlah yang cukup disesuaikan dengan kondisi usaha atau perekonomian suatu wilayah. Oleh karena itu jumlah uang harus sesuai dengan kondisi yang ada.

C.Fungsi Uang
Fungsi-fungsi dari uang secara umum adalah sebagai berikut : 1. Alat Tukar Menukar Dalam hal ini uang digunakan sebagai alat untuk membeli atau menjual suatu barang maupun jasa. 2. Satuan Hitung Fungsi uang sebagai satuan hitung menunjukkan nilai dari barang atau jasa yang dibeli. 3. Penimbun kekayaan Dengan menimbun uang berarrti kita menyimpan atau menimbun kekayaan sejumlah uang yang disimpan. Uang yang disimpan dapat berupa uang tunai atau uang yang disimpan di bank dalam bentuk tabungan. 4. Standar Pencicilan Uang Dengan adanya uang akan mempermudah menentukan standar pencicilan utang piutang, secara tepat dan cepat, baik secara tunai maupun angsuran.

C. Jenis-jenis Uang
Adapun jenis-jenis uang yang dapat dilihat dari berbagai sisi adalah sebagai berikut : 1. Berdasarkan Bahan Jika dilihat berdasarkan bahan untuk membuat uang maka jenis uang terdiri dari dua macam, yaitu:

a. Uang logam, yaitu merupakan uang dalam bentuk koin yang terbuat dari logam, baik dari alumunium, kupronikel, bronze, emas, perak, perunggu dan bahan yang lainnnya. b. Uang Kertas, yaitu uang yang bahanya terbuat dari kertas atau yang bahan lainnya. 2. Berdasarkan Nilai Jenis uang ini dilihat dari nilai yang terkandung pada uang tersebut, apakah nilai instrinsiknya (bahan uang) atau nilai nominalnya (nilai yang tertera dalam uang tersebut). Uang jenis ini terbagi ke dalam dua jenis, yaitu : a. Bernilai Penuh (full bodied money), merupakan uang yang bernilai instrinsiknya sama dengan nilai nominalnya. b. Tidak Bernilai Penuh (representatif full bodied money), merupakan uang yang nilai instrinsiknya lebih kecil dari nilai nominalnya. 3. Berdasarkan lembaga Berdasarkan lembaga maksudnya ialah berdasarkan badan atau lembaga yang menerbitkan atau mengeluarkan uang. Jenis uang yang diterbitkan berdasarkan lembaga terdiri: a. Uang Kartal, merupakan uang yang diterbitkan oleh bank sentral baik uang logam maupun uang kertas; b. Uang giral, merupakan uang yang diterbitkan oleh bank umum seperti cek, bilyet giro, traveller cheque, dan credit card. Perbedaan nyata dari kedua jenis uang ini adalah sebagai berikut: 1. Uang kartal barlaku dan digunakan diseluruh lapisan masyarakat, sedangkan uang giral hanya digunakan dan berlaku dikalangan masyarakat tertentu saja. 2. Nominal dalam uang kartal sudah tertera dan terbatas, sedangkan dalam uang giral harus ditulis terlebih dahulu sesuai dengan kebutuhan dan nominalnya tidak terbatas. 3. Uang kartal dijamin oleh pemerintah tertentu, sedangkan uang giral hanya dijamin oleh bank yang mengeluarkannya saja.

4. Uang kartal ada kepastian pembayaran seperti yang tertera dalam nominal uang, sedangkan uang giral belum ada kepastian pembayaran, hal ini tergatungdari beberapa hal termasuk lembaga yang mengeluarkannya. 4. Berdasarkan Kawasan Jenis uang berdasarkan kawasan adalah sebagai berikut: a. Uang lokal, merupakan uang yang berlaku disuatu negara tertentu, seperti Rupaih di Indonesia atau Ringgit di Malaysia b. Uang regional, merupakan uang yang berlaku dikawasan tertentu yang lebih luas dari uang lokal seperti untuk kawasan benua Eropa berlaku mata uang tunggal, yaitu UERO. c. Uang internasional, merupakan uang yang berlaku antar negara seperti US Dollar dan menjadi standar pembayaran internasianal.

