.

Dua jenis amfibi (Limnonectes kuhlii dan Michrohyla achatina) diketahui merupakan jenis endemik Pulau Jawa. 2007). Kata kunci: Herpetofauna. Penelitian dilaksanakan selama enam bulan (November 2007–April 2008) dengan metode pengamatan langsung baik siang maupun malam. Reptil yang diperoleh terdiri atas kadal (empat suku) dan ular (lima suku). Total number of 42 species which consist of 29 species of reptiles and 13 amphibians were recorded. nocturnal and diurnal surveys were administered in Kiskendo Cave ecotourism area. Kulonprogo Regency. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kondisi ekosistem di kawasan wisata Goa Kiskendo masih cukup bagus sebagai habitat herpetofauna. Penelitian tentang keanekaragaman jenis herpetofauna di daerah tersebut perlu dilakukan untuk mendapatkan informasi jumlah jenis dan sebarannya sebagai data awal keanekaragaman fauna. Kondisi lingkungan di kawasan ekowisata Goa Kiskendo terlihat masih bagus dan alami. four families of lizard and five families of snake. Juni 2012 ISSN 0853-8670 Keanekaragaman Jenis Herpetofauna di Kawasan Ekowisata Goa Kiskendo. Daerah Istimewa Yogyakarta Province. only two (Limnonectes kuhlii and Michrohyla achatina) are endemic to Java. Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Species Diversity of Herpetofauna in Kiskendo Cave Ecotourism Area.1”BT. Kabupaten Kulonprogo. Based on the current study. Kawasan ekowisata Goa Kiskendo memiliki luas wilayah ± 80 hektar dengan ketinggian berkisar antara 450–780 mdpl (Anonim. Yogyakarta 55281 E-mail: tonie_kun@yahoo. Fakultas Biologi. Keywords: Herpetofauna.7”LS dan “110o 07’52.com *Penulis untuk korespondensi 1 Abstract This research was aimed to figure out the diversity of herpetofauna in Kiskendo Cave ecotourism area. Berdasarkan posisi astronomi Goa Kiskendo terletak pada “07o 44’51. keanekaragaman. Jatimulyo District. Daerah Istimewa Yogyakarta Province Tony Febri Qurniawan1* dan Rury Eprilurahman2 Kelompok Studi Herpetologi. disetujui: 07 Maret 2012 Pendahuluan Goa Kiskendo merupakan salah satu objek wisata pegunungan yang terletak di Desa Jatimulyo. Kiskendo Cave ecotourism area still has a good ecosystem conditions to support herpetofauna lives. Berdasarkan penelitian diperoleh 42 jenis herpetofauna yang terdiri atas 29 jenis reptil dan 13 jenis amfibi. Kulonprogo. Salah satu wilayah yang diduga masih cukup layak untuk menunjang kehidupan herpetofauna adalah Kawasan Ekowisata Goa Kiskendo. Kecamatan Girimulyo. On all of identified species. Yogyakarta 55281 2 Laboratorium Sistematika Hewan. Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Sekip Utara. ± 38 km dari Kota Yogyakarta atau ± 21 km dari Kota Wates. Kulonprogo. Daerah Istimewa Yogyakarta. ecotourism Abstrak Perubahan ekosistem dan kondisi lingkungan sangat memengaruhi kehidupan herpetofauna (amfibi dan reptil). During six months (November 2007April 2008). Goa Kiskendo. sedangkan untuk amfibi terdiri dari enam suku. 17 (2): 78−84. diversity. Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Sekip Utara. Kulonprogo. ekowisata Diterima: 11 Oktober 2011. They are belong to six families of frogs. . Kiskendo Cave.Biota Vol.

