Anda di halaman 1dari 4

Laporan Praktikum Mikrobiologi

Nama NIM Hari / tanggal Waktu Kelompok Asisten PJP

: Faizal Hafidz : J3L111052 : Jumat / 11 Oktober 2012 : 13.00 16.30 WIB : 5 (Lima ) : Ebta Bramada Geni : M Arif M, S.Pi

PEWARNAAN GRAM DAN PEWARNAAN SPORA Data dan Hasil Tabel 1 Hasil pewarnaan gram terhadap bakteri uji
No 1 Metode Pewarnaan Gram Bakteri Uji Bacillus SP Foto Kelompok Gram + Gram Berwarna ungu, berbentuk batang. Ketika diuji dengan KOH 10%, bakteri tidak terbentuk lendir. Hasil Pengamatan

(+)

Pewarnaan Gram

E Coli

(-)

Berwarna merah muda dan berbentuk batang. Ketika diuji dengan KOH 10% media preparat berisi bakteri menjadi berlendir.

Pewarnaan Gram

Staphylococcus

(+)

Berbentuk bulat, berwarna ungu. Ketika diuji dengan KOH 10%, bakteri tidak terbentuk lendir.

Tabel 2 Hasil pewarnaan spora terhadap bakteri uji


No 1 Metode Pewarnaan Spora Bakteri Uji Bacillus SP Foto Keberadaan Spora Ada Tidak Terdapat spora dengan tanda berwarna hijau. Bakteri mempunyai bentuk seperti batang Bakteri mempunyai bentuk seperti batang. Tidak mempunyai spora, ditunjukkan dengan tidak ada nya warna hijau Bakteri mempunyai bentuk seperti batang. Tidak mempunyai spora, ditunjukkan dengan tidak ada nya warna hijau Hasil pengamatan

Ada

Pewarnaan Spora

E Coli

Tidak

Pewarnaan Spora

Staphylococcus

Tidak

Pembahasan Pewarnaan gram dibagi menjadi dua hasil yaitu gram positif dan gram negatif, tergantung dari reaksi dinding sel terhadap tinta safranin atau Kristal violet. Contoh dari bakteri gram positif ialah Clostridium perfringens, Staphylococcus aureas, sedangkan bakteri gram negatif misalnya adalah Eschericia Coli. Beberapa bakteri tidak terwarnai dengan pewarnaan gram, misalnya Mycobacterium spp, karena dinding selnya mengandung banyak lipid, sehingga digunakan pewarnaan tahan asam untuk mengidentifikasinya. Pada pewarnaan tersebut sel bakteri akan berwarna merah tetapi sel jaringan akan berwarna hijau ( James 2002). Proses sterilisasi sangat penting dibutuhkan sebelum memulai maupun mengakhiri sebuah pekerjaan di laboratorium dengan menggunakan teknik aseptik. Alkohol 70% yang disemprotkan pada tangan, kaca preparat dan meja, bahkan tangan pun sebelumnya harus dicuci dengan sabun terlebih dahulu. Hal tersebut berfungsi untuk membunuh mikroorganisme yang tak diinginkan agar mendapatkan pengukuran yang akurat. Sampel biakan bakteri berbentuk suspense homogen agar bakteri dapat menyebar dan tidak menumpuk pada kaca preparat. Kemudian dikering udarakan atau fiksasi udara agar bakteri menempel pada kaca preparat. Fiksasi panas atau dikeringkan dengan pemanasan biasanya di atas spirtus pada pewarnaan gram dapat menyebabkan bakteri tersuspensi mati atau tidak produktif apabila suhu terlalu tinggi, walaupun dapat melekatkan bakteri pada kaca preparat.