BAB III RUANG LINGKUP LEMBAGA KEUANGAN BANK

A.Pengertian Bank
Pengertian secara umum, bank dikenal sebagai lembaga keuangan yang kegiatan utamanya menerima simpanan giro, tabungan dan deposito. Kemudian bank juga dikenal sebagai tempat meminjam uang (kredit ) bagi masyarakat yang membutuhkannya. Disamping itu bank juga dikenal sebagai tempat untuk menukar uang, memindahkan uang, atau menerima segala macam bentuk pembayaran dan setoran seperti pembayaran listrik, air, telepone, pajak, uang kuliah dan pembyaran lainnya. Menurut Undang-Undang RI Nomor 10 Tahun 1998 tanggal 10November 1998 tentang parbankan, yang dimaksud dengan BANK adalah : badan uasaha yang menghimpun dsns dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakayat banyak. Aktifitas bank yang pertama adalah menghimpun dana dari masyarakat luas yang dikenal di dunia perbankan adalah adalah kegiatan funding . pengertian

menghimpun dana maksudnya adalah mengumpulkan atau mencari dana dengan cara membeli dari masyarakat luas. Setelah memperoleh dana dalam bentuk sampanan dari masyarakat, maka oleh perbankan dana tersebut di putarkankembali atua dijual kembali kepada masyarakatdalam bentuk pinjaman atu lebih dikenal dengan pinjaman dalam bentuk kredit (lending). Jadi dapat disimpulkan bahwa kegiatan menghimpun dana (funding) dan menyalurkan dana (lending) ini merupakab kegiatan utama bank. Disamping itu, perbankan juga melakukan kegiatan jasa-jasa pendukung lainnya. Jasa perbankan lainnya antara lain meliputi:

Jasa pamindahan uang (transfer) Jasa penagihan (inkaso) Jasa kliring (clering) Jasa penjualn mata uang asing (valas) Jasa safe deposit box Travellers cheque Bank card Bank draf Letter of credit (l/c) Bank garansi dan referensi bank Serta jasa bank lainnya

B.Sejarah Perbankan

1. Asal Mula Kegiatan Perbankan


Sejarah mencatat asal mula dikenalnya kegiatan perbankan adalah pada saat kerajaan tempo dulu di daratan eropa. Kemudian usaha perbankan ini berkembang ke Asia barat oleh para pedagang. Perkembangan perbankan di Asia, Afrika, dan Amerika dibawa oleh bangsa eropa pada saat melakukan penjajahan ke negara jajahannya baik di Asia, Afrika, maupun benua Amerika. Jika kita telusuri sejarah dikenalnya kegiatan perbankan dimulai dari jasa penukaran uang. Sehingga dalam sejarah perbankan, arti bank dikenal sebagai meja tempat menukarakan uang. Dalam perjalanan sejarah kerajaan kuno tempo dulu mungkin penukaran uangnya dilakukan antar kerajaan yang satu dengan yang lain. Kegiatan penukaran uang ini sekarang dikenal nama dengan pedagang asing (money changer). Kemudian dalam perkembangan selanjutnya kegiatan operasional perbankan berkembang lagi menjadi tempat penitipan uang atau yang disebut sekarang ini

kegiatan simpanan. Berikutnya kegiatan perbankan bertambah dengan kegiatan peminjaman uang.