Bahan yang digunakan untuk pembuatan spesimen menggunakan metode awetan basah antara lain ethanol 70%. 2009). Hal ini dilakukan untuk memperoleh suatu pemahaman yang lebih baik pada masyarakat dalam mendukung kelestarian herpetofauna. Dari tiap-tiap lokasi di lakukan pendataan meliputi: waktu penjumpaan. Data hasil wawancara digunakan sebagai data Metode Penelitian Lokasi dan waktu penelitian Penelitian dilaksanakan dari Bulan November 2007–April 2008. karena masing–masing fauna.00 WIB untuk mendapatkan data jenis herpetofauna nokturnal dan diurnal. dan hutan terganggu. Survei meliputi beberapa daerah di sekitar kawasan ekowisata Goa Kiskendo yang mewakili dua ekosistem yaitu terestrial dan akuatik. 17 (2). 1998 dan Riyanto. pH meter untuk mengetahui pH air. Pengambilan data Metode aktif yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode VES (Visual Encounter Survei) (Heyer dkk. daerah aliran sungai di dalam goa dan kolam taman ekowisata. Pada lokasi ekosistem terestrial terdapat empat tipe habitat bagi herpetofauna. Data mengenai keanekaragaman jenis herpetofauna di kawasan ekowisata ini belum ada. GPS untuk mendapatkan koordinat lokasi dan ketinggian. Penelitian ini diharapkan dapat merangsang para peneliti lain untuk meneliti keanekaragaman flora dan fauna lainnya yang ada di kawasan ekowisata Goa Kiskendo. Berdasarkan latar belakang dan permasalahan di atas. penelitian ini bertujuan mendata dan mengetahui keanekaragaman jenis herpetofauna yang ada di kawasan ekowisata Goa Kiskendo. Padahal. Beberapa penelitian yang telah dilakukan dalam jangka waktu beberapa tahun terakhir ini menunjukkan bahwa terjadi penurunan populasi herpetofauna secara global mulai tahun 1980-an seiring dengan meningkatnya pencemaran lingkungan dan berkurangnya habitat-habitat asli (hutan). keterangan cacat atau tidak. Data yang terkumpul tersebut berguna dalam menyusun rencana dan strategi pengelolaan sumberdaya di kawasan ekowisata Goa Kiskendo secara terarah dan terpadu (Primack dkk. Selain menggunakan metode VES. kebun/ladang. total sebanyak 12 Biota Vol. sangatlah penting bagi suatu kawasan ekowisata untuk memiliki data tentang keanekaragaman fauna. taman ekowisata. Pada lokasi ekosistem akuatik terdapat tiga jenis tipe habitat bagi herpetofauna. salah satunya seperti di kawasan ekowisata Goa Kiskendo. Jika hal ini berlanjut menyebabkan kepunahan herpetofauna di dunia sebelum sempat diteliti dan didata dengan baik (Kusrini.00−23. jenis substrat dan aktivitas ketika dijumpai. kantong blacu dan botol selai untuk penyimpanan spesimen. 2004) yang dimodifikasi dengan teknik puposive sampling (Hamidy dkk.00 WIB dan malam hari antara pukul 19. termasuk herpetofauna memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan dan keberlangsungan ekosistem kawasan ekowisata tersebut. Juni 2012 79 . 2007).. SVL (snouth vent length). 2008). jenis kelamin. kali survei.. Herpetofauna yang terdiri dari reptil dan amfibi merupakan salah satu jenis potensi keanekaragaman hayati hewani yang jarang diketahui dan kurang dikenal oleh masyarakat Yogyakarta. yaitu daerah aliran sungai di luar goa. penelitian ini dilakukan juga metode wawancara terhadap penduduk setempat mengenai keanekaragaman jenis herpetofauna yang ada di kawasan ekowisata Goa Kiskendo. formaldehid 4% dan akuades. Alat dan bahan Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini antara lain: senter untuk survei di malam hari.Qurniawan dan Eprilurahman sehingga memungkinkan hidup beranekaragam jenis fauna khususnya herpetofauna.00−15. yaitu teknik pencarian dan pengambilan (capture and remove) herpetofauna di semua mikrohabitat suatu area tertentu dan mencatat jenis-jenis herpetofauna yang ditemui baik yang tertangkap maupun yang tidak tertangkap. termometer raksa untuk mengukur suhu air dan udara. Hal ini karena penelitian mengenai keanekaragaman jenis herpetofauna di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta belum banyak dilakukan.. yaitu daerah pemukiman. kamera untuk dokumentasi dan identifikasi. Survei aktif dilakukan pada pagi hari antara pukul 08.