Setelah itu biakan bakteri diteteskan Kristal ungu yang berfungsi memberikan pewarnaan pada bakteri tersebut. Bakteri akan berwarna ungu. Penetesan Kristal ungu harus merata pada seluruh area biakan bakteri pada kaca preparat agar bakteri dapat terwarnai denga sempurna. Bakteri yang telah diwarnai dikering udarakan selama satu menit sambil digoyangkan. Lalu dibilas dengan aquades dengam cara mengalirkannya, bukan dengan penyemprotan secara langsung pada bakteri tersebut karena dapat menyebabkan bakteri rusak terkena semprotan aquades. Bakteri dikering udarakan kembali. Setelah itu, ditambahkan KI (Kalium Iodida) agar dapat menyatu dengan ungu Kristal yang membentuk kompleks di dalam sel sehingga sel tetap berwarna ungu. Kemudian dikering udarakan dan dibilas dengan aquades. Alkohol 96% ditambahkan atau diteteskan pada biakan bakteri untuk melakukan penetrasi ke dalam dinding sel dan melunturkan pewarnaan ungu dari komplek Kristal ungu pada gram negatif, karena mengandung lipid sedangkan pada gram positif akan tetap mempertahankan warna ungu karena mengandung peptidoglikan. Bakteri gram positif akan mengalami dehidrasi pada dinding selnya dan pori-porinya menciut karena daya rembes dinding sel dan membrane menurun sehingga tetap berwarna ungu. Sedangkan pada gram negatif lipid tereksitasi (keluar) dari dinding sel dan poripori mengembang sehingga sel menjadi tidak berwarna atau warna ungu akan luntur karena peluruhan dinding sel. Setelah dibilas, penambahan safranin yang merupakan cat sekunder atau kontras berfungsi untuk mewarnai gram negative yang semula telah luntur pewarnaannya menjadi warna merah. Hasil akhinya adalah bakteri gram positif akan berwarna ungu dan bakteri gram negative akan berwarna merah. Pengamatan gram dapat dilakukan di bawah mikroskop dengan pembesaran 1000x dan harus menggunakan minyak imersi. Data dan hasil pengamatan menunjukkan bahwa bakteri E Coli merupakan bakteri gram negatif dengan morfologi sel basil (batang) dan penataan sel streptococcus yaitu bentuk rantai bulat. Sedangkan bakteri Staphylococcus dan Bacillus SP menghasilkan gram positif, morfologi sel batang atau basil, dan penataan sel diplobasil yaitu berbentuk dua batang berjejer. Spora bakteri adalah bentuk bakteri yang sedang dalam usaha mengamankan diri terhadap pengaruh buruk dari luar. Segera setelah keadaan luar baik bagi mereka, maka pecahlah bungkus spora dan tumbuhlah bakteri. Spora juga disebut endospora yang masih terletak didalam sel bakteri. Endospora jauh lebih tahan terhadap pengaruh luar yang buruk daripada bakteri biasa yaitu bakteri dalam bentuk vegetative, Sporulasi (proses pembentukan spora) dapat dicegah apabila selalu diadakan pemindahan biakan ke medium yang baru (Sudjadi 2006). Pengecatan endospora dengan larutan hijau malasit, bakteri penghasil endospora akan menunjukkan reaksi positif yaitu larutan hijau malasit akan berikatan dengan spora sehingga saat pencucian akan tetap berwarna hijau dan cat penutup atau safranin tidak bisa diikat oleh endospora. Sedangkan pada bakteri yang tidak menghasilkan endospora maka larutan hijau malasit tidak dapat diikat (Pearce 2009). Proses pewarnaan endospora dilakukan setelah fiksasi pemanasan agar bakteri dapat sangat melekat pada kaca preparat dan membuat bakteri merasa terancam sehingga membuat spora. Kemudian preparat diteteskan malasit hijau secara merata yang berfungsi sebagai pewarnaan primer yang digunakan untuk melumuri fiksasi panas dan dipanaskan sampai menggepul. Preparat dipanaskan di atas spirtus yang bertujuan untuk membantu warna menembus dinding endospora dan dijaga jangan sampai pewarna kering. Kemudian dicuci dengan aquades dengan cara mengalir dan dikering udarakan bertujuan untuk menghilangkan malasit hijau dari seluruh bagian sel endospora. Pewarnaan dengan safranin bertujuan sebagai

counterstain yang digunakan untuk melumuri bagian warna dari sel yang lain daripada endospora. Kemudian dibilas kembali denan aquades atau air mengalir agar warna safranin luntur dan dikerigkan agar warna cepat kering dan terlihat. Kemudian diamati dibawah mikroskop dengan pembesaran 1000x dan memakai minyak imersi. Data dan hasil pengamatan menunjukkan bahwa bakteri Bacillus SP dapat menghasilkan spora yang ditandai dengan terbentuknya warna hijau akibat pewarnaan malasit green, dengan morfologi sel basil, penataan sel streptococcus. Spora yang terbentuk oleh bakteri mengindikasikan bahwa bakteri telah terancam atau dalam keadaan berbahaya akibat lingkungan yang tidak mendukung untuk mempertahanka keturunannya, sehingga spora kan terbang dan mencari media baru serta berkembang biak. Simpulan Berdasarkan data dan hasil pengamatan dapat disimpulkan bahwa bakteri dari hasil pewarnaan gram ialah gram negative yang berwarna merah yaitu E Coli dan gram positif yang berwarna merah yaitu Bacillus SP dan Staphylococcus, sedangkan pada pewarnaan spora, bakteri dapat menghasilkan spora yang berwarna hijau yaitu Bacillus SP. Daftar Pustaka James Joyce. 2002. Prinsip-Prinsip Sains Untuk Keperawatan. Retno Indah, penerjemah. Jakarta : Erlangga. Terjemahan dari : Principles of Science for Nurses Pearce Evelyn. 2009. Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis. Yuliani Sri, penerjemah. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama. Terjemahan dari : Anatomy and Physiology for Nurses Sudjadi Bagod. 2006. Biologi Sains Dalam Kehidupan. Jakarta : Yudhistira Ghalia Indonesia