2. Sejarah Perbankan
Usaha perbankan itu sendiri baru dimulai dari zaman Babylonia kemudian di lanjutkan ke zaman Yunani Kuno dan Romawi. Namun, pada saat itu tugas utama bank adalah sebagai tempat tukar menukar uang. Perkembangan perbankan tidak terlepas dari perkembangan perdagangan. Perkembangan perdagangan semula hanya di daratan Eropa akhirnya menyebar ke Asia Barat. Bank-bank yang sudah terkenal pada saat itu di benua Eropa adalah bank Venesia taahun 1171, kemudian menyusul Bank of Genoa dan Bank of Barcelona tahun 1320. Sebaliknya perkembangan kegiatan di Inggris di mulai pada abad ke-16. Namun kerena Inggris begitu aktif mencari daerah perdagangan yang kemudian dijajah, maka perkembangan perbankan pun ikut dibawa ke negara jajahannya. Sejarah perbankan di Indonesia tidak terlepas dari penjajahan hindia belanda. Pada saat itu terdapat beberapa bank yang memegang peranan penting di Hindia Belanda. Bank-bank yang ada antara lain, yaitu: a. De Javasche NV b. De Post Paar Bank c. De Algemenevolks Crediet Bank d. Nederland Handles Maatscappij (NHM) e. Nationale Handles Bank (NHB) f. De Escompto Bank NV Disamping itu, terdapat pula bank-bank milik Pribumi, China, Jepang, dan Eropa lainnya. Bank-bank tersebut antara lain: a. Bank Nasioanl Indonesia b. Bank Abuan Saudagar c. NV Bank Boemi

d. The Charteredbank of Hindia e. The Yokohama Species Bank f. The Matsui Bank g. The Bank of China h. Batavia Bank Sedangakan Bank-bank yang ada di Awal Kemerdekaan anatara lain: a. Bank Rakyat Indonesia yang didirikan tanggal 22 Februari 1946. Bank ini berasal dari DE ALGEMENE VOLK CREDIET bank atau Syomin Ginko. b. Bank Negara Indonesia yang didirikan tanggal 5 Juli 1946 kemudian menjadi BNI 1946. c. Bank Surakarta MAI (Maskapai Adil Makmur) tahun 1945 di solo. d. Bank Indonesia di palembang tahun 1946. e. Bank Dagang Naisional Indonesia tahun 1946 di Medan f. Indonesian Banking Corporation tahun 1947 di Yogyakarta, kemudian menjadi Bank Amerta. g. NV Bank Sulawesi Manado tahun 1946. h. Bank Dagang Indonesia NV di Banjarmasin tahun 1949. i. Kalimantan Corporation Trading di Samarinda tahun 1950 kemudian merger dengan Bank pasifik. j. Bank Timur NV di Semarang berganti nama menjadi Bank Gemari, kemudian merger dengan Bank Central Asia (BCA) tahun 1949.

3. Sejarah Bank Pemerintah


Berikut ini akan dijelaskan secara singkat sejarah bank-bank milik pemerintah, yaitu sebagai berikut:

a. Bank sentral di indonesia adalah bank Indonesia (BI) berdasarkan UU NO. 13 Tahun 1968. Kemudian ditegaskan lagi dengan Undang- Undang No 23

Tahun 1999. Bank ini sebelumnya berasal dari bank De Javasche bank yang dinasionalisasi tahun 1951. b. Bank Rakyat Indonesia dan Bank Ekspor Impor Bank ini berasal dari De Algemene Volkcrediet Bank, kemudian dilebur setelah menjadi bank tunggal dengan nama Bank Nasioanl Indonesia (BNI) c. Bank Nega Indonesia 1946 (BNI) Bank ini menjalankan fungsi BNI unit III dengan UU Nomor 17 Tahun 1968 menjadi Bank Negara Indonesia1946. d. Bank Dagang Indonesia (BDN) BDN berasal dari Escompto yang di nasionalisasi dengan PP No 13 Tahun 1960, namum PP ini di cabut dan diganti dengan UU No. 18 Tahun1968 menjadi Bank Dagang Negara e. Bank Bumi Daya (BDD) BDD semula berasal dari Nedharland Indischa Handles Bank kemudian menjadi Nationale Handlesbank f. Bank Pembangunan Indonesia (BAPINDO) BAPINDO didirikan dengan UU No.21 Tahun 1960 yang merupakan lanjutan dari Bank Indusrti Negara (BIN) tahun 1951 g. Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bank ini didirikan di daerah tingkat I. Dasar hukum pendiriannya adalah UU No. 13 Tahun 1962 h. Bank Tabungan Negara (BPN) BTN berasal dari De Post Paar Bank yang kemudian menjadi Bank Tabungan post tahun 1950. Selanjutnya menjadi Bank Negara Indonesia unit V dan terakhir menjadi Bank Tabungan Negara denan UU No. 20 Thun 1968.