Hasil dan Pembahasan Penelitian ini berhasil mendata sebanyak 42 jenis herpetofauna yang termasuk dalam 15 suku atau secara rinci terdiri atas 13 jenis amfibi. Adapun dikatakan tinggi jika nilainya >2. 2001) dan Frost dkk. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan indeks keanekaragaman berdasarkan Shanon-Wiener (Krebs. (2006). bila dibandingkan dengan jumlah jenis herpetofauna di Taman Nasional Gunung Ceremai sudah mencapai 98% dan bila dibandingkan dengan jumlah jenis herpetofauna di Taman Nasional Ujung Kulon sudah mencapai 64%. 12 jenis kadal dan 17 jenis ular (Tabel 1). Juni 2012 . Iskandar dan Colijn (2000. Derajat kemelimpahan relatif jenis herpetofauna yang dijumpai selama penelitian dikategorikan dalam 4 kelompok mengikuti Buden (2000). 17 (2). Menurut Brower dan Zarr (1997). Herpetofauna di lokasi penelitian ditangkap dan diidentifikasi berdasarkan karakter morfologi menggunakan kunci identifikasi yang tersedia. Untuk mengetahui derajat kemerataan jenis pada lokasi penelitian digunakan indeks kemerataan berdasarkan Simpson sebagai berikut: E= H’ Ln S Keterangan : E = Indeks kemerataan jenis H’= Indeks keanekaragaman Shannon-Wiener S = Jumlah jenis yang ditemukan.0. jumlah jenis herpetofauna kawasan ekowisata Goa Kiskendo mencapai 62%. Adapun..Keanekaragaman Jenis Herpetofauna sekunder untuk melengkapi data primer hasil survei. keanekaragaman dikatakan sangat rendah jika nilainya <1. Identifikasi dan penamaan jenis menggunakan panduan identifikasi Rooij (1915 dan 1917). Analisis menggunakan indeks ShanonWeiner menunjukkan bahwa keanekaragaman jenis herpetofauna di kawasan ekowisata Goa Kiskendo tergolong tinggi dengan nilai sebesar 3. vegetasi dan topografi tempat. Jika nilai E mendekati 1 maka menunjukkan jumlah individu antarjenis relatif sama. sulit dijumpai jika hanya 5 perjumpaan/hari dan dikatakan langka jika penjumpaannya di bawah 5 perjumpaan/hari pada sebagian besar waktu survei. hampir setara dengan Taman Nasional Gunung Ceremai. Manthey dan Grossmann (1997). sedangkan Keterangan: H’= Indeks Keanekaragaman Shannon-Wiener Pi = Proporsi jenis ke-i. Hal ini mengindikasikan bahwa keanekaragaman jenis herpetofauna kawasan ekowisata Goa Kiskendo relatif tinggi. pH. Namun. jarang dijumpai jika hanya 10 perjumpaan/hari. Hal ini disebabkan oleh adanya beberapa kesamaan kondisi lingkungan seperti suhu. jika nilainya berkisar antara 1−1. Berdasarkan Tabel 1. Iskandar (1998). Dua jenis herpetofauna endemik ini ditemukan di sekitar sungai berarus dengan aliran lambat dan di sekitar genangan air yang terletak di luar goa. 2009) yang mempunyai formula: H’= -∑ Pi Ln Pi perjumpaan/hari. 1998 dan Natus dan Rosmayati. dikatakan cukup banyak dijumpai jika 1030 perjumpaan/hari.5 maka dikatakan rendah dan dikatakan sedang jika nilainya berkisar antara 1. yaitu: dapat dikatakan banyak dijumpai jika minimal tercatat 30 80 Biota Vol. jenis herpetofauna yang bersifat nokturnal lebih banyak daripada yang diurnal. 2005).5−2. 1978 dan Kusrini. Tercatat dua jenis amfibi endemik Jawa yaitu Limnonectes kuhlii dan Michrohyla achatina (Iskandar.8 (kurang dari 1) yang menunjukkan bahwa tidak ada dominasi jenis herpetofauna tertentu. Hasil ini menunjukkan bahwa pola penggunaan ruang herpetofauna dipengaruhi oleh pola aktivitasnya.03 dengan kemerataan 0. Bila dibandingkan dengan jumlah jenis herpetofauna di Taman Nasional Gunung Halimun.0. Amfibi cenderung aktif pada malam hari. jika lebih dari 1 ataupun kurang maka kemungkinan besar terdapat jenis dominan di komunitas tersebut.

17 (2). Hal yang menarik dari komunitas herpetofauna di kawasan ekowisata Goa Kiskendo adalah ditemukannya Ptychozoon kuhli. Adanya aktivitas masyarakat seperti merambah kayu hutan dan kegiatan pertanian tanpa berprinsip kelestarian. Adapun yang sulit ditemukan sebagian besar adalah jenis dari golongan ophidia berjumlah delapan jenis hasil dari survei dan enam jenis. Suhu memiliki peranan penting bagi kehidupan herpetofauna.3% dan Hemydactylus frenatus sebesar 9. 1915). hasil dari wawancara dengan warga. Derajat keasaman (pH) air sungai diluar dan didalam goa memiliki nilai bervariasi. Pada Gambar 1. Menurut Achillea dan Fara (2008). Ketika terjadi fluktuasi suhu lingkungan yang relatif konstan. diilustrasikan bahwa grafik hubungan antara frekuensi survei dan penambahan jumlah jenis herpetofauna secara keseluruhan pada survei terakhir tidak mengalami kenaikan.05%. Namun jika terjadi fluktuasi suhu lingkungan yang ekstrem perilaku dan pola aktivitasnya cenderung berubah dengan melakukan adaptasi tertentu misalnya pada musim kemarau melakukan hibernasi dengan cara meliang sehingga pada musim kemarau akan sulit ditemukan. Jika terus dibiarkan dapat menimbulkan perubahan kondisi makrohabitat yang akan mengancam kelestarian herpetofauna di kawasan ekowisata Goa Kiskendo.1. Preanger. Willis dan Biota Vol. Leptobrachium hasseltii sebesar 10. Pola aktivitas herpetofauna sebenarnya dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Berdasarkan publikasi penelitian keanekaragaman herpetofauna yang pernah dilakukan di Pulau Jawa akhir-akhir ini. Pada Tabel 1. pergerakan dan aktivitas tiap jenis herpetofauna sebagian besar dipengaruhi oleh perbedaan cara merespon suhu lingkungan. Dalam Rooij (1915) mengatakan bahwa persebaran Ptychozoon kuhli di Pulau Jawa meliputi Gadok. 1993). dapat diketahui bahwa kawasan ekowisata Goa Kiskendo memiliki suhu yang senantiasa relatif konstan di setiap bulannya.Qurniawan dan Eprilurahman untuk jenis reptil hanya beberapa saja yang aktif pada malam hari.8%. serta variasi unsur terlarut dan tingkat kejenuhannya banyak dipengaruhi oleh kejadian hujan sehingga pH air sungai lebih fluktuatif. tercatat untuk jenis cicak Ptychozoon kuhli belum ditemukan lagi di Pulau Jawa sejak 1912 (Rooij. Perbedaan perilaku. Faktor-faktor tersebut di alam saling berinteraksi antara satu dan yang lain dan membentuk kondisi makrohabitat yang khas yang mendukung kelangsungan hidup beranekaragam jenis herpetofauna di sana.1–7. Suhu tubuh herpetofauna berfluktuasi mengikuti suhu lingkungan seperti hewan poikilotermikektotermik lainnya. Kemungkinan besar jika jumlah pengamatan ditambah. Sukabumi. Ketiganya banyak ditemukan karena memiliki kepadatan yang tinggi dan persebaran yang luas serta dapat hidup di berbagai jenis tipe habitat selama habitat tersebut memilki sumber air dan suhu yang relatif konstan. Hal ini memperlihatkan bahwa jumlah survei yang dilakukan selama musim penghujan (November−April) sudah maksimal. persentase jumlah individu tiap jenis yang paling banyak ditemukan adalah Eutropis multifasciata sebesar 14. Suhu yang senantiasa relatif konstan karena di sekitar kawasan ekowisata Goa Kiskendo memiliki vegetasi dan sumber air yang melimpah yang berfungsi sebagai