i. Bank Mandiri Bank ini merupakan hasil merger antara Bank Bumi Daya (BBD), Bank Dagang Negara (BDN), Bank Pembangunan Indonesia (BAPINDO) dan

Bank Ekspor Impor (Bank Eksim). Hasil merger keempat bank ini dilaksanakan pada tahun 1999.

C. Jenis-jenis Bank
Adapun jenis perbankan dewasa ini dapat ditinjau dari berbagai segi antara lain:

1.

Dilihat dari Segi Fungsinya Menurut Undang-Undang Pokok Perbankan Nomor 7 Tahun 1967 jenis

perbankan menurut fungsinya terdiri dari: a. Bank Umum b. Bank Pembangunan c. Bank Tabungan d. Bank Pasar e. Bank Desa f. Lumbung Desa g. Bank Pegawai h. Dan bank lainnya Namun setelah keluar UU Pokok Perbankan Nomor 7 Tahun 1992 dan ditegaskan lagi dengan keluarnya undang-Undang RI Nomor 10 Tahun 1998 maka jenis perbankan terdiri dari: a. Bank Umum Bank umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensioanal dan atau berdasarakan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Sifat jasa yang diberikan adalah umum, dalam arti dapat memberikan seluruh jasa perbankan yang ada. Begitu pula dengan wilayah operasinya dapat dilakukan diseluruh wilayah. Bank umum sering disebut bank komersil (commercial Bank) b. Bank Perkreditan Rakyat (BPR)

Bank Perkreditan Rakyat adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran . artinya disini kegiatan BPR jauh lebih sempit jika dibandingkan dengan bank umum.

2.

Dilihat dari Segi Kepemilikannya Ditinjau dari segi kepemilikannya maksudnya adalah siapa saja yang memiliki

bank tersebut. Kepemilikan ini dapat dilihat dari akte pendirian dan penguasaan saham yang dimiliki bank yang bersangkutan. Jenis bank dilihat dari segi kepemilikannya tersebut adalah sebagai berikut: a. Bank Milik Pemerintah Dimana baik akte pendirian maupun modalnya dimiliki oleh pemerintah sehingga seluruh keuntungan bank ini dimiliki oleh pemerintah pula. Contoh bank milik pemerintah antara lain: Bank Negara Indonesia 46 (BNI) Bank Rakyat Indonesia (BRI) Bank Tabungan Negara (BTN) Sedangkan bank milik pemerintah daerah (pemda) terdapat di daerah tingkat I dan tingkat II masing-masing Provinsi. Contohnya: BPD DKI Jakarta BPD Jawa Barat BPD Jawa Tengah BPD Jawa Timur BPD Sumatra Utara BPD Sumatra Selatan BPD Sulawesi Selatan Dan BPD lainnya b. Bank milik swasta nasional