penyerap panas yang berlebih dan penyuplai air jika kekeringan. Pengukuran suhu udara yang dilakukan selama penelitian rata-rata berkisar antara 21–23oC. Mataair kawasan karst Jonggarangan banyak mengandung unsur karbonat tinggi. Adapun pada musim hujan frekuensi aktivitas berjemur dan kawin meningkat sehingga akan lebih mudah ditemukan (Zug. Gunung Ungaran. Hal ini karena jenis dari golongan ophidia memiliki kepadatan yang rendah dan sebagian besar merupakan fauna dengan mobilitas tinggi serta pandai bersembunyi sehingga sulit untuk ditemukan. maka perilaku dan pola aktivitas yang dilakukan kesehariannya hampir sama. Salah satu faktor tersebut yaitu suhu. Buitenzorg. sedangkan suhu air rata-rata berkisar antara 21–23. Dari Tabel 2. kemungkinan besar komposisi jenis herpetofauna yang ditemukan tidak berubah/tidak mengalami penambahan jenis herpetofauna.5oC dengan kisaran pH antara 6. sumber mata air sungai disekitar kawasan ekowisata Goa Kiskendo berasal dari karst Jonggarangan. Juni 2012 81 .

7037 9.8230 La Arboreal Diurnal 0.2304 2.1152 2. Juni 2012 . Tabel 1.4115 La Terestrial Diurnal W W Terestrial Nokturnal W W Terestrial Nokturnal 0. Komposisi dan Persentase jumlah tiap-tiap jenis herpetofauna yang terdata selama penelitian di kawasan ekowisata Goa Kiskendo pada bulan November 2007April 2008. Namun sayangnya selama survei.8806 3.8230 La Terestrial Diurnal 14.814 Ba Terestrial Diurnal 0.8230 1.9382 2.4115 La Terestrial Diurnal 0. Ja = jarang. Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta menambahkan informasi lokasi persebarannya di Pulau Jawa.0576 3.288 2.1152 1. Ba = 82 Biota Vol. Kemungkinan kemelimpahan relatif cicak jenis ini di kawasan ekowisata Goa Kiskendo tergolong langka. jenis ini memang susah sekali ditemukan.0576 4.0576 2. sehingga ditemukannya Ptychozoon kuhli di kawasan ekowisata Goa Kiskendo.4115 La Arboreal Diurnal W W Terestrial Nokturnal jenis yang tidak ditemukan selama penelitian).2345 1.2345 8.4115 La Terestrial Diurnal 0.4115 La Arboreal Diurnal W W Terestrial Nokturnal 0.2345 Cu Ja Ja Ja La Ja La La La Ja La Cu La Ja Cu Ja La Ja La La La Terestrial Terestrial Semi Akuatik Terestrial Semi Akuatik Terestrial Akuatik Semi Akuatik Semi arboreal Arboreal Arboreal Semi akuatik Semi akuatik Arboreal Arboreal Arboreal Arboreal Arboreal Arboreal Arboreal Arboreal Nokturnal Nokturnal Nokturnal Nokturnal Nokturnal Nokturnal Nokturnal Nokturnal Nokturnal Nokturnal Nokturnal Nokturnal Nokturnal Nokturnal Nokturnal Nokturnal Nokturnal Nokturnal Diurnal Diurnal Diurnal Ja Arboreal Diurnal 3.6460 1.4691 1.7037 0.0534 4.4115 La Arboral Diurnal W W Terestrial Nokturnal 0. Cu = cukup. Megophryidae Bufonidae 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 10.7037 4. 17 (2).9958 1.6460 0. La = langka.4115 La Semi akuatik Diurnal W W Terestrial Diurnal 0.4115 La Semi akuatik Diurnal 0. Suku No Taksa Jenis Persentase Derajat kelimpahan Ekologi Habitat Perilaku Leptobrachium hasseltii Ingerophrynus biporcatus Phrynoidis aspera Duttaphrynus melanostictus Micrhohylidae Microhyla achatina Dicroglossidae Fejervarya limnocharis Limnonectes kuhlii Occydozyga sumatrana Rhacophoridae Philautus aurifasciatus Polypedates leucomystax Rhacophorus reindwardtii