Bank jenis ini seluruh atau sebagian besarnya dimiliki oleh swasta nasional serta akte pendiriannya pun didirikan oleh swasta, begitu pula pembagian keuntungannya untuk keuntungan swasta pula. Contoh bank milik swasta nasional adalah: Bank Muamalat Bank Central Asia Bank Bumi Putra Bank Danamon Bank Duta Bank Lippo Bank Nusa Internasional Bank Niaga Bank Universal Bank Internasional Indonesia c. Bank Milik Koperasi Kepemilikan saham-saham ini dimiliki oleh perusahaan yang berbadan hukum koperasi. Sebagai contoh adalah Bank Umum Koperasi Indonesia d. Bank Milik Asing Bank jenis ini merupakan cabang dari bank yang ada diluar negeri, baik milik pemerintah asing atau swasta asing. Jelas kepemilikannya pun dimiliki oleh pihak luar negeri. Contoh bank asing antara lain: ABN AMRO Bank Duetsche Bank American Expres Bank Bank of Amerika Bank of Tokyo Bangkok Bank City Bank

European Asia Bank Hongkong Bank Standartd Chartered Bank Chase Manhattan Bank e. Bank Milik Campuran Kepemilikan saham bank campuran dimiliki oleh pihak asing dan pihak swasta nasional. Kepemilikan sahamnya secara mayoritas dipegang oleh warga negara indonesia. Contoh bank campuran antara lain: Sumutomo Niaga Bank Bank Merincorp Bank Sakuara Swadarma Bank Finconesia Mitsubishi Buana Bank Inter Pacifik Bank Paribas BBD Bank Ing Bank Sanwa Indonesia Bank Bank PDFCI

3.

Dilihat Dari Segi Status Status bank yang dimaksud adalah sebagai berikut: a. Bank Devisa Bank yang bisa melakukan transaksi ke luar negeri atau yang berhubungan dengan mata uang asing secara keseluruhan, misalnya transfer ke luar negeri, inkaso ke luar negeri, traveller cheque, pembukauan dan pembayaran letter of credit dan transaksi lainnya.

b. Bank Non Devisa

Bank ini merupakan kebalikan dari bank devisa, dimana transaksi dilakukan masih dalam batas-batas negara.

4.

Dilihat Dari Segi Cara Menentukan Harga

a. Bank yang berdasarkan prinsip konvensional Dalam mencari keuntungan dan menentukan harga kepada para nasabahnya, bank yang berdasarkan prinsip konvensional menggunakan dua metode, yaitu: 1. Menetapkan bunga sebagai harga, baik untuk produk simpanan seperti giro, tabungan maupun deposito. Demikian pula untuk produk pinjamannya (kredit) juga ditentukan berdasarkan suku bunga tertentu. Penentuan harga ini dikenal dengan istilah spread based. Apabila suku bungan simpanan lebih tinggi dari suku bungan pinjaman maka dikenal dengan nama negative spread. 2. Untuk jasa-jasa bank lainnya pihak perbankan barat menggunakan atau menerapkan berbagai biaya-biaya dalam nominal atau persentase tertentu. Sisitem pengenaan biaya inidikenal dengan istilah fee based. b. Bank yang berdasakan prinsip syariah Dalam menentukan harga dan mencari keuntungan bagi bank yang berdsarkan prinsip syariah adalah sebagai berikut: 1. Pembiayaan berdasarkan prinsip bagi hasil (mudharabah) 2. Pembiayaan berdasarkan prinsip penyertaan modal (musharakah) 3. Prinsip jual beli barang dengan memperoleh keuntungan (murabahah) 4. Pembiayaan barang modal berdasarakan sewa murni tanpa pilihan (ijarah) 5. Atau dengan adanya pemindahan kepemilikan atas barang yang disewa dari pihak bank kepada pihak lain (ijarah wa iqtina)

D. Kegiatan-kegiatan Bank

Adapun kegiatan-kegiatan bank yang ada di indonesia dewasa ini adalah sebagai berikut:

1. Kegiatan-kegiatan bank umum a. Menghimpun dana dari masyarakat (funding) dalam bentuk: 1. Simpanan giro (demand deposit) 2. Simpana tabungan (saving deposit) 3. Simpanan deposito (time deposit) b. Memyalurkan dana ke masyarakat (lending) dalam bentuk: 1. Kredit investasi 2. Kredit modal kerja 3. Kredit perdagangan c. Memberikan jasa-jasa bank lainya (servis) seperti: 1. Transfer (kiriman uang) 2. Inkaso (collection) 3. Kliring (clearing) 4. Safe Deposit Box 5. Bank Card 6. Bank Notes (valas) 7. Bank Garansi 8. Referensi Bank 9. Bank Draft 10. Lettter of Credit (L/C) 11. Cek Wisata (traveller cheque) 12. Jual beli surat-surat berharga 13. Menerima setoran-satoran seperti: Pembayaran pajak, telephone, air, listrik dan uang kuliah. 14. Melayani pembayaran-pembayaran seperti : gaji/pensiun/ horarium, pembayaran deviden, pembayaran kupon dan pembayaran bonus/hadiah.

15. Didalam pasar modal pelanggan dapat memberikan atau menjadi: penjamin emisi (underwriter), penjamin(guarantor), wali amanat (trustee), perantara perdagangan efek (broker), pedagang efek (dealer) dan perusahaan pengelola dana (invesment company). 16. Dan jasa-jasa lainnya.

2. Kegiatan-Kegiatan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) a. Meghimpun dana dalam bentuk: 1. Simpanan tabungan 2. Simpanan deposito b. Menyalurkan dana dalam bentuk: 1. Kredit investasi 2. Kredit Modal Kerja 3. Kredit Perdagangan c. Larangan-larangan bagi bank perkreditan rakyat adalah sebagai berikut: 1. Menerima Simpanan Giro 2. Mengikuti Kliring 3. Malakukan Kegiatan Valuta Asing 4. Melakukan Kegiatan Peransuransian

3. Kegiatan-kegiatan Bank Campuran Dan Bank Asing Kegiatan-kegiatan bank umum campuran dan bank asingdi Indonesia dewasa ini adalah sebagai berikut: a. Dalam mencari dana bank asing dan bank campuran dilarang menerima simpanan dalam bentuk simpanan tabungan. b. Kredit yang diberikan lebih diarahkan ke bidang-bidang tertentu seperti: Perdagangan Internasional Bidang Industri dan Produksi Penanaman Modal Asing/Campuran

Kredit yang tidak dapat dipenuhi dipenuhi oleh bank swasta nasional. c. Untuk jasa-jasa bank lainnya juga dapat dilakukan oleh bank umum campuran dan asing sebagaimana layaknya bank umum yang ada di Indonesia.

E. Izin Pendirian dan Bentuk Hukum Bank


Izin pendirian bank umum dan BPR biasanya diberikan sesuai dengan persyaratan yang berlaku. Untuk memperoleh izin uasha bank, persyaratan yuang wajib dipenuhi menurut Undang-Undang No 10 Tahun 1998 sekurang-kurangnya adalah: 1. Susunan Organisasi dan Permodalan 2. Permodalan 3. Kepemilikan 4. Keahlian di Bidang Perbankan 5. Kelayakan Rencana Kerja Ada beberapa bentuk bentuk hukum bank yang dapat dipilih jika ingin mendirikan bank sesuai dengan Undang-Undang Nomor10 Tahun 1998. Bentuk bank umum dapat berupa salah satu alternatif dibawah ini : Perseroan Terbatas Koperasi atau Perseroan Daerah Sedangkan bentuk badan hukum Bank Perkreditan Rakyat sesuai dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 dapat berupa: Perusahaan Daerah Koperasi Perseroan Terbatas Atau bentu bank yang telah ditetapakan oleh pemerintah

F. Jenis-jenis Kantor Bank


Jenis kantor yang dimaksud adalah sebagai berikut:

1. Kantor Pusat Merupakan kantor dimana semua kegiatan perencanaan sampai kepada pengawasan terdapat dikantor ini. Dan kantor pusat ini tidak melakukan kegiatan operasional sebagaimana kantor bank lainnya, akan tetapi mengendalikan jalanya kebijaksanaan kantir pusat terhadap cabang-cabangnya. 2. Kantor Cabang Penuh Merupakan salah satu kantor cabang yang memberikan jasa bank paling lengkap, dengan kata lain, semua kegiatan perbankan ada di kantor cabang penuh dan biasanya kantor cabang penuh membawahi kantor cabang pembantu. 3. Kantor Cabang Pembantu Merupakan kantor cabang yang berada dibawah kantor cabang penuh dimana kegiatan jasa bank yang dilayani hanya sebagian saja. 4. Kantor Kas Merupakan kantor bank yang paling kecil dimana kegiatannya hanya meliputi teller/kasir saja.