Ranidae Hylarana chalconota Odorrana hosii Gekkonidae Cyrtodactylus marmoratus Hemydactylus frenatus Hemydactylus platyurus Ptychozoon kuhli Gekko gecko Agamidae Draco volans Bronchocela cristatella Bronchocela jubata Gonocephalus 22 chamaeleontinus 23 Pseudocalotes tympanistriga Lacertidae 24 Takydromus sexlineatus Scincidae 25 Eutropis multifasciata Xenopeltidae 26 Xenopeltis unicolor Elapidae 27 Maticora intestinalis 28 Bungarus candidus 29 Bungarus fasciatus Viperidae 30 Cryptelytrops albolabris 31 Naja sputatrix Colubridae 32 Ahaetulla prasina 33 Ptyas korros 34 Ptyas mucosus 35 Calamaria linnaei 36 Xenochrophis trianguligerus 37 Xenochrophis piscator 38 Gonyosoma oxycephalum 39 Homalopsis bucata 40 Enhydris enhydris 41 Dendrelapis pictus Pythonidae 42 Python reticulatus W = hasil wawancara penduduk (untuk melengkapi data banyak.Keanekaragaman Jenis Herpetofauna Tengger.2345 6.8230 La Arboreal Diurnal W W Terestrial Diurnal W W Terestrial Diurnal 0.

Diharapkan dengan mengetahui kenyataan bahwa keanekaragaman jenis herpetofauna di kawasan ekowisata Gua Kiskendo tergolong tinggi.5 21 21.2 6.1 7.5 6.5 22 I 7. Trijoko.Qurniawan dan Eprilurahman Tabel 2.3 6.5 6.2 6.5 22 21 22 22.3 6.5 21.5 6.00–23.5 6.Si.5 22.4 6.6 6.1 7.1 6. perlu diadakan penyuluhan kepada masyarakat untuk mengurangi perambahan kayu hutan dan perburuan hewan liar secara berlebihan.5 21 22 21.03.2 6. Simpulan dan Saran Simpulan Dari hasil penelitian berhasil ditemukan 42 jenis herpetofaua yang terdiri atas 13 jenis amfibia.5 22 Gambar 1.5 21 20 21 22.5 6.1 7.2 6.2 6. sehingga dapat dibandingkan kekayaan dan kemelimpahan jenis herpetofauna di kawasan ekowisata Goa Kiskendo antara musim penghujan dan musim kering. Ternyata keanekaragaman jenis herpetofauna di kawasan ekowisata Goa Kiskendo tergolong tinggi dengan indeks Shanon-Weiner sebesar 3.3 6.1 7.2 6.2 6.1 7.00 WIB) II III IV V VI I II III IV V 7. Universitas Gadjah Mada Yogyakarta atas segala bantuan dan dukungan yang telah diberikan.5 22 22 22.1 7.5 22 21.5 6. pemerintah dan masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta umumnya dan Kulonprogo khususnya bersama-sama menjaga kelestarian hayati yang dimilikinya. 17 (2). Dua jenis yaitu Limnonectes kuhlii dan Michrohyla achatina endemik Jawa.5 22 22 21. Selain itu. M.2 6. 12 jenis lasertilia dan 17 jenis ophidia.3 6.2 6. Biota Vol. Faktor Lingkungan pH air kolam taman pH air sungai didalam goa pH air sungai diluar goa Suhu udara Awal (oC) Suhu udara Akhir (oC) Suhu air kolam taman (oC) Suhu air sungai didalam goa Suhu air sungai diluar goa Bulan ke Malam (19.0015.1 7. dan kepada keluarga besar Kelompok Studi Herpetologi Fakultas Biologi.5 23 23.5 6. Hasil rata-rata pengukuran parameter lingkungan kawasan ekowisata Goa Kiskendo.2 7. Penambahan jumlah jenis herpetofauna disetiap survei dari bulan bulan November 2007−April 2008. Ucapan Terima Kasih Terima kasih kepada Drs.2 6.5 22.1 7. Kulonprogo. Juni 2012 83 .5 23 23 23 23 23 20 20 20 21 20 21 23 22 23 23 22 21 22 22 21 21.5 21 21 23 23 23. Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dari bulan November 2007April 2008.5 22.00 WIB) Pagi (08. Saran Untuk penelitian lebih lanjut disarankan dilakukan pada musim kering.5 23 24 22 21 22 VI 7.