G. Penilaian Kesehatan Bank


Penilaian untuk menentukan kondisi suatu bank biasanya menggunakan analisis CAMELS 1. Aspek permodalan 2. Aspek kualitas aset. 3. Aspek Kualitas Manajemen 4. Aspek likuiditas 5. Aspek Rentabilitas 6. Aspek Sensitivitas (sensitivity) .

Selanjutnya masing-masing aspek diatas diberikan nilai, kemudian dijumlahkan secara keseluruhan dari komponen yang dinilai, hasil dari penilaian ini ditetapkan kedalam empat golongan predikat kesehatan bank sebagai berikut:

Nilai Kredit

Predikat

81 - 100 66 - < 81 51 - < 66 0 - < 51

Sehat Cukup Sehat Kurang Sehat Tidak Sehat

H. Penggabungan Usaha Bank


Adapun penggabungan yang dapat dipilih atau yang biasa dilakukan di indonesia adalah sebagai berikut: 1. Merger 2. Konsolidasi 3. Akuisisi

BAB IV SUMBER-SUMBER DANA BANK

A. Pengertian Sumber-sumber Dana Bank


Yang dimaksud dengan sumber-sumber dana bank adalah usaha bank dalam menghimpun dana untuk membiayai operasinya. Adapun sumber-sumber dana tersebut adalah sebagai berikut: 1. Dana yang bersumber dari bank itu sendiri Maksudnya dalah modal setoran dari para pemegang sahamnya. Secara garis besar dapat disimpulkan pencarian dana bank sendiri terdiri dari: a. Setoran modal dari pemegang saham b. Cadangan-cadangan bank c. Laba bank yang belum dibagi 2. Dana yang berasal dari masyarakat luas Adapun sumber dana dari masyarakat luas dapat dilakukan dalam bentuk: a. Simpanan giro b. Simpanan tabungan c. Simpanan deposito 3. Dana yang bersumber dari lembaga lainnya Perolehan dari sumber ini antara lain dapat diperoleh dari: a. Kredit likuiditas dari dari bank Indonesia. b. Pinjaman antar bank (call money) biasanya pinjaman ini diberikan kepada bank-bank yang mengalami kalah kliring di dalam lembaga kliring. c. Pinjaman dari bank-bank luar negeri. d. Surat Berharga Pasar Uang.

Secara umum kegiatan penghimpunan dana ini di bagi kedalam tiga jenis, yaitu: Simpanan giro (demand deposit) Simpanan tabungan (saving deposit) Simpanan deposito (time deposit)

B. Simpanan Giro
Undang-Undang perbankan No 10 Tahun 1998 tanggal 10 November 1998 menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan giro adalah simpanan yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek, bilyet giro, sarana perintah lainnya atau dengan cara pemindahbukuan. Jenis-jenis sarana penarikan untuk menarik dana yang tertanam di rekening giro adalah sebagai berikut:

1. Cek (cheque) Cek merupakan surat perintah tanpa syarat dari nasabah kepada bank yang memelihara rekening giro nasabah tersebut, untuk memebayar sejumlah uang kepada pihak yang disebutkan di dalamnya atau kepada pemegang cek tersebut. Syarat hukum dan penggunan cek sebagai alat pembayaran giral seperti yang diatur dalam KUH dagang pasal 178 dengan syarat yaitu: Pada cek tertulis perkataan CEK; Surat cek harus berisi perintah tak bersyarat untuk membayar sejumlah uang tertentu; Nama bank yang harus membayar (tertarik); Penyambutan tanggal dan tempat cek dikeluarkan; Tanda tangan penarik. Adapun jenis- jenis cek adalah sebagai berikut:

1. Cek atas nama Merupakan cek yang diterbitkan atas nama orang atau badan tertentu yang tertulis jelas didalam cek tersebut. 2. Cek atas unjuk Yaitu cek yang tidak tertulis nama seseorang atau badan tertentu didalam cek tersebut. 3. Cek silang Jika suatu cek yang dipojok kiri atas diberi dua tanda silang sehingga cek tersebut berfungsi sebagai pemindahbukuan bukan tunai. 4. Cek mundur Yang merupakan cek yang diberi tanda mundur dari tanggal sekarang. 5. Cek kosong Yaitu cek yang dananya tidak tersedia.

B. Bilyet Giro Bilyet giro merupakan surat perintah dari nasabah kepada bank yang memelihara rekening giro nasabah tersebut untuk memindahbukuan sejumlah uang dari rekening yang bersangkutan kepada pihak penerima yang disebutkan namanya pada pihak bank yang sama atau bank lainnya. Syart-syarat yang berlaku untuk Bilyet Giro agar pemindahbukuan dapat dilakukan antara lain: Ada nama bilyet giro dan nomor serinya. Perintah tanpa syarat untuk memindahbukuan sejumlah uang atas beban rekening yang bersangkutan. Nama dan tempat bank tertarik Memiliki nominal Tanda tangan penarik Tanggal dan tempat penarikan Nama bank penerima pemindahbukuan

Adapun perbedaan antara cek dan bilyet giro adalah sebagai berikut: No 1 Keterangan Identitas Cek Atas nama Atas unjuk 2 3 Sifat Tanggal Tunai & non tunai Hanya ada satu tamggal Non tunai Ada dua tanggal Bilyet Giro Atas nama

C. Simpanan Tabungan
Pengertian tabungan menurut Undang-Undang perbankan Nomor 10 Tahun 1998 adalah simpanan yng penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syaratsyarat tertentu yang disepakati, tetapi tidak dapat ditarik dengan cek, bilyet giro dan tanpa alat lainnya yang dipersamakan dengan itu. Berikut ini adalah alat-alat yang digunakan untuk penarikan tabungan. 1. Buku Tabungan Yaitu buku yang dipegang oleh nasabah, dimana berisi buku cacatan sakdo tabungan, penarikan, penyetoran dan pembebanan yang mungkin terjadi. 2. Slip penarikan Merupakan formulir penarikan dimana nasabah cukup menulis nama, nomor rekening, jumlah uang serta tanda tangan nasabah. 3. Kwitansi Merupakan bukti penarikan yang dikeluarkan oleh bank yang fungsinya sama dengan fungsi penarikan. 4. Kartu yang terbuat dari plastik Yaitu sejenis kartu kredit yang terbuat dari plastikyang dapat dugunakan untuk menarik sejumlah uang dari tabungannya.

D. Simpanan Deposito

Menurut Undang-Undang No. 10 Tahun 1998 yang dimaksud dengan deposito adalah simpanan yang penariaknnya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu berdasarkan perjanjian nasabah penyimpan dengan bank. Adapun jenis-jenis Deposito adalah : 1. Deposito Berjangka Merupakan deposito yang diterbitkan menurut jangka waktu tertentu. 2. Sertifikat Deposito Merupakan deposito yang diterbitkan dengan jangka waktu 2, 3, 6, 12 dan 12 bulan. Sertifikat deposito diterbitkan atas unjuk dalam bentuk sertifikat dan dapat di perjualbelikan atau pindah tangankan kepada orang lain. 3. Deposito On Call Merupakan deposito yang berjangka waktu minimal tujuh hari dan paling lama kurang dari satu bulan.