Grant. A. Desa.. The Netherlands.M. New York. J.W.O. Chelonia. EJ Brill. Green. San Diego California. Moler. 1997. D.W. Portugue. B. U. Biologi Konservasi. Brower. The Reptiles of the Indo-Australian Archipelago I.C.N.. http//:www. Kusrini. D. 1998. R. 1915. Zug. 2008.R. Field and Laboratory for General Ecology.S... dan Foster. Blotto. 2009. Komunitas Herpetofauna di Taman Nasional Gunung Ciremai. Ecological Methodology. Preliminary checklist of Southeast Asian and New Guinean herpetofauna: Amphibians. B. Indrawan. J.C Brown Company Publishing.T. 31 (3): 1−133. 17 (2). Channing.P. D. Riyanto. Bain.A.T. Academic Press. Measuring and Monitoring Biological Diversity: Standard Methods for Amphibians. IOWA. Pp: 33−38.. kulonprogokab. Jakarta. A. Washington. D. The Amphibian Tree of Life. Harper and Row Publisher. D. Rooij.Keanekaragaman Jenis Herpetofauna Daftar Pustaka Achillea. Natus dan Rosmayati. Campbell. Rooij. 1978. The Gibbon Foundation. McDiarmid. W. M. 1994. 1998. Mulyadi dan Isman. Hamidy. Herpetofauna di Pulau Waigeo (in press).. Biodiversity and Endemic Centres of Indonesian Terrestrial Vertebrates. N. Supriatna.. Iskandar. Juni 2012 . dan Kramadibrata.B.R.. Emydosauria. dan Grossmann. Smithsonian Institution Press. Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor. Lacertilia. Krebs. Treubia. Biogeography Institute of Trier University. Iskandar.H.. R. E. W. T. R.. Yayasan Obor Indonesia. Natur & Tier-Verlag.. dan Fara. L.C. Buden. 32 (2): 155180. Nussbaum. 2006. 1997.. A.. Kabupaten Kulonprogo. Wilkinson.D. C. Haddad. R. C. The Netherlands. Lynch. dan Colijn. Jawa Barat. E.T.id/av. Richard. 03 Maret 2007. P. A. J. Frost. Bogor.M. Donnelly. 2008. 1917. The Reptiles of Pohnpei. Preliminary Checklist of Southeast Asian and New Guinean Reptiles Part I: Serpentes. P.R. Iskandar.L. 2001.E. 2000.J. Jurnal Biologi Indonesia. S.go.. D. M. C. Research and Development Centre for Biology-LIPI-GEF-Biodiversity Collection Project. Haas... 4 (5): 349−358. G. Germany.R. dan Zarr.S. Anonim. D. M.. Pedoman Penelitian dan Survei Amphibia Di lapangan.De. Gunung Sewu-Indonesian Cave and Karst Journal. Drewes. D. Leiden. Karakteristik Mata Air Kenteng dan Sumitro di Kawasan Karst Jonggrangan. J.De. Raxworthy. 2005. Pp: 4.H. V. Jakarta. 297.. dan Colijn...A. J. dan Wheeler. EJ Brill. 84 Biota Vol. Ophidia. 2007. The Amphibian of Java and Bali.. Donnellan.M.C.. Musnter. Amphibien and Reptilien Sudostasiens. 2000. 4: 9.F. J. Heyer. R. 2007. Herpetology: An Introductory Biology of Amphibians and Reptiles. I. N. Faivovich. Primack. Geografi Daaerah Wisata. Hayek. Manthey. Federated Stated of Micronesia.J.. Leiden. W. Micronesia. 1993. Bulletin of the American Museum of Natural History. The Reptiles of the Indo-Australian Archipelago II. W. M.A.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful